Soul School Chapter 7B

audi ff

By Sparkdey

Poster made by marsyasara

Soul School Chapter 7B

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS || Kim Taehyung BTS || Mark Tuan GOT7 || Jung Krystal Fx || Kim Sujin (OC) || Min Ji Eun (OC)

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen || Kim Namjoon BTS || Park Jimin BTS || Oh Sehun EXO || Kim Seokjin BTS || Kim Seolhyun AOA || Min Yoongi BTS

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7A || Chapter 7B ||

Disclaimer : FF ini pure ide dari author sparkdey dengan beberapa bantuan dari teman – teman dan terinspirasi dari beberapa K-Drama. Dan hanya di posting di FFIndo dan blog pribadi author. Jika kalian menemukan cerita yang sama, mohon beritahukan kepada author. Terima kasih^^

NB : Jeongmal gomawo buat adik – adikku yang sudah membantuku memberikan inspirasi untuk membuat FF ini. Makasih buat Vicky dan juga Lizna :*{} saranghae~ || Jeongmal kamsahamnida untuk teman – teman ARMY, Luna dan juga Alma :*{} saranghae~ ide kalian dan saran kalian sangat membantu >.<

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

Krystal melepaskan tangan Taehyung dari genggamannya. Lalu dia berjalan ke arahku.

PLAAK

Krystal menampar pipiku. Sakit. Perih. Itu yang aku rasakan di pipi dan hatiku.

“Jangan pernah mencoba untuk muncul di hadapanku lagi, Mark-ah. Aku sudah muak denganmu” kata Krystal lalu pergi bersama Taehyung.

“Kau dengar itu?” kata Taehyung dengan senyum kemenangannya.

Aku melihat mereka berdua berjalan beriringan dengan tangan mereka yang saling menggenggam. Semua mata yang tadinya tertuju padaku dan Taehyung kini sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing – masing. Aku kembali duduk di bangku café itu dan terus memegangi pipiku.

Dari jendela di sampingku ini, aku dapat melihat mereka berdua sudah menaiki mobil Taehyung dan pergi dari café itu. Aku akui, perbuatanku salah. Aku hanya ingin membuat hati Krystal menjadi milikku seutuhnya.

‘Pabo namja’ batinku.

“Kau mengapa bersedih?” Tanya seseorang yang kini sudah duduk di hadapanku.

“Neo?” aku heran melihatnya.

-Krystal POV-

Aku bersama Taehyung di dalam mobil. Sungguh aku tidak mengerti mengapa aku bisa melakukan hal gila seperti tadi. Menampar Mark di depan semua pengunjung dan karyawan café. Sungguh aku sangat kecewa dengan perbuatan Mark. Masih ada banyak cara yang dapat memikat hati seorang wanita. Sungguh Mark sangatlah bodoh hingga melakukan hal terbodoh hanya untuk mendapatkan hatiku.

Suasana begitu hening di dalam mobil Taehyung. Aku masih dengan emosiku begitupun dengan Taehyung yang masih dengan emosinya. Aku benci hari ini!

“Mengapa kau tiba – tiba berbalik menghampiriku dan Mark?” Tanya Taehyung yang memecah keheningan di antara kami.

“Aku hampir saja menghajarnya” lanjutnya.

“Aku tidak ingin seseorang terluka di sana. Apa kau tidak malu bahwa kalian menjadi bahan tontonan para pengunjung café dan karyawan café itu?” tanyaku.

“Ani. Kau tau aku seperti apa, Krystal-ah” jawabnya dengan tenang seperti menutupi semua emosi yang ada pada dirinya.

“I know you, Taehyung-ah. Tapi apa semua yang kau katakana itu adalah benar? Bagaimanapun juga, aku masih mempercayaimu walaupun hanya sedikit” kataku sambil menatapnya.

“Kau boleh ambil ponselku. Kau buka rekaman yang paling atas. Kau bisa mendengarkannya” jelasnya sambil menyerahkan ponselnya padaku.

“Seriously? Ini rekaman soal apa?” tanyaku heran.

“Hanya dengarkan saja, maka semua pertanyaanmu akan terjawab” jawabnya yang kembali fokus menyetir.

Taehyung : Kau adalah yeoja yang pernah datang ke apartemenku sebagai tamu yang mengaku bahwa kau sedang kehilangan ponselmu? Dan kau berniat untuk meminjam ponselku? Lalu kau memintaku untuk mengambilkan minuman untukmu huh?

