From Horror Stories {Oneshoot} – HyeKim

image

Title : From Horror Stories

Genre : Horror, friendship, lilttle bit romance

Rating : PG-15

Lenght : Oneshoot

Author : HyeKim

Cast :
-Kim Hyerim (OC)
-Xi Luhan
-Do Kyungsoo
-Yoo Ara
-Alice Song
-Victoria Song
-Choi Sulli
-Cho Kyuhyun
-Lee Hyukjae
-Lee Taemin

Summary : “10 anak remaja berniat belibur disebuah hutan terpencil disaat liburan musim panas. Liburan yang diharapkan menyenangkan malah harus berakhir dengan mengejutkan karena cerita hantu”

.

.

.

“Hyerim!” seruan keras itu terdengar sampai ke lantai 2, tepat kamar Hyerim berada.

Hyerim mengecek kembali barang-barang yang ia bawa dan men-checklistnya setelah dipastikan tersusun rapi di koper berwarna ungu tua.

“Hyerim, apakah kamu sudah siap?” suara Ibunya terdengar di anak tangga menuju lantai 2.

“Sudah, Bu.” sahut gadis berumur 21 tahun itu.

Hyerim menggeret kopernya dan melangkah keluar kamar, dengan susah payah ia menuruni tangga dengan kopernya, seakan dirinya sedang memikul beras. Akhirnya, dirinya sampai di teras rumah, dapat dilihatnya sebuah mini bus yang berisikan teman-temannya, terparkir di jalan depan rumahnya.

Josim, arra?(hati-hati, ya).” ucap Ibu Hyerim pada putri tunggalnya itu. Hyerim mengangguk, seruan teman-temannya dari dalam mini bus kembali terdengar, membuatnya hendak beranjak pergi.

“Hyerim,” panggilan Ibunya membuat Hyerim memberhentikan langkahnya dan menatap wanita paruh baya itu. “Hati-hati dan jangan pernah sekalipun melepaskan tangan Luhan, jangan!”

Hyerim mengangguk. Ini bukan kali pertamanya pergi bersama teman-teman dekatnya kedaerah-daerah terpencil bahkan tak ada di peta sekalipun. Tapi, kekhawatiran seorang Ibu tak pernah ada pausenya sedikit pun, Ibunya hanya akan mempercayai Hyerim pada Luhan, tunangan putrinya. Ibunya pun memberikan Hyerim kalung dengan botol kecil berisikan air suci, ia memakaikan kalung itu dileher Hyerim.

“Yak! Kim Hyerim!” teriakan cempren Alice terdengar sebal, karena Hyerim tak kunjung naik ke mini bus. Setelah berpelukan dengan Ibunya, Hyerim berjalan ke mini bus itu.

***

“Kali ini kita akan pergi kemana?” tanya Alice kelewat semangat. Mini bus sudah berjalan menelusuri jalan raya di Seoul.

“Kita akan ke Jeongseon, provinsi Gangwon. Di daerah pedalaman yang rimbun akan hutannya,” jawab Kyungsoo, terpaku pada tabletnya, tak sedikitpun berminat mengangkat kepalanya dari gamenya itu.

“Dimana itu? Aku tidak tahu,” ucap Ara yang duduk disebelah Alice, dengan perasaan sedikit takut. Wajar, ini kali pertamanya berpergian bersama teman-temannya.

“Nanti juga kamu akan tahu, Nona Yoo. Ini pasti akan mengasyikan.” seru Kyuhyun yang duduk dibelakang Kyungsoo dan Taemin.

“Iya, percayalah.” ucap Hyukjae yang duduk disebelah Kyuhyun, karena Ara tak kunjung memasang wajah tenang. Akhirnya, Alice menenangkannya.

Sejujurnya, bukan hanya Ara yang takut setengah mati. Tapi, Hyerim pun begitu, sepanjang perjalanan dengan duduk di bangku paling belakang bersama Luhan, tepat dibelakang Victoria dan Sulli, dirinya meremas tangan Luhan dan Luhan balas meremas tangannya lembut.

“Ada apa?” tanya Luhan lembut menatap Hyerim. Gadis itu menggeleng, menerawang dengan bola mata berkilat-kilat.

“Lu, jangan lepaskan genggaman kita. Apapun yang terjadi, aku merasa tak enak,” ucap Hyerim.

Luhan mengangguk sambil tesenyum manis. Memaklumi tunangannya yang sudah menjalin kasih dengannya selama 5 tahun. Luhan tahu betul Hyerim berbeda, gadis itu memang selalu seperti ini ketika  berpergian jauh, seakan baru kali pertamanya menelusuri pedalaman. Hyerim berbeda, ia bisa merasakan dan melihat makhluk yang orang biasa tidak bisa melihatnya.

***

Sudah setengah hari mereka bersepuluh menempuh perjalanan. Mini bus yang membawa mereka mulai melewati jalan yang tidak mulus penuh dengan bebatuan, membuat mereka terhuyung-huyung ke kanan dan kiri. Tapi kesepuluh teman itu tampak tak acuh dan malah tertawa-tawa riang.

“Sungguh, jalanan ini sejelek muka Kyuhyun,” seru Victoria yang entah sudah berapa kali kepalanya terkantuk jendela disebelah kanannya.

“Apa kau bilang?!” teriak pemuda bermarga Cho itu.

“Hey! Jangan bertengkar!” Taemin menengahi, memang dari tadi Victoria dan Kyuhyun tak berhenti adu mulut. “Aku malah menjadi ngeri dengan tempat kita menginap nanti”

“Salahkan Hyukjae hyung kalau masalah itu! Dialah yang menyewa tempat menginap, sementara aku hanya menyiapkan mini bus.” sahut Kyungsoo dan langsung mendapatkan teriakan dari Hyukjae, membuat mini bus itu tambah berisik.

“Yang aku takutkan, akan terjadi lagi kejadian seperti saat kita mendaki gunung di daerah terpencil di Anyang. Aku sudah hampir mati ketakutan karena ulah yang Kyuhyun buat saat malam hari!” Sulli angkat bicara dan menatap Kyuhyun sinis, sementara pria itu tampak memasang wajah santai.

“Ngomong-ngomong,” Victoria kembali bercoloteh dan menatap teman-temannya. “Aku sudah mempunyai bahan cerita horror baru. Ada yang hanya cerita fiksi belaka dan ada pula yang urban legend.”

