Soul School Chapter 4

Soul School Poster

By Sparkdey

Soul School Chapter 4

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS || Kim Taehyung BTS || Mark Tuan GOT7 || Jung Krystal Fx || Kim Sujin (OC) || Min Ji Eun (OC)

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen || Kim Namjoon BTS || Park Jimin BTS || Oh Sehun EXO || Kim Seokjin BTS || Kim Seolhyun AOA || Min Yoongi BTS

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4

Hello author kembali lagi dengan membawakan FF baru dan juga tema baru. Untuk FF Our Plan, mohon maaf untuk chapter selanjutnya author tunda dulu ya, lagi kehabisan ide nih haha. Kali ini genrenya School Life nih, semoga para readers suka yaa^^~

NB : Jeongmal gomawo buat adik – adikku yang sudah membantuku memberikan inspirasi untuk membuat FF ini. Makasih buat Vicky dan juga Lizna :*{} saranghae~ || Jeongmal kamsahamnida untuk teman – teman ARMY, Luna dan juga Alma :*{} saranghae~ ide kalian dan saran kalian sangat membantu >.<

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

“Nugu?” tanyaku yang kini sudah selesai bersiap – siap.

“Kim Taehyung namanya” jawabnya lagi.

DEGG..

‘Perasaan apa ini? Aku seperti pernah mendengar namanya’ batinku.

Aku menggelengkan kepalaku dan mencoba berfikiran positif.

‘Tidak – tidak, itu bukan dia. Bukan Kim Taehyung yang itu pasti. Bukan dia’ batinku lagi.

Aku mulai frustasi mendengar nama itu. Sungguh sangat frustasi.

‘Bagaimana mungkin?’ batinku lagi.

-Author POV-

Jungkook merasa sangat terkejut mendengar nama yang disebutkan oleh partner kerja part time nya itu. Bagaimana Jungkook tidak terkejut? Nama yang dia dengar adalah nama seseorang yang telah menghilang dari kehidupannya selama belasan tahun ini. Sahabat yang sangat ia banggakan. Sahabat yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Menjadi anak yang mandiri.

“Kajja, sudah saatnya kita bekerja” ajak Yoongi lalu menghilang di balik pintu.

Jungkook berjalan menuju panggung yang ada di café itu dan mulai bernyanyi. Kali ini Yoongi akan memainkan gitar, ia telah belajar gitar hanya untuk performance nya kali ini bersama Jungkook. Jungkook sudah duduk di bangku yang ada di atas panggung.

“Ready?” Tanya Yoongi pada Jungkook.

“Ne hyung” jawab Jungkook lalu memegang mic dengan kedua tangannya.

Please don’t see

Just a boy caught up in dream and fantasies

Please see me

Reaching out for someone I cant see

 

Take my hand lets see where we wake up tomorrow

Best laid plan sometime just the one I stand

I’ll be the cupids demanding back his arrow

So lets get drunk on our tears

 

And god tell us the reason

Youth is wated on the young

Its hunting season

And the lambs are on the run

Searching for meaning

 

Are we all lost stars?

Trying to light up the dark…

*author saranin sih sambil dengerin coveran Jungkook yang Lost Stars, biar dapet feelnya/?*

Ada seseorang yang sangat tertarik dengan suara Jungkook saat itu. Orang itu mengamati Jungkook cukup lama dan dia benar – benar tertarik dengan namja ini. Sudah dia tekatkan untuk bertemu Jungkook setelah dia selesai bernyanyi di atas panggung sana.

Jungkook dan Yoongi sudah selesai melakukan pekerjaan part time mereka sebagai penghibur di atas panggung café itu. Seseorang yang tertarik dengan Jungkook pun datang menghampiri Jungkook di ruangan yang menjadi tempat ganti baju mereka.

“Jeon Jungkook?” panggil orang itu.

Jungkook pun menoleh namun dia masih tetap dalam pikirannya mengenai nama seseorang. ‘Kim Taehyung’. Jungkook tidak merespon orang itu. Yoongi pun sudah hilang dari ruangan itu. Sudah dapat dipastikan bahwa Yoongi telah pulang ke rumahnya itu.

