Siapa yg harus kupilih?? (FF geje)

image

FF ini aku buat lantaran lagi demen sama pasangan June dan Hyunra setelah baca ff tetangga, hehe cast nya mungkin sama tapi jalan cerita berbeda ya. Harap jangan diangap membajak

Cast : Lee Hyunra (oc / you), Shin Yeonni (author), Kim Hanbin dan Junhoe

^^

Hyunra pov

Saat itu adalah hari ulang tahunnya, aku yg saat itu masih berusia 12 tahun dan sama sekali tidak tau apa yg namanya cinta itu terus terang saja saja sedikit terkejut ketika teman terbaikku melakukan hal itu

Teman baikku baca saja-Kim Hanbin tiba tiba menarikku kesudut rumahnya yg lebih sepi, hari ini adalah ulang tahunnya jadi suasana rumahnya memang sedikit ramai

“Hyunra a.. Ada yg ingin aku katakan padamu, apakah- aku bisa menjadi pacarmu?” Ucap namja yg memang sudah terkenal tampan dan pandai dikomplek rumah kami ini

Akupun sedikit terkejut dibuatnya, ditambah Hanbin tiba tiba mencoba untuk menciumku. Aku yg saat itu sangat ketakutan tentunya menangkis ciumannya tsb, yg membuat wajah tampan Hanbin langsung muram malam itu. Tapi setelah melihat diriku yg hampir menangis ia pun kembali tersenyum. Namja ini kemudian mengambil salah satu pita berbentuk hati yg kupakai hari itu

“Hyunra a.. Apakah kamu bisa memberikan ini untukku?” Tanyanya kemudian, akupun hanya diam kebinggungan
“Aku akan pergi Hyun, apakah kamu akan menungguku?”
“Katakanlah kamu akan menungguku??”

“YACH LEE HYUNRA”

“Iya iya aku akan menunggumu” ucapku dengan tulus banget, bahkan sanget

“Menunggu kepalamu, itu kamu sudah ditunggu tuh!” Aku pun terbangun setelah dilempari bantal oleh onniku- baca saja Shin Yeonni

“Gawat, sudah jam berapa ini??” Gerutuku juga pada diriku sendiri

Ntah apa yg ada dipikiranku, bagaimana bisa aku memimpikan hal yg sudah lama berlalu. Namja itu- baca Kim Hanbin bahkan tidak pernah sekalipun menghubungiku

Menunggu apa?? Klo kenyataannya kek begini

Akupun segera bersiap siap karna seseorang yg aku kenal telah berada diluar rumah dan sepertinya dia sedang menungguku, hihi dia adalah teman, sahabat sekaligus oppaku dikomplek ini. Dia sudah terkenal berbakti kepada orang tua, sopan, ramah dan memiliki otak encer. Daripada memikirkan namja yg tak kunjung pulang, mending aku memikirkan namna ini saja- baca Kim Namjoon

“Oppa mian, aku telat ya..” ucapku dengan muka memelas, namja yg telah menunggu sekitar setengah jam itu hanya membalas dengan senyuman manis

“Gwencana”

“Klo gitu khaja” ketika aku hendak merangkulnya untuk pergi, seorang yeoja tiba tiba keluar dari rumahku

“Oh noona! Baru mau berangkat kerja ya? Yuk bareng” ajak Namjoon

“Aniyo.. Aku hanya ingin ke mini market sebentar untuk beli barang. Kalian pergilah..” usirnya
“Ohya Namjoon a.. Jangan terlalu baik kepada adikku, nanti dia kebiasaan. Setelah menikah susah diatur baru tau!” Ledeknya kemudian, akupun langsung menjulurkan lidahku wekq sewot lu

Namjoon menatap kearahku dengan pandangan yg hangat

“Tidak seperti itu kok noona, aku percaya setelah menikah nanti Hyunra akan menjadi istri yg baik dan soleha (wkwk)” aku beneran tidak bisa menyembunyikan kegembiraanku mendengar hal ini, apakah Namjoon oppa memikirkan untuk menikahiku?? Hihihi

“Ya sudah terserah kamu” Yeonni pun pergi dengan cuek

“Onniku itu memang seperti itu, jangan dipikirkan” ucapku

“Iya aku tau” balas Namjoon

Ketika kami hendak berjalan memasuk mobil yg dikendarai Namjoon, saat itulah aku sadar ada sepasang mata yg sedang memperhatikanku. Ketika aku menoleh kearah tsb, aku sangat terkejut melihatnya. Dengan pakaian serba putih berlengan panjang dan topi warna hitam dipakai terbalik, namja itu melihatku dengan tajam. Bahkan bisa dikatakan matanya itu sanggup mengeluarkan laser panas yg mematikan

Eh tapi kenapa? Aku tidak mengenalnya, kenapa dia melihatku seperti itu?
Dan siapa dia? Sepertinya aku belum pernah melihatnya?? Tetangga barukah?

