[Oneshoot]Cupid,shoot my heart

cupid-cover

Title : Cupid, shoot my heart

Author : Oh Honey

Length : Oneshoot

Rating : PG-17

Cast : Cho Kyuhyun-Hwang Eunbi

Genre : Romance

Author’s Note : fanfiction ini adalah murni dari hasil imajinasiku sendiri. Maaf kalau ceritanya agak ngawur.

Selamat membaca semuanya🙂

Don’t be silent reader guys🙂

Ff ini juga aku publish di blog pribadi

Sebagai pewaris salah satu perusahaan konstruksi terbesar di korea selatan tentu tidak ada yang tidak dimiliki kyuhyun. Jabatan, harta yang melimpah, kehormatan, ketampanan semua telah dimilikinya, tapi ada satu yang tidak dia miliki yaitu wanita. Yaa wanita, sampai sekarang kyuhyun belum memiliki seorang kekasih bahkan dia belum pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita pun. Entah apa yang membuat kyuhyun enggan untuk memiliki seorang kekasih.

 

“kyuhyun ah,kapan kau akan memperkenalkan kekasihmu pada oemma. ?”

“tenang saja oemma,aku akan mengenalkannya kalau aku sudah menemukan wanita yang cocok untuk aku jadikan kekasih.”

“kau ini, selalu saja berkata seperti itu. Jadi sampai sekarang kau belum punya kekasih?.”

“ne,sudahlah oemma jangan membahas masalah wanita lagi.”

“apakah kau tidak normal kyuhyun a?”

Kyuhyun hampir saja menyeburkan minumannya yang belum sampai tenggorokkan. Apakah pertanyaan nyonya cho tidak sedikit keterlaluan?, mana ada seorang Ibu yang menuduh anaknya tidak normal.

“bukan begitu oemma,hanya saja kalau aku memiliki seorang kekasih aku akan disibukkan dengan urusan mereka dan aku tidak mau itu.”

“kau kan belum pernah punya kekasih, bagaimana kau bisa berkata seperti itu?”

“aku tahu itu semua dari teman temanku.“

“itu kan kata teman temanmu kyuhyun ah. cobalah untuk menemukan pasangan, Oemma sudah ingin melihat kau menikah dan memiliki seorang anak. Membayangkannya membuatku sangat senang”

nyonya cho menangkupkan tangannya di depan dada, membayangkannya membuat nyonya cho menarik sudut bibirnya.

Tidak ingin terlalu lama tenggelam dalam pembicaraan yang sama disetiap paginya, kyuhyun memutuskan untuk bangkit dari duduknya.

“sudahlah oemma jangan membayangkan yang tidak tidak. Aku berangkat kekantor dulu.”

 

—–oOo—–

pagi yang cerah diawal musim semi ini sangat berbeda dengan suasana hati seorang Hwang Eunbi. Sebenarnya eunbi adalah sosok yang periang tapi hari ini pagi cerahnya telah terusik oleh telepon dari oemmanya. Bagaimana tidak, setiap pagi nyonya Hwang menelepon anak satu satunya itu dan membahas hal yang sama, yaitu menyuruhnya untuk segera mencari suami agar setiap hari ia tidak merasa khawatir karena membiarkan anak kesayangannya itu tinggal sendiri dikota besar, Seoul. Bukannya eunbi tidak ingin segera menikah tapi mencari suami itu tidak semudah mencari ikan dilaut yang sekali tangkap bisa dapat banyak. Berkali kali ia menjalin hubungan dengan seorang pria tapi ujung ujungnya selalu gagal.

“bagaimana agar aku memenuhi keinginan oemma?” eunbi bergumam sendiri sambil menompang dagunya

“Ahh..aku bisa gila memikirkannya.” Eunbi berkata bak seorang yang sedang benar benar frustasi.

Untuk mengalihkan pikirannya eunbi memfokuskan diri pada pekerjaanya lagi. Karena saat ini dia tidak memiliki banyak pekerjaan jadi eunbi memutuskan untuk berselancar didunia maya.

Mata eunbi seketika terhenti pada iklan baris yang ada disalah satu halaman website.

“apa ini?? biro jodoh online. “

“haruskah aku ikut ini??”

