Soul Exchanged – Chapter 1

Soul Exchanged Chapter 1

Soul Exchanged
Chapter 1
.
Park Nira, Oh Sehun, Kim Jongin
Sligt! Mistery, lil Comedy, Romance, lil fantasy
PG-17
By
Raditri Park
Plot & Story just my mine. Kim Jongin ISN’T MINE! & Oh Sehun is not mine too…:3
Find me on https://raditripark12.wordpress.com/

All started when they…
They act like without a script

Prologue | Chapter 1

.

Semua bermula ketika mereka…

Tubuh mereka tertukar. Park Nira dan Oh Sehun. Masing-masing dari mereka tidak saling mengetahui bahwa roh mereka masuk ke dalam tubuh yang berlawanan jenis. Dan mereka tidak tahu alasan kenapa roh mereka bisa tertukar, sejak kapan ataupun karena apa.

Reaksi dari Park Nira, atau kita sebut roh Oh Sehun dalam tubuh Nira, begitu tidak bisa dikendalikan. Roh Oh Sehun terlalu syok menyadari dirinya berada di tubuh seorang perempuan. Dan siapa pemuda tadi? Ugh, ini akan sulit!

Namun, berbeda dengan Oh Sehun, atau roh Park Nira yang berada dalam tubuh Sehun. Tampaknya ia masih belum sepenuhnya sadar bahwa ia berada dalam tubuh LAKI-LAKI.

‘Pemuda ini tampan juga,’ bathinnya sedikit girang sembari mengelus rahang lancipnya. Nira memuji ‘tubuhnya yang baru’ melalui pantulan cermin di kamarnya.

Ngomong-ngomong kamarnya berantakan sekali. Pria ini tampan tapi sangat jorok.
Lagi-lagi Nira menyusuri ‘wajahnya’ dengan kekaguman tersendiri.

‘Mata sipitnya tidak begitu jelek, malah jika dilihat-lihat akan semakin seksi. Hidungnya juga cukup bangir. Bibir tipisnya yang semakin kecil tampak seksi menggoda, pasti pria ini rajin memakai lipbalm. Kulit wajahnya juga halus. Jelas pria ini melakukan perawatan.’

Nira terus saja membathin dengan tatapan penuh puji.

‘Bahunya lebar. Dan pria ini tinggi sekali, oh astaga. Kulitnya sangat halus dan putih seperti kulit bayi. Dadanya juga bagus. Ah, dengan wajah tampan dan badan bagus seperti ini pasti banyak gadis yang mengikutinya. Atau malah… pria ini seorang playboy?’

Nira mulai membathin tentang karakter tubuh yang ditempatinya sekarang. Padangannya pada cermin mulai bergerak menurun, memperhatikan kaos oblongnya yang berwarna abu-abu dengan gambar ‘Mickey’ di dadanya. Lalu pada celana kolornya warna kuning dengan motif spongebob.

“Tunggu!”

Roh Nira mematung, matanya mendelik tanpa berkedip meski mulai berair. Punggungnya terasa menghangat, seolah ada tangan hantu yang sedang menggerayanginya di sana hingga membuat bulu romanya berdiri. Tatapannya tertuju pada celana, oh bukan, bukan karena motif spongebob dengan banyak ekspresi di sana, melainkan…

Glek!

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…!!!!!”

Hari ini aku tidak akan mandi. Titik.

-oOo-

Tok tok tok

“Nira, kau baik-baik saja?”

Tentu saja Nira sedang tidak baik-baik saja. Oh, bukan Nira melainkan roh Oh Sehun.

“Nira, jawab aku.”

Sudah kesekian kali Jongin mengetuk pintu kamar kekasihnya. Mereka tinggal satu apartemen, tapi dengan kamar berbeda. Dan mereka baru berpacaran seminggu yang lalu. Jadi, sikap Nira barusan tentu membuat Jongin bingung kalang kabut.

Oh ayolah, setelah resmi berpacaran Nira sendiri yang memintanya untuk menemani dan pindah ke Apartemennya. Tapi hari ini, bahkan Nira mengusirnya karena tidak menciumnya di pagi hari, seperti yang pernah mereka saling janjikan saat resmi berpacaran.

Tapi, Jongin rasa ada yang aneh pada Nira…

Lupakan Jongin yang bengong di depan pintu kamar kekasihnya. Di dalam sana, seolah sesuatu yang tragis telah terjadi, seseorang dengan tubuh perempuan namun di dalamnya adalah roh laki-laki tulen berdiri mematung dengan wajah pucat di depan cermin panjang.

Tangannya meraba-raba wajah mulusnya, hidunh, mata, alis, bahkan bibir. Terasa nyata. Tampaknya ia masih berpikir ini adalah mimpi.

