Sweet Like Candy

Author:

VARTSTORY

Cast:

Jung Jihyun | Oh Sehun (EXO)

Support Cast:

EXO Member

Genre:

Fluff | Romance

Leght: Ficlet

Rating: PG-15

loves

Jarum jam baru menunjukkan pukul 8 pagi, masih terlalu pagi untuk seorang Oh Sehun membuka matanya. Ya hari ini adalah hari liburnya, dan Sehun ingin memanfaatkan waktu liburnya yang terbilang cukup langka dengan sebaik-baiknya. Salah satunya ialah untuk bangun tidur lebih siang. Tapi sepertinya Tuhan sedang tidak berpihak padanya karena sejak beberapa menit yang lalu ponselnya terus saja berbunyi, ponselnya sudah bagaikan alarm yang memaksa Sehun untuk segera bangun dari tidurnya. Dengan malas Sehun mengambil ponselnya yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidurnya dan melihat nama yang tertera di ponselnya.

Jihyunnie❤

Melihat kekasihnya menelpon, Sehun langsung mengumpulkan kesadarannya. Karena Sehun tahu, kekasihnya Jung Jihyun tidak akan mungkin menelponnya berulang kali jika tidak ada sesuatu yang penting.

“halo sayang, ada apa? Apa ada sesuatu yang penting?”

Sehun berbicara dengan sangat hati-hati, takut jika disebrang sana Jihyun sedang dalam kondisi yang tidak bagus. Karena Sehun enggan jika harus menerima ‘ambekan’ atau omelan Jihyun, seperti tempo hari. Karena kejadian ini mirip seperti beberapa waktu yang lalu, bedanya saat itu Sehun mengangkat telepon dari Jihyun dengan nada yang berbeda. “Ada apa menelponku berulang kali? Aku sangat mengantuk Hyun-ah”. Ucapan Sehun langsung membuat Jihyun mengurungkan niatnya dengan menjawab “tidak jadi, lanjutkanlah tidurmu. Mimpi indah”. Dan sorenya Sehun menerima kabar dari temannya jika Jihyun datang ke kampus bersama dengan Kim Youngdae, pria yang sejak SMA menggilai kekasihnya. Rupanya Jihyun melakukan hal itu bukan tanpa alasan saat itu sedang ada ujian di kelasnya dan Jihyun bangun terlambat, dan Jihyun memutuskan untuk menghubungi Sehun agar Sehun mengantarnya menuju kampus namun mendengar kalimat yang diucapkan Sehun, Jihyun urung meminta bantuan kekasihnya itu.

“Hyun…”

Sehun dibuat bingung oleh Jihyun yang sama sekali tidak merespon pertanyaan Sehun, bahkan Sehun tidak mendengar apapun dari seberang sana.

“sakit Hun….”

Akhirnya Jihyun membuka suaranya, ah mungkin lebih tepatnya suara rintihannya yang cukup membuat seorang Oh Sehun cukup tegang dan khawatir disaat yang bersamaan.

“Kau kenapa? Bagian mana yang sakit?”

“pinggang dan perutku, sakit sekali Hun. Aku tidak kuat.”

Sehun bangkit dari tempat tidurnya dan mengacak rambutnya, sungguh suara rintihan Jihyun ditambah isakan tangis yang baru saja keluar darinya benar-benar membuat Sehun sangat khawatir.

“pinggang dan perut? Apa kau habis terjatuh? Minta ibumu untuk memijatmu, sementara aku akan bersiap menuju apartemenmu.”

“Aku tidak jatuh. Disini juga tidak ada seorang pun, ibu sudah kembali ke Busan. Aku membutuhkanmu Hun”

“baiklah aku akan segera kesana tapi katakan apa yang terjadi padamu agar aku bisa membawakan obat-obatan untukmu.”

“tamu…”

“apa?”

“tamu bulananku Hun”

Sehun menghela nafasnya berat dan memijat pelipisnya. Entahlah Sehun harus bahagia karena Jihyun sama sekali tidak habis terjatuh atau kecewa karena rasa sakit Jihyun ditimbulkan oleh ‘tamu bulanan’ yang kehadirannya pasti selalu membuat seorang Oh Sehun kewalahan.

“Baiklah, tunggu aku. Aku akan segera ke apartemenmu.”

Sehun menutup teleponnya lalu berjalan keluar dari kamarnya dengan tergesa, tanpa memperdulikan penampilannya saat ini.

Suho yang melihat Sehun keluar dari kamarnya dengan tergesa, langsung bertanya “kau mau kemana?”

