Soul School Chapter 5

Soul School Poster

By Sparkdey

Soul School Chapter 5

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS || Kim Taehyung BTS || Mark Tuan GOT7 || Jung Krystal Fx || Kim Sujin (OC) || Min Ji Eun (OC)

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen || Kim Namjoon BTS || Park Jimin BTS || Oh Sehun EXO || Kim Seokjin BTS || Kim Seolhyun AOA || Min Yoongi BTS

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5

Disclaimer : FF ini pure ide dari author sparkdey dengan beberapa bantuan dari teman – teman dan terinspirasi dari beberapa K-Drama. Dan hanya di posting di FFIndo dan blog pribadi author. Jika kalian menemukan cerita yang sama, mohon beritahukan kepada author. Terima kasih^^

NB : Jeongmal gomawo buat adik – adikku yang sudah membantuku memberikan inspirasi untuk membuat FF ini. Makasih buat Vicky dan juga Lizna :*{} saranghae~ || Jeongmal kamsahamnida untuk teman – teman ARMY, Luna dan juga Alma :*{} saranghae~ ide kalian dan saran kalian sangat membantu >.<

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

“Tapi aku sering melihat dia menyendiri di café itu. Dia terus memandangi ponselnya” katanya lagi yang terus memojokkanku.

“Lalu apa urusannya denganku? Mungkin dia sedang menunggu kabar dari yeoja lain” kataku kesal.

“Ani. Dia hanya menunggumu dari dulu. Dia selalu menunggu kabarmu” jawabnya.

“Lalu apa mau mu?” aku mulai emosi dengan semua percakapan ini dengan Sujin.

“Berikan dia kesempatan lagi. Beri kabar ke dia bahwa kau sudah kembali ke Korea” pintanya.

“Bagaimana jika aku tidak mau?” tanyaku menatapnya.

“Kau harus mau” dia terus memaksaku.

“Mengapa kau peduli sekali tentang dia? Dan mengapa kau ingin aku memberikannya kesempatan lagi? Dan mengapa aku harus memberikan kabar padanya?!” tanyaku dengan nada yang meninggi.

“Apa kau lupa?” tanyanya sambil menatapku.

-Sujin POV-

“Mengapa kau peduli sekali tentang dia? Dan mengapa kau ingin aku memberikannya kesempatan lagi? Dan mengapa aku harus memberikan kabar padanya?!” Tanya Krystal dengan nada yang meninggi.

“Apa kau lupa?” tanyaku sambil menatapnya.

“Ya ya ya, aku tidak akan pernah lupa bahwa Kim Taehyung itu adalah adik sepupumu” jawab Krystal dengan malas lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

“Kalau begitu berikan dia kesempatan. Dia terlihat sangat menyedihkan Krystal-ah. Bahkan dia sempat menangisimu. Dia selalu bertanya padaku dimana keberadaanmu saat itu. Hingga sekarang dia terus menunggumu di café itu. Café tempat pertama kalian bertemu. Apa kau tidak merasa kasihan padanya?” jelasku panjang lebar.

“Tidak sama sekali” jawabnya ketus.

“Hey, come on. Give him one more chance” pintaku.

“Aisshh… baiklah akan aku fikirkan” akhirnya Krystal mengalah.

Aku kembali melajukan mobilku menuju daerah pedesaan yang ada di Gangnam. Suasana di mobil masih tetap ramai oleh lagu di tape mobilku. Namun Krystal kelihatan sedang kurang mood saat ini akibat percakapan kita tadi. Aku merasa tidak enak pada sahabatku, tetapi aku juga tidak mungkin tega melihat adik sepupuku menyedihkan setelah ditinggal oleh Krystal.

Kini aku mulai menanjaki pegunungan di sini. Udara mulai terasa segar dan akhirnya aku putuskan untuk mematikan AC mobilku dan membuka jendela.

