Elf Chapter 1

cover elf

Title : Elf Chapter 1

Author : Oh Honey

Rating: PG-13

Length : Chapter

Genre : Romance

Cast : Cho Kyuhyun

            Hwang Eunbi

Disclamer: hi semua, aku author baru disini. aku tahu ff ini masih bnyak bgt kekurangannya tapi ini adalah murni dari hasil pemikiranku. maaf jika ada typo dimana mana. jangan lupa RCL ya…

kyunbihoney.wordpress.com

-happy reading-

Wanita itu meletakkan krisan putih di gundukan tanah tempat ayahnya sekarang beristirahat. Tanah ini masih terlihat basah dengan tebaran bunga – bunga di atasnya. Hwang Eunbi. Saat ini harus rela kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Mungkin menjadi sebatang kara adalah takdirnya. Eunbi berjongkok menghadap pusaran ayahnya, ia mengelus – elus papan nama yang mengukir nama ayahnya. Hwang Tae Joo.

Pikiran Eunbi melayang pada perkataan pengacara Kim tempo hari.
“Tuan Hwang mewariskan semua hartanya kepadamu Eunbi shi” Pengacara Kim membacakan semua harta yang dimiliki Tuan Hwang. Tapi sesungguhnya Eunbi tidak begitu peduli dengan harta warisan itu. Bagi Eunbi harta itu tidak ada artinya, yang ia butuhkan saat ini hanya orang. Orang yang selalu memperhatikannya dan menyayanginya. Seperti ayahnya.
“Eunbi shi, Tuan Hwang juga memerintahkan saya untuk segera mengurus pernikahanmu dengan lelaki pilihannya”
Eunbi membulatkan matanya. Pernikahan?? Satu kata yang mampu membuat Eunbi hampir kehilangan rasa sedihnya. Bukan karena dia bahagia, tapi Eunbi terlalu terkejut mendengar satu kata itu.Pernikahan.
“ Tapi Tuan Kim,aku masih terlalu muda untuk segera menikah dan juga aku belum mengenal laki – laki pilihan Appa.” Eunbi ragu mengatakan hal ini kepada Tuan Kim, ia tahu sebesar apapun Eunbi menolak Tuan Kim tidak akan membantu, ia hanya menjalankan tugasnya saja sebagai pengacara keluarga Hwang.
“Arra, Tuan Hwang juga ingin kau mengenalnya terlebih dulu. Minggu ini temui dia di Mango Caffee” Tuan Kim menyodorkan satu kertas persegi kecil kepada Eunbi
‘Cho Kyuhyun’ Eunbi membaca deretan nama yang mengisi kertas kecil tersebut.

Eunbi menatap langit – langit kamarnya. Sejak kepulangannya dari makam ayahnya, pikiran Eunbi tidak pernah lepas dari wasiat ayahnya. Eunbi tahu sebanyak apapun Eunbi mencari jawaban, jawaban itu akan tetap sama ‘kau harus datang’. Tidak ada alasan untuk Eunbi menolak wasiat ayahnya kecuali keegoisannya. Eunbi membuang nafasnya kasar. Ia mencoba menyingkirkan keegoisan dalam dirinya. Eunbi ingin mewujudkan keinginan terakhir mendiang ayahnya. Mungkin dengan cara ini dia bisa membalas semua jasa – jasa Ayahnya.

