[CHAPTER 1] SHOW ME THE MONEY

smtm2

Tittle: Show Me The Money | Author: farvidkar (Farah Vida Karina) | Genre: Romance | Cast: Cho Kyuhyun, L Kim, Bae Suji | Rating: PG-23 | armyjh @ IFA

 

PS: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi. Fanfiction ini juga saya dipublish di blog pribadiku.

 

 

Previous:

“menyentuh kelopak bunga air membuka jalan baru” gumam Kyuhyun. Entah pengaruh alcohol atau matanya yang sudah rusak, sekejap tubuhnya terhempas ke tempat yang penuh dengungan kemudian dirinya kembali terhempas ke tempat yang asing baginya.

“Ada apa ini….”

 

“Oh… apa ini” L melangkah mendekati suatu benda berukuran besar berbentuk kapsul besar yang terhubung beberapa kabel. Dari kacamata yang dugunakannya tak ada nama benda atau riwayat semacamnya. Disana ada beberapa tombol angka dan tombol-tombol lainnya. Iseng-iseng L mengetik beberapa digit angka dan menekan sembarang tombol. Benda itu sedikit berguncang kemudian seperti ada beberapa atom yang saling tarik menarik di dalam ruang hitam kemudian semuanya kembali terang dengan suasana baru.

“Tempat apa ini?!”

 

Apa jadinya jika dua penjelajah waktu dari era yang berbeda berkunjung ke abad pertengahan?

 

[SMTM – PROLOG]

 

 

2016

Dalam pelajaran sejarah di sekolah dasar, ada namanya tempat bersejarah dimana seorang biksu menulis buku seunggeumyang tentang hilangnya seorang pemabuk yang tertelan cahaya hitam. Buku itu menjadi kontroversi di masyarakat. Tak ada saksi selain biksu itu, maka sampai saat ini belum dinyatakan secara jelas tentang hilangnya pemabuk itu. Bersamaan itu, ada yang mengatakan pemabuk yang hilang itu adalah seorang pelajar Sungkyunkwan yang merupakan anak seorang penasihat istana.

“ASTAGAAAA! BAGAIMANA BISA AKU BERADA DI SURGA SECEPAT INI?”

Hanbok berwarna biru-putih dengan topi hitam berbau alcohol menjadi pusat perhatian di tempat itu. Beberapa orang yang berada di tempat berusaha menjauhi dirinya. Mereka semua menatap Gyuhyun seolah-olah ia orang sakit jiwa yang tersasar di bangunan bersejarah itu.

“Eomma, aku ingin berfoto dengan ajjushi itu” kata anak perempuan berbaju merah sambil menunjuk Gyuhyun. Sang ibu dengan cepat menarik anak itu menjauh dan membisikkan sesuatu di telinga anaknya.

“Wuaah… baju mereka sangat aneh.. apa orang-orang di surga berpenampilan seperti itu?” Gyuhyun berjalan mendekati sepasang muda-mudi. Ia sesekali menyentuh pakaian pemuda itu.

“Dimana kau mendapatkan baju ini?” tanya Gyuhyun antusias.

“Eee…ehm… di department store”

“Mwo? Depeumen… sseutooleu?” tanya Gyuhyun mengulangi ucapan pemuda itu.

“Ani… De-part-ment.. Sto-re”

“Depaumen seuto atau apalah itu aku tak peduli.. sebenarnya tempat apa itu?”

“Aish.. kau tinggal dimana sampai-sampai tidak tahu department store” Gyuhyun menatap jengkel pemuda itu.

“Yak.. bocah. Kenapa kau berbicara tidak formal padaku?! Asal kau tahu, aku ini anak penasihat istana. Bahkan kalau dilihat-lihat aku lebih tua darimu. Apa manusia-manusia di surga tidak mengenal tata krama..” Gyuhyun semakin menjadi, orang-orang tambah menganggapnya aneh. Bahkan ada yang mengira ia sedang melakukan syuting.

“Chagiya, ayo tinggalkan pria itu. Sepertinya dia lepas dari rumah sakit jiwa” bisik pemudi yang dari tadi diam saja. Telinga Gyuhyun masih cukup tajam untuk mendengarnya.

“Hei bocah.. kau akan dihukum gantung di bumi jika bertemu denganku lagi. Sudahlah aku bosan menatap wajah kalian berdua. Pergi sana!!”

Hari semakin panas dan Gyuhyun mulai haus. Dia memutari bangunan yang dijadikan objek wisata itu. Hanya berupa tugu dan bekas puing-puing bangunan kuil yang sudah hancur. Namun dari tempat itu, dia bisa melihat pemandangan sebuah kota modern dengan gedung-gedung tinggi.

“Permisi. Ajjuma saya ingin bertanya.. dimana tempat untuk mendapatkan air mineral?” tanya Gyuhyun pada seorang wanita paru baya yang sedang duduk di atas kursi kayu panjang.

