My Bestfriend My Love

mbmy

My Bestfriend My Love

.

ssenxiu

.

OC as Jung Dahyun

Mark (GOT7) as Kevin Oh / Oh Hyunsoo

.

Romance, school-life, fluff || Oneshoot || General

===000===

Aku melangkahkan kakiku di bandara Incheon, Seoul. Aku baru sampai setelah perjalanan panjang yang kulewati tadi. Ya, aku pindah untuk menyusul sahabatku yang sudah lebih dulu berada di sini.

Aku menengok kanan dan kiri. Aku mendesah kecewa. Akhirnya, dengan gontai aku berjalan menuju pintu keluar. Sepertinya dia tidak datang dan aku terpaksa pesan taksi.

Baru saja aku akan berjalan ke tempat pemesanan taksi, ada sebuah tangan yang memelukku dari belakang.

“Dahyun, kaukah itu??”

“Kevin??”

Aku membalikkan badanku dan tersenyum senang.

“Ternyata aku benar..”

“Kevin??!! Ini kau??!!”

“Iya ini aku. Kau tidak mengenaliku eoh?? Apa kau sudah mulai melupakan sahabatmu yang tampan ini??”

“Sudah jangan menghayal!! Ternyata kau tidak berubah dari dulu. Hei..siapa bilang aku melupakanmu?? Kau kan sahabatku!!”

“Baik baik.. aku percaya. Sekarang, kau mau pulang atau tidak??”

Aku mengangguk dan menggandeng tangan Kevin dengan erat. Kami bersahabat dari kami masih sangat kecil. Kami semakin dekat semenjak kedua orang tuaku meninggal dan ibu Kevin mengasuhku.

Saat SMP, aku ikut orangtua Kevin untuk pindah ke Amerika. Di Amerika, aku dan Kevin satu sekolah dan kami selalu menghabiskan waktu berdua. Sampai akhirnya, Kevin dan orang tuanya memutuskan kembali ke Korea.

“Kita harus pindah Dahyun. Ayo kemasi barang barangmu”

“Tidak ahjumma, ahjusshi. Aku tetap di sini”

“Wae??”

“Aku akan tetap bersekolah di sini hingga kelas 1 SMA nanti. Setelah lulus, aku akan kembali ke Korea”

“Tapi, kau yakin tidak apa apa sendirian di sini??”

“Tidak apa. Lagipula semua bekal yang kalian berikan padaku sudah cukup kok. Aku malahan terus merepotkan kalian”

“Baiklah. Kau boleh tinggal di sini. Tapi ingat, kau harus berjanji pada kami bahwa jika nanti kau kembali, kau harus selalu sehat dan ceria. Arraseo??”

“Nde, arraseo. Gomawo ahjumma, ahjusshi!!”

Kevin yang mendengar ucapanku dengan kedua orangtuanya menjadi marah padaku. Aku berusaha membujuknya untuk mendengarkanku tapi dia selalu menolak. Sampai akhirnya, aku memberanikan diri menuju kamarnya

“Kevin??”

“Keluar”

“Kevin kumohon dengarkan aku..”

“Apa lagi??!! Sudah jelas kan kalau kau tidak mau ikut kami??!!! Ya sudah!! Anggap kita tidak pernah bersahabat!! Bukankah kau sendiri yang berjanji padaku untuk selalu disisiku??!! Sekarang??!! Apa??!!”

Aku melangkah mendekati Kevin sambil menangis. Aku duduk di hadapannya dan memeluknya. Aku menepuk nepuk punggung Kevin.

“Aku tidak pergi darimu. Aku hanya ingin lebih lama lagi di sini. Ada satu kewajiban yang masih belum jalani. Aku masih harus merawat nenekku yang sakit sesuai permintaan ibuku. Aku sudah berjanji bahwa 4 tahun lagi aku akan kembali. Kita juga masih bisa berhubungan kan meski tidak bertatap muka”

Kevin melepaskan diri dari pelukanku dan menatap wajahku

“Tapi aku tidak ingin pisah denganmu..”

Aku semakin meneteskan air mata.

“Aku juga tidak ingin, Kevin. Tapi aku masih harus disini?? Kau sahabatku kan?? Sahabat harus bisa memahami perasaan sahabatnya. Kau ingat janji itu??”

Kevin mengangguk dan memelukku

“Aku pegang janjimu. 4 tahun lagi kita akan bertemu. Kuharap kau tidak melupakanku, Dahyun”

“Sudah pasti. Tidak mungkin aku melupakanmu. Sudah ya?? Aku pasti kembali”

Aku dan Kevin akhirnya menghabiskan waktu berdua malam itu. Keesokan harinya, aku mengantar Kevin dan kedua orangtuanya ke bandara.

