[Chapter 3] After “Scholar Who Walk at Night”

after scholar

Title:After “Scholar Who Walk at Night”

Copyright © Lee Ice

Author:Leejiraice (Lee Ice)

Main Cast: |Shim Chang Min as Raja Lee Yoon|, |Kim So Eun as Lee Sa Eun/Choi Hye Rung|, |Lee So Hyuk as Vampir Gwi|

Suporting Cast: –

Length: Series

Rating: 17+

Genre: Saeguk, Sequel of Drama, Fantasy, Mystery, Romance, Vampire

Disclaimer: After “Scholar Who Walk at Night” merupakan sequel dari drama korea Scholar Who Walk at Night (hasil imajinasi saya sendiri dari berbagai sumber inspirasi dan karena tidak puas dengan endingnya. hehee).

Note: Cerita ini sudah pernah saya publish di akun wattpad saya (ice-cream @leejiraice) dan masih tahap on going.

Summary: Menceritakan kembali kisah cinta yang terjalin antara Raja Yoon (Shim Chang Min), Lee Sa Eun (Kim So Eun) yang memiliki kemiripan wajah dengan mendiang istrinya Choi Hye Rung, dan Vampir Gwi (Lee So Hyuk) yang sempat musnah karena di kalahkan oleh Yoon dan Kim Seung Yeol. Bagaimana kisah yang akan terjalin diantara mereka?

Daftar Isi: |Prolog| |Chapter 1| |Chapter 2|

After “Scholar Who Walk at Night” Chapter 3
Lady in Waiting

Warning: Di dalam cerita ini ada modifikasi dari versi yang saya terbitkan di wattpad.

Happy Reading…

————————————-

Yoon telah kembali ke istana. Pertemuannya dengan Lee Sa Eun, gadis yang memiliki kemiripan wajah dengan mendiang permaisuru Hye Ryung, benar-benar membuatnya gundah. Pasalnya, dia merasakan ada getaran aneh bahkan hanya ketika menatap mata gadis itu. Dia gadis yang baik dan cantik. Dia juga ceria, berbeda dengan Hye Rung yang selalu di liputi aura kesedihan dan penuh tekanan. Meskipun Hye Ryung selama ini menipunya- karena bekerja dibawah perintah Gwi, Yoon yakin jika itu semua karena tuntutan kewajibannya. Dan semua itu karena ulah ayahnya yang tak bertanggung jawab dan menjadikannya pelayan Gwi. Dan yang paling penting, dia rela mengorbankan nyawanya demi dirinya dan rakyatnya. Juga hatinya setia pada Yoon meski Yoon tak benar-benar menganggapnya ada di semasa hidupnya.

Ada perasaan bahwa Yoon ingin membuka hatinya untuk Sa Eun, tapi dia juga terbayang-bayang dengan mendiang permaisuri Hye Ryung. Dia sudah menetpakan hatinya untuk Hye Ryung. Apakah boleh dia melepaskan Hye Ryung.

“Hye Ryung-a… Nan eottokhe?”, Yoon menatap tusuk konde peninggalan Hye Ryung. Hanya tusuk konde itulah yang bisa mengobati rasa rindunya pada Hye Ryung. Namun bayangan-bayangan kebersamaannya dengan Sa Eun kemarin, terus saja terngiang di benak Yoon. AKHHH! Yoon mendesah frustasi.

***

Beberapa hari berikutnya…

Ditengah malam yang sunyi. Yang terdengar hanyalah rentetan suara burung hantu. Burung itu tampak gelisah dalam tenggerannya, seolah-olah ada sesuatu yang mengganggunya. Jika mitos tentang burung hantu benar, mungkin akan terjadi suatu hal yang buruk atau kematian seseorang.

“Bakar mereka semua…”, terdengar suara dingin seorang perempuan. Terdapat nada kemarahan dan kebencian di dalamnya. Wanita itu tampak tersenyum licik. Dia benar-benar membencinya- seorang gadis muda yang hampir saja mengalahkan bisnisnya.

