Bangtan Love Story

bfs

Bangtan Love Story

By ssenxiu

*abaikan judul di poster*

.

Kim Seokjin – Lee Nayoung

Min Yoongi – Jung Dahyun

Kim Namjoon – Na Haeri

Jung Hoseok – Bin Eunkyo

Park Jimin – Byun Sora

Kim Taehyung – Lee Hanna

Jeon Jungkook – Ji Saehyun

.

Fluff, romance, school-life, little bit sad || Ficlet-mix || PG-17

===000===

#Perfect For You

Ada satu orang yang mengusik ketenanganku akhir akhir ini. Dia bukan yeoja, melainkan namja. Namanya Seokjin tapi dia lebih dikenal dengan panggilan Jin.

Entah dengan alasan apa, setiap istirahat, dia selalu meletakkan susu dan roti di mejaku. Bodohnya, aku malah memakan roti itu

Aku mulai bertanya ke semua teman temannya tentang perilakunya. Jawabannya selalu sama, mereka bilang bahwa Jin menyukaiku.

“Kau kenapa?? Kusut sekali mukamu??”

“Aku pusing..”

“Kenapa?? Gara gara Jin lagi??”

“Bisa dibilang begitu. Aku masih ragu kalau dia benar benar menyukaiku”

“Jadi kau tidak yakin dengannya??”

“Bukan tidak yakin. Kenapa dia bisa jatuh cinta dengan yeoja sepertiku yang notabene kalah cantik dengan Yoona”

“Nayoung-ah.. kurasa Jin menyukaimu bukan karena penampilanmu”

“Lalu??”

“Hatimu. Perilaku dan sifatmu memang patut diacungi jempol. Bahkan, anak anak sekarang lebih memilihmu daripada Yoona. Itu sih sedengerku”

“Jadi??”

“Coba saja. Kau beri perhatian lebih ke Jin. Kau termasuk wanita beruntung. Jin itu tipe yang dingin. Tidak sembarang wanita bisa menaklukan Jin. Lihat saja, sudah puluhan wanita ia tolak”

Aku menghela napas. Apa mungkin aku coba saja ya??

Keesokan harinya, seperti kata Dahyun, aku mencoba merespon tindakan Jin padaku. Saat dia kembali menaruh roti dan susu di mejaku, aku menambil susu dan roti lain yang sudah kusiapkan dan memberikannya pada Jin

“Makan bareng yuk.. aku bosan disini”

“Oh.. oke. Dimana??”

“Di atap. Ada yang ingin kubicarakan denganmu”

Jin mengangguk. Di atap, kami duduk saling membelakangi sambil memakan makan siang masing masing

“Jin??”

“Ya??”

“Boleh aku tanya satu hal padamu??”

“Apa??”

“Selama ini kan banyak yang menyatakan perasaannya padamu, kenapa kau selalu menolak mereka??”

Jin tersenyum.

“Karena, mereka tidak cocok untukku”

“Maksudnya??”

“Tidak cocok dalam artian aku tidak menyukai mereka”

“Lalu, kapan kau terakhir pacaran??”

“Tidak pernah”

“Tidak pernah?? Kenapa??”

Jin membalikan badannya menghadapku.

“Karena tidak ada wanita seperti dirimu”

Aku terdiam. Dia tertawa dan mengacak rambutku

“Bercanda..”

Aku tersenyum kikuk dan kembali memakan makananku. Aku melihat ke arah Jin dan tersenyum.

“Kau menyukaiku??”

Jin yang terkejut menyemburkan susu yang ia minum keluar.

“Mwo??”

Aku menghadap Jin dan mencium pipinya

“Aku tau kau menyukaiku. Aku juga menyukaimu, Kim Seokjin”

Jin tertawa kikuk dan menggosok tengkuknya yg tak terasa gatal. Ia dengan canggung menatapku dan mencium keningku

“Aku juga mencintaimu, Nayoung”

Kami pun berpelukan.

