Sorry! Sleep Well – [Oneshoot]

Sorry!Sleep Well – oneshoot

Min Yoongi BTS

 

Cast :

Min Yoongi a.k.a Suga (BTS)

Jung Gaeun (as You/OC)

Etc

Length : Oneshoot

Genre : Angst (idk exactly~)

 

Monday, 29 February 2016

 

Namja bersurai hijau mint itu berjalan menelusuri jalan setapak pusat kota Seoul yang masih ramai meskipun jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Ia sesekali menendang kerikil yang menghalangi jalannya, tak peduli kemana arah batu kerikil itu mendarat ia terus berjalan mengikutti kaki itu melangkah.

“Yoongi Hyung!” merasa namanya dipanggil, segera saja ia menaikan maskernya dan berlari sekencang yang ia bisa menembus kerumunan orang-orang yang berjalan melewatinya.

“Yoongi Hyung!!” Ia masih mendengar teriakan yang sangat familiar di telinganya, yang untuk saat ini ia sangat tak ingin dengar. Namja bernama Yoongi yang akrab dipanggil Suga itu segera saja bersembunyi masuk kedalam salah satu coffee shop kecil yang berada diujung jalan.

Bunyi lonceng terdengar saat Yoongi mendorong pintu itu perlahan. Ia melihat keadaan yang terbilang cukup ramai dengan orang-orang berpakaian rapih ditemani secangkir minuman yang masih mengeluarkan uap dan juga kertas, alat tulis yang berserakkan di meja mereka. Ada pula yang berkutat dengan laptop dan sesekali memijat kening nya. Yoongi sudah sangat familiar dengan keadaan seperti itu, karena kehidupannya yang tak pernah jauh dari alat-alat elektronik dan juga rasa penat tiap harinya.

“Kau datang malam begini hyung?” Yoongi segera saja mengedarkan tatapannya dan melihat lelaki jangkung dengan kacamata bulat tersenyum kearahnya.

“Namjoon, kau dapat shift malam?” Tanya Yoongi sembari duduk di kursi bar yang berhadapan langsung dengan kawannya Kim Namjoon.

“Ya, temanku sedang sakit jadi aku yang menggantikannya, kau semakin terlihat kurus hyung” Tanya Namjoon dengan kedua tangan yang ia lipat dikedua dadanya.

“Sudah siapkan hot caramel macchiato untukkku.” Gumam Yoongi sembari mengeluarkan smartphonenya yang berisikan beberapa pesan dan missed call dari orang yang sama dan juga missed call dari eommanya beberapa hari ini.

            “Oppa, kau dimana? Semua mengkhawatirkanmu… maafkan aku, sungguh aku tidak ada apa-apa dengan Seokjin”

– Gaeun 20/02/2016 [02:12 PM]

 

            “Oppa selamat pagi, masalah itu sepenuhnya salahku. Ini sudah hari ke-4 kau tidak memberiku kabar.”

– Gaeun 24/02/2016 [07:35 AM]

 

            “Oppa, semoga kau baik-baik saja, jangan lupa meminum air putih. Jangan kopi terus menerus dalam kondisi perut kosong, itu dapat mengganggu pencernaanmu.”

– Gaeun 24/02/2016 [03:02 PM]

 

            “Oppa, namjoon bilang kau memesan black coffee?? Benarkah? Jangan pernah meminum itu dalam kondisi perut yang kosong kubilang”

– Gaeun 24/02/2016 [7:09 PM]

 

            “Oppa, Jimin, taehyung dan Jungkook tak dapat menemukanmu di apartemen.”

– Gaeun 25/02/2016 [12:08 PM]

 

            “Oppa, aku merindukanmu, maafkan semua kesalahanku.”

– Gaeun 26/02/2016 [09:04 PM]

Dan begitu seterusnya isi semua pesan itu, dan beberapa missed call darinya. Hati Yoongi terasa berdenyut sangat keras saat ini, ia sangat ingin membalas semua pesan dan panggilan itu. namun, apa daya dirinya yang benar-benar pecundang besar saat ini. semuanya harusnya tak terjadi secepat itu jika ego-nya yang terlalu tinggi.

