Diary of Childhood Memories – The First Kiss?!#1{Ficlet-Series} – HyeKim

PicsArt_02-09-11.35.10

Title : Diary of Childhood Memories – The First Kiss?!#1

Genre : Romance, Childhood, Slice of life, failed Comedy, slight! of Marriage life

Author : HyeKim

Rating : PG-13

Lenght : Ficlet – Series

Main Cast :

-Kim Hyerim (OC)

-Luhan

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.

Summary : “Kamu sendiri yang dulu main nyosor kan?”

Note : Ini adalah sebuah FF berseri yang bakal langsung habis tapi akan ada kelanjutan cerita yang lain dalam tema berbeda. Blod-italic menandakan flashback!

 

HAPPY READING

HyeKim ©2016

║♫ ║ ♪ ║  ♫ ║ ♪ ║

Sinar mentari tampak sangat terik hari ini. Membuat kulit putih susu gadis remaja berumur 19 tahun tersebut terasa terbakar. Sembari menghalau sinar mentari yang sangat panas, tangan kanannya terangkat melindungi dirinya walau barang setengah. Kim Hyerim. Nama gadis yang tengah menggerutu tersebut. Ayoklah bagaimana dirinya tidak kesal setengah mati bila Sang Suami yang umurnya berjarak 7 tahun diatasnya, terlambat menjemputnya. Sudah hampir 2 jam lebih Hyerim menanti dengan manis di depan Seoul National Unniversity. Ditemani oleh sang mentari panas dan asap kendaraan yang melaju.

“Hyerim-ah,”

Oh datang juga, gumam Hyerim dalam hati masih dengan lipatan bibirnya yang mengerucut. Luhan, si suami ternyebalkan sejagat raya-menurut Hyerim, tengah tersenyum dan menghampirinya kemudian merangkul gadis bermarga Kim tersebut.

“Apa sudah menunggu lama?” tanya Luhan.

Pertanyaan bodoh macam apa itu? Rutuk Hyerim dalam hati. Tanpa mempedulikan Luhan, Hyerim langsung melangkah masuk ke mobil bermerk renault berwarna biru milik Luhan. Sudah diduga oleh Luhan bahwa Hyerim pasti ngambek tak kala dirinya menjemput istri yang lebih bisa disebut adiknya itu lantaran sifat bocah Hyerim. Hyerim masih puasa bicara meskipun renault biru milik Luhan sudah melaju dipermukaan jalan raya Seoul.

“Hyerim sayangg~,” Luhan memanggil dengan suara aegyonya setelah menepikan mobilnya dan kedua suami-istri tersebut turun di depan rumah minimalis keduanya.

Hyerim merasa tambah jengkel mendengarnya, langsung saja kedua alat berjalannya itu menuntunnya masuk ke rumah yang ruang utamanya dipenuhi foto-foto masa kecil Luhan dan Hyerim sampai saat ini.

Merasa dikacangi, Luhan menyamakan langkahnya dengan Hyerim yang masih setia menekuk wajah manisnya tanpa berpaling menatap Luhan. Luhan pun tersenyum simpul dan mencium pipi Hyerim secepat kilat, yang dicium langsung membeku dan menatap horror Sang Suami yang tengah tersenyum konyol.

YAK! AHJUSSI! APA YANG KAU LAKUKAN HUH?!” semprot Hyerim tambah jengkel.

Yang disemprot malahan tersenyum makin lebar, “Abis kamu ngambeknya belum selesai-selesai daritadi,” ucap Luhan sambil mengedikkan bahu acuh, “Dan jangan panggil aku ahjussi, bocah.” seru Luhan yang lalu menyentil dahi Hyerim.

 

“Kau kan memang ahjussi,” gerutu Hyerim sambil memandang Luhan mengejek. “Dan dosa apa aku dicium ahjussi-ahjussi cantik sepertimu.”

Luhan membelalakan matanya mendengar penuturan Hyerim yang tengah tertawa sinis. Sekarang beralihlah Luhan yang ngambek  karena istrinya tersebut. Lelaki berdarah China tersebut memalingkan wajahnya dan saat itu pula mata Luhan bertemu dengan figura yang berisi foto dirinya saat berumur 14 tahun yang pipinya tengah dicium bocah cilik perempuan berumur 7 tahun. Yup, bocah perempuan itu adalah Hyerim. Luhan menarik ujung bibirnya membentuk sebuah smirk dan lalu menatap jahil Hyerim yang tengah menatapnya juga.

“Apakah kamu ingat ciuman pertama kita?” tanya Luhan membuat dahi Hyerim berkerut.

