Soul School Chapter 11

audi ff

By Sparkdey

Poster made by marsyasara

Soul School Chapter 11

School Life || Romance || Friendship

PG – 17

Main Cast            :

Jeon Jungkook BTS || Kim Taehyung BTS || Mark Tuan GOT7 || Jung Krystal Fx || Kim Sujin (OC) || Min Ji Eun (OC)

Support Cast      :

 Jeon Wonwoo Seventeen || Kim Namjoon BTS || Park Jimin BTS || Oh Sehun EXO || Kim Seokjin BTS || Kim Seolhyun AOA || Min Yoongi BTS

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7A || Chapter 7B || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10A || Chapter 10B || Chapter 11 ||

Desclaimer : FF ini pure ide dari author sparkdey dengan beberapa bantuan dari teman – teman dan terinspirasi dari beberapa K-Drama. Dan hanya di posting di FFIndo dan blog pribadi author. Jika kalian menemukan cerita yang sama, mohon beritahukan kepada author. Terima kasih^^

NB : terdapat beberapa kata kasar, mohon maaf bila kurang berkenan. Lebih baik untuk tidak membaca kalimat itu atau skip FF ini.

Happy Reading!!~

Cerita sebelumnya…

“Aku harap itu adalah kepala sekolah atau guru yang lainnya” sahut Krystal.

Sujin sudah tidak bersuara.Dapat aku pastikan kini Sujin sedang menahan rasa sakitnya itu.Lukanya cukup parah dan dia harus segera diobati.

‘Tuhan sampai kapan kami akan terus berlari?’ batinku.

Akhirnya sebentar lagi kami akan sampai di cahaya yang kami maksud tadi. Namun sesaat sebelum sampai di cahaya itu, aku merasakan sesuatu kejanggalan dari cahaya itu.Itu bukan cahaya yang biasa kami gunakan. Lalu cahaya apa itu?

Dengan cepat aku menarik Krystal untuk bersembunyi di semak – semak yang ada di sebelahku saat ini.Aku meminta Sujin dan Krystal untuk tidak bersuara.Mereka pun menuruti perintahku.

Dengan seksama aku memperhatikan cahaya itu. Di sana terdapat beberapa orang yang tidak dapat aku kenali. Mereka sama seperti kami, namun ada hal yang berbeda dari mereka.

“Jungkook… huhu” Krystal menangis tepat di sampingku.

“Sudah kubilang kau un….” Aku tidak sempat melanjutkan kata – kataku.

-Krystal POV-

“Jungkook… huhu” aku menangis tepat di samping Jungkook.

“Sudah kubilang kau un….” Jungkook tidak sempat melanjutkan kata – kataku.

“Bisakah kalian diam sejenak?Semakin kalian bersuara, semakin mereka tertarik pada kalian semua” kata seseorang dari belakang kami.

Aku menoleh ke belakang.Hampir saja aku berteriak namun mulutku sudah di bekap oleh orang di belakangku saat ini.

“#&@#&*&!” aku benar – benar tidak bisa berteriak.

“Sudah kubilang jangan berteriak” lanjut orang itu.

“Sehun seongsanim?” bisik Sujin pelan.

Aku merasa lega karena nama yang disebutkan oleh Sujin. Sehun seongsanim perlahan melepas tangannya dari mulutku.Benar – benar lega ketika aku melihat orang yang datang menolong kami adalah Sehun seongsanim.

“Sujin terluka?Kalian bawalah Sujin pergi dari sini. Mereka sangat sensitive dengan bau darah, mereka akan semakin suka dengan bau itu. Aku akan menghadapi mereka” perintah Sehun seongsanim.

“Ne seongsanim” jawab Jungkook lalu menggendong Sujin di punggungnya.

Aku langsung menyalakan senter pada ponselku untuk menunjukkan jalan pada Jungkook. Dan Sehun seongsanim berdiri di depan kami. Dan langsung menghalau para vampire yang hendak menyerang Jungkook dan Sujin.

“Kalian pergilah ke arah barat dan temui Seolhyun seongsanim!!” teriak Sehun seongsanim sambil menunjukkan dimana arah barat.

