[Chapter 2] After “Scholar Who Walk at Night”

after scholar

Title:After “Scholar Who Walk at Night”

Copyright © Lee Ice

Author:Leejiraice (Lee Ice)

Main Cast: |Shim Chang Min as Raja Lee Yoon|, |Kim So Eun as Lee Sa Eun/Choi Hye Rung|, |Lee So Hyuk as Vampir Gwi|

Suporting Cast: –

Length: Series

Rating: 17+

Genre: Saeguk, Sequel of Drama, Fantasy, Mystery, Romance, Vampire

Disclaimer: After “Scholar Who Walk at Night” merupakan sequel dari drama korea Scholar Who Walk at Night (hasil imajinasi saya sendiri dari berbagai sumber inspirasi dan karena tidak puas dengan endingnya. hehee).

Note: Cerita ini sudah pernah saya publish di akun wattpad saya (ice-cream @leejiraice) dan masih tahap on going.

Summary: Menceritakan kembali kisah cinta yang terjalin antara Raja Yoon (Shim Chang Min), Lee Sa Eun (Kim So Eun) yang memiliki kemiripan wajah dengan mendiang istrinya Choi Hye Rung, dan Vampir Gwi (Lee So Hyuk) yang sempat musnah karena di kalahkan oleh Yoon dan Kim Seung Yeol. Bagaimana kisah yang akan terjalin diantara mereka?

Daftar Isi: |Prolog| |Chapter 1|

After “Scholar Who Walk at Night” Chapter 2
He is My King

Warning: Di dalam cerita ini ada sedikit modifikasi dari cerita yang saya terbitkan di wattpad, namun tidak terlalu merubah isi cerita.

Happy Reading…

————————————

Di sebuah desa, di malam yang begitu pekat. Cahaya sinar rembulan tak bisa sepenuhnya menjamah desa tersebut. Desa yang awalnya sunyi itu pun tiba-tiba terjadi kegemparan. Sekumpulan namja yang bertubuh tinggi dan kekar memporakporandakan isi desa tersebut.

Tujuan mereka adalah menangkap anak-anak budak yang melarikan diri ke desa tersebut. Hukum mereka adalah barang siapa yang orang tuanya budak, maka anak-anaknya juga budak, kecuali jika anak-anak itu dibebaskan dengan cara membayar upeti yang ditentukan. Tapi bagaimana bisa membayar, untuk makan sehari-hari saja, mereka kekurangan. Akibat krisis satu tahun yang lalu di istana, desa tersebut menjadi kurang terurus. Satu-satunya bangsawan yang mau berbaik hati membantu mereka adalah keluarga mendiang Lee.

Yaitu putri dari mendiang Lee, seorang gadis muda yang pemberani, tak begitu saja membiarkan anak-anak itu dibawa oleh para pemburu budak itu. Agashi itu bahkan rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi mereka. Tapi yang namanya kekuatan seorang perempuan, pastilah ada batasnya, kan? Gadis itu di dorong oleh namja-namja itu hingga tersungkur ke tanah.

Lee So Eun POV

Aku masih tersungkur di tanah. Kurasakan kakiku yang sepertinya terkilir. Beberapa saat setelah terjadi keributan. Para pemburu budak bayaran itu telah di lumpuhkan. Semua orang yang juga menyaksikan kejadian itu mulai berlutut dan menunduk. Aku memandang pria yang menyebut dirinya raja itu. Kalaupun dia benar-benar Raja, apa yang selama ini dia lakukan untuk rakyatnya. Kemana saja dirinya ketika rakyatnya mengalami kesengsaraan dan kelaparan. Aku benar-benar tidak suka padanya.

Dia berjalan mendekat kearahku. Ahhh! Apa dia baru merasa bersalah ketika mengetahui kenyataannya. Aku tidak peduli dengan kehadirannya. Aku mencoba berdiri. AKHH!!! Tapi kakiku terasa sangat sakit. Aku benar-benar tidak bisa berdiri.