 

—–oOo—–

 

Kyuhyun mengetuk ngetukkan bolpoint ke meja kerjanya, mengingat perkataan nyonya cho padanya tadi pagi membuat dia benar benar frustasi. Bagaimana bisa ibunya berpikir kalau dia tidak normal. Belum pernah mempunyai seorang kekasih bukan berarti kyuhyun tidak tertarik dengan seorang wanita, ya kan??.

“yak, cho kyuhyun.”

“yak, lee hyukjae. Kenapa kau mengagetkaku huh?”

“aku tidak mengagetkanmu.”

“kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu huh.?”

“yak, tuan muda cho, aku sudah mengetuk pintumu itu berulang kali sampai tanganku ini terasa kebas. Apa kau tau?”

“benarkah?? Aku tidak mendengarnya.” Jawab kyuhyun dengan wajah datar.

“jelas saja kau tidak mendengarnya kalau kau sibuk melamun.”

“duduklah. Ada apa kau kemari?” kyuhyun bertanya kepada tamu tak diundangnya itu sambil melangkahkan kaki kearah sofa yang terletak disamping jendela.

“aku kesini ingin membicarakan masalah pembangunan mall yang ada di jeju. Apa kau jadi menangani pembangunan mall itu.?”

Ya,lee hyukjae adalah sahabat sekaligus relasi bisnis kyuhyun. mereka sudah saling kenal sejak masih kecil, bahkan tingkah laku mereka sudah seperti keluarga.

Hampir setengah jam mereka tenggelam dalam perbincangan seputar bisnis.

“apa kau ingin pergi minum teh denganku,tuan muda cho?” ucap lee hyukae untuk mengakhiri pembicaraan bisnis dengan sahabat sekaligus relasi bisnisnya, kyuhyun.

“kenapa kau tiba tiba ingin mengajakku minum teh?”

“aku ingin mengajakmu berkencan,kyuhyun ah” hyukjae berusaha menggoda kyuhyun dengan mengerlingkan matanya.

“dasar kau ini.”

“kau mau apa tidak, cho kyuhyun?”

“baiklah.”

 

Berulang kali kyuhyun mengguling gulingkan tubuhnya diatas kasur, ia teringat dengan perkataan hyukjae tadi siang.

“apakah aku harus mencoba saran dari hyukjae”. Mungkin saat ini dia sudah seperti orang gila karena menanyai dirinya sendiri dengan pertanyaan yang sama berulang kali.

Sewaktu dicafe tadi siang, kyuhyun memang bercerita tentang keinginan oemmanya agar kyuhyun cepat mencari pasangan. Dia juga bercerita tentang pikiran oemmanya yang mengira dia tidak normal. Dan kontan hal itu membuat tawa hyukjae benar benar pecah sampai sampai kyuhyun harus menutup mukanya dengan tangannya karena merasa malu telah menjadi pusat perhatian pengunjung cafe. Siapa yang mengira kalau nyonya cho akan mengatakan hal itu pada anak kesayangannya. Mungkin awalnya hyukjae menertawai kyuhyun tapi pada akhirnya dia memberikan kyuhyun solusi, ya walaupun menurut kyuhyun solusi itu benar benar tidak masuk akal. Bagaimana bisa seorang direktur muda, tampan, kaya harus mengikuti biro jodoh online untuk mencari seorang kekasih. Sungguh hal yang memalukan. Tapi dipikir pikir tidak ada salahnya menuruti ide gila itu, toh tidak ada yang tahu kalau dia mengikuti biro jodoh itu.

 

——oOo——

 

Sudah hampir satu minggu eunbi mendaftarkan diri di salah satu agen biro jodoh online. Awalnya eunbi merasa ragu untuk mendaftarkan diri tapi setelah berpikir keras, akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti acara tersebut. Eunbi berpikir tidak ada salahnya kalau ia mendaftarkan diri siapa tau memang ini jalan dari Tuhan untuk mempertemukannya dengan jodohnya. Tapi sampai detik ini belum ada yang menghubungi dirinya.

“kenapa tidak ada yang menghubungiku. Haruskah aku melalukan operasi plastik dulu agar banyak yang menghubungiku.??” Eunbi merasa frustasi dengan semua ini, ia menenggelamkan wajahnya pada meja kerjanya.

