Soul School Chapter 7A

audi ff

By Sparkdey

Poster made by marsyasara

Soul School Chapter 7A

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS || Kim Taehyung BTS || Mark Tuan GOT7 || Jung Krystal Fx || Kim Sujin (OC) || Min Ji Eun (OC)

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen || Kim Namjoon BTS || Park Jimin BTS || Oh Sehun EXO || Kim Seokjin BTS || Kim Seolhyun AOA || Min Yoongi BTS

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7A ||

Disclaimer : FF ini pure ide dari author sparkdey dengan beberapa bantuan dari teman – teman dan terinspirasi dari beberapa K-Drama. Dan hanya di posting di FFIndo dan blog pribadi author. Jika kalian menemukan cerita yang sama, mohon beritahukan kepada author. Terima kasih^^

NB : Jeongmal gomawo buat adik – adikku yang sudah membantuku memberikan inspirasi untuk membuat FF ini. Makasih buat Vicky dan juga Lizna :*{} saranghae~ || Jeongmal kamsahamnida untuk teman – teman ARMY, Luna dan juga Alma :*{} saranghae~ ide kalian dan saran kalian sangat membantu >.<

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

“Diam” kata Jungkook.

‘Anak ini menyebalkan sekali. Berbeda dengan Taehyung’ batinku.

“Nuguya? Kau jangan bersembunyi!” teriak Jungkook sekedar menggertak seseorang yang mengikuti kami.

‘Omo… apa aku ingat Taehyung lagi? Aishhh’ batinku.

Jungkook pergi menghampiri sumber suara yang membuatku sedikit takut. Aku hanya menunggu Jungkook di sini.

Ada bayangan yang terpancar di tanah akibat sinar matahari. Bayangan itu tepat berada di belakangku. Aku takut. Sungguh aku takut. Aku ingin berteriak namun aku tidak bisa karena rasa takutku lebih besar daripada rasa keberanianku untuk berteriak.

“@^&y!@#@*$” mulutku dibekap oleh seseorang yang berdiri di belakangku saat ini.

Jungkook tidak melihatku. Aku berusaha untuk melepaskan tangan yang membekap mulutku ini. Tapi aku tidak kuat. Aku sudah terasa lemas. Badanku lemas akibat rasa takutku yang begitu besar.

‘Taehyung…. Tolong aku. Jebal’ batinku.

-Author POV-

Ji Eun masih di bekap oleh orang itu. Namun orang itu tidak berniat melakukan kejahatan, melainkan untuk menolong Ji Eun.

“Kau diamlah dan jangan bergerak sebentar saja” kata orang itu.

‘Aku kenal suara ini. Suara ini tidak asing’ batin Ji Eun.

“Turuti saja omonganku jika kau masih ingin tetap hidup” kata orang itu yang semakin membuat Ji Eun takut.

Akhirnya Ji Eun lebih memilih untuk menuruti perkataan seseorang yang ada di belakangnya demi keselamatannya. Ji Eun masih ingin hidup. Sebenarnya Ji Eun tidak mengerti mengapa orang itu menyuruhnya untuk diam hanya karena untuk keselamatannya.

“Mianhae” kata orang itu setelah melepas bekapannya pada Ji Eun.

Ji Eun membalikkan tubuhnya menghadap orang itu.

“Taehyung-ssi?” Tanya Ji Eun.

“Mengapa kau bisa berada di sini eoh?” tanyanya lagi.

“Aku? Apa kau penasaran huh?” Tanya Taehyung pada Ji Eun.

“Tentu saja” jawab Ji Eun sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.

“Aku hanya ingin tahu kemana perginya dirimu bersama dengan seorang namja. Yang sepertinya aku mengenali namja yang bersamamu itu” jelas Taehyung.

“Maksudmu Jungkook?” Tanya Ji Eun lagi.

“Ada apa kau memanggil namaku?” Tanya Jungkook yang baru saja tiba di belakang Ji Eun.

“Sudah kuduga itu kau, Jungkook-ah” seru Taehyung.

“Neo?!” Jungkook terlihat sangat terkejut dengan keberadaan Taehyung yang kini berada di depannya.

“Long time no see, Jungkook-ah” lanjut Taehyung.

“Sedang apa kau di sini?” Tanya Jungkook yang terlihat sinis bagi Taehyung.

Ji Eun yang berada di antara mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Taehyung mengenal Jungkook dan Jungkook mengenal Taehyung. Mereka berdua seperti sahabat yang baru saja bertemu dan salah satu di antara mereka tidak menyukai pertemuan ini.