“Jaga dirimu, Dahyun. Kalau ada apa apa, segera telepon kami”

“Pasti!! Kalian juga hati hati!!”

Setelah kedua orangtua Kevin masuk, Kevin mendatangiku

“Kau yakin tidak ikut??”

“Iya. Aku yakin”

“Aku akan merindukanmu”

Aku memeluk Kevin dan sekali lagi kami larut dalam kesedihan. Pada waktu itu, aku menganggap Kevin adalah duniaku. Aku cukup sedih saat itu.

“Jaga dirimu”

Aku mengangguk dan mendorong Kevin agak mau masuk

“Annyeong!!” kataku sambil melambaikan tanganku.

Aku menangis memandangi pesawat yang ditumpangi Kevin dan orangtuanya. Aku tersenyum dan kembali melambaikan tanganku

“Annyeong”

Setelah 4 tahun berlalu, aku akhirnya kembali ke sini. Sekarang, aku dan Kevin sedang menuju rumah Kevin untuk bertemu orang tua Kevin

“Apa yang kau lakukan selama di sana??”

“Hanya sekolah, makan, dan tidur”

“Bukan itu!! Semua orang juga melakukan itu!! Yang lebih spesifik??”

“Apa??”

“Aishh!! Kau sudah punya pacar atau belum??”

Aku sedikit terkejut dengan perkataan Kevin. Kevin terlihat salah tingkah

“Kenapa kau menanyaiku begitu??”

“T-tidak apa apa. Aku kan sahabatmu. Tidak boleh??”

“Boleh sih. Tapi tumben, seorang Kevin menanyaiku begitu?? Memangnya kenapa?? Kau cemburu denganku ya karena kau masih jomblo sampai sekarang??”

“Jadi kau benar benar sudah punya pacar??!!”

“Tidak tidak!! Kau ini!! Percaya padaku, aku masih sendiri”

Kevin terlihat lega dan mengacak rambutku. Tanpa Kevin ketahui, sebenarnya aku menyukainya. Dari kami kecil, sifat Kevin yang ceria membuatku merasa nyaman bersamanya.

Besoknya, aku bersiap siap untuk berangkat ke sekolah baruku. Berkali kali aku melihat pantulan diriku di kaca.

“Sudahlah. Kau sudah cantik kok”

“Baiklah. Kau sudah siap?? Berangkat sekarang??”

Kevin mengangguk dan menggandeng tanganku. Sepanjang perjalanan, kami tak henti hentinya tertawa. Perpisahan yang sangat lama membuat kita seolah tidak ingin berpisah sedetik pun

“Kau tau?? Ada seorang yeoja yang menyukaiku saat aku berada di kelas 1 SMA”

“Oya?? Lalu bagaimana??”

“Aku menolaknya”

“Mwo??!! Wae??”

“Karena aku tidak menyukainya”

“Biar aku tebak, kau menolak yeoja itu dengan dingin kan??”

Kevin hanya tertawa sambil menggosok tengkuknya.

“YA!! Oh Hyunsoo a.k.a Kevin Oh!! Kau harus lebih lembut lagi pada perempuan. Kalau tidak, kau akan sedirian seumur hidup!!”

“Tidak”

“Tidak?? Kenapa??”

“Karena aku punya kau!! Jika nanti tidak ada yeoja yang mau denganku, kau harus terus mendampingiku sampai tua!!”

“Mwoya??!! Kau gila eoh??!! Aku ingin menikah!!”

Kevin tertawa dan mengacak rambutku. Aku yang kesal memukul punggungnya dan kembali menggandeng tangannya.

Di kelas, aku memperkenalkan diriku di depan seluruh siswa di kelas yang aku tempati. Oya, aku juga satu kelas dengan Kevin. Ternyata, siswa siswi di sini terbiasa memanggil Kevin dengan nama Hyunsoo yang merupakan nama Korea Kevin.

“Ya, Hyunsoo-ya!!”

“Panggil aku Kevin saja!! Rasanya agak aneh jika kau yang selalu memanggilku Kevin sekarang memanggilku dengan nama Hyunsoo”

“Wae?? Nama Kevin terasa seperti panggilan spesial memangnya??”

“Bisa dibilang begitu”

“Kau ini!!”

Sepulang sekolah, aku kembali pulang bersama Kevin. Sesampainya di rumah, kami berganti baju dan makan siang bersama di ruang makan

“Siapa namja di perpus tadi??” kata Kevin padaku

“Oh.. dia Park Jinsung. Anak kelas sebelah”

“Ada urusan apa kalian mengobrol berdua??”

“Tidak ada apa apa. Dia hanya memintaku untuk mengurus kegiatan paduan suara minggu depan”

“Baguslah. Jangan terlalu dekat dengannya”

“Memangnya kenapa??”

