[Oneshoot]Memories

memories copy

Title : Memories

Author : Oh Honey

Length : Oneshoot

Rating : PG-17

Cast : Cho Kyuhyun-Hwang Eunbi

Genre : Romance

Author’s Note : fanfiction ini adalah murni dari pikiran aku sendiri. Sorry kalau ceritanya gak jelas, typo dimana mana.

Selamat membaca🙂

Don’t be silent reader ya guys🙂

Ff ini juga aku publish di blog pribadi

 

Matahari di musim semi seperti ini memang yang paling indah, kelopak bunga sakura yang berjatuhan dipinggir jalan menambah kesan damai.

Eunbi menengadahkan kepalanya menikmati setiap sentuhan dari angin yang yang membawa bunga sakura jatuh ke tanah. Rambut terurainya yang diterpa angin membuat kesan tersendiri untuknya. Berjalan kaki di musim semi seperti ini masih menjadi favorit eunbi untuk menikmati satu musim yang penuh kenangan untuknya.

 

Eunbi menghentikan kakinya, ia memandangi kedai aksesoris di seberang jalan sana. Eunbi masih ingat betul setiap kenangan yang ada di sana.

 

“kyuhyun ah, lihatlah ini cantik kan?” Eunbi mengangkat benda perak berbentuk lingkaran itu ke udara. Satu permata kecil di tengahnya membuatnya terlihat semakin manis.

“ untuk apa membeli cincin itu? Aku tidak mau memakai cincin couple itu”

Eunbi menurunkan cincin itu dan menatap kyuhyun intens. Apa yang salah dengan cincin couple ini, semua anak muda yang pacaran sering memakai cincin couple.

“bukankah kita pacaran? Semua pasangan selalu memakai barang yang sama. T-shirt couple, mantel couple, sepatu couple, topi couple dan ini.” eunbi mengangkat cincin couple itu di depan muka kyuhyun.

“itu terlalu norak untukku. Lagi pula kita bukan pasangan remaja lagi. Sebentar lagi kau akan lulus kuliah.”

“kalau kau tidak mau ya sudah kita tidak usah beli.”

Eunbi menghentakkan kakinya dan meninggalkan kyuhyun.

 

“apanya yang salah dengan memakai cincin couple. Dia terlalu banyak alasan. Apa kita harus bertengkar karena masalah sepele seperti ini. bahkan lihatlah dia tidak mengejarku.” Eunbi memutar tubuhnya ke belakang. Dia pikir kyuhyun akan segera menyusulnya tapi lihatlah sampai sekarang batang hidungnya belum kelihatan.

 

Eunbi mendudukkan tubuhnya dibangku taman. Menikmati orang – orang yang berlalu lalang di depannya sekarang jauh lebih mengasikkan dari pada melanjutnya kencannya dengan kyuhyun yang sekarang entah dimana. Merasa bangku taman ini sedikit bergoyang karena menerima beban, eunbi menolehkan pandangannya ke samping.

“ ternyata kau disini. Aku sudah mencarimu kemana mana”

“dari mana kau tahu aku disini?”

“hanya tempat yang tenang dan terbuka seperti ini yang kau suka”

“cih, apakah kau memperhatikan aku kyuhyun shi” eunbi sedikit mengejek kyuhyun

 

Kyuhyun menarik tangan eunbi dan memasang benda perak yang tadi menjadi perdebatan mereka berdua.

“jangan pernah melepaskannya. Karena kau hanya milikku”

Eunbi tidak menyangka kalau kyuhyun akan melakukan ini. bukannya tadi dia bilang kalau membenci hal seperti ini.

Kyuhyun mengangkat tangannya dan tangan eunbi di udara. Memandangai cincin perak yang melingkar manis di jari jari mereka. Eunbi menarik ujung bibirnya. Terpaan sinar matahari membuat cincin ini semakin indah.

 

“kenapa baru datang?”

“Ahjumma penjual cincin ini tidak mau memberikannya dengan harga murah. Aku harus mengambil tabunganku untuk membeli cincin ini.”

Eunbi memukul lengan kyuhyun. Kenapa dia mengatakan hal seperti itu setelah memasangkan cincin ini di jari manis eunbi.

“kalau begitu kenapa kau membelinya. Kita kembalikan saja” eunbi berdiri dari tempat duduknya tapi tangan kyuhyun menariknya duduk kembali. Eunbi memandang kyuhyun meminta penjelasan.

“saranghae. Maaf membuatmu menunggu” itu bukan jawaban yang diminta eunbi tapi entah kenapa kalimat itu bagaikan menjawab semua keraguan eunbi.

