Soul School Chapter 8

audi ff

By Sparkdey

Poster made by marsyasara

Soul School Chapter 8

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS || Kim Taehyung BTS || Mark Tuan GOT7 || Jung Krystal Fx || Kim Sujin (OC) || Min Ji Eun (OC)

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen || Kim Namjoon BTS || Park Jimin BTS || Oh Sehun EXO || Kim Seokjin BTS || Kim Seolhyun AOA || Min Yoongi BTS

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7A || Chapter 7B || Chapter 8 ||

Disclaimer : FF ini pure ide dari author sparkdey dengan beberapa bantuan dari teman – teman dan terinspirasi dari beberapa K-Drama. Dan hanya di posting di FFIndo dan blog pribadi author. Jika kalian menemukan cerita yang sama, mohon beritahukan kepada author. Terima kasih^^

NB : Jeongmal gomawo buat adik – adikku yang sudah membantuku memberikan inspirasi untuk membuat FF ini. Makasih buat Vicky dan juga Lizna :*{} saranghae~ || Jeongmal kamsahamnida untuk teman – teman ARMY, Luna dan juga Alma :*{} saranghae~ ide kalian dan saran kalian sangat membantu >.< || terdapat beberapa kata kasar, mohon maaf bila kurang berkenan. Lebih baik untuk tidak membaca kalimat itu atau skip FF ini.

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

Aku duduk di depan Taehyung dan mengamati Taehyung yang sedang memegangi perutnya itu. Apa itu sakit? Dapat aku bayangkan bagaimana emosinya diriku tadi saat melihat Taehyung di depan rumah Krystal.

Wonwoo hyung kini duduk di sampingku lalu membaca majalah yang ada di sana. Hyung masih lengkap dengan pakaian kantornya. Sudah dapat kupastikan bahwa hari ini hyung akan tidur di rumah dan tidak di kantor.

“Jungkook-ah, kajja kita pulang. Biarkan Krystal yang mengurus Taehyung” ajak hyung.

“Shireo hyung. Aku masih ingin di sini” kataku.

“Arraseo. Jangan terlalu malam kau di sini. Aku ingin kau membantuku membuatkan lirik lagu baru” kata hyung sambil menepuk bahuku.

“Ne hyung” jawabku sambil menganggukkan kepalaku.

Krystal kini sedang membersihkan luka Taehyung yang ada di bibirnya itu. Dengan hati – hati Krystal membersihkan luka itu. Dari tatapan Taehyung pada Krystal, dia masih sangat mencintai yeoja yang ada di hadapannya itu. Namun aku tidak tahu dengan Krystal. Apakah dia masih mencintai Taehyung atau tidak?

-Author POV-

Kini bulan sudah berganti menjadi matahari. Pagi ini, Soul School akan mengadakan beberapa test untuk murid baru yang berniat untuk masuk ke sekolah ini. Kepala sekolah dan guru – guru di Soul School sedang mengadakan rapat untuk menentukan test apa saja yang akan di berikan kepada calon murid Soul School.

“Bagaimana dengan test akademik?” sahut Seokjin.

“Dan jangan lupa tambahkan test bakat” sahut Sehun.

“Yang paling terpenting adalah test fisik mereka” sahut Seolhyun.

“Baiklah, kita akan memasukkan semua test itu” kata Namjoon.

“Kim sajangnim, apa anda yakin ingin melakukan semua test itu dalam 7 hari?” Tanya Jimin.

“Kita akan melihat seberapa tangguh mereka dalam menjalani semua test itu. Tidak hanya fisik mereka yang kita lihat, tidak hanya ilmu mereka yang kita lihat dan tidak hanya bakat mereka yang kita lihat. Tetapi kita juga harus melihat kerja sama mereka, seberapa tanggung jawabnya mereka” jelas Namjoon.

“Baiklah Kim sajangnim. Kami akan mempersiapkan semuanya. Kami permisi” kata Jimin dengan membungkukkan badannya di ikuti oleh guru yang lainnya.