Beberapa orang pria berpakaian ninja, mulai melancarkan aksinya. Mereka mengendap-ngendap di suatu kediaman dan perlahan-lahan melumpuhkan setiap penjaga yang sedang berjaga. Satu demi satu penjaga mulai roboh, begitu juga dengan para pelayan. Mereka membius semuanya. Pemimpin dari pria-pria itu sudah berada di depan kamar sasaran utama mereka. Kamarnya itu hanya di terangi sebuah lentara. Bagus, sepertinya dia belum menyadari kedatangan kami, pikirnya. Pelan namun pasti, pria itu membuka pintu kamar tersebut. Dan menerobos masuk kedalamnya.

Sementara api mulai menjalar…

Lee Yoon POV

“Yang Mulia….. Yang Mulia…. Tolong….”, suara itu. Aku mendengar suara Hye Ryung berteriak meminta tolong. Aku mulai mencari ke arah sumber suara itu. Semuanya gelap, aku berlari tanpa tahu arah.

“Yang Mulia….. Yang Mulia… Yang Mulia….”, aku kembali mendengar suara itu. Betapa terkejutnya aku ketika melihat kobaran api yang sangat besar di hadapanku. Sebuah kediaman yang terbakar. Aku melihat sesosok wanita yang sedang kesakitan di dalam kobaran api itu. Aku mendekatinya, namun harus mundur kembali karena panasnya api. Aku mulai melihat wanita itu dengan jelas. Hye Ryung-a… ah, tidak, itu Sa Eun, Lee Sa Eun….

“Yang Mulia…. Tolong….”, dia menatapku dengan penuh harap. Dia hamir kehilangan kesadarannya, bahkan hanbok bawahnya sudah mulai terbakar. Aku berusaha menyelamatkannya. Namun api terlalu besar. Dan akhirnya, gadis itu hilang di dalam kobaran api yang mulai membesar dengan meneriakkan namaku. Dan semuanya kembali gelap gulita.

“TIDAKKKKK!….”, aku terbangun. Menatap sekelilingku. Tidak ada api, aku berada di ruangan yang sangat aku kenal, di kamar mendiang istriku, Choi Hye Ryung. Ini hanya mimpi? Tubuhku bermandian keringat. Tidak! Aku punya firasat buruk.

Lee Yoon POV END

Lee Yoon kemudian memanggil pengawal Jang (Pengawal setia Hye Rung terdahulu). Firasat-firasat buruk terus mengusik malamnya. Kantuk yang menderanya, hilang begitu saja. Dia harus memastikan sesuatu.

***

Pengawal Jang dan beberapa pengawal lainnya telah sampai di desa itu. Ternyata Yoon menyuruhnya untuk datang ke desa dimana Sa Eun tinggal.

“Kebakaran…. kebakaran….”, terdengar suara ricuh warga desa. Para pengawal mulai panik dan mulai menuju ke arah kebakaran itu. Api sudah mengepul tinggi di langit.

Astaga! Kediaman Lee Sa Eun sudah terbakar habis. Sepertiga dari rumah bahkan sudah mulai roboh. Air yang dibawa penduduk desa tak bermanfaa sama sekali. Para pengawal mulai panik dan mencari pemilik rumah. Namun terlambat. Lee Sa Eun sudah tidak tertolong. Bukan hanya Sa Eun, bahkan hampir seluruh penghuni kediaman itu mati terbakar. Mereka tidak bisa menemukan Sa Eun, karena mayat-mayat yang ada sudah tak bisa dikenali wajahnya. Sementara itu…

“Hahaha…….”, terdengar tawa kemenangan seorang wanita. Matilah Kau!

Lee Yoon terduduk lemas di ruangannya. Kembali menatap tusuk konde milik Hye Rung. Butiran air mata mulai membasahi sudut matanya.