“Because you are the perfect one for me”

#7989

Dahyun diam diam menyukai Yoongi, murid populer dari kelas sebelah. Setiap valentine, natal, maupun ulang tahun Yoongi, Dahyun selalu diam diam memberi hadiah.

Semua perasaan Dahyun ia curahkan ke buku diary kesayangannya. Ia melakukan semua ini karena ia takut dibully oleh gadis gadis yang menyukai Yoongi.

“Mau sampai kapan kau begini??”

“Hah?? Begini apanya??”

“Mengagumi Yoongi secara diam diam. Kau itu seperti stalker yang kerjaannya menguntit orang”

“Biarkan saja. Lagian, aku tidak pantas bersama Yoongi. Dia populer, tampan, pintar, dan berasal dari keluarga yang berada. Sedangkan aku?? Cantik?? Enggak!! Populer?? Enggak!! Pinter?? Pas pasan!! Dari keluarga yang berada?? Apalagi!!”

“Tapi bukan berarti hanya gara gara itu kamu down dong??”

“Aku enggak down. Aku hanya tau diri dan tau tempat. Duluan ya??”

Nayoung yang merupakan teman Dahyun hanya geleng geleng kepala melihat tingkah temannya ini.

Siang itu, cuaca lumayan panas. Dahyun yang tidak tahan panas akhirnya memutuskan untuk diam di perpus karena perpus adalah satu satunya tempat dengan AC paling dingin. Di kelasnya, 2 AC yang berada di sana serasa tidak mempan karena banyaknya siswa.

Ketika sedang asik membaca, ia dikejutkan dengan suara berat namja yang menyapanya

“Boleh aku duduk disini??”

Ia menoleh ke arah namja itu lalu terkejut. Di hadapan Dahyun, berdiri sosok yang selama ini ia kagumi. Sosok seorang Min Yoongi!!

“Chogiyo?? Chogiyo??”

“Ahh ne??”

“Ah, kau melamun. Boleh aku duduk disini??”

“Ah ne. Silahkan”

Yoongi tersenyum dan duduk di sebelah Dahyun. Hampir 10 menit mereka larut dalam keheningan dan bacaan mereka.

“Panas ya??” kata Yoongi membuka percakapan.

“Iya. Kau juga ke sini mau mendinginkan badan kan??”

“Benar. Kau juga?? Kita sama”

Dahyun tersenyum. Kesempatan yang langka untuk berada dekat dengan seorang Min Yoongi. Mengingat ia populer dan digandrungi banyak yeoja.

“Oya. Aku Yoongi”

“Aku Dahyun”

Semenjak kejadian di perpus itu, aku dan Yoongi menjadi teman. Kadang, kami selalu bersama sama di perpus.

“Jawabanmu salah semua”

“Hah??”

Dahyun tertawa dan mengambil kertas di tangan Yoongi. Secepat kilat ia mengganti semua jawaban Yoongi dan kini semua jawaban itu menjadi betul semua.

“Aku duluan ya?? Masih ada yang harus kukerjakan”

Yoongi tersenyum kepada Dahyun. Ia ingin berkemas tapi tulisan Dahyun menarik perhatiannya

“Tulisan Dahyun mirip seperti tulisan orang yang mengirim surat padaku. Apa jangan jangan..”

Besoknya, Yoongi sengaja datang pagi pagi untuk mengintai lokernya. Kemudian, Dahyun datang dan seperti biasa, ia menempelkan surat itu ke pintu loker.

“Sudah kuduga. Ini semua kerjaan Dahyun”

Saat Dahyun berjalan pergi, diarynya jatuh. Ia tidak sadar dan terus berjalan. Yoongi keluar dari persembunyiannya dan memungut diary Dahyun jatuh.

“Diary??”

Waktu istirahat dihabiskannya untuk membaca diary Dahyun yang terjatuh. Ia lalu tersenyum dan beranjak pergi

“Ahh… tidak”

Dahyun mencari diarynya di loker. Ia frustasi karena buku berharga itu tidak ketemu

“Mencari ini??”