‘Aku harap mereka semua adalah murid – murid yang aku cari selama ini’ batin Namjoon.

Jimin, Sehun, Seokjin, dan Seolhyun kini sedang berunding di ruangan guru untuk menentukan kategori testnya. Mereka menentukan siapa saja penanggung jawab dalam bidang test yang akan diselenggarakan.

“Baiklah, untuk test bakat sebaiknya aku dan Sehun saja sebagai penanggung jawabnya. Aku akan membagi test bakat menjadi 3 kategori. Menari, menyanyi, dan acting” sahut Jimin yang sedang memimpin rapat dadakan di ruang guru itu.

“Arraseo” sahut Sehun.

“Lalu bagaimana dengan aku dan Seolhyun?” Tanya Seokjin.

“Seolhyun kau bagian tes akademik dan kau Seokjin, kau bagian test fisik. Nanti kalian akan aku bantu sebisa mungkin” jawab Jimin.

“Baiklah sekarang kalian ingin membagi test fisik menjadi berapa bagian? Saran dariku masukkan basket” lanjut Jimin.

“Basket? Baiklah. Aku akan membaginya menjadi lari, basket, dan juga renang” kata Seokjin sambil menulisnya di buku memo.

“Lalu bagaimana denganmu, Seolhyun-ssi?” Tanya Jimin.

“Aku akan membaginya menjadi test bahasa dan pengetahuan umum” jawab Seolhyun.

“Baiklah. Kalian sudah siap? Sebentar lagi pukul 10, mereka akan datang sebentar lagi” Jimin beranjak dari posisi duduknya dan berjalan keluar dari ruang guru.

Namjoon masih tetap berada di dalam ruangannya. Berdiri di dekat jendela dan memandangi pemandangan yang ada di luar sekolah itu. Hanya pepohonan dan gunung yang terpancar di matanya saat ini.

Namjoon melihat ada 2 orang murid yang kemarin datang ke sekolah ini sedang menuju kea rah gerbang. Namjoon tersenyum dan berharap semoga apa yang di impikannya selama ini dapat terwujud. Dan calon muridnya nanti adalah murid – murid yang berkepribadian baik, berbakat, dan juga cerdas.

 

-Ji Eun POV-

Kini aku sedang berjalan naik untuk dapat mencapai gerbang sekolah Soul School. Kini aku sedang bersama dengan Jungkook. Membawa tas yang bagiku sangat berat ini, karena memang isinya adalah kebutuhanku selama seminggu di sekolah ini.

“Tasmu berat eoh?” Tanya Jungkook.

“Menurutmu saja eoh, aku membawa perlengkapan diriku selama 7 hari di sini” jawabku.

“Mau aku yang bawakan?” tawar Jungkook.

“Ani. Kamasahamnida” jawabku sambil terus berjalan naik.

Hanya percakapan itu yang terjadi di antara kami selebihnya kami hanya berjalan dan mendengarkan musik dari ponsel kami.

Kini aku dan Jungkook sudah berada di depan gerbang Soul School. Namun gerbang sekolah ini masih tertutup bahkan terkunci rapat. Hanya kami yang baru sampai di sini. Aku melihat ke dalam lapangan sekolah ini melalui celah yang ada pada gerbang sekolah. Aku melihat ada seseorang yang sedang berjalan menuju gerbang.

“Annyeonghaseyo” sapa orang itu.

“A… annyeong” sapaku.

“Apa kalian calon murid Soul School?” Tanya orang itu.

“Ah ne” jawabku singkat.

“Baiklah, kami akan membuka gerbangnya 15 menit lagi. Harap kalian bersabar menunggunya” kata orang itu.

Aku dan Jungkook akhirnya duduk di atas tas kami. Kami merasa lelah dan aku mulai mengantuk. Aku memejamkan mataku sebentar.

“YA! Kau jangan tidur eoh!” teriak Jungkook sambil menepuk pipiku.