Hal tak terduga terjadi. Tanpa berkata-kata, pria itu mengulurkan tangannya padaku. Padangannya padaku adalah pandangan keterkejutan bercampur rasa bersalah. Aku hampir bisa melihat air mata di sudut matanya. Aku menatap tangannya. Tangannya lembut. Mungkin dia benar-benar seorang Raja. Jarang sekali aku menemukan pria yang bertangan lembut. Kebanyakan dari yang ku temui adalah pria-pria pekerja keras yang banting tulang untuk keluarganya.

Dia mengulurkan tangannya lebih dekat padaku. Menawarkan bantuan. Awalnya aku menolak, tapi aku bisa melihat ketulusan di matanya. Aku hampir menerima uluran tangannya.

“Hye Rung-a…”, bisiknya lirih. Hye Rung? Siapa dia? Tanganku menggantung di udara. Terasa berat. Berat sekali. Entah kenapa? Aku menurunkan tanganku kembali. Aku sadar akan posisiku. Kuputuskan untuk menunduk.

Lee Sa Eun POV END

**

Lee Yoon POV

Setelah kejadian tadi malam. Kuputuskan untuk menginap di desa itu sementara. Mencoba menyelesaikan masalah yang ada dan menerima keluhan dari rakyat-rakyatku. Aku sadar, selama ini aku terlalu fokus menghancurkan sisa-sisa kebiadaban Gwi dan melupakan rakyat-rakyat pinggiran. Terlebih lagi, karena gadis itu. Lee Sae Eun.

Aku telah menyelidikinya. Dia adalah seorang pengusaha kain dan pakaian yang baru beberapa bulan ini berada di desa ini. Dia hidup sebatang kara. Tidak ada yang tahu asalnya, kecuali seorang pengawal setianya dan seorang wanita yang bekerja untuknya. Dia memiliki kekayaan yang berlebih dan selalu membantu warga desa yang kekurangan. Termasuk membebaskan beberapa budak dan anak-anaknya. Menurut warga desa, dia adalah gadis dermawan yang ceria. Dia juga memiliki sanggar yang mengajarkan anak-anak desa yang tidak mampu membuat kain, pakaian, dan menyulam. Dia bagaikan dewi penolong.

Aku mulai membayangkan bagaimana keceriaannya. Mengingat aku tidak pernah melihat keceriaan Hye Rung selama ini. Ohh! Hye Ryung-ku yang malang. Aku bahkan belum sempat menunjukkan cintaku padamu.

Siang ini aku memutuskan untuk kembali ke istana. Namun sebelumnya, aku ingin melihat gadis itu lagi untuk terakhir kalinya. Terakhir kali? Ahh tidak ! Aku berharap akan selalu bertemu dengannya.

Aku mendengar suara tawa anak-anak kecil di balik tembok itu. Ya, di kediaman gadis itu. Aku ingin mengucapkan terima kasihku padanya, karena telah membantu rakyatku. Dan menyampaikan permintaan maafku, karena sebagai raja, aku tidak bisa melindunginya.

Kulihat anak-anak sedang bermain sepak bola. Mereka berlari kesana kemari. Terlihat sungguh bahagia. Mataku menemukan seseorang yang ku cari. Gadis itu memakai hanbok ungu dan bawahan abu-abu. Aku terkejut. Baju itu hampir sama persis dengan baju yang Hye Rung kenakan saat aku bertemu dengannya pertama kali. Hanya saja, wajah gadis itu benar-benar ceria dan bisa ku lihat tawa bahagianya bermain bersama anak-anak. Sekali lagi, aku merasa sangat bersalah pada Hye Rung. Dia selalu diselimuti dengan kesedihan dan kekhawatiran. Aku benar-benar gagal membuatnya bahagia.

Aku kembali memandang gadis itu. Sesaat ku lihat dia berlari mundur dan hampir tersandung batu yang ada di belakangnya.

Lee Yoon POV END

**

Lee Sa Eun POV

“KYAAAA!!!”, aku pasrah jika harus kembali merasakan sakit. Sudah pasti, tubuhku akan tersungkur ke belakang. Aku menutup mataku rapat-rapat. Mempersiapkan rasa sakit yang akan kembali melandaku.

