Loves – Last Chaptered

Title: Loves – Last Chaptered

Cast:

Oh Sehun | Jung Jihyun | Kim Jongin

Leght:

Chapter / Twoshoot

Rating:

PG-13

Loves First Chaptered

gakuen_alice___love_triangle_by_pokediged

Keesokan harinya aku mengatur waktu bersama dengan Jongin, aku ingin menuntaskan semua kesalahpahaman hari ini. Dan akhirnya kami bertemu di taman yang berada di dekat rumahku, saat itu aku menjelaskan semuanya dengan Jongin. Bahkan aku lagi-lagi dibuat menangis olehnya karena Jongin yang terlalu keras kepala. Jongin pun mengatakan alasannya memutuskan hubungan kami, alasannya adalah karena dirinya cemburu dengan Sehun.

“Kau selalu membandingkanku dengannya, dirinya yang lebih tinggi dariku, dirinya yang mengetahui segala hal. Aku muak mendengarnya Ji, aku cemburu.”

“Kau cemburu karena aku membandingkannya denganmu tapi kenapa kau tidak mengatakannya padaku? Kenapa kau hanya diam?”

“Aku diam agar kau menyadarinya, Ji.”

Sungguh aku muak dengan sikapnya yang keras kepala, aku tidak tahu harus bersikap seperti apa padanya. Aku bukanlah cenayang yang dapat dengan mudah mengetahui perasaan seseorang, aku tidak mungkin mengetahui apa yang Jongin rasakan jika dirinya tidak mengatakannya kepadaku.

Dan saat ini mungkin aku terlihat seperti orang bodoh, yang menangis di tengah sejuknya udara taman. Pertemuan kami saat ini tetap tidak memperbaiki hubungan kami, hubungan kami tetap berakhir.

Setelah hubunganku berakhir dengan Jongin, intensitas komunikasiku dengan Sehun semakin sering. Bahkan beberapa kali kami menyempatkan untuk menghabiskan waktu saat kuliah kami usai. Saat menghabiskan waktu bersama dengan Sehun, tanpa sadar aku membandingkan sifatnya dengan sifat Jongin. Sehun adalah sosok pria yang manis, sopan dan penuh perhatian. Ah ya aku ingat, pernah suatu hari saat kami sedang melakukan shooting di sebuah taman di pusat kota, ada sepasang kekasih yang tengah bertengkar di dalam mobil lalu saat itu tiba-tiba Sehun berdiri di hadapanku sehingga menghalangi pandanganku dari pasangan tersebut. Selain itu saat satu scene mengharuskan kami menghabiskan ice cream dan naasnya scene itu harus diulang beberapa kali hingga membuatku mual akan ice cream tersebut, Sehun yang melihat hal tersebut langsung terlihat khawatir, dan jujur saja empat tahun aku menjalin hubungan dengan Jongin, seingatku hanya dua kali aku mendapatkan wajah khawatir dari Jongin yaitu saat asam lambungku parah hingga membuatku sangat kesakitan dan saat aku kecelakaan.

Mereka benar-benar berbeda, Sehun dengan segala perhatiannya dan Jongin dengan semua keegoisannya. Sebenarnya semua sifat keras kepala dan egois yang dimilikinya tumbuh dilingkungan keluarganya, Jongin yang merupakan anak terakhir di keluarganya, sangat di manjakan oleh ibunya. Apapun yang dia inginkan, pasti akan di dapatkannya. Bahkan sifat manjanya itu kerap kali membuatku kesal. Saat kami lulus sekolah menengah atas, Jongin memutuskan untuk menunda kuliahnya dan bekerja. Karena Jongin yang tidak mengetahui jalanan di Seoul membuatku selalu menemaninya melamar pekerjaan. Bahkan pernah saat itu aku tetap menemaninya saat tamu bulananku datang, saat itu aku sungguh merasa kesakitan karena kesal menunggu Jongin yang tak kunjung keluar dari ruang interview, aku memutuskan untuk pulang dengan menggunakan subway. Sedangkan Jongin hanya mengatakan ‘hati-hati di jalan’. Selain itu saat Jongin memutuskan untuk kuliah di kampus dan jurusan yang sama denganku, semua administrasi aku yang menyelesaikannya. Ah ayolah, bahkan dulu saat aku mendaftar kuliah, aku mengurusnya sendiri, Jongin hanya membantuku dari segi transportasi dengan mengantar-jemputku.