“Aku baru saja menemui seseorang yang mirip denganmu. Tapi, aku kembali harus kehilangannya… Maaf…”, Lee Yoon mulai menumpahkan air matanya. Takdir macam apa ini? Yoon telah kehilangan miliknya sebelum dia menyadari perasaan cintanya. Dan sekarang Yoon harus kembali kehilangan seseorang yang sama berharganya.

***

3 Minggu kemudian…

Yoon masih dalam keterpurukannya. Dia hampir tak bersemangat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Namun pengawal Jang mengingatkannya untuk tak terlalu berlarut-larut dalam kesediahan. Sama halnya dengan saat kehilangan Hye Ryung, dia harus bangkit dan memprioritaskan kesejahteraan rakyatnya. Sementara pengawal Jang akan terus menyelidiki insisden kebakaran itu.

Beberapa hari yang lalu telah dilakukan perekrutan dayang istana secara besar-besaran. Siapapun boleh menjadi dayang istana asal memenuhi persyaratan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hal ini dilakukan untuk mereformasi dayang istana yang terdahulu dan karena kekurangan tenaga di dalam istana.

Terdengar riuh tawa anak-anak dan dayang-dayang istana. Mereka senang dipilih menjadi dayang istana yang baru. Beberapa mulia menggosipkan ketampanan Raja mereka dan berharap mendapatkan tanda kehormatan dari beliau (dipilih untuk bermalam bersama Raja). Wajah mereka mulai memerah membayangkan saat-saat sepeti itu. Beberapa juga mulai menyayangkan Raja yang belum mencari pengganti permaisuri. Mereka mulai membayangkan, bagaiamana jika mereka yang akan terpilih menjadi permaisuri atau selir, meski kemungkinannya kecil.

“Tapi aku dengar, perdana menteri Hong (perdana menteri yang baru setelah ayah Hye Ryung) akan mengenalkan putrinya dengan yang Mulia…”, kata salah seorang dari mereka.

“Ahh.. benarkah? Beruntung sekali dia… terlahir menjadi anak putri perdana menteri…”, yang lain menanggapinya.

“Aku dengar, dia secantik mendiang permaisuri. Selain itu, dia pengusaha kain dan pakaian yang usahanya sukses sampai ke China. Dia pemenang sayembara jubah Raja beberapa waktu lalu….”,

“Wahhhh…… aku iri sekali…”,

Seorang gadis melewati dayang-dayang yang sedang bergosip itu seraya menggelengkan kepalanya. Heran dengan sikap mereka yang berlebihan. Sebegitu inginkah mereka memiliki Yang Mulia Raja. Bukankah seharusnya mereka sadar dengan posisinya. Baginya saat ini, hanyalah melaksanakan tugasnya sebagai dayang istana dengan baik. Lagi pula, bukanlah keinginannya untuk masuk istana dan terperangkap disini. Bahkan sebenarnya, hatinya pun sudah terperangkap oleh seseorang…

***

“Apakah jubah ini?”, Lee Yoon bertanya pada dayang kepala. Menunjuk pada sebuah jubah yang sangat mewah.

“Benar yang Mulia… Jubah itu yang kami pilih menjadi yang terbaik, jika dilihat dari semua aspek penilaian…”, dayang kepala Yang Mulia Raja tampak puas memamerkan pilihannya.

“Kau bilang, siapa tadi…”,

“Nona Hong Sae Ron… Putri perdana menteri Hong. Dialah pembuat jubah ini. Dan beliaulah pemenangnya…”, sebenarnya Yoon terlihat kurang puas dengan jubah hasil sayembara itu. Memang terlihat sangat bagus dan mewah. Warnanya yang terang menyala, rasanya yang lembut, dan sulaman yang bagus. Tapi sama sekali tidak ada kehangatan di dalamnya. Padahal niat Yoon mengadakan sayembara ini adalah untuk membangun kompetisi rakyatnya dalam bidang pakaian. Namun persepsi mereka adalah membuat jubah semewah mungkin untuk menarik perhatiannya. Yoon tidak butuh kemewaha, dia mencari sesuatu yang lain. Seperti…

Tiba-tiba mata Yoon tertuju pada sebuah jubah yang warnanya paling tidak mencolok dibandingkan yang lain. Juga tidak banyak sulamanan. Yoon memperhatikan jubah itu dengan seksama.