Eunbi menyesap Americano miliknya. Menunggu memang hal yang paling membosankan.
“nona Hwang Eunbi?” merasa namanya disebut Eunbi mendongakkan kepalanya
“ne, tuan Cho Kyuhyun?”
“ne”
“silahkan duduk”
Kyuhyun menarik kursi di depan Eunbi
“mian membuat anda menunggu, tadi ada rapat mendadak jadi saya sedikit terlambat”
“gwenchana, maaf aku tadi memesan duluan aku tidak tahu kau suka apa. Jadi kau ingin pesan apa?”
“sama saja dengan punya anda” Eunbi mengangguk anggukkan kepalanya mengerti.
Tidak ada perbincangan antara mereka berdua, mereka hanya sibuk dengan minuman dan pikiran mereka masing masing.
Eunbi berdehem untuk mendapat perhatian Kyuhyun yang sekarang sibuk dengan benda persegi ditangannya.
“kyuhyun shi, kau tahu kenapa kita bertemu sekarang?” Eunbi sedikit ragu untuk menanyakan hal ini. Atau mungkin ini adalah pertanyaan yang paling konyol yang pernah ada.
“arra”
“ah, tapi kenapa kau menyetujui perjodohan ini?”
“aku tidak menyetujui perjodohan ini” kyuhyun merubah posisi duduknya. Meletakkan ponselnya di meja dan menyilangkan tangannya di depan dada.
“ne???”
“aku hanya menyetujui untuk menemui anda, tapi aku belum menyetujui untuk menikahi anda”
“ah jadi seperti itu” Eunbi menggigit bibirnya, bukankah tadi Eunbi terdengar seperti terlalu percaya diri. Eunbi meraih minumannya dan meneguknya kasar.
“ah kyuhyun shi, bisakah kita menggunakan bahasa informal saja. Ehmm maksudku biar kita lebih akrab saja” Eunbi menjelaskan hati hati maksudnya, ia hanya merasa terganggu dengan kata ‘Anda’ yang selalu keluar dari mulut Kyuhyun.
“baiklah”

Kyuhyun menaiki tangga rumahnya, rasanya badannya sudah terasa kaku semua.
“kyuhyun ah, kau sudah pulang?”
Kyuhyun memutar badannya. “ne eomma”
“Bagaimana pertemuanmu dengan anak tuan Hwang? Apa dia cantik?” Nyonya Cho memang yang paling tertarik dengan perjodohan ini, atau dia sudah bosan melihat Kyuhyun sendiri.
“dia cantik”
“sudah kubilangkan dia itu cantik. Bahkan difotonya saja dia begitu manis. Aku tidak sabar ingin melihatnya”

“ dari semua outlet di mall ini, toko perhiasan ini memberi keuntungan paling besar” Eunbi hanya mendengarkan setiap penjelasan sekretaris Jung. Beberapa minggu ini Eunbilah yang menduduki posisi sajangnim di mall ini.
Eunbi menarik sudut bibirnya menanggapi semua pegawai yang menunduk hormat kepadanya.
“Hwang Eunbi?”
“ne”

Eunbi duduk disalah satu sudut caffee di mall miliknya. Awalnya Eunbi kaget saat seorang Ahjumma menyapanya, tapi sekarang Eunbi tahu kalau Ahjumma itu adalah ibunya Kyuhyun.
“kau memang cantik. Kau bahkan sama seperti yang difoto” Nyonya Cho memperhatikan setiap detail penampilan Eunbi dan itu membuatnya menyunggingkan senyuman ‘dia memang cocok untuk Kyuhyun’
“ne, kamsahamida” Eunbi tidak tahu harus bersikap seperti apa. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan calon mertuanya. Tapi, bukankah Eunbi belum tentu menikah dengan Cho Kyuhyun itu berarti nyonya Cho bukanlah calon mertuanya. Jadi Eunbi harus menyebut nyonya Cho sebagai apa? Ah entahlah, biar Eunbi yang memikirkan ini.
“aku turut berduka atas meninggalnya tuan Hwang”
“ne”
“nanti malam datanglah kerumah kami, aku akan menyiapkan makan malam yang istimewa untukmu” nyonya Cho merogoh note dari dalam tasnya dan menulis beberapa kalimat disitu
“ini alamat rumah kami” nyonya Cho menyodorkan note itu kepada Eunbi
“ah ne”
“kalau begitu aku pergi dulu, jangan lupa datang ya”
“ne, terima kasih atas undangannya. Senang bertemu dengan anda” Eunbi menundukkan sedikit kepalanya memberi salam kepada nyonya Cho.
“nado. Senang bertemu denganmu Eunbi ah”

Eunbi mengetuk pintu bergaya Eropa di depannya.
Eunbi mengunci pandangannya pada sosok Kyuhyun yang berdiri di depannya. Rasanya canggung bertemu dengan Kyuhyun lagi.
“silahkan masuk, Eomma sudah menunggumu”
“ne”
“oh, kau sudah datang Eunbi ah. Duduklah sebentar lagi masakannya matang.”
“ne, Ahjumma.”
Tidak banyak perbincangan yang tercipta saat makan malam, hanya sesekali nyonya Cho menyuruh Eunbi untuk mencicipi ini dan itu. Dan Tuan Cho yang menanyakan kabar Eunbi. Tapi, entah mengapa Eunbi senang dengan suasana seperti ini. Perhatian nyonya Cho begitu hangat kepada Eunbi.

