Sweet Nerd

IMG_20160402_001321

Sweet nerd

By

Hayyziyi

Cast

Yoon Saena | Do Kyungsoo

Rating

PG-15

Genre

Fluff | Romance | Little bit comedy

.

.

.

“Yoon Saena benci mengakui jika Kyungsoo terlihat tampan”

Sekarang pukul 3 sore tapi aku masih belum beranjak dari tempat dudukku. Dimejaku berserakan sekumpulan rumus fisika yang membuat kepalaku berasap. Aku bukan tipikal anak rajin yang menghabiskan waktunya hingga sore disekolah. Aku hanya sedang tidak ada kerjaan. Aku malas berada dirumah saat hari masih siang dan aku tidak memiliki teman yang bisa kuajak bermain. Bukan, Bukannya aku tidak punya teman. Kalian bercanda? Teman ku banyak, jika kalian ingin tahu. Bukannya sombong tapi memang itu kenyataannya.

Hanya saja lusa adalah ujian kelulusan dan semua temanku mengatakan ingin belajar atau beristirahat disekolah.

 

Dan disinilah aku. Sendirian diantara 14 meja dan 28 kursi. Dengan buku yang berserakan dimana-mana.

 

Aku jenuh. Kepalaku berasap melihat soal yang tak kunjung kutemukan jawabannya

 

Akhirnya aku hanya menulungkupkan kepalaku sambil mendengarkan musik yang mengalun dari ponselku. Aku tidak menggunakan handsfree jadi lagu milik B.A.P menggema diruang ini. Padahal aku tidak memutarnya dengan suara yang keras, tapi keadaan sekolah yang sepi membuat musik ini terdengar terlalu kencang

Aku memejamkan mataku mencoba tidur sejenak. Kira-kira sudah 15 menit aku memejamkan mata tapi aku belum juga terlelap.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kelasku berdecit. Mungkin petugas cleaning service yang ingin membersihkan kelasku. Aku tidak peduli dan tetap memejamkan mataku

Namun kurasakan dahiku diketuk pelan. Aku hanya mengerutkan dahiku tanpa membuka mataku. Ck ahjussi cleaning service kenapa mengetuk dahiku. Bukankah ahjussi sudah sering ya melihatku tidur dikelas?

“Kau tidak ingin pulang? Sekolah sudah sepi”

Tunggu. Kenapa suara ahjussi berubah sedikit cempreng ya? Ini jelas bukan suara om-om. Dan sejak kapan ahjussi jadi wangi begini?

Oh tidak. Jangan-jangan tukang memperkosa!

Buru-buru aku bangkit dengan keadaan siaga. Begini-begini aku pernah ikut taekwondo saat SMP. Yah meskipun hanya dasarnya saja sih.

Jadi aku kini sudah terjaga 100% dengan kuda-kuda tangan berada didepan dada siap dengan posisi memukul orang.

Tapi kalian tahu siapa yang sekarang berada didepanku? Laki-laki dengan kulit seputih susu, dengan mata bulat dan bibir tebal. Siapa ya? Mukanya familiar

“Kau tidak akan memukulku kan?” Tanyanya polos

“Nuguya?”

 

Dia membelalakan matanya yang pada dasarnya memang sudah besar. “bercanda? Ini aku Do Kyungsoo”

1 detik

2 detik

3 detik

 

“Hah?! Kyungsoo?!” Teriakku histeris.

“Memang menurutmu siapa lagi?” Tanyanya heran

Yang benar saja. Setauku Kyungsoo itu selalu memakai kaca mata tebal. Rambutnya disisir rapi dan seragamnya dimasukan semua ke celana

Dan yang sekarang dihadapanku..

Kyungsoo dengan rambut acak-acakan yang poninya telah jungkir balik entah kemana, tapi jangan lewatkan poinnya bahwa dia terlihat tampan. Dengan keringat yang membasahi dahi, dan ohh lupakan bahwa dia terlihat sangat cupu dengan kaca mata yang selalu menggantung di hidungnya. Karena faktanya he’s looks so fucking cute, and handsome of course in the same time.