“Aku ingin ke apartemen Jihyun, hyung. Tamu bulanannya datang, dia sangat kesakitan dan membutuhkanku hyung.” Ucap Sehun sembari mencari obat-obatan yang bisa berguna untuk mengurangi rasa sakit Jihyun, ya walaupun Sehun tau sekeras apapun Sehun mencari dia tidak akan bisa menemukan obat untuk wanita haid di dormnya.

“Dengan penampilan seperti itu?” Suho mengernyitkan alisnya sambil memperhatikan penampilan Sehun dengan t-shirt berwarna putih polos, celana pendek berwarna biru, rambutnya yang acak-acakkan dan jangan lupakan wajahnya yang benar-benar persis seperti seorang yang baru bangun tidur. “Sudahlah lebih baik kau mandi dan ganti bajumu, aku akan membuatkan teh gingseng untuk Jihyun.”

Sehun mematutkan dirinya di depan cermin, dan benar saja penampilannya sungguh berantakan. Jika Sehun datang ke apartemen Jihyun dengan penampilan seperti ini, bisa dijamin 100% Jihyun akan menceramahinya atau malah langsung mengusirnya. Karena tidak ingin mengambil resiko, Sehun memutuskan untuk mandi kilat. Tidak penting bersih atau tidak, lagipula itu juga tidak akan mempengaruhi wajah tampan Sehun bukan?

Kurang dari 15 menit Sehun keluar dari kamar mandi dan mengambil gingseng yang sudah dibuatkan oleh Suho lalu keluar dari dorm secepat kilat. Kalian pasti berpikir jika Sehun takut kalau-kalau Jihyun akan memakinya karena Sehun datang terlambat. Katakan Sehun pengecut, karena hal itu benar adanya tapi ketakutan Sehun hanya soal tamu bulanan Jihyun, kalian pasti tahu kan bagaimana seorang gadis jika sedang datang bulan. Seorang gadis yang sedang datang bulan bisa melakukan hal-hal tanpa dipikirkan sebelumnya.

Tidak sampai 10 menit Sehun sudah sampai di apartemen Jihyun, itu karena apartemen Jihyun hanya berbeda 5 lantai dari apartemen Sehun. Sehun menekan tombol 1111 untuk membuka password pintu apartemen Jihyun. Passwordnya sangat mudah bukan? Itulah Jihyun-nya Sehun, ingatan Jihyun benar-benar buruk. Saat pertama kali menempati apartemen ini, Jihyun memasang angka yang berbeda-beda untuk password apartemennya dan password itu sukses membuat Jihyun tertahan diluar apartemennya selama hampir 2 jam. Dan malangnya saat itu waktu menunjukkan hampir tengah malam, pihak teknisi apartemen tidak bisa langsung datang untuk mereset password apartemen Jihyun sedangkan Sehun saat itu sedang dalam masa promosi. Hasilnya, Jihyun menumpang di dorm EXO. Karena Jihyun yang terus menerus merengek dan Sehun pekerjaan Sehun juga belum selesai jadi Sehun menyerahkan password dorm EXO kepada Jihyun.

“Hyun, aku datang.” Saat Sehun datang, Jihyun sedang tidur menelungkup di ruang depan sambil mengompres punggungnya dengan air hangat dan air mata tidak henti-hentinya mengalir dari kedua matanya. Satu lagi tentang seorang Jung Jihyun, jika sedang dalam ‘masa’-nya seperti ini Jihyun juga sangat sensitif, dia bisa tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas.

“Hei hei, jangan menangis. Ada aku disini.” Sehun mendudukkan dirinya di samping Jihyun dan mengelus punggung kekasihnya itu.

Jihyun mendudukkan dirinya dan kembali menangis, “Ini sungguh menyakitkan Oh Sehun. Bahkan semalaman aku tidak bisa tidur karena rasa sakit sialan ini.” Bukannya berhenti menangis, tangisan Jihyun malah semakin kencang. Dan tentunya hal ini membuat Sehun panik. Untung saja apartemen ini dilengkapi dengan peredam suara, jika tidak mungkin tetangga di kanan, kiri dan depan Jihyun pasti sudah menganggap Sehun melakukan hal yang tidak-tidak pada Jihyun.

Sehun menarik Jihyun ke dalam pelukannya, satu tangannya mengelus rambut Jihyun dan satunya mengelus punggung Jihyun, “Seandainya aku tahu bagaimana rasa sakit yang kau rasakan.”

