Soul School Chapter 6

Soul School Poster

By Sparkdey

Soul School Chapter 6

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS || Kim Taehyung BTS || Mark Tuan GOT7 || Jung Krystal Fx || Kim Sujin (OC) || Min Ji Eun (OC)

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen || Kim Namjoon BTS || Park Jimin BTS || Oh Sehun EXO || Kim Seokjin BTS || Kim Seolhyun AOA || Min Yoongi BTS

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6

Disclaimer : FF ini pure ide dari author sparkdey dengan beberapa bantuan dari teman – teman dan terinspirasi dari beberapa K-Drama. Dan hanya di posting di FFIndo dan blog pribadi author. Jika kalian menemukan cerita yang sama, mohon beritahukan kepada author. Terima kasih^^

NB : Jeongmal gomawo buat adik – adikku yang sudah membantuku memberikan inspirasi untuk membuat FF ini. Makasih buat Vicky dan juga Lizna :*{} saranghae~ || Jeongmal kamsahamnida untuk teman – teman ARMY, Luna dan juga Alma :*{} saranghae~ ide kalian dan saran kalian sangat membantu >.<

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

“Ji Eun-ah!” panggil eomma dari bawah.

“Ne eomma?” aku langsung berjalan turun ke bawah menghampiri eomma.

“Ada paket untukmu” jawab eomma.

Aku langsung berjalan menuju meja ruang tamu rumahku. Di sana terdapat paket yang di bungkus rapih dengan kertas berwarna coklat dan berbentuk seperti kotak itu. Aku langsung membawa paket itu ke kamarku. Aku langsung mengambil gunting dan membuka paket itu untuk melihat apa isi paketnya.

“Ponsel?” tanyaku heran.

“Siapa yang mengirimiku ponsel ini? Ponsel ini kan mahal sekali” tanyaku terheran – heran.

Aku mencari – cari kartu atau kertas yang mungkin saja terdapat di kotak itu dan memberi tahu siapa pengirimnya. Aku membongkar kotak itu dan ketemu apa yang aku cari.

Ini ponsel untukmu. Jaga ponsel ini baik – baik.

Jangan sampai hilang atau rusak lagi.

Aku menyayangimu. -93-

‘Pesan macam apa ini? Siapa yang mengirimnya? Dan siapa 93 itu?’ batinku.

-Author POV-

“Bagaimana? Suka dengan ponsel barumu?” Tanya Yoongi tiba – tiba di depan pintu kamar adiknya itu. Ji Eun.

“Mwo? Jadi oppa yang mengirimnya?” Tanya Ji Eun heran.

“Ne” jawab Yoongi singkat.

“Mengapa kau tidak langsung saja memberikannya padaku oppa? Mengapa harus lewat paket?” Tanya Ji Eun lagi.

“Nanti eomma memarahiku jika aku membelikanmu ponsel semahal itu” jelas Yoongi.

“Aku membelinya dengan tabunganku. Kau jangan bilang pada eomma jika aku yang membelikannya. Atau aku tidak akan peduli lagi padamu” ancam Yoongi.

“Ne oppa. Jeongmal gomawoyo oppa! Saranghae!” Ji Eun berlari menuju oppanya dan langsung memeluk oppa nya dengan erat.

“Jika sudah begini, kau baru mengatakan bahwa kau menyayangiku?” Tanya Yoongi.

“Yap! Kau the best brother I’ve ever had, Min Yoongi!” seru Ji Eun dengan matanya yang berbinar – binar itu.

“Nado saranghae, nae dongsaeng” Yoongi memeluk erat adiknya itu.

“Jaga ponsel itu baik – baik! Jangan sampai rusak atau hilang! Aku tidak akan khilaf membelikanmu ponsel yang mahal lagi” seru Yoongi sambil mengusap kepala adiknya itu.

“Umh!” Ji Eun menganggukkan kepalanya senang.

Yoongi kembali masuk ke dalam kamarnya dan Ji Eun kembali merebahkan tubuhnya di kasur. Ji Eun mulai menyalakan laptopnya itu dan mencari informasi sekolah yang akan dia pilih nantinya.