“Ciuman pertama? Saat pernikahan kita 1 tahun lalu?” bingung Hyerim. Luhan menggeleng masih disertai senyum miringnya dan tambah membuat Hyerim bingung.

“Dua belas tahun yang lalu lah ciuman pertama kita terjadi,” ucap Luhan sambil mendekati Hyerim yang reflek mencodongkan tubuh ke belakang. “Saat itu ada bocah 7 tahun yang main menciumku,” Luhan tampak tersenyum puas kala melihat Hyerim menelan salivanya gugup. “Menciumku tepat dibibir.” dan Luhan pun mengelus bibir Hyerim.

**

‘Tok! Tok! Tok!’

Suara sentuhan kepalan tangan pada benda mati yang berguna untuk memasuki ruangan terdengar memasuki rongga telinga. Gadis cilik berusia 7 tahun itu tampak memasang mimik sumringah kala seorang wanita paruh baya membukakan benda mati berwarna coklat tua tersebut.

“Sudah kuduga pasti Si Cantik Hyerim yang datang,” ucap Nyonya Lu yang sudah hafal betul jadwal Hyerim, anak tetangganya datang bermain ke rumahnya.

Hyerim adalah bocah 7 tahun  yang rumahnya ada di depan rumah keluarga Lu. Karena kedekatan Nyonya Lu dan Ibu Hyerim membuat gadis cilik tersebut senang bermain ke rumahnya. Bukan hal cuma-cuma Hyerim bermain ke sini, dirinya senang bermain bersama anak tunggal keluarga Lu. Luhan. Anak lelaki berumur 14 tahun itu sangat menginginkan seorang adik, dan dengan mudahnya Luhan akrab dengan Hyerim.

“Imo, Luhan oppanya ada?” tanya Hyerim dengan suara khasnya yang terdengar imut.

“Geurom (tentu saja), Luhan ada di kamarnya,”

Tanpa  berceloteh lagi, kaki mungil Hyerim melangkah ke kamar Luhan. Dibukanya pintu berwarna putih tersebut dan tampak Luhan sudah berjongkok di balik pintu-guna menyamakan tinggi  Hyerim, dan sedang tersenyum manis. Tapi hal tersebut malah membuat Hyerim kaget dan setengah berteriak karena tidak tahu menahu Luhan ada di balik pintu.

“KYAAA!! OPPA KAMJAKIYAA!! (KAGETNYA)” seru Hyerim sambil cemberut. Luhan hanya tersenyum tipis dan mengacak-acak rambut gadis cilik tersebut.

“Eheheh maaf Hyerimku sayang,” ucap Luhan sambil terkekeh dan mengusap surai hitam panjang Hyerim. “Kajja, kita main sekarang,” Luhan pun megendong tubuh Hyerim yang ekhem sedikit berat.

Hyerim sudah bergelayut dengan nyamannya dibahu Luhan. Sampai keduanya berada di halaman belakang rumah keluarga Lu. Luhan mendudukan Hyerim diayunan besi yang ada di halaman  tersebut. Dengan perlahan, Luhan mendorong ayunan tersebut. Tawa riang tercipta dari mulut Hyerim.

“Oppa, ayok naik ayunannya juga,” ucap Hyerim sambil mendongak menatap Luhan.

Luhan pun menurut dan naik ke ayunan dengan akhirnya memangku Hyerim. Hyerim yang ada dipangkuan Luhan diam-diam memperhatian wajah lelaki tersebut dan beralih kebibir Luhan. Bocah 7 tahun tersebut jadi teringat adegan drama korea yang ditonton ibunya menampilkan kissing scane. Sebenarnya Hyerim sudah sering mencium Luhan tapi itu hanya sebatas dipipi, begitupun sebaliknya, Luhan menciumnya hanya dikening dan pipi. Hyerim perlahan mendekatkan wajahnya kewajah Luhan sampai… ‘cup’, sebuah kecupan manis mendarat dibibir Luhan. Bibir keduanya hanya saling menempel dengan mata Luhan yang membulat lebar.

Luhan yang sadar akan hal tersebut mendorong pelan wajah Hyerim menjauh darinya. Pipinya panas mendapatkan kecupan tersebut, sementara Hyerim hanya memasang wajah polosnya.

“Hyerim, aku sudah tidak suci lagi,” gumam Luhan menatap dalam manik mata Hyerim. Yang ditatap masih memasang wajah tanpa dosanya.