“Jeon Jungkook?” panggil orang itu lagi.

“Ne?” jawab Jungkook dengan malas.

“Bisa kita bicara sebentar?” Tanya orang itu.

“Baiklah. Silahkan duduk di sini” kata Jungkook yang menyuruh orang itu duduk di tempat Yoongi biasa duduk.

“Park Jimin imnida” orang itu memperkenalkan dirinya lalu memberikan kartu namanya. Jungkook melihat kartu nama orang itu.

‘Park Jimin. Soul School Teacher.’ Batin Jungkook.

“Tujuanku menemuimu adalah untuk menawarkan dirimu untuk masuk ke Soul School. Kau adalah anak muda yang sangat berbakat. Hanya dengan  melihatmu menyanyi selama ini aku sudah dapat melihatnya. Melihat bahwa kau sangat berbakat” jelas Jimin.

“Tenang saja, di sana kau akan di latih menjadi seseorang yang sangat bertanggung jawab. Dan tentu saja bakatmu itu akan di asah sehingga bakatmu ini akan menjadi dasarmu untuk menghasilkan uang dan juga menghibur para pecinta musik” lanjut Jimin.

“Jika kau berminat, kau bisa menghubungiku di nomor itu” kata Jimin.

“Baiklah hanya itu yang dapat aku jelaskan. Aku harap aku mendapatkan respon yang positif darimu” lanjut Jimin dan beranjak pergi dari hadapan Jungkook.

 

-Taehyung POV-

Pagi ini aku harus mengantarkan Ji Eun kembali ke rumahnya setelah menginap di apartement ku semalam karena dia sedang luka dan rumahnya pun cukup jauh dari tempat dia berada terakhir kali. Aku melajukan mobilku menuju perumahan Ji Eun. Suasana di mobilku begitu hening.

“Jangan tegang seperti itu, Taehyung-ssi” kata Ji Eun.

“A.. aku biasa aja” jawabku.

“Aku dapat melihatnya. Kau pertama kali bermain ke rumah yeoja dan bertemu dengan keluarga mereka?” Tanya Ji Eun lagi.

“Eoh” jawabku yang sambil fokus menyetir.

“Tenang saja, eomma dan appaku orang baik – baik. Tapi aku tidak tahu dengan oppaku” katanya yang semakin membuatku tegang.

Akhirnya kita sampai di depan rumah Ji Eun. Rumah dengan pagar tinggi berwarna coklat yang terbuat dari kayu itu dengan dinding yang berwarna crem itu. Di hiasi dengan rumput – rumput yang menjalar di dinding rumah itu menambah kesan bahwa rumah Ji Eun sangat terawat.

“Kajja” kata Ji Eun sambil menarik tanganku masuk ke dalam rumahnya.

“Tolong bukakan pintu. Aku sudah di rumah bersama dengan Taehyung” kata Ji Eun.

Pintu itu terbuka dan nampaklah seorang wanita berpakaian rapi dan juga dengan dandanan yang sangat natural.

“EOMMAAA!!” Ji Eun langsung memeluk wanita yang di panggil eomma itu.

“Sudah ayo kita makan, kita semua sudah menunggu kalian di meja makan” kata eomma Ji Eun.

Aku dan Ji Eun masuk ke dalam rumah dan langsung berjalan menuju ruang makan rumah Ji Eun. Jantungku berdegup sangat kencang. Aku merasa takut. Takut masa – masa seperti dulu terulang lagi. Aku takut.

“Annyeonghaseyo, Kim Taehyung imnida” kataku begitu sampai di ruang makan dan membungkukan badanku kepada oppa, eomma, dan appa Ji Eun.

Appa dan eomma Ji Eun tersenyum padaku namun tidak dengan oppa Ji Eun. Dia terlihat begitu sinis padaku. Jantungku makin berdegup kencang. Dapat kurasakan bahwa tanganku sudah berkeringat sekarang.

