[One Shot] Beautiful Girl (Kim Sohyun & Kim Hanbin FF)

my type2

Title: Beautiful Girl

Copyright © Lee Ice

Author: Lee Ice

Main Cast: Kim So Hyun, Kim Hanbin (iKon)

Other Cast: iKon members

Length: One Shot

Rating: 15

Genre: Mistery, School-life, Teenage

Discalaimer: Cerita ini hasil dari imajinasi author sendiri, apabila ada yang menemukan kemiripan dengan plot cerita ini, itu merupakan ketidak sengajaan author.

Note: Saya adalah author baru disini dan ini fanfiction pertamaku di FFIndo. Semoga kalian menyukainya… Saya hanyalah penulis amatiran yang selama ini baru mengenal dunia wattpad. Jadi mohon kerjasamanya.

Dan yang ingin mengenal saya lebih lanjut, bisa mengunjungi akun wattap dan IGku

Wattpad: @leejiraice

Instagram:@ fauziahesice

 

♧♣♧

‘Aku bukanlah murid baru di sekolah ini. Tapi, aku baru tahu jika ada gadis secantik itu disini.. Dan dia gadis yang menarik. Meski tak pernah member tahu namanya, kami sering menghabiskan waktu bersama. Tapi anehnya, aku selalu merasa aneh jika berdekatan dengannya…’, Kim Hanbin.

♧♣♧

Pritttttttttt……

Suara peluit dibunyikan. Permainan dimulai… Kedua tim memulai pertandingan basket sore hari ini dengan sengit.

“Kim Hanbin… Kim Ji Won… Kim Jinhwan…”, para yeoja tak henti-hentinya memberi semangat kepada para punggawa kelas 11 Sains 2, yaitu diantaranya, Kim Hanbin sang ketua basket, Kim Ji Won, Kim Jinhwan, Koo Junhe, Song Yunhyeong, Kim Donghyuk, dan Jung Chanwoo. Merekalah pangeran lapangan di YGSHS (YG Senior High School).

Shoot. Sorak-sorai penonton mewarnai tembakan 3 point yang dilayangkan oleh Kim Hanbin dari luar garis pertahanan lawan. Kali ini mereka berada di atas angin karena unggul 12 point dari lawan mereka. Kim Hanbin tersenyum puas dengan kerjasama apik dirinya dan teman-temannya.

“Kim Hanbin Fighting! Saranghae!”, Hanbin mendengar suara seorang yeoja dari bangku penonton. Matanya tak sengaja menatap pemilik suara halus itu. Dia yeoja yang cantik. Dia tinggi dan berkulit putih. Rambutnya yang kecoklatan di kuncir kepang sedikit berantakan- beberapa helai rambutnya telah terlepas dari ikatannya. Namun bukannya jelek, style itu sangat cocok dengannya. Keduanya bertemu pandang. Dan yeoja itu semakin tersenyum lebar. Ini bukan kali pertama Hanbin melihat yeoja itu. Yeoja itu bahkan hampir selalu datang di pertandingannya. Dan dari semua yeoja yang mendukungnya, dia yeoja yang paling bersemangat. Bahkan tak jarang dia datang dengan membawa benda-benda konyol untuk mendukungnya. Dan kali ini, dia membawa sebuah spanduk pink berukuran 1×2 meter, yang bertuliskan ‘Go Kim Hanbin! Fighting! Saranghae!’. Sungguh konyol. Apa dia tidak malu dengan orang lain. Sungguh, itu membuat Hanbin ingin segera menemuinya.

Pertandingan selesai… Kim Hanbin cs berhasil menjadi juaranya. Meskipun pertandingan ini hanyalah pertandingan persahabatan dengan sekolah tetangga, tapi gengsi memanglah harus dipertahankan. Mengingat YGSHS adalah juara umum liga basket nasional di tingkat SMA.