Aku masih diam dengan keterkejutanku. Dan bodohnya sepertinya Kyungsoo tidak menyadari betapa tampannya dia sekarang dengan model acak-acakan seperti ini. Dia dengan santainya menyeret salah satu kursi mendekati mejaku.

“Fisika ya?” Tanyanya padaku yang tentu saja masih sangat terpesona.

“…”

“Caramu salah. Pantas saja tidak ketemu. Seharusnya suhunya kau jadikan kelvin dulu. Seperti ini lalu…”

Masa bodoh dengan suhu kyung. Melihatmu saja suhu tubuhku langsung naik. Siapa yang tahu murid paling nerd satu kelas, bisa terlihat so georgeous right now.

Aku hanya diam sambil menatap wajahnya kosong. Omongan ngalur ngidulnya tentang gas ideal ikut menguap dalam otakku.

Mataku kini fokus mengamati bibir. Bibir tebalnya yang terlihat lucu saat berbicara. Bagaimana imutnya dia saat membuka dan menutup bibirnya, dan bagaimana seksinya bibirnya saat lidahnya membasahi bibir.

‘Glek’

Aku buru-buru mengalihkah pandanganku ketika tidak sengaja ketahuan mencuri pandang kearahnya. Well bukan mencuri pandang lagi sih. Memang sengaja memandangi.  Tapii ya Tuhan semoga saja dia tidak menyadari jika sedari tadi aku mengamati bibirnya..

“Kau sudah jelas?”

“Hah?”

“Aku barusan menjelaskan materi gas ideal padamu. Kau sudah jelas belum?”

Jelas bagaimana jika dari tadi aku hanya mengamati bibirmu. Tentu saja aku hanya mengucapkan itu dalam hati.

Melihat mukaku yang masih seperti orang idiot. Ehem muka blank dan bibir setengah terbuka. Dia sepertinya paham jika dari tadi aku tidak memperhatikan penjelasannya.

“Hah baiklah akan kujelaskan sekali lagi jadi perhatikan” dia menghela nafas pelan lalu kembali mengambil nafas untuk menjelaskan lagi materi itu padaku

“Jadi karena model soalnya seperti ini tetapannya bisa langsung kita coret lalu-”

“Kau kemanakan kacamatamu ?” Ujar ku tiba-tiba

“Eoh?”

“Kacamatamu. Memang kau bisa melihat tanpa kacamata?”

“Ohh itu, tadi aku membantu anak Kim ahjussi memanjat pohon, lalu kacamataku patah, jadi kulepas saja. Lagi pula aku hanya minus satu, aku masih bisa melihat meski agak kabur” jelasnya. Aku hanya mengangguk-ngangguk “lalu apa yang kau lakukan hingga sore disekolah? Kau tidak pulang dan beristirahat?”

“Aku bosan. Aku sudah sering tidur. Aku tadinya ingin jalan-jalan, tapi teman-temanku inginnya istirahat dirumah. Ya sudah dari pada aku diam dirumah lebih baik sampai sore disekolah” kini giliran aku yang menjelaskan dan dia hanya mangut-mangut

“Hei! Baru kali ini aku tidak melihatmu memegang ponsel. Biasanya kau dan teman-temanmu selalu bermain game dipojokan”

“Oh itu, ponselku tertinggal dirumah” setelah dia membalas begitu tidak ada percakapan lagi diantara kami.

Jujur saja aku dan Kyungsoo tidak terlalu dekat dikelas. Dikelas kami ada terdiri dari beberapa golongan. Yang pertama laki-laki penyuka game, anime dan komik. Yang kedua, Laki-laki yang gemar berolahraga dan hiperaktif. Yang ketiga, Perempuan-perempuan rajin yang sangat pendiam, Lalu perempuan yang netral kadang rajin kadang malas, dan yang terakhir perempuan tukang gossip dan hiperaktif dikelas.