Ji Eun menemukan website sekolah yang dianggapnya aneh tetapi menarik. Dengan cepat Ji Eun mengklik mousenya itu. Dan keluarlah seluruh informasi yang dibutuhkan oleh Ji Eun.

“Soul School? Hmmm” gumamnya.

Ji Eun Nampak ragu tetapi Ji Eun juga merasa penasaran terhadap sekolah ini. Akhirnya Ji Eun meneruskan browsing untuk mencari tahu tentang Soul School.

“Sekolah ini terletak di pegunungan Gangnam…” gumamnya lagi.

“Akan aku coba ke sana besok” Ji Eun langsung mematikan laptopnya setelah mencatat alamat sekolah itu.

 

-Jungkook POV-

Pagi ini aku sudah bersiap – siap untuk menuju Soul School. Semalam aku sudah menelfon orang yang bernama Park Jimin yang merupakan guru di sekolah itu.

FLASHBACK ON

Aku mengambil ponselku dan mengeluarkan kartu nama yang diberikan oleh seseorang bernama Park Jimin. Entah kenapa aku merasa tertarik dengan tawaran yang diberikan oleh Park Jimin mengenai sekolah dan bakatku ini.

“Yeoboseyo?” suara di sebrang sana. Park Jimin.

“Jimin-ssi…” aku mulai bersuara.

“Ah Jungkook-ssi?” tanyanya. “Wae? Apa kau tertarik dengan penawaranku?” lanjutnya.

“Sepertinya iya. Aku ingin datang ke Soul School besok” jawabku.

“Jinjja? Baiklah aku akan mengirimu alamat Soul School melalui pesan” katanya.

“Ne. kamsahamnida Jimin-ssi” ucapku yang langsung mematikan telfon secara sepihak.

FLASHBACK OFF

Aku baru ingat bahwa hari ini adalah hari manggungku di café tempatku bekerja paruh waktu. Akhirnya aku mengurungkan niatku untuk pergi ke sekolah itu saat ini. Aku berjalan menuju halte bus dekat rumahku.

Kini aku telah sampai di café tempat aku bekerja paruh waktu. Entah mengapa café ini tidak pernah terlihat sepi. Selalu ramai. Walaupun masih jam 10 pagi. Memang betul café ini merupakan café yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat berkumpul dengan sahabat, teman, atau keluarga, bahkan pacar.

Aku berjalan menuju ruang gantiku dan bersiap di sana untuk memainkan sebuah lagu yang baru. Dan seperti biasa, Yoongi hyung sudah lebih dulu sampai di café ini daripada diriku. Yoongi hyung memakai mobilnya untuk sampai ke sini, sedangkan aku hanya dengan memakai transportasi umum, bus. Aku tidak pernah memakai mobil yang diberikan oleh appa. Mobil itu masih ada di garasi rumahku, dan hanya sesekali saja aku memakainya untuk berkeliling kota Seoul.

“Hyung, kau selalu datang lebih dulu daripada aku. Kau sangat rajin, hyung” seruku begitu tiba di ruang ganti.

“Eoh” jawab Yoongi hyung singkat.

“Apa kau tidak sekolah, hyung?” tanyaku.

“Libur” jawabnya singkat.

“Adikmu tidak sekolah?” tanyaku lagi.

“Dia sedang mencari sekolah” jawabnya sambil memainkan ponselnya itu.

‘Yoongi hyung menyebalkan’ batinku.

“Ah ya, hyung, apa kau tahu tentang sekolah yang bernama Soul School?” tanyaku sambil mendekatinya.

“Soul School?” kini Yoongi hyung menatapku sambil mengerutkan dahinya heran.

“Ne hyung. Kau tahu?” tanyaku.

“Ani” jawabnya singkat dan kembali melanjutkan aktivitasnya dengan ponsel miliknya itu.

Aku lebih memilih untuk pergi meninggalkan Yoongi hyung dan memainkan ponselku. Aku sedang mencari transportasi menuju ke sekolah yang berletak di pegunungan Gangnam itu. Rasanya sekolah ini jauh sekali karena berada di tempat terpencil seperti itu.

‘Sepertinya memang aku harus membawa mobilku’ batinku.

Aku sedang asyik memainkan ponselku hingga salah satu karyawan café itu masuk ke ruanganku dan Yoongi hyung.