Drt…Drt……

“yak, kau menggagetkanku saja.” Omel eunbi pada handphone tidak berdosanya. Melihat siapa yang mengiriminya pesan membuat ia mengerutkan kening, bingung.

“wahh.. daebak, akhirnya” ia tidak mengira kalau pesan itu dari salah seorang yang juga mengikuti biro jodoh online

Satu bulan terakhir ini eunbi semakin dekat dengan teman biro jodohnya,kyuhyun. ya walupun eunbi belum pernah bertemu dengannya. tapi ia merasa benar benar dekat dan percaya padanya. tanpa sungkan eunbi sering bercerita tentang hal hal kecil yang ia alami setiap hari mulai dari kebiasaanya yang lupa meletakkan tali rambut, kebiasaannya bangun terlambat sampai kebiasaanya minum teh diwaktu senggang. Semuanya telah ia ceritakan pada kyuhyun. pribadi kyuhyun yang penyayang membuat eunbi nyaman dekat dengannya. Bagi eunbi kyuhyun adalah sosok calon suami idaman dan ia yakin oemmanya akan suka dengan kyuhyun. entah atas dasar apa eunbi berpikiran seperti itu.

Eunbi memandang gedung pencakar langit di depannya. Ini bukan pengalaman pertama eunbi mengikuti tes wawancara, tapi perasaan gugupnya benar – benar tidak bisa dihilangkan. Eunbi memang dipecat dari kantornya seminggu yang lalu, alasannya karena perusahaan mengalami krisis keuangan dan tidak sanggup membayar gaji para pegawai.

Eunbi duduk disalah satu kursi tunggu. Eunbi menolehkan pandangannya ke kanan ke kiri melihat para saingganya, eunbi berkali kali menarik nafas dalam dalam. Tidak heran jika akan ada banyak pelamar di perusahaan ini, mengingat ini adalah salah satu perusahaan yang besar di seoul.

Eunbi merogoh ponselnya di tas selempang miliknya dan mengetikkan beberapa baris disana.

Eunbi   :           “kyuhyun ah aku hari ini ada wawancara. Apa menurutmu aku akan diterima?”

Kyuhyun :       “tentu saja. Kau harus yakin itu”

Eunbi :             “ya , kau benar aku harus yakin. Tapi aku gugup sekali sekarang”

Kyuhyun :       “ jangan khawatir kau pasti diterima. Tenangkan dirimu”

Eunbi :             “ baiklah, sudah dulu ya sebentar lagi giliranku”

Kyuhyun :       “fighting..”

 

To kyuhyun :

“aku berhasil”

Eunbi menggemgam ponselnya dan menarik sedikit ujung bibirnya. Mungkin sekarang iya terlihat seperti orang bodoh karena senyum senyum sendiri.

-ting-

Eunbi cepat cepat melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift. Apakah hanya ada satu lift di dalam perusahaan ini. andai saja eunbi bisa kembali keluar itu akan lebih baik dari pada terjebak di dalam dengan tumpukan orang yang memenuhi lift ini.

Warna hijau lampu lift bagaikan petanda baik untuk eunbi, akhirnya eunbi bisa terbebas dari tempat ini. tapi sial, belum sampai kaki eunbi di pintu lift ia harus terdorong ke belakang. Untunglah ada orang yang baik hati memegangi pundaknya. Dan sialnya lagi,belum sempat eunbi mengembalikkan keseimbangan tubuhnya ia harus rela terdorong kembali ke belakang. Eunbi merasakan punggungnya menabrak orang yang tadi menolongnya. Ia ingin meminta maaf tapi orang – orang selalu menggesernya. Apakah orang – orang ini hobi mendorong eunbi.

eunbi memasukkan satu potong apel ke dalam mulutnya sambil menikmati acara terlevisi. Bersantai di malam hari seperti ini setelah berjuang mendapatkan pekerjaan memang hal yang tepat.

drt….drt….drt…..

“oh” eunbi buru buru meraih ponselnya di atas meja

“yoboseyo”

“ini aku kyuhyun”

“arra”

“selamat atas keberhasilanmu, maaf tidak bisa membalas pesanmu tadi ada rapat mendadak”

“gwenchana. Aku senang sekarang kau menghubungiku” mengatakan itu membuat eunbi tersenyum.

Terdengar suara kekehan di seberang sana.