“Umm.. Taehyung-ssi, Jungkook-ah… bagaimana jika kita masuk ke sekolah itu dan mencari tahu tentang sekolah ini?” tawar Ji Eun untuk menengahi suasana yang berubah menjadi tegang ini.

Akhirnya Ji Eun, Jungkook, dan Taehyung melanjutkan perjalanan menuju sekolah itu. Soul School. Tidak ada percakapan selama perjalanan. Ji Eun yang berada di antara mereka, tidak mengerti harus berbuat apa untuk mengubah suasana menjadi lebin ceria. Dan sampailah mereka di sekolah itu.

“Chogiyo ahjussi” sapa Ji Eun.

Pria itu membalikkan tubuhnya. “Ne?” jawabnya sambil tersenyum.

“Kami ingin bertanya – tanya mengenai sekolah ini, apa kami bisa?” Tanya Jungkook.

“Tentu saja. Silahkan ikut saya. Lebih baik kita membicarakannya di dalam saja. Di luar sini sudah mulai dingin” ajak pria itu.

Jungkook, Ji Eun, dan Taehyung berjalan mengekori pria itu memasuki sekolah ini. Masuk ke pelataran lobby yang luas dan di hiasi oleh barang – barang mewah dengan arsitektur yang dapat memukau siapa saja yang masuk ke sekolah ini. Mereka bertiga sungguh tidak menyangka jika sekolah ini sangat bagus dan mewah seperti ini.

Mereka tetap mengikuti pria itu hingga sampailah mereka di depan sebuah ruangan yang bertuliskan “Kepala Sekolah”. Pria itu membuka pintunya dan menyuruh mereka untuk masuk ke dalam ruangan itu.

“Silahkan duduk” kata pria itu begitu sampai di dalam ruangan.

“Kamshamnida ahjussi” sahut Taehyung.

“Jadi, apa kalian berniat untuk masuk ke sekolah ini? Kemarin sudah ada 2 siswa yang datang ke sini dan melakukan hal yang sama dengan kalian” jelas pria itu.

“Aku berniat masuk ke sekolah ini, setelah sebelumnya aku bertemu dengan seorang guru dari sekolah ini” jelas Jungkook.

“Seorang guru? Siapa dia?” tanyanya.

“Park Jimin” jawab Jungkook.

“Ah Jimin. Kim Namjoon imnida. Aku kepala sekolah di sini” kata pria yang bernama Namjoon ini.

“Omo… mianhae sajangnim, kami tidak tahu jika anda kepala sekolah di sini” seru Taehyung.

“Its okay. Lantas apa kalian benar – benar niat masuk ke sekolah ini?” Tanya Namjoon.

“Kami berniat masuk ke sekolah ini, Kim Sajangnim” jawab Ji Eun.

“Baiklah jika kalian benar – benar niat masuk ke sekolah ini, besok adalah test untuk masuk ke sekolah ini. Kalian di haruskan untuk tinggal di sekolah ini selama 7 hari. Kalian harus membawa perlengkapan kalian dan pastikan kalian mendapatkan izin untuk bersekolah di sini. Datanglah pada pukul 10 pagi, besok” jelas Namjoon.

“Baiklah kami akan mempersiapkannya. Jeongmal kamsahamnida, Kim Sajangnim” kata Ji Eun.

“Kami permisi dulu, Kim Sajangnim” kata Jungkook.

 

-Jungkook POV-

Aku keluar dari ruangan kepala sekolah. Berjalan beriringan dengan Ji Eun dan di belakangku adalah Taehyung. Sahabatku. Ah bukan, dia adalah mantan sahabatku lebih tepatnya.

“Ji Eun-ah, kau bisa kembali ke mobil lebih dulu. Aku ingin berbincang sebentar dengan Taehyung” kataku sambil memberikan kunci mobil pada Ji Eun.

“Baiklah. Jangan lama, eoh!” kata Ji Eun lalu pergi meninggalkan aku dan Taehyung.

Aku berjalan menghampiri Taehyung.

“Jungkook-ah…” suara Taehyung terdengar lirih di telingaku.

“Mengapa kau muncul kembali di hadapanku huh?!” tanyaku yang mulai emosi.

“Aku tidak bermaksud… sungguh aku bisa menjelaskannya” kata Taehyung.

“Kau sudah menyakitinya. Dan beraninya sekarang kau muncul di hadapanku!” aku sudah emosi kali ini.

“Jungkook-ah, dengarkan aku. Jebal” Taehyung memohon padaku.