“Siapa gadis ini? Kenapa… kenapa aku bisa berubah seperti ini?”

Roh Sehun tidak menghiraukan suara Jongin di luar kamar yang mulai serak.
Melalui cermin, pandangan matanya mulai menurun, memperhatikan baju tidurnya dengan motif penuh kepala beruang. Dan Oh Sehun cukup terpana saat melihat bagian dada. Tentu terbesit pikiran kotor di sana. Oh Tuhan, sangat aneh jika Sehun menyeringai karena memeperhatikan tubuhnya sendiri, well, tubuh gadis ini maksudnya.

Selama ini Sehun hanya mengoleksi gambar-gambar tidak senonohnya di laptop, bukan hanya gambar bahkan video yang mencapai berjam-jam. Oh no!

Jadi, entah ini mimpi atau bukan, Sehun ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

Karena otak bersihnya yang sedang ditutupi rasa penasaran, tangannya mulai terangkat ke arah dadanya dan…

“Nira?”

Sehun terkejut hingga melompat. Jantungnya serasa dicopot lalu dipukul-pukulkan ke dadanya. Ugh!

Jongin merasa bodoh, baru teringat ia memiliki kunci cadangan kamar Nira. Dan Nira sendiri yang memberikannya.

Sehun—‘dengan tubuh Park Nira’ mendelik hebat. Tidak menyangka pemuda ini sangat bernapsu padanya, tapi sayang, Sehun sama sekali tidak bernapsu pada sesama jenis. Iyeuh~

Tapi Sehun tidak punya pilihan. Ketika Jongin memegang kedua pundaknya, menatapnya penuh khawatir dan seolah mendesaknya, Sehun hanya diam. Merinding, jelas. Meski saat ini Sehun berada di dalam tubuh perempuan, tapi hatinya tetap lelaki. Ingat itu!

Nyawa Sehun serasa dicabut bukan pada saatnya ketika pemuda sok gagah ini membawanya ke dalam pelukan. Namun, Sehun hanya diam meski ingin menjerit hingga menangis.

‘Ini bukan mimpi, sungguh!’, rintih Sehun menahan pilu.

Tapi apa daya, Sehun sadar tampaknya hanya pria ini saja yang bisa membantunya. Ia tidak mengenal dirinya sendiri, maksudnya, gadis yang dipanggil Nira oleh pria ini, maksudnya, gadis yang saat ini menadi tampat rohnya, maksudnya, gadis yang membuat Sehun menyadari bahwa sebentar lagi dunianya akan menjadi kacau balau.

“Kau tidak apa-apa? Syukurlah~”

Yang dilihat Jongin adalah tawa bahagia kekasihnya hingga ingin menangis, tapi sesungguhnya ini adalah senyum paksaan Sehun di bawah tekanan bathin yang menyiksa.

“Sekarang, kau mandi dan kita harus berangkat kuliah lebih cepat.”

‘Nira’ mendelik bahagia.

“Benar. Aku mau mandi.”

Dan gadis itu berlari keluar kamar, meninggalkan Jongin dengan penuh kerutan di dahinya.

Apa dia tidak membutuhkan baju ganti?

-oOo-

Di sinilah Oh Sehun—ralat, Park Nira sekarang, dengan tubuh Oh Sehun yang masih tegap berkharisma, meski ada roh perempuan di tubuhnya. Nira benar-benar melakukannya, dia tidak mandi, hanya mencuci muka, gosok gigi dan—oh, bahkan Nira menahan pipisnya hingga ia tidak ingin pipis lagi. Nira tidak mau melakukannya!

Dan ganti pakaian tadi pagi adalah hal tersulit yang pernah dihadapinya. Bukan karena harus memilah baju, tapi, Nira harus membuka seluruh pakaiannya. Ugh!

Nira menghabiskan waktu tiga jam lebih untuk menguak jati diri pria yang ‘ditempatinya’ saat ini. Mulai dari membuka laci meja, membongkar lemari sana-sini, mengutak-atik ponsel hingga yang menjadi spekulasi sementara Nira saat ini.

Pertama, dari dompet (Demi Tuhan, Nira tidak menyangka menjadi tukang pembongkar ulung barang orang lain, tapi apa boleh buat!)

Nira menemukan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Identitas Mahasiswa, pemuda ini ternyata bernama Oh Sehun, lahir di Seoul, tanggal 12 April 1994 dan ya,  pemuda ini seumuran dengannya (mungkin terlalu tua 7 bulan dari Nira). Tapi, informasi penting bagi Nira dari segala informasi penting di dunia adalah pemuda ini sedang berstatus menjadi mahasiswa Universitas Korea, di Fakultas Art & Design. Keren! Tapi sayang, Nira tidak tahu apa-apa soal seni, bagaimana ini?