♧♣♧

‘Kalian harus ingat! 2 Bulan lagi, kompetisi liga basket nasional tingkat SMA akan digelar… Saya sebagai kepala sekolah, akan langsung mengawasi latihan kalian. Dan untuk memperkuat tim yang akan diterjunkan, saya akan memilih sendiri dari kalian siapa yang akan diikutkan. Untuk itu, berlatihlah dengan keras…’, seorang namja tengah berlatih basket seorang diri. Dia terngiang-ngiang dengan perkataan sang kepala sekolah. Apa-apaan ini, biasanya dia akan selalu diturunkan di setiap pertandingan yang sekolah ikuti. Tapi kali ini, dia harus berebut dengan lainnya untuk mendapat kursi itu. Meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, namja itu tak perduli. Tekadnya terlalu kuat. Dia tak ingin posisinya sebagai leader tim basket digantikan oleh siapapun.

Namja itu sedang melatih kemampuan tembakan 3 pointnya. Namun entah karena lelah atau tidak focus, dia selalu gagal dalam setiap percobaannya. ‘Akhhh!’ dia mengerang frustasi. Kata-kata kepala sekolah baru itu benar-benar menekannya.

Namja itu baru sadar, jika bolanya menggelinding agak jauh dari tempatnya. Dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, namun matanya tak bisa melihat dengan jelas- siapa itu.

“Kau berlatih dengan keras sekali, Kim Hanbin?”, Hanbin mendegar suara seorang yeoja. Dan tepat setelahnya, bola basket tadi terpental ke arahnya. Dia pun reflex menangkap bola yang hampir mengenai wajahnya itu.

“Apa kau tidak lelah?”,

“Kapchagi!”, Hanbin memekik ketika melihat wajah yeoja sudah berada di depan wajahnya. Dan yeoja itu hanya terkekeh geli. Oh! Dia yeoja cantik sekaligus aneh yang selalu datang mendukungnya. Hanbin masih merasa blank dengan apa yang barusan terjadi. Dilihatnya yeoja itu duduk tak jauh darinya. Hanbin pun ikutan duduk.

“Kau?”, Hanbin ingin memastikan bahwa yeoja itu adalah yeoja yang selalu dilihatnya.

“Eo.. Aku adalah yeoja aneh dan cantik, yang selalu datang mendukungmu di setiap pertandingan basketmu…”, Heol! Bagaimana yeoja itu bisa menebak pikiran Hanbin. Hanbin jadi merasa tak enak.

Gwenchana… Orang-orang memang sering menganggapku aneh…”, what? Apa yeoja itu bisa membaca pikirannya. Hanbin merasa kesusahan menalan air liurnya. Dan yeoja itu hanya tersenyum padanya.

“Tapi… Apa yang kau lakukan disini, malam-malam begini?”, Hanbin tak bisa menutupi rasa penasarannya. Kenapa seorang yeoja berkeliaran sendirian malam-malam. Yeoja itu tak langsung menjawab. Seperti sedang mencari jawaban

“Eo… Rumahku tak jauh dari sini… Dan aku sudah sejak tadi memperhatikanmu latihan…”, jawab gadis itu.

“Ahhh…. Apa kau benar-benar penggemarku?”, kata Hanbin dengan percaya dirinya. Tak salah lagi, yeoja itu adalah fans sejatinya- mengingat apa yang selama ini yeoja itu lakukan untuk mendukungnya.

“Emm… Anggap saja begitu…”, jawab Yeoja itu singkat. Oh! Yeoja itu benar-benar manis saat tersenyum. Tanpa sadar, Hanbin juga ikut tersenyum melihatnya.

“Aku tahu kau sangat tertekan karena pemilihan anggota tim. Tapi aku harap kau tak menyiksa dirimu seperti ini…”, heih. Bagaimana yeoja itu tahu tentang hal itu. Apakah berita ini sudah tersebar luas.

“Jah… Aku pulang dulu, ya… Jangan berlatih sampai malam. Kau tahu, disini banyak hantunya, lho…”, yeoja itu berbisik pada Hanbin. Tiba-tiba ada hawa dingin yang menyelimuti tubuh Hanbin. Hanbin bergidik ngeri, bulu kuduknya berdiri. Yeoja itu kembali tertawa melihat ekspresi ketakutan Hanbin. Hanbin jadi salah tingkah.