“YA! Biarkan aku tidur sebentar saja sampai gerbang ini dibuka, Jungkook-ah!” balasku.

“Andwaee!! Kau harus menemaniku!” katanya.

“Mwoo? Menemanimu? Aku sudah menemanimu sepanjang jalan menuju gerbang sekolah ini, dan sekarang biarkanlah aku untuk tidur sejenak” pintaku.

“Andwaeeeee” Jungkook menggoyang – goyangkan badanku dan terus mengangguku.

“Aishhh… arraseo arraseo!” kataku.

Aku dan Jungkook mulai bercerita tentang diri kami satu sama lain. Tidak lupa aku menanyakan bagaimana dia bisa kenal dengan oppaku, Yoongi.

Tak berapa lama ada 1 orang yang baru saja sampai di hadapan kami. Kim Taehyung.

“Annyeong” sapa Taehyung.

“Annyeong, Taehyung-ssi” sapaku.

“Untuk apa kau datang kemari?” Tanya Jungkook.

“Aku ingin masuk ke sekolah ini. Wae?” jawab Taehyung.

‘OMO… apa mereka akan bertengkar lagi?’ batinku.

Tiba – tiba ponselku bordering. Aku melihat nama yang muncul pada layar ponselku. Yoongi oppa. Aku mengangkat telfonku.

“Yeoboseyo?” sapaku.

“Eodisseo?” Tanya oppa.

“Baru sampai di sekolah. Wae oppa?” jawabku.

“Ani. Apa Jungkook masih bersamamu?” Tanyanya.

“Ne oppa. Mau berbicara dengannya eoh?” tanyaku.

“Ne” jawab oppa singkat.

Aku berjalan menuju Jungkook dan memberikan ponselku. Jungkook menerima ponselku dan langsung berjalan menjauh dariku dan juga Taehyung.

“Ponselmu sudah benar, eoh?” Tanya Taehyung.

“Ah ani. Ponselku sudah benar – benar rusak” jawabku yang masih melihat Jungkook dari kejauhan.

“Lalu ponsel itu?” Tanya Taehyung.

“Aku baru di berikan ponsel oleh oppa” jawabku sambil tersenyum.

“Ahh arraseo. Jangan ceroboh lagi eoh” katanya.

 

-Sujin POV-

Aku dan Krystal kini sedang berjalan menaiki pegunungan ini untuk sampai ke Soul School. Ya, kami sudah memikirkan untuk menjadi siswa di sekolah ini. Dan tidak ada salahnya bukan? Untuk bersekolah di daerah pegunungan seperti ini dan menghirup udara segar setiap harinya?

Krystal terlihat sangat bersemangat sejak pagi tadi aku menjemputnya ke rumah. Seperti ada sesuatu hal yang membuatnya sangat bahagia saat ini. Dan aku berharap hal yang membuatnya bahagia adalah adik sepupuku, Kim Taehyung.

“Ital-ah. Kau terlihat sangat bersemangat? Wae?” tanyaku sambil tetap berjalan mengikutinya di belakang.

“Umh… seriously? Aku tidak merasa bersemangat hari ini” jawabnya.

“Ne. kau sangat bersemangat hari ini. Dan kau sepanjang jalan bersenandung ceria dan tersenyum. Seperti Krystal yang dulu sudah kembali lagi” jelasku.

“Jinjja? Its good” jawabnya dengan singkat.

“Waeyo? Tidak ingin berbagi denganku eoh?” tanyaku begitu sampai di samping Krystal.

“Kemarin aku bertemu dengan Taehyung. Dia mengantarkanku pulang. Tetapi Jungkook memukulnya. Lalu aku mengobatinya” jelas Krystal sambil tetap fokus ke depan.

“MWOOO??!” teriakku.

“Seriously? Taehyung? Kau bersama Taehyung?” tanyaku tidak percaya.

“Ne. kemarin di café Taehyung dan Mark bertengkar. Lalu aku membawa Taehyung pergi dari café itu” jelasnya.