“Air mineral? Di mini market dekat gangwon-do. Kau harus berjalan balik ke Incheon. Disini tidak ada yang menjual minuman” jelasnya. Gyuhyun mengangguk tanda mengerti, walaupun wajahnya menunjukkan keraguan.

“Kau haus? Ini untukmu nak. Ambil saja” Gyuhyun tersenyum lebar menerima sebotol air mineral. Berkali-kali ia membungkuk 90⁰.

“Ehm… ajjumma,, bagaimana cara membuka.. benda ini..?”

….

“DAEBAK!!! SEMUANYA MANUSIA!!”

L terperangah melihat pohon-pohon masih banyak berdiri tegap dengan dedaunan yang rimbun. Burung-burung gereja berterbangan bebas, air dengan mudahnya mengalir di sungai, dan semua manusia yang ada di muka bumi terlihat seragam.

“Inilah yang namanya bumi” gumam L. Ia mengeluarkan NWeller (alat yang menyerupai ponsel di tahun 2392) kemudian mengaktifkan benda itu.

“Welcome. Zona waktu otomatis diperbaharui. Kau berada di tahun 2016” ucap seseorang yang muncul di layar transparan yang melayang di udara.

“Apa aku masih di Korea?” tanya L sembari melihat sekelilingnya. Ia sedang bersembunyi di tempat yang sepi menghindari orang-orang yang memperhatikannya.

“Ya tuan. Bagaimana menurutmu tentang tempat ini?”

“Good. Aku suka baunya. Masih alami, bahkan aku bisa mencium bau tanah dengan baik”

Mobil penumpang yang diketahui bernama Taxi itu melaju ke daerah apgujung. Di sekolahnya dulu L pernah memperlajari sejarah. Maka dari itu ia bisa dengan mudah mempelajari seluk beluk manusia tahun 2016. Apalagi dengan alat yang beruntung terbawa ke tahun 2016 ini, ia bisa mencari tahu informasi dengan cepat dan akurat.

“Hhmm.. ajjushi…” panggil L. Sopir taxi itu menatap balik L melalui kaca spion.

“Ajjushi.. apa kau manusia?” tanya L ragu. Sopir Taxi itu mengerutkan dahinya.

“Tentu saja aku manusia” jawab pria paru baya itu. L mengangguk dan memalingkan wajahnya berusaha mengingat-ingat sesuatu.

“Ah.. tentu saja dia manusia. Aish.. tapi wajahnya mirip mahkluk planet Jupiter” gumam L.

Mereka berhenti di depan apartment sederhana yang masih terlihat layak huni. Untuk beberapa kali L berusaha bernegosiasi dengan sopir taxi itu.

“Aish ajjushi.. aku tidak berbohong. Jaket ini benar-benar produk satu-satunya di korea.. bahkan di muka bumi! Ayolah.. ongkos taxiku tidak sebanding dengan harga jaketku ini”

“Kau pemuda gila! Jika tidak ada uang, sebaiknya kau jalan kaki saja! Aku tidak mau tahu, pokoknya bayar dengan uang!”

“Aku tidak ada uang seperti itu.. jinja!”

“Kau mau kulapor polisi?!”

“A.. apa?.. polisi?” L mencoba mengingat-ingat lagi. Sepertinya pada pelajaran sejarah dia pernah mendengar kata itu.

“Polisi… bukankah itu pekerjaan yang menangkap orang jahat, mereka mengurung orang-orang jahat ke dalam ruangan yang dilapisi besi, membantu pemerintah mengurus masalah masyarakat?”

“Ya..ya. polisi yang seperti itu! kalau dilihat-lihat sepertinya kau sedikit aneh… jangan-jangan kau orang dari utara?! Spy?”

“Eii~ aku bukan orang seperti itu. balik ke masalah, aku bayar pakai jaket ini dan ajjushi boleh pergi menjualnya. Aku jamin kau tidak akan kecewa”

“Hei bocah sialan, berhenti berbicara yang tidak-tidak dan cepat bayar saja ongkos taximu itu!” L gelisa dan taka da cara lain selain menawarkan jaketnya itu. Ia tidak mungkin mengaku sebagai penjelajah waktu dan memamerkan benda-benda dari masa depan, karena semua itu akan mengubah masa depan. Itulah yang dikatakan ayahnya dulu.

“Ada apa ini?” tanya seorang wanita yang baru saja turun dari mobilnya.

“Pemuda ini menggunakan jasa taxiku tetapi tidak mampu membayar ongkosnya” jelas sopir taxi itu.

“Ahh.. ada-ada saja orang jaman sekarang. Berapa ongkosnya?”