Yeoja : Ne.. mianhae soal itu. Sungguh aku minta maaf padamu.

Taehyung : Apa kau tau akibat dari semua yang telah kau perbuat? Aku kehilangan seseorang yang sangat aku cintai! Yang sangat aku banggakan! Seseorang yang telah mengisi hari – hariku dan seseorang yang telah mengubahku menjadi lebih baik! Apa kau tau itu?!

Yeoja : Sungguh aku minta maaf. Aku melakukan ini semua karena aku butuh duit untuk mengobati eonnie ku yang sedang sakit. Uangku tidak cukup dan gajiku belum di berikan padaku.

Taehyung : Sekarang katakan padaku… siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua?!

Yeoja : Mianhae.. jeongmal mianhae, aku tidak bisa memberitahumu.

Taehyung : Kau yakin tidak ingin memberitahuku?

Yeoja : Jeongmal mianhae. Aku sudah berjanji padanya.

Taehyung : Baiklah, jika aku sendiri yang menemukan orang yang telah menyuruhmu… aku akan melaporkanmu ke polisi!

Yeoja : Andwae!! Jangan laporkan aku pada polisi. Aku mohon.

Taehyung : Cepat beritahu aku siapa yang menyuruhmu?!

Yeoja : Mark… Mark namanya! Dia yang telah menyuruhku untuk menaruh obat tidur di minumanmu dan tidur denganmu. Tapi aku mohon jangan laporkan aku pada polisi.

Taehyung : Mark? Mark Tuan?

Yeoja : Ne, dia yang telah menyuruhku.

Taehyung : Baiklah. Terima kasih atas semua pengakuanmu. Aku harap kau tidak akan bertindak bodoh seperti ini lagi.

Aku telah selesai mendengarkan rekaman itu. Selama ini aku bodoh. Aku telah meninggalkan Taehyung hanya karena apa yang aku lihat dan tidak pernah mau mendengarkan penjelasannya selama ini.

Kali ini aku dapat kembali untuk mempercayai Taehyung seutuhnya. Aku melihatnya yang sedang menyetir itu lekat – lekat, memandanginya dan lalu tersenyum.

‘Apa aku bisa mempercayaimu lagi, Taehyung-ah?’ batinku.

“Mian… mianhae” kataku sambil menggenggam tangannya.

“Kau kenapa eoh?” tanyanya.

“Ani. Aku hanya ingin minta maaf padamu karena aku tidak pernah mau mendengarkan semua penjelasanmu selama ini. Dan aku minta maaf telah menghilang darimu selama 2 tahun ini dan tidak pernah memberikan kabar padamu. Aku pergi ke California bersama appa dan aku sekolah di sana. Aku memberitahu hanya pada Sujin, dan aku meminta Sujin untuk tidak memberi tahumu” jelasku.

“Its okay. Aku tahu waktu itu aku salah karena sudah berani memasukkan seorang yeoja ke dalam apartemenku” jawabnya.

“Ani. Aku mengenalmu sudah cukup lama Taehyung-ah. Dan aku paham akan dirimu dan bagaimana sifat dirimu. Kau tidak akan tega melihat siapa pun dalam kesusahan terlebih lagi dia adalah yeoja” kataku dengan tersenyum.

“Aku masih menunggumu. Setiap hari aku selalu mengecek emailku apakah ada email darimu atau tidak. Walaupun aku tahu hasilnya adalah nihil, tapi aku tetap bersikeras untuk mengecek emailku setiap hari” jelas Taehyung yang kini sedang menatapku karena kami sedang berada di perempatan jalan dan lampu merah sedang menyala.

“Mianhae. Sungguh aku minta maaf, Taehyung-ah” bulir air mataku tiba – tiba turun membasahi pipiku.

“Hey, uljima! Kau sungguh jelek jika sedang menangis. Hey come on, mana Krystal yang aku kenal dulu? Krystal yang selalu merengek manja padaku dan ekspresif itu?” hibur Taehyung padaku.

“Aku sudah meninggalkanmu tanpa memberi kabar. Mengapa kau masih peduli dan masih menungguku?” tanyaku.

“Bukankah aku sudah bilang? Aku masih menunggumu karena aku masih mencintaimu, Krystal-ah” jawab Taehyung yang kini sambil fokus menyetir.

“Walaupun aku sudah bertindak jahat padamu?” tanyaku lagi.