Secangkir hot caramel macchiato tersedia dihadapnnya, dengan segera ia tersenyum kearah Namjoon yang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan oleh Yoongi saat ini. akhirnya yoongi menyeruput minuman kesukaan kekasihnya itu dengan pelan. Air mata tak terasa keluar dari matanya secara perlahan yang sedang tertutup menikmati coffee manis malamnya yang hangat.

Sebuah tepukan pundak membuatnya membuka kedua matanya. Ia melihat Jimin, Jungkook, Taehyung, dan juga Seokjin sudah berdiri disekitarnya. Ia menatap semua kawannya dengan senyum miris dan kembali menyimpan cangkir putih itu di bar.

“Kalian menangkapku. Apa yang akan kalian lakukan padaku? Menghukumku, tolong hukum seberat-beratnya.” Ucap Yoongi dengan senyum getir dan air mata yang mengalir di kedua pipinya.

“Hyung, Gaeun takkan suka melihatmu seperti ini.” Ujar Jungkook lemah sembari menyentuh pundak kanan milik Yoongi.

 

Flashback

“Gaeun?”

            “Oppa??” Yeoja itu segera saja mendongakkan kepalanya dan melihat lelaki berkulit putih pucat itu memandangnya dingin. “I-ini tak seperti yang kau pikir aku dan seok…” Ucapannya terputus begitu saja saat pintu kamar miliknya ditutup dengan kasar oleh Yoongi.

            “Yoongi Oppa, dengar penjelasanku!!” Ucap Gaeun saat ia keluar rumahnya tanpa alas kaki sedikit pun dan segera saja menyambar lengan milik Yoongi.

            “aku sedang menghibur Seokjin yang sedang sedih oppa, sungguh tak lebih..” Ujar Gaeun dengan nada bergetar saat matanya bertemu dengan milik Yoongi yang sangat tajam dan menusuk, yang sangat membuat sesak dadanya.

            “Bagaimana bisa kau membiarkan lelaki selain Appa dan kekasihmu masuk kedalam kamarmu?? Ditambah seokjin hyu- maksudku seokjin yang topless memelukmu dengan erat. Oh, coba kutebak, kau menyukai pelukannya dan menyenderkan kepalamu di pundaknya yang lebar?? Betapa murahannya dirimu Gaeun!!!” Ucap Yoongi panjang lebar membuat tangan yang menggenggam pergelangan Yoongi melemah. Terdengar isakan kecil dari Gaeun yang hanya disahut helaan nafas panjang.

            “Kukira kau berbeda dengan yang lainnya, ternyata sama saja.” Ujar Yoongi kali ini lebih dalam dan segera saja tamparan keras mendarat di pipi kanan milik Yoongi.

            “Kau memang jahat, tapi aku mencintaimu Yoongi.” Ucap Gaeun dengan senyum getir dan detik itu pula Yoongi menghentakkan genggaman Gaeun pada lengannya dan berjalan keluar gerbang rumah Gaeun tanpa sepatah kata pun. Isak tangis pun terdengar saat itu juga, begitu pula Yoongi yang berjalan dengan kesal dan berlari tak menentu.

 

Flashback end

Mereka ber-enam duduk diruang tunggu outdoor salah satu rumah sakit. Yoongi yang masih duduk lemas dan mata yang sembab karena menangis 1 jam yang lalu di café. Akhirnya lelaki bersurai hitam keluar dari salah satu pintu yang menuju langsung kearah lorong dimana Gaeun dirawat secara intensif, dan menatap Yoongi yang duduk terkulai lemas. Segera saja ia menarik kerah kemeja hitam Yoongi dengan tatapan menusuk dengan mata yang sama sembabnya dengan Yoongi.

“Brengsek kau Yoongi!! Kau benar-benar tidak tahu diuntung!!!” Teriak lelaki bernama Jung Hoseok pada Yoongi yang menutup matanya pasrah dengan pukulan yang akan dilayangkan padanya. Ia benar-benar menerima dirinya dipukul sebanyak dan sekeras apapun, karena memang semua itu salahnya bukanlah salah perempuan yang sedang tertidur lemas di kasur rumah sakit itu.