“Tidak ada apa apa. Nurut saja”

Aku mempoutkan bibirku dan memandangi Kevin yang pergi ke dapur untuk mencuci mangkuknya. Aku pun tersenyum dan kembali makan

Setelah makan, kami mengerjakan tugas untuk besok dan juga belajar. Untuk masalah nilai, kami setara. Bahkan, kami sering rebutan rangking di kelas. Aku dan Kevin tidak pernah jauh dari rangking 1 dan 2. Itu mengapa kami dijuluki sahabat yang jenius.

Malamnya, kedua orang tua Kevin mengumpulkanku dan Kevin di ruang tamu. Mereka bilang, mereka akan menyampaikan hal penting pada kami

“Kevin, Dahyun kami terpaksa mengatakan ini”

“Ada apa eomma?? Apa ada hal yang tidak menyenangkan??” tanya Kevin

“Apa ahjumma ada masalah??” tambahku.

“Tidak. Jadi begini, perusahaan menugaskan kami untuk pergi ke Jepang selama 1 tahun kedepan. Sekarang yang kami pikirkan adalah kalian?? Apa kalian sanggup tinggal berdua sendirian tanpa kami??”

Aku dan Kevin tersenyum.

“Jangan kuatir ahjumma. Aku dan Kevin akan baik baik saja disini” kataku.

“Dahyun benar, eomma. Aku janji aku akan selalu menjaga dan membahagiakan Dahyun. Jadi, eomma dan appa tidak perlu kuatir”

“Benarkah?? Kalian sanggup??”

“Sanggup”

“Baiklah. Kami lega akhirnya. Kevin, kami sudah transfer sebagian uang ke tabunganmu dan juga ke tabungan Dahyun. Gunakan sebaik baiknya ya?? Ingat, selalu jaga Dahyun”

“Tenang saja, eomma. Percayakan Dahyun padaku”

Orangtua Kevin memelukku dan Kevin. Oya, kami berada di kamar yang sama. Namun, ibu Kevin sudah mengatur tempat tidur yang kita tempati. Tempat tidur kami bergaya tumpuk. Kevin tidur di atas dan aku tidur di bawah.

Besoknya, aku mengantar orangtua Kevin ke bandara. Kevin tidak ikut karena ia ada acara di sekolahnya.

“Hati hati ya Dahyun?? Jika ada apa apa, langsung kabari kami”

“Tenang saja ahjumma. Ahjumma hati hati juga disana. Sering sering memberi kabar”

Mereka tersenyum dan melambaikan tangan ke arahku. Awalnya, semuanya memang baik baik saja. Aku bersama Kevin menghabiskan banyak waktu bersama. Namun, semua berubah ketika festival sekolah diadakan.

“Dahyun!! Americano 1!!”

“Ah!! Ya!!”

Hari itu festival sekolah. Kelas kami mengambil tema cafe dan seisi kelas dibagi tugas untuk mengurus cafe kami. Aku dan beberapa teman yang lain bertindak sebagai barista sedangkan Kevin dan yang lain menjadi pelayan. Ada juga yang bertugas mempromosikan cafe kami kepada para pengunjung

“Permisi”

Aku menoleh ke arah seorang gadis yang mengenakan seragam sekolah lain di depanku.

“Ya?? Ada yang bisa kami bantu??”

“Aku mau pesan minuman”

“Oh.. baik!!”

Aku menghampiri Kevin dan menepuk pelan pundaknya

“Wae??”

“Ada orang yang mau pesan minuman. Sana!! Layani!!”

Kevin mengangguk dan menghampiri gadis itu. Aku memperhatikan cara Kevin berbicara pada gadis itu. Aku melihat tatapan mata gadis itu saat menatap Kevin. Terpancar jelas kekaguman pada wajahnya.

“Kau kenapa??”

Aku terkejut dan langsung pura pura bekerja.

“Tidak”

Bora sahabatku menatap Kevin yang sedang melayani gadis tadi.

“Kau cemburu kan??”

“Mwo??!! Cemburu?? Untuk apa aku cemburu??”

“Tentu saja kau cemburu. Hyunsoo berbicara dengan gadis itu dengan sangat perhatian. Itu adalah hal yang tidak pernah dilakukan Hyunsoo untuk kau kan??” tanya Bora

“Sudahlah. Tidak penting. Gantikan aku dulu ya?? Aku ingin keluar. Panas disini”

Saat aku ingin keluar, aku bertabrakan dengan Jinsung. Pemain musik di klub paduan suara yang aku ikuti.

“Dahyun?? Kau mau kemana??”

