My Husband Is Rich Man And Cold Man – Part 3

2

Poster by babythinkgirl

My Husband is Rich Man and Cold Man – Part 3

Happy Reading!!

Kyuhyun mengenggam dengan kuat tangan Seukhye menuju mobilnya yang telah terparkir indah di depan pintu hotel. Tanpa mengindahkan tatapan bingung dengan orang yang melihat kagum mobilnya, Kyuhyun tetap menarik Seukhye seperti sedang menarik seekor anjing yang sedang ingin melarikan diri untuk mengambil sepotong daging.

“Ku bilang berhenti Cho Kyuhyun! Lepaskan tanganku!” teriak Seukhye dan menyentak kuat tangannya dan akhirnya berhasil terlepas dari genggaman Kyuhyun. Kyuhyun menatap Seukhye tanpa ekspresi.

“Masuk.” Kata Kyuhyun singkat. Seukhye menggelengkan kepalanya tegas. “Masuk. Kim. Seukhye.” Kyuhyun menekankan kata demi kata. Seukhye menghembuskan nafasnya tertawa kecil mendengar Kyuhyun yang memanggil namanya dengan sangat benar.

“Aku tidak menyangka bahwa kau masih mnegingat namaku. Ini menarik, kau tahu itu?” kata Seukhye sambil tertawa sumbang. Kyuhyun menajamkan tatapannya melihat Seukhye yang sedang tertawa itu. Kyuhyun kembali menarik tangan Seukhye dan mendorong kasar Seukhye masuk ke dalam mobil.

“Aku telah menyuruhmu untuk masuk sendiri ke mobil tapi kau tidak menuruti apa perkataanku, Kim Seukhye.” Kyuhyun mengatakan itu tanpa melihat Seukhye yang sedang mangatur nafasnya menahan gejolak hatinya.

“Jujur saja aku tidak tahu apa yang sedang kau sembunyikan dariku, Tuan Cho. Selama ini aku hanya menjalani hidup bersamamu hanya sebatas karena kau menyelamatkan ibuku 2 tahun yang lalu, sesuai dengan perjanjian aku menuruti kemauanmu untuk tidak mencampuri urusan masing-masing. Tapi tidak untuk kali ini. Apa maksud dari perkataan Sehun? Pembunuh? Aku anak seorang pembunuh?” tanya Seukhye dan menatap Kyuhyun menuntut jawaban. Kyuhyun melirik sekilas Seukhye dan menghembuskan nafasnya kasar.

“Kembali ke rumah Albert.”

“Saya mengerti, Tuan.”

Seukhye menggeram kesal melihat Kyuhyun yang tidak ingin menjawab pertanyaan nya. “Baik. Jika kau tidak ingin memberitahuku. Aku akan menemukan jawaban itu dengan sendirinya. Jika yang dikatakan Sehun benar adanya berarti Ayahku telah membunuh seseorang yang sangat berarti bagimu. Apakah itu istrimu yang sebelumnya?” tanya Seukhye dan menatap Kyuhyun yang sedang menutup matanya sambil menyenderkan punggungnya.

“…”

“Kenapa kau diam? Mulutmu tidak bisa bergerak karena aku menebak dengan benar?” tanya Seukhye tersenyum tipis namun menyiratkan luka yang cukup dalam.

“…”

“Hentikan mobilnya.” Kata Seukhye tiba-tiba. Albert melihat Kyuhyun sekilas, Kyuhyun diam tanpa mengatakan apapun. Albert tetap menjalankan mobil. “Kubilang berhenti, Albert!!” teriak Seukhye dengan dua tetesan air mata sekaligus mengalir dari kedua pelupuk matanya. Kyuhyun membuka matanya dan melirik albert.

“Hentikan mobilnya.”

 

CKIT

 

Tanpa menunggu apapun Seukhye segera turun dari mobil dan berjalan cepat berbalik arah ke arah belakang sambil mengangkat gaunnya. Kyuhyun melihat kejadian itu semua dari kaca spion dengan ekspresi yang sangat datar.

“Tuan?”

“Biarkan saja dia untuk malam ini. Kembali ke rumah, Albert.”