“Wah! Ceritakan nanti! Aku, Kyuhyun, dan Hyukjae hyung juga sudah mempunyai bahan sesuatu nant,” ucap Kyungsoo sambil menyeringai.

“Aku akan menceritakan Bloody Marry lagi!” seru Alice. Beberapa dari mereka hanya mendengus bosan.

“Bosan! Kami sudah tahu!” sahut Hyukjae.

“Ah! Hentikan! Jangan ceritakan cerita seram yang konyol itu! Maupun fiksi ataupun legenda yang disebut-sebut pernah terjadi! Dan untuk Kyungsoo, Kyuhyun, dan Hyukjae! Jangan berbuat sesuatu untuk menakuti kita!” seru Sulli, sambil menatap tajam 3 pria yang memang super jahil itu.

“Kau takut kejadian di Anyang terjadi lagi?” ledek Kyuhyun membuat Sulli cemberut. “Aku hanya mengoleskan sebanyak-banyaknya lipstick merah Hyerim dan Alice ke kain putih, lalu menutupi seluruh tubuhku dengan kain itu dan membangunkanmu.”

“Tetap saja itu menakutkan! Aku kira itu hantu penuh darah!”

“Dasar penakut!” ledek Hyukjae.

“Sudah, jangan meganggu Sulli lagi.” ucap Taemin, karena tidurnya yang sebenarnya tidak nyenyak, terusik.

“Taemin-ah, hanya kamu dan Luhan yang tidak mau bergabung dengan kita untuk menakuti para gadis,” ucap Kyungsoo.

“Tugasku menjaga Hyerim, bukan menakutinya,” tegas Luhan tapi suaranya tidak terlalu ditinggikan, karena Hyerim sedang tertidur nyenyak dengan menyender di bahunya. Ia takut Hyerimnya terganggu dalam tidurnya.

“Ya begitulah pasangan yang 1 bulan lagi akan menikah,” goda Alice membuat mereka semua menggoda Luhan.

Luhan merasa tidur Hyerim terganggu, ketika kepala gadis itu mulai bergerak dan jarinya yang terpaut dengan jarinya bergerak dengan gelisah. Sungguh, Luhan ingin berteriak marah ke delapan temannya, karena bila Hyerim bangun, gadis itu akan gelisah karena mereka sedang melewati kawasan yang terlihat seram, yang tak lain daerah plosok dengan hutan yang rimbun.

“Kenapa jalanannya makin tidak mulus?” tanya Ara yang sedari tadi bungkam, dengan nada takut. “Alice-ah, apakah tepat diselah kanan kita jurang? Aku takut.” Ara mulai merenggek.

“Aku dengar tempat ini menyimpan legenda. Bila kita membangunkan roh hitam disini, akan ada kejadian yang waw, luar biasanya.” ucap Kyungsoo.

“Jangan ceritakan!” Sulli menutup kedua telinganya dengan kedua tangan.

“Itu menarik, Hyerim bisa melihat hal-hal berbau gaib kan? Akan menyenangkan kita bisa bertemu makhluk-makhluk gaib itu kali ini.” ucap Hyukjae.

“Jangan libatkan Hyerim! Kalian ini benar-benar!” seru Luhan kesal.

“Kalian tahu urban legend Gozu? Seorang guru di Jepang yang menceritakan cerita seram kepada murid-muridnya sampai mereka pingsan dengan mengeluarkan busa dari mulut mereka karena cerita yang mengerikan itu. Maka tidak ada yang tahu tentang akhir cerita Gozu itu. Dan kejadian ini terjadi saat mereka berwisata seperti kita,” ucap Victoria dengan wajah antusias tetapi sorot mata yang tajam.

“Jangan samakan dengan kita!” desis Taemin sambil melotot pada Victoria yang hanya mengangkat bahunya.

Keadaan tak kunjung hening dan jalanan yang mereka lewati memang sudah benar-benar rusak, dan membuat mereka yang berada didalam mini bus merasa tak nyaman dan berceloteh terus menerus. Hyerim akhirnya benar-benar bangun dari tidur nyenyaknya. Hyerim menatap sekitar, karena ia duduk disebelah kaca, yang membuatnya tergoda menengok keluar.

Tubuh Hyerim langsung gemetaran hebat saat melihat sosok gadis berambut panjang, berjubah putih dengan mata merah yang sedang melotot, dan menyeringai. Sedang melayang di luar mini bus mereka.

“AKHHHH!!!” Hyerim berteriak membuat semuanya terkejut dan menatapnya. Hyerim langsung bersembunyi di bahu Luhan.

Tepat setelah Hyerim berteriak, mini bus yang mereka tumpangi hilang kendali dan nyaris jatuh ke jurang. Mereka besepuluh berteriak, apalagi Sulli dan Ara. Victoria nyaris terjatuh,Taemin terus berdoa dengan mata terpejam, Alice nyaris menangis. Sementara Hyerim, ia sudah dipeluk oleh Luhan dengan eratnya, kepalanya dilindungi oleh tangan kekar Luhan agar tidak terluka sedikitpun.

‘BRAK!’

‘PRANG!’

“AKHHHHHHH!!!!”

***

“Ara! Araaa!! Yoo Ara!” Alice memanggil-manggil gadis bernama lengkap Yoo Ara itu.

Hyerim perlahan membuka matanya yang sedari tadi ia pejamkan, perlahan ia melepaskan pelukan Luhan yang masih setia melindunginya. Ara jatuh pingsan.  Saat mini bus mereka menabrak keras pohon kayu jati, Ara terpental dari tempat duduknya dan keningnya terkena serpihan kaca mini bus yang pecah.

Eottokhae?” cemas Victoria menatap keseluruh temannya. Semuanya panik akan keadaan Ara, sementara Hyukjae dan supir mini bus sedang memperbaiki mesin agar bisa melanjutkan perjalanan.

“Napasnya tidak ada!” seru Taemin saat mendekatkan jarinya ke hidung Ara. Hyerim mulai beranjak dari tempatnya dan mendekati tubuh Ara yang terkapar di lantai mini bus.

Rambut kuduk Hyerim langsung berdiri saat merasakan hawa dingin dan aura hitam disekitar tubuh Ara. Tapi, Hyerim tak tahu pasti apa ini, dirinya memang mempunyai sixth sense turun menurun dari moyangnya. Tapi zaman sudah modern, tidak menuntutnya meperdalam kekuatan supernaturalnya, layaknya orang zaman dahulu.

