My Husband is Rich Man and Cold Man – Part 4 + ANNOUNCEMENT!

2

My Husbang is Rich Man and Cold Man – Part 4

ANNOINCEMENT!! – di akhir cerita

Happy Reading!

Seuk Hye memandang lekat gedung tinggi yang berada di depannya saat ini. Berdiri dengan gagah, terkagum bagi siapa saja yang melihat gedung ini. Seuk Hye akui saat ini dirinya terkagum dengan apa yang sedang ia lihat saat ini. Tetapi, semua rasa kagum itu lenyap begitu saja disaat Seuk Hye mengingat perilaku pemilik dari gedung ini terhadap dirinya.

Miris.

Satu kata itu menggambarkan keadaan Seuk Hye selama ini. Mempunyai seorang suami yang sangat kaya bahkan kata sangat kaya itu tidak cocok lagi disandingkan dengan suaminya. Karena harta milik suaminya sangatlah melimpah. Bukan hanya dinegara ini suaminya  memiliki kekayaan yang berlimpah hampir di setiap negara. Suaminya memiliki kekayaan yang sedang tumbuh lebih banyak lagi tanpa sepengetahuan Kyu Hyun sendiri.

Can i?” gumam Seuk Hye sambil melihat lagi betapa tinggi gedung kantor CG’s Group.

“Nyonya Cho?” sapa penjaga yang berdiri di depan pintu masuk sambil menundukkan kepalanya bukan hanya satu penjaga tetapi seluruh penjaga yang berjaga di depan gedung CG’s Group berdiri menghadap kearahnya sambil menundukkan kepalanya.

Seuk Hye mengangguk singkat membalas sapaan mereka dan berjalan masuk ke dalam gedung ini untuk pertama kalinya.

Untuk pertama kalinya.

Karena Seuk Hye sendiri enggan sekali untuk singgah di gedung milik suaminya bahkan suaminya sendiri tidak berniat untuk menyuruh atau meminta Seuk Hye untuk datang ke CG’s Group.

Para karyawan CG’s Group menghentikan langkahnya sekedar menundukkan kepala memberi hormat kepada istri dari atasan mereka. Tatapan kagum dari para karyawan yang Seuk Hye lewati terasa oleh Seuk Hye. Seuk Hye tersenyum tipis menganggapi semua ekspresi para karyawan suaminya.

Tentu saja semua karyawan itu terkejut. Untuk pertama kalinya Seuk Hye menginjakkan kaki di gedung ini. Apalagi dengan cara berpakaian Seuk Hye yang menurut para karyawannya cukup membuat mereka terkejut.

Hotpants jeans warna putih dipadupadankan dengan kaos V-Neck berwarna biru laut, rambut Seuk Hye yang dikumpulkan menjadi kucir kuda yang sangat cantik untuk dilihat, dan di kaki Seuk Hye terlihat sneakers berwarna putih yang memperindah kaki jenjang miliknya. Dan tidak lupa pula tas selempang kecil berwarna putih tersampir di bahu kanan Seuk Hye.

Seuk Hye akui bahwa cara berpakaian itu seperti menunjukkan bahwa Kyu Hyun benar-benar seorang pedofilia. Tetapi memang itu kenyataannya. Pria yang hampir berkepala empat itu menikahi seorang wanita yang belum berumur kepala tiga. Seuk Hye terkikik pelan mengingat kembali jarak umur mereka.

 

PING

 

“Selamat datang, Nyonya Cho.”

“Kau kembali memaggilku Nyonya Cho, Albert?”

“Saya hanya mengingatkan ini daerah kantor, nyonya.”

Seuk Hye mengangguk singkat dan mengerti. Berjalan mengikuti Albert yang berada di depannya saat ini, Seuk Hye melirik sekilas kearah punggungnya terlihat dua orang perempuan yang berjas rapi sama halnya dengan dipakai Albert.

“Bodyguard baru, Albert?” tanya Seuk Hye dengan senyuman yang cukup mengerikan. Albert menghentikan langkahnya dan melihat dua orang wanita yang berada di belakang punggung Seuk Hye. Albert tersenyum dan mengatakan,

“Tidak, Nyonya. Mereka beberapa pengawal anda yang ditugaskan untuk menjaga anda selama ini. Mereka mengetahui bahwa anda akan datang kemari. Makadari itu dua dari mereka hadir di sini untuk mendampingi anda, nyonya.”

Seuk Hye mengernyitkan dahinya dan mengangkat alisnya terkejut mendengar penjelasan Albert.

 

Bodyguard untukku?

Seuk Hye baru saja ingin membalas perkataan Albert tetapi Kyu Hyun tampak dari jauh sedang berjalan kearahnya, ah bukan. Kyu Hyun hendak kembali ke ruangannya tepat di samping Seuk Hye yang hanya beberapa lengkah belok ke kanan, Seuk Hye dapat masuk ke ruangan Kyu Hyun.

Kyu Hyun yang ditemani dengan dua sekeretaris cantik nan anggunnya berjalan kearah mereka.

“Albert, re-schedule makan siangku bersama client kita siang hari ini.” Kata Kyu Hyun untuk Albert tetapi menatap Seuk Hye teliti dari ujung kepala hingga ujung kaki. Seuk Hye menatap Kyu Hyun datar dengan apa yang Kyu Hyun lakukan.