“17,154 Won”

“Ini. ajjushi, kalau bertemu dia lagi lebih baik jangan diberi tumpangan” setelah sopir taxi itu pergi, L menatap wanita itu ragu.

“Ehm.. ehm.. ajjumma. Sebenarnya aku tidak berharap kau membantuku, tetapi karna sudah terlanjur maka aku berterima kasih atas bantuanmu. Aku tidak memiliki uang yang seperti kau punya.. jadi ambil saja jaket ini sebagai gantinya”

“Hahaha!! Ekhem. Tidak perlu.. lebih baik kau simpan saja jaket ini hhmm. Kau akan kedinginan kalau berkeliaran di malam hari. Jadi orang sukses dan banyak uang, setelah itu ganti uangku tadi okey? Dan ingat, aku bukan ajjumma”

L menatap horror wanita bersyal putih itu. Setelah meninggalkan L dengan tatapan iba, bahkan sebelum pergi wanita itu memberi L sepotong roti yang dibawanya tadi.

“Hah, apa dia mengira aku gelandangan?!” geram L

“Uuuu… wajah tampan, tapi sayangnya gelandangan. Duit saja tidak punya, bagaimana dia bisa hidup di kota ini” gumam Suzy. Ia menekan tombol lift dan beberapa detik kemudian pintu terbuka. Lift berjalan naik ke lantai 6. Pintu ke 4 dari kiri, itulah kamar apartment milik Bae Suzy.

Dia hidup sendiri di Seoul untuk bekerja sebagai akuntan publik. Gaji tinggi, jam kosong banyak, bonus? Lumayan. Suzy hidup sederhana, hidup hemat itulah motto hidupnya. Walaupun uang tabungannya banyak, ia lebih memilih tingga di apartment sederhana, asalkan tempat bersih, strategis, dan air mengalir 1×24 jam.

Bunyi ponsel gadis itu berdering, di layar ponselnya tertulis nama sang ibu.

“Yeobseo..” sapa gadis itu

“Bagaimana kabarmu nak? Kau sudah makan?” tanya Nyonya Bae di seberang telfon.

“Sama seperti laporan terakhir, tetap cantik, tetap manis, tetap imut, tetap..” perkataan Suzy terputus

“Eii… kau membuat ibu mual. Berhenti menggombal seperti itu, tidak ada lelaki yang akan mendekati wanita narsis sepertimu” gurau sang ibu.

“Hahaha… tunggu saja tanggal mainnya. Nanti aku akan membawa pria tampan ke Incheon” mereka berduapun tertawa.

“Ehm.. bagaimana darmawisatanya? Kudengar dari ayah, ibu pergi jalan-jalan dengan teman SMA ibu ke gangwon-do?”

“Aah.. kami makan-makan di restoran milik teman ibu, dan tadi saat ibu ke kuil namchon.. ibu bertemu pria aneh.. ralat! Dia tidak aneh… hanya saja… sedikit aneh..”

“STOP! Jangan bilang kalau ibu membawa dia pulang?”

“Mianhe Suji-ya, lagi pula ayahmu juga setuju. Ibu kasian.. kau tahu sendiri kalau ibu tergabung dalam..”

“Kalau ibu tergabung dalam organisasi peduli social, ibu juga seorang relawan yang mengunjungi Urk dan Afrika, ibu juga penyetor tetap di panti asuhan, dan yang paling terakhir ibu pensiunan dokter kejiwaan. Ralat kalau aku salah”

“Perfecteu..” jawab Nyonya Bae. Suzy sangat mengenal ibunya itu, saking terlalu percaya pada orang, ibunya pernah tertipu dan berakhir dengan laporan pencurian di rumah mereka karena menampung orang tak dikenal.

“Okeh, besok aku akan pulang ke Incheon. Lusa aku tidak ada pekerjaan jadi aku akan nginap disana juga”

“Hei.. bersihkan ini. Kasurmu harus dirapikan. Dan pindahkan meja ini di sudut sana. Sembunyikan makanan-makanan ringan ini di tempat yang aman, soalnya anakku itu sangat benci dengan makanan seperti itu” kata Nyonya Bae memerintahkan Gyuhyun membersihkan ini dan itu. rumah mereka berantakan karena ulah pria jangkung itu yang selalu antusias menyentuh segala barang yang dianggapnya aneh.

“Ajjuma.. apakah raja akan berkunjung ke rumah ini?” tanya Gyuhyun penuh penasaran.

“Ne.. raja yang agung itu akan datang ke kediaman ini, jadi tolong rapikan setiap sudut rumah okeh?

“Ne..”

Tidak biasanya Gyuhyun serajin ini mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bahkan untuk membersihkan rumahnya saja selalu dilakukan oleh pembantu-pembantu yang dibayar oleh ayahnya. Diam-diam ia mempelajari tempat ini, bagaimana cara mereka hidup, makanan seperti apa yang dikonsumsi, dan lain-lain. Semuanya perlahan terjawab setelah ia mengetahui ini bukanlah surga, melainkan masa depan tepatnya ia berada di tahun 2016.