Tentu saja aku tergolong ke kelas yang terakhir dan Kyungsoo dikelas yang pertama. Bisa dibayangkan betapa bertolak belakangnya kami? Jika kami tidak sengaja satu kelompok saat ada tugas kami juga tidak banyak bicara. Dia akan bekerja dibelakang layar membuat materi dan aku yang akan mempresentasikannya. Benar-benar jarang berinteraksi. Makanya aku kaget saat di bicara padaku duluan

“Yaa Do Kyungsoo, bagaimana kau bisa betah mengerjakan soal-soal fisika itu” cibirku

“Memang kenapa? Kau tidak suka fisika?” Tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari soal-soal dibukuku. Hell tentu saja menurutnya soal-soal itu lebih menarik dari pada aku.

“Tentu saja tidak. Memang ada orang yang suka fisika? Ihh” aku bergidik ngeri

“Aku suka” jawabnya polos

“What?!” the hell

“Aku suka. Aku suka fisika. Memang ada yang aneh dari fisika?”

“Tentu saja kyung! Kau tahu soal fisika itu rumusnya banyak! Masa satu soal saja harus pakai 3 rumus. Manalagi kalau yang diketahui dan ditanyakan berbeda, meskipun masih satu bab aku sudah bingung lagi bagaimana mengerjakannya” aku bersungut-sungut. Curcol sedikit tidak apalah, mungkin saja Kyungsoo enak diajak bicara.

Diluar dugaan ku dia malah tertawa

“Hahaha maka dari itu fisika itu menarik. Dari pada kimia” katanya yang kini sudah meninggalkan soal-soal fisika dan beralih menatapku. Yahh silahkan menabur confetti. Akhirnya dia menatapku

“Enak saja! Jelas-jelas menarik kimialah! Kimia itu lebih mudah tau dari pada fisika!”

“Makanya itu kubilang kimia tidak menarik. Karena kimia terlalu mudah”

Hah. Apa-apaan dia. Aku yang mendengar opininya hanya bisa mengangga. Tidak tahulah sebesar apa mulutku terbuka yang jelas baru kali ini aku berbincang dengan manusia macam dia. Maklum biasanya teman-temanku setipe denganku. Physics haters.

Diluar dugaanku lagi Kyungsoo hanya tertawa melihat reaksiku. Lalu tangannya terjulur mengangkat daguku agar mulutku tertutup. Jantungku sedikit berdesir ketika kulit kami bersentuhan. Buru-buru kukatupkan bibirku agar tertutup.

“Huh dasar sombong”

“Hahaha atas dasar apa kau mengatakanku sombong? Karena aku menyukai hal yang tidak kau kuasai begitu?” Ucapnya sambil tersenyum jail

“Yaa!! Enak saja. Aku bisa ya fisika, hanya tidak suka. Tapi aku tidak pernah mendapat nilai dibawah rata-rata!”

“Tapi apa? Pas rata-rata? Hahaha kau tidak ingin tanya berapa nilai yang kudapat saat ulangan fisika?”

Ugh. Sial. Mau sombong ya!

“Aku tidak tertarik! Dasar tuan sombong” aku bersedakap “kalau kau memang jago fisika kenapa tidak ikut olimpiade fisika saja? Kau pasti tidak sehebat itu kan?” Tanyaku sinis

“Tidak. Sebenarnya tahun kemarin Jung Seongsonim memintaku untuk ikut olimpiade fisika. Tapi aku menolak. Aku tidak suka menjadi pusat perhatian” katanya kalem.

 

Krik

Krik

 

Sial. Ternyata dia memang jenius.

***

Sekarang pukul 6 sore dan aku sedang menunggu bus bersama Kyungsoo. Yeah, kami mendebatkan banyak hal hingga sore. Diluar dugaanku ternyata Kyungsoo orang yang menyenangkan diajak bicara. Mungkin karena tadi dia tidak membawa ponselnya jadi dia tidak seperti orang autis. Biasanya dikelas dia dan gengnya bermain game saja. Aku heran memang mereka tidak butuh bersosialisasi apa?