Pikirku panjang

“Apa yg kamu perhatikan? Kok melamun. Sudah bisa berangkatkan?”
“Ne. Oppa,khaja” jawabku cepat. Ngeri juga rasanya dipelototin seperti itu sama tetangga yg tidak dikenal

Sesampainya disekolah

“Makasih oppa sudah mengantarku”

“Sama sama” Namjoon pun pergi

Ketika hendak berjalan keruangan kelasku, aku tidak sengaja berpapasan dengan namja ini. Mukanya cuek seperti biasanya, dengan seragam sekolah yg hanya bermodal kemeja putih polos dengan dasi kecil- dia bahkan bisa terlihat seperti sedang pemotretan. Yah itulah dia Junhoe atau biasa disapa June olehku, dan sepertinya dia tidak menyukai hal itu. Mirip nama perempuan katanya

“Yach Lee Hyunra sudah berapa kali aku mengingatkanmu, jangan menyuruh hyungku untuk mengantarmu lagi kesekolah. Kok tidak bisa dibilang sih anak ini!” Datang datang sudah ngajak bertengkar nih anak

“Hyungmu yg ingin mengantarku, aku tidak memaksanya kok. Lagian.. Apa salahnya coba mengantar calon istrinya kesekolah” ucapku tidak tau malu, Junhoe langsung mengangakan mulut dan matanya dilingkar keatas

“Jangan tidak tau malu deh, Hyunra. Siapa juga yg ingin menikahimu, hyungku itu hanya mengangapmu adik, ok?!”

“Bla bla bla” akupun hanya berjalan pergi tanpa membalasnya lagi, ntah kenapa setiap kali berbicara dengannya tidak pernah ada kata manis yg keluar dari mulutnya

“Yach Hyunra, aku belum selesai ngomong nih!”
“Kamu ngerti gak sih?!” Aku hanya diam, dimana Junhoe terus mengikutiku sampai masuk kekelas dan duduk dibangku kami berdua

Sunguh sangat sial tapi inilah kenyataan. Aku sekelas dengan Junhoe dan duduk bersama

Haish.. Malangnya nasibmu kawan?

,,,

Pulang dari sekolah. Junhoe yg tinggal satu komplek denganku itu terlihat terus mengekoriku

“Sebenarnya kamu dengar gak sih yg daritadi aku ngomongin??” Teriak namja ini juga, dan akhirnya akupun ikut berteriak

“YACH KIM JUNHOE!! Apakah kamu bisa berhenti mengikutiku. Sangat menyebalkan tau gak sih?!” Namja itu hanya diam, tatapannya terlihat aneh bahkan terlihat garis merah dibagain bawah matanya. Dia tidak terlihat seperti ingin menangis, hanya saja raut wajahnya terlihat berbeda
“Hei.. Waegwreu?”
“Bercanda oke?! Jangan marah dunk. Kan kamu yg duluan meneriakiku” ucapku juga karna terkejut melihat kemarahannya

Namja ini tidak mempedulikanku dan hanya pergi menuju ke rumahnya yg tepat berada disamping rumahku

Haish.. Apalah dosaku. Kok bisa sih ketemu adik ipar kek beginian?! (Haha masih gak jera ngaku kakak ipar)

Ketika aku hendak masuk kedalam rumah, pintu rumahku sudah terbuka duluan dan kedua orangku terlihat berdiri disana

“uda pulang, Hyun? Yuk bareng” ajak mereka tiba tiba, aku bahkan tidak tau mereka hendak kemana

“Mau kemana umma?” Tanyaku juga

“Loh kamu tidak tau? keluarga Kim yg rumahnya paling depan itu loh.. Mereka sudah kembali ke Korea-dan hari ini mereka mengajak kita sekeluarga untuk reunian disana. Yuk! Nanti terlambat” ajak ummaku secara terburu buru, otakku ini bahkan belum sepenuhnya ingat sebenarnya keluarga Kim yg mana

Bukankah di komplek ini cuman ada satu keluarga Kim, dan itulah keluarganya Kim Junhoe. Jadi ini yg mana ya??