“Aku pergi….”, yeoja itu berdiri dan berbalik. Lagi-lagi tiba-tiba bulu kuduk tengkuknya berdiri. Hanbin mengusap kasar tengkuknya.

“Ahhh… Dia membuatku takut saja… Oh ya! Siapa nam..”, teriakan Hanbin terputus ketika mendapati yeoja itu sudah tidak ada. Dia lupa menanyakan nama yeoja itu. Kemana dia? Cepat sekali jalannya.

Wusss… Kini semilir angin lebih terasa oleh Hanbin. Tubuhnya menegang seketika. Ada apa ini? Keringat dingin membasahi kedua telapak tangannya. Hanbin menoleh ke kanan dan ke kiri. Tak ada siapapun di sekitarnya. Sekolah benar-benar telah sepi. Yang di dengarnya hanyalah suara dentuman musik dari ruang musik yang berseberangan dengan lapangan itu. Pasti itu anak-anak ekskul band.

Karena suasana yang berubah tak nyaman. Hanbin langsung menyambar tasnya dan pergi dari tempat itu. Perasaannya benar-benar aneh setelah melihat yeoja itu.

♧♣♧

Seminggu kemudian…

Pertandingan persahabatan kembali di gelar. Kali ini dengan lawan yang berbeda. Hanbin cs berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya, agar dipilih menjadi anggota inti ketika liga nasional nanti.

Lagi, yeoja itu datang untuk mendukungnya. Kali ini dengan membawa pom-pom, gadis pemandu sorak. Berkali-kali dia meneriaki nama Hanbin dan memberi semangat. Hanbin hanya bisa terkekeh geli melihatnya.

“Hyung, kau kenapa?”, Junhe melihat Hanbin tertawa sendiri.

“Ani… Aku senang melihat antusiasme yeoja-yeoja disini. Selain bersemangat, mereka juga cantik-cantik..”, puji Hanbin. Junhe ikut-ikutan melihat kea rah penonton, khusunya para yeoja. Matanya berbinar.

“Benar, hyung… Mereka cantik-cantik…”,

“Iya, kan? Apalagi yeoja yang menggunakan bando biru itu. Dia benar-benar manis…”, Hanbin menatap yeoja yang selalu mendukungnya itu. Junhe mengedarkan pandangannya, mencari yeoja yang dimaksud Hanbin. Namun sudah semenit berlalu, dia tak kunjung menemukan yeoja yang memakai bando biru.

Pritttt….. peluit kembali dibunyikan. Istirahat telah usai. Mereka harus kembali ke lapangan.

♧♣♧

Hanbin sedang fokus dengan ponselnya. Dia baru saja selesai bertanding dan hendak pulang ke rumah. Matahari sudah hampir tenggelam. Cahaya jingga sudah hampir tertelan oleh gelapnya malam. Koridor sekolah juga sudah nampak sepi. Hanbin mendengar suara derap langkah dari belakangnya. Tapi dia tak memperdulikannya.

“Hanbin-a…”, Hanbin terlonjak kaget dan ponselnya terjatuh. Seorang yeoja sudah berada di sampingnya.

“Ahhh… Kau selalu mengagetkanku saja…”, Hanbin menyadari siapa yeoja itu. Dia adalah yeoja yang biasanya mendukungnya. Hanbin hendak berjongkok untuk memungut ponselnya. Tapi eh, dimana ponselnya… Dia mengamati sekelilingnya.

“Kau mencari ini?”, yeoja itu mengulurkan ponsel Hanbin. Entah sejak kapan ponsel itu sudah ditangannya. Hanbin hanya bisa mengangguk. Sepertinya tadi ponsel itu jatuh… Tapi kenapa dibawa dia… Ah. Sudahlah…

“Makanya kalau jalan, lihat-lihat… Masih untung yang jatuh ponselmu, bagaimana kalau dirimu…”, kata yeoja itu lagi sambil berjalan. Hanbin mengikutinya dari belakang.