“Diaryku!! Terima Ka.. sih”

“Kalau kau menyukaiku, bilang saja. Aku juga menyukaimu kok”

Dahyun tersipu malu. Yoongi tersenyum padanya dan mereka pun tertawa.

“My secret admirer is my love”

#Oh!

Haeri adalah kapten cheers di sekolahnya sedangkan Namjoon adalah kapten basket tim putra. Mereka bersahabat dan sering tampil bareng.

Rumah mereka yang terbilang dekat membuat mereka sering bersama

“Ntar ada latihan??”

“Ada lah. Kaya biasa.. kamu??”

“Ngga ada. Yoochun saem lagi ijin ngga masuk. Olahraga aja tadi bebas”

“Gitu ya?? Ya udah, tungguin aku di kantin aja. Kalo enggak ke UKS sana!! Biar bisa tiduran”

“Iya iya. Duluan ya??”

Haeri tersenyum kearah Namjoon. Sebenarnya, sebentar lagi akan dihelat pertandingan basket antar sekolah. SMA Daewon akan melawan SMA Junghwa yang notabene adalah musuh terberat Daewon.

Skill pemain Junghwa sebenarnya kalah dari Daewon. Tapi yang menjadikan Junghwa menang, kelincahan badan dan taktik mereka yang sangat out of the box

Namjoon sekarang ini memilih menunggu di kantin. Dia memesan makanan agar tidak bosan.

“Hyung!!”

“Oh!! Jimin, wae??”

“Barusan Yoochun saem bilang kalau nanti sore ada latihan dari jam 5 sampe jam 7”

“Kok mendadak banget?? Kapan ngasih taunya??”

“Barusan. Dia telepon aku trus nyuruh aku nyampein ke anah basket yang lain”

“Oh.. oke oke”

“Sampe ketemu nanti ya??”

“Sip. Bye!!”

Namjoon tersenyum dan melanjutkan makannya. Tiba tiba, Haeri datang menghampiri Namjoon

“Kok bentar banget??”

“Iya. Yuna saem bilang kalo kita udah perfect. Kita tinggal istirahat aja”

“Oh gitu. Eh, ntar sore aku ada latihan basket. Mau ikut enggak??”

“Basket??”

“Iya. Tadi Jimin baru aja bilang kalo Yoochun saem minta latihan sore hari jam 5 ampe jam 7. Gimana??”

“Ya udah deh. Aku ikut”

“Yakin?? Ngga takut capek??”

“Enggalah. Aku kan strong”

“Apa katamu lah..”

Sorenya, Haeri udah siap siap buat nemenin Namjoon main basket. Dia hanya mengenakan kaos putih, celana pendek training dan sepatu.

“Dah??”

“Dah. Kita naik bis kan??”

Namjoon mengangguk dan menggandeng tangan Haeri. Sesampainya di sekolah, Haeri duduk memandangi Namjoon berlatih. Sesekali ia menghampiri Namjoon sambil menyeka peluh di wajah Namjoon

“Uuuhh… so sweetnya!!” kata Jimin, teman Namjoon

“Apaan sih Chim??”

“Enak kayanya kalo punya cewek sebaik ama secantik Haeri” kata Jin

“Lha.. lu kan dah punya hyung??!! Nayoung mau dikemanain??!!”

“Oh iya. Lupa gue” kata Jin sambil tersenyum polos

“Beuh.. parah nih orang”

Tak terasa, 2 jam sudah mereka latihan. Namjoon dan Haeri kembali pulang bersama

“Aku menyukai seseorang”

“Siapa lagi??”

“Daeryong, anak kelas 12-3”

“Astaga Haeri. Ini kesekian kalinya kau ganti ganti namja”

“Tidak!! Mereka hanya dekat!! Belum jadian”

Mereka pun kembali terdiam.

