Hello

hello-2Poster by HRa @ Poster Channel

galaxysyf

IGTwitter

Genre
Romance

Cast
Taeyeon (You) || Baekhyun

Inpired by Hello from Adele

Disclaimer
It’s all not mine but storyline and OC.

____

Hari itu merupakan hari pertama musim gugur, dimana daun-daun mulai berguguran helai demi helai. Pantulan mentari senja pada dedauan yang berubah kemerahan, sejujurnya, nampak begitu indah. Namun kau tak pernah menduga jika hari itu akan menjadi hari yang buruk, tak seindah yang terlihat, baik itu untukmu ataupun untuknya.

Kata-kata itu keluar begitu saja melewati ujung bibirmu. Saat itu kau seperti tak berpikir tentang keputusanmu, tentangnya. Yang kau pikirkan saat itu hanyalah perasaanmu sendiri, dirimu sendiri. Bahkan ketika kau melihat pantulan air bagai berlian dari kedua matanya, hatimu tak tersentuh. Kau juga menangis, tanpa berusaha merasakan apa yang ia rasakan.

Saat itu, kau hanya ingin semuanya berakhir. Kau menganggap dirimu sudah terlalu banyak melewati masa-masa sulit dan kau sudah tak sanggup lagi. Kau mengakhirinya begitu saja tanpa mau bertahan lebih lama.

Kau dan Baekhyun putus pada hari itu.

Rasanya aneh, setelah beberapa tahun berlalu, kau memikirkan Baekhyun secara spontan. Kalian tak punya banyak waktu bersama saat itu. Kalian sama-sama sibuk dan tak ada satu pun dari kalian yang mencoba memperbaiki keadaan. Jika saja kalian mau berjuang lebih keras lagi, mungkin hubungan kalian akan baik-baik saja.

Kau ingin tahu, bagaimana kabarnya. Orang bilang, hanya waktu yang bisa menyembuhkan luka. Mungkinkah luka Baekhyun sudah disembuhkan? Karena jujurnya saja, lukamu sama sekali tak berubah. Kau masih bisa merasa sakit, terkadang.

Kau punya banyak waktu sekarang ini. Kau mungkin bisa meneleponnya jika kau memang ingin tahu. Tapi apa mungkin Baekhyun akan mengangkat panggilan darimu? Mengingat semua yang pernah lakukan, kau menjadi takut. Keadaan saat ini membuat layar ponselmu terdiam di kontak nomor Baekhyun, tombol telepon juga sama sekali tak kau sentuh sejauh ini.

Banyak pertimbangan yang kau pikirkan tentang apa yang mungkin terjadi nanti. Prediksi paling bagus adalah Baekhyun mau mengangkat panggilan darimu dan mau bicara denganmu. Sedangkan prediksi terburuknya adalah Baekhyun tak akan pernah mengangkat panggilan darimu sebanyak apapun kau menelpon.

Nafasmu berat kau tarik ketika ibu jarimu akhirnya bergerak. Kau meletakan ponselmu di depan telingamu dan kau mendengar kau sudah tersambung. Beberapa kali nada sambung terdengar dan kau mulai khawatir setengah mati.

Halo?

Kau bisa mendengar suara Baekhyun dengan jelas. Rasanya sudah bertahun-tahun tidak mendengar suaranya yang tak mungkin kau lupa.

“Halo. Ini aku.”

Taeng-noona? Ah… Lama sekali kau tidak menelpon.

“Hehe iya..” ucapmu gugup. “Em.. Bagaimana kabarmu?”

Aku baik. Bagaimana dengamu? Aku harap kau sehat.

Kau ingin sekali menunjukan bahwa kau sedang tersenyum disini. Kau ingin dia tahu kalau kau akan baik jika dia juga baik. Di sini kau bahagia mendengar suaranya.

“Aku juga baik. Kudengar kau sudah pindah ya?”

Aku hanya sering pergi ke luar kota dan luar negeri. Aku hampir tak pernah ada di rumah, jadi terlihat seperti pindah.”

“Oh… Ternyata kau sibuk ya. Apa aku menggagumu?”

Ah… Tidak. Aku tidak sedang melakukan apa-apa. Aku justru senang kau menelepon.

Keadaan jadi sunyi tiba-tiba. Mendengar suara Baekhyun kau jadi semakin merasa bersalah untuk masa lalu kalian. Kau mungkin terlalu egois waktu itu, padahal hubungan kalian bisa jadi sangat indah jika kau mau bertahan dan berjuang.

