PROLOG – SHOW ME THE MONEY

 

smtm2

Tittle: Show Me The Money | Author: Farvidkar | Genre: Romance | Cast: Cho Kyuhyun, L Kim, Bae Suji | Rating: PG-23 | armyjh @ IFA

PS: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi.

 

 

Apa jadinya jika dua penjelajah waktu dari era yang berbeda berkunjung ke abad pertengahan?

Hidup nyaman di era pertengahan dengan harta yang dibawa dari zamannya

Dan bertemu wanita cantik dengan gaya hidup yang berbeda

 

 

Tahun 1392 (Era Joseon)

Bukan kemiliteran yang kau temui di sekolah ini, melainkan tata krama adat istiadat. Duduk tenang membaca tumpukan buku dari kulit kerbau bertulisakan aksara Cina. Menyeduh teh hijau di ruang makan asrama. Berlatih pedang di jam kosong. Mendekati anak pejabat untuk mendapatkan koneksi. Itu semua akan kau temui di Sungkyungkwan Universitas, tempat belajar anak lelaki yang akan dipekerjakan di Istana kelak.

“Hyung, kau belajar terlalu giat” pintu terbuka diikuti suara seorang pria yang baru saja kelar mandi.

“Sebentar lagi aku akan lulus, tidak ada waktu untuk bersantai” jelas pria yang diperkirakan lebih tua itu.

“Hyung apa kau tidak lelah berpura-pura belajar seperti itu? Penasihat Jo sudah pulang ke rumahnya, kau sudah bisa melepas buku aneh itu” ujar Park Gunpyo, pria bermarga Jo itu langsung bernafas lega.

“Aahh… kaki-ku sampai mati rasa dilipat seperti ini terus. Ayahku itu benar-benar kejam menyewa bocah-bocah tengik itu untuk mengawasiku”

“Bocah? Mereka teman-teman seangkatanku hyung. Berarti selama ini kau juga menganggapku bocah?” Gunpyo memasang wajah sedih dihadapan seniornya itu.

“Tentu saja. Kau masih kuanggap bocah karena belum bisa menghabiskan sembilan mangkuk soju bersama gisaeng-gisaeng langgananku” kata Gyuhyun sembari tertawa evil. Bukan Jo Gyuhyun namanya kalau tidak berurusan dengan hal-hal seperti itu. ‘Senior setan Jo’ itulah sebutannya di Sungkyungkwan. Tidak ada yang berani melawannya karena ayahnya seirang penasehat istana.

“Hyung… wanita-wanita menatapku seolah-olah aku ini tikus kecil yang akan dibakar. Lebih baik kau mengajakku minum di kuil Junju sambil berdoa heh”

“Hahaha… paboya. Aku tidak sudi memasuki kuil itu. bukannya aku takut atau bagaimana.. hanya saja bau-bau bunga dan pandan disitu menyumbat pernafasanku. Jadi… akan lebih aman kalau kita mengunjungi wanita-wanita cantik itu saja dulu… setelah itu baru kita mengunjungi kuil untuk menghapus dosa. Arra?”

Tahun 2392

Nanobee berterbangan kesana kemari mengumpulkan tetesan hujan di dalam kapsul S. hingga tetesan ke 117 terkumpul Nanobee kembali ke kotak madu dan beristirahat disana. Seorang pria berbalut mantel halus memasuki tempat yang dinamakan laboratorium, bukan hal wah untuk mendapatkan laboratorium di setiap rumah.

Abad yang maju ini disuguhi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, kau dapat berpindah tempat dalam hitungan menit menggunakan kendaraan super cepat, memesan makanan cepat saji dengan satu jentikan, berkomunikasi jarak jauh dengan manusia lain serasa berbeda karena pada abad ini sudah ada namanya spadacall communicator. Dengan kecepatan internet yang tak terhingga, layar transparan bergerak yang dapat muncul otomatis di hadapanmu, bahkan suaranya pun akan terdengar tanpa menggunakan alat bantu. Abad ini dinamakan abad transformasi ke-2, setelah gelombang yang tak terdeteksi memasuki bumi diikuti makhluk luar angkasa yang disebut alien masuk ke bumi dan bermukim bersama manusia lainnya.

“L! cepat kesini! Air hujan ke 56 sedikit berbeda!” panggil seseorang di dalam ruangan serba kaca itu. Ia meneliti setiap kapsul dengan warna yang berbeda-beda. Selama dua tahun penelitiannya berlangsung, baru 4 kali terjadi hujan dan hal itulah yang ditunggu-tunggu.