“Ah.. Jinsung. Aku mau keluar”

“Aku ada tempat bagus. Ayo ikut aku”

Aku sempat kaget karena tanganku langsung ditarik oleh Jinsung. Aku akhirnya pasrah mengikuti Jinsung tanpa tau bahwa ekspresi Kevin sudah berubah saat melihatku dengan Jinsung

Akhirnya kami berhenti di sebuah taman dekat sekolah. Aku cukup kagum karena selama di sini, aku belum pernah menemukan tempat ini

“Bagus sekali”

“Aku selalu ke sini jika mencari inspirasi lagu. Tempat ini lumayan membantu”

Kami duduk berdua di kursi panjang yang ada di taman itu.

“Kau kenapa??”

“Tidak apa apa” kataku bohong

“Jangan bohong. Meski kau bisa menutupinya, tapi matamu tidak bisa bohong. Kau sedang cemburu kan??”

“Darimana kau tau??”

“Kau cemburu dengan Hyunsoo kan??”

Aku menghela napas dan mengangguk.

“Sudahlah. Paling Hyunsoo hanya memperhalus suaranya karena ia pelanggan perempuan”

“Tapi dengan yang lain, dia tidak seperti itu”

Jinsung tersenyum dan mengacak rambutku.

“Omong omong, ada orang yang menyukaimu”

“Siapa??”

“Kau tidak tau??”

Aku menggeleng. Jinsung menatapku tajam.

“Dahyun, aku me-”

“Dahyun”

Omongan Jinsung terhenti karena tiba tiba Kevin muncul dihadapanku.

“Sejak kapan kau-”

“Ayo pulang. Shift kita sudah selesai”

Aku menurut saja dengan Kevin. Kami akhirnya pulang meninggalkan Jinsung di taman itu sendirian.

Di perjalanan, kami saling diam. Aku yang tidak tahan akhirnya membuka pembicaraan

“Siapa gadis tadi??”

“Dia Soojin. Dia teman lamaku”

Aku mengangguk.

“Kevin”

“Hmm??”

“Aku menyukaimu”

Kevin berhenti berjalan. Ia menatapku

“Apa kau bilang??”

“Aku menyukaimu, Kevin Oh”

Tiba tiba, Kevin berlari kencang entah kemana. Aku kesulitan mencarinya. Tak terasa, hari semakin malam. Aku akhirnya memutuskan menunggu Kevin di rumah. Betapa terkejutnya aku ketika mendapati Kevin dan Soojin tengah berpelukan di depan rumah sakit.

Hatiku sakit. Baru sejam lalu aku mengutarakan perasaanku, tapi sekarang?? Kevin yang sepertinya sadar bahwa aku sedang memperhatikannya hanya menatapku tak peduli.

“Kevin..AHH!!”

Jinsung menarikku dari jalan raya. Jika tadi Jinsung tidak menarikku, aku mungkin sudah mati tertabrak motor.

“Jinsung??!! Kau??”

“Jangan bodoh. Kalau kau mau mati, pakailah cara yang lebih terhormat”

Aku hanya menatap Jinsung. Aku langsung lari karena aku sudah terlalu capek memikirkan semuanya. Malamnya, Kevin sudah pulang. Aku yang berdiam diri di kamar langsung mengunci pintu.

“Dahyun??”

Aku hanya diam tak menjawab. Aku sudah tidak perduli lagi. Sekarang aku tau, aku harusnya tidak mengutarakan perasaanku

“Dahyun kumohon.. buka pintunya”

Tapi, aku mungkin terlalu egois. Kan semua terserah Kevin. Tidak apa jika ia tidak menerima perasaanku. Akhirnya aku membuka pintu kamarku

“Ya??”

“Kau tak apa??”

“Tidak”

“Untuk yang tadi…”

“Sudah makan??” tanyaku mengalihkan pembicaraan

“Belum”

“Makan dulu sana”

“Kenapa kau dingin padaku??”

“Aku tidak dingin padamu. Aku memang kalau bicara seperti itu”

“Bohong!! Dahyun yang kukenal tidak seperti ini”

“Sudahlah Kevin. Maaf soal perkataanku yang tadi ya?? Anggap aku sedang mabuk. Sekarang mandilah dan segera tidur” kataku sambil menutup.pintu

Berat rasanya untuk aku melakukan ini. Tapi, setidaknya dia menolakku dengan benar. Jika dia melakukan itu, mungkin akan terasa sedikit lebih baik dari ini

Author POV:

Pagi itu, ada yang berbeda di rumah Kevin dan Dahyun. Dahyun sengaja berangkat lebih pagi untuk menghindari Kevin. Mereka juga jarang terlihat bersama. Kegiatan yang biasanya mereka lakukan bersama, sekarang menjadi sendiri sendiri.

“Kau ada masalah dengan Hyunsoo??”

Jinsung duduk disebelah Dahyun.