“Ne. aku mencintaimu apa adanya dirimu. Aku tidak peduli kau seperti apa, jika kau buruk aku akan berusaha untuk membuatmu menjadi lebih baik….. seperti kau mengubahku” jawabnya.

“Taehyung-ah…. Mianhae” kataku.

“Hey, jangan kau meminta maaf terus seperti itu. Kau tidak punya salah apapun padaku” katanya.

Akhirnya aku diam. Aku membiarkan Taehyung untuk fokus menyetir karena cuaca kali ini sedang turun hujan salju. Ya, saat ini kami sedang berada di musim dingin. Dimana salju sudah mulai menebal di jalanan.

Akhirnya kami berhenti di suatu tempat yang dapat aku yakini bahwa ini adalah rumahku. Tempat yang menjadi penuh kenangan dengan Taehyung. Dinner bersama keluargaku di sini, sarapan bersama keluargaku di sini, bercanda dan bermain bersama bahkan pertengakaran pun sering terjadi di sini. Pertengkaran hal kecil lebih tepatnya.

“Krystal-ah…” Taehyung memegang tanganku begitu aku ingin turun dari mobilnya.

“Wae?” tanyaku.

“Tak bisakah kau memberikanku kesempatan kedua?” tanyanya.

‘Sungguh. Aku ingin memberikanmu kesempatan itu Taehyung-ah. Tapi hatiku… hatiku berkata bahwa aku masih kecewa pada dirimu’ batinku.

“Hey…” panggilnya.

“Aku masih menunggumu” lanjut Taehyung dengan tatapannya yang teduh itu kini menatapku.

“Mian… aku harus memikirkannya lagi. Hatiku masih kecewa padamu, Taehyung-ah” jawabku.

“1 tahun aku menunggu kabar darimu dan masih mengharapkanmu” katanya masih dengan tatapan itu.

Aku hanya memandangnya dan diam tidak menjawab atau merespon perkataannya. Perlahan Taehyung melepas genggaman tangannya padaku.

“Baiklah, aku mengerti. Aku telah mengecewakanmu, tetapi aku sudah berusaha untuk memperbaiki semua ini” Taehyung tersenyum padaku.

“Mianhae. Kau pulanglah, sudah malam. Jaga dirimu” kataku lalu aku turun dari mobilnya.

 

-Jungkook POV-

Aku sedang berjalan menuju rumahku. Aku melihat sebuah mobil di depan rumah Krystal. Ya, rumahku dan rumah Krystal memang bersebelahan, karena orang tua kami adalah saudara kandung. Eomma Krystal adalah adik dari eomma ku. Jadi, Krystal adalah adik sepupuku.

Aku berjalan mendekati mobil itu. Krystal baru saja turun dari mobil itu dan aku melihat raut wajahnya yang sendu itu. Seperti sedang ada yang difikirkannya.

Aku melihat ke dalam mobil dan di dalam mobil itu adalah Taehyung. Mantan sahabatku.

‘Ah shit! Mengapa harus dia yang bersama Krystal? Dan untuk apa dia bersama Krystal?’ batinku.

Aku langsung membuka pintu mobil itu dan menarik Taehyung keluar dari mobil itu.

“YA! UNTUK APA KAU DATANG KE SINI LAGI EOH? UNTUK APA KAU MUNCUL LAGI DI KEHIDUPANNYA?!” teriakku yang langsung mengcengkram kerah bajunya Taehyung.

“JUNGKOOK-AH!” teriak Krystal.

“Apa yang kau lakukan padanya?!” lanjut Krystal yang memaksa tanganku untuk melepas kerah baju Taehyung.

“Untuk apa kau membelanya eoh? Ingat, dia yang sudah membuatmu kecewa! Dia yang sudah membuatmu hancur!” teriakku di depan wajahnya Krystal.

“Kau tidak punya hak untuk mencampuri urusanku, Jungkook-ah!” kini Krystal berbalik membentakku.

“Aku adalah kakak sepupumu! Sudah seharusnya aku melindungimu!” kataku.

“Lepaskan dia Jungkook-ah! Atau aku harus mengadukanmu pada Wonwoo oppa?” ancamnya.

Aku langsung melepaskan cengkramanku pada kerah Taehyung. Namun rasa emosiku masih memuncak dan aku tidak puas jika aku tidak melakukan sesuatu pada Taehyung.

BUGGHH…

Taehyung jatuh karena pukulanku di wajahnya dan di perutnya.

“Jungkook-ah! Apa – apaan kau ini eoh?” tiba – tiba ada suara dari belakangku.