Aku dan Jungkook beserta Sujin langsung berlari sekuat tenaga dengan tenaga yang tersisa menuju arah barat yang telah diberitahu oleh Sehun seongsanim. Aku berlari di depan Jungkook karena aku yang membawa senternya dan menjadi penunjuk jalan Jungkook.

Suara ranting yang patah kembali terdengar dan suara rumput – rumput atau semak – semak di samping kami mulai bersuara.

‘Tuhan apa lagi kali ini?’ batinku.

Dari semak – semak di sampingku keluar seseorang yang membuat kami cukup terkejut dan panik. Itu adalah vampire yang mengejar kami! Kini vampire itu berada di depanku dan di belakang Jungkook. Oh tidak darimana mereka tahu keberadaan kami?

‘Ah, ini semua karena bau darah yang mengalir dari kaki Sujin!’ batinku.

Aku baru ingat bahwa vampire mempunyai indra penciuman yang sangat hebat, terlebih lagi soal darah segar yang banyak dan terus mengalir, mereka semua pasti dapat menciumnya walaupun dari jarak berpuluh – puluh meter.

Aku menatap mata merah yang ada di hadapanku sekarang ini dan kukunya yang tajam terlihat sangat jelas karena pantulan cahaya senter dari ponselku. Mata merahnya memancarkan bahwa dia sangat haus akan darah.

“Jungkook, cepat bawa Sujin keluar dari hutan ini dan menemui Seolhyun seongsanim” kataku tegas.

Aku melihat vampire itu memang mengincar Sujin.Karena Sujin mengeluarkan banyak darah dari kakinya itu.Ketika Jungkook mulai berlari, vampire itu ingin mengejar Jungkook dan Sujin.Dengan berani aku memukulkan batang kayu yang berada tak jauh dariku mengenai kepala vampire itu.Setidaknya aku harus menahan vampire ini untuk tidak mengejar Jungkook dan Sujin.

“YA! Kau! Hadapilah aku!” teriakku.

Vampire itu menghiraukan aku dan berusaha untuk kembali mengejar Jungkook dan Sujin yang keberadaannya sudah cukup jauh dari posisiku saat ini.Aku harus melakukan sesuatu agar vampire itu tidak mengejar Jungkook dan Sujin lagi.

Dengan keberanianku dan tenagaku yang masih tersisa, aku menghadang vampire yang akan mengejar Jungkook. Masih dengan batang kayu di tanganku.

“Kau… tidak akan ku biarkan kau mengejar mereka!” kataku sambil menatap mata merahnya.

Aku sudah tidak tahu apa yang akan terjadi setelah aku menantang vampire yang ada di depanku ini. Aku tidak akan menyerah! Vampire itu berjalan mendekatiku.Keringat kini membasahi pelipisku dan aku menjadi gemetar karena memang tenagaku yang sudah hampir habis karena harus berlari dari kejaran vampire ini.

Kuku yang tajam yang dimiliki vampire itu kini sudah menyentuh wajahku.Aku takut. Sangat takut!

‘Tuhan kumohon kirimkan seseorang untuk menolongku.Siapapun itu ya Tuhan’ batinku.

Aku menutup mataku karena aku sangat takut kali ini dan aku sudah tidak mampu lagi untuk bergerak.Bahkan untuk berteriak saja pun aku sudah tidak memiliki tenaga lagi.Aku pasrah dalam keadaanku saat ini, jika memang aku harus mati di sini dan menjadi vampire pun aku rela daripada harus merelakan sahabatku dan juga kakak sepupuku.

Sepertinya seseorang sudah menyelamatkanku.Karena kuku – kuku panjang yang dimiliki oleh vampire itu sudah tidak aku rasakan lagi.Aku membuka mataku perlahan dan melihat seseorang sedang menghadapi vampire itu.Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas karena di sini sangat gelap sekali.Bahkan aku sudah tidak tahu dimana aku melempar ponselku tadi.

“Apa kau baik – baik saja, Krystal-ssi?”Tanya orang itu.

“Huh? Eoh, aku baik – baik saja” jawabku bingung.

