Elf Chapter 2

elf

Judul : Elf Chapter 2

Author : Oh Honey

Leght : Chapter

Rating : PG-17

Genre : Fantacy, Romance

Main cast : Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi

Author’s Note : ff ini bercerita tentang kisah cinta antara seorang manusia dengan elf atau fairy. Mungkin ceritanya semakin tidak jelas, but ini murni dari imajinasiku sendiri.

So, DON’T BE SILENT READERS GUYS

comment dari kalian sangat membantuku, baik itu positif maupun negative.

Ff ini juga aku publish di blog pribadiku.

HAPPY READING. Jangan lupa COMMENT ya…:)🙂🙂

Chapter 1 | Chapter 2

 

Sudah seminggu ini, Eunbi tinggal di rumah keluarga Cho. Sebenarnya Eunbi tidak ingin lama – lama tinggal disini, tapi nyonya Cho selalu punya cara agar Eunbi membatalkan niatnya. Apa yang eunbi bisa perbuat, jika setiap kali eunbi berpamitan nyonya Cho selalu menangis karena tidak tega membiarkan Eunbi tinggal sendiri..

Eunbi memperhatikan kalender meja di nakas. ‘malam ini adalah malam bulan purnama’ eunbi menjadi sedikit gelisah. Ia menggenggam kalung dengan bandul diamond biru yang melinggkar di lehernya.

 

“eomma, apa yang kau lakukan?” eunbi menghampiri nyonya cho yang sedang berkutat dengan tanah dan sekop kecil miliknya

“ aku sedang menanam bunga. Akhir akhir ini aku tidak punya waktu untuk melakukan ini”

“ kalau begitu biar aku bantu” eunbi menggulung sedikit lengan bajunya dan menggambil pot kecil di bawah kakinya. Menghabiskan hari liburnya dengan berkebun bukanlah ide yang buruk.

 

Sejak tadi sore eunbi selalu memandangi langit lewat jendela kamarnya. Ia terlihat gelisah saat perlahan langit mulai menghitam, ia terus menggenggam kalung miliknya. Perlahan cahaya bulan mulai menerangi malam, tapi itu justru membuat eunbi semakin mempererat genggamannya dan memejamkan matanya.

Sinar bulan sudah nampak dengan sempurna, membuat cahaya lain di dalam kamar eunbi menampakkan kilauannya.

 

kyuhyun melangkahkan kakinya menuju anak tangga. Ia ingin mengambil sedikit air untuk membasahi tenggorokannya. Saat melewati kamar eunbi, kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia melihat cahaya yang begitu terang dari kamar eunbi yang menerobos lewat celah bawah pintu.

Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya saat dipikir itu hanyalah cahaya lampu kamar eunbi.

 

Eunbi memandang dirinya lewat kaca jendela di depannya. Sayap biru sapphire yang berkilau dan mata yang biru sudah merubah eunbi seutuhnya. Setiap bulan purnama datang hal ini pasti terjadi. Ia sering berfikir, kenapa hal ini terjadi padanya. Kenapa dia tidak bisa sekali saja melupakan perubahannya setiap malam bulan purnama datang.

 

Eunbi terus berdiri di depan jendela kamarnya sampai bulan itu mulai turun dan digantikan dengan cahaya sang fajar.

 

Kyuhyun membolak balik undangan berwarna silver di tangannya ‘REUNI KYUNGHEE UNIVERSITY’ haruskah ia datang?.

Kyuhyun terus berpikir tentang undangan itu sambil memusatkan pandangannya pada langit – langit kamarnya.

 

Tok…tok…tok…

Eunbi memunculkan sedikit kepala lewat pintu yang setengah tertutup itu.

“apa aku boleh masuk?”

Kyuhyun membenarkan posisinya, dan duduk di atas tempat tidurnya.

“masuklah”

“ada beberapa laporan keuangan yang tidak aku mengerti padahal aku harus segera mengeceknya. Apa kau bisa membantuku?”

“biar ku lihat dulu”

Eunbi menyunggingkan senyumannya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah kyuhyun.

Eunbi membuka laptopnya dan menunjukan dokumen dokumen yang membuatnya pusing dari tadi.

“ini, bagian ini yang tidak aku mengerti”

Kyuhyun sedikit menggeser laptop eunbi agar menghadap ke arahnya. Beberapa menit kyuhyun mencoba memahami tentang beberapa deretan angka yang berjejer disana.

“kemarilah aku akan menjelaskannya padamu”

Eunbi menggeser sedikit duduknya lebih dekat dengan kyuhyun.

“ini adalah laporan keuangan akhir tahun kan?”

“ne”

Kyuhyun menjelaskan setiap detail angka angka itu. Tapi eunbi justru focus mengendalikan detak jantungnya. Aroma sabun mandi bercampur dengan parfum kyuhyun membuat eunbi mengalihkan perhatiannya dari dokumen dokumen sialan itu. Apalagi berada sangat dekat dengan kyuhyun membuat eunbi harus berkali kali menggelengkan kepalanya mencoba melawan hatinya untuk terus memandangi wajah tampan kyuhyun.

“jadi kau sudah mengerti?”

lama eunbi berfikir dan akhirnya eunbi menggelengkan kepalanya pasrah.

“apa kau bisa mengulanginya lagi?”

Eunbi mengutuk dirinya sendiri, betapa bodohnya dia. Ia merasa seperti tertangkap basah tidak memperhatikan kyuhyun dari tadi.

 

Sebenarnya Kyuhyun tahu dari tadi eunbi tidak focus pada layar laptop. Sejujurnya ia juga merasa sedikit gugup berada didekat eunbi. Aroma sampho dan parfum eunbi memenuhi setiap rongga hidung kyuhyun. Dan ia harus melawan semua rasa gugup itu.