“benarkah kau senang aku menghubungimu?”

“ehm” hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut eunbi

 

Eunbi menatap dirinya dicermin, menatap setiap detail penampilannya. Balutan kemeja cream dan rok hitam serta heels hitam membuat kesan sederhana tapi paduan yang pas untuk eunbi.

Eunbi memasukkan semua keperluannya dan buru buru berangkat, ia tidak mau di hari pertamanya bekerja ia terlambat.

 

Eunbi menekan tombol swich off pada komputernya. Cacing cacing di perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.

“eunbi ah, ayo kita ke kantin”

Eunbi menengadahkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya.

“baiklah, yerin sunbae. ayo”

“menu di kantin hari ini adalah kare, apa kau suka?’

“oh aku suka . aku bukanlah orang yang pemilih dalam hal makanan.”

“eunbi ah, kita duduk disana saja ya”

Eunbi mengikuti yerin menuju meja di dekat jendela. Di lihat dari seluruh spot di kantin ini, meja disebelah sinilah yang memiliki pemandangan yang paling indah, walaupun hanya melihat orang orang yang berlalu lalang di jalan tapi ini benar benar selera eunbi dan mungkin yerin.

Hanya suara sendok dan piring yang mengiringi makan siang mereka. Tidak ada perbincangan yang berarti hanya sesekali yerin menanyakan apakah eunbi suka menu makanannya atau eunbi betah berada di kantor ini.

“eunbi ah.. apa kau sudah bertemu dengan CEO perusahaan ini”

“belum, kenapa memangnya”

“kau harus bertemu dengannya, dia benar benar tampan” yerin mengatakan itu dengan wajah yang sumringah seperti seorang yang sedang jatuh cinta.

“benarkah ??”

“ehm,, dan kabar bagusnya dia belum menikah” dengan penuh semangat kata kata itu keluar dari mulut yerin.

“wahh.. benar benar sosok suami idaman”

“nde,kau benar sekali eunbi ah”

 

—-oOo—-

 

“cho kyuhyun.”

“yak,lee hyukjae kenapa setiap kali kau datang selalu mengagetkanku huh?”

“kau ini yang kenapa cho kyuhyun. setiap kali aku mengetuk pintu selalu tidak kau hiraukan. Apa kurang keras caraku mengetuk pintu huh?” cerocos hyukjae pajang lebar.

“maaf, aku tidak mendengarnya”

“apa kau baik baik saja tuan muda cho. Terakhir kali aku kesini kau sedang melamun dan sekarang kau senyum senyum sendiri”

Kyuhyun melemparkan tatapan membunuhnya kepada Hyukjae

“apa kau kira aku sudah gila?”

“sepertinya kau memang sudah gila tuan muda cho.” Hyukjae memegangi kepalanya yang terasa berdenyut karena lemparan bolpoint kyuhyun

“kau ini. apa kau ingin aku lempar dengan kursi ini huh.”

“ampun sajangnim”

“ada apa kau kesini?”

“aku hanya ingin mampir saja. Bagaimana dengan oemmamu, apa dia masih memaksamu untuk segera mencari kekasih?”

“ya begitulah, membuat kepalaku pusing setiap hari.”

“bagaimana dengan ideku. Apa kau tidak tertarik sama sekali?”

“eemm.. sebenarnya aku telah menuruti ide gilamu itu.”

“apa?? Hahahaha” hyukjae benar benar tidak bisa menahan tawanya.

“YAK,kenapa kau tertawa. Bukankah ini idemu.”

“iya itu memang ideku, tapi aku tidak menyangka kau akan benar benar menuruti ideku itu” ucap hyukjae dengan terus berusaha menahan tawanya.

“sudahlah”

 

—–oO—–

 

Mimpi apa eunbi tadi malam, di hari keduanya bekerja ia harus disibukkan dengan setumpuk pekerjaan. Ada begitu banyak file yang harus ia selesaikan hari ini dan itu membuat kepalanya pusing bukan main. Bukannya eunbi pemalas tapi siapa yang mengira dihari keduanya bekerja ia langsung diberikan segudang pekerjaan.

“eunbi shi, kita akan rapat sekarang. Kau bersiap siap lah”

“nde, manager kim” eunbi menatap iba pada tumpukan map yang ada dimeja kerjanya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaan itu tapi sekarang ia harus rapat.