“Jangan biarkan satu orang pun masuk ke ruanganku tanpa seizinku.”

Kyu Hyun berjalan masuk setelah mengatakan dengan sangat dinginnya. Seuk Hye tidak bergeming dan menatap satu persatu sekretaris cantik Kyu Hyun. Dua sekretaris Kyu Hyun yang menyadari tatapan Seuk Hye sontak menundukkan kepalanya.

“Lain kali aku akan mengirimkan pakain yang lebih manusiawi lagi kepada kalian. Albert, katakan pada salah satu bodyguardku itu untuk membeli pakaian untuk mereka berdua. Segera.”

“Sesuai dengan permintaan anda, nyonya.”

Seuk Hye tersenyum singkat dan melenggang pergi masuk ke dalam ruangan Kyu Hyun. Dua sekretaris Kyu Hyun menghembuskan nafasnya kasar dan menatapa tajam punggung Seuk Hye yang baru saja menghilang masuk ke dalam ruangan Kyu Hyun.

“Kalian tahu, apapun yang diinginkan Nyonya Cho sama seperti perintah Presdir Cho terhadap kita. Jadi, jangan sampai kalian kehilangan pekerjaan kalian karena sikap kalian itu. Jika Nyonya Cho berkata memenggal kepala kalian saat ini juga maka salah satu dari kami akan memenggal kepala kalian saat ini juga.” Kata Jessie, salah satu bodyguard Seuk Hye yang berdiri menatap tajam dua sekretaris Kyu Hyun.

Albert mengangguk setuju.

Walaupun sikap Kyu Hyun yang sangat dingin kepada Seuk Hye tetapi Kyu Hyun mengatakan bahwa apapun yang keluar dari mulut Seuk Hye sama halnya keluar dari mulutnya. Dengan kata lain perintah Seuk Hye juga termasuk perintah dari Kyu Hyun kecuali jika perintah Seuk Hye bertolak belakang dengan perintah Kyu Hyun, maka orang-orang Kyu Hyun akan mengikuti perintah Kyu Hyun tanpa memperdulikan perintah Seuk Hye.

Salah satu keuntungan Seuk Hye sebagai istri Kyu Hyun.

 

*****

 

Seuk Hye menutup pintu ruangan Kyu Hyun cukup kasar sehingga membuat Kyu Hyun yang semula duduk dengan menutup matanya terbuka dengan sempurna dan menatap Seuk Hye dengan tatapan tanda tanya. Seuk Hye menyadari hal itu. Tanpa mengindahkan tatapan Kyu Hyun, Seuk Hye duduk di depan meja kerja Kyu Hyun dengan kasar dan melempar asal tas selempang kecilnya di kursi lainnya yang berada tepat di sampingnya.

Kyu Hyun menaik-naikkan alisnya seperti menyuruh Seuk Hye berbicara.

Hening.

Baik Kyu Hyun dan Seuk Hye hanya saling menatap seperti berbicara melalui mata. Dan sepertinya mereka menikmati tingkah konyol tersebut. Seuk Hye menatap Kyu Hyun dengan seksama. Seuk Hye tersenyum meremehkan dan menghembuskan nafasnya tiba-tiba. Kyu Hyun merasa diremehkan pun, melipatkan kedua tangannya di depan dada dan menatap tajam Seuk Hye.

“Apa maumu?” tanya Kyu Hyun memecahkan keheningan.

Seuk Hye tertawa kecil. Akhirnya kali ini dia memenangkan permainan konyol ini. Seuk Hye sendiri tidak mengerti dengan sikap tubuhnya. Dulu, Seuk Hye hanya seperti boneka Kyu Hyun. Apapun yang diperintahkan Kyu Hyun, dipastikan Seuk Hye akan menuruti dan melaksanakan perintah Kyu Hyun.

Tetapi kali ini, Seuk Hye ingin sekali membuat Kyu Hyun yang kali ini menuruti semua kemauannya.

“Mauku?” kata Seuk Hye mengulangi pertanyaan Kyu Hyun. Seuk Hye menatap lurus manik mata milik Kyu Hyun. Sebaliknya, Kyu Hyun menatap tajam manik mata Seuk Hye yang Kyu Hyun sendiri tidak mengerti kenapa istrinya itu menjadi seperti itu.

Apakah sesuatu telah terjadi dengan Seuk Hye menginap di rumah Keluarga Kim kemarin? Kyu Hyun mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

“Jika kita bercerai, apa yang akan terjadi?” tanya Seuk Hye santai. Mata Kyu Hyun membulat sempurna mendengar perkataan yang baru saja dilontarkan oleh bibir cantik milik Seuk Hye.

“Kau melanggar kontrak atau perjanjian kita dan kau akan mendapatkan denda serta hukuman.” Jawab Kyu Hyun dengan senyum yang menakutkan.

“Kau terlebih dahulu berbuat curang denganku. Kau membohongiku.” Kata Seuk Hye pelan tetapi sangat dingin.

“Bohong?”

“Iya. Sudah kukatakn sebelum kita menikah ataupun sebelum aku menandatangi perjanjian itu. Jika kau sebelumnya telah memiliki istri, maka aku tidak akan mau menikah denganmu. Tetapi saat itu Albert hanya mengatakan bahwa Oh Hye Rin hanyalah mantan kekasih yang amat kau cintai yang sialnya  meninggal karena ayahku yang membunuhnya.” Kata Seuk Hye panjang lebar dengan mata yang berkobar dengan amarah.