Kau sadar untuk beberapa hal, cinta memang sesuatu yang harus diperjuangkan dengan seluruh kemampuan yang kau punya. Cinta seperti kemenangan, kau perlu bertarung mati-matian untuk mendapatkannya dan mempertahankannya. Hanya saja sekarang kau menyadari hal itu sudah terlambat. Rasanya seperti hidupmu penuh dengan kegagalan yang menyedihkan.

“Baekhyun…”

Iya.” Kau mendengarnya bergumam pelan.

“Hmm… Mungkin ini sudah terlambat, tapi aku hanya ingin bilang, aku minta maaf. Banyak kesalahan yang kulakukan di masa lalu dan hingga saat ini aku belum meminta maaf padamu secara resmi.”

Tak ada suara, keadaan jadi kembali hening. Kau meremas tanganmu sendiri, rasa takut ini menghantuimu. Entah apa yang sedang Baekhyun pikirkan di ujung telepon. Mungkin kau salah karena mengungkit masa lalu, tapi meminta maaf sekarang lebih baik dari pada tidak sama sekali. Kau hanya ingin memperbaiki keadaan, meski kau tahu kau tidak bisa memperbaiki hati yang sudah rusak.

Kau ingin dia tahu kalau sekarang kau sudah menyadari kesalahanmu, bahwa kau menyesali apa yang pernah terjadi pada hubungan kalian. Kau memang tidak menginginkan kalian kembali seperti dulu, tapi setidaknya kau ingin hubungan kalian sekarang bisa baik-baik saja sebagai teman. Sejujurnya, kau lebih memilih untuk melupakan semua, seperti tak ada yang pernah terjadi, tapi melupakan tak pernah semudah kedengarannya. Kau tahu itu.

Noona…” Suara Baekhyun terdengar lembut di telingamu. Ini sedikit berbeda dengan yang kau pikirkan. “Keadaan kita saat itu memang tidak mendukung. Semua orang tahu itu. Kau seorang wanita, aku mengerti jika ada saatnya kau tidak kuat menghadapi beban yang menimpa hubungan kita saat itu. Seharusnya aku bisa mengerti perasaanmu lebih lagi. Sebagai seorang pria, sudah menjadi tugasku untuk melindungimu dan membuatmu merasa nyaman. Tapi saat itu aku juga gagal. Tak ada yang perlu disesali sekarang.

Kau tak kuat menahan tangis. Air matamu sudah terlanjur mengalir bebas di pipimu. Kau bahkan tak bisa menyembunyikan suara isakanmu dari Baekhyun, dia pasti mendengarnya di sana. Kau sudah menggigit bibirmu beberapa kali untuk menahan suaramu, tapi selalu saja lepas. “Aku—aku minta maaf, Baekhyun. Aku ingin kau tahu. Aku minta maaf.”

Noona, apa kau menangis? Kau tidak perlu minta maaf. Bukan salahmu. Semua baik-baik saja.

“Tapi—“

Gwaenchana, noona. Berhentilah menangis! Kau jelek saat menangis.

“Apa? Aku tidak menangis. Aku hanya sedang menonton film sedih.”

Kalian berdua mulai tertawa dan kau mulai menghapus air matamu. Ini yang kau harapkan. Ya, semua baik-baik saja. Kau baik, begitu juga Baekhyun. Kau tahu Baekhyun tidak mungkin berbohong. Dia bisa mengatakannya diawal jika dia memang membencimu. Tapi dia tidak begitu dan kau senang. Tak ada lagi yang kau perlu kau cemaskan, tidak ada yang perlu kau sesalkan, semuanya sudah jelas. Niatmu baik dan kau sudah mengatakannya.

 “Noona, mau bertemu?

END



HALO^^

Ini dia, FF hasil karyaku yang paling absurd karena bener2 nggak ada rencana buat bikin tapi ide tiba-tiba muncul jadi yang aku bikin aja kelar selesai ya udah. Semoga nggak garing T-T

Sekian ><

2 responses to “Hello

  1. Bayadah.. Cuman segitu doank. Wkwkw tapi seruu kok sis. Jd teringat akan hubungan keduanya. Terasa nyata

    Ucapan terakhir “mau bertemu?” Membuatku senyum geje sendiri. Klo mereka bertemu seharusnya balekan ya. Haha

    Oke sampe disini aza coment ku
    Ohya baca jg ff ku ya forbiden love.

    Dtngu ff selanjutnya yg lebih panjang. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s