“Its time!” serunya.

Aku dan Yoongi hyung paham apa yang dimaksud oleh karyawan itu. Artinya adalah sekarang waktunya kita naik ke panggung untuk menghibur para pengunjung yang datang ke café itu.

Yoongi hyung bersiap di belakang piano dan aku sudah duduk dan memegang mic dengan kedua tanganku. Aku menatap seluruh pengunjung. Ramai. Itu yang terpancar di mataku.

“Ready?” Tanya Yoongi hyung.

“Ready!” aku memantapkan jawabanku.

Aku mulai mengambil nafasku dalam – dalam. Yoongi hyung mulai memainkan pianonya.

Remember the way you made me feel
Such young love but
Something in me knew that it was real
Frozen in my head

Pictures I’m living through for now
Trying to remember all the good times
Our life was cutting through so loud
Memories are playing in my dull mind
I hate this part paper hearts
And I’ll hold a piece of yours
Don’t think I would just forget about it
Hoping that you won’t forget about it

*Author saranin sambil dengerin coveran Jungkook yang Paper Hearts, biar makin ada feelnya/?*

 

-Author POV-

Suara gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan di café itu. Pengunjung sangat menyukai penampilan dari Jungkook dan Yoongi. Mereka memang partner yang dapat membuat pengunjung sangat menyukai café ini. Suara Jungkook yang merdu dan dentingan piano yang dimainkan oleh Yoongi mampu membuat pengunjung semakin menyukai café ini dan mampu membuat mereka merasa nyaman di café ini.

“OMO…” teriak Yoongi tiba – tiba.

“Waeyo hyung?” Tanya Jungkook heran sambil melihat ke arah tatapan mata Yoongi.

Yoongi menunjuk ke arah seorang yeoja yang baru saja masuk ke dalam café. Yeoja yang berpakaian kaus berwarna coklat dengan jaket sebagai luarannya serta syal yang menutupi lehernya dengan rambut yang dikuncir kuda itu.

“Nugu hyung? Kau kenal dengan yeoja itu?” Tanya Jungkook.

“Tidak hanya kenal. Dia Ji Eun adikku. Omona apa yang dilakukan anak itu di sini? Aishh” Yoongi terlihat sedikit bingung dengan kehadiran adiknya yang tiba – tiba itu.

“Adikmu? Kalau begitu bagus!” Jungkook berjalan pergi dari hadapan Yoongi.

“YA! Apa yang ingin kau lakukan eoh?” Tanya Yoongi hyung yang spontan menahan tangan Jungkook.

“YA! Hyung lepaskan… aku hanya ingin berkenalan dengan adikmu” jawab Jungkook.

“Aishh jangan kau menghampiri dia.. aku bisa dimarahi eomma nanti” kata Yoongi.

“Mwo? Baiklah. Lepaskan tanganku hyung” pinta Jungkook dan Yoongi melepaskan tangan Jungkook.

‘Aish! Sudah kuduga seharusnya aku membawa Jungkook ke ruang ganti dan menguncinya di ruang itu!’ batin Yoongi setelah melihat Jungkook berjalan menghampiri Ji Eun.

Jungkook berjalan menghampiri Ji Eun setelah tangannya dilepaskan oleh Yoongi. Yoongi yang melihat hal itu hanya dapat mendesah kesal dan mengumpat dalam hati dengan tindakan Jungkook yang menurut Yoongi akan menjadi sebuah bencana besar nantinya ketika ia sudah sampai di rumah.

“Annyeong” sapa Jungkook begitu sampai di meja Ji Eun.

Ji Eun hanya menatap aneh pada Jungkook.

“Ah, Jeon Jungkook imnida. Aku teman dari Yoongi hyung. Aku juga penyanyi di café ini” jelas Jungkook sambil tersenyum.

“Kau teman oppa?” Tanya Ji Eun. “Aku tidak pernah melihatmu bermain di rumahku bersama oppa” lanjutnya.

“Ah sebenernya kami adalah….!&^@*&#*!&” Jungkook tidak dapat melanjutkan pembicaraannya karena mulut Jungkook di bekap oleh Yoongi.