Tubuh Kyu Hyun menegang. Tidak menyangka jika Seuk Hye akan mengatakan semua ini dan Seuk Hye memiliki nyali untuk memojokkannya seperti saat ini.

“Percuma jika kau ingin protes ataupun sebagainya. Perjanjian telah kau tandatangani, dan beberapa fasilitas yang aku berikan bahkan telah kau pakai sampai saat ini.”

“Tentu saja aku akan memakainya. Aku akan memakainya hingga kau tidak bisa lagi memberiku fasilitas lagi. Dan kau sudah memiliki dua kesalahan.”

Seuk Hye tertawa pelan dan melipat kedua tangannya di depan dada. Kyu Hyun mengepalkan kedua tangannya teramat kuat, menahan emosi.

“Kau ingin balas dendam?”

“Tidak.”

“Lalu?”

“Aku akan menggunakan statusku ini mencari bukti bahwa ayahku bukanlah seorang pembunuh. Dan jika benar semua itu terbukti, bebaskan ibuku dan ceraikan aku.”

Kyu Hyun tertawa pelan dan menutup mulutnya dengan punggung tangan kanannya sambil melihat Seuk Hye meremehkan.

“Apa yang kau tertawakan?” tanya Seuk Hye sarkatis dengan alis mengernyit menatap Kyu Hyun bingung.

Sungguh saat ini, ingin sekali Seuk Hye memutar kepala Kyu Hyun hingga putus. Dia merasa seperti seorang boneka. Ya, benar. Bukan hanya seperti seorang boneka, tetapi Kyu Hyun juga membuatnya seperti orang idiot yang tidak pernah duduk di bangku sekolah. Sialan.

 

KYU HYUN POV

 

Wanita gila ini yang sialnya adalah istriku sendiri sedang mengatakan hal-hal yang menurutku tidak mungkin terjadi. Mencari bukti bahwa ayahnya bukanlah seorang pembunuh? Itu sangatlah tidak mungkin. Karena aku memiliki bukti bahwa ayahnya itu telah membunuh Hye Rin.

Ingin membuatku jatuh menggunakan hartaku sendiri? Ide yang cemerlang. Wanita ini menyadari bahwa dengan kekuasaanku ini, mungkin saja bisa terjadi keajaiban. Mungkin saja.

“Apa yang kau tertawakan?”

Aku menghentikan tawaku melihaat raut wajah Seuk Hye telah berubah menjadi sangat dingin.

Aku akui bahwa wanita ini memiliki kemiripan denganku. Wajah dinginnya dan mulut tajamnya. Dia pandai memakai dua hal tersebut di dalam waktu yang tepat. Termasuk saat ini. Aku bahkan sedikit tidak menyangka bahwa Seuk Hye bisa berbicara dengan lancarnya denganku saat ini.

“Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Sekarang, kau pergi dari hadapanku. Sopir Jung telah menunggumu di lobby.” Kataku setelah mendapatkan pesan dari Albert.

Seuk Hye tidak langsung bergerak setelah aku memberikan perintah. Dia hanya menatapku tajam, kulihat tangannya mengepal dengan sangat kuat. Kurasa dia sangat-sangat marah saat ini. Tapi, untuk apa? Bukankah dia sendiri yang menyutujui menjadi istriku?

“Di dalam perjanjian tidak tertulis berapa lama aku harus menjadi istrimu. Mengapa kau tidak memasukkan jangka waktu tersebut? Atau bisakah aku yang menentukannya?”

“Tidak. Jika aku telah mencapai tujuanku aku akan menceraikanmu. Cukup saat ini lakukan apa yang ingin kau lakukan dengan cepat sebelum aku menceraikanmu. Kau mengerti?”

Aku menatap tajam manik mata itu. Aku akui aku sangat tertarik dengan warna pupil matanya. Berwarna coklat keemasan. Jika dipandangi dengan jarak yang cukup jauh, mampu menggoda siapa saja yang melihatnya. Sial, apa yang sedang kau pikirkan Cho Kyu Hyun?

“Baik, sesuai dengan permintaan anda. Aku akan melakukan apa yang ingin ku lakukan.”

Seuk Hye berdiri dan mengambil tas kecilnya itu berjalan dengan santainya keluar dari ruanganku. Sial, mengapa dia memakai baju seperti itu?

“ALBERT!”

 

CKLEK

 

“Ya, tuan?”

“Apapun yang wanita itu inginkan kau harus mengabulkannya. Tetapi, tidak menyangkut hal yang telah kau ketahui.” Kataku mengingatkan kepada Albert. Sengaja aku mengatakan hal tersebut sebelum Seuk Hye benar-benar keluar dari ruuanganku.

Terlihat Seuk Hye menghentikan langkahnya dan kembali manik mata menggoda tersebut menatap tajam dengan senyuman tipisnya. Seuk Hye melipat kedua tangannya di depan dada dan maju lima langkah sehingga dia berdiri tepat di depan meja kerjaku dan menundukkan kepalanya.

 

CUP

 

“Terimakasih, sayang.”