Kyuhyun menyatukan tangan mereka, menggegam tangan eunbi erat.

 

Eunbi tersenyum sendiri mengingat kejadian itu. Itu adalah hal yang sederhana dan manis yang pernah dia lalui bersama kyuhyun.

 

Eunbi melangkahkan kakinya menyeberang jalan dan terus melanjutkan perjalanannya. Eunbi memasuki gang sempit di tengah tengah bangunan toko – toko yang berdiri tegak di kota seoul.

Eunbi manarik pintu yang sudah nampak kusam itu. Gedung teather ini memang sudah jarang digunakan mungkin hanya dia yang masih sering mengunjungi tempat ini.

kyuhyun lah yang memberi tahunya tentang tempat ini. ini adalah tempat kyuhyun belajar music dulu tapi sayang karena ada pertentangan kepemilikan membuat tempat ini jarang dipakai lagi.

 

Eunbi menarik nafasnya dalam – dalam, memasuki tempat ini mengingatkannya kepada kyuhyun.

Eunbi menghidupkan computer disudut ruangan ini, untunglah computer ini masih berfungsi. Ia mengambil satu CD dari dalam tasnya dan memasukkannya ke dalam computer yang sudah terhubung ke layar proyektor.

 

Eunbi duduk di bangku penonton dan memusatkan pandangannya ke layar proyektor saat suara kyuhyun terdengar mengalun indah disana.

 

“annyeong eunbi ah. Bagaimana kabarmu?. Ini adalah video ke lima yang aku kirimkan untukmu. Aku sudah menerima semua pesanmu maaf aku tidak bisa membalasnya. Aku juga merindukanmu Eunbi ah. Aku sangat sangat merindukanmu. Bahkan sekarang aku ingin segera terbang ke seoul dan memelukmu. Hanya dua hal yang aku rindukan dari Seoul kau dan musim semi. Kau yang seperti bunga di musim semi dan musim semi yang telah mempertemukan kita. Kau ingat saat kita bertemu dulu, waktu itu kau salah menggandeng tanganku di festival musim semi kau kira aku ini adalah temanmu. Tapi eunbi ah temanmu itu adalah Jeong Nara apa kau menganggap aku ini sama cantiknya dengan nara? Atau kau sengaja melakukannya? Kenapa ada wanita yang melakukan hal ini pada seorang pria yang bahkan kau belum mengenalnya. Awas saja kalau mengandeng tangan pria lain. Aku akan benar benar terbang ke Seoul sekarang juga”

 

Kyuhyun benar musim semi adalah awal pertemuan mereka. Eunbi menolehkan pandangannya ke luar jendela. Aroma musim semi ini semakin membuat eunbi merindukan kyuhyun.

 

Eunbi menutup kembali gedung theater ini dan memandangi lama gedung ini. melihat video kyuhyun entah melepas sedikit kerinduannya atau malah membuat eunbi semakin merindukan kyuhyun. 5 tahun berpisah dengan kyuhyun belum bisa membuat eunbi terbiasa. Ada waktu dimana eunbi harus diam diam menangis karena terlalu merindukan kyuhyun.

 

Eunbi memperhatikan setiap bunga yang ada ditoko ini sambil menunggu penjual bunga itu merangkai bunga pesanannya.

“nona ini bunga daisy pesanan anda”

“ne kamsahamida” eunbi menyerahkan beberapa lembar won ke penjual itu.

Bukan tanpa alasan eunbi memilih bunga daisy putih ini, ia ingat kyuhyun menyukai bunga ini. katanya daisy itu adalah lambang dari kelembutan dan kesetiaan.

 

Eunbi menaiki bukit yang nampak sangat damai dengan rumput – rumput hijau sebagai hiasan.

Ia meletakkan bunga daisy itu di gundukan tanah di bawah pohon pinus. Pergi ke tempat ini adalah hal yang paling sulit untuk eunbi. Pergi ke sini membuat eunbi sadar bahwa kyuhyun benar benar tidak akan kembali. Tanpa eunbi sadari cairan bening itu keluar dari pelupuk matanya.

 

Hari itu adalah awal musim semi. Saat itu eunbi sedang duduk di taman kampus sambil menikmati minuman segar. Ini adalah tahun terakhir eunbi di kampus ini tapi setahun terakhir ini eunbi benar benar tidak ada semangat. Ini gara gara kyuhyun, selama satu tahun di Amerika dia tidak pernah menghubungi eunbi atau bahkan membalas pesannya. Eunbi tahu kyuhyun mengalami masa yang berat disana. Penyakit Leukemia yang di deritanya membuat eunbi tidak bisa menyalahkannya atau memarahinya. Eunbi tahu kyuhyun sedang berjuang disana dan eunbi juga ingin terus menyemagatinya.