“Tidak. Kami baik baik saja”

“Lalu, kenapa kalian terlihat acuh tak acuh??”

Dahyun menghela napas sambil menutup bukunya.

“Aku hanya butuh sendiri”

“Apa kau tak mau cerita padaku??”

“Sebenarnya, aku menyatakan pada Kevin bahwa aku menyukainya. Tiba tiba dia berlari dan akhirnya..”

“Dia memeluk wanita lain kan??”

Dahyun mengangguk.

“Tentu saja kau tau. Kau yang menyelamatkanku kemarin. Gomawo”

Jinsung tersenyum.

“Oya, ada satu hal yang aku ingin obrolkan denganmu kemarin tapi dipotong oleh Hyunsoo. Kali ini, aku akan langsung to the point”

Jinsung berlutut di depan Dahyun dan memegang tangannya. Dahyun hanya terpaku menatap Jinsung

“Kau kenapa??”

“Aku ingin kau jadi pacarku, Dahyun. Aku menyukaimu”

Dahyun terkejut. Raut wajahnya seketika berubah drastis. Dia bingung mau menjawab apa. Di saat yang bersamaan, Kevin datang dan menarik Dahyun menjauh dari Jinsung

“Jauhi Dahyun” kata Kevin pada Jinsung

“Kevin..”

“Kenapa?? Harusnya kau yang menjauhi Dahyun!! Kau itu hanya menyianyiakan Dahyun!! Sudahlah!! Kau baik baik dengan Soojin dan jauhi Dahyun” balas Jinsung

“Jinsung…”

“Dahyun itu sahabatku!! Aku ada hak atas dirinya!!”

Perkataan Kevin membuat Dahyun tersinggung. Dengan keras, ia menampar pipi Kevin di depan seluruh murid yang ada di perpus itu

“Hyunsoo oppa!!!”

Entah dari mana datangnya, Soojin langsung menghampiri Hyunsoo

“Kenapa kau menampar Hyunsoo oppa??!! Ada hak apa kau??!!”

Dahyun menghampiri Kevin. Tangan kanannya terulur.

“Selamat ya?? Soojin sekarang sudah pindah di sini dan semoga hubungan kalian membaik”

“Dahyun..”

“Sekarang, anggaplah kita bukan siapa siapa. Aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenal aku. Bahagialah dengan Soojin. Soojin, aku titip Kevin padamu. Aku rasa, sudah saatnya kita berpisah”

Dengan berurai air mata, Dahyun hendak beranjak pergi ketika Kevin memegang tangannya

“Kumohon. Beri aku satu kesempatan lagi”

“Begini saja. Aku ingin kau mengatakan secara jelas disini bahwa kau menolakku”

“Dahyun..”

“Bicara saja. Tak apa”

Kevin meneteskan air matanya. Ia menatap Dahyun dengan nanar

“Aku… ti-tidak…bisa… menerimamu… Dahyun”

Dahyun tersenyum getir. Ia mengangguk dan memeluk Kevin.

“Sudahlah. Kita masih bisa jadi teman. Aku tidak mau merusak hubunganmu dengan Soojin”

Dahyun akhirnya meninggalkan perpustakaan dengan berurai air mata. Jinsung segera mengikutinya meninggalkan Kevin dan Soojin di perpustakaan.

“Dahyun..”

“Ya??”

Jinsung secepat kilat memeluk Dahyun. Dahyun sempat terkejut namun akhirnya membiarkan Jinsung memeluknya.

“Sudah sudah. Hyunsoo pasti bahagia dengan Soojin”

Dahyun mengangguk. Jinsung merapikan rambut Dahyun dan dengan satu gerakan, bibir Jinsung sudah menyentuh bibir Dahyun.

“Saranghae, Jung Dahyun”

Kevin POV:

Sejak kejadian di perpus kemarin, aku dan Dahyun benar benar putus kontak. Meski aku ingin mengobrol dengan Dahyun, aku selalu dihalangi oleh Jinsung.

Contohnya kemarin. Saat itu aku baru keluar kelas. Aku melihat Dahyun berada di perpus. Entah dia tau darimana, dia membalikan badan menghadapku. Dia melambaikan tanganya ke arahku.

Entah apa yang merasukiku, kakiku tanpa sadar melangkah ke arahnya. Dia seolah bingung mengapa aku kesini. Aku menempelkan sebelah telapak tanganku ke jendela, bersentuhan dengan telapak tanganya.

Tiba tiba, jendela terbuka dan Jinsung mengeluarkan kepalanya untuk berbicara padaku

“Ada masalah??”

“Ini..” kataku sambil menyerahkan kertas study tour ke Dahyun tapi direbut oleh Jinsung lalu diberikan lagi ke Dahyun

“Itu saja?? Ada yang lain??”