“Oya?? Kau mau tau kenapa aku menyukai-“

“Aku menyukaimu”

“Mwo?? Apa kau bercanda??”

“I never joke when you say I love you to you. Because you are a cheerleader for my life”

#Special Guy

Bagi Eunkyo, Hoseok adalah pria spesial untuknya. Hoseok selalu ada untuk Eunkyo disaat sedih atau senang.

“Oppa!!”

“Oh wae??”

“Kau mau ke studio kan?? Ikut ya??”

Hoseok mengangguk dan menggandeng tangan Eunkyo. Mereka sama sama dancer. Setiap hari Rabu dan Jumat, mereka selalu latihan bersama. Itulah mengapa, mereka di juluki Dancer Couple.

“Kau ikut kompetisi besok??”

“Ikut. Kau??”

“Masih belum tau. Eomma belum ada ijin. Tapi, kalau aku tidak ikut.. oppa harus berjuang!! Oke??”

“Oke!! Kujanjikan sebuah piala untukmu.. aku pasti menang!! Jika aku menang, piala itu milikmu”

“Eh?? Kenapa jadi milikku?? Kau kan yang sudah menang??”

“Karena tanpamu, aku tidak mungkin seperti sekarang. Kau yang selalu mengingatkanku kalau aku lagi nge-down. Gomawo, Eunkyo. Aku bersyukur memiliki kamu di dalam hidupku” kata Hoseok sambil tersenyum.

Tinggal 3 hari lagi kompetisi akan dimulai. Hoseok dan Eunkyo berlatih keras. Eunkyo sudah mendapat ijin eommanya tapi sayangnya, suatu kejadian tidak mengenakan terjadi di hari H.

Eunkyo kecelakaan karena mobilnya ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang mabuk. Ia sempat kritis tapi akhirnya ia selamat meski kaki kanannya tidak bisa digerakan untuk sementara. Ia tidak memberitau Hoseok karena ia tidak mau Hoseok down karena memikirkan dirinya.

Kompetisi dilakukan di malam hari. Dia datang ke tempat kompetisi dengan memakai kruk. Ia bersyukur karena ia belum sempat mendaftar.

“Eunkyo!! Kau..”

Raut muka Hoseok berubah drastis dikala melihat Eunkyo datang dengan kruk yang menyangga kakinya.

“Kau kenapa??!! Siapa yang melakukan ini padamu??!! Jawab Eunkyo!!”

“Oppa sudahlah.. aku tidak apa apa. Mobilku hanya kecelakaan”

“Tapi kakimu..”

“Oppa, berjanjilah padaku. Tetap ikuti kompetisi dan jangan pikirkan aku. Aku ingin melihat kau tampil dengan santai tanpa beban atas kakiku. Bisakah kau berjanji padaku??”

Hoseok mengangguk dan mencium kening Eunkyo.

“Aku janji padamu. Aku akan menang!!”

Tibalah saat giliran Hoseok. Hoseok naik ke atas panggung dan mulai menggerakan badannya saat musik mulai diputar. Eunkyo memandangi kekasihnya ini dari bangku penonton. Eunkyo meneteskan air mata karena Hoseok tampil sempurna di malam hari ini.

“Kerja bagus oppa” batin Eunkyo.

Setelah menunggu lama, akhirnya tibalah pengumuman pemenang. Juara 6 sampai juara 2 sudah dibacakan.

“Dan.. yang mendapat juara pertama dan peringkat best dancer 2016 adalah….. JUNG HOSEOK dari DEF DANCE SKOOL!!!!”

Hoseok terkejut. Eunkyo tersenyum lebar sambil memeluk kekasihnya.

“Kau MENANG!! MENANG!!”