Aku menoleh kea rah suara itu datang dan benar dugaanku bahwa itu adalah Wonwoo hyung, kakakku. Dia datang di saat yang tidak tepat.

“Hyung…” kataku.

“Apa yang kau lakukan pada Taehyung, huh?! Jawab hyung!” hyung memaksaku.

“Hyung, dia yang telah menyakiti Krystal dan membuat Krystal kecewa!” kataku yang masih dengan emosiku.

“Lalu untuk apa kau memukulnya? Masalah itu sudah lama dan mengapa kau masih mengungkitnya?!” kini hyung berteriak di depan wajahku.

“Hyung!…. “ aku mulai kehabisan kata – kata.

“Cepat kau minta maaf pada Taehyung!” hyung menyuruhku.

Aku berjalan menghampiri Taehyung yang kini sedang di bantu berdiri oleh Krystal. Aku melihat darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Itu adalah hasil perbuatanku.

“Mian… mianhae Taehyung-ah” kataku yang kini membantunya berdiri.

“Gwenchana. Aku pantas mendapatkannya. Aku telah lalai menjalankan amanat darimu, Jungkook-ah. Mianhae” jawab Taehyung yang juga mengakui kesalahannya.

“Seharusnya aku tidak emosi seperti ini padamu. Dan sudah seharusnya aku tidak ikut campur lagi masalah kau dan Krystal” sahutku yang kini membantu Taehyung berjalan memasuki rumah Krystal untuk di obati.

“Oppa, gomawo. Kau datang di saat yang tepat” kata Krystal pada Wonwoo hyung.

“Beruntunglah kalian aku datang di saat yang tepat. Lain kali, kau harus berani pada Jungkook, arraseo?” kata Wonwoo hyung pada Krystal.

“Ne oppa. Lain kali aku yang akan menghajarnya” kata Krystal sambil tersenyum – senyum.

“Ini baru adikku yang manis” kata Wonwoo hyung sambil mengacak rambut Krystal.

“Ya~ kalau kau menghajarku, akan aku adukan pada samcheon” sahutku.

“Silahkan jika kau berani, Jungkook-ah” kata Krystal yang memeletkan lidahnya padaku lalu berjalan mengambil kotak P3K untuk membersihkan luka Taehyung.

Aku duduk di depan Taehyung dan mengamati Taehyung yang sedang memegangi perutnya itu. Apa itu sakit? Dapat aku bayangkan bagaimana emosinya diriku tadi saat melihat Taehyung di depan rumah Krystal.

Wonwoo hyung kini duduk di sampingku lalu membaca majalah yang ada di sana. Hyung masih lengkap dengan pakaian kantornya. Sudah dapat kupastikan bahwa hari ini hyung akan tidur di rumah dan tidak di kantor.

“Jungkook-ah, kajja kita pulang. Biarkan Krystal yang mengurus Taehyung” ajak hyung.

“Shireo hyung. Aku masih ingin di sini” kataku.

“Arraseo. Jangan terlalu malam kau di sini. Aku ingin kau membantuku membuatkan lirik lagu baru” kata hyung sambil menepuk bahuku.

“Ne hyung” jawabku sambil menganggukkan kepalaku.

Krystal kini sedang membersihkan luka Taehyung yang ada di bibirnya itu. Dengan hati – hati Krystal membersihkan luka itu. Dari tatapan Taehyung pada Krystal, dia masih sangat mencintai yeoja yang ada di hadapannya itu. Namun aku tidak tahu dengan Krystal. Apakah dia masih mencintai Taehyung atau tidak?

 

TO BE CONTINUE….

Bagaimana chapter 7B nyaa? Kurang greget dan pendek yaa? Maaf ya >.< ini sambungan dari chapter yang kemarin hahaha karena terlalu panjang jadinya di bagi 2 deh~

Oh iya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like atau komentar ya, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya author.

Oke segitu dulu aja, see you on next chapter!

Kamsahamnida reader-nim *bow*

10 responses to “Soul School Chapter 7B

  1. Pingback: Soul School Chapter 8 | FFindo·

  2. Pingback: Soul School Chapter 9 | FFindo·

  3. Pingback: Soul School Chapter 10A | FFindo·

  4. Pingback: Soul School Chapter 10B | FFindo·

  5. Pingback: Soul School Chapter 11 – FFindo·

  6. Pingback: Soul School Chapter 12 – FFindo·

  7. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  8. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s