STATION the Series #2 : Rain

rain-station

STATION the Series

#2: Rain

.

ssenxiu

.

Cast:

Joshua (SVT) as Hong Jisoo

OC as Lee Yooreum

.

angst, tragedy, romance school-life || Ficlet-series || Teen

.

Previous Story:

#1: Spring Love

===000===

Memories come down when it rains, spreading pain

Reminiscing you in my heart

===000===

 

Sebenarnya aku sangat tidak suka hujan. Menurutku, hujan hanyalah perusak sebuah rencana. Namun, pandanganku berubah semenjak aku mengenal Yooreum.

Aku banyak memperlajari arti hidup darinya. Dia juga yang membuatku menyukai hujan. Namun, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku kembali membenci hujan.

Flashback

Di kala itu hujan dan Yooreum sedang menunggu diluar. Aku masih terdiam di tempatku dan memandanginya sambil tersenyum.

Aku tak menyadari ada mobil berkecepatan sedang melaju ke arah Yooreum. Saat Yooreum hendak menghampiriku, mobil itu menabraknya.

Aku tidak bisa berbuat apa apa karena aku terkejut dengan kejadian itu. Pelan pelan kuhampiri Yooreum yang tergeletak di jalanan.

Kepalanya mengeluarkan banyak darah. Aku menangis sambil berteriak minta tolong. Teriakanku berhenti karena Yooreum menyentuh pipiku dengan sisa tenaganya

“M-m-mianhae.. Ji-jisoo. Y-y-yooreum ti-tidak bi-bisa ber-sama-mu la-gi..”

“Tidak!! Kau tidak boleh mati!! Tidak boleh!!”

Yooreum tersenyum kepadaku

“Ka-kau.. ha-rus mencari wanita yang bisa mencintaimu seperti aku mencintaimu… kalau bisa-”

Yooreum meneteskan air matanya

“-wanita itu tidak lebih cantik dariku-”

Aku menangis memandangi Yooreum.

“Kenapa kau bicara seperti Yooreum??!! Yooreum!!”

“-tidak lebih bawel dariku… tidak lebih perhatian dariku-“

Yooreum semakin menangis. Ia memegangi tanganku dengan lemah

“-aku takut kau akan melupakanku”

Aku menangis dan tetap menangis. Dia mengatakan semua ini seolah olah aku akan melupakannya seperti laki laki yang lain

“Dihidupku, aku hanya punya satu orang yang kucintai. Orang itu adalah kau Lee Yooreum!!”

Yooreum hanya tersenyum lirih.

“Ja-jangan..lu-lupakan…a-aku…”

“Yooreum!!”

Perlahan, ia mendekatkan bibirnya ke arahku. Bibir kami saling bertaut di dalam keheningan. Tiba tiba, tangannya terkulai lemas dan bibirnya lepas dari bibirku.

Aku terdiam. Aku mengecek nafasnya berulang kali namun nihil. Ia sama sekali tidak bernapas.

“Yooreum??”

Tangisku pecah seketika. Tepat sesudah Yooreum menghembuskan napas terakhirnya, ambulans baru datang

“Permisi anak muda, kami harus membawa nona ini ke rumah sakit” ujar petugas yang datang ke situ

Emosiku memuncak. Kenapa saat gadisku sudah meninggal mereka baru datang??!! Kenapa??!!

“KENAPA BARU DATANG SEKARANG BODOH??!!! GARA GARA BANTUAN TIDAK KUNJUNG DATANG, GADISKU TIDAK BISA TERTOLONG!!!” kataku mengamuk.

Keluarga Yooreum yang datang ke sana terkejut melihatku mengamuk. Yoochun, kakak laki laki Yooreum segera menenangkanku.

“Jisoo hentikan!! Hentikan!!”

“Lepaskan aku hyung!! Si Bodoh ini harus kuhabisi!! Seandainya bantuan lebih cepat datang, Yooreum tidak akan mati!!”

Saat itu juga, aku merasakan kepalaku pusing. Sayup sayup aku masih mendengar Yoochun hyung memanggil. Akhirnya semuanya gelap

 

Sebenarnya, alasan paling utama kenapa aku kembali membenci hujan karena kepergian Yooreum. Setiap tetes hujan yang turun, selalu mengingatkan memori memori indahku dengan Yooreum.

“Jisoo??”

Aku menoleh ke arah eomma. Ia masuk dan mengelus kepalaku.

“Tadi kakak Yooreum ke sini”

“Yoochun hyung? Apa dia sudah pulang?”

“Sudah. Maaf,  tidak memberitaumu. Ibu kira kau masih butuh waktu untuk sendiri”

“Aniyo, eomma. Bagaimanapun aku harus merelakan Yooreum”

“Oya, tadi kakak Yooreum menyerahkan ini pada ibu” kata Nyonya Hong sambil menyerahkan sebuah buku berwarna biru

“Ini kan diary Yooreum?? Kenapa diberikan kepadaku??”

“Entahlah. Yoochun hanya bilang bahwa kau bisa menyimpannya karena ini memang ditujukan untukmu”

“Baiklah.  Gomawo, eomma”

Setelah eomma pergi, aku merebahkan diriku dikasur. Aku membuka lembar demi lembar buku itu.

Air mata mulai membasahi mataku karena isi dari buku itu. Di buku itu, hampir tidak ada foto Yooreum. Semua hanya foto diriku

Terakhir, di halaman paling belakang ada sebuah surat yang ditujukan untuku

 

Tuhan, aku mencintai Jisoo.

Kumohon, selalu lindungi kami berdua.

Aku senang sekali sangat mengetahui bahwa aku akan bertunangan ke Jisoo.

Namun, kenapa akhir akhir ini firasatku tidak enak ya?

Apakah ini pertanda bahwa aku akan pergi?

Aku harap tidak…

 

Jisoo

 Untuk berjaga jaga,

aku sudah menulis sebuah permintaan dan surat untukmu.

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih

Kau mau ada disampingku

Kau tetap sabar disaat aku sedang bawel

Kau selalu ada disampingku saat aku membutuhkanmu

Kau selalu menjadi orang yang terpenting di hidupku

 

Aku ada permintaan untukmu

Bisakah kau menyanyikan satu lagu untukku?

Aku ingin saat aku memang benar benar pergi,

aku bisa mendengar suaramu

 

Tangisku pecah seketika. Aku merutuki diriku karena aku kurang peka dengan firasat Yooreum. Andai aku lebih peka.. andaikan..

Baiklah. Aku akan memenuhi permintaan terakhir Yooreum. Aku bersiap menuju makam Yooreum dengan ditemani Yoochun hyung

Di sana, aku siap dengan gitarku. Kunyanyikan lagu Day By Day kesukaan Yooreum. Yoochun hyung diam diam menangis karena sedih melihatku

Di akhir lagu, aku mencium foto Yooreum yang ada di makam itu dan tersenyum.

“Aku akan belajar mencintai hujan lagi, Yooreum. Aku beruntung memilikimu. Aku harap kau bahagia di sana. Aku mencintaimu, Yooreum”

THE END

Part 2 sudah keluar!! Oke.. selamat membaca!! Keep RCL YESSS

Sankyu!!

4 responses to “STATION the Series #2 : Rain

  1. aku kira ini cerita chapter tokoh nya sama eh tahu nya beda😀
    Tapi aku suka singkat padat dan jelas. rasanya juga dapet.hehe

  2. Pingback: STATION the Series #3 : Deoksugung Stonewall Walkway – FFindo·

  3. Pingback: STATION the Series #4 : Borders | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s