Albert mengangguk kepalanya mengerti dan menginjak pedal gas perlahan dengan mata yang sesekali melirik ke kaca spion melihat punggung Seukhye yang semakin menjauh. Kyuhyun menghela nafasnya dan kembali menutup kedua matanya dengan kepala yang menyender sempurna.

“Kalian telah memindahkan Ibu mertuaku?” tanya Kyuhyun tanpa membuka matanya.

“Sesuai dengan permintaan anda, Tuan cho. Nyonya Kim kami pindahkan di rumah sakit CG’s Hospital yang berada di daerah Gangnam.” Jawab Albert dengan mata yang terfokus ke arah jalan raya. Kyuhyun perlahan membuka matanya dan melihat jalanan melalui kaca mobil yang berada di sebelah kiri.

“Park Chanyeol? Apple Inc?” gumam Kyuhyun mengernyitkan dahinya sambil mengingat kembali wajah Chanyeol. “Apple Inc, bagaimana dengan jalannya perusahaan itu?” tanya Kyuhyun.

“Apple Inc? Perusahaan itu baru-baru ini baru saja masuk ke dalam perusahaan yang sangat berpengaruh dalam dunia elektronika, Tuan Cho. Jika dibandingkan dengan CHO’s GROUP mereka berada di atas kita.” Kata Albert mengatakan hal yang sebenarnya tanpa takut dengan konsekuensi apa yang akan ia terima akibat perkataannya itu. Kyuhyun menyeringai kecil mendengar jawaban Albert.

“Oh Sehun. Park Chanyeol. Tak kusangka wanita itu memiliki pion sekuat itu.” Kyuhyun tertawa kecil sambil menyedekapkan tangan di depan dadanya.

Albert mendengar apa yang baru saja apa yang dikatakan Kyuhyun. Albert menghirup nafas sedalam mungkin untuk menetralkan perasaannya. Jujur saja. Albert tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyuhyun. Ia hanya menjalani apa yang diperintahkan oleh Kyuhyun layaknya seorang majikan dan pembantu.

Yang albert ketahui memang Kyuhyun sangat jarang sekali berekspresi apapun yang Kyuhyun hadapi wajahnya akan terlihat sama seperti Kyuhyun dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan dengan keluarganya sendiri Kyuhyun juga tidak banyak bereskpresi entah apa yang terjadi dengan wajah Kyuhyun sehingga Kyuhyun tidak bisa berekpresi dengan banyak. Hanya seringai khas miliknya dan tawa kecil yang bisa Kyuhyun ekspresikan. Albert melihat Kyuhyun yang sepertinya telah terlelap meskipun istrinya yang pergi begitu saja. Albert tidak mengerti apapun.

 

*****

 

Jaehyun memasuki rumah yang ia tinggali hampir seperempat hidupnya itu. Berjalan seperti biasa tanpa beban sedikit pun yang terbingkai di wajah pucat milik Jaehyun. Membantu Kyuhyun dalam menjalankan perusahaan keluarga cukup membuat waktu Jaehyun terisi dengan penuh. Jaehyun gila bekerja, semua orang mengetahui akan hal itu. Jaehyun tidak segan-segan bekerja selama 12 jam lebih jika ada proyek yang sedang ia pegang.

Kyuhyun dan Jaehyun memiliki banyak persamaan dan juga memiliki banyak perbedaan. Jika Kyuhyun tidak menyukai sayuran maka Jaehyun sangat menyukai makanan yang berwarna hijau tersebut. Jika Kyuhyun suka berdiam diri di dalam kamar atau perpustakaan maka Jaehyun lebih memilih bekerja menyelesaikan pekerjaan kantor di ruang kerjanya. Jaehyun dan Kyuhyun sama-sama tidak pandai dalam bereskpresi. Mereka sama-sama memiliki seringai khas masing-masing jika memenangkan tender yang mereka incar.

Jaehyun lebih muda dari Kyuhyun, Jaehyun seumuran dengan Seukhye. Maka dari itu Jaehyun sangat akrab dengan Seukhye istri dari kakaknya itu.

“Jae, kau telah pulang?” sapa Ahra. Kakak tertuanya. Jaehyun mengangguk begitu saja dan duduk di sofa yang berada tidak jauh darinya. “Bagaimana? Kau menemukan sesuatu?” tanya Ahra dan ikut duduk di sofa tersebut. Jaehyun menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya.