Eunbi memperhatikan setiap sudut rumah besar ini. Tidak jauh berbeda dengan rumah yang ia tinggali hanya saja disini jauh lebih ramai. Eunbi memang merasa kesepian sejak kepergian Tuan Hwang, hanya Ahn Ahjumma yang menemani Eunbi.
“Eunbi ah, dimana Kyuhyun?” nyonya Cho meletakkan satu piring apel di depan Eunbi
“ah, dia tadi naik ke atas”
“dia itu memang gila kerja. Mungkin kalau dia bisa menikah dengan tumpukan file file itu pasti dia sudah melakukannya” Eunbi terkekeh mendengar gerutuan nyonya Cho.
“makanlah apel ini Eunbi ah” nyonya Cho memberikan satu potong apel kepada Eunbi
“mashita, apel ini sangat manis Ahjumma”

Eunbi dan nyonya Cho tertawa bersama saat nyonya Cho menunjukkan foto- foto masa kecil Kyuhyun. Banyak cerita lucu yang membuat Eunbi tidak kuat untuk menahan tawa. Nyonya Cho adalah sosok yang menyenangkan tidak heran Eunbi bisa langsung akrab dengannya.
Mata mereka terhenti pada foto 5 orang yang tampak bahagia disana.
“ayahmu orang yang sangat baik. Dia sudah bersahabat sangat lama dengan ayahnya Kyuhyun. Ehmm kalau tidak salah sejak mereka duduk dibangku kuliah” nyonya Cho memperhatikan foto saat keluarganya dan keluarga Tuan Hwang pergi belibur bersama.
“dia memang ayah yang sangat baik” Eunbi mengingat saat ayahnya menjahilinya dan memarahinya karena meletakkan sayur di piring Tuan Hwang
“aku juga bersahabat dengan ibumu”
“ah ne, sebenarnya aku tidak tahu bagaimana wajahnya. Kita tidak pernah bertemu”
Nyonya Cho ingat, saat Tuan Hwang mengangkat Eunbi menjadi anaknya nyonya Hwang sudah meninggal.
“ah benar, dia sudah meninggal satu tahun sebelum kau ada dikeluarga itu”
“ne” Eunbi menganggukkan kepalanya mengerti.
“Eunbi ah, bagaimana kalau kau memanggilku Eomma saja” Nyonya Cho menatap intens Eunbi berharap dia mau memanggilnya Eomma.
“ne?”
“dari dulu aku berharap punya anak perempuan yang memanggilku Eomma. Jadi kau mau kan memanggilku Eomma?”
“ne, Eom….ma” rasanya sangat aneh dan menyenangkan bisa memanggil seseorang dengan sebutan ‘eomma’

“kalau begitu aku pamit dulu” Eunbi membungkuk 90 derajat kepada Tuan dan
Nyonya Cho.
“apa kau benar tidak mau diantar oleh Kyuhyun?” nyonya cho memegang tangan Eunbi. Sebagai seorang Ibu sungguh tidak tega membiarkan Eunbi pulang sendiri apalagi ini sudah jam 10 malam
“tidak perlu, aku bisa pulang sendiri dan lagi rumahku tidak jauh dari sini”
“baiklah hati hati dijalan. Kalau ada apa apa kau harus cepat menghubungi eomma,arraso?”
“ne eomma” mereka berdua saling melemparkan senyum
“sepertinya kalian sudah sangat dekat” mendengar kata ‘eomma’ membuat tuan Cho yakin kalau mereka berdua sudah sangat cocok. “kenapa kau tidak memanggilku appa kalau kau memanggil eommanya kyuhyun eomma? Aku sangat kecewa denganmu Eunbi ah” tuan Cho mencoba merajuk dan itu membuat Eunbi tertawa
“haruskah aku memanggil appa?”
“tentu saja”
“baiklah appa” rasanya seperti mendapatkan keluarga baru lagi. Eunbi senang bisa mengenal keluarga ini. mereka begitu hangat dan Eunbi ingin selalu dekat dengan mereka.