“Kami adalah teman yang sama – sama suka musik. Kau ingat dulu aku pernah les musik? Nah dia temanku pada waktu itu” jelas Yoongi pada adiknya itu.

“YA! Hyung!” Jungkook berteriak.

“Ah mian” Yoongi melepaskan bekapannya pada Jungkook.

“Oppa sering ke café ini eoh? Café ini jauh dari rumah” Tanya Ji Eun curiga.

“Hanya terkadang. Kau juga, sedang apa kau di sini?” Yoongi bertanya kembali pada Ji Eun.

“A…aku mau menuju sekolah yang nanti akan menjadi sekolahku” jawab Ji Eun.

“Kau sudah menemukan sekolah yang kau inginkan?” Tanya Yoongi.

“Eoh” jawab Ji Eun singkat.

“Dimana?” Tanya Yoongi detail.

“Soul School” jawab Ji Eun.

“Soul School?” Tanya Jungkook tiba – tiba dan Ji Eun hanya membalasnya dengan sebuah anggukkan.

“Aku juga ingin sekolah di sana. Setelah selesai manggung, aku ingin menuju ke sekolah itu. Kau ingin ikut bersamaku?” tawar Jungkook.

Ji Eun menatap Yoongi untuk mendapatkan sebuah persetujuan. Yoongi terdiam sejenak untuk berfikir akan mengizinkan adiknya itu pergi bersama Jungkook atau tidak.

“Kalian ingin naik apa ke sana?” Tanya Yoongi.

“Bus” jawab Ji Eun dan Jungkook bersamaan. Lalu mereka berdua saling bertukar pandangan.

“YA! Aku tidak mengizinkan kau membawa adikku pergi menaiki transportasi umum! Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi padanya!” Yoongi benar – benar berbicara dengan nada yang meninggi.

“Kejadian…. Seperti… kemarin?” Jungkook merasa bingung.

“Oppa!!” teriak Ji Eun. “Jangan banyak bicara tentang hal itu!” bentak Ji Eun.

“Kau membentak oppa huh?” Tanya Yoongi.

“Ani… mian” Ji Eun langsung menundukkan kepalanya.

Jungkook yang berada di antara Yoongi dan Ji Eun tidak mampu untuk memisahkan perdebatan antara kaka beradik ini. Jungkook sangat paham karakter Yoongi, jika dia sedang mengalami emosi yang tinggi dan ada orang yang menganggunya, maka orang itu yang akan menjadi sasaran amarahnya.

“Kalian pergi membawa mobilku. Dan kau Jungkook… jangan kau apa – apakan adikku ini! Atau kau berurusan denganku” Yoongi berbicara kepada Jungkook dengan tatapan dan nada yang sedikit mencekam bagi Jungkook.

 

-Ji Eun POV-

Akhirnya oppa meminjamkan mobilnya padaku dan juga Jungkook untuk pergi ke sekolah itu. Soul School. Sekolah yang menarik perhatianku dan membuatku penasaran. Dan aku sangat beruntung sekali karena aku memiliki “teman yang baru saja aku kenal” yang sama – sama ingin menuju sekolah itu. Sehingga aku tidak sendirian. Dan aku lebih beruntung lagi karena dia ini namja. Karena dia pasti bisa menjagaku.

‘Aku harap dia sama seperti Taehyung’ batinku.

Taehyung…

Taehyung..

‘Omo! Apa barusan aku memikirkan Taehyung?’ batinku.

“Waeyo? Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu” Tanya Jungkook yang memecah keheningan di dalam mobil.

“Ah… eoh. Ani ani” jawabku gugup.

“Kau bohong” katanya.

“Apa urusannya denganmu?” tanyaku sinis.

“Tidak ada. Tapi aku penasaran” jawabnya.

“Kau tidak boleh penasaran padaku” kataku ketus.

“Kejadian apa kemarin itu?” tanyanya.

“Sudah kubilang kau tidak boleh penasaran padaku” aku menekankan ucapanku pada kata “penasaran”.

“Baiklah” akhirnya dia mengalah padaku.

Keadaan kembali hening. Aku sibuk memainkan ponselku. Permainan yang baru saja aku download di itunes. Permainan ini sangat seru bagiku untuk menghilangkan rasa bosanku ketika aku sedang sendirian.