“Sudahlah Hoseok tenanglah tenang, semua adalah kecelakaan.” Ucap Seokjin yang berdiri dihadapan Hoseok yang kembali mengeluarkan air mata dengan tatapn benci kearah Yoongi yang masih menunduk.

“Persetan dengamu Yoongi, Jesus Christ kau ang seharusnya tertidur disana bodoh. Brengsek kau Yoongi, kau membuat adikku seperti itu, kau memang lelaki tak tahu diuntung!” Teriak Hoseok yang tubuhnya masih ditahan oleh Jimin dan juga Taehyung. Sedangkan Jungkook dan namjoon memgang tubuh Yoongi yang lemas.

“Sudahlah hyung, Gaeun takkan sadar jika keadaannya terus begini.” Ujar Taehyung dengan susah payah karena sulitnya menahan Hoseok yang sangat ingin menghajar Yoongi.

“Lepaskan aku!!” Berontak Yoongi dan langsung saja mendekati Hoseok dan meraih tangan hoseok dengan air mata yang terus menerus mengalir.

“Cepat pukul aku sekeras-kerasnya Hoseok!! Ini memang salahku!! Salahku!!! Harusnya aku yang ada didalam sana!!” Ujar Yoongi dengan teriak dan tangis yang cukup hebat, membuat Hoseok, Seokjin dan yang lainnya pun tak kuasa menahan tangis mereka. “Pukul aku Seokjin!!” Ujar Yoongi dan mendorong pundak Seokjin yang hanya dibalas pandangan miris.

“Ini semua salahku… aku seharusnya tak mencari masalah dengan semua preman itu. harusnya tembakan itu mengenai kepalaku dan mati dengan damai. Harusnya aku membuka mataku saat pelatuknya ditarik, harusnya aku mengetahui kalau suara langkah kaki itu adalah Gaeun yang akan menyelamatkanku. Fuck It!!” Ucap Yoongi geram dan menjongkokkan dilantai dingin rumah sakit itu. keadaan di lobby dekat pohon besar itu sangat sepi, hanya terdengar isak tangis yoongi dan juga dari Hoseok ditemani angin sepoi yang mengenai wajah mereka.

“Berhentilah menyalahkan dirimu hyung, berhentilah menunjuk bahwa yang salah disini Yoongi Hoseok hyung. For God Sake tolong doa pada Tuhan untuk membuat Gaeun sadar dan pulih bukannya saling melemparkan kesalahan!!” Ucap Namjoon dengan geram dan langsung saja ia menyentuh pundak Yoongi yang masih terdengar isakan kecil.

“Apapun yang terjadi, doakan yang terbaik untuk Gaeun.” Gumam Namjoon yang disahut anggukan dari yang lain terkecuali Hoseok dan Yoongi. Jimin dan Taehyung melepaskan tangan mereka dari pundak dan tangan Hoseok dan langsung saja ia berjalan duduk lemas di kursi ruang tunggu itu.

“Maafkan aku Hoseok” Gumam Yoongi yang tak dapat sahutan dari Hoseok yang masih mneutup wajahnya pening. Begitupula yang lain, menutup mata lemas.

“Mari pulang, menginap di apartemen Jimin yang terdekat dari RS. Kita akan kembali kemari. Kau ikut Hoseok? Apa eomma appa-mu ada untuk menjaga Gaeun?” Tanya Seokjin sembari menepuk pundak Jimin mengisyratkan izin untuk menginap diapartemennnya.

“Aku ikut. Maafkan aku juga Yoongi Hyung” Gumam Hoseok.

Semua berjalan lemas kearah mobil milik Seokjin, selama diperjalanan taka da pembicaraan diantara mereka. Hanya terasa nafas berat dan dengkuran halus dari jungkook yang sudah terlelap dengan cepat dikursi belakang.

 

. . .