“Apa maksudmu?”, tanya Hanbin bingung. Tak mengerti maksud yeoja itu.

“Pokoknya fokus saja pada jalanmu.. Ngomong-ngomong selamat atas kemenangan mu ya? Kau keren tadi sekali..”, yeoja itu mengacungkan kedua jempolnya.

“Ya sudah pulang sana… Sudah hampir malam…”, usir gadis itu.

“Heih! Kau mengusirku? Kau sendiri bagimana pulangnya?”, Hanbin merasa aneh dengan gadis itu. Dia terlalu misterius.

“Kau pulang duluan. Aku sedang menunggu jemputan..”, yeoja itu berjalan menjauhinya. Dan tak lama kemudian hilang dari pandangan Hanbin. Lagi-lagi Hanbin lupa menanyakan namanya.

Ketika tiba di rumah, Hanbin mendapat kabar, bahwa salah satu anggota tim basketnya, Kim Donghyuk, mengalami kecelakaan motor. Dia menabrak seorang pejalan kaki yang katanya sedang asik memainkan ponsel. Heol! Hanbin jadi teringat ucapan yeoja itu. Tiba-tiba bulu kuduknya merinding…

♧♣♧

“Hyung, apa menurutmu Hanbin hyung sudah berpacaran?”, tanya Yunhyeong pada Ji Won. “Entahlah.. Memangnya kenapa?”, jawab Ji Won. Mereka sedang membicarakan perubahan Hanbin yang tiba-tiba. Hanbin bukanlah namja yang murah senyum. Tapi semenjak dia bercerita ada seorang yeoja yang dekat dengannya, Hanbin jadi murah senyum dan hampir tak pernah marah-marah dengan mereka- jika mereka tidak berlatih dengan benar.

“Aneh sekali… Aku tidak bisa menemukan gadis yang ciri-cirinya mirip dengan yeoja yang selalu di ceritkan oleh Hanbin..”, kata Jinhwan. “Aku jadi penasaran dengan gadis yang katanya cantik itu…”, kata Chanwoo. “Sudahlah… Jangan dipikirkan! Nanti pasti kita juga akan tahu…”, lerai Ji Won. Meskipun dia sendiri sebenarnya juga penasaran dengan identitasn yeoja itu.

Sementara yang sedang mereka bicarakan- Kim Hanbin, sedang asik bersendau gurau dengan seorang yeoja di atap sekolah. Yeoja itu jugalah yang membuat mereka penasaran. Keduanya nampak asik membahas sesuatu. Tak terasa, mereka berdua semakin dekat. Meski yeoja itu sedikit aneh, Hanbin merasa nyaman di dekatnya dan membagi beban pikirannya. Yeoja itu memiliki pemikiran yang lebih dewasa, jadi dia sering membantu permasalahan Hanbin.

Dan kau tahu apa keanehan yeoja itu? Pertama, dia masih sering muncul tiba-tiba. Namun Hanbin tidak akan pernah bertemu dengannya, jika dia benar-benar sedang ingin bertemu. Kedua, yeoja itu hampir selalu bisa menebak pikirannya, namun itu tak terlalu bermasalah. Toh, Hanbin bertemu dengannya juga untuk menceritakan keluh kesahnya. Ketiga, yeoja itu selalu berkata ingin makan ini itu. Tapi ketika Hanbin membawakannya, yeoja itu selalu saja ada alasan untuk tak memakan makanannya. Dasar! Buang-buang uang saja…

Tapi dibalik semua itu. Dia benar-benar yeoja yang asik dan pengertian. Dia lebih baik dari semua mantan yeoja chingunya. Dia juga cantik dan manis. Senyumnya, Hanbin rasa itu hal paling indah yang dimilikinya. ‘Aku rasa, aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya…’.

♧♣♧

Liga basket nasiolan tingkat SMA telah di gelar.

Kerja keras Hanbin cs akhirnya terbayar. Mereka dipilih menjadi tim inti untuk mewakili sekolah mereka.

“Kau harus lihat pertandinganku ya?”, kata Hanbin pada yeoja itu. Sampai saat ini, Habin belum tahu namanya. Dia hanya menyebutnya beautiful girl. Yeoja itu hanya mengangguk mengiyakan.