Jadi, disinilah Nira berdiri. Di depan pintu gerbang Universitas yang belum pernah dia masuki. Apa lagi kalau bukan untuk mencari informasi lebih tentang ‘pemuda ini’.

Selain itu, tampaknya pemuda ini memiliki hidup yang kaya raya. Nira menemukan sebuah black card limited edition dari dompet. Oh, Nira bisa menggunakan ini kapan-kapan!

Dan, tampaknya pemuda ini tidak memiliki pacar, mungkin. Karena tidak ada foto atau apapun yang berbau perempuan di dompet kulit miliknya. Sayang sekali, padahal pemuda ini sangat tampan bak Dewa.

Kedua, dari keadaan kamar hingga lingkungan sekitarnya (Demi pemuda ini yang joroknya minta ampun, Nira tidak tahu persis dimana dia berada!)

Oh Sehun tampaknya tidak tinggal bersama orang tuanya, melainkan tinggal sendiri di sebuah—seperti, Apartemen mungkin. Apartemen yang lumayan mewah untuk seorang pemuda yang tinggal sendirian.

Oh, dan Nira tidak ingin membahas satu ini, membahas tentang penemuan celana dalam dan pakaian kotor yang berserakan di sofa hingga lantai. Apa pria memang sejorok ini? Bahkan bungkus makanan dan kotak susu kosong ada di setiap sudut meja. Ya Tuhan, apa Nira yang harus membereskan? Nira tidak mengenal ‘pemuda ini’, enak saja!

Karena tidak tahu dimana tepatnya berada, Nira sempat bertanya pada seorang satpam yang ditemuinya di lobi Apartemen. Dan satpam itu berkerut aneh. Bodoh! Apa Nira lupa siapa dia sekarang?! Ya, OH SEHUN!

Kau tetap Park Nira tapi dengan tubuh Oh Sehun, Nira bodoh!

Bisa jadi satpam Apartemennya mengenal Sehun, kan?!

Jadi, bagaimana Nira bisa sampai di Universitas Sehun? Yaitu, dengan memanfaatkan ponsel pintar yang ditemukannya di kamar Oh Sehun. Lokasinya tidak begitu jauh dari Apartemen, bisa ditempuh dengan waktu hanya 20 menit, tapi Nira sedikit harus berlari.

Meski Nira mengalami syok sementara saat menemukan kunci mobil Mercedez Benz SL Class di meja kamar Sehun, dia tetap keukeuh memilih jalan kaki. Lagipula Nira tidak begitu mahir menyetir dan jelas, tidak tahu dimana mobil harga 100 juta won lebih itu diparkirkan. Ngomong-ngomong, jarak Apartemen dan kampusnya tidak begitu jauh tapi kendaraannya memiliki harga setinggi langit. Nira mulai bisa merasakan betapa kayanya ‘pemuda Oh’ ini.

Ketiga, dari 2 ponsel pintarnya (Demi apa, haruskah seorang pemuda mahasiswa memiliki 2 ponsel mewah? Dia artis?)

Yang pertama Samsung Galaxy S7 dan yang kedua Iphone S6 plus 128gb. Yang benar saja, Nira bahkan mengutak-atik hingga sejauh ini.

Pemuda ini fix tidak mempunyai pacar, yang ada hanya pesan-pesan kekaguman dari nomor-nomor yang tidak dikenal, mungkin pengagum rahasianya. Jelas, dia tampan! Tidak menutup kemungkinan banyak yang menggilai atau bisa jadi ada yang mendirikan nama fans untuk ‘pemuda ini’. Begitulah yang dipikirkan Nira.

Dan tampaknya pemuda ini mempunyai masalah dengan orang tuanya, maksudnya, tidak menurut jadi memilih kabur dan tinggal sendiri. Mungkin sedikit kurang akur dengan Ayahnya karena Ibunya masih mengiriminya uang setiap bulan. Nira tahu itu karena dari daftar telepon masuk di ponsel samsungnya, nama kontak ‘Mom’ lebih mendominasi. Begitu juga di pesan masuk, isi pesan dari nama kontak ‘Mom’ adalah

‘Sudah Ibu transfer pagi ini ya, dear’ isi pesan bulan ini.

‘Sudah Ibu transfer’ ini bulan kemarin.

‘Uangmu sudah bertambah belum? Cek ya..’ ini 2 bulan sebelumnya.

‘Ibu sudah transfer ya sayang’ kalau ini jelas 3 bulan yang lalu.