“Siram dia!” perintah Hyerim saat memegang tangan Ara yang dingin. Semua saling pandang, mereka tahu kekuatan yang dimiliki Hyerim maka tidak ada yang membantah.

Luhan langsung mengambil air dan menyiram seluruh tubuh Ara. Belum ada tanda-tanda apapun meski Hyukjae telah kembali kedalam mini bus setelah selesai memperbaiki mesinnya.

“Demi Tuhan, kembalikanlah temanku.” ucap Hyerim sambil meniup kening Ara yang dihiasi luka serpihan yang sudah mengering.

“Hah!” Ara membuka matanya, wajahnya masih pucat dan putih sekali. Tapi semuanya tersenyum dan menghembuskan napas lega, sementara Hyerim merasa masih ada yang janggal.

***

“Sampaiiii!!” seru Kyuhyun semangat. Mereka semua turun dari mini bus.

Hyerim melihati Ara yang tampak menunduk lesu. Anak itu memang pendiam, tapi kali ini anak itu malah seperti orang bisu.

“Ada apa?” tanya Luhan saat melihat Hyerim melamun. Hyerim terkesiap, dan menatap Luhan yang menatapnya khawatir.

“Tak apa, hanya ah… shock dengan kejadian tadi,” ucap Hyerim, lalu menggeret kopernya menuju tempat mereka bermalam nanti. Luhan menyusulnya dari belakang.

Tempat mereka menginap benar-benar terlihat angker. Bertempat di tengah hutan yang rimbun, interior rumah yang terbuat dari papan-papan kayu berwarna coklat yang kokoh dengan atap depan berbentuk segita. Sebuah pondok lebih tepatnya, tetapi lebih luas dari pondok manapun.

“Aku ingin mandi!” seru Sulli setelah menaruh barang-barangnya. Dan bergegas ke kamar mandi.

“Hey! Aku dulu!” seru Kyungsoo menyusul Sulli.

“Aku juga mau mandi!” teriak Alice.

“Aku juga!” seru Taemin.

Keempatnya sampai di daun pintu kamar mandi bersamaan. Akhirnya keempatnya berkelahi hebat untuk bisa masuk ke kamar mandi duluan. Keadaan pondok itu sudah berisik sekali oleh 4 anak adam dan hawa yang berdesakan di daun pintu kamar mandi. Hyerim merasa terusik dan duduk di karpet yang berada di tengah pondok, Luhan duduk disampingnya sambil meremas bahunya, tahu hati Hyerim sedang tidak enak. Gadis itu terus menatap Ara yang sedari tadi menunduk.

***

Jarum jam sudah menunjukan pukul 17.55, langit telah berubah menjadi gelap. Perlahan bintang mulai menghiasi langit menemani sang rembulan yang menyinari malam. Suara burung hantu terdengar menggema di hutan rimbun tesebut. Walau sedang musim panas, angin bertiup kencang dan terasa sangat dingin, membuat rambut kuduk berdiri merinding. Binatang malam yang beraktifitas membuat orang mengira ada makhluk gaib yang lewat dengan bisingnya. Angin kencang menyebalkan membuat ranting daun terkantuk-kantuk ke jendela pondok, menimbulkan suara bising mecengkam. Ditambah awan hitam yang tiba-tiba mendominasi dan membuat guntur terdengar dimana-mana.

“Dingin sekali dan err…seram!” ucap Kyungsoo sambil merapatkan mantel jaketnya.

“Hua! Suara apa itu!” teriak Sulli saat mendengar suara ranting pohon yang mengenai jendela.

“Demi Tuhan, sudah berapa kali aku mengatakan padamu! Itu ranting pohon!” seru Hyukjae gemas sekaligus jengkel.

“Jadi..sekarang kita ingin melakukan apa?” tanya Luhan sambil menggeser duduknya kearah Hyerim yang tampak menggigil walau sudah 2 lapis mantel yang ia pakai. Luhan mulai merangkul Hyerim dan menariknya mendekat kearahnya, agar terasa hangat.

“Seperti biasa, cerita hantu!” seru Kyuhyun sambil menyeringai tepat dengan suara guntur yang terdengar membuat Sulli berteriak histeris.

“Aku ingin bercerita,” ucap Kyungsoo sambil menatap temannya satu persatu dengan tatapan tajam. “Di Jepang ada seorang hantu wanita, aku lupa namanya. Dia suka memakai masker dan keluar pada jam-jam tertentu…” Kyungsoo merendahkan nada bicaranya sambil menyeringai.

“Suatu hari ada seorang lelaki sedang berjalan-jalan, dia bertemu seorang wanita bermasker. Wanita itu bertanya ‘Apakah aku cantik?’, lelaki itu kebingungan dan akhirnya menjawab ‘ya’, dan lalu sang perempuan membuka maskernya…” Kyungsoo megantungkan kalimatnya, membuat semuanya tegang.

Sulli sudah mengigiti bantal yang ia bawa sambil memegang erat tangan kanan Taemin yang ada disebelahnya. Hyerim tambah mendekatkan diri pada Luhan yang bersedia menjadi tamengnya dan Luhan mulai memeluk pinggangnya erat.

“Dan…. dapat dilihat…wajah wanita itu….mengerikan…dengan SOBEKAN MULUT YANG LEBAR!”

‘CKLEK!’

“KYAAA!!” Victoria, Alice, dan Sulli berteriak kencang saat Kyungsoo meninggikan intonasi suaranya diakhir, bersamaan dengan lampu yang mati

Tadi dengan iseng, Kyuhyun mematikan lampu, tidak ada yang menyadarinya ketika berjalan kearah sakelar lampu karena terlalu fokus pada cerita. Hyerim merasakan hawa dingin mecengkam ditengah kegelapan ini.

“KYUNGSOO NYALAHKAN LAMPUNYA!” teriak Hyerim nyaris menangis, Luhan langsung memeluk tubuhnya. Alih-alih lampu yang dinyalahkan, Kyungsoo menaruh lilin yang sudah dinyalahkan ketengah-tengah mereka yang duduk membentuk lingkaran.

“Hantu wanita itu mengambil sebuah guting dan diarahkannya ke bibir pemuda itu, menyobek-nyobeknya dengan lebar seperti dirinya.” ucap Kyungsoo pelan nyaris berbisik.

“Soo-ya, sudahlah, kita hentikan saja” usul Luhan saat merasakan Hyerim bergetar hebat dalam pelukannya. Bukan takut akan ceritanya, tapi ia merasa hawa hitam mulai bermunculan disekitar mereka.