Hoseok yang masih terkejut, maju dan menerima piala. Ia juga disodori mic untuk memberikan pidato kemenangannya

“Terima kasih karena telah memilih saya sebagai pemenang. Untuk pelatih Kim dan seluruh teman teman di Def Dance Skool yang selalu setia mendukung saya. Piala ini bukan untuk saya tapi untuk kekasih saya, Eunkyo yang selalu menemani saya”

Hoseok turun dan memberikan piala ini kepada Eunkyo. Eunkyo speechless. Seluruh penonton nampak terharu melihat adegan tak terduga

“Gomawo Eunkyo. Saranghae”

PLOK PLOK PLOK!!

Semua penonton bertepuk tangan. Air mata Eunkyo sudah mengalir dan dia memeluk Hoseok

“Because you are my special guy. Nothing can compare you in the world”

#Genie

Aku heran dengan namja itu. Namja bernama Park Jimin yang terus menerus tersenyum ke arahku. Sudah 3 hari ini aku selalu diganggu olehnya.

Dia selalu tau aku sedang dimana dan aku bertemunya setiap saat.

“Annyeong, Sora!! Kau mau ke perpus kan?? Ikut ya??” kata Jimin sambil menghampiriku

“Mau ngapain di perpus??” jawabku

“Kebetulan, Choi saem menyuruhku mengambil buku biologi di perpus”

Aku mengangguk. Kami pun akhirnya berjalan barengan ke perpus.

“Saem, mau ngambil buku biologi yang dititipkan Choi saem disini”

“Oh.. baiklah. Tunggu sebentar ya Jimin??”

Jimin tersenyum ke Oh saem dan menunggu. Aku masih memilih buku sambil memperhatikan Jimin

“Ya!! Sora!!”

“Aishh.. kau hampir membuatku mati jantungan”

“Hehe.. mian”

“Kau kesini dengan siapa??”

“Aku menunggu Yoongi oppa. Kau??”

“Menemani Jimin”

“Jimin?? Anak polos, agak pervert, dan menggemaskan itu??”

“Kenapa kau bilang dia polos, agak pervert, dan menggemaskan??”

“Oh itu. Itu panggilan kelas kami pada Jimin. Dia itu anaknya super polos. Belum tau jatuh cinta. Kalau agak pervert, kebiasaannya yang sering ganti baju di kelas. Kau tau kan, dia dikenal dengan perfect abs?? Nah itu. Untuk agak menggemaskan, berlaku di murid cewek aja sih”

“Oh gitu..”

Tak lama kemudian, Yoongi sunbae datang.

“Dahyun, kau dipanggil oppamu yang aneh itu”

“Hoseok oppa?? Wae??”

“Sudahlah. Kau kesana saja”

“Arraseo. Duluan ya Sora??”

“Ne!!”

Tepat setelah Yoongi sunbae dan Dahyun pergi, Jimin datang ke arahku membawa setumpuk buku.

“Sudah. Ayo”

“Oh.. oke”

Semenjak hari itu, Jimin semakin memperhatikanku. Apa yang aku inginkan, langsung terwujud lewat Jimin. Aku merasa, Jimin seperti genie untukku.

Suatu hari, aku sedang di dalam kondisi yang benar benar down. Eomma dan appaku bertengkar lagi. Namun masalahnya, mereka memutuskan untuk berpisah. Selama 1 hari itu aku tidak bersemangat. Semua nilaiku jeblok, dan itu membuatku dipanggil guru BK yang sekaligus adalah wali kelasku

“Apa kau ada masalah??”

“Tidak, saem”

“Jangan bohong. Terlihat jelas di matamu bahwa kau ada masalah”

Aku pun menangis dan menceritakan semua masalahku. Tanpa kusadari, Jimin memperhatikanku dari luar.

Setelah selesai, aku keluar dari ruang guru. Saat aku berjalan, semua anak tersenyum ke arahku. Aku yang risih tidak mempedulikannya. Sesampainya di kelas, aku terkejut karena mendapati ruang kelas kosong padahal ini jam belajar.

Sebuah kertas tertempel di mejaku.