“Bagaimana dengan yang ini…”,

“Bahannya bukan berasal dari sutera yang Mulia. Jadi kami tidak memilihnya…”,

Yoon mengangguk mengerti. Namun dia terlihat tersenyum. Jubah seperti ini yang dia harapkan. Benar-benar terlihat hangat ketika dipakai dan di pandang rakyatnya. Dia tidak ingin terlihat mencolok. Baginya kenyamanan adalah yang terpenting daripada kemewahan. Namun tiba-tiba senyuman Yoon menghilang dan di gantikan dengan keterkejutan. Dia memperhatikan kembali sulaman pada jubah itu.

.

.

Yoon berlari menuju tempat cuci istana, seorang diri. Sendiri? Dia melarang semua kasim, pengawal, maupun dayang istana untuk mengikutinya.

Pandangannya mencari-cari sosok yang dicarinya. Dia yakin pada pemilik jubah itu. Sulaman itu, persis dengan sulaman yang pernah dilihatnya di suatu tempat. Ketika itu, Yoon sedang mengunjungi sebuah sanggar pembuatan pakaian. Pertama kali masuk, Yoon langsung tertarik dengan sebuah kain yang disulam dengan begitu cantik. Saking bagusnya, sulaman itu begitu nyata dipandang Yoon.

Tidak ada, Yoon tak menemukannya. Dia kembali menyusuri penjuru tempat itu. Rasa lelah sudah menghampirinya. Keningnya telah basah dengan keringat. Tapi dia tak menyerah. Dia yang sedang dirindukannya- berada di sini, di dekatnya.

Senyuman menghiasi wajahnya. Seorang dayang istana yang sedang sibuk menjemur kain seorang diri. Dia tampak kelelahan, beberapa kali dia harus menyeka keringat di wajahnya. Benar, itu benar-benar dia. Tanpa pikir panjang, Yoon mengahampirinya, menarik tangannya yang hendak menjemur sebuah kain dan memeluknya erat. Tidak mau melepaskannya, meski gadis itu meronta.

“Sa Eun-a… Lee Sae Eun…”, Yoon menggumamkan namanya dan sukses membuat gadis itu tertegun dan berhenti meronta.

-to be continued-

Gimana? Harus tetap lanjut atau….?

Mian kalau aneh ceritanya. sekali lagi, ini ada modifikasi dari aslinya yang ada di wattpad. Next aku akan berusaha memperbaikinya.

 

 

8 responses to “[Chapter 3] After “Scholar Who Walk at Night”

  1. please harus tetep lanjut ya authornim.. soalnya udah penasaran sama kelanjutannya harus tetep lanjut sampe end jangan php in aq😦 aku baru putus soalnya bulan kemaren #curhat wkwk sampe jadi pemainsuri pokoknya! semangat nulisnya.. oh ya authornim.. sebenernya aku pengen buka wattpad kamu tp sayang bgt aq nggak bisa gunain wattpad author punya wp nggak? aq lebih suka wp soalnya hehe jngn lupa di lanjutin ya :* kecup basaj dariku😉

    • Iya.. iya.. ditunggu ya. Tugasku lagi bener-bener numpuk😥
      Tadi malam aja aku gak begadang ngerjain tugas..
      sabar ya..
      yah, aku gak ada wp say. cuman wattpad. Tak usahain update secepatnya ya..

  2. What!!!!!…akankah ilusi raja Yoon ttng mendiang istrinya itu adalah kenyataan,saeun adalah Hye Ryun nya yg selama ini dikira mati !!!!

  3. Pingback: [Chapter Tambahan] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  4. Pingback: [Chapter 4] After “Scholar Who Walk at Night” – FFindo·

  5. Cewe itu saeun atau hye ryong sih berharapnya hye ryong yg hidup lagi jadi lee sa eun sama hye ryong itu org yg sama hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s