“Ada yang punya cerita lagi?” tanya Hyukjae seakan tuli akan usul Luhan.

“Aku!” seru Victoria, “Aku membaca cerita fiksi bergenre horror beberapa hari lalu,” lanjutnya dan menatap sekitar dengan mata berkilat-kilat ngeri serta smirk andalannya.

Hembusan angin membuat api lilin bergerak-gerak, membuat Hyerim resah dan Sulli ingin menangis saat itu juga. “23, konon adalah angka sial. Dan suatu hari ada seorang gadis tinggal disebuah appartement bernomor 23..” lanjut Victoria.

“Malam pertama ia tinggal, ia mendengar suara seperti ‘Clap! Clap!’ Suara tepuk tangan. Ia mengabaikannya…” Victoria melotot sambil melihatkan jelas wajahnya terpantul dari lilin, terkesan agar seram, lalu Victoria berucap setengah berbisik. “Lalu bunyi itu terdengar lagi, disertai bisikan ‘ayo bermain denganku’…”

‘BRAKKK!!!’

“HYAAKKK!!” Sulli dan Hyerim berteriak kaget. Sulli langsung memeluk dan bersembunyi di bahu Taemin, Hyerim langsung didekap erat oleh Luhan. Alice bahkan sudah menangis.

“HYUKJAE HYUNG!” teriak Taemin saat mendapati Hyukjae-walau dalam keadaan gelap-sedang tertawa geli didekat jendela yang tiba-tiba dibanting olehnya.

“Taeminnie, jangan seperti wanita,” ledek Hyukjae yang sudah kembali ke tempatnya, dan tertawa terbahak-bahak.

“Lalu,” Victoria melanjutkan kembali. “Gadis itu berteriak dan mengatakan ‘pergi kau!’, tetapi tepuk tangan itu terus terdengar ‘CLAP! CLAP!’..”Victoria megantungkan lagi ceritanya sambil bertepuk tangan 2 kali. “Dan…datanglah wujud gadis berwajah hancur setengah terbakar, yang lalu mencakar wajahnya menggunakan kuku-kukunya yang tajam.”

Victoria mengakhiri ceritanya dengan tertawa keras dan tatapan tajam, terlihat seperti orang gila yang sukses membuat Sulli ketakutan begitu pula Alice.

“Sudahlah, next, ada yang lainnya?” tanya Kyuhyun.

“Sebenarnya aku ada,” ucap Hyerim membuat semua orang memandangnya. “Aku terlalu takut menceritakannya. Tapi, baiklah kalau kalian mau,” lanjutnya, ia mulai menjauhkan tangan Luhan yang memeluknya.

“Legenda ini berasal dari negara kita sendiri, Korea Selatan,” Hyerim mulai becerita, dan ‘wuss’ angin bertiup kencang membuat tirai gorden yang berwarna putih bergerak-gerak.

“Wajar bagi seorang murid yang ingin masuk universitas belajar dan mengikuti kursus sampai tengah malam. Di satu sekolah ada seorang murid unggul yang tak pernah kalah sedikit pun, orang tuanya menekannya untuk selalu menjadi nomor 1,”

“Teganya, pasti dia tertekan,” komentar Alice disertai anggukan yang lain, kecuali Ara yang dari tadi tidak bereaksi.

“Suatu hari, murid ini tidak pulang ke rumah. Orang tuanya mengira dirinya belajar di sekolah sampai malam. Saat pagi hari, murid yang pertama datang ke kelas, tidak mau bicara selama seminggu,” Hyerim megantungkan kalimatnya, melihati teman-temannya yang menatapnya penasaran.

“Dirinya menemukan murid itu BUNUH DIRI DENGAN MEGANTUNG DIRINYA DI KELAS DAN LIDAH MUNJULUR KELUAR!” Hyerim mengeraskan suaranya diakhir-akhir.

Dan dengan tiba-tiba, Kyungsoo meniup lilin yang menjadi penerangan mereka satu-satunya. Membuat para gadis, kecuali Ara, berteriak. “KYUNGSOO! NYALAHKAN LAMPUNYA, BODOH!” teriak Hyerim, karena aura hitam itu semakin pekat.

Ck! Lanjutkan saja ceritamu!” ucap Kyungsoo tak peduli.

Dengan keringat dingin dan terbata-bata, Hyerim melanjutkan ceritanya. “Dd…dan, konon setiap anak yang meng…mengikuti kelas malam, dan bang…ku sebe..lah mereka kos…soong, murid unggul itu akan menemaninya. Dan saat pulang nanti, dia akan membunuh murid-murid tesebut dan mencongkel matanya sambil menghitung ‘satu…dua…'”

“AKH HENTIKAN!” Victoria berteriak. “Rasanya sangat seram bila urban legend itu berasal dari negara sendiri.”

“Bagaimana bila dengan Bloody Marry? Berdiri didepan cermin sambil mengucapkan ‘Marry Wooth, Marry Wooth, I Believe in Marry Wooth’ sebanyak tiga kali dan muncul lah Bloody Marry dengan wajah hancur.” ucap Alice. Mereka menatap Alice datar, bosan dengan urban legend Bloody Marry yang sudah terkenal itu.

“Bagaimana bila dengan cerita yang kupunya?” ucap Ara masih menunduk dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya.

Semua orang menatapnya, seketika Hyerim merasa lemas seakan darahnya dihisap begitu saja. “Hyerim-ah?”Bisik Luhan saat tubuh Hyerim mulai limbung dan jatuh ke bahunya.

“Memangnya apa?” tanya Alice penasaran. Ara mengangkat wajahnya sambil menyeringai, rambut panjangnya langsung kembali kebelakang.

“Ada 10 remaja berlibur ke hutan yang rimbun..” Ara memulai ceritanya, semua menatapnya penasaran. Hyerim mulai merasa kepalanya pusing, Luhan mulai memeluknya erat. “Pada malam hari mereka menceritakan cerita hantu dan…”

‘BRAK! WUSS!’

Jendela terbuka dengan lebarnya disusul oleh angin kencang yang mengibar-ngibarkan gorden putih. Ara mengambil senter dan menyalahkannya, menaruhnya di bawah dagu agar menyinari wajahnya yang sangat putih pucat sambil menyeringai.

“Tak ada yang tahu, mereka telah membangunkam roh hitam ditempat mereka bermalam…” Hyerim mulai merasakan pandangannya kabur, seakan ada yang meganggunya.