“Huaahh segar sekali udara di sini” kataku yang sangat senang bisa menghirup udara segar seperti ini.

Aku kembali fokus menyetir karena jalanan di pegunungan ini semakin sempit dan hanya bisa dilalui 1 mobil. Aku terus fokus mengamati jalan hingga akhirnya kami sampai di depan sekolah yang menjadi tujuan kami. Soul School.

sekolah korea

Soul School

“Kajja kita turun dan mengelilingi sekolah ini” ajakku pada Krystal.

“Sekolah ini terlihat sangat sepi” sahut Krystal dan aku menganggukkan kepalaku sebagai tanda bahwa aku setuju dengan pendapatnya itu.

Aku dan Krystal mulai masuk ke gerbang sekolah itu. Sudah ada tulisan selamat datang di Soul School pada gerbang itu. Sekolah ini luas, terdapat 4 lantai, dan juga dindingnya yang berwarna merah bata itu, tidak lupa di kelilingi oleh pohon – pohon yang memang sekolah ini terletak di pegunungan Gangnam.

Aku melihat sosok pria di depan gedung sekolah ini. Aku dan Krystal berlari menghampiri pria itu untuk bertanya – Tanya mengenai sekolah yang akan menjadi tempatku belajar.

“Annyeonghaseyo” sapaku sambil membungkukkan badanku, Krystal juga mengikutiku.

Pria itu menoleh lalu membalikkan badannya. Dia tersenyum.

“Ne?” jawabnya.

“Kami ingin bertanya – Tanya tentang Soul School. Apa boleh kami bertanya – Tanya kepada anda, ahjussi?” Tanya Krystal.

“Silahkan. Tetapi lebih baik jika kita membicarakannya di dalam saja. Di luar sini sudah mulai terasa dingin” ajak pria itu.

Aku dan Krystal berjalan mengikuti pria itu. Mulai masuk ke lobby Soul School. Sekolah ini sangat megah sekali, banyak barang – barang yang terlihat mahal di sini. Arsitektur sekolah ini juga bagus. Aku tidak menyangka bahwa sekolah ini  akan mewah seperti ini.

Pria itu membuka pintu sebuah ruangan dan mempersilahkan diriku dan juga Krystal untuk masuk ke dalam ruangannya itu. Aku duduk di sofa yang berhadapan dengan Krystal, sedangkan pria itu duduk di sofa yang paling ujung atau tepatnya di depan meja yang ujung.

“Jadi, kalian ingin menanyakan hal apa?” Tanya pria itu.

“Kami ingin masuk ke sekolah ini. Kami ingin tau ada jurusan apa saja di sekolah ini. Apa kami boleh tahu?” tanyaku.

“Kau bertanya pada orang yang tepat. Kim Namjoon imnida. Aku kepala sekolah Soul School” jawab pria itu.

Aku langsung terkejut begitu juga dengan Krystal. Aku saling melirik dengan Krystal lalu melanjutkan perbincangan dengan Kim Sajangnim.

“Ah mianhae, kami tidak tahu jika anda kepala sekolah ini. Jeongmal mianhae, Kim Sajangnim” sahut Krystal.

“Its okay. Jika kalian ingin masuk ke sekolah ini, tidaklah mudah. Kalian harus bisa melewati beberapa test, dan kalian tidak boleh pulang ke rumah. Kalian harus menginap di asrama sekolah ini selama seminggu. Jika dalam seminggu itu kalian bisa melewati semua test yang diberikan, maka kalian berhak masuk ke sekolah ini” jelas Kim Sajangnim.

“Ah ne. kami akan memikirkannya kembali. Jika saya boleh tahu, kapan penerimaan siswa baru di sekolah ini akan di mulai? Emh, maksudku di mulai untuk melakukan test itu” Tanya Krystal.

“Agar kami dapat mempersiapkan diri kami, Kim Sajangnim” sahutku.