Sebenarnya aku masih binggung. sampai ummaku menarikku tepat didepan rumah tsb, barulah aku ingat
Jangan jangan DIA?!

“Seseorang seharusnya senangkan, pujaan hatinya telah kembali?” Aku tidak bisa memendam rasa terkejutku sendiri setelah mendengar ucapan yg keluar dari mulut Junhoe, sepertinya benar tebakanku

Junhoe dan keluarganya juga diajak kesana

“Loh, mana Namjoon?” Tanya ummaku ke umma Junhoe

“Ntah la.. Pergi kencan mungkin” jawab Junhoe asal, namja ini tau aza perkataan yg dapat membuatku marah
“Nah itu dia datang dengan seorang yeoja” serunya kemudian yg membuat pandanganku itu langsung mengarah kesana

Namjoon memang berjalan dengan seorang yeoja, tapi yeoja itu aku mengenalnya. Dia adalah onniku- Shin Yeonni

Dasar Kim Junhoe, tidak bisakah dia berhenti meledekku?

Ketika aku menatapnya geram, dia malah buang muka seenaknya. Memang minta dihajar

“Karna kita semua sudah disini, yuk semuanya barengan saja” ajak appaku kemudian dan kami semua pun mengikutinya

Setelah berada didalam rumah

“Maaf ya, masih agak berantakan” ucap umma Kim sopan

Umma Kim menyuguhkan beberapa biskuit dan minuman untuk kami dan kamipun mulai menyantapnya sambil melihat sekeliling. Tidak ada yg berubah. Memasuki rumah ini membuat aku kembali bernostalgia

“Wae? Melamunkan cinta pertamamu ya?” Junhoe sengaja menguitku, karna dia tau aku sedang nelamun

Sebelum aku sempat beradu mulut dengannya, sebuah suara berhasil membuat aku terdiam-memperhatikannya. Suara tsb datang dari namja ini, namja yg telah menyuruhku menunggunya tapi tidak pernah memberi kabar. Nappun nam Kim Hanbin

“Apa kabar ajuhma dan ajushi” sapanya ringan. Hanbin terlihat tersenyum kecil, senyumannya berhasil menjatuhkan ku dari lantai 10 ke lantai dasar (sakitnya yah tuhan)
“Annyeong.. Lee Hyunra. Lama tidak bertemu?” Sapanya seolah olah tidak pernah ada yg terjadi diantara kami

“Baik” jawabku singkat. Aku beneran tidak tau bila bertemu dengannya akan menyakitkan seperti ini

Hanbin terlihat ingin menyalami tanganku, karna itulah aku menyalaminya. Tapi ternyata itu bukanlah tujuan utamanya. Namja ini terlihat mengarahkan mulutnya kearah telingaku (geli??) Dan kata kata menyakitkan itupun melaju keluar dari mulutnya

Kamu mengecewakanku, Lee Hyunra” ucapnya, namja ini bahkan sempat memandangiku dengan tatapan tajam

Orang lain mungkin tidak merasakan hal itu, tapi aku merasakannya

Tatapan itu, sepertinya hari ini aku juga merasakannya. Dimana ya??

Aku mencoba untuk mengingat ingat kejadian hari ini dan yup akhirnya aku mengingatnya. Namja berkaos putih yg aku lihat pagi hari ini, ternyata namja itu adalah..

Tapi kenapa ia melihatku seperti itu? Apakah dia marah, tapi kenapa??
Jangan jangan dia cemburu karna karna aku dekat dengan Namjoon oppa? (Ngayal)
Padahal yg seharusnya marah kan aku, aku yg ditinggal pergi kok..