“Tidak. Maaf menganggu kalian”

Aku pun pergi dari situ. Dahyun terlihat ingin memanggilku namun ditarik oleh Jinsung dan tubuh Dahyun segera dikunci dengan ciuman mendadak di bibirnya.

“Aku belum ingin melepaskanmu. Tidak… aku tidak akan melepaskanmu. Aku janji, aku akan membahagiakanmu lebih daripada Hyunsoo”

Jinsung akhirnya pergi meninggalkan Dahyun yang hanya diam mendengar perkataan Jinsung.

Akhirnya, aku pulang sendirian. Aku menyusuri jembatan yang dulu menjadi tempatku dan Dahyun bermain.

“Kevin!!”

Aku menoleh. Dari kejauhan, Dahyun berlari menghampiriku.

“Dahyun??”

“Kau mau pulang kan?? Ayo barengan!!”

“Tapi Jinsung??”

“Sudahlah. Aku sudah ijin kok. Lagipula, tidak boleh jika aku pulang bersama temanku sendiri??”

Aku hanya menggeleng. Dahyun tersenyum dan segera berjalan.

“Bagaimana Soojin??”

“Baik”

“Kau yakin?? Kau bersikap baik kan padanya??”

“Iya”

“Baguslah!! Jika kau tidak bersikap baik padanya, aku akan memukulmu!!”

Kami akhirnya tertawa. Sesampainya di rumah, ternyata Soojin sudah menunggu di depan pintu rumahku.

“Soojin..”

“Kalian?? Kok bareng??”

“Iya. Kami tinggal bersama” jawabku jujur

“Apa??!!”

“Hei. Tenang saja. Aku tidak akan menganggu kalian. Orang tuaku sudah meninggal, jadi eomma Kevin yang mengasuhku” tambah Dahyun

Ekspresi Soojin antara kaget dan tidak percaya. Dahyun ijin masuk duluan meninggalkanku dengan Soojin.

“Omong omong, kau mau apa ke sini??”

“Aku hanya ingin bilang kalau besok aku tidak ikut study tour di Jeju. Tapi, kebetulan tanggal 28 aku ke Jeju karena ada saudara yang menikah. Aku mengundangmu datang, kuharap kau bisa datang”

Aku hanya mengangguk dengan tak yakin. Soojin tersenyum dan mencium pipiku

“Annyeong oppa!!”

Aku hanya tersenyum tipis sambil melambaikan tanganku ke arah Soojin

Author POV:

Keesokan harinya, seluruh murid murid kelas 11 berkumpul di sekolah untuk berangkat ke Jeju. Kami naik bis bersama ke bandara Gimpo lalu turun untuk berganti kendaraan

“Jangan ada yang ketinggalan di bis!! Kita tidak akan pakai bis ini!!”

“Ne!!” jawab murid murid.

Dahyun menurunkan koper besarnya. Kevin yang melihat Dahyun kesulitan berniat membantu. Tapi sayang, ia sudah keduluan Jinsung

“Berat ya?? Aku bantu”

Dahyun tersenyum sambil membawakan tas ransel Jinsung. Kevin hanya menghela napas dan berjalan mendahului Dahyun.

Di Jeju, Dahyun dan Jinsung pisah bis karena mereka pisah kelas. Selama di bis, Dahyun menghabiskan waktunya dengan Kevin. Mereka duduk bersebelahan

“Kau tidak capek??”

“Aku?? Tidak!! Bukankah perjalanannya justru lebih lama dari Amerika ke Korea ketimbang Seoul ke Jeju?? Jadi fisikku sudah kuat”

“Iya iya. Aku paham”

Mereka tertawa. Hari itu para siswa diantar ke hotel untuk tidur. Acara mulai baru besok. Dahyun dan Kevin terpaksa sekamar karena undian yang mereka terima. Kelas 11-1 tidak memusingkan Dahyun dan Kevin yang tidur bersama. Mereka sudah tau jika Dahyun tinggal di rumah Kevin.

“Sehabis ini kau mau kemana??”

“Aku ingin ke supermarket, mau beli ramyeon. Mau ikut??”

“Boleh deh. Yuk!!”

Dahyun dan Kevin melangkah keluar dari kamar mereka. Mereka harus turun 2 lantai untuk mencapai supermarket yang ada dalam hotel.

“Dahyun??”

“Oh.. Jinsung”

“Sedang apa di sini??”

“Membeli ramyeon untuk aku dan Kevin”

Jinsung mengangguk.

“Sudah ya?? Aku duluan” kata Dahyun sambil berlalu dengan Kevin

Jinsung menatap mereka lalu kemudian tersenyum getir.