Tidak? Aku tidak merasakan sakit. Sebaliknya, aku merasakan pelukan hangat di tubuhku. Tangan, aku merasakan tangan kekar namun lembut yang menahan tubuhku. Satu tangan di punggungku, satu tangan di pinggangku. Darahku berdesir merasakan sentuhannya, apalagi hanbok yang sekarang kukenakan lebih tipis dari biasanya. Aku membuka mataku perlahan. Melihat si pemilik tangan tersebut.

Aku terkejut bukan main. Dia adalah yang mulia Raja. Aku segera bangkit dari pelukannya. Tanpa pikir panjang aku berusaha mundur darinya. Namun sialnya, jepit rambutku ternyata menyangkut di lengan baju yang mulia Raja. Dan alhasil, aku justru terjungkal kedepan. Kepelukan yang mulia Raja.

Lee Sa Eun POV END

**

Lee Yoon POV

Darahku berdesir dan jantungku berdegub kencang ketika tubuh kami benar-benar bertemu. Gadis itu justru tersungkur ke dalam pelukanku karena jepit rambutnya menyangkut di lenganku. Aku bisa merasakan dadanya yang menempel di dadaku. Ohh!! Apa yang terjadi dengan tubuhku. Aroma gadis itu benar-benar harum, apalagi rambutnya yang hitam dan lembut. Aku belum pernah melakukan hal seintens ini dengan wanita manapun, termasuk dengan Hye Rung. Kebersamaanku dengan Hye Rung terjadi saat aku masih dilanda ketakutan dan kekacauan karena melayani vampire sialan itu, Gwi. Aku belum benar-benar membuka hatiku untuk siapapun. Yang ada dibenakku hanyalah cara untuk mengakhiri kekejaman Gwi dan membebaskan rakyatku darinya. Dan sekarang setelah semua itu telah tercapai, aku kehilangan hal terbesar dalam hidupku. Cintaku… Hye Rung ku.

Sekarang kami kembali ke dunia nyata. Aku telah melaksanakan tujuan kedatanganku kemari. Sejenak aku memandangi gadis yang sedang menunduk di depanku itu. Wajahnya benar-benar mirip dengan Hye Rung ku, namun pandangan, sikap, dan pesonanya benar-benar berbeda. Gadis yang lembut dan penuh kasih sayang, seperti ibuku.

“Aku bingung. Apakah sebaiknya aku mulai membuka hatiku. Tapi aku juga takut, bayangan Hye Rung masih tergambar jelas di hati dan benakku. Kalaupun aku berhasil membuka hatiku. Akankah gadis itu juga akan melakukan hal yang sama denganku… Entahlah….”,

-to be continued-

Coment: Mian ya kalo bahasaku masih radak berantakan. Soalnya aku nulis part-part awal ini udah lama. Tapi kedepannya, aku bakalan memperbaiki tulisanku. Oke? Masihkan ingin lanjut?

 

10 responses to “[Chapter 2] After “Scholar Who Walk at Night”

  1. pasti lanjut dong.. oh ya aku nggak sempet komen di prolog maaf ya chingu.. yang aku baca dari prolog dan aku simpulkan.. ada kemungkinan nggak kalo lee so eun itu hye ryung? soalnya gwi terlalu mencurigakan.. ewww di postnya jgn lama lama yak.. kayaknya udah pada love at girst sight nih.. oh boleh kenalan nggak sama author yg cantik ?? kkkkk
    nb:kurang panjanggg bgt.. apa aku yg baca kecepetan yak? sorry.. fighting nulisnya!!

    • Oke, di tunggu kelanjutannya, ya.. Kemungkinan hari ini aku post lagi…
      Gpp, komen kapanpun boleh kok. Ada yang baca ceritaku aja au udah seneng😉
      Boleh dong, tentunya.. Aku author baru disini, kebetulan.
      Sebenarnya di wattap sih pendek-pendek.. Tapi nanti aku modif biar agak panjangan deh..

    • Sebenarnya di wattap sih pendek-pendek.. Tapi karena banyak yang minta di panjangin, next ceritanya nanti aku modif biar agak panjangan deh..
      Ditunggu ya..

  2. Pingback: [Chapter 3] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  3. Pingback: [Chapter Tambahan] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  4. Pingback: [Chapter 4] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s