Aku dan Kyungsoo duduk bersebelahan dalam diam. Mungkin lelah karena dari tadi yang kami lakukan hanyalah berdebat. Tenggorokanku sampai kering karena terlalu lama berdebat dengannya. Sayang aku tidak pernah membawa minum. Aku tidak suka membawa bekal ataupun minum kesekolah. Selain merepotkan itu juga memalukan. Sebenarnya hanya memalukan digeng ku saja sih. Karena kami anak-anak hits menganggap membawa bekal dari rumah itu norak. Kami lebih suka makan sekaligus nongkrong dikantin atau dicafe sepulang sekolah. Itu lebih keren sekaligus kami bisa cuci mata. Lumayan dapat gebetan baru

Dan mataku melotot ketika tiba-tiba Kyungsoo mengeluarkan botol minum berwarna biru muda dari tasnya kemudian meneguknya. Uh itu sangat tidak keren.

Mungkin dia sadar karena aku memperhatikannya, dia menatapku balik lalu menyodorkan botol minumnya.

“Kau mau?”

Sebenarnya aku haus. Sangat. Tapi harga diriku yang diatas langit ini tidak mengijinkanku menerima air minum rumahan milik Kyungsoo.

“Tidak terima kasih” ucapku kemudian mengalihkan pandanganku

“Serius? Kau terlihat haus. Bibirmu kering dan pucat”

Buru-buru kusentuh bibirku. Benar memang kering. Eh dia bilang bibirku kering dan pucat. Berarti dia barusan memperhatikan..

“Ya dasar byuntae!” Lengkingku kemudia mencubiti lenganya

“Aw! Yaa!! Siapa yang byuntae? Aduh tanganku sakit bodoh” ucapnya menjauh dariku kemudia mengelus lengannya

“Kaulah! Untuk apa kau memperhatikan bibirku segala? Dasar byuntae!” Sungutku kesal

“Eh? Memang kenapa kalau aku memperhatikan bibirmu? Akukan hanya bilang bibirmu kering dan pucat. Kau memang terlihat seperti orang dehidrasi” ucapnya polos. Melihat mata bulatnya entah aku jadi malu sendiri. Sepertinya dia benar-benar tidak bermaksud apa-apa.

Ughh Yoon Saena jangan samakan Kyungsoo dengan pria-pria brengsek yang kau kenal diluar sana!

“Hmm mian. Tanganmu sakit ya?” Ucapku kemudia mengelus lengannya. Dia terlihat kaget dan menjauh beberapa jengkal saat aku mengelusnya. Apa-apaan refleksnya tadi? Aku bukan kuman!

“Kenapa kau menyentuhku?” Tanyanya kaget

“Memang kenapa kalau aku menyentuhmu? Aku merasa bersalah karena mencubitmu pabo” ujarku kemudia menarik lengan “apa masih sakit? Kata teman-teman cubitanku rasanya dahsyat”

“Memang sakit. Serasa dicubit menggunakan tang” ucapnya polos

“Yaa! Aku kan hanya mencubitmu! Jangan lenjeh! Masa laki-laki dicubit begitu saja kesakitan” kesal, akhirnya hempaskan saja tangannya. Dia meringis kesakitan. Memang sesakit itu ya?

“Memang sakit, coba saja kau yang dicubit. Eh itu bus ku datang. Kau naik jalur berapa?”

“Ohh, aku jalur 2A. Ya sudah sana. Hati-hati pulangnya” ucapku mengusirnya. Dia terlihat sedikit berfikir. Sampai akhirnya busnya telah sampai dihadapan kami dan beberapa orang mulai keluar. Pintu bus bahkan masih dibuka tapi Kyungsoo tidak kunjung masuk

“Yaa! Kyungsoo apa yang kau lakukan? Cepat masuk ke busmu bodoh! Kau bisa ditinggal” ujarku panik. Dia hanya tersenyum kemudian memberikan isyarat pada supir bus bahwa kami tidak menaiki bus ini.

“Yaa! Apa yang kau lakukan? Kau baru saja ditinggal! Kau ingin jalan kaki huh?” Lengkingku. Dia terlihat santai-santai saja ditinggal bus. Ugh Kyungsoo bodoh

“Ini sudah malam. Aku akan mengantarmu pulang. Tidak baik perempuan pulang malam-malam sendiri”

Hah apa-apaan itu tadi. Lagaknya sudah seperti seorang gentleman. Dan bodohnya. Harus ku akui aku sedikit tersipu mendengarnya. Untung saja pencahayaan dihalte ini tidak terlalu bagus. Jadi dia tidak menyadari perubahan warna wajahku.