“Seokjin seongsanim?Apakah itu anda?” tanyaku.

“Ne ini aku, Seokjin.Baiklah kau harus segera bertemu dengan Seolhyun seongsanim.Apa kau masih sanggup berjalan?”Tanya Seokjin seongsanim.

“Ne seongsanim.Aku masih sanggup untuk berjalan” jawabku.

“Baiklah, jika kau sudah tidak sanggup berjalan lagi, bicaralah padaku. Jangan kau paksakan atau akan berakibat fatal. Arraseo?” jelas Seokjin seongsanim.

“Ne arraseo seongsanim.Kamsahamnida~” kataku.

‘Terima kasih Tuhan, kau sudah mengirimkan Seokjin seongsanim untuk menolongku’ batinku.

 

-Author POV-

Jimin mendapat perintah dari Namjoon untuk menolong Taehyung dan juga Ji Eun.Dengan segera dia langsung berlari masuk ke dalam hutan.Jimin melihat 2 orang yang sedang berhadapan dengan penghuni hutan ini, vampire.

Jimin berlari menghampiri 2 orang yang diyakininya adalah Taehyung dan Ji Eun, calon siswa sekolah mereka.Jimin melihat bahwa Ji Eun sedang berusaha untuk melindungi Taehyung.Dengan segenap kekuatan yang masih tersisa padanya dan menahan rasa sakit yang masih tersisa akibat perlakuan dari Park Chanyeol, Jimin berusaha menyelamatkan Taehyung dan Ji Eun.

“YA!!” teriak Jimin.

Jimin mendapatkan tatapan tidak suka dari vampire yang berada di hadapan Ji Eun saat ini.Dengan cepat Jimin menggantikan posisi Ji Eun saat ini.Jimin menatap mata merah yang dimiliki oleh vampire itu.Jimin mengeluarkan sesuatu yang dibawanya, yang diberikan oleh Namjoon.

Sebuah lampu kecil yang memancarkan sinar UV di arahkan oleh Jimin ke vampire yang ada di depannya.Vampire itu langsung berteriak dan matanya terasa perih sehingga tidak dapat melihat mangsa yang ada di depannya saat ini.

“Cepatlah kalian lari dari sini!Aku akan menyusul kalian, dan temui Seolhyun seongsanim!” perintah Jimin.

“Tapi seongsanim…” Ji Eun tidak dapat melanjutkan kata – katanya lagi.

Dengan sekuat tenaga yang dimiliki oleh Ji Eun, dia membantu Taehyung untuk tetap berjalan walaupun sudah banyak darah yang keluar kaki Taehyung.

“Jeongmal gwenchana?” Tanya Taehyung.

“YA!Kau jangan banyak berbicara!” bentak Ji Eun.

“Aku ini berat, tidak seharusnya aku merepotkanmu” jawab Taehyung sambil tertawa sedikit.

“Shut up atau aku akan meninggalkanmu di sini” Ji Eun terus berusaha membantu Taehyung berjalan.

“Biar Taehyung aku yang membawanya, kau berlari lah lebih dulu, Ji Eun-ssi dan minta bantuan pada Seolhyun seongsanim” perintah Jimin begitu tiba di belakang Taehyung dan juga Ji Eun.

Jimin membantu Taehyung berjalan untuk keluar dari hutan ini.Semua vampire sudah Jimin hadapi. Tetapi Jimin yakin bahwa vampire itu dapat menyerang mereka kembali saat ini juga, karena bau darah segar yang mengalir dari kaki Taehyung.

 

-Mark POV-

Aku menyiapkan pakaianku dan tidak lupa semua perlengkapan yang aku butuhkan untuk sekolah di sana, Soul School. Ini semua adalah permintaan aboeji, dan aku harus menurutinya atau aku tidak akan memiliki fasilitas seperti saat ini. Aku tidak dapat membantah semua permintaan ataupun perkataan aboeji.

Memasukkan beberapa pakaian dan kebutuhanku ke dalam tas ranselku. Semoga saja sekolah itu memiliki fasilitas yang sangat bagus. Tetapi mengapa aboeji menyuruhku untuk sekolah di sana? Apa yang aboeji inginkan?