Walaupun hubungan kami telah berakhir, tapi kami masih menjalin komunikasi. Jongin masih sering menghubungiku, bahkan kami pernah menghabiskan waktu bersama dengan salah satu temanku. Tapi sayangnya lagi-lagi hal itu dibuahi oleh pertengkaran kami. Saat itu Jongin mengecek ponselku dan menghapus semua kontak Sehun. Sungguh aku tidak mengerti apa yang ada di pikirannya saat itu, karena sudah jelas hubungan kami sudah berakhir dan Jongin sudah tidak mempunyai hak untuk mengatur kehidupanku dan aku juga berhak untuk dekat dengan siapapun. Untungnya saat itu karena aku sempat menyimpan nomor ponsel Sehun otomatis, kontak Sehun juga tersimpan di akun line yang kumiliki. Aku pun menceritakan perihal hal tersebut kepada Sehun, dan Sehun pun memaklumi atas sikap kekanakan Jongin.

Namun sikap kekanakkan dan menyebalkan yang Jongin miliki entah kenapa akhir-akhir ini semakin berkurang. Jongin mulai bersikap manis kepadaku, bahkan saat tengah malam aku mengeluh kelaparan, Jongin tiba-tiba datang dan membawakan makanan ke rumahku. Ah hal ini yang kurindukan dari seorang Kim Jongin, sikapnya yang tanggap seperti inilah yang ku rindukan sejak lama darinya. Walaupun sebenarnya aku sangat tidak suka jika Jongin datang tengah malam seperti ini ke rumahku, karena aku khawatir akan terjadi sesuatu padanya jika keluar rumah larut malam seperti ini.

Sedangkan hubunganku dengan Sehun semakin lama semakin intens. Bahkan kami kini sering menggoda dengan memanggil menggunakan panggilan sayang. Dan kami pun sudah banyak mengetahui mengenai masa lalu masing-masing. Satu fakta yang kuketahui dari Sehun adalah, Sehun hanya mempunyai satu mantan kekasih dan Sehun juga mengatakan jika kekasihnya mengidap kanker. Sebuah fakta yang cukup mengejutkan untukku, karena aku tahu pasti akan sangat berat memiliki kekasih yang mengidap penyakit ganas.

Malam ini Jongin entah kenapa secara tiba-tiba mengajakku ke Namsan Tower. Namsan Tower memang mempunyai banyak kenangan untuk kami, satu bulan sejak kami resmi berhubungan, Jongin mengajakku berkencan ke Namsan Tower, aku masih ingat bagaimana saat itu kami mengambil foto dengan kamera ponselku dengan posisi Jongin merangkulku, walaupun posisinya lebih terlihat seperti Jongin akan mencekikku dengan lengannya. Saat itu kami masih sama-sama gugup karena ini pertama kalinya kami merasakan berkencan. Walaupun Jongin sudah pernah berpacaran satu kali sebelum menjalin hubungan denganku, akan tetapi mereka tidak pernah menghabiskan waktu dengan berkencan begitu juga denganku.

Kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di area Namsan Tower, entahlah aku sama sekali tidak merasakan rasa nyaman saat menghabiskan waktu dengan Jongin seperti ini. Karena lelah, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak.

“Maafkan aku karena telah mengakhiri hubungan kita begitu saja, aku melakukan itu karena emosi. Selain itu teman-temanku juga memanas-manasiku untuk memutuskanmu.”

“Siapa teman-temanmu itu? Apa mereka teman-teman kuliahmu?”

Satu anggukkan kepala darinya sungguh membuat emosiku naik. Teman-teman kuliahnya yang berarti adalah juniorku di Universitas. Ah sungguh jika aku tahu siapa orangnya, aku akan memakinya dan bertanya apa maksudnya menghasut Jongin untuk memutuskanku. Tapi sayangnya Jongin enggan memberitahukan siapa orangnya.

“Boleh aku pinjam ponselmu?”

Aku ragu untuk memberikan ponselku kepada Jongin, aku takut kejadian tempo hari terulang. Yaitu saat Jongin menghapus semua kontak Sehun dari ponselku. Bahkan bukan hanya itu, Jongin juga memblokir Sehun dari semua akun sns ku tanpa sepengetahuanku dan memperingati Sehun untuk jangan menggangguku.

“Tenanglah, aku tidak akan menghapus kontaknya dari ponselmu. Aku hanya ingin melihat sudah seberapa jauh hubungan kalian.”