Kami melanjutkan menunggu bus dalam diam. Sesekali aku menengok ke pergelangan tanganku melihat jam. Terhitung sudah 15 menit kami menunggu sejak bus Kyungsoo meninggalkan kami. Tapi bus ku belum juga datang

Aku menghela nafas. Lama-lama dingin juga disini. Aku tidak menggunakan jaket begitupula dengan Kyungsoo. Jadi aku tidak mungkin berharap dia akan meminjamkan jaketnya untuk menghangatkanku. Yah seperti di film-film. Tapi diluar dugaan dimenyodorkan kembali botol minumnya padaku

“Minumlah. Aku tau kau kehausan. Dehidrasi bisa membuat seseorang hipotermia lho”

Agak ngeri juga mendengar dia berkata seperti itu. Aku haus sih, tapi kan.. Ugh! Baiklah karena aku tidak ingin mati kedingin ataupun dehidrasi akhirnya aku menyambar botol minum miliknya kemudia menegaknya hinggal habis.

Ahh segarnya. Kusodorkan kembali botolnya

“Gomawo” kulihat ia mengulum senyum. Wae apa yang lucu?

“Benarkan dugaanku. Kau memang kehausan” ujarnya sambil tersenyum lebar

“Ck. Kau hobi sekali ya meledeku? Menyebalkan!” Ucapku sambil meniup poniku

“Hahaha salah sendiri, kau itu gampang dibully”

“Menyebalkan! Do Kyungsoo menyebalkan!”

“Hahaha kau itu lucu” dia tertawa hingga matanya yang bulat agak menyipit. Sial aku sudah ratusan kali dirayu laki-laki tapi hanya karena Kyungsoo berkata seperti itu saja aku bisa tersipu. Sipendek ini benar-benar. Apa dia memakai guna-guna?

“Yaa! Berhenti menertawakanku Do Kyungsoo!” Aku berkata sengit. Jangan Yoon Saena. Jangan. Jangan sampai kau terpesona pada sicupu Kyungsoo.

“Hey bus mu sudah datang, ayo!” Dia berhenti tertawa ketika lampu sorot bus terlihat menyinari jalan. Aku dan dia pun berdiri menunggu penumpang dari dalam bus keluar.

Aku memasuki bus duluan disusul Kyungsoo dibelakangku. Dan ketika aku sudah menginjakan kaki ke tangga no 3, kulihat Kyungsoo hampir terjengkang kebelakang. Buru-buru kupegang tangannya agar dia tidak terjatuh.

 

“Yaa, gwaenchana?” Tanyaku begitu kami duduk. Ya kami duduk bersebelahan

“Hm gaenchana. Tadi aku tidak melihat ada undakan tangga, jadi aku hampir jatuh hehehe” dasar ceroboh!

“Ck kau boleh jenius kyung, tapi kau ceroboh” decakku

“Hey wajarlah, aku kan tidak menggunakan kacamata”

“Salah sendiri kau mematahkan kacamatamu. Siapa yang ceroboh kalau begitu? Memanjat menggunakan kacamata?” Cercaku padanya

“Ya ya ya. Kau menang kali ini nona. Memang aku ceroboh. Puas?”

Aku tidak membalas perkataannya. Sungguh aku lelah berdebat seharian ini padanya. Bisa-bisanya orang yang sangat pendiam dikelas menjadi secerewet ini? Huh aku tidak habis pikir

Aku menyandarkan kepalaku pada jendela disampingku. Kira-kira bagaimana respon teman-teman segengku jika tahu Kyungsoo bisa setampan ini? Uh memikirkannya membuatku sedikit tidak rela.

Tiba-tiba kurasakan bus yang kutumpangi sedikit terguncang. Sial. Kepalaku jadi terantuk kaca. Sakit..

Kudengar tawa cekikikan dari sampingku. Kulirik sinis Kyungsoo yang kini tanpa malu-malu menyembunyikan tawanya. Ugh menyebalkan

“Apa lihat-lihat?!” Dia hanya geleng-geleng kepala melihatku.