“Jika kau ingin tau kami dimana, ikuti tanda petunjuk panah dari depan kelas”

Aku bejalan keluar kelas dan benar saja, ada sebuah panah yang menujuk kanan. Aku mengambil kertas itu dan kembali berjalan mengikuti petunjuk. Sepanjang jalan, aku medapatkan berbagai macam hadian. Coklat, bunga, tisu dan lain lain.

Petunjuk itu berhenti di depan aula outdoor. Tidak ada panah melainkan catatan.

“Masuklah. Kejutan menantimu”

Aku membuka pintu dan tiba tiba, konfeti warna warni diledakan. Ada banner besar bertuliskan, “JANGAN BERSEDIH LAGI, SORA!!”

Yang membuatku terkejut adalah kedatangan orangtua dan kakakku, Baekhyun.

“Kalian??”

“Semua ini ide Jimin”

Aku menoleh ke samping dan menemukan Jimin dengan pakaian beruangnya. Aku tersenyum dan berjalan kearahnya. Kulepas kepala beruangnya dan memeluknya

“Aku tau kau menyukaiku. Terima kasih karena kau membuatku tersenyum lagi”

Jimin tersenyum dan memeluk Sora. Semua murid bertepuk tangan.

“You are the genie for my world..”

#Please Stop It

Taehyung benar benar menyesal. Wanita yang ia cintai sekarang pergi meninggalkannya karena kesalahan bodohnya.

Sudah 1 tahun ia bersama Hanna. Namun, pada anniversarynya, Taehyung tidak datang ke cafe tempat mereka biasa bertemu. Hanna yang curiga pergi kerumah Taehyung.

Namun, apa yang terjadi?? Hanna mendapati Taehyung sedang berciuman dengan wanita lain. Menyadari keberadaan Hanna, Taehyung melepas ciumannya dan mengejar Hanna.

“Hanna!! Lee Hanna!!”

“Pergi!! Jangan menyentuhku!!”

“Aku bisa jelaskan semuanya!!”

“Jelaskan apa lagi??!! Aku sudah lihat jelas Kim Taehyung!!”

“Dia yan merayuku!! Aku tidak tau!! Kumohon.. tolong de-”

“SUDAHLAH!!”

Taehyung terkejut. Ini pertama kalinya Hanna berteriak sekencang ini pada Taehyung

“Hanna..”

“Kumohon Taehyung. Hentikan!!”

“Hanna..”

“Kita putus!!”

“Tapi.. aku-”

Hanna berlari meninggalkan Taehyung sendirian di pinggir jalan. Kini Taehyung hanya bisa menyesal dan meratapi nasibnya

Sejak malam itu, sikap Hanna pada Taehyung berubah drastis. Di sisi Hanna, hubungannya dengan Taehyung sudah berakhir. Tapi di sisi Taehyung, hubungannya dengan Hanna masih belum berakhir.

Berita putusnya Taehyung dan Hanna sudah menyebar di seluruh sekolah. Alhasil, Taehyung mulai ramai dibicarakan. Setiap istirahat, ia selalu berusaha bertemu Hanna tapi dihalangi oleh Nayoung, Eunkyo, Dahyun, Haeri dan Sora

“Mau apa kau mencari Hanna??” kata Nayoung dengan dingin

“Nayoung kumohon!! Biarkan aku bertemu Hanna!!”

“YA!! Kau masih ingin bertemu Hanna setelah kau menyakitinya??!! Manusia macam apa kau??!!” ujar Eunkyo

Taehyung yang frustasi memutuskan untuk mencari Hanna di tempat lain. Kebetulan, ia bertemu dengan teman temannya yang lain

“Jin hyung!! Lihat Hanna??”

“Tidak”

Taehyung heran karena semua teman temannya terlihat dingin padanya.

“Kalian kenapa??”

Namjoon, selaku kakak dari Taehyung menampar pipi adiknya.

“Dasar brengsek!! Ini kerjaanmu di rumah??!! Bermain wanita??!! HAH??!!”

“Hyung, dengarkan aku!! Ini bukan seperti..”