“Roh hitam itu merasa diremehkan oleh cerita hantu mereka, dan demi membuktikan bahwa roh-roh hitam itu lebih mengerikan. Para roh hitam itu membunuh 10 remaja tersebut sesuai dengan cerita yang mereka ceritakan,” Ara mengakhiri ceritanya membuat semuanya tegang.

Seketika gorden putih yang berkibar itu copot dan melayang kearah mereka bersepuluh. Semuanya berteriak dan mereka tertutupi oleh gorden putih itu. Dan lilin yang di tengah-tengah mereka tiba-tiba mati-nyala dengan sendirinya. Ditambah dengan ledakan tawa Ara yang sangat seram.

“LUHAN!!” Hyerim berteriak saat merasakan Luhan pergi dari sisinya.

‘CKLEK!’

“SUDAH! INI KETERLALUAN!” seru Luhan yang ternyata menyalahkan lampu.

“KAU YANG KETERLALUAN!” Kyungsoo balas berseru. Hyerim tidak ingat apa-apa lagi setelahnya, ketika aura hitam itu mulai merasuki pikirannya dan seketika semuanya gelap.

***

“KALIAN KETERLALUAN! SUNGGUH!” teriak Sulli, kepada Hyukjae dan Kyuhyun yang asyik berenang di sungai belakang pondok. Padahal sekarang sudah pukul 19.35.

“Sungguh itu bukan ulah kami. Saat Ara bercerita, kita hanya berencana membanting pintu salah satu kamar,” sergah Hyukjae.

“Dan itu juga bukan ulah Luhan! Luhan beranjak dari tempatnya saat ingin menyalahkan lampu!”

“Lalu? Siapa?” ucap Kyuhyun sambil duduk ditepi sungai, menatap Sulli yang berdiri tak jauh darinya.

Sulli tampak melipat kedua tangannya di dada dan cemberut. “Roh hitam!” ucapnya asal dan duduk di bangku kayu dibelakangnya, membelakangi sungai.

“Menarik,” ujar Kyuhyun serasa turun ke sungai lagi, berenang bersama Hyukjae. “Seperti yang diceritakan Ara.”

Sulli memutar bola matanya dan mulai terpaku pada ponselnya. “Jangan jahil lagi, Hyerim sampai pingsan tahu,” kedua pria itu mengacuhkan ocehan Sulli dan terus bercanda.

Sulli sibuk dengan ponselnya, lalu terhenti karena suara candaan 2 pria dibelakangnya sudah tidak terdengar. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun dan Hyukjae mengambang di tengah sungai, dengan mata bolong habis dicongkeli, dan sudah tak bernyawa. Sungai tersebut langsung penuh dengan darah. Sulli hendak berteriak saat merasakan seorang menepuk bahunya, dirinya menoleh.

“Ara?” bisiknya. Ara mengeluarkan smirknya membuat Sulli merinding, dan lalu ia mencekik Sulli. “Akhh.. Ara-ya…” napas Sulli tercekat.

Ara makin mencekik leher Sulli dan mengarahkan kuku-kuku tajamnya kearah bola mata Sulli, dan mulai menyongkelnya. “Satu, dua…”

Sulli berteriak saat kedua bola matanya dicongkeli, Ara menyeringai dan memakan bola mata Sulli yang menempel di kedua kuku panjangnya.

***

Alice menggosok giginya didepan  cermin. Saat sedang asyik bersenandung, dirinya hampir tersedak pasta giginya. Tiba-tiba, Ara berada dibelakangnya.

“Ara?” desis Alice setelah selesai berkumur. Ara hanya menundukan kepalanya dan lalu mengangkatnya, menatap tajam kearah Alice.

Alice merasa ngeri, dan mencuci wajahnya. “Marry Wooth, Marry Wooth, I belive in Marry Wooth,” suara Ara terdengar. Alice mengangkat wajahnya terkejut saat melihat Ara mengucapkan mantra itu dihadapan cermin.

“Apa yang kamu lakukan?” Alice kebingungan.

“Marry Wooth, Marry Wooth, I belive in Marry Wooth,” Ara mengabaikannya.

Alice menekuk bibirnya. “Bermainlah dengan legenda Bloody Marry yang menakutkan itu sesuka hatimu, Yoo Ara-ssi” ucap Alice dan beranjak meraih gagang pintu kamar mandi.

Tiba-tiba, Ara menarik Alice, membuatnya berbalik lagi menatap Ara. “Marry Wooth, Marry Wooth, I belive in Marry Wooth,” Ara mengucapkan mantra itu untuk ketiga kalinya.

“Henti..-”

‘CKLEK! BLAM! PRANG!’

Dalam sekejap, lampu kamar mandi mati, pintunya tertutup, dan  cerminnya retak seketika. Dan yang lebih mengejutkan, wajah Ara berubah menjadi hancur dan menatap Alice tajam.

“HYAAKKK!!” Alice berteriak dan berusaha membuka pintu, tetapi gagal, pintu terkunci. Ara makin mendekat dengan melayang kearah Alice.

Ara mulai mencengkik Alice dan mendorong kepala Alice kecermin, sampai terdengar suara ‘prang’ antara cermin dan wajah Alice yang kini sudah  bergelumuran darah. Dengan teganya, Ara menusuk-nusuk perut Alice dengan kuku-kuku tajamnya.

***

Kyungsoo sedang bersenandung kecil, dirinya hampir terlonjak kaget saat mendapati Ara berdiri didepannya sambil menggunakan masker.

Ah kamjakiya(kagetnya),” gumam Kyungsoo sambil mengusap-usap dadanya.

“Apakah aku cantik?” tiba-tiba Ara bertanya. Kyungsoo mengernyitkan dahinya heran dan lantas mengangguk.

“Ya, kau cantik Nona Yoo,” jawabnya, lalu hendak pergi ke kamarnya.

Baru 2 langkah Kyungsoo berjalan, dapat ia rasakan sebuah tusukan pisau di punggungnya. Dengan gemetaran dan tubuh lemas, ia menengok kebelakang dan mendapati Ara sedang memegang pisau. Ara menarik pisau itu dari punggung Kyungsoo, membuat darah bermuncratan. Kemudian, Ara membuka maskernya dan tampaklah wajahnya yang seram dengan sobekan dimulut yang sangat lebar.

“Ba…gaimana…bis..saa?” ucap Kyungsoo terbata. Ara mengeluarkan smirknya, dan mengarahkan pisau itu ke mulut Kyungsoo dan menyobek-nyobeknya seperti wajahnya.