“Belum, Noona. Aku yakin sekali. Kyuhyun tidak akan menikahi Seukhye hanya karena Ayah Seukhye secara tidak sengaja berada di tempat kejadin Hyerin meninggal. Aku yakin itu.” Kata Jaehyun tampak seolah berpikir sehingga dahinya berkerut. Ahra menganggukan kepalanya setuju.

Noona juga merasakan hal yang sama. Kyuhyun pasti tahu bahwa bukan Kim Jinhyuk yang membunuh Hyerin. Lalu, apa ada alasan lain Kyuhyun menikahi Seukhye?” tanya Ahra memandang bingung Jaehyun dan Jaehyun juga melakukan hal yang sama.

“Kyuhyun sangat pandai dalam menutup masalah ini. Adikmu itu sangat mengagumkan Noona.” Kata Jaehyun tersenyum tipis.

“Kali ini aku membenarkan perkataanmu.” Kata Ahra menimpali perkataan Jaehyun. Jaehyun mendecakkan lidahnya kesal dan berdiri beranjak pergi menuju kamarnya.

“Kita harus segera mengetahuinya sebelum Aboeji yang mengetahuinya terlebih dahulu!”

“Aku tahu akan hal itu.”

Ahra menghela nafasnya frustasi akan masalah ini. Dua tahun telah berlalu, tetapi masih saja Jaehyun dan dirinya tidak bisa mengetahui alasan Kyuhyun menikahi Seukhye.

“Ini lebih menyebalkan daripada membuat seloyang cake.” Gumam Ahra kesal dan juga beranjak pergi menuju ruang kerjanya yang berada di lantai dua rumah ini.

 

*****

 

Hyesun menatap prihatin kondisi Seukhye yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Wajah yang terlihat pucat dan bibir pucat. Seukhye mendatangi kediaman Hyesun dengan keadaan yang memprihatinkan, wajah yang pucat, bibir yang membiru, tatanan rambut berantakan dengan biaya ongkos taksi Hyesun yang membayarnya. Hyesun terkekeh pelan ketika mengingat bagaimana wajah Ahjusshi, sopir taksi malam itu. Ahjusshi itu sangat ketakutan melihat kondisi Seukhye dan menatap Hyesun takut untuk meminta ongkos taksi.

Meletakkan kembali kain basah di meja menatap Seukhye yang sedang terlelap akibat pengaruh obat yang baru saja Seukhye makan.

“Kali ini apa masalah mu, Eonni? Apakah Ahjumma dalam kondisi yang sangat buruk sehingga kau seperti ini?” tanya Hyesun menatap wajah pucat Seukhye. Hyesun tersenyum samar dan memperbaiki letak selimut. “Kau wanita yang kuat eonni.” Hyesun mengatakan dengan sungguh-sungguh.

Kim Hyesun wanita yang saat ini menginjak umur 20 tahun itu masih menuntut ilmu di Seoul Nasional University mengenal Seukhye karena Sehun. Sehun? Iya. Sehun merupakan salah satu lulusan dari SNU. Sehun kerap sekali menceritakan Seukhye dengan dirinya. Karena itu juga, Hyesun penasaran siapa itu Kim Seukhye? Dan Dehun mempertemukan mereka. Beberapa tahun berlalu setelah pertemuan itu tanpa Hyesun sadari. Ia dan Seukhye menjadi sangat akrab. Menceritakan masalah satu sama lain. Bahkan Sehun pun tidak menyangka jika Hyesun dan Seukhye bisa sampai sedekat ini.

“Seukhye tertidur?”

“Baru saja tertidur, Eomma.”

Ibu Seukhye mengangguk mengerti. “Eomma sangat terkejut dengan kedatangan Seukhye dalam kondisi seperti itu. Apakah dia memiliki masalah dengan suaminya?” tanya Hyemin. Hyesun menatap lekat Ibunya itu, pertanyaan dari  Ibunya mengingatkan Hyesun kembali atas permasalahan yang mungkin saja akibat dari kondisi Seukhye saat ini.