“KAU…”

“Sudahlah, Namjoon. Biarkan anak ini merenungkan kesalahannya. Ayo kita pergi”

“HYUNG!! AHH!! JINJJA!!”

Taehyung berlari pergi untuk mencari Hanna. Saat sedang dalam pencarian, beberapa teman Taehyung menghampiri Taehyung.

“Ya!! Tae!!”

“Wae?? Wae??”

“Naik ke atap sekarang!!”

“Waeyo??”

“Hanna ingin bunuh diri!! Siswa sendang ramai di luar!! Ppaliwa!!”

Raut muka Taehyung berubah panik dan secepat kilat ia segera naik ke atas. Benar saja, Hanna sedang berdiri di pinggir atap sambil menangis. Di bawah, teman teman Hanna mencoba membujuk Hanna agar mau turun.

“Hanna-ya!! Jebal!! Turun dari situ!! Jangan buat dirimu mati konyol hanya gara gara namja sialan itu!!”

“ANDWAE!! APA URUSAN KALIAN!! AKU SUDAH SELESAI DISINI!!”

Taehyung serasa ingin memukul dirinya. Andai malam itu ia tidak sebodoh itu, Hanna tidak akan seperti

“LEE HANNA!!”

Hanna menoleh ke arah Taehyung.

“Taehyung…”

“DASAR BODOH!! TURUN DARI SITU!!”

“AKU BODOH??!! YANG BODOH ITU KAU!! AKU BERIKAN SEGALANYA UNTUKMU, TAPI KAU MENYIANYIAKANKU BEGITU SAJA?!! ITU YANG KAU SEBUT CINTA, KIM TAEHYUNG!!”

Taehyung jatuh terduduk. Ia berlutut ke Hanna sambil menangis

“Kumohon Hanna.. maafkan aku!! Jangan buat diriku seperti orang kejam!! Kumohon…”

“SHIREO!! KENAPA AKU HARUS MEMAAFKAN DIRIMU, BRENGSEK!! MUNDUR!! JANGAN DEKATI AKU!!!”

Taehyung berlari ke arah Hanna lalu secepat kilat memeluk Hanna dan membawanya menjauh dari atap.

“LEPASKAN AKU!! KENAPA KAU TIDAK BIARKAN AKU MATI??!!”

“KARENA AKU MENCINTAIMU!!”

Hanna terdiam tapi tetap menangis.

“Kumohon.. kumohon.. kumohon. Maafkan aku… maafkan aku… maafkan aku. Kau boleh sakiti aku, tapi jangan sakiti dirimu sendiri”

Hanna memeluk Taehyung sambil tetap menangis.

“Stop hurting yourself. I’m sorry and i love you”

#Gee

“Jungkook-ah!!”

“Noona!! Sudah??”

“Mmm.. sudah”

“Geurae. Kajja!!”

Hari ini aku dan Saehyun noona janjian ke N Seoul Tower sepulang sekolah. Tempo hari, Saehyun noona mengajakku pergi ke N Seoul Tower tapi aku dan Saehyun noona masih sibuk karena tugas sekolah.

“Sebenarnya, kau mau apa sih di sana??” tanyaku

“Aigoo… Kookieku yang manis ini penasaran??” kata Saehyun noona sambil mengacak rambutku

“Aishh.. noona!! Jebal!!”

“Lihat saja nanti”

Sesampainya di sana, Saehyun noona membeli 2 buah gembok dan menuliskan nama kami di masing masing gembok

“Kau kesini hanya untuk ini??”

“Hmm.. tidak juga sih. Memangnya kenapa?? Kau tidak suka ya??”

“Ani.. aku tidak menyangka saja”

“Oh.. eh, cepat pasang”

aku membuka gembok itu dan menguncinya di ratusan gembok yang ada di sana

“Aku berharap, kita selalu bersama meski kita berbeda jauh. Aku harap, aku selalu bisa bersama Kookie-ku”

“Nado”

Aku tersenyum dan mencium kening Saehyun noona. Kami pun berpelukan di antara kerumunan orang yang berkunjung ke N Seoul Tower.