 

“eunbi ah”

“oh, donghae ah. Ada apa kemari? Tumben sekali kau mencariku”

“sebenarnya….” Ada yang aneh dari raut muka donghae dan eunbi menyadari itu.

“ya, ada apa? Kau tampak menakutkan dengan ekspresi itu donghae ah”

“eunbi ah, sebenarnya…” donghae menatap iba ke arah eunbi

“katakanlah ada apa, jangan membuatku takut”

“ kyuhyun meninggal eunbi ah” suara donghae begitu lirih dan serak seperti menahan tangisnya agar tidak pecah

“ya apa yang kau bicarakan. Apa kau gila menganggap kematian temanmu sebagai bahan candaan. Kau keterlaluan lee donghae” eunbi tidak percaya dan tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan donghae

“ aku serius eunbi ah, nanti sore jenazahnya akan sampai di seoul”

“berhentilah bercanda lee donghae” eunbi menaikan nada suaranya

“mianhae” sungguh donghae tidak tahu kata apa yang bisa membuat eunbi tenang

“aku tidak butuh maafmu lee donghae. Katakan kalau itu hanya gurauan” eunbi meneriaki donghae tapi suaranya terendam oleh suara seraknya yang menahan tangis.

Donghae menepuk pundak eunbi “mianhae” hanya itu yang mampu dikatakan oleh seorang lee donghae.

Tidak ada kata yang keluar dari bibir eunbi. Tidak ada suara isakan tapi eunbi tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar. ‘Apakah ini nyata?’ hanya kalimat itu yang selalu berputar di otaknya.

 

Eunbi memandangi foto setengah badan yang diletakkan di tengah tengah hiasan bunga krisan. Balutan gaun hitam yang melekat ditubuhnya membuatnya semakin terlihat kelam. Memori – memori kebersamaannya dengan kyuhyun bagaikan kaset yang terus berputar di ingatan eunbi.

Eunbi hanya menatap kosong foto itu, tidak ada tangis yang keluar dari matanya mungkin karena ia terlalu berat untuknya percaya. Suara tangisan keluarga kyuhyun bahkan tidak mampu membuat eunbi sadar bahwa ini nyata atau mungkin eunbi yang tidak mau mempercayai ini.

 

Donghae mendekati eunbi, ia memegangi pundak eunbi.

“duduklah, kau bisa pingsan kalau terus berdiri disitu” tidak ada jawaban dari eunbi. Donghae tahu ini begitu sulit untuk eunbi bahkan untuk donghae.

Donghae menarik tubuh eunbi untuk duduk tapi eunbi menghempaskan tangan donghae.

“biarkan aku disini”

Donghae memeluk eunbi “menangislah jika itu membuatmu lega” eunbi mengeluarkan air matanya yang susah payah ia tahan dari tadi.

“ dia berjanji akan kembali donghae ah. Tapi kenapa dia kembali dengan keadaan seperti ini”

“arra”

“ kenapa dia sangat jahat. Dia tidak pernah membalas pesanku, bahkan sekarang dia tidak mengatakan selamat tinggal kepadaku. Hiks…hiks… dia juga tidak membiarkanku menggatakan selamat jalan untuknya hiks….hiks…”

Eunbi menumpahkan semua kesedihannya kepada donghae. Saat ini eunbi hanya ingin ini adalah sebuah mimpi yang akan hilang saat dia bangun nanti tapi sebesar apapun eunbi menyangkal kyuhyun benar – benar tidak akan pernah kembali.

 

Eunbi memasuki kamar kyuhyun. Tidak ada yang special dari kamar ini kecuali foto fotonya dengan kyuhyun yang di tata rapi membentuk hati di dinding kamar. Kyuhyun memang suka fotografi dan selama dua tahun pacaran mereka sering mengabadikan setiap moment dengan kamera kyuhyun.

Eunbi mendekati foto – foto itu dan mengelusnya perlahan, lagi lagi air mata itu keluar dari pelupuk mata eunbi.

 

Suara decitan pintu dibuka membuat eunbi buru buru menghapus air matanya dan memutar tubuhnya.

“ahjumma”

“eunbi ah, duduklah” Kyuhyun Eomma menepuk pinggiran kasur dan melangkahkan kakinya ke arah lemari.