Kyuhyun hanya memperhatikan mereka bertiga. Awalnya kyuhyun kaget saat ibunya menyebut dirinya eomma didepan Eunbi. Tapi kyuhyun tahu ibunya sangat menginginkan anak perempuan, itulah sebabnya ibunya ingin cepat cepat kyuhyun menikah.
Tidak dipungkiri Eunbi adalah anak yang baik dan menyenangkan. Dan satu lagi ‘cantik’.

Sejak pertemuannya denga nyonya Cho, Eunbi dan nyonya Cho sering menghabiskan waktu bersama. Entah itu hanya sekedar makan siang ataupun pergi berbelanja. Eunbi juga sering berkunjung ke rumah keluarga Cho.
Eunbi mengendarai mobilnya sedikit lebih cepat dari biasanya. Jalanan Seoul sedikit lebih sepi dari biasanya. Mungkin karena ini sudah malam.
Eunbi memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju pintu utama.
“kenapa Ahn Ahjumma tidak menyalakan lampunya?” Eunbi mengganti sepatunya dengan sandal rumah dan menyalakan lampu ruang tamu.
Mata Eunbi melotot saat ia melihat Ahn Ahjumma duduk dipojokkan dengan tangan di ikat bahkan mulutnya pun tertutupi dengan plester.
Eunbi menahan nafasnya saat seseorang mendekatinya dengan pisau ditangannya.
Rasanya Eunbi tidak sanggup berdiri lagi, tangan dan kakinya bergetar menahan rasa takut.

Perampok itu manaruh pisaunya di dekat leher Eunbi dan memasaknya untuk menunjukkan tempat perhiasannya.
Eunbi membuka lemari kamarnya dan mengambil kotak berukuran sedang.
“buka gemboknya!” perampok itu sedikit menekan pisau di leher Eunbi.
Eunbi meraih kunci yang berada di meja rias miliknya dan membuka kotak perhiasan itu.
Saat perampok itu sibuk dengan perhiasannya, Eunbi melihat ke arah tasnya di depan pintu, ia ingin menghubungi polisi tapi sialnya ponselnya ada di tas yang ia bawa tadi.
Dilihat ada kesempatan Eunbi segera berlari dan menekan nomor darurat.
“polisi, ada perampok disini cepat….BRAKKK” perampok itu membanting ponsel milik Eunbi.
Eunbi meremas tangannya melihat ponsel miliknya terlempar ke bawah meja.
“ahh” eunbi meringis kesakitan saat perampok itu mencekeram rahang miliknya.
“berani beraninya kau menghubungi polisi. Kau mau aku bunuh” perampok itu semakin menekan tangannya.
Perampok mengikat tangan Eunbi dan memplester mulut Eunbi. Eunbi merasakan benturan yang sangat keras saat perampok itu mendorong tubuh Eunbi hingga terjatuh di dekat kursi.