“bagaimana pekerjaan itu akan selesai kalau harus rapat sekarang” batin eunbi dalam hati.

 

Sudah 10 menit eunbi berada di ruang rapat, tapi rapat belum juga dimulai. Untuk mengusir rasa bosannya eunbi mengeluarkan posel dari sakunya dan mengetikkan beberapa baris kata disana.

Eunbi     : “apa kau sedang sibuk kyuhyun shi?”

Kyuhyun : “aku ada rapat sebentar lagi”

Eunbi       : “emm begitu “

 

Pintu ruang rapat terbuka perlahan dan menampakkan sosok pria yang tampan dan berwibawa.

 

“karena sajangnim sudah hadir maka rapat akan dimulai”

Mendengar instruksi dari manager kim, eunbi langsung memasukkan ponselnya kembali kedalam sakunya.

“silakan dimulai tuan cho kyuhyun”

“Apa? Cho kyuhyun? apa aku tidak salah dengar” batin eunbi dalam hati. Karena tidak ingin berspekulasi yang tidak jelas akhirnya eunbi memberanikan diri menatap CEO perusahaannya yang disebut tuan cho kyuhyun oleh manager kim tadi. Mulut eunbi menganga sempurna.

“hah,, benarkah dia cho kyuhyun?” eunbi bertanya pada dirinya sendiri. untuk lebih memastikan apa yang dilihatnya eunbi mengeluarkan ponsel yang baru saja ia masukkan. Dengan gerakan cepat ia mencari kontak kyuhyun untuk melihat fotonya, dan benar dia adalah kyuhyun teman dekatnya saat ini.

Sekelebat banyangan muncul dipikiran eunbi. Ia ingat sosok yang berdiri didepan adalah orang yang telah menyelematkannya waktu dilift tempo dulu.

“Aishh… kenapa aku baru sadar, dasar bodoh”

“Aishh… kenapa bisa seperti ini?” eunbi benar benar frustasi ingin rasanya ia menjambak jambak rambutnya sendiri.

 

“baiklah saya akan memimpin rapat hari ini. sebelumnnya saya dengar ada beberapa karyawan baru disini.”

“nde, anda benar sajangnim”jawab manager kim

“sebelum kita mulai rapat, silakan perkenalkan diri kalian terlebih dulu”

“apa? memperkenalkan diri?? Apa yang harus aku lakukan” batin eunbi dalam hati.

Tanpa pikir panjang eunbi langsung menggambil map yang ada didepannya untuk menutupi wajahnya. Ia tidak ingin kalau kyuhyun tau ia adalah salah satu karyawan barunya. Eunbi merasa benar benar belum siap jika harus bertemu dengan kyuhyun saat ini.

 

Senggolan dari yerin membuyarkan lamunan eunbi.

“eunbi ah, sekarang giliranmu. Cepat perkenalkan dirimu.”

“apa memperkenalkan diri”

Yerin hanya mengganguk mengiyakan pertanyaan yang terlontar dari mulut eunbi.

Dengan ragu ragu eunbi menurunkan map di wajahnya dan berdiri menghadap kyuhyun. eunbi merasa benar benar gugup saat ini ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

“perkenalkan nama saya Hwang eunbi”

Ekspresi yang diberikan kyuhyun saat mendengar suara eunbi dan melihat wajahnya tidak jauh berbeda dengan ekspresi eunbi tadi. Mungkin mereka berdua memang belum siap untuk bertemu satu sama lain. Apalagi di situasi seperti ini. Tapi inilah takdir, siapa yang bisa menolak takdir. Takdir mereka adalah bertemu dengan cara seperti ini.

Cukup lama mereka saling berpandangan satu sama lain. Mungkin mereka berusaha menyakinkan diri masing masing bahwa apa yang mereka lihat adalah benar. Sungguh, betapa memalukannya ini bagi kyuhyun. ia adalah seorang CEO muda dan berbakat, tapi ia telah ketahuan oleh karyawan kantornya telah mengikuti acara biro jodoh. Dan karyawan tersebut tidak lain adalah Hwang Eunbi, teman dekatnya yang ia kenal dari ide gila hyukjae.

 

==================== the end=====================

8 responses to “[Oneshoot]Cupid,shoot my heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s