“ini adalah barang barangmu” Kyuhyun Eomma menyerahkan kotak berukuran sedang kepada eunbi

“tapi ahjumma ini bukan milikku” eunbi sempat bingung dengan apa yang diberikan oleh kyuhyun eomma.

“kyuhyun memberikan semua barang barang ini kepadamu eunbi ah”

 

Eunbi membuka kotak itu, ada beberapa barang – barang yang menjadi kenangan mereka berdua. Eunbi mengambil kotak merah kecil dan membukanya. Ini adalah cincin couple yang dipakai kyuhyun. Eunbi mengelus pinggiran cincin perak itu. Tapi tiba – tiba matanya menangkap amplop putih di dalam kotak itu.

 

“eunbi ah, bagaimana kabarmu? Maafkan aku karena tidak bisa mengatakan ini langsung kepadamu. Aku hanya bisa menulis surat ini. Untuk waktu dua tahun ini terima kasih untuk semuanya, terima kasih telah menemani aku dan memberikan semangat baru untuk hidupku. Dan mianhae karena harus kembali ke seoul dengan cara seperti ini. Di dalam kotak ini ada beberapa cd yang harus kau tonton setiap memperingati hari kematianku. Mengerti?. Eunbi ah hiduplah dengan bahagia. saranghae eunbi ah”

Tetesan air mata eunbi membasahi setiap larik surat yang ia baca. Benarkah hanya ini cara yang kyuhyun bisa untuk mengatakan itu. Tidak bisakah dia mengatakan hal itu langsung kepadanya.

 

Eunbi menghapus air matanya. Dan mengelus papan nama yang mengukir indah nama kyuhyun.

“kyuhyun ah, apa kau sekarang melihatku? Aku sudah melihat videomu. Dan aku benar – benar merindukanmu sekarang ini. apa kau juga merindukanku? Aku disini baik baik saja ku harap kau juga. Ahh, kau pasti akan baik baik saja disana. Apa kau bahagia disana?”

 

Eunbi terdiam cukup lama memperhatikan gundukan tanah ini yang bahkan sebenarnya tidak menarik.

Eunbi menghempuskan nafasnya. “ kyuhyun ah aku pulang”

 

Eunbi melangkahkan kakinya keluar area pemakaman. Langit sudah mulai gelap dengan semburat orange di ufuk barat. Eunbi memperhatikan langit sebentar dan melanjutkan langkah kakinya.

 

Eunbi menyesap minumannya.

“kenapa dia belum datang?” eunbi berkali kali melihat jam yang melingkar di tangannya, sudah 10 menit dia menunggu tapi orang yang ditunggu belum juga menampakkan batang hidungnya bahkan sekarang langit sudah nampak gelap.

“maaf aku terlambat”

“ kau selalu saja membuatku menunggu” eunbi berpura – pura merajuk

“maaf tadi jalanan macet. Kau sudah pesan makanan?”

“belum aku hanya pesan minuman ini” eunbi mengoyang goyangkan minumannya.

“kalau begitu biar aku saja yang pesan. Kau ingin apa?”

“terserah kau saja”

 

Hanya dentingan garpu dan sendok yang mengiringi makan malam kali ini. Mereka sibuk dengan makanan masing – masing.

 

“kau sudah ke makam kyuhyun?”

“sudah, sebelum aku kesini aku pergi ke makam kyuhyun dulu tadi”

“maaf aku tidak bisa menemanimu Eunbi ah. Tadi ada rapat mendadak”

“gwenchana donghae ah”

“lain kali aku akan menemanimu”

“kau janji?”

“janji”

“kita lihat saja apa kau bisa menepatinya. Atau aku harus menunggu lagi karena harus mengalah kepada urusan bisnismu itu”

“baiklah kita lihat nanti”

Mereka berdua saling melempar senyum. Dan kembali terlibat obralan ringan sambil menikamati makan malam.

 

======================THE END===================

9 responses to “[Oneshoot]Memories

  1. err…. apa ini artinya eunbi berpasangan dengan donghae? kalo iya, belum jelas kaka, hehe^^
    overall ceritanya bagus kak, simple tapi ngena kok🙂
    ditunggu karya yang lain ya kak, semangat nulis!😀

  2. awal cerita aku masih percaya kyuhyun tuh pergi jauh ke luar negeri, ehh mulai baca flashbacknya nyadar trnyata kyuhyun dah meninggal, pdahal msih ngarep mereka bs ktemu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s