“Tuan muda, apa anda sudah siap?”Tanya sekretaris Park.

“Bisakah kita berangkat beberapa jam lagi? Ini masih terlalu pagi untuk datang ke sekolah itu” kataku ketus.

“Tapi tuan muda…” sekretaris Park mengelak dan aku hanya menatapnya malas.

“Jika kau masih ingin bekerja bersama aboeji, ikuti juga perintahku” kataku lalu menutup pintu kamarku.

Sedari tadi sekretaris Park menungguku di depan pintu kamarku yang terbuka. Ini semua perintah aboeji yang meminta sekretaris Park untuk terus mengawasiku.Aku tidak nyaman dengan suasana seperti ini.Hidupku seperti sudah ada di bawah kendali aboeji.

‘Apa aku tidak bisa memilih jalan hidupku sendiri?’ batinku.

TOKK TOKK TOKK…

“Tuan muda, kita harus berangkat sekarang…” sekretaris Park terus mengetuk pintu kamarku.

“Arraseo arraseo!” kataku sambil membuka pintu kamarku lalu menatapnya sinis.

Aku berjalan mendahului sekretaris Park menuju mobil yang biasa aku gunakan.Aku menunggu hingga sekretaris Park membukakan pintu mobil untukku.Dengan cepat sekretaris Park membukakan pintu mobil untukku dan aku masuk ke dalam mobil.

Sekretaris Park mulai menyalakan mobil dan melajukan mobil yang aku tumpangi ini.Menempuh perjalanan ke Soul School?Sekolah di pegunungan Gangnam? Aku benar – benar tidak mengerti maksud dan tujuan aboeji mengirimku sekolah di sana.

Ada apa dengan sekolah itu? Apakah sekolah itu sangat luar biasa hingga membuat aboeji memintaku untuk sekolah di sana? Ah molla!

“Tuan muda, ini ada beberapa berkas yang harus anda berikan kepada Kepala Sekolah nanti” kata sekretaris Park sambil menyerahkan sebuah amplop coklat padaku.

“Berkas – berkas apa ini?” tanyaku heran.

“Saya tidak tahu pasti apa isi dari berkas itu, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan sajangnim” jelas sekretaris Park.

Sekarang suasana berubah menjadi hening.Aku meletakkan berkas itu di dalam ransel milikku.Lalu aku sibuk memainkan ponselku, melihat – lihat berita dari internet.Dan aku merasakan bahwa mobil ini mulai menanjak.Sepertinya sudah masuk ke daerah pegunungan Gangnam.

“Tuan muda kita sudah sampai” sahut sekretaris Park.

Aku turun dari mobilku dan menggendong ranselku.

“Dimana sekolah yang bernama Soul School itu?Aku tidak melihat ada sekolah di daerah sini” tanyaku.

“Maaf tuan muda, sekolah tersebut berada sekitar 500 meter dari kaki gunung ini.Kita harus mendaki gunung ini agar sampai di sekolah itu” jelas sekretaris Park.

“Aish jinjja!” aku mendengus kesal.

Aku langsung berjalan mengikuti sekretaris Park yang sudah berjalan di depanku.Aku melihat – lihat pemandangan di sekitarku saat ini.Sungguh gelap dan juga dingin.Aku melihat ponselku.

‘Baru jam 5 pagi? Aish’ batinku.

Aku menaruh kembali ponselku ke dalam saku jaketku.Semakin dingin di atas sini.Sekretaris Park tetap berjalan mendaki pegunungan ini sambil memegang senter yang berasal dari ponselnya.

‘Mengapa sekolah itu tidak memberikan penerangan sepanjang perjalanan?Apa mereka tidak mampu?’ batinku.

Sekretaris Park sudah berhenti di depan gerbang yang bertuliskan Soul School. Aku melihat ke sekelilingku.Gerbang ini menjulang tinggi, sangat tinggi.Dan penerangan di sini… menggunakan sinar UV?

‘Hahaha untuk apa penerangan mereka menggunakan sinar UV?Apa di sini ada vampire? Hahaha sungguh aneh sekolah ini’ batinku.

