[Prolog] After “Scholar Who Walk at Night”

after scholar

Title:After “Scholar Who Walk at Night”

Copyright © Lee Ice

Author:Leejiraice (Lee Ice)

Main Cast: |Shim Chang Min as Raja Lee Yoon|, |Kim So Eun as Lee Sa Eun/Choi Hye Rung|, |Lee So Hyuk as Vampir Gwi|

Suporting Cast: –

Length: Series

Rating: 17+

Genre: Saeguk, Sequel of Drama, Fantasy, Mystery, Romance, Vampire

Disclaimer: After “Scholar Who Walk at Night” merupakan sequel dari drama korea Scholar Who Walk at Night (hasil imajinasi saya sendiri dari berbagai sumber inspirasi dan karena tidak puas dengan endingnya. hehee).

Note: Cerita ini sudah pernah saya publish di akun wattpad saya (@leejiraice) dan masih tahap on going.

Summary: Menceritakan kembali kisah cinta yang terjalin antara Raja Yoon (Shim Chang Min), Lee Sa Eun (Kim So Eun) yang memiliki kemiripan wajah dengan mendiang istrinya Choi Hye Rung, dan Vampir Gwi (Lee So Hyuk) yang sempat musnah karena di kalahkan oleh Yoon dan Kim Seung Yeol. Bagaimana kisah yang akan terjalin diantara mereka?

After “Scholar Who Walk at Night” Prolog

It’s Not the End

Happy Reading…

———————————–

Setahun kemudian setelah vampir Gwi musnah…

Kerajaan telah kembali normal dan semakin sejahtera. Lee Yoon kembali menjadi raja yang disegani oleh rakyat-rakyatnya. Setahun belakangan ini, dia sibuk mengembalikan kejayaan kerajaannya. Baginya, belum ada waktu untuk menikah lagi. Para menteri dan sarjanawan mendesak beliau untuk segera menikah dan mempunyai keturunan, namun lagi-lagi, dia menggunakan pekerjaan sebagai alasan untuk menolak. Karena di dalam lubuk hatinya, hanya ada mendiang Permaisuri Hye Rung yang dicintainya. Sahabat kecilnya, Yang Sun pun dikabarkan tiba-tiba menghilang setelah pertemuannya dengan Kim Sung Yeol. Setidaknya dia tidak khawatir jika mereka bersama. Dia mendoakan, semoga mereka selalu berbahagia.

Di suatu pagi…

Di ruangannya, Yoon memegang tusuk konde milik Hye Rung. Pikirannya tertuju pada kejadian 1 tahun yang lalu. Dimana, Hye Rung tewas demi menyelamatkaan dirinya dan rakyat.

Flashback

Yoon yang menghawatirkan Hye Rung setelah mendengarnya akan di eksekusi oleh Gwi, sehingga dia membulatkan tekatnya untuk menyelamatkan istrinya tersebut. Bahkan Yoon rela menggantikan posisinya dan siap mati di tangan Gwi. Namun Gwi mempunyai rencana lain untuk merubah Yoon menjadi vampir, dan memiliki Hye Rung seutuhnya. Bagaimanapun Gwi sangat mencintai Hye Rung. Namun Hye Rung malah membela suaminya habis-habisan.

Saat Gwi sudah mengeluarkan taringnya dan hendak menggigit Yoon, Hye Rung mengambil pisau dari balik tusuk kondenya dan menusukkannya ke punggung Gwi. Gwi yang kesakitan meraung dan berputar, tak sengaja mengiris leher Hye Rung. Hye Rung pun akhirnya jatuh ke tanah dalam keadaan berlumuran darah. Lee Yoon yang panik langsung menghampiri Hye Rung dan memangku kepalanya.

Dalam keadaan sekarat, Hye Rung berkata pada Yoon, “Saya berterimaksih atas cinta yang telah anda berikan kepada saya. Bahkan jika saya mati sekarang… saya tidak punya penyesalan apapun”.

Yoon yang tak kuasa menahan tangisnya berkata pada Hye Ryung, “Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Kau akan hidup dan mati bersama-sama denganku”. Hye Rung pun menutup matanya dalam pelukan suami tercintanya.

Flashback end

***

Lee Yoon POV

Saat itu aku memilih ingin mati bersamamu juga. Tapi benar kata Sung Yeol, masih ada rakyat yang membutuhkanku. Tapi hingga detik ini, hatiku tidak bisa berpaling darimu. Saranghamnida, Choi Hye Rung… Aju mani saranghae…

Hari ini aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke kuil tempat ibuku berada. Aku hanya lelah dengan semua yang terjadi sebelumnya. Aku senang melihat rakyatku bahagia, tapi ada sebuah ruang kosong di dalam hatiku. Ruang yang hanya bisa tempati kau tempati,  Hye Rung-a.

Aku sengaja hanya membawa beberapa pengawal. Toh, ini bukan pertama kalinya aku pergi ke kuil ibuku. Biasanya, justru aku hanya sendirian. Di tengah hutan, aku mendengar suara tawa anak-anak kecil. Suara itu berasal dari sungai seberang. Aku tahu itu sungai, karena bunyi percikan air yang mengalir deras. Aku memerintahkan pengawalku untuk istirahat sejenak. Aku memerintahkan merekauntuk berburu beberapa hewan untuk makan siang. Dan aku, ahhh… sepertinya segar jika bermain-main air sebentar, pikirku.

