[Chapter 1] After “Scholar Who Walk at Night”

after scholar

Title:After “Scholar Who Walk at Night”

Copyright © Lee Ice

Author:Leejiraice (Lee Ice)

Main Cast: |Shim Chang Min as Raja Lee Yoon|, |Kim So Eun as Lee Sa Eun/Choi Hye Rung|, |Lee So Hyuk as Vampir Gwi|

Suporting Cast: –

Length: Series

Rating: 17+

Genre: Saeguk, Sequel of Drama, Fantasy, Mystery, Romance, Vampire

Disclaimer: After “Scholar Who Walk at Night” merupakan sequel dari drama korea Scholar Who Walk at Night (hasil imajinasi saya sendiri dari berbagai sumber inspirasi dan karena tidak puas dengan endingnya. hehee).

Note: Cerita ini sudah pernah saya publish di akun wattpad saya (ice-cream @leejiraice) dan masih tahap on going.

Summary: Menceritakan kembali kisah cinta yang terjalin antara Raja Yoon (Shim Chang Min), Lee Sa Eun (Kim So Eun) yang memiliki kemiripan wajah dengan mendiang istrinya Choi Hye Rung, dan Vampir Gwi (Lee So Hyuk) yang sempat musnah karena di kalahkan oleh Yoon dan Kim Seung Yeol. Bagaimana kisah yang akan terjalin diantara mereka?

Daftar Isi: |Prolog|

After “Scholar Who Walk at Night” Chapter 1
Gwi Loves Hye Rung

Warning: Di dalam cerita ini mungkin ada adegan yang belum layak dibaca bagi yang berumur U-17. Untuk itu mohon kesadaran diri dan kebijaksanaan anda…

Happy Reading…

———————————–

– Flashback 1 Tahun yang lalu-

Gwi POV

Hari ini aku akan menyelesaikan semuanya. Di dalam lubuk hatiku yang terdalam, aku membenarkan ucapan Hye Rung. Aku benar-benar cemburu karena tidak bisa memiliki hati manusia yang sangat-sangat ingin ku miliki, yaitu kau Hye Rung. Sebenarnya, aku mulai lelah dengan semua ini (tahta, manusia, dan pertarungan), dan aku ingin memulai semuanya dari awal denganmu. Aku ingin membawamu pergi jauh denganku, dimana tak ada satu manusia pun yang akan mengganggu kita. Tapi ucapanmu di malam itu, benar-benar membuatku cemburu dan semakin ingin menghancurkan orang yang paling kau cintai itu, Lee Yoon. Dan pada akhirnya, kaulah yang menjadi kelemahanku Hye Rung-a. Aku telah memberikan hatiku padamu…

Aku terkejut ternyata Lee Yoon datang berlutut padaku dan memohon untuk menyelamatkanmu. Di luar dugaan, ternyata dia juga mencintaimu. Cintamu bukan lagi cinta yang bertepuk sebelah tangan. Dan aku, kini justru cintaku yang benar-benar bertepuk sebelah tangan. Aku benar-benar marah saat itu, saat kau dengan sengaja menusuk punggungku.

“Mian… mian… Hye Rung-a…..”, Gwi mulai meneteskan air matanya sambil memegang erat tangan Hye Rung yang mulai membeku.

**

Gwi menatap Hye Rung sangat lekat. Gwi mulai menyentuh pipi Hye Rung dengan jemarinya yang berlumuran darah Hye Rung. Dia memandang tangannya sendiri, tangan itulah yang telah membuat orang yang dicintainya pergi. Kini jari telunjuk Gwi menelusuri bibir tipis Hye Rung. Bibir yang sudah memucat, tidak lagi berwarna merah muda. Bibir sinis yang selama ini ingin di cumbunya, di lumatnya. Gwi mendekatkan wajahnya pada wajah Hye Rung.

Gwi mulai mulai mencium bibir atas Hye Rung. Dirasakannya bibir yang mulai membeku itu. Hambar, seperti itulah rasanya. Sekarang giliran bibir bawah Hye Rung yang dia cium. Yang kemudian berubah menjadi sebuah sesapan.

Gwi POV

Ini pertama kalinya aku merasakan bibirmu. Aku sama sekali tidak merasakan apapun. Entah karena kau yang telah membeku, atau memang perasaanku yang telah mati. Tanpa terasa, air mataku telah membahasi pipiku.

Tidak peduli kebisuanmu, aku mulai mensesapi bibir atas dan bawahmu bergantian. Pasti kau akan langsung menamparku, jika kau tahu perbuatanku. Tapi, itu tidak mungkin…

Gwi POV end

Kini ciuman Gwi mulai turun ke leher Hye Rung. Memulai ciumannya dari luka yang telah dia torehkan pada leher mulus Hye Rung. Menjilati darah Hye Ryung yang mulai mengering. Saat Gwi sampai di leher Hye Rung yang dulu pernah dia gigit, dia teringat akan hal itu. Gwi mencoba mengingat sesuatu. Akhirnya, sebuah senyuman mengembang di bibirnya…

-Flashback end-

**

Lee Yoon POV

“Tidak! Mana mungkin! Hye Rung-a….”, wajah Hye Rung benar-benar tergambar jelas dimataku. Hanya saja, dia mengenakan hanbok yang sederhana, tidak terlalu mewah, bahkan warnanya cenderung polos. Mataku berkaca-kaca. Antara percaya dan tidak. Aku tidak tahu, apa yang harus ku lakukan. Para pengawal sama terkejutnya denganku. Namun mereka tidak berani melakukan tindakan apapun, tanpa instruksi dariku.