“Jadi bagaimana kabarmu disana Hanbin, sudah punya pacar belum? Pasti banyak gadis yg jatuh hati padamu, hehe lihat betapa tampannya dia sekarang” puji appaku, Hanbin bahkan tidak terlihat menolak sedikitpun akan perkataan appaku itu. Ia seperti menerimanya saja karna yg appa katakan itu adalah kenyataan

“Haish.. Kasihan saengiku yg bahkan menunggunya sampai bertahun tahun. Dan ternyata..” ucap onniku dengan sengaja

Tidak kusangka disaat seperti ini yg membelaku adalah onniku, padahal biasanya dia paling suka memarahiku
Mendengar hal ini membuat pandangan Hanbin sedikit berubah kepadaku, aku beneran binggung sebenarnya apa yg sedang dia pikirkan. Melihat hal tsb membuat Junhoe ikut buka mulut

“Menunggu apanya?? Bukankah setelah melihat kedatangan hyungku tahun lalu, dia langsung jatuh cinta” sambung Junhoe dengan cepat dan dapat kurasakan pandangan Hanbin kembali menusuk kearahku

Dasar Junhoe kurang ajar! Tidak bisakah dia diam untuk sebentar

“Aniya.. Jangan salah paham. Dia hanya menganggapku sebagai oppa kok! Aku malah lebih percaya klo Hyunra ada perasaan kepadamu, Junhoe? Hehe” balas Namjoon oppa santai, jujur saja aku sedikit sakit mendengar balasannya itu

Apakah itu tandanya Namjoon oppa selama ini hanya menganggapku seorang adik seperti yg dikatakan Junhoe
Jangan jangan Junhoe selama ini telah melarangku untuk mendekatinya karna dia takut aku akan sakit hati

Ntah kenapa pikiran itu mulai berputar dikepalaku. Soalnya selama ini aku percaya sebenarnya Junhoe tidak jahat, hanya saja suka cari gara gara denganku. Dan aku juga tidak mengerti kenapa dia seperti itu

“Jangan mencoba untuk menjodohkan kami. Kami itu tidak mungkin..” ucapnya tegas banget, keseleo lagi deh nih hati

Ntah ada apa dengan hari ini. Kenapa sial banget!! Semua orang terlihat menolakku, separah itukah aku??

“Sudah cukup!!”
“Asal kamu tau saja, aku juga tidak sudi bersamamu. Cuih” akupun langsung pamitan dengan paman dan bibi Kim, lalu akupun pergi meninggalkan rumah tsb

End Hyunra pov

“Kali ini kalian bertiga beneran telah keterlaluan. Namjoon a.. Pergilah melihatnya, dia seharusnya sangat memerlukanmu saat ini”
“Cukup satu kali saja aku melihatnya menangis karna namja, dan aku tidak berharap melihatnya menangis untuk kedua kalinya.. ” Yeonni terlihat menatap kearah Hanbin ketika mengucapkan hal tsb

“Apa maksudnya noona?” Tanya Hanbin juga

“Tanyakanlah pada dirimu sendiri”
“Mian aku capek. Aku permisi dulu” Yeonni pun keluar

Namjoon hendak mengikutinya tapi Junhoe menahannya “mau kemana kamu hyung? Men-menemui Hyunra?” Tanyanya juga kemudian, Namjoon pun mengangguk ya

“Sudahlah.. Biar aku saja yg pergi” potong Hanbin kemudian yg terlihat telah siap mengenakan jaketnya itu, tapi Junhoe menahannya

“Ani. Karna aku yg memulainya biar aku yg menyelesaikannya. Lagian aku tidak berharap kamu terlalu dekat dengannya” ucap namja ini cepat lalu pergi begitu saja, Hanbin bahkan tidak sempat menanyakan alasannya mengucapkan hal tsb

,,,

Hyunra pov

Wae?? Kenapa perjalanan asmara ku begitu berantakan. Padahal aku hanya ingin mencintai seseorang dengan tulus dan berharap dia juga dapat melakukan hal yg sama. Hanya begitu kok! Tapi kok sulit ya.. Hiks hiks

Aku tidak langsung pulang kerumah karna aku takut ketemu sama onni , pasti ntar dimarahin lagi klo menangis seperti ini

“Apakah tidak ada yg mencintaiku didunia ini??!!” Teriakku kepada rembulan diatas sana, siapa jugalah yg bakal menjawab. Tapi hari ini aku beneran mendapatkan jawaban darinya

“Ada. Ada kok yg mencintaimu. Hanya kamu saja yg bodoh tidak bisa melihatnya” aku seperti mendengar suara Junhoe dan benar saja dia sedang berdiri dibelakangku

“Ngapain kamu kesini?” Cepat cepat aku menghapus airmataku

Junhoe terlihat berdiri didepanku dan memberikan sebuah sapu tangan untukku

“Nih pake la.. Kamu terlihat jelek sekali ketika menangis” ucapnya kemudian

“Aku tau kok! Tidak perlu kamu bilang aku juga tau. Aku tuh jelek, bodoh, ceroboh, suka nangiss hiks hiks pokoknya tidak ada yg suka sama aku. Puas kamu!?” Teriakku sambil menangis, Junhoe hanya diam. Bisa dikatakan ia bahkan terlihat menahan senyumnya

Ada apa ini? Kenapa pula ia tersenyum?