“Jinjja? Kau bersama dengan Taehyung? Aku tidak salah dengar eoh?” tanyaku sambil menghalangi jalan Krystal.

“Ne. Mengapa kau tidak mempercayaiku eoh?” tanyanya kesal.

“Ah mian. Aku hanya terkejut kau bisa bersama Taehyung” kataku.

Kami melanjutkan kembali perjalanan kami. Dan aku sudah melihat gerbang sekolah itu dan beberapa orang yang sudah berdiri di depan gerbang itu. Kami berjalan mendekati mereka.

“Taehyung-ah?” panggilku pada seorang namja yang menurutku sangat mirip dengan adik sepupuku itu dari belakang.

Dia menoleh. “Noona?” panggilnya heran.

Dan benar dugaanku, dia adalah Kim Taehyung adik sepupuku.

“Ital?” panggil Taehyung heran.

“Taehyung-ah, Jungkook-ah? Apa yang kalian lakukan di sini eoh?” Tanya Krystal sambil mendekati Jungkook dan Taehyung.

“Aku memang ingin masuk sekolah ini” jawab Jungkook.

“Me too” jawab Taehyung.

Aku memeluk Taehyung saat itu juga. Sudah cukup lama aku tidak bertemu dengan adik sepupuku yang satu ini. Karena memang aku hanya mengamatinya dari kejauhan dan aku memang sengaja menghindarinya saat itu karena Krystal yang menyuruhku.

“Jadi, 2 orang siswa yang Kim sajangnim maksud adalah kalian?” Tanya Jungkook.

“Maybe” jawab Krystal dengan singkat.

“Umh.. mianhae. Kalian semua saling kenal?” Tanya seorang yeoja yang berada di sebelah Jungkook.

“Ah, kenalkan dia Min Ji Eun. Dia calon siswa di sini juga” Taehyung memperkenalkan Ji Eun padaku dan Krystal.

“Kim Sujin imnida. Aku kaka sepupu Taehyung” kataku sambil tersenyum.

“Jung Krystal imnida. Aku adik sepupu Jungkook” kata Krystal sambil tersenyum.

“Bangeupseumnida, Sujin-ssi, Krystal-ssi” kata Ji Eun sambil membungkukkan badannya.

 

-Taehyung POV-

Aku mengamati Krystal saat ini. Dia berpakaian sweater berwarna coklat muda, dengan jaket berwarna coklat tua sebagai luarannya dan rambutnya yang ikal berwarna coklat itu di biarkan terurai.

‘Dia masih tetap saja cantik seperti biasanya’ batinku.

Aku tersenyum. Sujin, kaka sepupuku menarikku menjauhi semua orang. Dia seperti ingin membicarakan sesuatu padaku.

“Neo… bagaimana kau bisa bersama Krystal kemarin?” tanyanya.

“Aku? Aku menghampiri Krystal yang sedang bersama Mark di café itu. Aku ingin memberikan bukti pada Krystal dan aku berencana untuk menuju rumahnya. Tapi aku melihatnya turun dari bus dan menuju café. Jadi aku mengikutinya” jelasku.

“Ahh… jadi ini alasan Krystal bersemangat pagi ini dan tersenyum sepanjang jalan?” noona tampak berfikir.

“Jinjja? Dia tersenyum sepanjang perjalanan menuju ke sini?” tanyaku dengan jatungku yang berdetak cepat.

“Ne. apa kau tidak melihatnya begitu kami sampai di gerbang sekolah?” tanyanya.

“Ani” aku menggelengkan kepalaku.

“Syukurlah jika dia bisa tersenyum lagi” lanjutku sambil tersenyum.

Aku dan noona kembali ke depan gerbang. Dan gerbang sekolah itu sudah dibuka. Aku dan noona dengan berjalan cepat memasuki gerbang sekolah itu dan berkumpul dimana semuanya sudah berbaris. Dapat aku yakini, orang – orang yang berdiri menghadap kami adalah kepala sekolah dan guru – guru di sekolah ini.