“Ada apa eomma?” pria bernama L itu datang tergesa-gesa, dimulutnya terdapat roti bakar yang belum setengah habis.

“Coba kau perhatikan kapsul ini. Sepertinya ada organisme asing yang ikut turun bersama air hujan. Aku sudah mengecek kapsul ini menggunakan apro, tetapi organisme yang ada didalamnya belum terdeteksi. Sepertinya dia dari planet yang jauh” jelas Calandra Lee. Ia seorang ilmuwan yang meneliti tentang Air, mengingat di abad ini mengalami kemusnahan air akibat terjadi penyerapan yang berlebihan. Selain itu, ia adalah manusia asli yang berasal dari ras Asia.

“Baiklah, aku akan membawa kapsul ini ke tempat Ayah. Apakah ada yang lain?”

“Tidak ada, jangan lupa bawa oksigenmu. Dan jangan berlama-lama di tempat itu” L mengangguk patuh dan pergi ke lantai 11 dimana ayahnya sedang bekerja. Jangan heran dengan rumah mereka yang bertingkat 11, karena tiap lantai dihuni oleh mahkluk yang berbeda kebutuhan.

Lantai 1-4 tempat dimana dipenuhi oksigen, lantai 5-8 ada dua senyawa yang bercampur yaitu oksigen dan colapsil (senyawa dari planet Holocus), serta sisanya hanya dipenuhi oleh colapsil. Manusia murni tidak bisa menghirup colapsil karena mereka akan susah bernafas, sedangkan Trainor (Mahkluk hidup di planet Holocus) mereka bisa menghirup oksigen maupun colapsil.

L menghampiri ayahnya yang seorang Trainor. Ayahnya pindah ke bumi untuk pembuatan mega proyek mesin waktu bersama makhluk lain di bumi. Makhluk asing sekarang bisa kemana saja bermodalkan visa internasional antar planet seolah-olah mereka sedang berdarmawisata dan hal itu diperbolehkan di abad ini. Salah satunya Muschow Trainor 02, itulah nama ayah L Kim Trainor 03.

“Ayah, ibu menyuruhku meneliti kapsul ini. Ada organisme asing di dalamnya” kata L sambil menghampiri ayahnya. Pria paruh baya yang persis seperti manusia itu menghampiri anaknya dan mengambil kapsul itu. Ia melihat sejenak kapsul itu kemudian mengembalikannya lagi.

“Bukan dari Holocus. Kau pakai saja alat-alat yang ada disini, tetapi jangan lupakan oksigenmu” titah ayahnya, L mengangguk patuh kemudian memakai baju laboratoriumnya.

Tahun 1392 (Era Joseon)

“Hyung! Kau sudah sangat mabuk! Ayo balik ke asrama… para penjaga akan memeriksa kamar kita! Aish hyung!” Gunpyo berkali-kali membujuk seniornya itu yang masih betah duduk di manis bersama wanita-wanita penghibur. Walaupun sikap seniornya itu bagaikan pria mesum yang butuh belas kasih, tetapi Gunpyo sangat menghormati Gyuhyun yang menurutnya sangatlah keren. Ia mengenal Gyuhyun sejak kecil karena mereka tinggal bertetangga. Ia tahu kalau anak penasehat istana itu sebenarnya sangatlah jenius, tetapi ia lebih suka berpura-pura sebagai anak nakal dengan otak pas-pasan dan berkelakuan buruk karena tidak ingin bekerja di istana. Gyuhyun memiliki jiwa bebas dan ingin menjadi pedagang, hanya saja sang ayah tidak menyetujuinya.

Gunpyo memapah seniornya itu ke gerbang utama Sungkyungkwan, beberapa meter dari sana ia terhenti dan lekas bersembunyi. Penjaga gerbang sudah berganti orang, tandanya ia harus bergegas masuk ke dalam sana sebelum pengjaga mengetahui kamar mereka kosong.

“Hyung cepat berdiri! Kita harus segera masuk ke dalam!”

“Sudahlah… mereka sudah mengetahui kamar kita kosong.. eek” ujar Gyuhyun yang terduduk di bawah pohon. Ia sudah mabuk berat dan sesekali dia akan cegukan.

“kau tahu dari mana hyung?” tanya Gunpyo bingung. Dia antara percaya atau tidak percaya.

“bayangan tubuhmu mengarah ke barat daya. Arah angin dari utara. Daun jatuh bergeser 2,5 meter dari atas” jelas Gyuhyun panjang lebar, Gunpyo yang sedikit laban itu masih perlu waktu lebih banyak untuk mencerna.

“Artinya sekarang sudah jam 10 lewat 15 menit pabo!” tambah Gyuhyun, dongsaengnya itu hanya mengangguk saja.