“Aku tidak tahu pasti, Eomma. Eonni belum menceritakan apapun. Mungkin, nanti ketika Eonni telah sadar aku akan menanyakannya.” Jawab Hyesun tersenyum tipis. Hyemin mengangguk setuju. Hyemin menepuk sesekali dengan pelan pundak Hyesun bermaksud untuk menenangkan putrinya yang masih terlihat sangat khawatir.

“Biarkan Seukhye istirahat, kau juga beristirahatlah. Jam telah menunjukan pukul 10 malam sebaiknya kau kembali ke kamarmu Hye-ah.” Kata Hyemin menyuruh anaknya segera beristirahat. Benar saja, Hyesun telah duduk di pinggir tempat tidur hampir selama 30 menit.

“Aku akan kembali ke kamar jika aku merasa mengantuk, Eomma.” Jawab Hyesun menolak perintah Ibunya. Hyemin menghela nafasnya dan mengangguk pasrah.

“Baiklah. Kalau begitu Eomma ke kamar terlebih dahulu, eoh? Segera lah pergi ke kamarmu.” Kata Hyemin sebelum meninggalkan kamar tamu di rumahnya itu.

Arasseo Eomma.” Jawab Hyesun tanpa menolehkan kepala menatap Ibunya. Di atas tempat tidur Seukhye masih terlelap, berkelana di alam bawah sadar tanpa merasa terganggu dengan percakapan kecil antara Hyesun dan Ibunya.

Selama 2 tahun hidup bersama Kyuhyun, baru kali ini Seukhye berani berbicara sebanyak itu dengan Kyuhyun dan melawan perintah dari Kyuhyun. Seukhye melakukan itu semua tanpa ada memikirkan kondisi Ibunya saat itu. Rasa amarah dan kecewa lebih mendominasi, sehingga Ibunya terlupakan begitu saja.

“Semua kan baik-baik saja Eonni. Percayalah.” Kata Hyesun memberi semangat kepada Seukhye dan meninggalkan Seukhye sendiri.

 

*****

 

8.28 a.m

CG’s Hospital

 

Di kamar 467 salah satu kamar VVIP yang berada di lantai 13 di rumah sakit tersebut terbaring lemah seorang wanita tak lain adalah Ibu mertua dari pemilik Rumah Sakit yaitu Oh Seukmin Ibu dari istri CEO dari CG’s GROUP.

Kyuhyun berdiri di sisi kanan ranjang menatap Oh Seukmin tanpa ekspresi. Siapapun yang melihat Kyuhyun saat ini yang sedang melihat Ibu mertuanya tanpa ekpresi, mereka pasti bingung dan sangat penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun termasuk orang yang tidak mudah di tebak. Jangankan untuk menebak sikapnya, untuk menemui seorang Kyuhyun saja adalah salah satu hal yang cukup sulit bahkan dengan seorang Presiden pun sangat sulit untuk bertemu dengan Kyuhyun. Kyuhyun sangat tidak menyukai bertemu dengan orang asing. Sejak kecil Kyuhyun hidup hanya dikelilingi oleh keluarga dan dua sahabat ya serta para asisten rumah tangga maupun pribadi. Para sahabatnya pun Kyuhyun kenal akibat orangtua mereka merupakan kolega bisnis.

Hidup Kyuhyun telah diatur sedemikian rupa oleh Ayahnya. Kyuhyun tidak perlu menentukan apa tujuan hidupnya karena tujuan hidupnya telah ditentukan semenjak ia lahir di dunia ini. Sudah menjadi suratan takdir, Kyuhyun sebagai penerus CG’s GROUP dengan dibantu Adik dan Kakaknya. Walaupun Kyuhyun memiliki seorang Adik lelaki, tetap saja penanggung jawab penuh atas perusahaan adalah seorang Cho Kyuhyun.

“Nyonya Cho saat ini berada di kediaman Kim Taesung, Tuan. Putri dari Kim Taesung adalah sahabat Nyonya Cho.” Kata Albert yang baru saja masuk ke kamar inap Seukmin.

“Dan bagaimana dengan bocah tengil itu? Apa yang sedang ia rencanakan kembali?” Tanya Kyuhyun tanpa barniata menatap wajah Albert walaupun mereka sedang berbicara.