“Selamat datang di Soul School. Kalian adalah siswa angkatan pertama yang akan menjalani beberapa test selama seminggu di sekolah ini. Selama seminggu kalian tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Dan aku harap kalian semua akan lolos terhadap beberapa test dalam seminggu ini” kata Kim Sajangnim yang merupakan kepala sekolah Soul School.

“Selanjutnya saya akan memperkenalkan guru – guru yang akan mengajar di sekolah ini. Di mulai dari yang paling kanan ada Oh Sehun, beliau mengajar kelas dance dan kelas akting. Lalu di sampingnya ada Kim Seolhyun, beliau mengajar kelas psikologi. Lalu ada Park Jimin, beliau mengajar kelas tenaga dalam dan kelas menyanyi. Lalu ada Kim Seokjin, beliau mengajar kelas memasak. Aku harapkan kalian semua dapat bertanggung jawab dan menghargai serta menghormati guru dan teman kalian” jelas Kim sajangnim.

“Baiklah sampai di sini dulu. Selanjutnya akan saya berikan wewenang kepada Jimin seongsanim” kata Kim sajangnim lalu pergi meninggalkan kami di lapangan.

Aku dan calon siswa yang lainnya masih tetap berada di lapangan dengan udara yang cukup dingin ini. Dan aku berharap bahwa kami akan segera masuk ke dalam sekolah. Namun harapanku itu hanyalah sebuah harapan yang tidak dapat terwujudkan.

“Baiklah. Test pertama kalian adalah test fisik. Kami akan menilai kalian sejauh mana fisik kalian akan bertahan dalam test fisik kali ini” sahut Jimin seongsanim.

“Sebelum itu tolong kalian lepaskan jaket yang sedang kalian pakai dan berikan jaket itu pada Seolhyun seongsanim” jelas Jimin seongsanim.

Aku dan calon siswa lain langsung melepas jaket yang kami kenakan. Merasa dingin? Tentu. Karena kami sedang berada di tengah lapangan di atas pegunungan Gangnam dan di musim dingin. Kami memberikan jaket kami pada Seolhyun seongsanim.

“Baiklah sekarang saatnya memanaskan tubuh kalian. Berlari keliling lapangan ini sebanyak 5 kali” perintah Seokjin seongsanim.

Jungkook memimpin di depan dan aku berada di paling belakang. Kami mulai berlari cepat dan semakin lama semakin perlahan. Angin yang bertiup membuat kami merasa kedinginan. Aku sudah memutari lapangan ini sebanyak 4 kali, tenggorokanku mulai kering dan aku mulai haus. Namun aku tidak dapat berhenti sebelum 5 putaran dan Seokjin seongsanim terus mengamati kami.

“Baiklah kemari dan silahkan berkumpul di sini” perintah Seokjin seongsanim.

“Bagaimana? Masih tetap merasa kedinginan eoh?” Tanya Seokjin seongsanim.

“Tidak begitu, Seokjin seongsanim” jawab Jungkook.

“Ne, seongsanim” sahutku.

“Baiklah, sekarang kalian akan beristirahat sebentar di dorm kalian. Namja, ikut denganku, dan yeoja ikut dengan Seolhyun seongsanim” perintahnya.

Aku mengambil jaket pada Seolhyun seongsanim dan mengucapkan salam perpisahan pada Krystal, Sujin Noona, dan juga Ji Eun. Perpisahan? Karena dorm kami letaknya berlawanan arah. Dorm yeoja berada di tangga sebelah kiri dan dorm namja berada di tangga sebelah kanan.

“Ini adalah dorm namja. Dan ini adalah kamar kalian berdua” jelas Seokjin seongsanim.

“Di dalam sudah terdapat kamar mandi dan kulkas. Ini bantal serta bed cover untuk kalian. Aku harap kalian menjaga dorm ini dan kamar kalian tetap rapih” lanjutnya.

“Ne, seongsanim” jawabku.