Benar saja, aku melihat beberapa anak lelaki sedang bermain air di pinggir sungai dari jauh. Mereka bermain tembak-tembakan air dan tertawa bersama. Aku tertarik mendekat ke arah mereka. Kini aku semakin dekat dengan mereka…

“Ohhh… ajussi!”, kata salah seorang dari mereka menunjuk ke arahku.

“Ohh.. annyeong!”, aku melambai ke arah mereka. Mereka awalnya terkejut, tapi sekarang mereka kembali melanjutkan permainannya dan tertawa bersama.

Aku memutuskan merendam diri sebentar di dalam air. Ahhh.. segar sekali. Bahkan lebih segar daripada air yang ada di kerajaan. Aku menenggelamkan kepalaku di dalam air. Hingga akhirnya aku mendengar suara itu. Suara yang selalu terngiang di fikiranku. Suara yang selama ini aku rindukan….

Adeul-raNuna pergi dulu ya…”, aku tersentak dan mulai kembali ke permukaan. Ku lihat seorang gadis menggunakan hanbok biru muda pergi meninggalkan sungai. Aku hanya bisa melihat punggungnya dari jauh. Entah kenapa, hatiku berkata bahwa itu adalah Hye Rung. Ahhh! Tidak! Hye Rung sudah tiada. Aku harus merelakannya.

**

Lee Yoon kembali meneruskan perjalanannya. Batinnya masih kacau setelah melihat gadis itu. Dia yakin suara itu milik Hye Rung, tapi disisi lain, dia tidak boleh terlalu berharap pada orang yang sudah mati. Para pengawal tampak mencemaskan keadaan Rajanya yang sedari tadi hanya diam melamun. Namun mereka juga tidak berani bertanya.

……..

Setelah memastikan ibunya baik-baik saja, Lee Yoon memutuskan kembali ke kerajaan. Dia mengingat pesan ibunya.

“Aku tahu, kau masih sangat mencintai mendiang permaisuri. Tapi tidak baik, jika kau terus-terusan menutup hatimu. Percayalah, permaisuri mengorbankan nyawanya, agar kau bisa melanjutkan hidupmu dengan bahagia… Dia pasti akan bersedih, jika mengetahui hidupmu sekarang…”, ucap ibundanya. Jika dipikir-pikir ucapan ibunya sangat benar, tapi sulit bagi hatinya untuk melepaskan Hye Rung.

“Tangkap mereka! Tangkap!!!”, tiba-tiba terdengar suara teriakan beberapa orang yang di susul suara teriakan dan jeritan penolakan anak-anak. Lee Yoon dan pengawalnya langsung menuju ke arah sumber suara.

Mereka mendapati beberapa orang pria bertubuh kekar hendak menangkap segerombolan anak-anak jalanan yang sangat tidak terurus, mereka kurus kerontang dan bajunya sobek-sobek. Anak-anak itu berlindung di belakang seorang gadis. Lee Yoon tidak bisa melihat dengan jelas siapa gadis itu karena tertutup pria-pria kekar tadi.

***

Lee Yoon POV

Aku menghampiri asal suara itu. Kudapati beberapa pria membawa cambuk dan tali. Sepertinya mereka ingin menangkap anak-anak kecil itu. Anak-anak itu menolak tidak mau, dan mereka bersembunyi di belakang seorang gadis, meminta perlindungan dari gadis itu. Aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa gadis itu…

“Apa yang kalian lakukan? Berani-beraninya kalian menangkap anak-anak yang tidak berdosa!”, terdengar suara gadis muda itu marah.

Agashi! Kau tidak perlu ikut campur! Kami tidak punya urusan denganmu!”, salah seorang dari pria itu tampak sama marahnya.

“Tidak akan ku biarkan kau membawa mereka!”, aku mencoba semakin mendekat ke dalam kerumunan orang-orang. Para pengawalku sukses membuat jalan untukku dan menyingkirkan orang-orang. Kini aku bisa melihat jelas, wajah gadis muda itu… Mataku berkaca-kaca, lidahku terasa kelu, kakiku terasa lemas…

“Hye Rung-a…..”

-to be continued-

Comment: gimana ceritanya guys? Menarik gak? yang pengen lanjutannya, beri like dan komennya. Biar aku juga semangat buat ceritanya. Thanks udah nyempetin baca… sampai ketemu lagi di bagian selanjutnya

8 responses to “[Prolog] After “Scholar Who Walk at Night”

  1. God job buat author , aq juga kurang puas MA ending swwatn, Anda ini bisa JD pnghbr yg manis..tp kurang panjang Saeng …..

  2. Pingback: [Chapter 1] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  3. Pingback: [Chapter 2] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  4. Pingback: [Chapter 3] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  5. Pingback: [Chapter Tambahan] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  6. Pingback: [Chapter 4] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  7. Wawww baru baca nih, authornya sama kaya aku ya sama2 gak terima hye ryong mati nd kisah cinta mereka gitu aja hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s