Besoknya adalah hari ulang tahun Saehyun noona. Aku berencana membuat kejutan dengan meminta bantuan keenam teman Saehyun noona dan keenam temanku.

Rencana dimulai sejak pagi. Aku ijin kepada kepala sekolah dan guru guru bahwa aku akan absen selama setengah hari. Semua teman temanku dan teman teman Saehyun noona juga absen untuk mendukung rencanaku

Kami mengamati gerak gerik Saehyun noona lewat CCTV. Tampak sekali bahwa ia nampak kesepian. Ia menanyakan kesana kemari semua teman temannya

“Kau yakin ini berhasil??” tanya Haeri

“Aku yakin”

“Bagaimana kalau ada teman yang keceplosan bilang bahwa ini kejutannya??” tambah Namjoon hyung.

“Tidak bakal hyung. Semua sudah aku atur”

Tepat jam 12 siang, aku pergi ke ruang siaran dan mengetuk ngetuk mic. Dari CCTV, semua murid tampak terkejut dengan suara mic diketuk.

“Selamat pagi semuanya!! Disini Jungkook menyapa kalian!!”

Para siswa berteriak heboh. Saehyun noona mendadak semangat saat mendengar suaraku. Ia menegakkan cara duduknya dan menatap antusias ke arah speaker

“Jungkook!! Kau berhasil!! Teruskan lagi!!” teriak teman temannay lewat mic yang sudah tersambung di headsetnya.

“Pada hari ini, kekasih sekaligus noonaku tersayang berulang tahun. Kalian pasti sudah tau siapa?? Ya, yeoja bernama Ji Saehyun yang sudah meluluhkan hatiku”

Saehyun noona nampak meneteskan air matanya.

 

OH EVERY TIME I SEE YOU

geudae nuneul bol ttaemyeon

jakku gaseumi tto seolleyeowa

nae unmyeongijyo

sesang kkeutirado

jikyeojugo sipeun dan han saram

 

geudae nareul barabol ttae

nareul bomyeo miso jil ttae

nan simjangi meomchul geot gatayo nan

geudaen eotteongayo

nan jeongmal gamdanghagi himdeungeol

onjongil geudae saenggakhae

jogeum meolli uri dorawassjiman

jigeumirado nan gwaenchanha

(Everytime – CHEN ft PUNCH)

Saehyun noona sukses meneteskan air matanya.

“Saengil Chukkae, Saehyun noona. Saranghae”

Semua siswa bertepuk tangan. Kelas Saehyun noona mendadak heboh dan semua anak menyalami Saehyun noona. Tak lama kemudain, aku dan teman temanku masuk sambil membawa kue ulang tahun bertuliskan nama JI SAEHYUN.

“Saehyun!! Saengil Chukkae!!”

Saehyun noona tersenyum dan menatapku.

“Babo”

“Wae?? Apa aku salah??”

“Ani. Gomawo”

Aku pun memeluk Saehyun noona.

“My noona.. my everything… my love…. my destiny. Thank you for loving me”

 

THE END

Hai hai!! ssenxiu is back!!

Kali ini adalah special Bangtan FF. Semua judul di FF ini diambil dari lagu favoritku. Kebanyakan taulah dari siapa.. weheheh.. tapi untuk judul Special Guy, itu dari LUNAFLY – Special Guy (mohon digoogling)

Trus untuk lagu yang dinyanyiin Jungkook buat Saehyun kalian semua pasti dah tau lah.. itu tuh.. OST-nya Descendants of the Sun. Untuk masalah ffnya, bagi yang ngeluh ngga ada POVnya, sengaja. Dibaca ndiri ya?? Jangan manjaa..

Okeayy… thanks yg udah nyempetin baca ni ff absurd

BYE BYE~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s