Kyuhyun membuka pintu minimalis itu dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Dan matanya terkunci saat melihat Eunbi duduk dilantai dengan tangan dan mulut di ikat. Eunbi mencoba memberitahu kyuhyun kalau ada perampok dirumahnya. Tapi tidak ada satu kata pun yang dapat keluar dengan jelas dari mulutnya.
Kyuhyun berjongkok di depan Eunbi dan melepas plester dimulutnya dan ikatan di tangan Eunbi.
“ada perampok disini cepat telepon polisi.” Eunbi tidak mau kehilangan kesempatan untuk menelepon polisi.
Perampok itu keluar dari kamar Eunbi dengan membawa satu tas besar. Ia sedikit terlonjak kaget saat melihat ada orang lain disini. Perampok itu mengeluarkan pisau dari dalam bajunya
“jangan mendekat atau kau akan aku bunuh” perampok itu menodongkan pisaunya di depannya.
Kyuhyun berdiri dan mecoba mendekat ke arah perampok itu. Eunbi menarik tangan kyuhyun
“apa kau gila, dia membawa pisau. Kau cukup memanggil polisi sekarang” Eunbi mengatakan itu dalam satu nafas. Sungguh rasa paniknya sudah sampai di ubun ubun.
“tenanglah” kyuhyun melepaskan tangan Eunbi.
Perampok itu semakin menyondongkan pisaunya ke depan.
Kyuhyun mengambil stik golf di sudut ruangan dan mengayunkannya kearah perampok itu. Tapi sayang perampok itu berhasil menghindar dari pukulan kyuhyun.
Eunbi semakin panik melihatnya, ia ingat sesuatu. ponselnya. Eunbi berjalan perlahan mengambil ponselnya. Ia segera menekan tombol darurat di ponselnya sebelum perampok itu melempar lagi ponselnya.

Kyuhyun berhasil mengayunkan stiknya tepat mengenai lengan perampok itu dan membuatnya menjatuhkan pisaunya.

Suara sirene itu bagaikan surga untuk Eunbi, akhirnya ia bisa bernafas lega.

Eunbi berada di dalam mobil kyuhyun. Sejak polisi membawa perampok itu kyuhyun memaksa Eunbi untuk tinggal dirumahnya malam ini. Awalnya Eunbi menolak karena masih ada Ahn Ahjumma tapi saat Ahn Ahjumma bilang akan pulang kerumah anaknya membuat Eunbi tidak punya alasan untuk menolak. Sebenarnya Eunbi masih takut untuk tinggal dirumah sendirian.
“kenapa tadi tidak langsung saja menelepon polisi. Bagaimana kalau perampok itu menusukmu” Eunbi ngeri membayangkan hal itu terjadi
“tenang saja aku kan jago karate”
“tetap saja, bodoh” Eunbi memukul lengan kyuhyun. Bagaimana ada orang yang begitu sombongnya. Kyuhyun menarik tangan Eunbi.
“kenapa sampai memar begini” Eunbi memperhatikan tangannya yang Nampak membiru dan merah.
Eunbi menarik tangannya “ah ini, tadi aku membentur kursi”

Nyonya Cho segera menyuruh Kim Ahjumma untuk membawakan kotak P3K.
“kenapa sampai begini Eunbi ah” nyonya Cho menatap tidak tega ke arah Eunbi
“gwenchana Eomma”
“apanya yang baik baik saja. Bagaimana kalau kyuhyun tidak datang waktu itu” Eunbi juga tidak tahu bagaimana kalau kyuhyun tidak datang. Eunbi menyadari sesuatu, untuk apa kyuhyun datang.
“ah, kyuhyun ah untuk apa kau datang kerumahku?”
“aku hanya ingin mengembalikan dokumenmu yang tertinggal dirumah. Ah benar Eunbi melupakan document itu tadi.

“ah” Eunbi meringis kesakitan saat cairan itu menyentuh permukaan kulitnya.
“tahanlah sedikit” kyuhyun mencoba meniup cairan merah itu ditangan Eunbi untuk menghilangkan sedikit rasa perih. Dan kyuhyun menyadari sesuatu disana. Kyuhyun mengangkat sedikit kepala Eunbi
“kenapa lehermu bisa terluka?” kyuhyun memperhatikan luka goresan itu
“benarkah? Pantas saja aku merasa perih disana” Eunbi mencoba mengusap lehernya
“diamlah aku akan mengobatinya”
Eunbi dapat merasakan cairan merah itu menyentuk permukaan lehernya tapi bukan itu yang membuat Eunbi menahan nafasnya. Aroma parfum kyuhyun yang memenuhi rongga hidungnya seperti obat yang begitu memabukkan. Bahkan Eunbi juga dapat melihat dengan jelas wajah kyuhyun dari dekat, lekukan wajahnya begitu sempurna. Eunbi meremas ujung bajunya menahan rasa gugup yang tiba tiba menyerangnya.

—————————————-TBC———————————-

 

3 responses to “Elf Chapter 1

  1. Pingback: Elf Chapter 2 – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s