Aku membulatkan mataku lebar dengan apa yang baru saja ia katakan. Sayang? Sejak kapan panggilan itu keluar dari mulutnya.

“A..ap..”

Seuk Hye menutup mulutku dengan telunjuk tangan kananya dengan tatapan sialan sangat menggoda. Seuk Hye kembali mengecup bibirku sekilas dan mengembalikan badannya menatap Albert.

“Katakan pada Se Hun bahwa aku tidak jadi bekerja di anak perusahaannya, sebagai gantinya..”

Ah, sepertinya wanita ini tidak tahu mengenai OSH Entertainment.

Seuk Hye kembali memutar kepalanya menghadapku dan duduk di meja kerjaku dengan satu kakinya sehingga mata siapapun yang melihatnya lebih leluasa untuk melihat kaki jenjang putih mulusnya. SIAL.

 

KYU HYUN POV END

 

            Kyu Hyun berdiri dengan cepat dan berjalan mendekati Seuk Hye yang telah duduk dengan setengah pantatnya diatas meja Kyu Hyun. Kyu Hyun berdiri di sela kaki Seuk Hye dan memegang pinggang Seuk Hye dengan eratnya sama halnya dengan mata Kyu Hyun yang sangat tajam melihat Seuk Hye.

“Sebagai gantinya aku akan bekerja di perusahaanmu, bagaimana?” kata Seuk Hye sambil meletakkan kedua tangannya di sekitar pinggang Kyu Hyun.

Albert yang melihat hal itu semua, menatap dengan kaget. Dirinya tidak menyangka bahwa Kyu Hyun dan Seuk Hye bisa melakukan hal itu semua. Tanpa diketahui Kyu Hyun dan Seuk Hye, Albert menelan ludahnya gugup melihat adegan yang menurutnya sangatlah intim.

“Sudah kukatakan apap..”

“Baiklah. Albert kosongkan satu ruangan untukku bekerja esok hari.”

Potong Seuk Hye dan berdiri tegap tanpa menarik kembali tangannya yang terletak di pinggang Kyu Hyun. Begitu juga dengan Kyu Hyun. Kyu Hyun juga tidak berniat untuk melepaskan tangan kanannya di pinggang Seuk Hye, bahkan saat ini tangan kirinya telah memegang pipi Seuk Hye.

“Ada apa?” tanya Seuk Hye dengan alis yang mengernyit menatap Kyu Hyun. Sontak pertanyaan Seuk Hye membuat Kyu Hyun menarik kedua tangannya dan memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana.

“Sesuai dengan permintaan anda, nyonya. Tetapi, dimana saya harus..”

“Letakkan dia menjadi Ketua Editor majalah kita di Tim Utama lantai 15.” Jawab Kyu Hyun cepat sebelum Albert menyelesaikan perkataannya.

“Tetapi bagaimana dengan Ketua Seo..”

“Pecat saja.”

Kyu Hyun dan Albert menolehkan kepalanya melihat Seuk Hye. Seuk Hye menyadari itu hanya menganggukkan kepalanya.

“Apa itu perintah, nyonya?” tanya Kyu Hyun dengan senyuman yang sulit untuk diartikan. Seuk Hye mengangguk mantap.

“Kurasa kau telah mendapat jawabannya, Albert.” Kata Kyu Hyun tanpa melihat Albert dan kembali duduk di kursi besarnya.

“Baiklah, kurasa urusanku telah selesai disini. Aku akan kembali ke rumah Hye Sun untuk mengambil gaunku di sana. Supir Jung telah menunggu bukan?” tanya Seuk Hye dengan senyuman bahagia. Mungkin saja Fake Smile? Albert mengangguk.

“Oke, aku pergi.”

 

CUP

 

Seuk Hye melangkahkan kakinya dengan santai tanpa menghiraukan tatapan terkejut milik Kyu Hyun dan Albert.

“Presdir?”

“Kurasa wanita itu mempunyai rencana lain untuk menjatuhkanku.”

Kyu Hyun terdiam dan tampak berpikir. Albert mengangguk setuju mengenai perkataan Kyu Hyun yang mengatakan jika Seuk Hye memiliki rencana yang cukup mengerikan bahkan mampu membuat Kyu Hyun jatuh bahkan hal yang lebih mengerikannya bisa saja terjadi.

“Tetapi jika Presdir mengizinkan saya untuk memenuhi perintahnya bukankah itu sama saja membuka peluang  Nyonya Cho lebih besar, Presdir?”

“Kau memang benar. Tetapi aku penasaran sekali dengan apa yang direncanakan Seuk Hye bersama Keluarga KIM.”

“Kelurga KIM?”

Kyu Hyun tidak menjawab pertanyaan Albert dan kembali memakai kacamata bacanya. Albert yang mengerti Kyu Hyun tidak ingin menjawab pertanyaannya menundukkan kepalanya dan meninggalkan ruangan Kyu Hyun.

 

*****

 

“Bagaimana eonni? Apakah Cho Kyu Hyun curiga?” tanya Hye Sun di saat Seuk Hye telah berdiri di depan pintu rumahnya. Seuk Hye menghembuskan nafasnya dan menunjuk dengan dagunya Supir Jung dan empat bodyguard sedang berdiri seperti seorang tentara di depan rumah Hye Sun.

“WOW. Bodyguard?”