“Baiklah, jika kalian benar – benar niat untuk masuk ke sekolah ini. Lusa adalah hari untuk penerimaan siswa baru dan di mulainya test sekolah ini. Persiapkan diri kalian” jelas Kim Sajangnim lagi.

“Lusa? Baiklah kami akan memikirkannya. Kamsahamnida untuk penjelasannya dan waktunya, Kim Sajangnim” kataku.

“Kami permisi, Kim Sajangnim” lanjutku sambil membungkukkan badanku di ikuti Krystal.

 

-Mark POV-

Kini aku sudah tiba di Seoul. Aku tidak menyangka bahwa aku akan bertemu dengannya lagi. Dengannya yang sudah mengisi hatiku selama 4 tahun belakangan ini. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Aku ingin memeluknya dan mencium keningnya.

“Tuan muda, kita sudah sampai di rumah” kata supirku.

“Ah ne” jawabku sambil bersiap – siap turun dari mobil.

Aku turun dari mobilku dan berjalan masuk ke rumahku. Sepi. Tidak ada orang di rumah ini. Apa aku akan tinggal sendirian di sini? Atau appa dan eomma akan tinggal bersama di sini juga? Ah molla.

Aku menaiki tangga dan membuka pintu kamarku. Kamar ini tidak berubah sama sekali sejak terakhir aku meninggalkan kamar ini. Hanya saja kamarku ini terkesan lebih nyaman daripada apartemenku di Los Angeles kemarin.

Aku menaruh jaketku di meja belajarku lalu merebahkan tubuhku di atas kasurku. Sudah lama aku tidak merasakan tinggal dan tidur di kamarku ini. Nyaman. Dan juga hangat.

Aku merasa bosan. Akhirnya aku putuskan untuk menuju sebuah café yang menjadi café favoritku dan dia. Aku hanya dapat berharap kali ini aku dapat bertemu dengannya. Di café favorit nya itu.

Aku melajukan motorku menuju café itu. Dengan kecepatan 90Km/Jam. Aku ingin cepat sampai di café itu dan bertemu dengannya. Aku benar – benar berharap dia akan ada di sana.

‘Wait for me, baby’ batinku.

Aku sudah sampai di depan café itu. Dari luar jendela café aku sudah dapat melihat sosok yeoja yang sangat aku rindukan dan aku cintai ini. Dia masih saja tetap cantik. Jantungku berdegup sangat cepat.

“Keep calm, Mark” kataku sambil tersenyum.

Aku masuk ke dalam café itu dan memesan kopi kesukaanku. Membayarnya lalu berjalan menghampiri yeoja itu.

“Krystal-ah?” panggilku.

“Oh, Hi Mark! Long time no see. How are you?” Tanya Krystal padaku.

‘Ah dia tersenyum padaku dan dia masih mengingatku’ batinku.

“Dia siapa, Tal?” Tanya seseorang di sampingnya.

“Ah dia Mark, temanku dan juga Taehyung dan Jungkook selama di SMA dulu” kata Krystal yang mengenalkan aku pada temannya.

“Mark, duduklah di sini. Kenalkan, dia Kim Sujin, sahabatku” Krystal mengenalkan seseorang yang bersamanya padaku. Kami berjabat tangan.

“Ah ya, kita sudah lama tidak bertemu. Apa kabarmu? Aku dengar kau pindah ke Los Angeles?” Tanya Krystal padaku.

“Ne. aku di haruskan untuk melanjutkan sekolah di sana oleh appa. Tetapi sekarang appa meminta aku kembali ke Seoul. Aku juga tidak mengerti” jawabku.

“Ahh arraseo. Aku juga sempat ke California menemani appa dan sekolah di sana” katanya sambil menatapku dengan tatapannya yang dulu.

“Jinjja? Kau tidak memberi tahuku?” tanyaku lagi.

“Ah mianhae. Aku dalam keadaan yang mendesak dan mendadak jadi aku tidak bisa memberi tahu pada siapa – siapa” jelasnya.