Sekolah ini terlihat sangat sepi dan sunyi.Sekolah ini tidak menunjukkan keberadaan siswa ataupun gurunya sekalipun.Sekolah ini seperti sedang di tutup dan tidak menerima adanya calon siswa baru sepertiku. Kemana guru – guru atau penghuni sekolah yang lain? Apa mereka tidak diminta untuk menyambutku?

“Tuan muda, ini adalah sekolah anda sekarang. Semua keperluan anda sudah saya siapkan di tas ini” jelas sekretaris Park sambil menjulurkan tas padaku.

“Untuk apa ini?Aku sudah bawa ransel” kataku tidak menerima ta situ.

“Ini ada beberapa benda penting yang harus selalu tuan muda bawa kemanapun.Saya hanya menuruti perintah dari Tuan sajangnim” kata sekretaris Park.

“Baiklah, ini karena perintah dari aboeji” jawabku lalu menerima tas yang di bawa oleh sekretaris Park.

 

-Taehyung POV-

“Kamsahamnida seongsanim” kataku sambil menahan rasa sakit dari kakiku ini.

“Kau berbaringlah di sini sejenak, Taehyung-ssi” perintah Jimin seongsanim.

Aku berbaring di atas sebuah daun yang sangat lebar.Aku tidak pernah melihat daun selebar ini sebelumnya.Seolhyun seongsanim mulai memotong celanaku lalu melihat luka yang ada di kakiku ini.

Aku melihat raut wajah Ji Eun yang memancarkan kekhawatirannya padaku.

‘Mengapa Ji Eun? Mengapa kau terlihat sangat mengkhawatirkanku?’ batinku.

Aku tersenyum lalu melihat Ji Eun.Dia membantu Seolhyun seongsanim untuk mengobatiku.

“Ah!” teriak Ji Eun.

“Wae?!” kataku yang langsung bangun dari posisi tertidurku.

“Taehyung-ssi, tolong kembali berbaring.Aku harus fokus mengobatimu saat ini” perintah Seolhyun seongsanim.

“Ne, jwesonghabnida seongsanim” kataku yang kembali berbaring.

“Ji Eun-ah…” panggilku pelan.

“Huh?” Ji Eun melirikku.

“Kemarilah” kataku pelan dan dia mendekat padaku.

“Kurang dekat” kataku lalu dia lebih mendekat padaku.

“Masih kurang dekat, Ji Eun-ah” kataku.

“Apa maumu eoh?” tanyanya yang mulai kesal.

Aku menarik tangannya dan melihat telapak tangannya dengan bantuan cahaya yang ada di dekat kami.

“Kau terluka.Mengapa kau ceroboh sekali huh?” tanyaku.

Ji Eun langsung menarik kembali tangannya dari genggaman tanganku.

“YA!Aku terluka juga karena kau!” bentak Ji Eun padaku.

“Sssttt…” aku langsung menempelkan jari telunjukku pada bibirnya.

“Kau jangan berteriak atau mereka akan kembali lagi pada kita” lanjutku.

Cukup lama dengan posisi seperti ini.Jari telunjukku yang berada di bibir Ji Eun dan dengan posisi yang sangat dekat.Sesaat kami melupakan kehadiran Seolhyun seongsanim.Kami saling bertatapan.Tatapan Ji Eun benar – benar menunjukkan bahwa dia sangat khawatir padaku.

“Ah mian” kataku yang baru sadar akan perlakuanku.

Kami langsung kembali ke posisi kami yang semula.Ji Eun kembali membantu Seolhyun seongsanim.

“Seongsanim, Ji Eun juga terluka” kataku.

“Mwo?Kau terluka kenapa eoh?”Tanya seongsanim.

“Gwenchana seongsanim” kata Ji Eun.

“Dia bohong seongsanim.Telapak tangannya terluka ketika terjatuh bersamaku tadi” sahutku.

“AH! Appo, Ji Eun-ah!” teriakku begitu dia memegang lukaku.

“Setelah Taehyung selesai diobati, kau juga harus diobati” kata seongsanim.