“Sejak dulu. Hanya saja mereka saat ini menjagaku secara terang-terangan.”

Seuk Hye melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Hye Sun seperti rumahnya sendiri. Hye Sun mengedikkan bahunya acuh, menutup pintu rumahnya dan mengikuti Seuk Hye masuk ke dalam rumahnya menuju kamarnya sendiri.

“Kau benar-benar akan melakukan rencana itu, eonni?” tanya Hye Sun menyamakan langkah Seuk Hye.

“Sudah kukatakan berulang kali, jika aku akan melakukan hal itu semua sekaligus.” Jawab Seuk Hye malas sambil membuka pintu kamar Hye Sun.

“Jika mencari kebenaran bahwa Paman Kim itu bukanlah seorang pembunuh, kurasa itu mungkin. Tetapi, jika membuat Cho Kyu Hyun jatuh cinta kepada Eonni kurasa..”

Seuk Hye mendudukkan dirinya dipinggir ranjang Seuk Hye dan tersenyum penuh arti. “Tidak ada yang mampu menolak pesonaku jika aku yang akan membuka pesona tersebut seperti wanita penggoda. Hanya di depan Kyu Hyun.” Kata Seuk Hye final dan mengambil paperbag yang berisi gaun serta highheels miliknya.

Hye Sun membenarkan perkataan Seuk Hye dan duduk di sofa miliknya sendiri tepat di hadapan Seuk Hye.

“Sebenarnya sejak pagi tadi aku ingin sekali menanyakan ini. Dari mana eonni yakin jika Kyu Hyun menyandra ahjumma untuk berjaga-jaga jika eonni berontak atau seperti saat ini?” tanya Hye Sun dengan alis yang mengernyit.

Seuk Hye menatap Hye Sun dan tersenyum kecil.

“Kala itu, sebelum aku pergi ke pesta Se Hun terlebih dahulu aku ingin berkunjung ke kamarnya, tetapi di saat aku ingin membuka pintu kamarnya aku mendengar bahwa Kyu Hyun akan memindahkan eomma ke rumah sakit miliknya di daerah Gangnam. Pastinya dengan penjagaan yang lebih ketat.” Jawab Seuk Hye dingin dan mengepalkan kedua tangannya. Hye Sun mengangguk mengerti.

Kali ini Hye Sun akui bahwa Kyu Hyun benar-benar cerdik dalam mencapai tujuannya. Walaupun hingga saat ini baik dirinya dan Seuk Hye tidak tahu apa tujuan Kyu Hyun.

“Apakah mereka menya..”

“Tidak. Kyu Hyun bahkan disaat itu mengatakan kepada Albert,  jangan ada lecet satu inchpun di tubuh eomma. Bahkan jika sampai itu terjadi, Kyu Hyun tidak segan-segan akan membuat hal yang sama pada tubuh Albert seperti keadaan eomma saat ini.”

Seuk Hye dan Hye Sun saling menatap setelah Seuk Hye menyelesaikan perkataannya. Reaksi Hye Sun persis sama seperti yang dilakukan Seuk Hye saat itu ia mendengar percakapan antara Albert dan Kyu Hyun.

“Maka dari itu eonni…”

“Benar. Disaat perjalanan ke pesta, aku sudah mempunyai firasat yang sangat buruk. Apalagi aku mendengar, bahwasanya Kyu Hyun telah memindahkan eomma tanpa sepengetahuanku. Dan seperti double present, aku mengetahui hal yang lebih mengejutkan lagi bahwa abeoji yang telah membunuh istrinya. Dan sialnya aku tidak tahu bahwa Kyu Hyun telah memiliki istri sebelum menikah denganku.”

Hye Sun menghela nafasnya dan menatap Seuk Hye prihatin. Sejak awal Hye Sun telah mempunyai firasat melihat Kyu Hyun dan Seuk Hye bersama-sama pergi ke suatu pesta. Tampak sekali bahwa Kyu Hyun telah menyembunyikan hal yang sangat penting dan Kyu Hyun adalah pria yang ambisiusnya sangat tinggi.

Sangat pas sekali bila disandingkan dengan Seuk Hye, seorang wanita yang memiliki kontrol emosi yang sangat baik, mimik wajah serta perasaan. Bagi siapa saja yang melihat Seuk Hye maka dia tidak bisa menebak bagaimana suasana hati Seuk Hye.

“Sepertinya Kyu Hyun telah mengetahui jika Se Hun akan mengatakan rahasia yang disembunyikan darimu selama ini, eonni. Buktinya, untuk pertama kalinya Kyu Hyun hadir di salah satu pesta milik Se Hun dan Kyu Hyun membiarkan kau sendiri berjalan di tengah malam hingga sampai di rumahku. Seperti sudah direncakan.”

“Aku juga berpikir hal yang sama.”

Seuk Hye menggigit bibir bawahnya dan menolehkan kepalanya menahan emosi yang telah dipendamnya saat ini.

“Jika benar itu terjadi, maka akan sulit untukmu eonni. Kau harus bekerja sangat keras untuk membuat Kyu Hyun jatuh hati kepadamu.” Kata Hye Sun sambil mengedikkan bahunya acuh dan berdiri di jendela kamarnya. Seuk Hye termenung. Menyetujui apa yang dikatakan Hye Sun.