“Jadi…. Sekarang kita akan tidur dimana hyung?”

“Seperti saranmu sebelumnya. Kita nginap saja di kuil Junju sambil berdoa penghapusan dosa”

“Haaah? Sirreo!! Kau saja yang kesana hyung!”

Dengan berat hati mereka berdua tiba di anak tangga Kuil Junju. Gunpyo sudah merinding disko melihat bangunan yang terkenal angker di daerahnya itu. apalagi sekarang sudah malam, banyak hewan liar yang berkeliaran bersama sang empu tak terlihat itu. Kuil Junju yang terletak di hutan terlarang membuat tempat itu jarang dikunjungi orang-orang. Desas desus di pasar, banyak yang mengatakan kalau disana ada biksu aneh yang selalu berbicara tentang masa depan.

“Hyung kau duluan saja. Aku mau buang air dulu”

“Oh…. Oh… kau mau kabur hah?! yak!?”

“Mianhe hyung!!!”

“Aish.. dasar penakut!”

Gyuhyun terhuyung-huyung memasuki kuil. Tiba disana ia tidur di atas lantai kayu. Matanya sesekali terpejam dan terbuka. Gendang telinganya belum terbiasa mendengar bunyi asing.

“Aish! Kodok-kodok itu terlalu berisik!” Gyuhyun membuka paksa matanya lebar-lebar masih dengan posisi yang sama. Tetapi kini matanya tak sengaja menatap ukiran di atas langit-langit kuil.

“menyentuh kelopak bunga air membuka jalan baru” gumam Kyuhyun. Entah pengaruh alcohol atau matanya yang sudah rusak, sekejap tubuhnya terhempas ke tempat yang penuh dengungan kemudian dirinya kembali terhempas ke tempat yang asing baginya.

“Ada apa ini….”

Tahun 2392

Siang berganti malam, L masih tetap berada di laboratorium lantai 11 dengan bantuan oksigen karena sudah lewat 12 jam dia berada di ruangan itu. L yang merupakan setengah manusia – setengah trainor memang memiliki kelemahan pada colapsil, tetapi dia sangat baik beradaptasi dengan oksigen.

Beberapa kali dia menghubungi pusat penelitian organisme yang ada di amerika, tetapi data yang dibutuhkannya juga tak cukup. Ia yang memiliki sifat keingintahuan tinggi selalu memiliki tanda tanya di kepalanya. Maka dari itu L selalu berambisi menyelesaikan pekerjaannya dengan tuntas sebelum tidur.

“Tuan, pesananmu sudah sampai. Paket saya letakkan disini” kata nanorobot berbentuk anjing. Walaupun ukurannya sekecil tikus, tetapi kekuatannya membawa sesuatu jangan diragukan.

“Terima kasih Dolby” L mendekati bungkusan besar itu. disana tertulis saran untuk menggunakan alat ini sesuai prosedur.

“Assa!! Ini yang kutunggu-tunggu! Kacamata informan dan jam tangan pembius!” L mencoba alat-alat yang dipesannya itu dengan antusias. Ia yang sudah berumur 21 tahun masih bisa bersikap seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.

“Wah daebak! Kacama ini sangat keren” di layar kacamatanya terdapat penjelasan setiap benda, orang, hewan, atau apapun yang dilihatnya.

“Oh… apa ini” L melangkah mendekati suatu benda berukuran besar berbentuk kapsul besar yang terhubung beberapa kabel. Dari kacamata yang dugunakannya tak ada nama benda atau riwayat semacamnya. Disana ada beberapa tombol angka dan tombol-tombol lainnya. Iseng-iseng L mengetik beberapa digit angka dan menekan sembarang tombol. Benda itu sedikit berguncang kemudian seperti ada beberapa atom yang saling tarik menarik di dalam ruang hitam kemudian semuanya kembali terang dengan suasana baru.

“Tempat apa ini?!”

2016

“Yak!! Aku bisa gila menangani dua klien gila ini!”

“Kau harus sabar Suji-ya.. bagaimanapun juga kau adalah akuntan mereka berdua”

………….

Ini postingan pertamaku di FFIndo. dulu pernah nebeng ngepost / freelance dari salah satu admin kalau gak salah dulu pernah ngepost (Roleplayer, Trouble, Beautiful Liar, Forget Me Now, etc) sekarang akhirnya bisa jadi author tetap hehe. gimana pendapat kalian tentang ff ini?

25 responses to “PROLOG – SHOW ME THE MONEY

  1. Pingback: [CHAPTER 1] SHOW ME THE MONEY – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s