“Kenapa senyum senyum aku tau kok aku lucu” masih sibuk mengelap ingus (?) dan airmataku

“Kamu sangat manis seperti itu” ucapan tsb berhasil menusuk tepat kedadaku, aku bahkan tidak sangup mengatur ekspresi wajahku yg kini nampak merona padam
“Aku tidak tau sejak kapan- sejak kapan aku mulai memiliki perasaan ini. Tapi aku sadar dan yakin.. Aku menyukai Hyunra. Kamu adalah satu satunya gadis yg kuperhatikan selama ini. Karna itu- berhentilah menangis demi namja lain, jangan membuatku sakit hati” aku berdiri mematung mendengar ungkapannya itu

APA?? APA YG KAMU BILANG?? KAMU MENYUKAIKU??

“Heii.. Jangan melamun. Apakah kamu mendengarnya. Aku bilang aku menyukaimu pabo”

“A a a ani!! Bagaimana bisa-. Soalnya selama ini kamu selalu mengangguku” ucapku tidak percaya

“Hal itu kulakukan karna aku ingin mencari perhatianmu, pabo. Soalnya aku binggung harus bagaimana. Kamu bahkan lebih memperhatikan hyungku, padahal akulah selama ini yg ada disisimu” Junhoe terlihat imut sekali ketika mencoba mecondongkan bibir mayunnya (kepingin author cium deh. Haha)

“Miane.. Aku kan tidak tau klo kamu-” tanpa kusadari setetes airmata kembali membasahi pipiku

Ntah kenapa aku menangis, padahal saat ini aku merasa bahagia sekali mendapatkan pengakuan dari Junhoe

“Tuh kan menangis lagi, nanti jelek lo.. Hehe” namja ini terlihat menyapu airmataku, jantungku serasa mau copot saja

Ini pertama kalinya ia tersenyum seindah ini didepanku. Junhoe terlihat sangat tampan ketika tersenyum seperti ini, namja ini berhasil membuatku jatuh hati pada detik itu juga

“Jadi.. Apakah kamu akan menerimaku Hyunra?” Tanyanya kemudian, aku binggung. Aku tidak tau apa yg harus aku lakukan, sampai sebuah tangan meraih pundakku dan membuatku terkejut dalam seketika

Pandangannya yg tajam itu seolah olah telah menusuk tepat kedalam hatiku

“Apa maksudnya ini? Bukankah kalian berdua tidak mempunyai hubungan khusus. Ataukah kalian hanya bersandiwara saja didepan orangtua??” Ucapnya lantang

“Apakah ada masalah denganmu?” Balas Junhoe juga gak kalah lantangnya

Namja ini terlihat meringai kecil mendengar jawaban Junhoe, kini matanya kembali menatap kearahku yg masih berdiri mematung disana

“Nih! Kukembalikan. Aku beneran sangat kecewa terhadapmu Hyunra. Aku kira kamu beneran telah menungguku, tapi kenyataannya..” Hanbin memberikan sebuah pita kecil berbentuk hati ke tanganku, tentunya aku mengingat pita ini. Ini adalah pita yg aku kenakan kepesta nya dulu

“Kamu masih menyimpannya?” Ucapku ragu

“Tentu. Karna hanya akulah yg benar benar mempedulikan perjanjian ini, sedangkan kamu- . Kamu bahkan hampir berpacaran dengan anak ini” kesalnya sambil menunjuk kearah Junhoe, Junhoe nampak kesal dan ingin menghajarnya tapi hal itu tidak jadi ia lakukan lantaran mendengar ucapanku

“Tidak seharusnya kamu menyalahkanku. Aku beneran menunggumu kok! Aku bahkan rela tidak berpacaran selama ini demi menunggumu, tapi- bahkan satu kabar pun tidak aku dapatkan darimu. Bagaimana bisa kamu menyuruhku menunggu seperti itu. Aku bahkan sempat bimbang, apakah waktu itu kamu hanya bercanda saja. Pikirkanlah perasaanku!” Ceritaku juga, baru kali inilah kukeluarkan unek unek ku akan hal tsb. Dan lega rasanya

“Tidak menghubungimu? Aku telah mengirimu surat beberapa kali oke, kamu yg sama sekali tidak meresponku” jelas namja ini, aku jadi binggung dibuatnya

Surat?? Kapan dikirimnya. Kok tidak pernah kuterima. Apa salah alamat ya?