“Presdir Oh tetap melanjutkan rencana awalnya, Tuan. Presdir Oh menarik Nyonya Cho bekerja di salah satu agensinya.” Jawab Albert. Kyuhyun menolehkan kepalanya cepat dan menyipitkan matanya melihat Albert.

Mworago?!” tanya Kyuhyun tidak percaya dengan nada bicara yang cukup keras. Kyuhyun menghela nafasnya kasar sambil mengusap kasar wajahnya.

“Batalkan itu semua. Jika Seukhye mendapatkan sanksi atau denda, selesaikan itu semua dalam satu hari ini tanpa diketahui Kim Seukhye.” Titah Kyuhyun dengan seringai liciknya yang telah terbingkai di wajah rupawannya. Kyuhyun menolehkan kepalanya lagi melihat Seukmin dan maju satu langkah, menundukan kepalanya dan mendekati telinga Seukmin.

“Sebaiknya kau cepat bangun, sebelum kesabaranku habis dan anakmu terkena imbas nya.” Kyuhyun menyunggingkan bibirnya sedikit dan berjalan keluar.

 

*****

 

Seukhye memandang Hyesun teduh yang sedang memilah baju untuk dirinya. “Maaf. Lagi –lagi aku merepotkanmu Hyesun-ah.” Seukhye memandang punggung Hyesun penuh penyeselan. Hyesun memutar badannya menghadap Seukhye yang sedang terduduk di tempat tidur dan menggelengkan kepalanya.

“Aku lebih senang direpotkan oleh mu, Eonni. Gwenchana.” Kata Hyesun yang dengan senang hati membantu Seukhye, hyesun berjalan mendekati Seukhye sambil membawa baju yang ia pilih untuk Seukhye.

“Pakailah ini Eonni sebelum kau kembali ke rumah suamimu.” Hyesun memberikan baju tersebut. Seukhye menerima baju tersebut, menatap baju itu lama. “Wae? Apakah Eonni tidak ingin memakai baju ini?” tanya Hyesun bingung melihat Seukhye yang memandang sedih baju yang ia pilih. Seukhye menggeleng kepalanya lemah.

“Tidak. Baju ini sangat cantik.” Jawab Seukhye sambil tersenyum sangat tulus. Hyesun mengernyitkan dahinya tidak mengerti. Jika bukan karena baju, jadi apa? Hyesun menghembuskan nafasnya mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Seukhye.

“Apakah jika Eonni berpisah dengan Cho Kyuhyun, sesuatu yang menakutkan akan terjadi?” pertanyaan Hyesun berhasil membuat Seukhye mendongakkan kepalanya terkejut dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Hyesun.

“Entahlah. Yang pasti bukan keputusan yang baik jika aku meninggalkan Kyuhyun begitu saja untuk saat ini.” Kata Seukhye sambil tersenyum miris mengingat kembali kejadian yang baru saja ia alami.

“Kau ingin tahu sesuatu hal yang mengejutkan Hyesun-ah?” Seukhye menatap Hyesun yang masih kebingungan.

“Apakah sesuatu yang buruk terjadi denganmu pada malam kemarin, Eonni?” tanya Hyesun sambil mengenggam kuat tangan Seukhye. Seukhye tertawa kecil dan menganggukan kepalanya. Hyesun menundukkan kepalanya dan meringis pelan mendengar jawaban Seukhye.

“Apakah Kyuhyun melakukan tindakan kekerasan?” tanya Hyesun dengan rahang yang mengatup keras.

“Dia tidak pernah berkontak fisik denganku, bagaimana bisa dia memukuliku.” Kata Seukhye tertawa kecil sambil menghapus air matanya yang tiba-tiba saja keluar.

Eonni..”

“Aku adalah istri kedua dari seorang Cho Kyuhyun, aku mengetahui dari Sehun. Sehun mengatakan padaku di pestanya sendiri.” Seukhye mengatakan itu semua dengan wajah yang telah berurai air mata. Hyesun sontak memeluk Seukhye. Disaat Hyesun memeluk Seukhye, tangis Seukhye pun pecah begitu saja.