Ji Eun menatapku sinis.Aku hanya membalas tatapan Ji Eun dengan senyumanku.Aku merasa sangat bersalah pada Ji Eun.Dia bersusah payah demi menyelamatkan aku tadi.Dan dia juga terluka tetapi aku tidak tahu itu.

“Hentikan senyum bodohmu itu” kata Ji Eun.

“Apa kau terpesona dengan senyumku ini?” godaku.

“Tidak sama sekali” jawabnya ketus.

“Baiklah, aku akan terus tersenyum sampai kau terpesona padaku” kataku sambil tersenyum dan memberikan 2 jariku sehingga berbentuk V.

“Terserah kau” Ji Eun terlihat malas dengan sikapku yang seperti ini.

“Sudah selesai.Ji Eun-ssi sekarang giliran pengobatanmu” sahut Seolhyun seongsanim.

 

-Jungkook POV-

Aku terus berlari menggendong Sujin di belakangku.Kakinya terluka dan aku harus cepat membawa Sujin pada Seolhyun seongsanim, sesuai dengan perintah Sehun seongsanim. Namun aku meninggalkan adik sepupuku, Krystal, di belakang sana demi menyelamatkan Sujin.

Jika sesuatu hal terjadi pada Krystal maka aku akan berurusan dengan samcheon dan Wonwoo hyung. Setelah mengantar Sujin aku akan mencari Krystal. Aku harus mencarinya!

“Seongsanim!” teriakku.

Namun aku melihat seongsanim sedang mengobati seseorang.Seorang yeoja. Yeoja itu Min Ji Eun, dan di sana juga ada sosok yang tak ingin aku lihat, Kim Taehyung. Entah siapa yang terluka aku belum mengetahuinya.Aku tetap berlari dan menghampiri Seolhyun seongsanim, Ji Eun, dan juga Taehyung.

“Seongsanim, Sujin terluka” kataku begitu sampai.

“NOONA!!” teriak Taehyung kaget.

“Gwenchanayo?”Tanya Taehyung khawatir.

“I’m okay, Tae. Kau terluka eoh?” Tanya Sujin.

“Gwenchana noona, aku baik – baik saja” kata Taehyung.

“Dia bohong, Sujin-ssi” sahut Ji Eun.

“YA!” teriak Taehyung.

Aku melirik ke arah Ji Eun dan Taehyung yang kini sedang bercanda.Taehyung mengacak pelan rambut Ji Eun.Aku kesal melihat semua perlakuan Taehyung pada Ji Eun dan Ji Eun yang tidak melawan sikap Taehyung.Apa yang dipikirkan oleh Ji Eun? Apa Ji Eun menyukai Taehyung? Dan apa Taehyung sudah melupakan janjinya padaku? Dasar pria brengsek!

“JUUNGKOOK!!” teriak seseorang dari belakangku.

“Krystal?!” teriakku.

Krystal langsung memelukku dengan erat seakan – akan dia takut kehilanganku.

“Syukurlah kau tidak apa – apa, Jungkook-ah” katanya dengan suara yang bergetar menahan tangisnya.

“Aku baik – baik saja. Syukurlah kau tidak apa. Aku khawatir padamu” kataku yang masih memeluknya, bahkan mempererat pelukanku pada adik sepupuku ini.

Aku sangat bersyukur Krystal baik – baik saja saat ini.Dan aku harap Krystal tidak melihat pemandangan yang sudah aku lihat bersama Sujin tadi.Kegiatan Taehyung dan Ji Eun yang bercanda berdua bahkan terlihat mesra itu.

“Aku akan mengobati Sujin, Ji Eun dan Taehyung tolong kalian kembali ke sekolah dan temui kepala sekolah” perintah Seolhyun seongsanim.

Aku tetap bersama Sujin, Krystal, dan Seolhyun seongsanim. Aku masih tidak mengerti mengapa Kepala Sekolah menyuruh kami semua masuk ke dalam hutan ini dan mahluk macam apa yang ada di hutan ini? Vampire? Sungguh tidak logis!

“Seongsanim, boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanyaku.

