[ONESHOOT] And One

and One

Author : AiDi

Genre : Romance

Rating : PG17

Length : Oneshoot

Main Cast : Kyuhyun ‘Super Junior’, Jung Soo Hyun [OC]

Summary :

Terinspirasi dari lagu “And One” by Kim Taeyeon.

Happy reading ^^


naneun haengbokhae..

Gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa..

Nega seo isseulkka bwa

Tepat pukul 17.00 lonceng di taman ini berbunyi, menandakan jam kunjung taman ini sudah berakhir.

Sama seperti berakhirnya alunan sebuah lagu yang baru saja ku dengar dari ponsel ku.

Ku lepaskan handsfree yang hampir dua jam lamanya melekat di telinga ku – memutarkan sebuah lagu yang sama, ku langkahkan kaki ku untuk segera meninggalkan bangku taman yang begitu teduh rasanya jika aku menghabiskan sebagian waktu ku di sana..Terlebih ketika aku mengenang nya.

Kini bangku taman tersebut tampak kosong, hanya daun-daun yang berguguran saja yang kini menempati bangku taman tersebut.

Tidak jauh berbeda dengan hidup ku. Begitu kosong saat ini, hanya beberapa kenangan tentang diri nya yang kini tertinggal dalam memori ku..

Tanpa sadar aku menyusuri jalanan taman ini dengan seulas senyum yang tak sengaja ter-lukis dalam raut wajah ku. Dalam memori ku kini masih terngiang sebuah lagu yang masih dan akan selalu menjadi lagu favorit ku.

I was happy

I look back once again at this road in Gwanghwamun
In case you are standing there

 “aku bahkan masih bisa mengingat kebahagiaan itu, Kyu”, gumam ku begitu lirih.

Lagu pertama dan terakhir yang Kyuhyun ciptakan tentang Kita.

Ya, dulu tidak ada aku atau pun Kyuhyun saja, melainkan hanya ada Kita. Kyuhyun slalu bangga ketika menyebut kata Kita.

Kyuhyun paling membenci ketika tidak ada dirinya di dalam hari-hari ku, meski sehari saja. Ia tak akan melewatkan nya begitu saja.

Kyuhyun paling tidak suka jika Ia bukan menjadi salah satu alasan ku untuk tersenyum.

Kyuhyun paling tidak bisa membayangkan aku bisa hidup dan bahagia tanpa diri nya di dalam hidup ku.

Tetapi…itu dulu. Sebelum akhirnya kita memutuskan untuk menjalani kehidupan seperti saat ini.

From : KyuHyun

Soo Hyun-ah, harus berapa lama lagi aku menunggu diruang tamu mu ? Kau hanya mempunyai waktu 10 menit untuk segera menemui ku.  

Aku hanya tersenyum setelah membaca pesan singkat dari nya.

Beberapa hari yang lalu Ahra unni memberi tahu ku bahwa Kyuhyun telah kembali ke Seoul. Ia bercerita tentang banyak hal mengenai adik kesayangan nya.

Dan seperti biasa, Ahra unni akan selalu menitipkan Kyuhyun pada ku jika Ia harus melakukan perjalanan dinas untuk pekerjaan nya.

Jadi wajar saja jika Kyuhyun bisa menghubungi ku saat ini, aku yakin Ahra unni lah yang memberi tahu nomor ponsel ku yang sengaja ku ganti semenjak berpisah dari nya 3 tahun yang lalu.

Ku percepat langkah ku untuk menuju halte bus terdekat. Sebentar lagi bus terakhir pasti akan tiba di halte.

“Aku pulang..” aku baru saja sampai di rumah, dan ternyata benar. Kyuhyun rupanya sudah berada di rumah.

Sepasang sepatu yang cukup terlihat bersih dan berwarna hitam pekat kini tertata rapi di rak sandal dekat pintu masuk.

Beruntunglah Kyuhyun hanya bisa membaca isi pikiran ku, bukan medengar detak jantungku. Jika saja Kyuhyun bisa mendengar nya, aku yakin aku akan lebih memilih untuk melewatkan moment pertemuan ini dibanding harus membiarkan Kyuhyun mendengar detak jantung ku yang berdegup cukup kencang saat ini.

“Soo Hyun-ah”.

Aku sedikit terkejut mendengar sapaan tersebut. Ku fikir Kyuhyun benar-benar tertidur di atas sofa ketika aku berniat mengambil remote tv yang ada di genggaman tangan nya.

“Maaf Kyu jika aku mengganggu tidur mu”. Aku berniat untuk beranjak dari sisi nya dan mengambil minum untuk kita berdua. Tampaknya sedari tadi Kyuhyun hanya menunggu kedatangan ku dengan menonton acara tv, tanpa ada minuman atau bahkan snack yang menemani nya.