“Surat. Aku tidak pernah menerima surat apapun darimu” jelasku juga

“Aneh.. Aku memang mengirimnya kok. Apakah salah alamat?” Ucapnya juga
“Alamat mu makdong street no 41 a kan?” Tanyanya kemudian

“Iya. Ah! Ani. Kami sudah pindah kesampingnya dan-” secara sontak aku tiba tiba menatap kearah Junhoe yg nampak tidak tenang disana, sepertinya ada yg dia sembunyikan  “Dan sekarang rumah itu ditinggali oleh keluarga Junhoe” sambungku
“Junhoe a.. Apakah-” tanyaku juga dengan hati hati

Junhoe nampak diam sebentar sebelum menjawabnya

“Iya. Iya benar dia memang mengirimu surat. Dan aku sengaja menyembunyikannya darimu”

“YACH LEE JUNHOE!!” Teriak Hanbin. Namja ini terlihat ingin menghajarnya tapi aku dengan segera menahannya

“Memangnya apa salahku. Siapa yg menyuruhmu salah alamat, apakah itu juga salahku?” Hanbin bener bener sangat ingin membunuhnya bila aku tidak ada disana
“Lagian.. Aku mencintainya, jadi tidak seharusnya aku membantumu. Bukankah aku bakal terlihat seperti seorang idiot jika melakukan hal itu” balasnya penuh perasaan tidak bersalah

“Yach kim junhoe, mendapatkan barang yg bukan milikmu, bukankah seharusnya kamu pulangkan kepemiliknya??” Ucap Hanbin penuh penekanan

“Aku hanya tau, Hyunra itu bukan milikmu. Jadi berhentilah bertindak seperti dia adalah milikmu. Dia masih berhak untuk memilih antara aku-dan kamu”
“Jadi Hyunra.. Katakanlah padanya, kamu akan memilihku bukan??”

“Mwo?? Yach.. Jangan ke gr an kamu. Apakah kamu pikir setelah mengetahui kecurangan tsb Hyunra masih akan memilihmu”
“Hyunra, Pilihlah aku”

“Jangan mau sama dia. Namja yg telah pergi meninggalkanmu begitu saja, setelah kembali malah langsung menerormu dengan rasa cemburunya. Apakah namja seperti ini yg kamu inginkan, ayolah pilihlah aku!!”

“Aku cemburu karna aku terlalu mencintainya,oke?! Tau apa kamu”
“Kamu akan memilihku bukan? Setidaknya aku tidak pernah membohongimu seperti si brengsek ini”

Aku benar benar binggug. Awalnya aku masih merasa tidak ada satu orangpun yg rela menyukaiku didunia ini, tapi kenapa tiba tiba jadi bahan rebutan seperti ini. Aduuu gimana ya??

“Jadi Hyunra siapa yg kamu pilih?” Ucap keduanya

“Aku…

Memilih…

…”

End

Silahkan pikirkan sendiri jawabannya. Inilah ff geje pertamaku setelah lama hiatus. Haha hancurr banget

4 responses to “Siapa yg harus kupilih?? (FF geje)

  1. Aduh Hyunra, pilih siapa sih jadinya :’v ? pas banget naro tempat TBC nya :’v. Keep writing kak😀 ditunggu kelanjutanya ya :’v

  2. Eh gantung kakak -_- sequel boleh dong juseyoo :3 oiya itu ada beberapa typo kak diatas hehe, sama yang paling keliatan itu marganya junhoe disini ganti2 ya, di atas kim junhoe ditengah lee junhoe trs di akhir kim junhoe lagi ._.

    • Oiya?? Salah ketik berarti sis. Soalnya yg cewek bermarga Lee, jadi salah salah. Hehe

      Iya sengaja digantung, jd akhirnya tergantung pemikiran reader sendiri. Wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s