“Kamsahamnida seongsanim” kata Jungkook sambil membungkukkan badannya. Aku mengikutinya.

Aku dan Jungkook masuk ke dalam kamar yang menjadi kamar kami berdua. Kamar ini luas, dua tempat tidur, kamar mandi yang bersih dan juga wangi, dua meja belajar, dua lemari pakaian, dan sebuah kulkas yang berada di pojokan kamar.

“Aku akan tidur di tempat tidur ini” kataku lalu merebahkan tubuhku di atas kasur yang terletak di sebelah jendela yang menghadap pemandangan luar sekolah ini.

“Ya! Aku yang tidur di tempat tidur itu!” sahut Jungkook tidak terima.

“Ani~ aku yang pertama kali merebahkan tubuhku di sini. Jadi ini adalah tempat tidurku” kataku sambil memejamkan mata.

“Andwae! Aku yang pertama kali melihatnya” Jungkook tetap tidak terima.

“Sudah kubilang aku yang lebih dulu” kataku semakin malas menghadapi sikap Jungkook yang masih terbilang kekanak – kanakan ini.

“Jika aku bilang bahwa itu aku, maka itu adalah hak milikku” Jungkook tetap bersikeras mendapatkan tempat tidur yang aku pilih ini.

“Shireo” jawabku singkat.

“YA!!” Jungkook berteriak.

 

-Author POV-

“Para calon siswa sedang beristirahat di dorm mereka, Kim sajangnim” kata Seolhyun.

“Berikan mereka istirahat yang cukup untuk hari ini. Tepat pukul 1 siang nanti, test yang selanjutnya akan kita mulai. Apa kau sudah siap Seolhyun-ssi?” Tanya Namjoon.

“Ne, Kim sajangnim. Saya sudah mempersiapkan test bahasa kepada mereka. Tepat pukul 1 siang nanti, saya akan memulainya” jawab Seolhyun.

“Bagaimana dengan persiapanmu, Sehun-ssi?” Tanya Namjoon pada Sehun yang sedang berfikir.

“Lebih baik melakukan test menyanyi terlebih dahulu atau menari terlebih dahulu?” Tanya Sehun yang masih berfikir.

“Menurutku lebih baik menari terlebih dahulu” sahut Jimin.

“Ah baiklah, setelah menari akan dilakukan test acting” jawab Sehun sambil tersenyum dengan senang.

“Seokjin-ssi, bagaimana hasil dari test fisik yang pertama? Apakah mereka semua berhasil?” Namjoon kini beralih pada Seokjin.

“Dari yang aku lihat, fisik yang paling kuat adalah calon siswa yang bernama Jeon Jungkook. Dia adalah siswa pertama yang selesai melakukan 5 putaran selama 7 menit. Setelah Jeon Jungkook, ada calon siswa yang bernama Kim Sujin, lalu Kim Taehyung, lalu Jung Krystal, dan yang terakhir adalah Min Ji Eun” jelas Seokjin sambil melihat memonya.

Namjoon kembali berfikir. Apa semua test yang dilakukan semua siswa nanti akan membuat siswanya menjadi pribadi yang tangguh? Bertanggung jawab? Saling menghargai? Atau saling menghormati? Namjoon hanya berharap calon siswanya dapat mengambil hikmah dari beberapa test yang dilakukan oleh siswanya.

Namjoon menyuruh semua guru yang ada di ruangannya untuk kembali ke ruangan mereka dan beristirahat sejenak sebelum  semua test itu di jalankan. Namjoon hanya dapat mempercayai Jimin sebagai wakilnya untuk menjalankan semua test ini.

Jimin dan guru lain kembali masuk ke ruangan mereka. Kali ini mereka mengadakan rapat untuk menentukan jalannya test.

“Tepat pukul 1 siang nanti, kita akan memulai test akademik kepada calon murid kita. Test yang akan di berikan adalah test bahasa. Benar, Seolhyun-ssi?” Tanya Jimin.