Aku dapat merasakan bahwa sekarang sudah memasuki area pegunungan karena jalanan sudah mulai menanjak. Jungkook terlihat kesusahan saat memasuki jalanan yang menyempit dan hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Mobilnya sudah berhenti. Dapat kuyakinkan bahwa sekarang kami sudah sampai di tempat tujuan kami. Soul School. Aku sangat berharap bahwa aku benar – benar tertarik dengan sekolah ini dan aku berharap nanti teman – teman baruku dan juga suasana sekolah yang dapat membuatku nyaman nantinya. Semoga saja. Tidak ada salahnya kan jika aku berharap?

sekolah korea

Soul School

Aku berjalan memasuki gerbang sekolah itu bersama dengan Jungkook. Aku melihat seorang pria di depan saja yang sedang menyirami tanaman di halaman sekolah ini. Tetapi aku juga memiliki perasaan yang tidak enak sejak keberangkatan aku ke sekolah ini.

Aku merasa diikuti oleh seseorang. Entah Jungkook merasakan hal ini atau tidak. Aku tetap berfikiran positif bahwa itu adalah hanya sekedar perasaanku saja.

KRETEEK…

Aku mendengar suara seperti ranting yang terinjak. Tetapi selama perjalanan aku dan Jungkook menuju sekolah ini, kami sama sekali tidak berjalan di antara dedaunan ataupun ranting. Aku dapat yakin bahwa ada orang lain di sini selain aku dan Jungkook. Di sini, di sepanjang jalan menuju sekolah ini.

“Jungkook-ah…” panggilku.

“Hmm” Jungkook hanya berdeham.

“Kurasa ada yang mengikuti kita” kataku pelan.

“Itu tidak mungkin” Jungkook tidak percaya padaku.

“Sungguh. Aku mendengar suara ranting pohon yang diinjak” kataku meyakinkan Jungkook.

“Itu hanya perasaanmu saja” kata Jungkook yang terus berjalan meninggalkanku.

“Kau ingin aku membuktikannya?” tanyaku.

“Hey, ayolah. Sebentar lagi kita akan sampai di gerbang sekolah dan menemui pria itu” kata Jungkook.

“Kalau begitu coba kau diam hanya beberapa detik. Kau akan mendengarnya” kataku meyakinkan.

KRETEEK..

“Sssttttt” Jungkook merangkul bahuku dan membuatku semakin dekat padanya.

“Masih tidak percaya padaku?” tanyaku pelan.

“Diam” kata Jungkook.

‘Anak ini menyebalkan sekali. Berbeda dengan Taehyung’ batinku.

“Nuguya? Kau jangan bersembunyi!” teriak Jungkook sekedar menggertak seseorang yang mengikuti kami.

‘Omo… apa aku ingat Taehyung lagi? Aishhh’ batinku.

Jungkook pergi menghampiri sumber suara yang membuatku sedikit takut. Aku hanya menunggu Jungkook di sini.

Ada bayangan yang terpancar di tanah akibat sinar matahari. Bayangan itu tepat berada di belakangku. Aku takut. Sungguh aku takut. Aku ingin berteriak namun aku tidak bisa karena rasa takutku lebih besar daripada rasa keberanianku untuk berteriak.

“@^&y!@#@*$” mulutku dibekap oleh seseorang yang berdiri di belakangku saat ini.

Jungkook tidak melihatku. Aku berusaha untuk melepaskan tangan yang membekap mulutku ini. Tapi aku tidak kuat. Aku sudah terasa lemas. Badanku lemas akibat rasa takutku yang begitu besar.

‘Taehyung…. Tolong aku. Jebal’ batinku.

 

TO BE CONTINUE…

Hello~ update an terbaru nih hahah~ gimana sama chapter kali ini? Makin rumit apa makin bikin penasaran?

Yuk tinggalin komentar atau like kalian sebagai bentuk apresiasi kalian terhadap karya author hehe.

Kamsahamnida reader-nim yang udah berkesempatan meninggalkan jejak kalian di sini~

Saranghae reader-nim :***

26 responses to “Soul School Chapter 6

  1. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  2. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s