Apology

Apology - Jisoofi

Apology

Story by Faudelight

Lenght: Ficlet | Genre: Angst | Rating: PG-13

Cast: Song Yunhyeong, Kim Sojung, Kim Mingyu

 

Sojung tak ingat dengan hal yang membuatnya dapat menuruti Yunhyeong yang akan membawanya pergi. Dan kini kedua matanya tengah menatap mata lelaki di depannya yang tidak hanya menyiratkan permintaan maaf namun juga memohon. Ya, lelaki itu memohon pada dirinya agar menuruti permintaan yang sudah dipintanya untuk yang kesekian kalinya.

“Kenapa? Kenapa kau melakukan ini?”

Suara lirihan Sojung saat bertanya tak ditanggapi oleh Yunhyeong. Pria yang mengenakan anting di kedua telinganya itu hanya menatap Sojung tanpa ada niatan untuk menjawab.

Sojung frustasi, lalu memegang kedua bahu Yunhyeong seolah menuntut. Tapi demi apapun, Sojung merasa clueless dengan apa yang dilakukan Yunhyeong padanya sekarang.

Ruangan pengap.

Lembab.

Suasana mencekam.

Bukan suatu alasan Sojung merasa dibuat sesak olehnya. Ini lebih pada isi pikiran dan hatinya yang tidak mengerti tentang lelaki yang telah menjadi kekasihnya sekitar dua tahun ini. Sojung menangis sesenggukan. Matanya menatap bahu yang dicengkramnya dengan kuat. Dan ia teringat bahwa sudah sangat lama bahu itu sejak terakhir ia memeluknya. Meskipun kecewa dan merasa dikhianati, Sojung tetap memilih memeluk Yunhyeong. Menumpahkan tangisannya di bahu pria itu.

Tangan Yunhyeong hanya terjuntai pada kedua sisi tubuhnya. Membuat tangisan Sojung semakin pilu ketika menyadari bahwa Yunhyeong sama sekali tidak berubah—tetap menjadi seseorang yang tidak ada untuknya, tetap menjadi orang yang lebih memilih bersenang-senang dengan teman-temannya setiap malam daripada menemaninya pulang dari bekerja paruh waktu—kendati, gadis ini selalu menuruti apapun yang diminta Yunhyeong padanya.

Sojung sudah terjatuh terlalu dalam. Hingga fungsi hemisfer kanan pada otaknya tak mampu membuat analisis persepsi tentang apa yang ia hadapi selama ini.

Jaket kulit yang dikenakan tiba-tiba terasa jauh dari pipi Sojung. Seseorang menariknya dari belakang. Sojung pun mencoba meraih Yunhyeong dan meminta agar membawanya pergi dari tangan pria yang sekarang sedang menyeringai puas pada Yunhyeong.

“Terimakasih telah memberikannya sebagai taruhan kita di arena semalam.”

Sojung menjerit. Dirinya sekali lagi berjanji akan melakukan apapun yang diminta Yunhyeong padanya tetapi tidak untuk pergi dari hidup lelaki itu.

“Yunhyeong-a, aku selalu mendengarkanmu. Aku selalu menuruti permintaanmu. Tapi tolong turuti permintaanku yang satu ini: bawa aku. Kumohon…,”

Terdengar tawa menggelikan dari sisi telinga Sojung. “Apa kau tahu, Noona? Harga diri pacarmu—ah bukan. Harga diri mantan pacarmu itu lebih tinggi dibandingkan dengan mempertahankanmu. Bahkan tanpa berpikir panjang, dia menjadikanmu taruhan di balapan semalam ketika aku memintanya.”

Mata Sojung menanar. Membundar dengan beningan air mata di dalamnya. Gerakan pemberontakannya berhenti. Yunhyeong melihat itu. Seketika kepalan tangannya semakin erat.

“Bodoh bukan?” Mingyu—lelaki itu kembali bersuara. “Ucapkan selamat tinggal padanya, Noona.”

Sojung terdiam. Yunhyeong pun terdiam. Hanya Mingyu yang menghela nafas dengan bebas disana.

“… selamat tinggal, Kim Sojung.” Sojung merasa bahwa dia benar-benar dikhianati mendengar Yunhyeong mengucapkan kalimat barusan.

Mingyu terkekeh “Bravo! See, Noona? Seriously, he doesn’t want you. Kami pergi tuan Song!”

Sojung hanya pasrah ketika Mingyu membawanya untuk berbalik badan membelakangi Yunhyeong untuk pergi. Tangannya tak berniat untuk melepaskan genggaman tangan Mingyu yang menuntunnya. Namun pada langkah ketujuh, Sojung menghentikan langkahnya.

Tanpa berbalik gadis itu berkata, “Aku mencintaimu. Selamat tinggal, Song Yunghyeong.” Lalu kembali merajut langkahnya dibawah kuasa Mingyu.
Yunhyeong?

Dia meminta maaf dalam hatinya. Ini bukanlah pertama kalinya ia melakukan hal yang membuatnya menjadi laki-laki brengsek, tetapi sudah kesekian kalinya. Terkadang permintaan maaf lebih tulus diutarakan dalam hati saja tanpa harus diutarakan. Ya, Yunhyeong memiliki hati. Dia mencintai Sojung meski tidak dengan cara yang benar.

Bibirnya bergetar, melihat punggung Sojung yang menghilang. Benar, harga dirinya lebih tinggi bahkan untuk sekedar menahan Sojung untuk tetap di sisinya. Tapi tak apa, bukankah Sojung akan lebih baik jika tidak bersamanya?

‘sorry, sorry. I’m sorry I couldn’t protect you. I hope you’ll be better’

-END-

6 responses to “Apology

  1. Yah~ si yunhyeong kok gitu sih, masa ga ada usahanya banget buat mempertahankan, ya walaupun dia emang salah
    Nice story!

  2. bikin yang panjang…. bikin yunhyeongnya merjuangin soojung wkwkk
    btw pas baca eh keshuffle ngeplay apology ahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s