“Dia menikahiku bukan karena dia tertarik padaku. Dan aku menerima begitu saja pernikahan ini karena belas kasihan dirinya membantu pengobatan Eomma, bukankah itu persepsi kita atas pernikahan ini? Tetapi itu hanyalah sebatas pemikiran saja.” Kata Seukhye mengatakan apa isi hatinya. Hyesun terdiam dan tidak bisa mengatakan apa-apa membiarkan Seukhye berbicara.

“Aku mencintainya. Bagaimana aku bisa mencintai pria yang bahkan tidak pernah berbicara denganku? Padahal secara hukum dan agama aku adalah istrinya.” Seukhye mengepalkan kedua tangannya dengan air mata yang terus saja keluar dari pelupuk mata.

“Kami di atap yang sama. Makan bersama. Seluruh kebutuhan yang ia perlukan akulah yang mengurusnya bahkan hanya aku yang boleh masuk ke ruang pribadinya. Bagaimana aku bisa menyimpulkan perlakuannya untukku selama ini? Bagaimana?!” teriak Seukhye frustasi dan melepaskan pelukan.

Eonni..”

“Dia tidak pernah mencintaiku Hyesun-ah. Aku hanya istri keduanya, bahkan kenyataan itu aku mendengarnya bukan dari mulutnya langsung. Yang lebih menyakitkan dia menikahiku karena Abeoji yang membunuh mendiang istrinya.” Seukhye menundukkan kepalanya dan menutup wajah dengan kedua tangan.

Tubuh Hyesun mendadak membeku.

“Membunuh? Paman Kim? Bagaimana bisa Eonni?” tanya Hyesun tidak percaya. “Katakan itu tidak benar Eonni? Katakan!” kata Hyesun marah dengan mencengkram kuat kedua pundak Seukhye. Seukhye menggeleng lemah dan terus saja menangis. Hyesun melepaskan cengkramannya itu dengan lemah. Hyesun terlalu syok. Paman yang ia kenal dengan sangat baik, ternyata seorang pembunuh.

“Aku tidak mempercayai apa yang kau katakan, Eonni.” Kata Hyesun tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Seukhye menatap Hyesun marah.

“Bagaimana dengan aku, huh?! Aku anaknya! Apakah aku harus mempercayai ini begitu saja dengan fakta yang telah aku ketahui, hah?! Kau pikir aku mempercayai semua ini?!” teriak Seukhye dengan mata yang memerah dan membulat sempurna.

Eonni, dengarkan aku!” kata Hyesun tegas dan kembali mencengkram kuat pundak Hyesun dan memandang lekat kedua manik mata Seukhye.

“Seperti yang kau katakan, Eonni adalah anaknya. Seharusnya Eonni tahu, apakah yang dikatakan Sehun benar atau tidak?! Cho Kyuhyun belum mengatakan apa-apa bukan? Dengarkan aku baik-baik Eonni! Paman Kim tidak mungkin melakukan hal yang sekeji itu. Tidak mungkin, itu tidak pernah terjadi.” Hyesun mengatakan itu dengan yakin. Seukhye menatap kedua mata Hyesun lemah menutup matanya kembali, tetesan air mata kembali jatuh.

“Aku ingin percaya kalau Abeoji tidak melakukan hal sekeji itu, Hyesun-ah. Ingin sekali rasanya. Tetapi tidak mungkin jika Sehun membual, kau tahu itu bukan? Kau sudah mengenal sehun dengan cukup lama.”

“Dan Eonni percaya begitu saja kalau Paman Kim telah membunuh mendiang istri Kyuhyun, begitu?”

Seukhye menggeleng kepalanya dan kembali memeluk Hyesun. “Kita harus mencari apa yang sebenarnya sedang terjadi, Eonni. Aku akan membantumu.” Hyesun membalas pelukan Seukhye, menepuk-nepuk pelan punggung Seukhye yang bergetar hebat karena tangisannya.

Hyesun sangat yakin jika Ayah Seukhye tidak melakukan hal yang sekeji itu, itu tidak mungkin. Kim Jinhyuk hampir tidak memiliki seorang musuh karena keramahan dan kebaikan seorang Jinhyuk. Jinhyuk tidak memandang status dari orang yang ingin mengenal jauh dirinya, Jinhyuk menerima dengan pintu terbuka. Bahkan Hyesun, telah menganggap Jinhyuk seperti Ayah kandungnya sendiri.