“Silahkan duduk, Taehyung-ssi. Kita sarapan bersama” ajak appa Ji Eun.

Aku duduk di samping Ji Eun dan berhadapan dengan oppa Ji Eun. Tatapan mata dari oppa Ji Eun sunggu membuatku merasa grogi dan salah tingkah. Itu tatapan seperti mengatakan ‘kau akan berurusan denganku’  tatapan itu membuatku semakin mengeluarkan keringat di tanganku.

“Jadi bagaimana kemarin malam Ji Eun ku bisa menginap di apartemenmu, Taehyung-ssi?” Tanya appa Ji Eun.

“Aku menolong Ji Eun yang jatuh di tengah derasnya hujan. Lututnya terluka dan juga tangannya terluka. Saat itu hujan turun dengan sangat deras. Aku tidak tahu rumah Ji Eun dan luka Ji Eun harus cepat di obati dan aku membawa Ji Eun ke apartemenku” jelasku sambil menatap appa Ji Eun.

“Mengapa kau tidak menelfonku?” Tanya oppa Ji Eun pada Ji Eun.

“Ponselku mati dan tidak bisa menyala lagi” jawab Ji Eun ketus.

“Lalu kau tidur dimana?” Tanya oppa Ji Eun lagi.

“Dia tidur di kamarku dan aku tidur di sofa ruang keluarga apartemenku” jawabku sambil menatap oppa Ji Eun.

“Ah ya kenalkan, dia oppa ku, namanya Min Yoongi” Ji Eun memperkenalkan oppa nya padaku di saat 2 pertanyaan keluar dari mulut oppa nya itu.

“Sudah – sudah, yang penting Ji Eun kita sudah kembali ke rumah dalam keadaan selamat” kata eomma Ji Eun yang menengahi percakapan kami.

Aku kembali melanjutkan sarapanku. Suasana menjadi hening, hanya suara air yang di tuang ke dalam gelas yang dapat terdengar. Jauh di lubuk hatiku, aku sangat merindukan keluargaku. Merindukan suasana makan bersama seperti ini. Ji Eun sangat beruntung mempunyai keluarga yang seperti ini.

Semuanya sudah selesai sarapan. Aku mengecek ponselku dan tidak ada email darinya. Dari seseorang yang aku tunggu selama ini. Dia pergi entah kemana dan tidak mengucapkan selamat tinggal padaku. Sampai sekarang pun dia tidak pernah memberikan kabar padaku.

“Taehyung-ssi, bisa ikut denganku?” kata Yoongi hyung.

“Ah ne, hyung” jawabku dan berjalan mengekorinya di belakang.

Kini kita berada di halaman belakang rumah Ji Eun dan hanya ada aku dan Yoongi hyung di sini.

“Apa kau suka pada adikku?” tanyanya.

“Ne?” tanyaku untuk memastikan pertanyaannya.

“Aku Tanya sekali lagi, apa kau suka pada adikku?” tanyanya.

“Molla hyung. Aku hanya tertarik padanya” jawabku.

“Kau jangan bermain – main dengan perasaannya. Atau kau berurusan denganku” katanya sambil menatapku dalam – dalam.

“Ani hyung. Jika aku benar – benar menyukainya pasti aku sudah menyatakan perasaanku padanya. Untuk saat ini ada seseorang yang sudah lama aku tunggu” jelasku.

“Aku memperingatkanmu, Taehyung-ssi, jangan kau bermain – main dengan perasaan adikku. Kau tahu kan bahwa dia adikku satu – satunya dan dia adalah anak kesayangan eomma” ketus Yoongi.

“Ne hyung. Aku tidak akan melakukan itu. Kau bisa pegang kata – kataku hyung” jawabku.

“Baiklah aku pegang kata – katamu. Ingat, kau akan berurusan padaku jika kau menyakitinya” Yoongi hyung pergi dari hadapanku.

Aku menghela nafasku. Perasaan ini… sama seperti dulu. Perilaku Yoongi hyung sama seperti perilakunya dulu. Begitu menjaga adiknya. Walaupun dia hanya adik sepupu nya.

