It’s Okay

KKK

It’s Okay

By

Hayyziyi

Cast :

Byun Baekhyun & Yoon Saera

Rating :

PG-17

Genre :

Romance | Angst

 

“Oppa, gwaenchana?”

Kusentuh bahunya lembut. Aku tahu tidak baik perempuan dibawah umur menginjakannya kakinya dibar. Masa bodoh dengan itu. Begitu seseorang menelponku agar menjemput Baekhyun oppa -yang kini kutemukan tengah menelungkupkan kepalanya pada meja bar- aku tau sesuatu yang buruk terjadi padanya.

Orang awampun bisa melihat bahwa Baekhyun tidak bisa meneguk alkohol. Hanya minum beberapa teguk saja membuat dia mabuk kepayang seperti ini. Terbukti dengan botol vodka yang terlihat agak penuh masih bertengger kokoh disampir gelas miliknya.

“Ayo pulang oppa”

Dengan bantuan bartender yang untungnya mau membantuku membopong Baekhyun oppa lewat pintu belakang, akhirnya aku dan Baekhyun oppa berakhir dimotel daerah Gwangju.

Jangan berpikiran kotor! Aku sengaja membawanya kemari karena tidak tahu harus membawanya kemana. Aku bisa dihabisi kedua orang tuaku jika membawa laki-laki mabuk kedalam rumah, lebih parahnya bisa-bisa mereka menikahkanku dengan Baekhyun oppa! Yang kedua, aku memang tahu apartmen Baekhyun oppa, tapi aku kan tidak tahu kata sandinya, percuma membangunkan orang mabuk. Yang ada aku ikutan mabuk. Dan yang terakhir, aku masih pelajar menengah keatas. Tidak punya uang untuk menyewa hotel. Motel menjadi alternatif menenangkan bagi dompetku.

Setelah membaringkan Baekhyun oppa, yang meskipun pendek tapi kuakui tubuhnya yang sedikit berotot membuatku kesulitan membopongnya kekasur. Kulepaskan sepatu dan kaos kaki yang masih dikenakannya.

Kini pikiranku melayang pada baju yang masih melekat ditubuhnya. Bajunya bau alkohol! Tapi disini bahkan tidak ada baju ganti. Lalu aku harus bagaimana?

Pandanganku pun bertemu pada selimut tipis yang teronggok didekat lemari. Apa selimut itu cukup hangat jika membungkus tubuhnya? Masa bodoh! Salah sendiri dia mabuk!

Buru-buru kubuka kancing kemejanya. Sebenarnya aku heran dia ke club mau mabuk atau mau bertemu dosen? Rapi sekali

Ishh! Buru-buru kuenyahkan pikiranku. Yang penting sekarang aku harus melepas pakaiannya!

Kulanjutkan kegiatan membuka kancing yang sempat terhenti. Sedikit meneguk liurku begitu melihat perut kotak-kotak berjumlah 6 yang terpampang didepanku. Meskipun belum benar-benar terbentuk sempurna tapi akukan wanita normal. Melihat sesuatu yang ehem sedikit ‘porno’ otak ku langsung melanglang buana kemana-mana

Tapi kugeleng-gelengkan kepalaku keras. Fokus fokus! Kutarik tangan kanannya agar membantuku melepas kemeja bagian lengannya.

Semuanya berjalan baik-baik saja sampai ketika aku mengangkat tangan kirinya ke atas, tiba-tiba Baekhyun oppa berguling kearahku! Membuat posisi kami terlihat sedikit tidak senonoh.

Well. Aku. Dibawah. Dan, Baekhyun oppa. Menindihku. Tanpa baju.

Jantungku sontak berdebar kencang. Bukan apa-apa! Dimotel berdua bersama orang mabuk perempuan mana yang tidak berdebar. Manalagi kini kurasakan kepala Baekhyun oppa menelusuri leherku. Mebuatku menahan nafas seketika

“Oppa” panggilku pelan

“…”

“Oppa!” Panggilku lebih keras sekaligus mendorong dadanya agar menjauhiku

“Hm”

“Minggir oppa, kau berat!”