Tetapi bagaimana bisa Sehun mengatakan bahwa Kim Jinhyuk telah membunuh mendiang istri Kyuhyun? Itu semua yang akan segera Hyesun temukan jawabannya. Sesegera mungkin.

Hyesun mengetahui bagaimana kondisi pernikahan Seukhye. Pernikahan yang menurut Hyesun sangat semu. Hanya sebuah status dan memang Hyesun benarkan bahwa kehidupan Seukhye lebih baik semenjak menikah dengan Kyuhyun. Karena sebelum Seukhye menikah dengan Kyuhyun. Kehidupan Seukhye sangatlah memprihatinkan, apalagi semenjak Jinhyuk tidak ada lagi di dunia ini. Ayahnya meninggal dan Ibunya masuk ke Rumah Sakit karena penyakit kanker hati.

 

FLASHBACK

 

Seukhye memandang tidak percaya dengan hasil uji darah milik Ibunya. Kanker hati? Bagaimana bisa? Ibunya sebelum ini terlihat sangat sehat, kanker hati? Apakah ini sebuah lelucon yang diberikan pihak Rumah Sakit untuk seluruh pasien yang berada di Rumah Sakit ini.

Jika itu benar, Seukhye sangat bersyukur dan juga marah. Marah karena kekejaman dari pihak rumah sakit karena mempermainkan penyakit sebagai bahan lelucon.

“Ibu anda harus segera di rawat, Nona. Sebelum kanker itu mendekati stadium 3.” Kata dokter yang baru saja keluar dari laboratorium. Seukhye memandang dokter pria yang masih terlihat muda duduk di sampingnya sambil mengambil kertas yang sedang ia pegang

“Tapi..

“Ibumu harus segera di rawat nona. Jika tidak menginginkan sesuatu hal yang lebih mengerikan dari pada sekedar kanker hati.” Kata dokter yang bernama Changwook menatap Seukhye serius.

“Jika kau bersedia aku akan menangani pengobatan Ibumu jika kau membawa Ibumu ke Rumah Sakit ini.”

Seukhye menatap ragu Changwook.

“Pikirkan secara matang Nona. Demi kesehatan Ibumu.” Kata Changwook dan meninggalkan Seukhye begitu saja.

 

FLASHBACK END

 

Di dalam pelukan Hyesun, Seukhye mengingat kembali hari di mana Ibunya di diagnosa mengidap kanker hati stadium 2 dan seorang dokter yang menawarkan merawat Ibunya. Dan benar saja sampai saat ini Changwook yang merawat Ibunya. Walaupun begitu dengan dana yang tidak cukup, Ibunya tidak mendapatkan operasi dengan waktu yang tepat.

Ibunya dapat dioperasi setelah 5 bulan di rawat. Bahkan setelah dioperasi keadaan Ibunya memburuk karena hati yang baru tidak diterima oleh tubuh Ibunya. Dan tidak ada penanganan dari pihak Rumah Sakit akan hal itu. Ibu nya di telantarkan seperti hama yang segera untuk dibersihkan. Karena kejadian itu, Seukhye menerima ajakan Kyuhyun untuk menikahinya.

Jika Seukhye tahu akan begini jadi nya jika ia menikahi Kyuhyun, Seukhye lebih baik menemui Sehun atau Hyesun untuk meminta bantuan. Karena terlalu panik, Seukhye tidak lagi memikirkan dua sahabatnya tersebut. Yang ia pikirkan hanya Kyuhyun, karena Kyuhyun pemilik dari Rumah Sakit dimana Ibunya di rawat.

 

*****

 

“Kim Seukhye membatalkan pemindahannya? Kau sedang ingin mengajakku bercanda Sekretaris Lee?!” tanya Sehun dengan wajah yang telah merah padam. Lee Youngra hanya menundukkan kepalanya takut melihat raut wajah mengerikan milik atasannya, Oh Sehun.