“Apakah aku cantik?” bisik Ara ditelinga Kyungsoo, sebelum lelaki itu menutup matanya.

***

“23, 23,” gumam Victoria yang sedang tiduran di ranjang sambil menatap langit-langit kamar.

Kamar tempatnya tidur besama Sulli terdapat ukiran angka 23 di pintunya. Lantas mengingatkan Victoria akan ceritanya sendiri, ia langsung menampik pikiran seramnya.

‘CLAP! CLAP!’

“YAKKKK!! SIAPA ITU?!” Victoria langsung berteriak dan bangun dari tidurnya, ia menatap sekitar. “Yoo Ara?” ucapnya kelewat lega, saat mendapati Ara dipojok ruangan sedang bertepuk tangan.

“Apa yang kamu lakukan? Kembali sana ke kamarmu besama Alice,”

‘CLAP! CLAP!’

Ara kembali bertepuk tangan, kepala yang sedari tadi ia tundukan, langsung ia angkat. Rambutnya yang tadi menutupi seluruh wajahnya, sudah tersibak kebelakang.

“Maukah kamu bermain denganku?” ucap Ara pelan, nyaris berbisik. Rambut kuduk Victoria langsung berdiri.

“A..akuuu,” ucap Victoria tergagap. Ia langsung memejamkan matanya dan mulai berdoa.

Victoria mulai membuka matanya kembali, menghembuskan napas lega saat tak melihat sosok Ara di pojok ruangan. Ia mungkin berhalusinasi tadi. Tapi kelegaan itu hanya sesaat. Saat dirinya meneloleh ke samping kanan, ia melihat Ara dengan wajah hancur habis terbakar, berada tepat disampingnya dan tak lupa dengan smirk yang dari tadi Ara lihatkan.

“KYAAA!!” Victoria berteriak histeris dan makin histeris saat Ara mencakar-cakar wajahnya, turun ke lehernya dan menusuk perutnya.

“Mati! Mati! Matiiiiii!!!” seru Ara dengan mata melotot.

Dirinya mengeluarkan kukunya yang menusuk perut Victoria, dan membuat darah Victoria menyembur mengenai baju putihnya.

***

“AKHH!! LUHANN!! LUHAN! AKU TAKUTTT!! AKU TAKUTT!” Hyerim berteriak dalam tidurnya, membuat Luhan yang tidur bersamanya, bangun.

“Hyerim? Ada apa? Hey?” ucap Luhan pada Hyerim yang berada dipelukannya. Ia menatap khawatir Hyerim yang tak kunjung membuka matanya.

“AKHH!! TIDAKK!! PERGIII!!” Hyerim terus berteriak mengigau, kepala gadis itu menggeleng-geleng gelisah dan begitupula tubuhnya, membuat Luhan tambah memeluknya erat.

“Sayang… buka matamu,” ucap Luhan lembut.

Hyerim tiba-tiba menangis dalam tidurnya dan untungnya, detik itu juga Hyerim membuka matanya. Peluh membasahi tubuh gadis itu.

“Lu,” panggil Hyerim pelan dan langsung menghambur lebih dalam ke pelukan Luhan. “Aku…bermimpi, ini nyata, Lu. Ara dirasuki roh hitam, ia mencoba membunuh kita semua seperti cerita-cerita kita tadi. Roh hitam disini telah kita bangkitkan, mereka merasa diremehkan.”

“Stt…tenanglah sayang, tenang. Itu hanya mimpi.” Luhan mengusap rambut Hyerim, gadis itu lantas menggeleng.

“Ini nyata, Lu!”

Tiba-tiba, terdengar suara teriakan Taemin. Kedua pasangan itu langsung saling tatap dengan wajah khawatir.

“Aku akan mengeceknya,” ucap Luhan seraya beranjak dari tempat tidur, tapi langsung ditarik oleh Hyerim. Gadis itu menggeleng.

“Aku ikut,” ucap Hyerim.

Meski ragu, Luhan mengiyakannya. Hyerim berjalan dibelakang Luhan sambil bergandengan tangan. Bagi Hyerim, hanya tangan Luhan lah satu-satunya pelindung untuknya.

“Jangan pernah sekalipun melepaskan tangan Luhan,”

Ucapan Ibunya sebelum pergi terngiang kembali diotak Hyerim. Mungkin Ibunya mempunyai firasat buruk.

“Taemin!” seru Luhan. Hyerim bersembunyi dibalik bahunya dan memejamkan mata. “Taemin, kamu dimana?”

Tak ada jawaban. Luhan merasakan hawa dingin disekitarnya, Hyerim makin megenggam tangannya erat.

‘BRAK!’

“HYAKKK!”

“AKHHH!!” Hyerim berteriak saat terdengar suara bising yang ditimbulkan dari jendela, begitupula suara seruan.

“Taemin! Dasar gila!” seru Luhan karena pelaku keributan tadi adalah Taemin.

Hyerim membuka matanya, dan benar. Lelaki itulah yang muncul, bukan roh hitam disekitar mereka.

“Ara…” Taemin memelankan suaranya. “Dia gila! Saat aku keluar kamar, aku mendapati Kyungsoo terkapar tak bernyawa dengan mulut sobek didepan kamarnya!”

“Seperti mimpiku..” gumam Hyerim, Luhan menelan ludahnya karena merinding.

“Lalu, aku ketakutan dan berlari ke kamar mandi. Dan aku nyaris berteriak lagi saat melihat Alice tak bernyawa juga, dengan wajah bergelumuran darah dan mata terbuka yang ditancapi pecahan cermin.” lanjut Taemin sembari menunjukkan mimik enggan untuk mengingat kejadian itu.

“Lalu? Yang lainnya? Victoria, Sulli, Kyuhyun, dan Hyukjae? Apakah mereka selamat?” tanya Luhan.

Taemin lantas menggeleng seperti dugaan Hyerim. “Aku mencari Victoria dikamarnya. Wajahnya telah rusak oleh cakaran, lehernya hampir putus, perutnya bergelumuran darah. Dan Sulli, Kyuhyun, dan Hyukjae sudah tak bernyawa dihalaman belakang dengan mata bolong habis dicongkeli! Sungai dibelakang pun sudah berubah menjadi sungai penuh darah!”

“Sisa kita bertiga” gumam Luhan.