Gyuhyun menerima bantuan dari ajjumma yang diketahui bernama Lee Yoonhee. Ajjuma itu mengajaknya tinggal di rumah. Gyuhyun menerima niat baik itu walau sebenarnya ia merasa risih karena sering diinterogasi oleh ajjuma itu, bahkan dia merasa sedang di awasi.

Hari sudah malam, rumah sudah bersih, makanan sudah dihidangkan di atas meja. Nyonya Bae sedang menonton infotaiment bersama Gyuhyun yang menatap layar LED itu dengan tatapan menakjubkan.

“Ajjuma.. bagaimana mereka bisa masuk ke sana?” tanya Gyuhyun serius. Nyonya Bae hampir saja tertawa keras tetapi ia berhasil menahannya.

“Ada namanya saluran penyiaran yang mengumpulkan informasi untuk diberitahukan ke publik. Mereka akan menayangkan acaranya ke stasiun TV. Stasiun TV itu akan ditayangkan ke TV kita dengan bantuan satelit” jelas Nyonya Bae. Gyuhyun yang baru kali ini melihat TV terlihat antusias.

“Apa ini tembus? Apa aku bisa masuk ke dalam sana?” Gyuhyun takut-takut menyentuh layar TV itu. Sesekali ia berteriak histeris saat tangannya berhasil menyentuh layar.

“Wah Wah waaaah! Aneh.. aku tidak terhisap benda ini?!” teriak Gyuhyun.

“Yakkk! Jangan menabrakkan dirimu ke TV! Harganya sangat mahal!” kata Nyonya Bae. Ia menjauhkan Gyuhyun dari benda itu.

“Aish.. aku perlu memeriksamu dulu. Apa kau ingat pernah tertabrak sesuatu? Hhmm ani. Apa kepalamu pernah terbentur sesuatu?” Gyuhyun menggeleng. Ia merasa sehat-sehat saja. Selama hidupnya ia tidak pernah kecelakaan.

“Siapa nama ayahmu?”

“Jo Myunsik”

“Apa pendidikan terkahirmu?”

“Aku sebentar lagi akan lulus dari Sungkyunkwan Universitas”

“Dimana rumahmu?”

“Hanseong”

“Aish jinja….. siapa yang memerintah kerajaan saat itu?”

“Raja Taejo baru saja dinobatkan”

“Aku tidak terlalu pandai dalam hal sejarah, jadi lupakan saja pertanyaan-pertanyaan tadi. Dan sebenarnya aku ini seorang dokter, tepatnya dokter kejiwaan. Jo Gyuhyun-ssi, aku baru pertama kali bertemu pasien sepertimu. Mungkin akan butuh waktu lebih lama untuk..”

“EOMMA… APPA… AKU PULANG!” Suzy berlarian memeluk ibunya yang juga memeluk balik anak sematawayangnya itu.

“Wah.. kau perawatan dimana? Kulitmu tambah halus Suji-ya” puji sang ibu.

“Aku punya kenalan dokter kecantikan, dia memberi beberapa tips untuk kulit. Nanti kuajarkan. Oh iya, dimana orang itu eomma?”

“Oh.. tadi dia ada disini” gumam Nyonya Bae. Dia menengok sekeliling namun nihil.

“Eomma… apa dia orang yang kau maksud?” bisik Bae Suji. Ia melirik seseorang yang membawa nampan dengan segelas air mineral di atasnya.

“Selamat datang Yang Mulia. Perkenalkan Saya Jo Gyuhyun, putra pertama penasihat Jo Myunsik dari Joseon yang melayani Raja Taejo”

 

To be continue

 

24 responses to “[CHAPTER 1] SHOW ME THE MONEY

  1. lucu masaaa xD ga sabar nunggu kelanjutannya… kyuhyun dari masa lalu ke masa depan, L dri masa depan ke masa lalu/? sama2 keder tapi xD ditunggu kelanjutannya ya thor, semangat!

  2. Haaaaa pengen baca kelanjutannya..
    Author,, lebih enak di baca Kyuhyun daripada Gyuhyun.
    Yah walaupun tulisan hangulnya Gyuhyeon.
    Kkk jadi Kyu dari zaman dinasti joseon & L dari masa depan?
    Menarik menurut aku

  3. Bwahahahah lucu banget aku suka
    Aigoo l sama kyuhyun dianggap gila sama manusia era 2016.
    Si l si masih mending dia sedikit tau tentang manusia di jaman 2016 dan tdk trlalu asing sama benda” yg ada pada tahun itu.tapi kyuhyun dia benar” seperti orang hilang ingatan karena tdk mengetahui apapun wkwkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s