“Bisakah kau menunda pertanyaanmu itu? Aku sedang sangat sibuk sekarang” kata Seolhyun seongsanim yang sedang membersihkan luka pada kaki Sujin .

“Apa yang ingin kau tanyakan, Jungkook-ssi?” Tanya seseorang dari belakangku.

“Ne, Seokjin seongsanim. Aku hanya penasaran mengapa di dalam hutan ini ada mahluk lain yang berwujud seperti manusia namun memiliki kuku tajam dan juga mata yang merah?” tanyaku.

“Maksudmu vampire?” Tanya Seokjin seongsanim.

“Ne seongsanim.Bisakah seongsanim jelaskan padaku?” pintaku.

“Mianhae Jungkook-ssi, aku tidak bisa memberitahu apapun padamu. Ini bukan wewenangku” jelas Seokjin seongsanim.

“Kau dan juga Krystal, kembalilah ke dalam sekolah dan temui Kepala Sekolah” perintah Seokjin seongsanim.

Aku dan Krystal membungkukkan badan pada Seokjin seongsanim dan Seolhyun seongsanim. Sujin masih dalam proses pengobatan jadi aku meninggalkannya di sana. Aku berjalan berdua dengan Krystal masih dalam keadaan yang takut dan hati – hati. Aku berada di depan Krystal dan dia memeluk lenganku seakan – akan takut kehilangan jejak dariku.

Kami hampir sampai di gerbang sekolah namun sesuatu menghadang kami.

‘Oh tidak.Vampire yang menyerang tadi kembali lagi’ batinku.

Aku menggengam erat tangan Krystal saat ini dan berusaha menghalau Krystal dari pandangan vampire itu.Aku berjalan mundur perlahan dengan tetap menjaga Krystal yang berada di belakangku ini.Vampire itu menatap mataku dan mulai menunjukkan taringnya.

Badanku mulai terasa kaku dan aku menjadi kesulitan untuk bergerak mundur.Keringat dingin sudah mengalir di pelipisku.Tatapan vampire ini bisa membunuhku secara perlahan.Sebenarnya mengapa diriku dan Krystal di serang?

“Jungkook-ah…” lirih Krystal dengan suara yang bergetar karena takut.

Aku tidak dapat menjawab Krystal dengan suaraku. Aku hanya bisa menggenggam tangan Krystal lebih erat sebagai pertanda bahwa dia akan baik – baik saja selama bersama denganku.

“Arrghh!” teriakku.

Aku merasakan sakit di dalam kepalaku. Entah apa yang sudah dilakukan oleh vampire itu padaku. Kini jarak vampire itu denganku sudah sangat dekat. Dan masih dengan tatapan mata yang seakan – akan ingin membunuhku secara perlahan.

“Arrghh!!!” teriakku semakin menjadi ketika rasa sakit yang sangat luar biasa.

Genggamanku pada Krystal semakin melonggar.Aku mencoba membuka mulutku dengan sekuat tenaga.

“Krys…. La… lari!!” kataku pelan namun dapat didengar oleh Krystal.

Tangan vampire itu kini sudah ada di leherku dan Krystal sudah berlari menjauhiku dan vampire yang kini sudah mulai mencekikku.Aku mulai kesulitan bernafas dan aku berusaha untuk melakukan perlawanan pada vampire ini.

Aku mengcengkram tangan vampire yang ada di leherku ini sebisa mungkin aku mencoba melepaskan cengramannya. Namun hasilnya nihil dan aku hanya bisa berserah diri saat ini, aku tidak tahu apakah akan ada yang menyelamatkanku atau tidak.

“Arrghhh!!” aku merasakan perih di leherku saat ini.

‘Kumohon Tuhan, jaga Krystal’ batinku.

 

TO BE CONTINUE…

HELLO~ gimana sama chapter ini? Semoga suka yaa dan bikin gregetan~ hihiw

Jangan lupa like sama komentarnya di tunggu ya hehe

Kamsahamnida reader-nim :*

3 responses to “Soul School Chapter 11

  1. Pingback: Soul School Chapter 12 – FFindo·

  2. Pingback: Soul School Chapter 13 – FFindo·

  3. Pingback: Soul School Chapter 14 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s