“Yang bisa dipastikan saat ini bahwa Kyu Hyun benar-benar sangat mencintai mendiang istrinya hingga dia rela melakukan hal ini semua. Dan aku yakin sekali bahwa alasan Kyu Hyun menikahimu eonni bukanlah karena Kim ahjusshi yang membunuh mendiang istrinya. Alasan itu hanya mengalihkan pikiranmu saja, pasti ada hal lain yang disembunyikan Kyu Hyun dan Kyu Hyun sendiri masih belum menemukan jawabannya.”

Hye Sun menatap manik mata Seuk Hye sangat serius meyakinkan Seuk Hye bahwa apa yang baru saja ia katakan memang benar. Seuk Hye mengernyitkan dahinya tampak seolah berpikir. Mencerna perkataan Hye Sun. Membuang nafasnya pelan dan menormalkan kerja otaknya.  Mereka terdiam, menikmati suasana hening yang baru saja mereka ciptakan.

Dahi mereka saling berkerut. Memikirkan apa yang harus mereka lakukan untuk kedepannya agar mereka tidak mendapatkan hasil yang tidak mereka inginkan.

“Apakah Kim ahjumma pasti baik-baik saja?”

“Aku pastikan, bahwa eomma akan baik-baik saja.”

“Itu baik. Karena kita harus meninggalkan masalah ahjumma untuk saat ini bahkan mungkin seterusnya.”

Seuk Hye mengangguk setuju mendengar perkataan Hye Sun. Di bagian kecil relung hatinya merasa lega bahwa telah dipastikan keadan ibunya baik-baik saja.

“Kita bagi dua saja.” Kata Hye Sun tersenyum menatap Seuk Hye. Seuk Hye juga menatap Hye Sun dengan alis yang telah menyatu.

“Aku yang akan mengurus bagian mencari bukti bahwa ahjusshi bukanlah seorang pembunuh. Dan tugan eonni hanyalah membuat Kyu Hyun sangat mencintaimu bahkan melebihi cintanya terhadap mendiang istrinya.”

“Bagaimana kau melakukannya?”

“Aku akan meminta bantuan Se Hun dan Chan Yeol.”

“Kau gila?!”

Seuk Hye tergelak kaget mendengar penuturan Hye Sun yang ingin meminta bantuan Se Hun. Bahkan Se Hun ingin sekali memisahkan dirinya dengan Kyu Hyun. Jika ada campur tangan Se Hun rencana yang telah mereka buat ini akan hilang begitu saja.

“Aku tidak gila. Aku benar-benar waras saat ini. Kita sudah mengetahui bahwa Se Hun sangat membenci Kyu Hyun. Dan itu sudah menjadi keuntungan bagi kita untuk saat ini, eonni. Kita tahu bahwa Se Hun memiliki kekuasaan juga, walaupun tidak sebesar milik suamimu itu. Kalau misalnya di tambah dengan perusahaanku, perusahaan Se Hun dan perusahaan Chan Yeol maka itu akan mampu membuat rencana kita berjalan dengan sempurna.”

Seuk Hye terdiam dan membenarkan perkataan Hye Sun. Kunci dari kesuksekan mereka adalah kekuasaan yang ada di Korea saat ini. Jika tidak ada uang maka rencana ini hanyalah semu belaka. Apalagi yang Seuk Hye ketahui bahwa perusahaan Chan Yeol lebih besar dari perusahaan Kyu Hyun. Jika Chan Yeol menyetujui untuk membantunya maka tidak mungkin dirinya dapat membuktikan bahwa Ayahnya bukanlah seorang pembunuh dan mengetahui alasan Kyu Hyun selama ini dan tujuan Kyu Hyun menikahinya.

“Kau benar. Sangat benar. Baiklah. Aku akan berjuang membuat Kyu Hyun bertekuk lutut kepadaku dan kau juga harus menyelesaikan bagianmu dengan sempurna.”

Eonni tenang saja. Membujuk Se Hun dan Chan Yeol hal yang sangat mudah, dan kuusahakan bahwa aku akan menyelesaikan bagianku dengan baik dan sempurna.”

Hye Sun dan Seuk Hye saling tersenyum dan kemudian mereka berpelukan begitu erat. “Semoga Tuhan memberikan jalan bagi kita.” Gumam Hye Sun dan mengeratkan lebih erat lagi pelukannya. Seuk Hye bergumam kecil membalas perkataan Hye Sun.

 

*****

 

“Selamat pagi.”

Beberapa orang yang sedang merapikan meja kerjanya bahkan telah memulai pekerjaannya menghentikan aktivitas mereka mendengar suara Albert yang menggema di kantor mereka. Mereka sontak berdiri, terkejut asisten atasan dari atasan mereka sedang berdiri di depan mereka saat ini.

“Selamat pagi, Albert.”

Albert tersenyum dan mempersilahkan wanita yang berada disampingnya untuk berjalan terlebih dahulu, berjalan lebih dekat kearah meja-meja kerja karyawan Tim Utama CG’s Magazine.

“Mungkin diantara kalian mengenal wanita yang berdiri disampingku saat ini. Perkenalkan..”

“Biar aku yang melakukannya, Albert.”

Albert menghentikan perkataannya, dan mengangguk patuh kearah Seuk Hye yang sedang tersenyum. Seuk Hye maju dua langkah dan menundukkan kepalanya singkat.