Dengan ragu, aku menyerahkan ponselku kepada Jongin. Dan saat ini Jongin tengah membaca pesan lineku bersama dengan Sehun. Jongin tersenyum masam saat membaca pesan-pesanku bersama dengan Sehun. Aku benar-benar merasa berdosa saat ini karena aku memang ingin Jongin mengetahui sudah sedekat apa hubungan kami. Aku jahat memang tapi entahlah, sejak dulu apapun yang aku alami selalu ku ceritakan pada Jongin dan itu menjadi kebiasaan hingga saat ini.

“Hubungan kalian sudah sangat dekat, seperti sepasang kekasih. Bahkan kalian sudah sama-sama memanggil panggilan sayang.”

“Maafkan aku Jong.”

Aku hanya menunduk mendengar ucapan Jongin, aku bahkan tidak sanggup menatap wajahnya. Aku benar-benar seperti pendosa saat berhadapan dengannya saat ini.

“Kau tidak perlu meminta maaf, seharusnya akulah yang meminta maaf padamu. Karena sudah memutuskan hubungan kita begitu saja.”

Maafkan aku Jongin, sungguh maafkan aku. Tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku untuk tetap bersama dengan Jongin karena saat ini separuh hatiku sudah terisikan oleh sosok Oh Sehun. Pemuda yang satu tahun lebih muda dariku, pemuda yang tidak tahu dirinya datang dan mendatangkan banyak kebahagiaan untukku.

Hari demi hari ku lewati dengan adanya kedua pria itu disisiku, dan jujur aku sangat bingung menentukan pilihanku. Apakah itu dengan Jongin cinta lamaku atau pada Sehun cintaku yang baru. Aku pun setiap hari selalu berdoa kepada Tuhan, untuk membantuku memilih salah satu diantara mereka. Aku berdoa jika memang Sehun adalah takdir yang Tuhan berikan padaku dan pria yang menurutNya terbaik maka dekatkanlah aku dengan Sehun, jauhilah aku dengan Jongin dan sebaliknya jika Tuhan menakdirkan aku dengan Jongin maka dekatkanlah aku dengan Jongin dan jauhilah aku dengan Sehun.

Dan sepertinya Tuhan mengabulkan doaku, selama liburan musim panas, aku bekerja paruh waktu dan otomatis komunikasiku dan pertemuanku dengan kedua pria itu pasti berkurang. Tapi hal itu hanya berlaku untuk Jongin karena entah kenapa semakin lama intensitas komunikasiku dengan Jongin semakin berkurang malah sebaliknya intensitas komunikasiku dengan Sehun semakin lancar. Bahkan kami beberapa kali kerap kali menghabiskan waktu untuk makan malam bersama.

“Kau semalam berkirim pesan dengan Jongin kan?”

Aku menghentikan melahap makananku dan menatap Sehun dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana Sehun bisa mengetahui kalau semalam aku berkirim pesan dengan Jongin? Padahal hari ini aku sama sekali tidak memberikan ponselku kepadanya. Ah aku baru ingat kalau Sehun pernah mengatakan jika dia mempunyai kemampuan spesial. Ya Tuhan, ku pikir hal itu hanya ada di drama yang ku tonton. Aku tidak pernah membayangkan mempunyai kekasih yang bisa membaca pikiran seperti Lee Jongsuk di drama yang di bintanginya. Kalau begini caranya aku tidak akan pernah bisa berbohong dengannya.

Ya walaupun secara teknis Sehun belum menjadi kekasihku secara resmi tapi secara praktik dia sudah menjadi kekasihku, karena kami sudah memiliki panggilan sayang dan ketika pergi berdua kami juga sering saling menggenggam tangan masing-masing. Sejujurnya aku sudah jengah dengan hubungan tanpa status yang mengikat kami, aku ingin jika Sehun segera meresmikan hubungan kami. Karena apapun bisa terjadi disaat tidak adanya status yang mengikat kami.

Dan tepat 3 bulan setelah hubunganku dan Jongin berakhir, Sehun meresmikan hubungan kami. Tapi Sehun mengatakannya melalui pesan line bukan secara langsung. Hey ayolah dulu saat bersama dengan Jongin, Jongin meresmikan hubungan kami melalui sns dan sekarang Sehun juga begitu. Aku ingin jika Sehun mengatakan hal itu secara langsung padaku, bukan seperti ini. Tapi walaupun begitu tetap saja aku tidak bisa menahan detak jantungku yang berdetak sangat cepat. Ah aku seperti akan terkena serangan jantung.