Mereka bertahan di posisi ini sampai beberapa menit, bahkan Sehun tidak peduli jika kini bajunya sudah penuh dengan air mata atau bahkan ‘ingus’ Jihyun. Baginya yang terpenting saat ini adalah sakit yang Jihyun rasakan menghilang. Karena ini pertama kalinya Sehun melihat Jihyun menangis sampai seperti ini karena tamu bulanannya.

Sehun terus mengelus rambut dan punggung Jihyun hingga kini tangisan Jihyun sudah mulai reda. “Hun-ah, aku ingin bubble tea.”

Sehun melepaskan pelukannya, “Kau ingin bubble tea? Baiklah tunggu disini, akan kubelikan untukmu.”

“Apa kau yakin? Bagaimana kalau nanti ada fans yang mengejarmu.”

“Tenanglah, aku kan memakai ini.” Sehun menunjuk kearah snapback, hoodie dan masker yang tadi dia pakai. “Tunggu sebentar ya.” Sehun tersenyum lalu mengelus rambut Jihyun.

Sehun keluar dari gedung apartemennya dan berjalan kearah kedai bubble tea yang berada di persimpangan jalan yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari apartemennya. Mungkin ini hari keberuntungan Sehun karena hari ini salju sudah mulai turun dan hampir semua orang memakai pakaian seperti Sehun jadi tidak ada satu orang pun dapat mencurigai Sehun sebagai seorang idol belum lagi kedai bubble tea yang juga sedang sepi pelanggan. Ya siapa juga yang mau membeli bubble tea disaat cuaca bersalju seperti ini, hanya seorang Jung Jihyun yang tidak terpengaruh oleh cuaca dingin karena baginya bubble tea tetap bubble tea yang nikmat diminum dalam cuaca apapun dan jangan lupakan Sehun yang mungkin satu-satunya pria yang mau membelikan bubble tea untuk kekasihnya di tengah cuaca dingin seperti ini.

“Aku kembali.” Saat Sehun kembali, Jihyun sedang asik menonton tayangan animasi kesukaannya ‘Larva’. Lihatlah bahkan tadi saat Sehun tinggalkan keadaan Jihyun masih menyedihkan dan sekarang Jihyun malah asik pada tontonannya.

“Bagaimana masih sakit?”

Jihyun mengambil bubble tea yang diserahkan Sehun dan meminumnya, “Sudah tidak terlalu, entahlah saat tadi kau pergi sakitnya perlahan-lahan menghilang.”

Jihyun menonton larva sembari meminum bubble teanya dan menyenderkan kepalanya di pundak Sehun, sekarang apalagi yang lebih nyaman daripada ini?

“Lihatlah mereka sangat bodoh.” Sehun menertawai tingkah kedua larva yang ditontonnya, karena tidak ada respon Sehun menolehkan dirinya kearah Jihyun, dan Sehun kini melihat Jihyun tengah tertidur dengan sangat nyaman di pundaknya. Karena tidak tega, dengan perlahan Sehun menggendong Jihyun ‘ala bridal style’ dan menidurkannya di tempat tidurnya. Sehun menyelimuti Jihyun dan memasang penghangat di kamarnya. Sehun masih belum beranjak dari posisinya yang kini duduk disamping ranjang Jihyun. Rasanya begitu damai melihat wajah gadis yang kau cintai tertidur pulas daripada seperti tadi, melihatnya menangis kesakitan.

“Kau tahu Jung Jihyun, walaupun sikapmu sama ajaibnya seperti sikap Baekhyun hyung atau Heechul hyung aku akan tetap mencintaimu sampai detik nafas terakhirku. Karena kalau tidak bersama denganmu, aku tidak akan bersama dengan gadis manapun. Aku mencintaimu Hyun.” Sehun mencium kening Jihyun dan menempelkan bibirnya di kening Jihyun selama kira-kira 1 menit.

Cinta selain bisa membahagiakan kedua insan yang merasakannya, cinta juga bisa menghilangkan sakit akibat datang bulan. Diibaratkan seperti kau sedang memakan sesuatu yang pahit, satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah dengan memakan gula yang manis untuk menetralisir rasa pahitnya. Ah cinta itu memang manis seperti gula, iyakan?

2 responses to “Sweet Like Candy

  1. so sweet…
    aq jg pernah ngalamin kyk gitu, dan alangkah bahagianya saat orang yg kita cintai terus mnemani kita smbil mengelus punggung kita ktika kita merasa kesakitan….
    pengalaman nyata yg menyenangkan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s