“Perkenalkan, Kim Seuk Hye Ketua Tim Utama CG’s Magazine. “ Kata Seuk Hye dengan senyuman yang sulit diartikan dan membuat seluruh pasang mata yang mendengar perkenalan Seuk Hye terdiam dan meneguk ludahnya gugup kecuali Albert yang tertawa kecil.

“Kuharap kita bisa bekerjasama dengan baik.” Lanjut Seuk Hye dan mengangguk singkat dan menatap Albert untuk melanjutkan pekerjaannya. Albert mengangguk dan mengambil ahli.

“Mungkin kalian sedikit terkejut mengenai pergantian Ketua Tim ini, tetapi memanglah posisi Ketua Tim ini milik Nyony..”

“Ketua Kim.” Sela Seuk Hye dan memandang mata Albert tajam. Albert menundukkan kepalanya meminta maaf, dan kembali memandang para karyawan yang sedang menunggu lanjutan perkataannya.

“Ah, ya. Maksud saya tetapi sejak dulu posisi Ketua Tim Utama CG’s Magazine telah dimiliki Ketua Kim, tetapi Ketua Kim sedang ada kontrak di perusahaan lain maka dari itu untuk sementara posisi itu diisi oleh Ketua Seo. Semoga kalian bisa menerima dan bisa bekerja dengan baik dengan Ketua Kim.”

Seuk Hye sontak melirik satu wanita yang berdiri di samping pintu kaca yang dipastikan itu adalah ruangan yang akan menjadi ruangannya untuk bekerja disini. Seuk Hye tersenyum miring dan menundukkan kepalanya singkat.

“Kau bisa pergi Albert, kurasa sudah cukup acara perkenalan dan penjelasannya.” Kata Seuk Hye tanpa merubah posisi pandangan matanya dari wanita yang juga sedang menatapnya dengan bengisnya.

“Saya mengerti, nyonya. Jika ada keperluan yang ingin anda saya lakukan, anda bisa memanggil saya kapanpun.” Kata Albert dan menundukkan kepalanya diikuti oleh Jessie dan Ra Hyun, bodyguard pribadi Seuk Hye sekaligus telah merangkap juga menjadi sekretaris Seuk Hye saat ini.

“Dengan senang hati akan kulakukan.” Jawab Seuk Hye dan melangkahkan kakinya menuju ruangannya.

Seuk Hye berjalan dengan anggun, melangkahkan kaki jenjangnya sehingga terdengar suara ketukan heelsnya. Diikuti oleh Jessie dan Ra Hyun yang berjalan tepat dibelakang Seuk Hye.

“Jessie?”

“Ya, Nyonya Cho ah maafkan saya maksud saya Ketua Kim?”

Seuk Hye mengedikkan dagunya kearah wanita yang berdiri di samping pintu ruangannya dengan alis yang berkerut.

“Wanita itu yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Seo, Ketua Kim.” Jawab Jessie mengerti maksud dari bahasa tubuh Seuk Hye. Ra Hyun memajukan mulutnya sambil menganggukkan kepalanya mengerti bahwa dirinya harus mulai belajar mengenai bahasa tubuh Seuk Hye karema dirinya mulai bekerja secara langsung dengan istri dari majikannya ini.

“Apakah kalian memecatnya?” tanya Seuk Hye sambil berjalan mendekati mantan Ketua Seo tersebut. Dan berhenti tepat dihadapan Ketua Seo. Jessie dan Ra Hyun saling menatap tidak mengerti.

“Bukankah Nyonya Cho yang memintanya sendiri untuk memecat Seo Jeo Hyun?” bisik Ra Hyun sangat pelan di telinga Jessie.

Jessie mengangguk singkat.

“Baiklah, nona yang tak kuketahui namanya. Kurasa Albert telah memecatmu bukan? Ataukah langsung dari Kyu Hyun?” kata Seuk Hye menatap Jeo Hyun sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.  Jeo Hyun mengepalkan kedua tangannya dan menatap Seuk Hye penuh benci.

“Kau mengambil pekerjaanku dengan seenak hatimu.” Kata Jeo Hyun geram dengan menatap Seuk Hye marah. Seuk Hye mengangguk paham dan mempoutkan bibirnya sehingga tampak lucu.

“Lalu?” tanya Seuk Hye dengan alis yang mengangkat dengan sempurna. Jeo Hyun merasa diremehkan dengan wanita yang ada dihadapannya saat ini.

“Kau..”

“Kau tidak mendengar ucapan Albert? Posisimu itu hanya sementara, hanya menggantikanku hingga aku kembali ke perusahaan ini.” Kata Seuk Hye tersenyum.

“Bukan kau saja yang bingung, bahkan aku juga tidak mengerti mengapa Albert mengucapakan kebohongan besar itu?” batin Seuk Hye yang berbanding terbalik di luar hati Seuk Hye.

 

PLAK

 

“Kau pikir kau bisa membodohiku juga? Aku tahu Albert mengatakan omong kosong belaka!” teriak Jeo Hyun tepat diwajah Seuk Hye.

Seuk Hye memjamkan matanya sambil memegang pipi kanannya yang berdenyut nyeri. Seuk Hye mengangkat tangan kanannya menyadari jika Jessie dan Ra Hyun akan bergerak.