Dulu, tanpa ku persiapkan pun Kyuhyun akan menyiapkan nya sendiri setiap kali Ia bertandang ke rumah. Kyuhyun tahu betul seisi rumah ini. Bukan karna kecilnya rumah ini, namun selama hampir 15 tahun Ia selalu kemari, aku yakin Kyuhyun akan dan masih mengingat seluruh isi ruangan rumah ini. Terlebih tidak ada sedikit pun yang ku rubah dari rumah kecil ku ini.

“Kau membiarkan ku menunggu lama, lalu sekarang kau meningalkan ku begitu saja ?” ku dengar nada pertanyaan nya sedikit kesal.

Kyuhyun tetap berbaring di atas sofa, namun Ia tak mengarahkan sama sekali pandangan nya pada ku yang kini telah berdiri di hadapan nya.

Apa kau benar-benar telah berubah, Kyu ?..

“Do you remember me, who was easily scarred, easily cried, easily got hurt?


I’m still like that, I’m still the same


I wonder how you will be when you see me like this”-And One

“Maaf, harusnya aku bertanya pada Ahra unni kapan kau akan tiba kemari. Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita”, hanya itu yang mampu ku jawab. Aku yakin Kyuhyun tidak akan menyukai jawaban ku. Kyuhyun tidak suka jika aku ceroboh dalam melakukan sesuatu yang menurutnya penting.

“Kita ?” tanya nya.

“Maaf kalau terdengar sangat mengusik mu”.

Ppabo..sejak kapan ada kata Kita lagi diantara aku dan Kyuhyun. Jelas saja Kyuhyun akan mempertanyakan nya. Dia adalah Dia yang sekarang, begitu juga dengan ku. Bukan Kita.

Ppabo Soo Hyunie..

“Even if you easily turn away, easily get farther apart


I know I won’t easily forget you


If you see me, still the same, still like this


You will call me a fool”-And One

“Duduklah”.

Ini rumahku, dan bukankah seharusnya aku yang mempersilahkan mu untuk duduk Cho Kyuhyun ?

Tetapi apa artinya aku sebagai tuan rumah, Kyuhyun tidak suka dibantah. Ku pilih sofa disebalahnya, meski sofa yang Kyuhyun duduki jauh lebih panjang jika hanya untuk diduduki dirinya saja.

“Apa saja yang ahjumma itu katakan pada mu ?”, kini Kyuhyun pun memilih untuk duduk dan bersandar pada sofa. Sementara jemari tangan nya sibuk memainkan remote tv untuk memilih channel yang menarik baginya.

Ahjumma. Itu adalah panggilan Kyuhyun untuk Ahra unni setiap kali Kyuhyun merasa kesal dengan Ahra unnie. Tetapi untuk kali ini entahlah hal apa lagi yang Kyuhyun permasalahkan. Selalu ada saja hal-hal sepele yang Kyuhyun permasalahkan melebihi orang lain pada umumnya. Tetapi bukankah jauh lebih aneh mengapa aku bisa bertahan dengan nya hingga hampir 15 tahun lama nya. Bahkan hingga detik ini, saat aku bertemu kembali dengan nya setelah perpisahan kita 3 tahun yang lalu.

“Banyak sekali. Mulai dari prestasi mu, karir, hingga calon istri mu”. Aku berusaha untuk menjawab nya dengan setenang mungkin.

Sudah 3 tahun berlalu, mau tidak mau aku harus bisa mengendalikan diri ku di saat seperti ini. Aku masih ingin melihatnya, aku masih ingin mendengar nya berceloteh banyak hal seperti dulu. Meski..dada terasa begitu sesak ketika pembicaraan ini harus sampai pada pembahasan mengenai calon istrinya.

“I want and want you – and one more thing


I hurt and hurt but still, just once


Even if it wears out and wears out


Even if the tears don’t dry


If only we can go back to the beginning”- And One

“Aku ingin kau mendengar nya langsung dari ku, tapi ahjumma itu terlalu percaya diri menceritakan semuanya pada mu Soo Hyun-ah”.

sakit sekali Kyu mendengar mu menyebut ku dengan cara seperti itu. Dulu hanya Cho Kyuhyun-ku yang akan memanggil ku seperti itu. Tetapi Cho Kyuhyun yang sekarang dihadapan ku..berbeda dengan yang dulu. Seandainya waktu bisa diulang, Kyu..

“Aku lebih tertarik mendengar nya langsung dari mu. Ceritakan lah”, memang ada sedikit perasaan tertarik untuk mendengar nya. Aku anggap kau sedang bercerita tentang hal-hal sepele seperti yang kau lakukan dulu.