“Ya, cepat kita pergi. Saat Ara mencoba membunuhku, aku lari ke hutan dan membuatnya kehilangan jejakku. Aku kembali lagi kesini untuk mencari kalian,”

“Tidak!” seru Hyerim, membuat kedua pria itu menatapnya heran. “Kita tidak bisa meninggalkan Ara disini, dia dirasuki. Nyawanya terancam!”

“Hyerim! Kamu gila?! Kita bisa mati bila membawa Ara!” seru Taemin.

Hyerim menggeleng. “Dia bukan Yoo Ara teman kita. Semenjak kejadian di bus, aku sudah curiga ia dirasuki!”

“Lebih baik kita pergi saja sekarang, Rim-ah.” usul Luhan disertai anggukan Taemin.

Hyerim tak bisa membantah saat Luhan menariknya pergi dari pondok, masih megenggam tangannya erat. Taemin berjalan dibelakang Hyerim dengan sikap berjaga-jaga. Angin kencang membuat pohon bergoyang-goyang layaknya menari. Suara burung hantu seakan menjadi backsound perjalanan ketiganya.

‘KRUSUK! KRUSUK!’

Suara seseorang mengendap-endap dibalik reremputan, membunyarkan konsentrasi Hyerim kedepan. Ia menoleh dan melihat beberapa helai rambut dibalik semak belukar, ingin sekali dirinya berteriak tapi seakan tertahan dikerongkongannya.

“Hitungan ketiga, kita lari,” bisik Luhan pada kedua orang dibelakangnya. “Satu…duaa…tiga…sekarang!”

Ketiga orang itu langsung lari membelah kegelapan hutan. Para sosok yang tadi mengintai mereka pun mengejar dengan cara melayang.

‘BUK!’

“Akh!” Hyerim meringis saat tesandung sesuatu.

Hyerim pikir ia tesandung batu, tapi nyatanya, dirinya tersandung kepala manusia. Gadis itu langsung berteriak ketakutan.

“Hyerim! Ayo cepat!” seru Taemin.

Hyerim langsung ditarik Luhan berdiri, walau kakinya merasa nyeri, ia paksakan berlari.

“Berhenti!” tiba-tiba sebuah suara menghentikan ketiganya. Ara, dia melayang dihadapan ketiganya.

“Ara..” bisik Hyerim.

“Aku bukan Ara!” ucap gadis itu. “Aku ratu roh hitam disini! Yang meminjam tubuh teman kalian!” gadis itu tertawa setelahnya, tawa yang membuat rambut kuduk berdiri.

“Apa maumu?” sinis Luhan, menarik Hyerim untuk terus bersembunyi dibelakang punggungnya.

“Aku ingin dia,” Ratu roh itu menunjuk Hyerim yang berada dibelakang Luhan. “Dia istimewa, bisa menjadi rekan kita disini.”

Hyerim mulai gemetaran. Sungguh, kadang ia merasa tak nyaman dengan kekuatannya ini. Membuat para makhluk gaib menyukainya.

“Tidak akan kuberikan Hyerim padamu, setan biadab!”

Tepat setelah itu, ratu roh itu memanggil pengikutnya. Taemin menoleh kebelakang. “Hyerim lari!” seru Taemin sambil mendorong punggung Hyerim.

Luhan langsung menarik Hyerim lagi untuk berlari. Tapi nyatanya, ratu roh itu tak membiarkan Hyerim lari. Ia langsung menarik tangan kiri Hyerim yang tidak digenggam Luhan.

“Lu!!” Hyerim berteriak, Luhan langsung menariknya tapi gagal.

Saat tangan Hyerim hampir terlepas dari Luhan, Taemim datang dan mencekik sang ratu roh dari belakang. “Pergi!” ucapnya.

Keduanya berlari lagi, Hyerim melihat kebelakang dan mendapati Taemin dikeroyoki roh hitam sampai tak bernyawa. Hyerim mengucapkan kata terimakasih dalam hatinya berkali-kali pada pria itu.

“Kita harus kemana?” Luhan kebingungan, dengan gelisah menengok kekanan dan kekiri.

‘HAP!’

“LU!” Hyerim berteriak saat tiba-tiba salah satu roh hitam menerjang Luhan dan membuat genggaman keduanya lepas.

Dan membuat Hyerim tersungkur ke tanah dan hampir jatuh ke jurang didepan mereka. Hyerim merasakan darah keluar dari kedua lututnya. Gadis itu terus meneriakan nama Luhan.

“Ingin pergi kemana gadis manis?” tanya ratu roh yang secara tiba-tiba ada dihadapan Hyerim.

Hyerim mengangkat wajahnya, ia memegang kalung botol yang berisi air suci. Tunggu, air suci? Hyerim seketika mendapat akal.

“Aku menyerah,” ucap Hyerim, membuat sang ratu tesenyum puas. “Mendekatlah agar aku ingin ikut denganmu.”

Sang ratu mendekat dan mendekat. Saat jarak keduanya hanya beberapa senti, Hyerim langsung menarik paksa kalungnya agar terlepas dari leher. Lalu, membuka tutup botol tesebut.

“KEMBALIKAN TEMANKUUU!!” Hyerim berteriak dan langsung menyiram sang ratu roh dengan air suci yang ia punya.

“HYAAKKK!” Sang ratu berteriak dan jatuh berlutut ke tanah.

Hyerim mengambil lagi botol berisi air suci yang ada disaku celananya, yang selalu ia bawa sebagai cadangan. Langsung saja Hyerim menyiram sang ratu roh dengan air suci cadangannya.

“HYAKK!!” teriakan itu terdengar menggema disusul dengan teriakan dari roh-roh hitam lainnya yang seakan ikut merasakan kesakitan itu.

Hyerim melihat aura hitam keluar dari tubuh Ara, membuat gadis itu mengeluarkan darah dari mulutnya. Dan seketika, semuanya sunyi.

“Hyerim!” terdengar suara seruan, Hyerim menoleh. Luhan sedang berjalan kearahnya dengan kaki pincang.

“Lu!” Hyerim beseru dan berlari kearahnya dan memeluk Luhan erat.

Mereka terus berpelukan ditengah hutan yang sudah disinari mentari yang mulai muncul dari arah timur. Hyerim menoleh kearah sang mentari sampai terdengar suara batuk Ara.

“Ara-yaaa!” Hyerim berseru dan langsung menghambur ketubuh Ara yang terkapar di tanah.

“Hye..rim, Lu..han,” ucap Ara terbata, setelah itu dirinya menutup mata.