“Tidak suci lagi? Memangnya kenapa oppa?” tanya Hyerim sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dengan polosnya. Luhan hanya menghembuskan napasnya. Baiklah, mungkin sudah nasibnya mendapatkan ciuman petama dari bocah 7 tahun.

**

Hyerim mengerjap-ngerjapkan matanya dan memasang tampang bodohnya kala mengingat kejadian 12 tahun lalu. Dirinya main nyosor begitu saja pada Luhan. Dirinya dulu masih sangat polos untuk memahami apa yang dilakukannya. Luhan hanya tersenyum miring mendapati istrinya salah tingkah saat ini.

“Hah betapa meyedihkannya aku mendapatkan ciuman pertama diumur 14 tahun bukan dengan nuna-nuna cantik, tapi dengan bocah 7 tahun korban drama,”  ucap Luhan yang menggeleng-gelengkan kepalanya sok sedih.

Hyerim menggertakan giginya dan menyipitkan matanya menatap Luhan. “Apa kau bilang?! Aku juga sial mendapatkan ciuman pertama bukan dengan oppa-oppa manly, melainkan dengan lelaki 14 tahun yang wajahnya dulu menyamai keimutan wajahku yang berumur 7 tahun.” ucap Hyerim penuh penekanan dan menyilangkan tangannya di depan dada.

Luhan menatap Hyerim dengan satu alis terangkat. “Kamu sendiri yang dulu main nyosor kan?” ucap Luhan sambil mencubit pipi kanan Hyerim. Gadis itu beralih menatap Luhan yang menahan tawa melihat wajah cemberut Hyerim.

“Terserah!”

Luhan tertawa kecil tanpa suara dan perlahan mendekatkan diri kearah Hyerim, “Karena dulu kamu yang main nyosor,” ucap Luhan pelan dan perlahan mendekatkan wajahnya kewajah Hyerim, gadis tersebut sudah mati kutu dan hanya dapat menatap Luhan. “Sekarang giliranku yang nyosor,” ucap Luhan yang langsung mengecup bibir Hyerim secepat kilat membuat Hyerim membulatkan matanya.

Sekon berikutnya, Luhan melepaskan tautanya dan menatap Hyerim dengan smirk andalannya. Kemudian langsung pergi meninggalkan Hyerim yang masih berusaha mencerna apa yang terjadi.

YAK! LUHAANNN!” teriak Hyerim yang lalu menyusul Luhan berniat menimpuknya dengan sepatu vans miliknya.

-FINISH-

Hallo aku back lagi membawa satu FF series. Cuap-cuap , ff ini terinspirasi dari kisah nyata adek laki-lakiku yang tiba2 dicium anak bocah TK lol xD.  Untung anaknya lucu dan aku juga hampir dicium dibibir sama dia, tapi kudorong langsung kan gak ucul cewekxcewek kissing(?) walau sama bocah. Yesungdahlah, jangan lupa komen/likenya ya sayangku semua ^^ dan nantikan series lain dari diary of childhood memories :3

See u in my world

[ http://www.hyekim16world.wordpress.com ]

tumblr_nd63del0ly1spwfcso1_500.gif

8 responses to “Diary of Childhood Memories – The First Kiss?!#1{Ficlet-Series} – HyeKim

  1. dari sejak awal kenal ff, aku paling suka cerita childhood dimana si cewek sama si cowok rumahnya deketan alias tetanggaan… entah depannya ato sampingnya.. beneran..:33

    disini aku nemuin sebutan panggilan ‘kamu’ sama ‘kau’, sebenernya kesannya agak kurang nyaman (bagiku) tapi mungkin pas kamu ngebuatnya ga sadar kalo kamu pake kau sama kamu.

    btw, konflik ttg jemput telatnya jadi terabaikan gegara ciuman dari masa kecil yaak x”D

    oya… setelah baca ini tu aku baru sadar kayaknya kamu sedikit make bahasa2 cerpen ala indo, kamu bikin ff tapi diselipi gaya bahasa cerpen indo. bahasa2 cerpen indo sama bahasa2 fanfic keliatan bedanya lho…

    okelah fighting darling~ :*

    • Loh kok samaan kak😄 aku banyak banget ide FF childhood pasti jatoh2nya rumah cewek sm cowoknya deketan eheh. Dan ya karena masalah ciuman pas kecil jadi kelupaan dah itu masalah jemput telat😄

      Oh itu emang gaya nulisku gitu hiks X’D. Tapi gak apa kok kak kakak mau review malah aku seneng banget suer deh ahahaha. Makasih ya kak mau baca dan komen ❤

      Btw kak, salam kenal ya eheh^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s