“Tapi kau memberi tahu dia?” tanyaku yang melakukan penekanan dalam kata ‘dia’.

“Taehyung? Ani.” Jawabnya singkat.

‘Baguslah. Ini pertanda awal yang baik untukku’ batinku.

 

-Author POV-

Kini Taehyung sudah kembali ke rumahnya. Dia merebahkan tubuhnya di kasur karena merasa lelah hari ini. Dia kembali melihat ke ponselnya. Tetap tidak ada email dari yeoja yang selama ini di tunggunya. Jung Krystal. Cinta pertamanya. Yeoja yang dapat membuatnya menjadi seseorang yang penuh tanggung jawab. Menjadi sosok namja yang lebih baik dari sebelumnya.

“Taehyung-ah!” panggil yeoja yang ada di sampingnya.

“Waeyo?” jawab namja yang di panggil oleh yeoja itu dengan malas.

“Tersenyumlah” pintanya. “Kajja kita foto bersama” ajaknya.

“Shireo” jawab namja itu malas.

“Come on~” yeoja itu merengek.

“Ahhh arraseo arraseo” akhirnya namja itu mengalah dan tersenyum ke arah kamera ponsel yeoja nya itu.

“Saranghae” sahut namja yang bernama Taehyung itu pada yeoja nya.

“Nadooo~~~” jawab yeoja nya itu kemudian memeluknya.

“Ah sebentar ne, aku ingin ke kamar kecil” kata Krystal dengan mukanya yang berseri itu.

Krystal meninggalkan Taehyung di tempat duduk mereka saat ini. Café favorit mereka. Café tempat pertama kali mereka bertemu. Taehyung menjadi namja yang sangat bahagia karena memiliki yeojachingu yang sangat ekspresif, cantik, dan bertalenta itu. Taehyung merasa menjadi namja yang sangat beruntung karena dapat memiliki Krystal.

Taehyung tersadar dari lamunannya itu.

‘Ah aku kembali terbayang – bayang saat bersamanya dulu’ batin Taehyung.

Taehyung menjadi gelisah dan mencoba memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur dengan nyenyak dan tenang.

“Taehyung-ah, ireona” panggil seseorang yang ada di sampingnya.

Taehyung mengerjapkan matanya dan melihat siapa yang memanggilnya.

“NUGUYA?!” teriak Taehyung terkejut dengan keadaannya saat ini.

“Apa kau lupa dengan apa yang kita lakukan semalam eoh?” Tanya orang itu.

“MWO? MEMANGNYA APA YANG AKU LAKUKAN PADAMU EOH?!” Taehyung berteriak tidak terima apa yang di lihatnya saat ini. Yeoja yang ada di sampingnya ini hanya memakai selimut saja. Dan benar saja, saat ini Taehyung top less.

“Baby~~ I’m com….ing” sahut Krystal sambil membuka pintu kamar apartement Taehyung.

“Taehyung-ah….” Kata Krystal lirih melihat pemandangan yang ada di depannya ini.

“Krystal-ah.. ini tidak seperti…” belum selesai Taehyung berbicara, Krystal sudah lari pergi meninggalkan Taehyung.

Taehyung terbangun dari mimpinya. Tubuh Taehyung penuh keringat. Jantung Taehyung berdegup dengan kencang.

“Mimpi itu lagi… ARRRGHHH” erang Taehyung frustasi.

 

-Ji Eun POV-

Aku di kamar sendirian. Malam ini aku harus menentukan sekolah mana yang akan aku ambil. Aku tidak ingin satu sekolah dengan oppa. Aku tidak ingin oppa terus mengawasiku. Aku ini sudah besar dan bukan anak kecil lagi.

TOKK TOKK TOKK…

“Masuk. Ga aku kunci” sahutku begitu mendengar suara pintu kamarku di ketuk.

“Ah oppa. Wae?” tanyaku malas.