Jongin. Aku ingat dengan Jongin. Dulu saat Jongin tidak percaya bahwa aku dan Sehun belum resmi berpacaran, aku mengatakan padanya jika memang kami meresmikan hubungan, pasti aku akan mengatakannya padanya. Dan hari ini aku pun akan mengatakan perihal hubunganku dengan Sehun kepada Jongin. Jahat memang, tapi aku tidak mau menjalani hubungan dengan Sehun penuh dengan kebohongan. Aku harus mengatakan kejujuran yang sebenarnya pada Jongin.

Seperti yang ku perkirakan, Jongin sangat kecewa padaku. Malah dia sangat marah besar kepadaku. Maafkan aku Jong, sungguh maafkan aku. Aku tidak bisa membohongi perasaanku yang lebih merasa nyaman, aman dan bahagia saat bersama dengan Sehun. Jujur saja saat bersama dengan Jongin aku merasa ketakutan yang entah karena apa. Mungkin ketakutan itu terjadi karena beberapa kali Jongin kerap kali mengeluarkan emosinya hingga membuatku ketakutan. Yang terparah mungkin saat 3 tahun yang lalu, saat itu kami bertengkar ketika dalam perjalanan menuju pesta temanku dan Jongin yang sudah dikuasai emosinya langsung mengemudikan motornya dalam kecepatan tinggi, aku benar-benar ketakutan saat itu, aku hanya bisa menutup mata dan kemudian aku merasa suatu yang besar menabrak motor kami dari samping dan sedetik kemudian aku sudah berada di tanah dengan merasakan nyeri di beberapa bagian tubuhku. Beruntung saat itu kecelakaan yang menimpa kami tidak terlalu parah, karena saat itu aku memakai pakaian tertutup jadi tidak ada luka luar dan yang aku terima hanyalah luka dalam. Dan sejak saat itu aku sangat takut jika Jongin sudah mulai dikuasai oleh emosinya.

Keesokan harinya aku dan Sehun pergi untuk menonton film bersama dan sebelum pulang, kami memutuskan untuk makan bersama. Dan saat sedang menunggu pesanan kami, Sehun kembali mengutarakan perasaannya dan memintaku untuk menjadi kekasihnya. Aku sendiri tidak bisa menahan senyumanku dan detak jantungku, sungguh aku sangat bahagia karena Sehun mengutarakannya secara langsung.

Sejak resmi menyandang status sebagai kekasih Sehun, hari-hariku terasa sangat membahagiakan. Setiap hari Sehun selalu mengucapkan selamat malam dan selamat pagi. Tidak lupa Sehun selalu mengucapkan saranghae sesaat sebelum aku menutup mata untuk tidur. Sungguh Sehun seperti pria yang selalu aku idam-idamkan, romantis, perhatian dan bisa bermain gitar ah ya satu hal lagi yang baru ku ketahui dari seorang Oh Sehun. Sehun adalah pria yang cukup gila dan sangat banyak bicara jika berhadapan denganku sangat berbeda dengan Sehun yang pertama kali ku kenal. Aku kira Sehun adalah pria pendiam tapi ternyata dia sama gilanya dengan ku. Dan satu lagi yang ku ketahui tentang Sehun adalah jika dulu semasa sekolah menengahnya, Sehun adalah pria yang dikelilingi oleh banyak gadis. Jangan kalian kira jika Sehunku adalah pria playboy, tidak sama sekali. Dulu banyak gadis yang menyukai Sehun dan Sehun juga mempunyai beberapa teman dekat wanita tapi tidak satupun yang menarik perhatiannya. Sehun hanya menganggap mereka sebagai teman, walaupun terkadang mereka bergelayut manja di lengannya atau sekedar mengatakan dengan bercanda jika Sehun adalah kekasihnya, Sehun sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Walau Sehun tahu beberapa dari mereka menyukainya tapi Sehun tidak pernah menjauh. Bukankah perasaan suka itu wajar dirasakan oleh setiap manusia?

