Everything is Late – Prolog

everything-is-late

Title : Everything is Late

Author : QiinkYheoh

Poster : AYUIEO

Rating : PG – 15

Genre : AU, Friendship, Romance, Family, Angst

Length : Chapters

Casts:

  • Catherine Yoo
  • Kris Wu – Wu Fan
  • Choi Minho – Elias Choi
  • Yoo Seungho – Brian Yoo

Disclaimer:

This story belongs to me. You guys don’t have any right to re-post it without my permissions. Jika terdapat persamaan tempat, alur cerita dan tokoh , itu sah sebuah ketidak sengajaan. Tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.

 

Prolog

                Aku membuka kedua mataku perlahan begitu menyadari sebuah sentuhan hangat di wajahku. Aku menemukan wajah Ibu yang sedang tersenyum padaku begitu melihatku bangun. Aku menyapanya dengan suara riang seperti biasanya. “Good morning, Mom,” gumamku tak jelas. Aku mengucek-ngucek kedua mataku sebentar seraya menyandarkan punggungku di ranjang, Ibu kembali tersenyum sembari mengacak-ngacak rambutku yang sudah berantakan itu.

                “Good morning too, my Dear,” ujar Ibu dengan pelan.

                Aku tersenyum polos. “Mana Brian, Bu?”

                Ibu terkekeh. “Kenapa kau selalu menanyakan Brian? Ibu jadi cemburu.” Ibu kemudian memasang wajah cemberutnya yang langsung mengundang tawaku.

                “Sepertinya ada sesuatu yang kulewatkan,” ujar seseorang yang sudah berada di balik pintu. “Brian!” seruku dengan senang seraya melompat dari ranjang dan menghampirinya sebelum memeluk tubuhnya dengan erat. Brian mengelus rambutku dengan lembut sebelum melepaskan pelukanku. “Good morning, my Sweety,” sapanya dengan tersenyum. Aku membalas sapaannya dengan riang.

                Ibu menghampiri kami dan berjongkok di hadapanku seraya memamerkan senyumannya yang manis itu. “Kalian sangat dekat,” ujar Ibu seraya mengelus kepalaku.

                Aku menatap Brian dengan senyumanku yang lebar. “Tentu saja, Brian adalah kakak lelakiku yang paling baik dan tampan,” seruku kemudian. Brian dan Ibu terkekeh begitu melihat tampang polosku ketika berseru itu sebelum akhirnya aku ikut tertawa.

                “Kalian memang anak-anak Ibu yang paling manis.”

                Brian mengancungkan jempolnya, sementara aku hanya tersenyum begitu mendengar kata-kata Ibu. “Ayo, kalian harus bersiap-siap sekarang jika tak ingin terlambat,” seru Ibu kemudian yang langsung membuatku berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan bersiap-siap untuk ke sekolah.

***

Aku mendesah seraya merutuki kenangan-kenangan yang pernah kulalui bersama Brian kembali kuingat. Aku selalu tidak bisa melupakan kenangan-kenangan itu yang semakin kupikirkan semakin membuatku sakit. Aku tidak tahu kenapa Ayah membiarkan mereka pergi waktu itu dan aku tidak tahu kenapa Ibu tidak pernah membawa Brian mengunjungiku lagi setelah kepergian mereka. Apakah aku memang tidak pantas menjadi anaknya? Apa mereka sudah melupakanku? Atau mereka juga sedang memikirkanku seperti yang kulakukan sekarang? Tapi kenapa mereka tidak pernah datang mencariku?

Ayah – seseorang yang seharusnya aku hormati tidak lagi menjadi sosok seorang Ayah yang kukagumi seperti dulu. Aku masih mengingat 5 tahun yang lalu ketika aku masih berumur 15 tahun, Ayah membawa wanita itu yang kini menjadi istrinya ke rumah. Aku sangat senang saat itu mengingat aku akan segera mendapatkan seorang Ibu baru, aku memang membutuhkan kasih sayang seorang ibu saat itu.  Wanita itu memang memperlakukanku sangat baik tidak seperti sosok ibu tiri yang selalu diceritakan dalam dongeng. Tapi segalanya berubah ketika aku menguping pembicaraan mereka di suatu saat dalam kamar Ayahku tanpa ketahuan mereka tentu saja. Ternyata mereka sudah berhubungan di belakang Ibuku bahkan sebelum aku dilahirkan. Bayangkan! Wanita mana yang akan bertahan setelah mengetahui suaminya yang berselingkuh di belakangnya?

Aku sangat marah pada mereka saat itu dan memilih tidak melanjutkan kegiatan menguping itu. Tidak, aku tidak akan memaafkan wanita itu setelah aku tahu bahwa ternyata gara-gara wanita itu, Ibuku meninggalkanku dengan membawa pergi Brian. Aku membencinya bahkan termasuk Ayahku yang ternyata diam-diam selalu mengawasi Brian dan Ibuku agar tidak menemukan keberadaanku. Aku muak.

Tapi segalanya lagi-lagi berubah ketika wanita itu – istri Ayahku membujuk Ayah untuk memaksaku untuk bertunangan dengan laki-laki yang tidak kukenal. Segala hal yang tidak pernah kusadari sebelumnya mulai datang satu per satu.

Dan ketika penyesalan itu datang, semuanya sudah terlambat termasuk pengakuan cinta kepada seseorang yang kucintai. Meminta maaf pada orang-orang yang selama ini sudah menyanyangiku diam-diam tanpa kusadari.

Ketika penyesalan itu datang dan ketika kebahagiaan yang seharusnya kudapatkan datang menghampiriku, itulah saatnya aku pergi meninggalkan semua kenangan-kenangan yang pernah melibatkanku dengan orang-orang disekitarku.

Dan kali ini bukan aku lagi yang ditinggalkan oleh orang-orang yang kusayangi.

Kali ini giliran aku yang pergi meninggalkan mereka semua.

***

 

Hello! Qiink Yheoh is here again with chapters fanfiction named Everything is Late ~ Sebenarnya cerita ini sudah cukup lama aku rangkai tapi karena saking malasnya, aku tidak lagi melanjutkan cerita ini selama kurang lebih 1 tahun. 24 jam sehari serasa tidak cukup untukku, terus terang saja. Aku cukup sibuk dalam kehidupan nyata karena aku kuliah di malam hari, bekerja di pagi hari dan weekends aku akan melakukan part time job. Maklum, jiwa mudaku sangat panas. HEHE

Karena aku ingin sedikit mengalihkan stresku, jadi kuputuskan untuk kembali melanjutkan cerita ini yang sempat tertunda. Well, I think it’s enough to introduce myself, please leave your comments here as appreciations ^^ don’t forget to RCL, ya!

Oh, ya. I’m a new author here. Salam kenal ^^

2 responses to “Everything is Late – Prolog

    • hehhe
      makasih ya udha koment ^^

      iya, kegiatanku memang lumayan padat, tapi sekarang sudah lebih santai hingga aku punya waktu yng lbh luang untuk melanjutkan cerita” yngg sempat kutinggalkan kemarin..
      kekekek ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s