 

04/March/2016

09:18 AM

“Hai Gaeun kau terlihat semakin kurus, kemana pipi tembammu itu? Aku membawa bunga chrysanthemum dengan baby breath yang disusun rapih seperti yang biasa kau rangkai tiap kau datang ke studio bau-ku” Gumam Yoongi sembari menatap sendu perempuan yang masih tertidur pulas dihadapannya.

“Aku baru mengulik arti 2 bunga ini jika dirangkai bersama. ‘aku mencintaimu tiada akhir’ maafkan aku yang baru menyadarinya. Ini juga menjadikan sebuah ide untuk lagu baruku ngomng-ngomong. Cepatlah sembuh, ini sudah 5 hari sejak kau tertidur pulas, aku memang suka tidur tapi tidak selama ini. aku merindukanmu.” Gumam Yoongi pada kalimat terakhir, ia menundukkan kepalanya menahan air mata yang akan keluar dari matanya.

“Hoseok untungnya tidak membunuhku saat malam kau dikatakan kritis haha, cepatlah sadar untukku dan untuk yang lainnya” Ucap yoongi lembut sembari mengusap punggung tangan Gaeun dengan ibu jarinya dan tangan lainnya mengelus puncak kepala Gaeun. Ia mengecup kening Gaeun dengan lembut dan hangat.

 

11/03/2016

08:25 AM

“Seperti biasa aku membawa bunga yang sama. Aku mencintaimu tiada akhir chagi… cepatlah pulih.” Ucap Yoongi dan mengecup kening Gaeun dan berjalan keluar kamar itu.

“Apa kata dokter?” Gumam Yoongi melihat raut wajah Hoseok saat manik matanya bertemu dengannya, yang membuat Hoseok sulit untuk menyembunyikannya.

“Gaeun… keadaannya kritis.Ginjal yang menggantikan ginjal yang rusak terkena peluru tak cocok dengan tubuhnya. Dan tak ada ginjal tersisa yang cocok dengan Gaeun” Gumam Hoseok pelan dengan mata berkaca-kaca. Hati Yoongi rasanya ingin meledak saat ini. ia kemudia berlari kearah ruang dokter yang mengurus Gaeun berada. Lelaki bername tag Kim JunMyeon itu tersentak melihat pintunya yang dibuka tanpa ketukan.

“APA YANG KAU MAKSUD TAK ADA GINJAL YANG COCOK??” Teriak Yoongi sembari menarik kedua sisi jas putih yang dikenakan dokter Kim.

“Tenanglah Tuan Min.” Ucap Dokter Kim sembari menenangkan Yoongi..

“Ambil ginjalku, sekarang.” Ucap Yoongi dingin dan mendapatkan helaan nafas panjang dari dokter Kim.

“Sudah kami bilang berulang-ulang ginjal milikmu sangat tak cocok dengan Gaeun, kami mneghindari kesalahan fatal bila memberikan ginjal yang benar-benar tak cocok dengan Gaeun. Bahkan keluarganya sendiri pun tak mempunya ginjal yang sama untuk Gaeun.” Ujar dokter Kim yang membuat Yoongi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya geram.

“KALAU BEGITU KENAPA KAU BERIKAN GINJAL YANG TAK COCOK KALI INI?? DAN MEMBUATNYA SEMAKIN KRITIS??” Ucap Yoongi kesal dan menendang kursi yang berada didepannya.

“Itu Ginjal yang hampir menyerupai dan cocok dengan Gaeun pada awalnya, namun makin hari tubuh Gaeun tak dapat menerima ginjal tersebut dengan baik dan membawanya semakin kritis. Doakan yang terbaik untuk Gaeun.” Ucap dokter Kim sembari menyentuh pundak Yoongi lemah dan berjalan keluarruangan meninggalkan Yoongi yang menangis dengan keras.