“Untuk apa aku mendengarkan penjelasan dari seseorang yang sudah menyakiti adik sepupuku huh?! Itu tidak penting, Taehyung-ah!” teriakku dan aku berjalan pergi meninggalkannya.

“Jebal, Jungkook-ah. Aku sudah di jebak!” teriak Taehyung yang kemudian menghampiriku.

“Kumohon, dengarkan penjelasanku” pintanya padaku.

“Ji Eun sudah menungguku. Aku tidak punya waktu untuk berbicara dengan namja brengsek macam dirimu, Taehyung-ah!” kini aku benar – benar meninggalkannya.

“Jungkook-ah… “ panggil lirih dari Taehyung.

Aku masih mendengar bahwa Taehyung tetap memanggilku dengan lirih. Aku mengacuhkannya. Aku keluar dari sekolah itu. Aku berjalan menuju mobil Yoongi hyung dimana sudah ada Ji Eun di dalam sana.

“Kau lama sekali eoh” sapa Ji Eun begitu aku sampai di mobil.

“Mian. Ada banyak hal yang harus aku bicarakan dengan Taehyung” jawabku begitu masuk ke dalam mobil.

“Baiklah. Kajja kita pulang” ajak Ji Eun.

Aku mengemudikan mobilnya menuruni pegunungan. Suasana sedikit mencekam karena emosiku belum turun. Entah mengapa aku harus bertemu dengan Taehyung. Bertemu namja yang sudah menghancurkan hati adik sepupuku dan berhasil membuat hari – harinya menjadi kelam.

Kini sudah sampai di kota Seoul. Emosiku sudah mulai mereda dari sebelumnya.

“Ji Eun-ah, apa kau bisa menyetir?” tanyaku.

“Mwo? Ah umh bisa. Waeyo?” jawabnya.

“Bisa kah kau mengantarku ke halte terdekat? Aku akan pulang dengan menaiki bus. Lalu kau akan membawa mobilmu” jawabku.

“Baiklah” jawabnya.

Aku menghentikan mobil ini di depan sebuah halte dan turun.

“Aku duluan ne” kataku pada Ji Eun yang kini sudah duduk di bangku pengemudi.

“Ne. kau berhati – hatilah! Ah ya, cobalah untuk minum coklat hangat agar emosimu dapat hilang” sarannya.

Aku hanya tersenyum menanggapinya. Dia melajukan mobilnya meninggalkanku. Bus yang akan aku tumpangi sudah datang. Aku naik bus itu dan duduk di tempat yang kosong. Mengeluarkan earphone dan menyambungkannya ke hp ku.

 

-Mark POV-

Aku sedang di dalam kamarku. Menatap langit – langit kamarku dan memikirkan dia. Jung Krystal. Dia yang sudah mengisi hatiku selama 4 tahun ini. Di saat aku menyatakan perasaanku padanya, dia menolakku dan dia memilih namja itu. Namja yang bagiku hanyalah namja yang lemah. Dia, Kim Taehyung.

Mengingat saat – saat itu, aku ingin memukulnya tepat di wajah namja itu. Dia telah merebut pujaan hatiku. Merebut gadis yang aku cintai selama 4 tahun belakangan ini.

From : Krystal

Hi Mark! Wanna meet up with me? Kind boring at home

Aku terkejut melihat pesan yang sedang aku baca saat ini. Apa aku sedang bermimpi?

To : Krystal

Hi Krystal! Sure I want. Where?

Selesai mengetik pesan untuk Krystal aku langsung bersiap dan mencari pakaian yang menurutku pantas untuk bertemu dengan pujaan hatiku kali ini.

From : Krystal

At café yesterday we meet. I’m waiting for you

Aku sangat senang mendapat balasan pesan dari Krystal. Dengan cepat aku langsung turun ke bawah dan melajukan motorku menuju café itu.

Sesampainya di café itu aku langsung memesan kopi kesukaanku dan memilih tempat duduk yang menurutku strategis. Di dekat kaca yang menghadap ke jalanan.

Tak berapa lama seseorang yang sangat aku tunggu sudah datang. Yeoja yang memakai kemeja berwarna biru muda dengan jaket yang menutupi badannya sampai lutut dan celana jeans lalu rambut coklatnya yang dibiarkan jatuh terurai.

‘Yeppo’ batinku saat melihat Krystal berjalan menghampiriku.

“Hi! Kau sudah lama menunggu?” tanyanya begitu duduk di hadapanku.

“Ani. Aku baru saja datang. Kau sangat cantik seperti biasanya, Tal” kataku jujur.