Kusandarkan kepalaku kebelakang. Sebentar lagi ujian kelulusan. Aku akan berpisah dari teman-temanku. Kapasitas otak kami berbeda-beda. Belum lagi beberapa temanku ingin mengambil universitas diluar negeri. Yah meskipun mereka kadang menyebalkan mereka tetap temanku.

Kulirik Kyungsoo yang duduk dengan tenang disampingku. Kira-kira dia akan mengambil jurusan apa ya?

“Hey Kyung”

“Hm?”

“Kuliah nanti kau ingin mengambil jurusan apa?” Tanyaku sambil mendongak keatas menatap langit-langit

“Molla” jawabnya singkat

Aneh. Kukira dia akan dengan santainya menjawab ke jurusan yang berbau fisika

Kutengokan kepalaku. Kulihat ia juga sedang mendongakan kepalanya menatap langit-langit. Terlihat bimbang? Atau mataku yang salah melihat.

Dia tiba-tiba mengalihkan pandangannya padaku

“Kau sendiri? Ingin mengambil apa?”

“Apa ya. Yang jelas aku akan kuliah dimana didalamnya tidak ada pelajaran fisika kimia dan matematika. Matematika boleh lah. Tapi big no untuk fisika. Mungkin desainer? Aku suka merancang baju” ucapku sambil berangan-angan “bukankah kau suka fisika? Kenapa tidak ambil teknik saja? Atau arsitek? Itukan keren kyung!” Malah aku yang berbinar-binar sendiri. Bukan rahasia umum lagi jika laki-laki yang masuk jurusan teknik mendapat tittle keren

 

“Hahaha. Sayangnya aku tidak bisa Saena” mata bulatnya terlihat sedih saat mengatakan itu. Wae? Ada yang salah?

“Memang kenapa?”

“Sepertinya kedua orang tuaku tidak akan menginjinkan. Mereka menginginkan aku menjadi dokter seperti mereka” ucapnya sambil menunduk

Memang apa salahnya menjadi dokter? Dokter juga keren.

“Wae? Kau tidak ingin menjadi dokter? Dokter itu juga keren kyung!” aku bertepuk tangan pelan. Dia mengangkat kepalanya menatapku lalu tersenyum kecil melihat tingkahku. Apa? Apa aku norak ya barusan?

“Menurutmu begitu?”

“Hmm. Tentu saja!” Aku mengangguk semangat

“menurutku dibanding anak teknik, anak kedokteran lebih keren. Mereka pasti pintar, dan tentu saja masa depannya menjanjikan.” Aku mengambil nafas sejenak “Dan biasanya anak kedokteran itu kaya-kaya lho” aku berbisik saat mengatakan itu. Kyungsoo hanya tertawa melihat sikap polosku

 

“Hahaha. Aku tidak tahu ternyata kau matre juga Sae”

“Aku tidak matre. Itu tips menuju kehidupan yang lebih baik. Memang ada orang yang mau hidup susah? Enak saja. Kalau aku sih tidak”

Aku kemudian mengalihkan pandanganku ke jendela. Tunggu sepertinya aku kenal supermarket itu. Itu juga seperti gedung SMPku.

 

Tunggu tunggu. Jangan bilang kalau..

 

“Kyungsoo halte rumahku sudah terlewat!”

 

End/tbc?

 

Haii ketemu lagi gue. FF ini sebenernya gue bikin 6 hari yang lalu. Ini curhatan ketika lagi belajar fisika disekolah. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa gue suka nulis ff waktu belajar fisika :’) entah mungkin nggak tidak kunjungan menemukan jawabannya dan otak gue tiba-tiba kongslet dan akhirnya menciptakan imajinasi macam begini.

Well, Gue nggak tahu ini cuma jadi oneshoot atau chapter. Tergantung peminatnya sih. Kalo banyak yang minat dijadiin chapter akan saya lanjutin. Kalo enggak mungkin cuma jadi oneshoot aja :’) last, Mind to review?

 

Regard

 

Hayyziyi

7 responses to “Sweet Nerd

  1. Asik juga ceritanya.
    Sangking asiknya sampe lupa kalo udah ketemu tbc/end.😀
    Ditunggu next chapter nya.
    Semangan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s