“Kau siapa?” tanya Seuk Hye menatap tajam Jeo Hyun. Kali ini Jeo Hyun yang tidak mengerti mendengar pertanyaan Seuk Hye.

“Ku ulangi pertanyaanku, kau siapa?!” tanya Seuk Hye meninggikan suaranya yang terdengar sangat mengintimidasi.

“Aku? Seo Jeo Hyun.”

“Aku tidak perlu mengetahui namamu, yang ku maksudkan kau siapanya Kyu Hyun?” tanya Seuk Hye setelah menyadari jika wanita yang di depannya saat ini, memiliki hubungan dengan suaminya. Seuk Hye yakin dengan apa yang ia pikirkan karena hanya wanita ini yang tidak percaya dengan perkataan Albert.

Tubuh Jeo Hyun menegang dan menatap Seuk Hye takut. Seuk Hye tetap memandangnya dengan lekat dan mata yang menahan emosi.

“Kau salah satu wanita malamnya?” tanya Seuk Hye berjalan lebih dekat. Sontak kaki Jeo Hyun mundur dan tidak berani menatap maik mata Seuk Hye. “Ah, sepertinya benar.” Lanjut Seuk Hye dan tertawa kecil. Seuk Hye membalikkan badannya dan menatap satu persatu anggota Tim Utama yang dominannya adalah wanita yang Seuk Hye pikir sangat kompeten dalam pekerjaan.

“Apakah ada wanita yang berada di lingkup wilayahku ini selain wanita yang berdiri di belakangku yang pernah melihat tubuh naked CEO kalian diatas tubuh naked kalian sendiri?” tanya Seuk Hye santai dan berdiri di tengah-tengah meja karyawannya yang berbentuk seperti lingkaran.

Jessie dan Ra Hyun membulatkan matanya terkejut dengan pertanyaan Seuk Hye. Terutama Jessie yang sering mengikuti Seuk Hye disaat Seuk Hye pergi menemani Kyu Hyun disuatu pesta apalagi Jessie mengingat bagaimana Seuk Hye menangis dengan pilu keluar dari kediaman Keluarga CHO.

“Jawab saja. Aku tidak suka bekerja dengan wanita yang telah melihat tubuh naked Presdir Cho. Lebih baik kalian pergi sendiri dengan sendirinya atau dengan caraku? Kurasa kalian lebih memilih dengan caraku, benarkah?” kata Seuk Hye tersenyum sangat manis. Tetapi tidak membuat karyawan disana apalagi karyawan wanita yang berdiri disana tidak terbuai dengan senyuman manis milik Seuk Hye malah sebaliknya tubuh mereka menegang dan bergetar hebat.

Hening.

Tidak ada yang mengeluarkan suara.

“Ck. Apakah aku terlalu kejam?” tanya Seuk Hye dengan alis yang mengernyit dan melihat satu persatu karyawan yang menundukkan kepalanya.

“Apakah aku terlalu kejam dibandingkan dengan Presdir kalian? Tidak bukan? Wajahku seperti malaikat dari surga tidak bisa disandingkan dengan malaikat dari neraka!”

Jessie dan Ra Hyun menutup mulutnya rapat menggunakan tangan mereka masing-masing berusaha tidak mengeluarkan suara tawa mereka.

“Baiklah. Aku tidak akan mengusir kalian, tetapi biarkan aku mengetahui siapa saja wanita tersebut.” Lanjut Seuk Hye dan berjalan perlahan-lahan tanpa arah dengan mata yang menatap mata para karyawannya.

Hampir seperempat wanita yang mengisi kursi karyawan Tim Utama mengangkat tangannya dengan takut-takut. Seuk Hye tersenyum penuh arti.

“Aku cukup tersanjung dengan keberanian kalian dan juga aku sangat terkesan dengan Presdir kalian yang meniduri karyawannya sendiri walaupun..”

“Dan aku yakin sekali bahwa alasan Kyu Hyun menikahimu eonni bukanlah karena Kim Ahjusshi yang membunuh mendiang istrinya. Alasan itu hanya mengalihkan pikiranmu saja, pasti ada hal lain yang disembunyikan Kyu Hyun dan Kyu Hyun sendiri masih belum menemukan jawabannya sama sekali.”

 

DEG

 

Seuk Hye kembali mengingat perkataan Hye Sun dan menatap satu persatu wanita yang mengaku telah pernah tidur dengan Kyu Hyun. Seuk Hye mengerutkan dahinya, dan menatap Jessie dan Ra Hyun.

“Keruanganku, sekarang.” Titah Seuk Hye dingin dan berjalan cepat masuk ke ruangan baru miliknya.

 

-tbc-

ANNOUNCEMENT!

 

Halloooo^^

Aku bawa gembira buat kalian yang suka dengan FF ini hehe.

My Husband is Rich Man and Cold Man telah diangkat jadi novel dengan judul yang berbeda! Yeayyyy.

Mungkin sudah ada yang beli EBOOK nya aku jamin sebagai penulisnya kalian nyesel kalau tidak beli novelnya hehe. Karena ada tambahan cerita!

Yang minat order silahkan klik di bawah ini

ORDER NOVEL

 

BIGLOVE

JHYOSUN13

13 responses to “My Husband is Rich Man and Cold Man – Part 4 + ANNOUNCEMENT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s