Keesokan harinya, mereka memulai jalan jalan mereka. Pada awal awal, Kevin memang ikut, tapi pada akhirnya ia ijin untuk kembali ke hotel.

“Kau sakit??”

“Iya. Tidak enak badan”

“Baiklah. Kau boleh kembali ke hotel. Nanti kau akan ditemani Jihan. Tapi ingat, segera kabari kami jika kau sudah baikan”

“Baik saem”

Dahyun melambaikan tangan kearah Kevin.

“Cepat sembuh”

Kevin mengangguk dan tersenyum. Sesampainya di hotel, Kevin dan Jihan segera membaringkan tubuhnya di kasur

“Sebenarnya, kau benar benar sakit??”

“Tidak”

“Mwo??!! Lalu??”

“Aku hanya pura pura”

Jihan mendecak kesal. Kevin mulai bangkit dan mengganti pakaiannya.

“Kau mau kemana??”

“Pesta pernikahan saudara Soojin. Dia mengundangku”

“Mwo??!! Jadi kau mengatur semua ini hanya untuk bertemu Soojin??!!”

“Iya”

“Tau begini, aku tidak bersedia tutup mulut!! Dahyun bagaimana??!! Secepat ini kau menyerah??!!”

“Biarlah. Dia sudah bersama Jinsung. Aku tidak bisa apa apa”

Jihan hanya menggelengkan kepalanya. Setelah Kevin selesai bersiap siap, dia menatap Jihan

“Mau ikut tidak??”

“Yasudah deh. Aku ikut”

Kevin tersenyum dan mereka pun keluar untuk memesan taksi. Sesampainya di sebuah hotel, mereka turun

“Oppa!!”

“Soojin..”

“Ternyata kau datang..”

“Tentu saja aku datang. Kau kan mengundangku??”

Soojin tersenyum.

“Sudah bermesra mesraannya??”

“Jihan sunbae?? Kenapa disini??”

“Tanya saja dengan pacarmu itu”

“Aku yang mengajaknya”

“Baiklah. Silahkan masuk”

Tak terasa, hari sudah menjelang sore. Mereka kahirnya pulang ke hotel sebelum yang lainnya datang.

Mereka berada di Jeju selama 5 hari lalu pulang.

Dahyun POV:

Tak terasa sudah satu tahun aku disini. Sekarang aku kelas 3 SMA dan akan lulus. Tapi, setelah lulus, aku akan segera pergi dari Korea.

Aku harus kembali ke Amerika. Ya, berat rasanya mengambil keputusan ini. Hubunganku dengan Jinsung sudah selesai. Saat liburan kemarin, aku menceritakan semua isi hatiku padanya. Dia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa aku harus ikuti kata hatiku

Tapi, kurasa perjuanganku sudah selesai. Kevin sudah menemukan pengganti diriku. Itulah alasan kenapa aku kembali ke Amerika. Aku sudah tidak ada urusan di sini

Perasaanku sudah kusampaikan dan bagiku itu sudah cukup.

“Kau yakin akan pergi, Dahyun??”

“Aku yakin ahjumma. Urusanku di sini sudah selesai”

“Kau menyukai Kevin kan??”

“Ah?? Ani.. aku hanya menyayanginya sebagai sahabat. Tidak lebih”

“Jangan berbohong pada ahjumma. Ahjumma bisa melihatnya dari matamu”

“Sudahlah ahjumma. Tidak usah dibahas lagi”

Aku menutup pintu kamarku dan merebahkan diri di kasur. Kami menjalani ujian selama seminggu penuh dan hasilnya diumumkan seminggu kemudian.

Syukurlah, aku lulus dengan nilai yang memuaskan. Kemarin, aku sudah sempat mendaftar ke salah satu universitas di sana. Mereka pun menerimaku dan mulai minggu depan, aku sudah bisa pindah ke Amerika.

Semua ini tidak diketahui oleh Kevin. Aku juga berencana pergi diam diam tanpa sepengetahuan Kevin.

Seminggu kemudian..

Hari ini adalah hari keberangkatanku. Kevin sedang pergi berlibur dengan teman temannya ke Gwangju. Aku pun sudah mengatur semuanya. Kevin baru pulang 2 hari lagi dan sekarang adalah saat yang tepat untuk aku pergi.

Aku diantar orangtua Kevin ke bandara. Kami pun berpelukan

“Terima Kasih ahjumma, ahjusshi. Kalian telah merawatku dari aku kecil sampai sekarang. Aku yakin, eomma akan bahagia dari sana”

“Tentu saja Dahyun. Eommamu pasti bangga memiliki anak sebijak dan sebaik dirimu. Jaga dirimu di sana ya?? Sering sering memberi ahjumma kabar. Jika sempat, kami akan mengunjungimu”

“Tentu. Annyeong!!”