“Geurae. Dan test bahasa itu adalah test Bahasa Inggris, lalu keesokan harinya adalah test Bahasa Jepang” jelas Seolhyun.

“Hari ini setelah test Bahasa Inggris selesai, kita akan mengadakan test menari. Lalu setelah itu langsung melakukan test menyanyi. Eottoke?” Tanya Jimin lagi.

“Aku setuju” jawab Sehun.

“Aku juga setuju” jawab Seolhyun.

“Baiklah, selama kalian melakukan test menari dan menyanyi, aku akan memasak untuk makan malam kita, kepala sekolah, dan calon siswa kita” jawab Seokjin.

Kini jam sudah berputar di jam 12.45 KST. Semua guru yang bertanggung jawab atas dorm, seperti Seolhyun dan Seokjin kembali ke dorm mereka untuk memberikan pengumuman pada calon siswa mereka bahwa mereka harus berkumpul di lobby pada pukul 13.00 KST.

Seokjin berjalan ke dorm namja dan mengetuk pintu kamar Taehyung dan Jungkook.

“Taehyung-ah, Jungkook-ah, apa kalian di dalam?” teriak Seokjin.

“Ne, seongsanim” jawab Jungkook.

Seokjin memutar kenop pintu kamar Taehyung dan Jungkook. Seokjin memijat pelipisnya pelan setelah melihat kamar Taehyung dan Jungkook yang berantakan seperti itu. Bed cover dan bantal sudah berjatuhan di lantai, bahkan Taehyung dan Jungkook kini dalam keadaan yang berantakan.

“Kalian… cepat bereskan kamar kalian! 15 menit lagi, kalian wajib berkumpul di lobby. Aigo…” Seokjin merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya di dalam kamar itu.

Kini Seolhyun sudah berada di depan pintu kamar Krystal, Sujin, dan juga Ji Eun. Seolhyun mengetuk pintu kamar mereka.

“Krystal-ah, Sujin-ah, Ji Eun-ah…” panggilnya sembari memutar kenop pintu kamar mereka.

“Ne, seongsanim?” Tanya Sujin yang sedang membersihkan lemari pakaiannya.

“15 menit lagi kalian wajib berkumpul di lobby” kata Seolhyun.

Seolhyun dan Seokjin kembali ke ruangan mereka untuk mempersiapkan segalanya. Kini Jimin dan Sehun sudah bersiap di lobby untuk menyambut para calon siswa. Di lihat dari dorm namja, sudah keluar Taehyung dan Jungkook dengan penampilan mereka yang sedikit berantakan itu. Begitupula dari dorm yeoja, keluarlah Krystal, Sujin, dan Ji Eun yang sedang memperbaiki penampilan mereka.

“Apa mereka akan bertahan di sini, Jimin-ssi?” Tanya Sehun.

“Entahlah. Aku harap mereka semua akan bertahan di sini” jawab Jimin.

“Chakkaman… aku melihat ada sosok orang lain di luar sana. Aku akan mengeceknya” kata Sehun.

“Andwae. Biarkan saja, kau hanya perlu fokus pada calon siswa di sini” Jimin menahan lengan Sehun.

“Arraseo” Sehun menuruti perkataan Jimin.

Di depan Jimin dan Sehun sudah berkumpul 5 calon siswa yang akan masuk ke sekolah ini. Soul School. Jimin mengumumkan bahwa test selanjutnya adalah test bahasa. Semua calon siswa mengikuti Sehun ke sebuah ruangan yang menjadi tempat diselenggarakannya test akademik ini.

Jimin berjalan keluar dari lobby menuju lapangan.

“Keluarlah. Jangan kau bersembunyi atau aku yang akan menemukanmu” teriak Jimin.

Sebuah tepuk tangan terdengar dari belakang Jimin. Tak luput dari suara tawa orang itu.

“Hahaha Park Jimin. Kau menjadi guru di sekolah pegunungan seperti ini? Untuk apa Park Jimin? Untuk apa?!” orang itu kemudian mengcengkram kerah Jimin.