Hyerim mulai menangis dengan Luhan yang mengusap-usap punggungnya. “Lebih baik kita pulang.” ucap Luhan.

Akhirnya, setelah kejadian semalaman yang menegangkan. Kedua pasangan itu berjalan dengan bergandengan tangan, mencari jalan keluar. Sampai 5 jam, mereka pun menemukan jalan raya yang dilalui banyak kendaraan.

“Hyerim! Luhan!” tiba-tiba sosok wanita yang Hyerim kenali sebagai Ibunya, berjalan kearah mereka.

Ibu Hyerim langsung memeluk putrinya erat. “Umma ada apa?” tanya Hyerim.

“Kalian sudah hilang selama 1 minggu. Beberapa hari yang lalu tim sar menemukan jenazah Jinri, Kyuhyun, dan Hyukjae, terkapar ditengah hutan. Lalu disusul jenazah Kyungsoo, Alice, Victoria, dan Taemin. Dan baru saja kami menemukan jenazah Ara. Kalian berdualah yang masih dicari. Semua jenazah ditemukan tergeletak di hutan, apa yang terjadi? Apa kalian keluar dari pondok kalian menginap?”

Hyerim tak sanggup menanggapi penjelasan Ibunya. Ia hanya menoleh ke mobil ambulan, jenazah Ara sedang diangkat para tim sar untuk dimasukan kesana. Luhan dan Hyerim saling pandang. Setelah hari itu, Hyerim dan Luhan bersumpah tak akan bercerita hantu disembarang tempat.

-END-

Hallo all! HyeKim di sini. Aku author baru di FFindo dan ini postan
pertamaku ehehe :3 nama asliku Elsa dan aku lahir tahun 2001, dan fallen so hardly
sama Luhan walau fandomku cuman ELF😄 bagi yang mau baca lebih rinci tentangku
bisa mengunjungi page about me ya semoga karyaku menghibur ya ehehe.

See u in my world [ http://www.hyekim16world.wordpress.com

-sweet regards, HyeKim-


		

6 responses to “From Horror Stories {Oneshoot} – HyeKim

  1. Haaiii, salam kenal hyekim… Hyunvy imnida…hehehe
    Sebelumnya aku mau mengapresiasi dlu nih, keren banget bsa bkin ff horror yang feelnya dapet banget, dlu aku pernah bikin juga ff horror cuma nyerah buat bikin lagi karna ngerasa kurang dapet feelnya…hahahaha (curcol)
    Tapi ini jujur keren banget sih, walaupun awalnya aku rada bingung karna cast nya ada 10 tapi akhir2 ngerti juga kok, dan karna ini oneshot jujur aku lebih suka jadi ngga bertele2 gtu…hehehe
    Sama kasi saran paling masi ada beberapa typo doang sih… Sama diakhir tiba2 ada nama jinri, yang awalnya sulli…hehehehe. Itu aja sih saran aku…

    Keep writing!!!
    Ditunggu ff2 horror ato mystery ato thriller lainnya…hehehehe🙂

    • Hallo Hyunvy salam kenal ^^

      Eheh makasih ya udah puji ff ini keren padahal ini apaan coba mana castnya banyak banget😄 dan dapet feel horrornya? Ah syukurlah dapet >.< ayo kamu jg pasti bisa buat FF horror lebih bagus dari aku ehehe😀

      Iya aku belum edit2 lagi typonya /efek mager/-__- dan untuk sulli yang jadi jinri itu emg kesalahan fatal. Aku kebiasaan ngetik nama sulli sm nama aslinya di ff sebelah jadilah begitu .-. Tapi anggap aja sama emaknya Hyerim, Sulli dipanggil Jinri eheheh /maksa/

      Keep writing juga buat kamu.

      Iya tar aku coba buat ff horror, misteri, dan thriller ada sih idenya tapi belom sempet ketulis😄

  2. Halo lagi ice queennya Arendelle😀

    Sebagai orang yang-ga-pernah-bisa-nulis-ff-horror aku benar-benar salut sama fanfiction ini, feel horrornya dapet dan fiuh untung aku bacanya pagi-pagi ya bukan malem-malem

    Cuma aku ada sedikit saran aja nih, biar lebih greget kalau bisa detail mengenai hantunya diperjelas kayak misalnya mukanya gimana terus tambah-tambahain aja detail kayak misalnya dari mulutnya kan sobek tuh, jelasin sobeknya berapa panjang terus karena sobek jadi misalnya husi keliatan atau apalah(?)
    Tapi ini hanya sekedar saran sih, selera orang kan beda-beda ya x)

    But overall, aku bener-bener suka fanfic ini, aku salut gimana kamu bisa apply kesan horrornya x)
    Aku sih mentok-mentok thriller misteri :”) entahlah dari kecil aku takut sama makhluk tak tampak :”)

    keep up the good work ya and keep writing!❤

    • Hallo juga kak😄

      Ah syukurlah ini dapet feelnya. Oke lain kali ku jelaskan gimana2nya/? Biar pada mual /plak/

      Makasih banget kak udah sukaaa FF horror abalku huhuhu. Kakak gk suka makhluk tak tampak? Aku malah suka ceritanya walau kadang parno sendiri LOL. Tapi suka aja yg masalah horror, misteri, thriller dan kadang nekat buat kayak gini hanya 1 yg aku gk berani tonton. Psikopat. Baca aja baru akhir2 ini beraninya dan juga baru buat akhir2 ini😄

      Makasih lagi ya kak^^

      • nah iya iya jelasin aja tapi kasih peringatan di awal-awal biar ga pada kaget bacanya hahaha😄

        aku kalau makhluk tak tampak nda suka tapi kalau thriller lain cerita OwO aku ini demenannya nonton yang kayak House of Wax, Final Destination, Child’s Play, Texas Chainsaw Masacre dkk (?) kita kebalik berarti mwehehehe x)

        lain kali kalau ada waktu kita ngobrol-ngobrol ttg fanfic horror yuk, aku mau belajar dari kamu :”)

        no worries dear, tetap semangat ya menulisnya!❤

        • Iya biar gak jantungan😄

          Ahhh thriller aku juga suka kok kak apalagi kalo dari drama korea kdg gereget nunggu episodenya😄. Aku gak hafal film2nya😄

          Ayuk kak kali2 kita ngobrol wkwkwk. Tapi aku bukan senpai yang bs ngajarin loh huhuhu ;””

          Kakak juga yaa❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s