Ku lihat gadis itu masih beradu mulut dengan pria-pria kasar itu. Hanya saja, aku bisa melihat rasa takut yang terbesit di sudut matanya yang hitam. Mata itu, bukanlah mata Hye Rung yang selalu dingin, walaupun dalam keadaan takut sekalipun.

Aku bisa melihat tangannya mulai gemetaran, meskipun mulutnya masih menebar ancaman.

Para lelaki itu mulai kehilangan kesabarannya. Mereka berniat menyingkirkan gadis itu terlebih dahulu karena menjadi penghalangnya. Dan benar, 2 orang lelaki bertubuh kekar hitam mulai memegangi kedua tangan Hye Rung yang meronta-ronta kesakitan. Sedangkan pria-pria lainnya mulai menangkap dan hendak mengikat anak-anak itu dengan tali.

“Hentikan! Apa yang kalian lakukan?”, aku kehilangan kesabaranku dan membentak mereka.

“Huffttt… Siapa lagi yang mau sok jadi pahlawan, ha?!”, salah seorang dari mereka muludah karena kesal.

Para pengawalku hendak maju mengahajar si Pria yang meludah tapi. Namun aku mengepalkan tanganku ke atas. Aku ingin tahu terlebih dahulu alasan mereka melakukan hal itu.

“Apa yang kalian lakukan dengan menangkap anak-anak? Ha?”, aku kembali bertanya.

“Memang apa masalahmu? Oh.. kau terlihat seperti seorang bangsawan… Pasti kau memiliki harta yang melimpah… teman-teman, sepertinya kita punya mainan baru…”, para pria itu mulai menghentikan aktivitasnya dan melangkah maju ke arahku. 2 pria yang memegangi gadis itu mendorongnya dengan kasar. Gadis itupun tersungkur ke tanah. Dan aku marah melihatnya.

Mereka semakin mendekat padaku dan telah menghunuskan senjatanya. Salah seorang dari mereka bahkan telah mengarahakan pedangnya padaku.

“Hentikan! Dia yang mulia Raja!!!”, salah seorang pengawalku telah kehilangan kesabarannya melihat tingkah mereka.

“HAHAHAHAHAAA! Yang Mulia Raja, katamu?? Cuuhhhh… Lelucon macam itu!”, pria yang menghunuskan pedangnya padaku meludah kembali dan hampir mengenai kakiku.

“Ayo teman-teman! Maju!!”,

“Lindungi yang Mulia Raja!”, belum sempat mereka melancarkan aksinya, para pengawalku telah bergerak dan mengepung mereka. Setelahnya ada tambahan pengawal lain yang dibawa oleh mantan pengawal Hye Rung.

Dalam sekejap, pria-pria itu dapat di lumpuhkan. Dan semua orang yang sedari tadi menyaksikan kejadian itu ikut berlutut. Mereka terkejut sekaligus takut, Rajanya berada di situ. Hanya satu orang yang tidak menunduk. Orang itu masih pada posisinya semula. Terduduk di tanah terkejut. Entah apa yang mengejutkannya. Yang pasti, matanya menatap tajam ke arahku tak percaya…

“Hye Rung-a… Benarkah itu dirimu?”,

-to be continued-

baca cerita sebelumnya Prolog

Mian, pendek… Pengen lihat respon dulu. Juga kalau di awal minggu kayak gini, biasanya aku sibuk nugas.. Hehe.. Sampai ketemu di kesempatan yang lain, ya??

11 responses to “[Chapter 1] After “Scholar Who Walk at Night”

  1. Yap bnr bgt, sngt pendek..enak2 baca ehhh TBC deh..walaupun gwi tuh jahat tp aq suka bgt MA tampangnya, dingin sadis tp mendebarkan klo d pandang. Semangat buat author.. Salam kenal ini reader baru walaupun sudah emak2 tp suka bgt MA korean fanfic, khususnya sm tokoh Kim so Eun. Soalnya aq fans berat MA unnie ini.

  2. oh hai salam kenal aku reader baru ffmu yg after.. tadinya cuman ngubek2 ffnya kim so eun tapi nggak nyangka bakalan ada yg ngelanjutin drama swwtn.. ditunggu next updatenya chingu🙂

  3. Pingback: [Chapter 2] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  4. Pingback: [Chapter 3] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  5. Pingback: [Chapter Tambahan] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  6. Pingback: [Chapter 4] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s