“Chanyeol?” Jimin terkejut dengan sosok tinggi di hadapannya saat ini. Keringat dingin mulai keluar dan membasahi telapak tangan serta pelipis Jimin.

“Wae? Kau terkejut dengan kedatanganku ke sini?” Tanya Chanyeol.

“Mau apa kau ke sini huh?” Tanya Jimin.

“Aku? Kau masih bertanya juga huh?” Chanyeol makin geram dan makin emosi pada Jimin.

“Apa kau lupa dengan apa yang telah kau perbuat dengan adikku?” Tanya Chanyeol.

“Aku tidak berbuat apapun pada Park Chani!” Jimin mengelak dan berusaha melepaskan cengkraman Chanyeol dari kerahnya.

“Dia bunuh diri karenamu, Jimin-ssi! Itu yang kau bilang kau tidak berbuat apapun padanya?!” teriak Chanyeol lalu melempar Jimin ke sampingnya.

‘Sial! Bagaimana dia bisa tahu aku berada di sini?’ batin Jimin.

“Kau sudah menyakiti hatinya, Jimin-ssi? Apa kau masih tidak mau mengakuinya huh?!” Chanyeol berjalan kea rah Jimin.

BUGGHHH…

Sebuah pukulan mendarat di wajah Jimin. Darah segar pun mengalir dari sudut bibirnya.

“Sungguh, aku tidak melakukan apapun pada Chani!” Jimin masih tetap mengelak.

“Kau sudah membunuh Chaniku, Jimin-ssi!” teriak Chanyeol yang semakin emosi.

BUGGHH…

Sebuah pukulan kini mendarat di perut Jimin. Jimin meringis menahan sakit yang ada pada perut dan bibirnya ini. Jimin berusaha bangkit sambil memegangi perutnya. Namun Chanyeol sudah kembali menendang Jimin. Jimin pun kembali jatuh.

“Sungguh, bukan aku yang menyakitinya. Percayalah Hyung!” Jimin terus mengelak.

“Aku tidak akan pernah percaya pada seorang bajingan yang telah membunuh adikku!” Chanyeol kembali menghampiri Jimin.

BUGGHH… BUUGHH…

Dua pukulan tepat mengenai wajah Jimin. Saat ini hidung Jimin sudah mengeluarkan darah segar dan sudut bibirnya kembali mengeluarkan darah segar. Jimin ingin sekali melawan Chanyeol yang ada di hadapannya ini, namun Jimin tidak bisa.

BUUGHH…

Kini Chanyeol jatuh tersungkur ke tanah akibat sebuah tendangan yang mengenai punggungnya. Pandangan Jimin sudah mulai kabur karena pelipisnya juga mengeluarkan darah. Yang dapat Jimin lihat hanyalah seseorang berjalan ke arahnya dan membantunya untuk berjalan. Setelah itu Jimin kehilangan kesadaran.

 

TO BE CONTINUE…

Hai beginilah ending chapter 8 dan masih to be continue yaa

Bagaimana? Udah panjang kan chapter kali ini?

Gimana? Makin kepo ga? Makin greget ga?

Yaudah langsung cus aja ya buat tinggalin jejak kalian berupa like atau komentar hehe

Kamsahamnida reader-nim *bow*

15 responses to “Soul School Chapter 8

  1. Pingback: Soul School Chapter 9 | FFindo·

  2. akhirnya Jin muncul muhahaha masih ga bisa ngebayangin si Jimin manggil Jin, “Jin” aja wkwk
    tiba-tiba Chanyeol muncul, wut?! bisa banget bikin penasaran😦

  3. Pingback: Soul School Chapter 10A | FFindo·

  4. Pingback: Soul School Chapter 10B | FFindo·

  5. Pingback: Soul School Chapter 11 – FFindo·

  6. Pingback: Soul School Chapter 12 – FFindo·

  7. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  8. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s