“Gomawo, Mark-ah” jawabnya.

“Kau merasa bosan? Wae?” tanyaku.

“Ah, aku baru saja pulang dari mencari perlengkapan untuk besok masuk ke Soul School. Dan aku merasa bosan di rumah, jadi aku mengajakmu untuk bertemu di sini. Apa aku merepotkanmu?” jelasnya.

“Ani! Kau tidak merepotkanku. Aku sangat senang jika kau ingin bertemu denganku” jawabku dengan senang.

Kami berbincang dengan diselingi tawa dan candaan. Sungguh aku sangat bahagia kali ini. Bersama dengan yeoja yang aku cintai. Hingga seseorang datang menghampiri kami.

“Krystal-ah…” panggilnya. Dan yeoja di depanku langsung melihat seseorang yang memanggilnya itu.

Krystal terkejut dengan seseorang yang ada di depan matanya saat ini.

“Bisa kita berbicara sebentar saja? Aku ingin menjelaskan sesuatu” kata orang itu.

“Untuk apa? Aku tidak membutuhkan penjelasanmu lagi, Taehyung-ah” jawab Krystal.

“Kau dengar itu, Taehyung-ah? Dia tidak ingin berbicara denganmu. Jadi, bisakah kau meninggalkan kami?” kataku dengan ketus.

“Aku tidak berbicara denganmu, Mark-ah. Aku hanya butuh waktu untuk menjelaskan sesuatu padanya” jawab Taehyung.

Taehyung langsung menarik tangan Krystal dan memaksa Krystal untuk pergi bersamanya. Namun aku menahan tangan Krystal yang di genggam oleh Taehyung.

“Kau jangan memaksanya! Dia sudah berkata jika dia tidak ingin berbicara denganmu lagi!” sahutku.

“Ini tidak ada hubungannya denganmu, Mark-ah! Kuharap kau bisa melepaskan tanganmu dari Krystal dan jangan mengganggu kami!” Taehyung mulai emosi padaku.

“Shireo!” kataku dengan nada yang membentak.

“Cukup! Hentikan kalian! Taehyung-ah, Mark-ah, kalian membuat moodku hancur! Aku tidak ingin bicara pada kalian lagi!” Krystal marah padaku dan Taehyung.

Aku lihat Krystal mengambil tasnya dan langsung pergi meninggalkan kami berdua.

“Ini semua karna ulahmu, Taehyung-ah!” kataku dengan emosi.

“Ini semua tidak ada hubungannya denganmu, Mark-ah! Harus ada yang aku selesaikan dengan Krystal, dan kau menghalangi kami!” teriak Taehyung.

“MWO?!… aku menghalangi kalian?! Justru kau yang menghalangi rasa bahagiaku hari ini!” teriakku.

“Ah jadi selama ini kau menyukai Krystal?” Tanya Taehyung dengan sedikit penekanan pada kata “menyukai”.

“Bagaimana jika aku menjawab iya?” kataku.

“Sejak kapan kau menyukainya?” tanyanya menjadi lebih detail.

“4 tahun yang lalu, bahkan 1 tahun lebih dulu sebelum kau berpacaran dengannya! Dan kau tahu? Dia menolak perasaanku hanya karena dirimu! Dan karena dirimu yang berhasil merebut hatinya tetapi kau menghancurkan hatinya!” kataku.

“Chakkaman… bagaimana kau tahu bahwa hati Krystal hancur karenaku? Aku sangat yakin, Krystal hanya dapat bercerita mengenai hal ini pada 1 orang saja, selain orang itu hanya aku, Krystal, dan seseorang lagi yang tahu tentang masalah ini!” jelas Taehyung.

‘Ah tidak. Aku kelepasan mengenai hal ini. Tidak mungkin aku memberitahu padanya jika aku yang menyuruh yeoja itu untuk menaruh obat tidur pada minumannya dan sengaja tidur dengannya’ batinku.

“Jawab aku, Mark-ah!” Taehyung menarik kerah bajuku hingga kini aku mendekat ke arahnya.

“Katakan apa yang kau tahu!” Taehyung tetap memaksaku.

“Ah apa kau yang menyuruh yeoja itu untuk menaruh sesuatu pada minumanku dan kau menyuruhnya untuk tidur denganku lalu kau memberi kabar pada Krystal untuk datang ke apartemenku?!” tanyanya yang semakin detail padaku.

‘GOT IT! Dia tepat sekali. Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui semua itu? Apa dia bisa membaca pikiranku?’ batinku.