Bukannya menyingkir, dia malah semakin menenggelamkan wajahnya pada lekukan leherku. Menghirup aroma tubuhku dalam-dalam. Jujur aku sedikit merinding merasakan hembusan nafasnya dileherku

“Saera ya. Yoon Saera” panggilnya dengan suara serak.

Entahlah ada yang berbeda dari caranya mengucapkan namaku. Terdengar indah sekaligus menyakitkan. Kugerakan tanganku untuk mengelus rambutnya. Mencoba menyalurkan sedikit ketenangan untuknya.

“Saera ya” panggil Baekhyun oppa yang kini telah mengangkat wajahnya. Menatapku dari jari satu jengkal. Membuat nafas kami yang saling memburu bertabrakan satu sama lain

“Wae?” Tanyaku mencoba meredam rasa gugup yang kini membuncah didadaku

“Saera ya. Yoon Saera”

Aku diam. Membiarkan tatapanku terpaut dengannya. Menyusuri Samudra kecoklatan yang menghisapkaku. Meninggalkan detik demi detik yang tergeletak tak berdaya dibelakang. Dia mengusap dahiku kemudian turun ke hidungku. Aku memejamkan mataku merasakan sentuhannya. Hingga sentuhannya beralih ke daguku. Tempat favoritnya.

“Kenapa aku tidak jatuh cinta padamu saja Saera ya?” Aku masih memejamkan mataku. Menunggunya melanjutkan kata-katanya.

“Kau tau. Terlalu sakit bagiku. Jika dia keberatan dengan pernikahan ini, kenapa dia tidak menentangnya dari awal? Yang kuinginkan hanya satu. Menikah sekali seumur hidupku. Bersama perempuan yang kucintai dan mencintaiku. Membuka mata dengan seseorang yang bersedia menghabiskan masa tuanya bersamaku. Memiliki keluarga kecil bahagia dengan pertengkaran kecil yang menyenangkan. Bukan dengan perempuan yang kucintai tetapi mengacuhkanku. Ku kira, sifatnya bisa berubah seiring berjalannya waktu. Kukira dia hanya terlalu terkejut dengan perjodohan ini. Aku menghargai setiap detik bersamanya. Sekalipun itu hanya berdiam diri dalam satu ruangan tanpa seucap katapun terlontar. Aku bisa mentolerir segala sikap dinginnya padaku kecuali satu. Pengkhianatan.”

Sontak kubuka mataku mendengar penuturan terakhirnya. Samudra coklat itu kini didominasi warna merah. Banyak luka yang terkuak dari dalamnya. Kepedihan, kerinduan, pengorbanan, dan cinta tak terbalas.

Banyak lukanya yang kumengerti dan kupahami. Sekalipun ia tak mengatakan seberapa sakitnya itu. Asal kau melihat mata polosnya yang dipenuhi luka, kau akan tau seberapa dalam hal itu telah menggoresnya.

Kutarik tubuhnya kedalam pelukanku. Mengusap punggungnya dengan lembut. Mengabaikan keadaannya yang hanya terlilit selimut. Aku tidak peduli. Lukanya mengajarkan banyak hal padaku. Memberiku banyak pelajaran hidup tanpa perlu kualami. Cukuplah sakit yang ia rasa. Terlalu dalam luka itu mengoyaknya.

Its okay. You can cry as loud as you want. I’m here. You can lean on me” ucapku sembari mengeratkan pelukanku, mengusap rambutnya lembut. memberikan kehangatan yang seharusnya ia dapat dari seseorang yang telah mengikat janji padanya 2 tahun yang lalu

Tak ada suara yang kudengar, tapi kurasakan sesuatu yang dingin mengalir dileherku. Dia menangis. Tentu saja. Dia hanya laki-laki polos yang kuketahui baru kali ini mencintai seorang wanita selama eksistansi hidupnya.