“Mungkin lain kali, saat ini aku butuh saran mu Soo Hyun-ah. Aku dengar sekarang kau menjadi salah satu pengajar di sebuah Kursus Pastry ternama di Seoul. Benar kah ?”, Kyuhyun tampak bersemangat sekali menanyakan sedikit tentang-ku. Sorot matanya yang seperti inilah yang sejak lama ku rindukan.

“Benar. Hampir tiga tahun aku menekuni pekerjaan baru itu. Sepertinya kau tertarik, apa ini ada hubungan nya dengan saran yang kau butuh kan ?” tanya ku.

Semenjak berpisah dengan Kyuhyun, aku memutuskan untuk menjalani hidup ku dengan bekerja di bidang yang sangat jauh berbeda dengan latar pendidikan ku dan Kyuhyun dulu. Aku ingin sedikit membebaskan diri ku dari bayang-bayang masa lalu ku bersama Kyuhyun. Aku memilih untuk menjadi Chef, berbeda dengan Kyuhyun yang tampak sukses lebih dulu dengan karir nya di dunia bisnis.

“Sung Hwa akan kembali ke Seoul beberapa hari lagi. Tepat dengan anniversary kita. Aku ingin memberikan kejutan kecil untuk nya. Sung Hwa sangat menyukai warna merah, dia juga sangat menyukai wine seperti ku. Tetapi di satu sisi, dia sangat menyukai cokelat. Aku rasa kau orang yang tepat untuk membantu ku kali ini, Soo Hyun-ah” jelas Kyuhyun dengan nada yang cukup antusias. Bahkan sesekali tangan nya tidak bisa diam, ke dua matanya seolah sibuk mencari setiap detail yang gadis itu sukai. Sama seperti dulu yang Kyuhyun lakukan ketika dia harus bercerita tentang ku.

“There are times when I despise the moment we first faced each other


I’m like this sometimes even though I can’t breathe if I don’t allow myself to long for you”- And One

“Tenanglah, aku tahu kejutan apa yang bisa kau berikan padanya. Aku akan menunjukkan nya  nanti melalui email”, jawab ku.

“Baiklah. Aku harap kau professional, Soo Hyun-ah”.

Professional ? apa yang saat ini kau fikirkan tentang ku, Kyu ? Aku tidak sepicik yang mungkin kau fikirkan saat ini.

“Tentu. Tiga tahun berlalu, aku rasa aku cukup bisa diandalkan, Kyu” jawab ku dengan nada yang tegas untuk meyakinkan nya.

Namun justru aku mendengar Kyuhyun mendengus kesal seusai aku menjawab permintaan nya.

“Kau masih saja membahas tiga tahun tersebut”..

“Jangan salah sangka, ini bukan tentang aku ataupun diri mu. Tiga tahun lama ku bekerja yang aku maksud kan disini. Lagipula kau telah memutuskan akan menikah dengan Sung Hwa, aku tidak akan berharap banyak pada mu, Kyu” ujar ku. Meski harus membohongi nya, namun ku rasa ini lah jawaban yang terbaik yang bisa ku berikan pada Kyuhyun. Tidak mungkin aku mengatakan jika aku masih mengharapkan nya.

“If, if you ever, at least once, in your life


If you sometimes have days where your heart aches because of me


If, at least once, in your life

And one more thing – remember this


Even if it’s only you, you should live properly”- And One.

“Aku senang kau cukup tau diri, Soo Hyun-ah. Aku senang kau cukup dewasa untuk mengerti bahwa tidak sepantasnya kau mengharapkan lelaki yang dengan mudah nya mengkhianati mu. Seperti yang ku lakukan di masa lalu”.

Aku hanya terdiam mendengar apa yang baru saja Kyuhyun katakan. Aku hanya mampu bersuara dalam hati kecil ku saja..
Jangan katakan itu, Kyu.. Kau semakin membuat ku berharap.

“Dan aku cukup tau diri untuk tidak menjadi orang ke tiga diantara kau dan Sung Hwa, Kyu. Sekalipun..Kalian berkhianat dibelakang ku. Dulu. Aku memaafkan mu.. dan Sung Hwa, calon Istri mu. Sahabat terbaik ku. Sampaikan salam ku pada nya.” Balas ku pada Kyuhyun.

Cukup..

Aku tidak sanggup lagi menghadapi nya. Ku tinggalkan Kyuhyun begitu saja di ruang tamu.

Ku langkahkan kaki untuk menuju kamar. Ntah kekuatan apa yang merasuki saat ini, namun aku menoleh begitu saja memandangi punggung nya yang mematung terdiam disana. Aku ingin memeluk nya.

‘Aku mencintai mu Kyu’..

Hiduplah dengan baik bersama Sung Hwa, aku tidak akan melarikan diri dari kenyataan. Sampai jumpa di lain waktu, Kyu..

-THE END-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s