 

-Krystal POV-

Siang ini aku kembali pergi dengan sahabatku, Sujin. Kali ini kami akan pergi untuk mencari sekolah. Aku ingin melanjutkan sekolahku di sini. Selama di California aku bersekolah di sekolah design. Aku berencana untuk melanjutkannya kembali ketika pindah ke Seoul.

From : Kim Sujin

YA! Aku sudah masuk ke dalam perumahanmu. Cepatlah bersiap!

Aku langsung turun ke bawah dan menunggu Sujin di depan rumahku. Tak berapa lama mobil Sujin sudah muncul. Dia berhenti tepat di depanku. Aku langsung masuk ke dalam mobilnya.

“Where are we going now?” tanyaku.

“Aku akan menunjukkan pada dirimu sebuah sekolah yang nantinya akan menjadi sekolahku. Sekolah ini terletak di pedalaman sebuah desa. Udaranya yang segar itu membuatku semangat untuk sekolah di sana” jawabnya sambil fokus menyetir.

“Apa ada jurusan design? Aku tidak ingin ilmu ku selama sekolah di California itu hilang begitu saja” kataku.

“Untuk itu, aku tidak bisa berkata apa – apa. Kau harus melihatnya sendiri” katanya.

Suasanya di mobil itu cukup ramai oleh suara musik yang di putar di tape mobil Sujin. Lagu korea yang sudah lama tidak pernah aku dengarkan selama aku tinggal di California bersama appa. Aku sedikit menyesal mengapa pada saat itu aku harus ikut appa ke California dan harus meninggalkan sahabat, teman, dan juga dirinya.

“Krystal-ah” panggil Sujin.

“Ne?” jawabku.

“Apa kau tidak pernah memberinya kabar?” tanyanya tiba – tiba.

“Memberi kabar pada siapa?” tanyaku.

“Padanya.. you know who” jawabnya.

“Ani. Aku ingin menghilang dari kehidupannya” kataku.

“Wae? Dia sangat mencintaimu. Dia sangat peduli padamu. Bahkan sampai sekarang dia masih menunggumu” kata Sujin.

“Aku tidak peduli” jawabku malas.

“Apa kau tidak bisa memberinya kesempatan lagi? Dia terlihat sangat menyedihkan setelah kau meninggalkannya” katanya.

“Maksudmu Kim Taehyung kan? Aku tidak akan peduli padanya” jawabku.

“Tapi aku sering melihat dia menyendiri di café itu. Dia terus memandangi ponselnya” katanya lagi yang terus memojokkanku.

“Lalu apa urusannya denganku? Mungkin dia sedang menunggu kabar dari yeoja lain” kataku kesal.

“Ani. Dia hanya menunggumu dari dulu. Dia selalu menunggu kabarmu” jawabnya.

“Lalu apa mau mu?” aku mulai emosi dengan semua percakapan ini dengan Sujin.

“Berikan dia kesempatan lagi. Beri kabar ke dia bahwa kau sudah kembali ke Korea” pintanya.

“Bagaimana jika aku tidak mau?” tanyaku menatapnya.

“Kau harus mau” dia terus memaksaku.

“Mengapa kau peduli sekali tentang dia? Dan mengapa kau ingin aku memberikannya kesempatan lagi? Dan mengapa aku harus memberikan kabar padanya?!” tanyaku dengan nada yang meninggi.

“Apa kau lupa?” tanyanya sambil menatapku.

 

TO BE CONTINUE…

Hello~ kembali lagi bersama author hahaha

Gimana chapter 4 nya? Seru ga? Seru aja ya hahaha

Ada yang masih ga ngerti sama jalan ceritanya?

Yuk tinggalkan like sama komentar kalian sebagai bentuk apresiasi terhadap karya author ^^~

KAMSAHAMNIDA READER-NIM *bow*

21 responses to “Soul School Chapter 4

  1. Pingback: Soul School Chapter 12 – FFindo·

  2. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  3. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s