Aku mengeratkan pelukanku ketika merasakan nafasnya sudah mulai stabil. Mengecup puncak kepalanya berkali kali. mengatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja. Hingga kurasakan tubuhnya yang berat benar-benar menindihku. Sepertinya dia tertidur.

Kugulingkan badannya agar menyingkir dari tubuhku. Kini dia sudah tidak lagi menindihku, tapi lengannya masih setia melingkari pinggangku. Memeluku bagai koala yang menempel pada induknya.

Beberapa jam berlalu. Tapi aku masih belum tertidur. Padahal jam sudah membentuk sudut 90 derajat dengan jarum pendek menyentuh angka 3. Entahlah,berbagai macam fikiran berkecamuk dalam otaku. Tapi aku tidak tahu persis apa yang aku fikirkan. Membuatku frustasi!

Ketika aku hendak bangun untuk mengambil segelas air, aku mencoba melepaskan lingkaran tangan Baekhyun oppa pada pinggangku. Sayangnya tangannya terlalu kuat melilit pinganggku, membuatku kesulitan melepasnya. Kucoba berbagai macam cara agar dia melepaskan tangannya, tapi tetap tidak berhasil. Akhirnya aku menyerah. Biar sajalah dia memeluku hingga pagi

Karena tidak ada yang bisa kulakukan, akupun memindahkan posisiku menghadap kearahnya. Menyusuri wajahnya yang tertidur dengan kening berkerut. Kuelus dahinya mencoba memberikan kesan rileks

“Banyak yang kau fikirkan ya oppa? Tidurpun dahimu berkerut” ucapku sembari mengelus dahinya.

Diluar dugaanku Baekhyun oppa justru membuka matanya. Matanya masih merah. Entah efek bangun tidur atau karena menangis. Kami diam beberapa saat dengan mata yang saling tertaut satu sama lain. Hingga suara darinya memecahkan keheningan

“Jika hatiku bisa memilih seseorang yang padanya bisa kutitipkan sebelah hatiku, Aku akan memilihmu Yoon Saera” ucapnya sambil menatap mataku. Speechless tentu saja. Apa ini pernyataan cinta tidak resmi? Atau hanya sebuah guyonan belaka?

“Yoon Saera”

“Hm?”

“Mulai sekarang, bisakah kutitipkan sebelah hatiku yang belum terluka padamu? Sekaligus mengobati sebelah hatiku yang telah berserakan. Bisakah, aku mempercayakan mereka padamu?”

 

END

 

Hallooooo~ ini post pertama saya disini. Maafkan pendek dan ga jelas gini ya, maklum bikinnya cuma beberapa jam gara-gara hujan dan fikiran saya penuh diisi rumus-rumus fisika :’) akhirnya melampiaskan ke FF macam ginian :’) maafkan juga imajinasi ngaco saya yang bilang baekhyun berotot*lahhh beberapa hari ini saya ngimpi baekhyun punya abs kaya bang umin :’) bangun bangun langsung blingsatan dan kesemsem sendiri sama baekhyun. Baekhyun bukan bias saya sih. suka tapi enggak sama ngefav banget gituu. jujur bias saya banyak tapi nggak sampe yang fanatic banget gitu. saya cuma suka gara-gara dia tampan dan talented wkwkwk. Ingin berbincang dengan saya? kali bias kita samaa gitu hehehe. silahkan tinggalkan komen. mari berkenalan. and mind to review?

 

Regard

Hayyziyi

 

14 responses to “It’s Okay

  1. OMG!!! Baekhyun so sweet banget. Jatuh sama pesona Baekhyun lagi dan lagi. Ini ceritanya masih gantung. Sequel dong plisss uuhhh gak kuat sama kata-kata Baekhyun yang manis bak gulali itu. Keep writting ya….

    Baca ffku juga ya, thanks….

    • Iya emang sikecil itu mempesona banget ya :’) *digampar baekhyun* iya terimakasih udh baca dan komen😀 sequel mungkin besok habis saya un :’ mohon doa restu o:)

  2. waduh baek kamu bikin melted aja. aku suka penyampaian nya bahasanya pun mudah aku pahami dan nyantai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s