Aku melangkahkan kakiku sambil menyeret koperku. Sekali lagi, kupandangi semuanya sebelum aku pergi.

“Goodbye Korea.. Goodbye Kevin”

Pesawatku sudah hampir berangkat. Aku segera masuk dan duduk di kursi sesuai tiket yang kudapat. Kebetulan, aku duduk di dekat jendela. Aku bisa melihat bandara Incheon dari luar

Tiba tiba, aku melihat sosok familiar di antara orang orang. Itu Kevin!! Tapi, kenapa dia bisa disini??

Dia menatap pesawatku dan seketika itu juga air mataku tumpah. Dia juga menangis dan berteriak memanggilku.

Aku hanya memejamkan mataku dan berpura pura tidak melihatnya. Tapi kemudian aku menoleh lagi dan ternyata Kevin sedang melambaikan tangannya kearah pesawatku.

“Mianhae.. Kevin”

Epilogue:

Tak terasa sudah 1 tahun lebih 2 bulan aku disini. Aku menikmati kehidupanku sebagai mahasiswi. Aku tidak pernah lupa menghubungi orangtua Kevin. Minggu ini jatahku libur. Aku memutuskan untuk berkunjung ke SMP lamaku di Amerika.

Setelah mendapat ijin dari ibu kepala sekolah yang ternyata masih mengingatku, aku memasuki kelas yang kosong karena anak anak sudah pulang terlebih dahulu

Aku mengecek satu persatu meja di kelas itu. Alangkah terkejutnya aku ketika menemukan namaku terukir di sebuah meja. Aku mencoba mengingatnya lagi. Ah!! Aku ingat!! Ini adalah meja dimana Kevin duduk dulu.

Aku meneteskan aur mata ketika aku menemukan sebuah surat tersembunyi di bawah laci meja. Aku membacanya dan seketika itu juga ku langsung menangis

Di surat itu, Kevin menceritakan semua perasaannya padaku. Ia tidak berani bilang langsung padaku jadi dia menulias surat ini.

Dari surat inilah, aku tau bahwa Kevin sebenarnya menyukaiku dari dulu. Menyesal, ini yang kurasakan sekarang.

TING TING!!

Ponselku berbunyi. Sepertinya ada sms masuk. Aku membaca sms itu dan terkejut. Itu sms dari Kevin!!

From: Kevin

Aku di bandara. Tolong kesini secepatnya

 

Aku tersenyum bahagia dan langsung berlari keluar sekolah. Di pikiranku sudah dipenuhi dengan rasa rinduku pada Kevin. Sesampainya di bandara, aku masuk dan mencari cari Kevin.

Hampir setengah jam aku berkeliling bandara tapi aku tidak menemukan Kevin. Aku mulai panik. Air mata yang menggenang di pelupuk mataku mulai tumpah. Aku begitu panik hingga tak menyadari ada seseorang di belakangku.

“Dahyun”

Aku menoleh ke belakang. Kevin tersenyum padaku sambil merentangkan tangannya. Aku berlari dan menghambur ke pelukannya

“Aku senang kau membaca smsku”

“Kenapa kau ke sini??”

“Aku ingin menyusul seseorang yang menjadi cinta pertamaku dulu”

Kevin melepas pelukannya dan menatapku.

“Aku minta maaf Dahyun. Aku salah karena aku terlambat mengatakan ini semua. Tapi, aku ingin kau tau satu hal. Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu sampai kapanpun.”

“Kevin..”

“Jadilah orang spesial dalam hidupku!! Aku memintamu untuk itu”

Aku mengangguk dan berpelukan lagi dengan Kevin. Akhirnya, kami pun saling berciuman di tengah kerumunan orang yang berlalu lalang di bandara

“Gomawo, Kevin. Aku mencintaimu..”

 

THE END

This is very long fict guyss!!

Hope you guys enjoy dan sorry untuk keabsurd-an cerita. Aku tau aku bukan pro jadi beginilah fict aku. Berantakan kaya lapangan abis dibuat festival

KEEP RCL!!

6 responses to “My Bestfriend My Love

  1. alurnya kecepetan sih tapi ide ceritanya bagus kok🙂 cuma antara flash back sama masa sekarangnya bisa dikasi pembatas atau yang bikin beda gitu kaya digaris miring atau dikasi paragraf baru pake tanda *** ? semangat yaa🙂 belajar teruss🙂

    • Thanks banget buat masukannnya… seperti yang aku bilang.. aku punya banyak kekurangann.. makasih banget udah nyempetin bacaa… go go go!!

  2. suka banget sama ceritanya. akhirnya mereka bersatu tapi yang aku gak engeh kenapa juga kevin nolak dahyun ketika nyatain cinta. kan sayang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s