Satu bulan sejak meresmikan hubungan kami, aku kembali terjebak dengan cinta lama. Itu semua karena ambisi bodohku. Saat itu di kampusku sedang membentuk sebuah organisasi, awalnya Jongin berada satu organisasi denganku dan akan menjabat sebagai wakilku namun dalam pertemuan yang diadakan, Jongin malah berada di organisasi yang di pimpin oleh temanku. Yang ku tahu sejak dulu temanku Huang Z. Tao memang mengincar Jongin untuk berada di bawah kepemimpinannya karena menurutnya Jongin adalah pria yang berpotensi. Aku yang merasa tidak ingin kalah dari temanku memohon pada Jongin untuk kembali ke organisasi yang aku pimpin. Bahkan aku meminta Jongin untuk membicarakan hal itu di taman tempat biasa kami bertemu padahal saat itu keadaanku sedang tidak sehat. Dan saat itu dengan bodohnya aku mengatakan ingin kembali menjalin hubungan dengannya tapi aku membutuhkan waktu, Jongin mengatakan tidak akan kembali dibawah kepemimpinanku jika aku belum menjadi kekasihnya lagi. Dan tepat sebelum pelantikan aku kembali memohon pada Jongin, sungguh aku merasa frutasi karena tidak lagi memiliki cara lain.

“Putuskan hubunganmu dengannya, lalu aku akan masuk ke organisasi di bawah kepemimpinanmu.”

Aku menatap Jongin gamang, aku bahkan tidak bisa mengakhiri hubunganku dengan Sehun begitu saja. Aku sudah sangat bahagia dengannya tapi aku juga tidak bisa membiarkan Jongin hilang dari genggamanku begitu saja. Dan dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mataku, aku menuruti permintaan Jongin. Namun aku mengatakan padanya jika aku tidak bisa memutuskan seseorang. Akhirnya Jongin mengambil ponselku dan mengetikkan kata-kata yang sungguh hampir membuat tangisku pecah, jika saja saat itu aku tidak ditengah-tengah acara pelantikkan.

To: Hunnie

Hubungan kita berakhir

Tiga kata yang sungguh membuatku hancur, dan saat setelah pelantikkan selesai aku dan Jongin berbicara mengenai masalah kami di taman yang berada di area kampus. Dan di tempat itu aku sungguh tidak bisa menahan tangisku, sungguh rasanya sangat sakit dipisahkan dengan Sehun seperti ini. Aku bahkan tidak peduli dengan tatapan orang-orang kepadaku yang tengah terisak saat ini.

“Berikan aku waktu setidaknya dua bulan untuk mengembalikan perasaanku kepadamu, setelah itu kita akan kembali bersama.”

Jongin mengangguk setuju. Aku benar-benar mengabaikan mataku yang terlihat sembab, bahkan aku melupakan jika 1 jam setelah pelantikkan aku akan menghadiri rapat bersama dengan Jongin. Dan saat diruang rapat, aku menghindari Jongin dengan duduk jauh darinya. Bahkan saat aku ingin pulang, Jongin berada jauh dibelakangku. Aku sungguh tidak ingin berbicara dan menatap wajahnya.

Dan saat perjalanan pulang aku kembali terisak, bahkan lebih parah dari tadi. Kenapa rasanya dipisahkan dengan Sehun sesakit ini? Bahkan lebih sakit daripada berpisah dengan Jongin. Dan kenapa juga kedua pria itu sungguh egois. Sehun tadi mengatakan jika dia tidak akan menyerah, dia akan terus memperjuangkanku. Kenapa kalian berdua hanya memikirkan perasaan masing-masing? Kenapa kalian berdua tidak memikirkan perasaanku.

Sesampainya di rumah, aku menghubungi Sehun dan lagi-lagi Sehun kembali membuatku menangis. Sehun mengatakan jika dirinya juga sama sepertiku, menangisi hubungan kami. Aku sungguh tidak percaya jika Sehun menangisiku tapi aku juga percaya jika Sehun bukanlah seorang pembual seperti Jongin.

Hari hari berlalu dan kini aku kembali seperti dulu, berada di antara kedua pria yang sama-sama memperjuangkanku. Saat ini kampusku sedang dalam masa orientasi dan aku bersama Jongin adalah salah satu panitianya. Mungkin saat ini hubungan kami bertiga lebih parah, karena aku sudah seperti piala bergilir. Saat ini aku bersama dengan Sehun namun beberapa menit kemudian aku terpaksa harus meninggalkannya karena Jongin mencariku. Jongin sudah seperti indukku, jika aku menghilang dia pasti langsung mencariku dan mengirimiku pesan untuk segera kembali. Padahal sesungguhnya aku lebih ingin menghabiskan waktu dengan Sehun.