Dan ketika Nira men-scroll ke atas, isi pesan selalu sama di bulan sebelum-sebelumnya. Sampai pesan berbeda di bulan Oktober tahun lalu.

‘Pulang sebentar ya sayang, Ibu rindu. Ayahmu sedang ke luar negeri sendiri.’
Benar ‘kan dugaan Nira?

Dan hebatnya semua pesan itu tidak ada balasan satu pun dari Oh Sehun. Baiklah, sampai disini Nira menguak kepribadian Sehun. Ini sudah terlalu jauh ngomong-ngomong.

Karena Nira sudah menemukan angka 09.00 di ponsel Sehun, jadi dia memilih berangkat kuliah yang memang seharusnya selalu dilakukan ‘pemuda ini’. Dan tidak begitu peduli jam pertama Sehun dimulai pukul berapa.

Jadi, dengan tekadnya, Nira tetap mengelilingi gadung tinggi Universitas Korea. Mulai pusing karena tak kunjung menemukan gadung Fakultas Art & Design. Meski, Nira tidak tahu apa yang akan dilakukannya nanti—dengan tubuh Oh Sehun. Paling tidak, Nira yakin akan menemukan teman ‘Sehun’ disini yang—mungkin bisa membantunya.
Sialnya sepanjang Nira berjalan, lorong-lorong kelas tampak sepi. Dalam hati Nira mulai ketar-ketir kalau dia terlambat. Tapi, ini bukan salahnya ‘kan?!! Nira tidak tahu jam kuliah ‘pria ini’ dimulai jam berapa.

Begitu mencapai tikungan, dari arah berlawanan Nira menemukan sesosok pria paruh baya yang tinggi, berpakaian cukup rapi dengan rambut klimis dan kacamata lebar. Mungkin, beliau adalah salah satu dosen yang dikenal Sehun. Baiklah, Nira akan menyapa beliau, bersikap sudah mengenal beliau dengan baik.

Namun tanpa diduga, sebuah tangan menariknya menjauh untuk sembunyi. Tangan panjang itu sempat menutup mulut Sehun—roh Park Nira yang hendak berteriak.

‘Apa ini? Siapa?!’

To Be Continued
200316

.

Main Cast:

.

Park Nira

Park Nira, 21 y.o

A student of College of Management Business in Seoul National University

 

Oh Sehun

Oh Sehun, 22 y.o

A student of College of Art and Design in Korea University

 

cxsuwybuaaibmyp.jpg

Kim Jongin, 22 y.o

A student of College of Engineering in Seoul National University

.

Kalo di cuap-cuap kemarin sih pake gandeng tangan sama si ononoh *jahat amet nyebutnya! Me: masih syakit woe* karena dia UDAH ADA YANG PUNYA, JADI AKU BAKAL MUNDUR TERATUR, Oke.

Beruntung banget ff ini udah selesai sebelum muncul berita itu. Jadi pas itu aku bikinnya penuh suka cita syalalaaa sama si ononohh… tapi, sekarang…. *udah ah~ bahas dia mulu* tapi-tapi aku kan dah pernah bilang mo istirahat bikin ff si dia, sayangnya otakku gabisa berhenti buat mikir kelanjutan ff ini. Yyaaaaay~ Haha x”D

Maaf kalo kelanjutannya ga sesuai harapan.. this’s my style…:33 btw, udah tahu kan siapa yang ketuker siapa.. semoga penjelasannya ga bikin bingung. Kalo perlu bacanya hati-hati biar tau ini tu yang dibicarain si Sehun apa si Nira. ^^)

 

Kritik dan saran welcome…:3

 

 

Raditri Park,
With love

9 responses to “Soul Exchanged – Chapter 1

  1. penasaran nih siapa yg narik nira kbelakang?
    apakah itu sehun,semoga aja iya😀
    oh iya itu kn ada ponsel knp si nira gk tlvn ke nomr hp nya aja ya biar dia bisa bcra sma si sehun gt???
    dan nyelesein mslah mreka brdua.
    kpn nih mreka ktemu, nira sma sehun mkstnya🙂
    di tunggu chap selanjutnya ya ^_^
    semangat !!!!

    • Sehun? yakin…?!!
      hhhhhha bener sih~ aku sendiri sempet mikir, ini ada hp canggih kenapa ceritanya ga ngebikin si cewek langsung nelpon aja ke nomernya sendiri… tapi, kalo dipikir-pikir lagi ntar gaada konfliknya lagi, ya kan? :v tapi, tenang~ aku udah punya alur sendiri…
      thank you btw udah komen…:”3

  2. Pingback: Soul Exchanged – Chapter 2 – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s