“Kenapa kau hanya diam saja, Mark-ah? Apa kau terkejut jika aku bisa membaca pikiranmu saat ini? Waw. Dugaanku tepat!” kata Taehyung yang melepaskan cengkramannya pada kerah bajuku.

“Ani! Kau…. Salah, Taehyung-ah! Aku tidak pernah menyuruh siapapun!” kataku.

“Kau tidak usah mengelak dari pernyataanku, Mark-ah! Aku sudah mengetahui semuanya! Kau yang menyuruh yeoja itu dan memberi kabar pada Krystal untuk datang ke apartemenku!” katanya.

Kini semua pengunjung café itu sedang mengamatiku dan juga Taehyung. Aku merasa malu saat ini. Tapi aku melihat Taehyung dengan emosinya kini, dia tidak merasa malu. Mata Taehyung hanya tertuju padaku dan tidak memperhatikan sekitarnya. Dari tatapan Taehyung padaku, sudah dapat dipastikan bahwa Taehyung benar – benar sangat emosi dan kecewa padaku.

Aku melihat seorang yeoja berjalan menghampiriku dan juga Taehyung. Yeoja itu adalah Krystal. Aku sangat mengharapkan kali ini Krystal menarik tanganku dan mengajakku pergi dari sini.

“Taehyung-ah, ikut aku” kata Krystal sambil menggandeng tangan Taehyung di depan mataku.

“Neo… pabo namja!” kata Krystal yang berbicara di hadapanku.

“Kau fikir, dengan cara bodohmu seperti itu, aku akan menyukaimu, Mark-ah?” tanyanya.

“Krystal-ah…. Aku bisa menjelaskan ini semua” kataku.

“Aku tidak ingin mengenalmu lagi, Mark-ah. Get lost from my life” kata Krystal dengan matanya yang sudah berkaca – kaca.

“Krystal… chakkaman” aku menahan tangan Krystal ketika dia ingin pergi.

“Lepaskan tanganku, Mark-ah” pinta Krystal.

“Kau dengar itu? Lepaskan tangan dia!” bentak Taehyung.

“Shireo” jawabku.

Krystal melepaskan tangan Taehyung dari genggamannya. Lalu dia berjalan ke arahku.

PLAAK

Krystal menampar pipiku. Sakit. Perih. Itu yang aku rasakan di pipi dan hatiku.

“Jangan pernah mencoba untuk muncul di hadapanku lagi, Mark-ah. Aku sudah muak denganmu” kata Krystal lalu pergi bersama Taehyung.

“Kau dengar itu?” kata Taehyung dengan senyum kemenangannya.

Aku melihat mereka berdua berjalan beriringan dengan tangan mereka yang saling menggenggam. Semua mata yang tadinya tertuju padaku dan Taehyung kini sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing – masing. Aku kembali duduk di bangku café itu dan terus memegangi pipiku.

Dari jendela di sampingku ini, aku dapat melihat mereka berdua sudah menaiki mobil Taehyung dan pergi dari café itu. Aku akui, perbuatanku salah. Aku hanya ingin membuat hati Krystal menjadi milikku seutuhnya.

‘Pabo namja’ batinku.

“Kau mengapa bersedih?” Tanya seseorang yang kini sudah duduk di hadapanku.

“Neo?” aku heran melihatnya.

 

TO BE CONTINUE…

Hello, chapter 7 nya aku bagi 2 yaa, A dan B. soalnya ceritanya panjang banget buat chapter 7, jadi aku bagi aja deh jadi 2 bagian haha.

Gimana sama chapter 7A nya? Bikin greget ga? Apa bikin penasaran aja? Atau mungkin dua – duanya?

Bolehlah tinggalin jejak kalian berupa komentar atau like hehe, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya author dan komentar kalian itu sangat berarti buat author hehe. Jadi boleh dong bagi komentarnya hehe boleh kritikan atau saran kok, pasti akan author jadiin koreksi buat author sendiri haha.

Kamsahamnida reader-nim *bow*

9 responses to “Soul School Chapter 7A

  1. Pingback: Soul School Chapter 7B | FFindo·

  2. Pingback: Soul School Chapter 8 | FFindo·

  3. Pingback: Soul School Chapter 9 | FFindo·

  4. Pingback: Soul School Chapter 10A | FFindo·

  5. Pingback: Soul School Chapter 10B | FFindo·

  6. Pingback: Soul School Chapter 11 – FFindo·

  7. Pingback: Soul School Chapter 12 – FFindo·

  8. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  9. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s