Dan entah kenapa walaupun saat ini adalah saat dimana aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Jongin namun aku malah lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Sehun. Bahkan aku sering menemaninya saat berkumpul dengan teman-temannya di kantin padahal dulu saat bersama dengan Jongin aku tidak pernah sekalipun mau menemaninya saat berkumpul dengan teman-temannya. Dan hubunganku pun semakin menjauh dengan Jongin.

Satu bulan setelah kejadian itu, aku menemui Jongin. Saat itu Jongin menurutku sangat aneh, dia bahkan melarangku untuk menyentuh ponselnya. Dan karena penasaran aku pun merebut ponsel Jongin saat dia lengah, aku memutuskan untuk berlari ke toilet wanita karena Jongin tidak akan mungkin berani mengejarku sampai kesini.

Aku mematung saat membaca kotak pesan di akun linenya, aku merasa sesak dan sakit disaat yang bersamaan. Di dalam pesan ini, Jongin mengucapkan kata-kata mesra kepada seorang gadis. Dan aku yakin jika gadis ini adalah kekasih Jongin, saat membaca pesan jika Jongin berterima kasih karena sudah diterima menjadi kekasih wanita itu.

Aku merasa seperti di bohongi, bukankah saat ini masih dalam jangka waktu untuk kami memperbaiki hubungan kami? Tapi bukannya kembali menarikku ke sisinya dari Sehun, Jongin justru mengulurku, membiarkanku terus ditarik oleh Sehun dan malah menarik gadis lain ke dalam dekapannya. Tapi aku tidak mau bertindak gegabah, aku ingin jika Jongin yang mengatakan hal ini padaku secara langsung. Aku pun sebisa mungkin menahan laju airmataku, dan berjalan dengan memasang senyum palsu untuk mengembalikan ponsel Jongin dengan alasan ponsel jelek itu sama sekali tidak ada satupun yang menarik perhatianku.

Aku berjalan menuju kantin dan mengirimi Sehun pesan yang mungkin akan membuatnya khawatir.

To: Hunnie

Aku membutuhkanmu Hun

From: Hunnie

Ada apa? Tungguhlah, sebentar lagi kelasku usai.

To: Hunnie

Aku tidak bisa menceritakannya, aku sungguh membutuhkanmu Hun.

Aku mati-matian menahan laju air mataku hingga pada akhirnya Sehun datang dengan wajah khawatirnya dan duduk dihadapanku. Aku menceritakan semuanya pada Sehun tentang Jongin yang memiliki kekasih tanpa memberitahuku.

“Aku sungguh bodoh Hun. Kalau begini caranya, aku tidak akan menahan diriku lagi untuk tidak mengajakmu kembali menjadi kekasihku. Mulai sekarang, kau kembali menjadi kekasihku ya.”

Sehun tersenyum mendengar ucapanku dan aku pun tersadar jika memang Sehun lah pria yang benar-benar ditakdirkan Tuhan olehku. Betapa bodohnya aku mengabaikan petunjuk yang Tuhan berikan dengan kembali ke sisi Jongin, pria yang hanya bisa menyakitiku dan membuatku menangis. Oh Sehun, kebahagiaan yang Tuhan berikan untukku. Aku berjanji tidak akan menjadi Jung Jihyun yang nakal lagi yang dulu saat masih menjalin hubungan dengan Jongin sering melirik pria lain. Aku juga berjanji akan menjadi Jung Jihyun yang lebih baik lagi dengan belajar dari kesalahanku yang dulu ku lakukan saat bersama dengan Jongin. Dan seperti kata-kata yang Sehun sering ucapkan padaku,

Kalau tidak bersama dengamu aku tidak akan bersama dengan gadis manapun, biarlah aku tidak menikah sampai tua nanti. Karena aku hanya ingin denganmu.”

Aku juga tidak ingin bersama pria manapun kecuali Sehun, Sehun yang mengajarkanku bagaimana arti bahagia yang sesungguhnya. Oh Sehun, aku mencintaimu saat ini besok dan selamanya. 01❤

2 responses to “Loves – Last Chaptered

  1. aaaa so sweet banget mereka ya ampun perjuangan nya keren lah sampe sehun masig bisa nerima dan selalu nemenin meski udah di putusin secara sepihak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s