“Ingin bicara denganmu” jawabnya ketus.

Tidak biasanya oppa seperti ini. Pasti ada hal penting yang ingin oppa tanyakan padaku.

“Wae?” tanyaku sambil menyalakan laptopku.

“Matikan laptopmu” perintahnya.

“Shireo” jawabku menentangnya.

“Atau oppa banting?” ancamnya.

“Ah arrase arraseo” aku langsung mematikan laptopku dan mengamankan laptopku dari jangkauan Yoongi oppa.

“Apa kau suka dengan namja yang bernama Kim Taehyung itu?” tanyanya sambil menatapku intens.

“Mwo?!” aku terkejut dengan pertanyaannya.

“Apa kau suka dengannya?” tanyanya lagi.

“Ani” jawabku.

“Jujur pada oppa” pintanya dengan tatapan memaksa.

“Aku jujur oppa, aku tidak suka padanya. Aku baru saja bertemu dengannya kemarin. Tidak mungkin aku suka dengannya secepat itu” jelasku.

“Jangan pernah kau suka padanya. Oppa memperingatkannya padamu” oppa langsung pergi meninggalkanku di kamar.

‘Aishh apa maksud oppa berkata seperti itu? Tapi mengapa oppa berkata seperti itu, hatiku terasa nyeri? Hatiku berkata untuk menolah pernyataan yang aku berikan pada oppa’ batinku.

“AARRGGHH…” aku mengacak rambutku dan langsung menutup wajahku dengan bantal.

‘Tidak. Aku tidak suka pada Kim Taehyung itu. Baru sehari bertemu, Ji Eun-ah. Kau tidak bisa suka padanya secepat itu’ batinku lagi.

Aku mengacak – acak rambutku karena bingung dengan hatiku. Otak dan hatiku sungguh tidak sinkron untuk saat ini. Bagaimana mungkin bisa aku suka pada Taehyung? Sedangkan aku baru bertemu dengannya kemarin. Aiishh ini sungguh – sungguh membuatku kesal.

“Ji Eun-ah!” panggil eomma dari bawah.

“Ne eomma?” aku langsung berjalan turun ke bawah menghampiri eomma.

“Ada paket untukmu” jawab eomma.

Aku langsung berjalan menuju meja ruang tamu rumahku. Di sana terdapat paket yang di bungkus rapih dengan kertas berwarna coklat dan berbentuk seperti kotak itu. Aku langsung membawa paket itu ke kamarku. Aku langsung mengambil gunting dan membuka paket itu untuk melihat apa isi paketnya.

“Ponsel?” tanyaku heran.

“Siapa yang mengirimiku ponsel ini? Ponsel ini kan mahal sekali” tanyaku terheran – heran.

Aku mencari – cari kartu atau kertas yang mungkin saja terdapat di kotak itu dan memberi tahu siapa pengirimnya. Aku membongkar kotak itu dan ketemu apa yang aku cari.

Ini ponsel untukmu. Jaga ponsel ini baik – baik.

Jangan sampai hilang atau rusak lagi.

Aku menyayangimu. -93-

‘Pesan macam apa ini? Siapa yang mengirimnya? Dan siapa 93 itu?’ batinku.

 

TO BE CONTINUE…

Hello~ gimana ceritanya kali ini? Makin rumit? Makin greget? Iya dong yaa makin greget hahaha

Oke, tinggalkan jejak kalian berupa komentar atau like yaa, sebagai bentuk apresiasi kalian terhadap karya author^^

Jeongmal kamsahamnida, reader-nim *bow*

29 responses to “Soul School Chapter 5

  1. Pingback: Soul School Chapter 10A | FFindo·

  2. Pingback: Soul School Chapter 10B | FFindo·

  3. Pingback: Soul School Chapter 11 – FFindo·

  4. Pingback: Soul School Chapter 12 – FFindo·

  5. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  6. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s