 

22/March/2016

10:15

Sinar matahari hari itu sangat terik ditemani angina sepoi-sepoi yang sangat menyejukkan. Hari ini Yoongi menggunakan setelah tuxedo hitam rapih ditambah dengan kacamata hitam yang bergelayut di batang hidungnya. Ia menatap nanar kearah gundukan tanah yang baru saja dibuat beberapa menit yang lalu. Tak terasa ia menangis kembali dan menjongkokkan badannya. Ia melepas kacamata hitamnya dan mengambil rangkaian bunga chrysanthemum dan baby breath seperti yang biasa ia lakukan saat Gaeun masih tertidur nyenyak di kasur putih ruangan yang disediakan RS. Ia kembali menangis mengingat bagaimana bahagianya hidupnya sejak Gaeun ikutcampur dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya. Ia mengingat parfum yang sering dipakai Gaeun setiap ia datang secara tiba-tiba seperti hantu ke studionya, atau suara tawa renyah Gaeun setiap Yoongi tak sengaja atau sengaja melakukan pose imut dengan boneka kumamon dan bagaimana raut wajah Gaeun setiap ia menyeruput caramel macchiatonya di hari yang dingin ataupun hari yang panas. Ia ingat bagaimana wajah memerah Gaeun yang sedang marah, meneriakinya, memukulnya dan akhirnya jatuh ke pelukan Yoongi dengan tangis seperti anak kecil. Ia merindukan semua itu. 1 bulan berlalu tanpa senyuman Gaeun sangat membuat hidupnya kembali putih-abu.

“I miss how you say ‘Oppa’ I miss every single time with you…” Yoongi kembali terisak dan meneriaki kebodohannya yang ditatap nanar oleh keenam temannya dan ditatap sedih oleh kedua orangtua Gaeun.

“Terimakasih kau telah datang kedalam hidupku dalam 3 tahun ini. kau mendobrak dinding itu seperti badai membuat pertahananku runtuh. Bagaimana kau bisa melakukan itu? Betapa bodohnya aku menyia-nyiakanmu dan tidak percaya padamu dalam 1 bulan terakhir ini. kuharap disana kau baik-baik saja. Serahkan semua padaku, akan kubuat kau tersenyum disana kearahku. Aku janji.” Ucap Lirih Yoongi dan mneyimpan rangkaian bunga itu tepat diatas makan Gaeun dan berdiri dengan tegar yang disahut senyum simpul oleh yang lain.

‘Terimakasih Jung Gaeun fetusku. Untuk segalanya, tenanglah hatimu dan cintamu akan kusimpan dengan baik sampai kita bertemu lagi waktu yang tepat’ – Min Yoongi      

 

END  

 

HOLAAAA!!! HAE!!!

SALAM KENAL SAYA AUTHOR BARU DITERIMA KEMAREN :’ INI FF YANG SAYA PUBLISH PERTAMA DISINI. MEMANG AGAK GAJE SOALNYA BIKINNYA JUGA MIDNIGHT HUHAHAHAH. MOHON BANTUANNYA ~~~

 

-GAYO xoxo

 

6 responses to “Sorry! Sleep Well – [Oneshoot]

  1. Aduuuu sedihnya. Kok mati sih. Andaikan ada ginjal yg cocok buat dia. Padahal saling cinta

    Btw kim namjoon cmn klr bntr dsni ya.. Wkwk

    Baca jg ff ku ya. Mari slg coment.

    Dtngu ff lainnya

    • jangan baper ih :” maaf gaje banget huahahah iya namjoonnya bentar soalnya lagi mentook :v pasti kak ^^ makasih udah baca juga

    • jangan sedih ntar suga tambah baper :’v makasih banyak ya udah mau sempetin baca ff amatiran ini ^^

  2. Haii… juga dan salam kenal…~
    Dari yg aku tangkep dari cerita ini pokoknya si Suga ini salah paham sama si Gayoung ya? Ya ampun abang Suga mah tega amat sih. Emang ya kalo cemburu itu emang menguras pikiran dan tenaga(?) makanya si bang AguS/ditabok/ jadi kayak gitu. Dan ujung-ujungnya dia nyesel banget deh sampe si Gayoungnya meninggal. Duh yg sabar ya bang Suga…. wkwk

    Ditunggu ff selanjutnya…
    Baca ff-ku juga ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s