“Dan satu lagi… Jika aku berhasil memenangkan pertandingan ini. Ada sesuatu yang aku ingin katakan padamu…”, Hanbin memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada yeoja itu. Dia sudah yakin dengan perasaannya.

Pertandingan pertama YGSHS melawan Gangnam High School.

Hanbin mengedarkan seluruh pandangannya untuk mencari dimana yeoja penyemangatnya itu. Tapi dia tak ada. Meski sedikit kecewa, itu tak mempengaruhi performanya. Hanbin kembali membawa timnya melaju ke babak selanjutnya.

Begitu juga di sekolah. Hanbin selalu mendatangi tempat-tempat yang sering mereka datangi. Tapi dia tetap tak menemukan yeoja itu. Apa dia sudah pindah, ya.. Tapi kenapa dia tak memberitahuku. Hanbin jadi kesal sendiri. Dan kekesalannya tak jarang dilimpahkan kepada anak-anak basket lainnya. Semua orang dibuat bingung dengan sikap Hanbin yang tiba-tiba kembali ke wujud aslinya.

Nihil. Hanbin tak pernah bisa menemukan keberadaan yeoja itu sampai sekarang. Padahal mereka sudah masuk babak final sekarang. Hanbin bersumpah akan memutuskan pertemanannya dengan yeoja itu, jika tiba-tiba nanti dia muncul. Hanbin sudah tak perduli dengannya. Dia yang telah mencampakkan Hanbin duluan. Dia harus merasakan akibatnya.

♧♣♧

Dua minggu kemudian…

Sebuah piala kembali bertambah di lemari ruang kepala sekolah. Untuk kesekian kalinya, YGSHS berhasil mempertahankan gelar juara liga basket nasional tingkat SMA. Semuanya tampak senang dan puas, kecuali Hanbin. Meskipun dia juga merasa senang. Ada sesuatu yang serasa hilang dari dalam dirinya. Hanbin jadi kurang bersemangat dalam melakukan apapun. Di saat-saat seperti ini, biasanya aka nada yeoja itu yang menghiburnya. Tapi sekarang… Ouchh… Yeoja itu membuatnya sakit kepala.

“Selamat pagi anak-anak…”, Mr. Yang, selaku kepala sekolah mereka menyapa kelas Hanbin. Ada apa ini? Kenapa kepala sekolah datang sepagi ini? Apa dia akan melakukan inspeksi mendadak? Gawat! Anak-anak kelas Hanbin mulai panic. Sedangkan Hanbin hanya mendesak pelan. Sama sekali tak tertarik dengan itu semua.

“Pagi ini, kalian akan kedatangan teman baru… Dia bukan siswa biasa. Dia adalah pianis berbakat pindahan dari sekolah ternama dari Amerika. Aku harap kalian bisa membantunya selama disini…”, ah.. pasti dia orang yang hebat, sampai-sampai kepala sekolah sendiri yang memperkenalkannya.

“Masuklah…”, Mr. Yang mempersilahkannya masuk. Seorang yeoja memasuki kelas. Mata Hanbin membulat sempurna melihat wajah yeoja itu. Apa dia tak salah lihat? Sampai-sampai Hanbin mencubiti lengannya sendiri.

“Good morning… My name is Kim So Hyun. Please, take care of me…”, katanya memberi salam. Benar-benar sama. Wajahnya sama. Suaranya sama. Hanya logatnya yang berbeda dengan yeoja yang selama ini dicarinya. Jika yeoja (Kim So Hyun) ini fasih dalam pengucapan bahasa inggrisnya, yeoja yang satu kental dengan dialectnya. Apa-apaan ini? Mungkinkah ini hanya ilusi semata akibat dia terlalu merindukan yeoja itu…

-The End-

Haha.. Gimana chingu ceritanya? Nggantung ya? Ada yang mau epilognya?

17 responses to “[One Shot] Beautiful Girl (Kim Sohyun & Kim Hanbin FF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s