“Do Kwangjun!!” teriak Sehun dengan mata yang memejam mencoba untuk meredam emosinya sedikit. Merasa namanya di panggil, Do Kwangjun asisten pribadi Sehun segera masuk ke ruangannya. Kwangjun menelan ludahnya gugup melihat kondisi majikannya yang tidak bisa di katakan dalam keadaan yang bersahabat. Melangkahkan kakinya senormal mungkin dan menundukan kepalanya ketika dirinya telah berdiri di hadapan Sehun.

“Belum sampai 24 jam kau mengatakan bahwa Kim Seukhye setuju untuk bekerja di OSH Entertainment, sekarang lelucon macam apa yang sedang wanita ini lontarkan, huh?!” kata Sehun dengan marahnya sehingga wajah yang semula putih pucat sekarang telah memerah sempurna dengan urat nadi yang bermunculan.

Kwangjun menatap Sehun tidak mengerti dan mengikuti arah tangan Sehun menunjuk Youngra yang berada di sampingnya saat ini.

“Ma..maaf kan saya Presdir. Saya hanya menyampaikan apa yang disampaikan oleh pihak LYC Entertainment, Presdir.” Kata Youngra terbata-bata tanpa melihat wajah Sehun dan Kwangjun yang menatapnya.

“LYC Entertainment langsung yang memberikan perintah?” tanya Sehun dengan wajah tidak percayanya. Youngra menganggukkan kepalanya. “Sialan kau, CHO KYUHYUN!” teriak Sehun.

 

PRANG

 

Sehun membersihkan isi mejanya tanpa tersisa apapun. Seolah-olah apa yang berada di atas mejanya itu bukan apa-apa baginya. Sehun mengepalkan kedua tangannya dengan nafas yang memburu. Kwangjun tidak lagi menatap Sehun, bukan merasa takut hanya saja Kwangjun memikirkan apa rencana majikannya selanjutnya untuk mendapatkan wanita dengan senyuman mematikan itu.

Kwangjun akui bahwa istri dari CEO dari CG’s GROUP mempunyai karakter yang sangat berbeda, memikat dan membunuh siapapun yang melihatnya.

Kwangjun tersenyum tipis mengingat kembali saat dirinya bertemu untuk pertama kalinya dengan Seukhye. Bahkan sampai saat ini suara Seukhye pada pertemuan mereka pertama kali masih terngiang-ngiang di otak Kwangjun. Sungguh wanita yang sangat mematikan.

“Kita tidak bisa memaksakan untuk menarik Nona Kim, Tuan. Karena itu sangat berbahaya. Jika kita memaksa untuk tetap menarik Nona Kim bisa saja kita langsung berhadapan dengan CG’s GROUP  dan itu sangat merepotkan dan bisa saja merugikan kita.” Kata Kwangjun mengeluarkan pendapatnya karena Kwangjun mengetahui jika Sehun masih bersikeras untuk menarik Seukhye bekerja di OSH Entertainment.

Sehun tertawa kecil tetapi tampak sangat mengerikan bagi Kwangjun dan Youngra yang melihatnya. Sehun merutuki mulut asisten pribadinya yang mengatakan hal yang sangat menampar wajah miliknya dan menyadarkan bahwa perusahaannya berada jauh dari perusahaan Kyuhyun.

“Sial, kekuasaan pria itu sangat mengerikan.” Gumam Sehun seraya duduk di kursi besarnya dengan salah satu tangannya yang memegang dahinya merasakan pusing di kepala.

“Untuk saat ini sebaiknya kita melihat perkembangan hubungan Tuan Cho dan Nona Kim. Saya rasa hubungan mereka semakin memburuk semenjak anda mengatakan hal yang seharusnya tidak anda katakan di depan Nona Kim, Tuan.”  Kwangjun mengatakan hal yang membuat Sehun tersenyum licik dan setuju dengannya.

 

-tbc-

 

Fanfiction telah selesai dan telah dijadikan E-Book. Jika berminat silahkan mampir ke WP pribadi sayaaa -> junghyosun13.wordpress.com

13 responses to “My Husband Is Rich Man And Cold Man – Part 3

  1. ups.. sehun bener” mengerikan..
    obsesi’y sama seukhye ampe segitu’y.. ga tau apa kalo seukhye tu bener” terpukul gegara ulah dy..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s