 

eunbi memperhatikan seluruh detail kamar kyuhyun saat kyuhyun sibuk menutup semua file yang terbuka dan menekan tombol swich off disana. mata eunbi terhenti pada undangan silver di dekat bantal kyuhyun. Ia membaca deretan kalimat disana.

“kau akan pergi ke acara reuni?”

Kyuhyun mengalihkan fokusnya dari layar laptop ke arah eunbi.

“tidak, aku tidak pergi” mungkin ini bukan keputusan final untuk kyuhyun, tapi untuk saat ini dia memang tidak ingin pergi

“kenapa?”

“aku hanya tidak ingin”

“bohong, apa disana ada mantanmu?” tebak eunbi asal. tidak ada jawaban dari kyuhyun, Bukankah itu pertanda bahwa tebakannya benar.

“benarkan?”

“kau tidak perlu tahu”

“kenapa gara gara mantan kau tidak bisa pergi?. Pergilah dan tunjukan pada mantanmu kalau dia berhak menyesal karena berpisah denganmu.”

 

 

Kyuhyun merapikan jasnya dan berjalan ke arah garasi.

“tunggu” dengan balutan dress berwarna merah dan rambut yang dibiarkan terurai eunbi berlari ke arah kyuhyun.

“aku akan ikut. Kau akan pergi ke acara reunikan?. Ayo” eunbi menarik tangan kyuhyun. Dan kyuhyun hanya menurut saja, karena sejujurnya kyuhyun bingung dengan sikap eunbi.

 

“untuk apa kau ikut?” kyuhyun memandang eunbi intens

“aku sudah tau ceritamu dengan mantan pacarmu itu. Dan aku akan membantumu untuk membuat dia benar benar menyesal”

“apa yang kau tahu?”

“semuanya. Eomma sudah menceritakan semuanya. Dia benar benar wanita tidak tahu malu, selingkuh dengan sahabat kekasihnya.” Eunbi menggeleng gelengkan kepalanya prihatin

“ayo kau bisa terlambat” eunbi mengintruksi kyuhyun

 

Kyuhyun menatap ragu hotel berbintang di depannya. Mungkin karena hatinya belum terlalu yakin untuk datang ke acara ini.

“ayolah” eunbi mengandeng tangan kyuhyun dan menariknya masuk ke dalam.

 

“wah kyuhyun ah pacarmu cantik sekali” kalimat itu sudah sangat familiar sejak mereka berdua masuk ke dalam hotel.

 

Wanita yang memakai gaun hitam, mulai melangkahkan kakinya kearah kyuhyun. Dengan sekali tebak semua orang pasti tahu, dia pasti mantan kyuhyun.

“dia pacar barumu kyuhyun?” suaranya terasa dibuat buat membuat eunbi percaya dia memang perempuan yang suka menggoda laki laki.

“aku hwang eunbi, calon istri kyuhyun. Kami akan segera bertunangan” kalimat itu lolos begitu saja dari mulut eunbi. Mungkin semua orang akan terkejut mendengarnya, tak terkecuali kyuhyun. Tapi eunbi tidak menyadari kesalahan ucapannya.

Eunbi mengulurkan tangannya, ia hanya ingin menunjukkan bahwa wanita yang sekarang dihadapannya bukanlah apa apa.

Nara hanya memiringkan bibirnya mencemooh.

 

“wah kue coklat ini benar benar enak” eunbi memejamkan matanya menikmati kue itu meleleh di dalam mulutnya.

“ sudah berapa lama kau bersama kyuhyun?”

Eunbi menolehkan pandangannya dan kembali asyik menikmati kue coklatnya

“untuk apa kau menanyakan itu? Bukankah diantara kalian sudah tidak ada apa apa?”

Nara meletakkan gelas winenya dan menatap eunbi tajam seperti elang yang menatap mangsanya dan siap memakannya.

“ kau benar aku dan kyuhyun sudah tidak ada hubungan apa apa. Tapi apa kau tahu dia masih benar benar mencintaiku” Nara sengaja menekankan kata mencintaiku untuk membuat eunbi kesal.

“benarkah? Aku tidak akan terlalu percaya diri jika aku jadi kau Nara shi”

Nara mengepalkan tanggannya. Bagaimana bisa wanita ini tetap tenang saat orang lain mengatakan bahwa ada orang lain yang mencintai kekasihnya.

 

Nara memejamkan matanya dan menarik nafasnya hanya untuk mengembalikan ketenangannya.

“kau tahu. Kyuhyun. saat aku tinggalkan dulu, dia tidak pernah berhenti memohon kepadaku untuk kembali kepadanya. itu benar – benar menggangguku” Nara tersenyum malu malu di ujung kalimatnya, dia seperti seseorang yang mengenang kejadian yang paling membahagiakan untuknya. Tapi bagi eunbi senyum itu tidak pantas ditunjukkan nara, mendengar penuturan nara membuat eunbi tahu nara memang tidak pantas untuk kyuhyun yang benar benar tulus mencintainya.

“ kalau begitu kasihan sekali kyuhyun harus melakukan itu pada wanita yang tidak tahu diri sepertimu” eunbi menatap nara sekilas dan melangkahkan kakinya meninggalkan nara yang masih tidak habis pikir kalau orang yang ingin dia buat kesal malah berbalik menyerangnya.

“YAH” nara menatap punggung eunbi yang terus berjalan menjauh.

Nara mengambil gelas winenya kasar dan segera meneguk habis cairan merah itu.

 

Pribadi yang ceria dan ramah membuat eunbi mudah akrab dengan yang lain. Bahkan sekarang ia nampak mengobrol dengan teman teman kyuhyun. Kecuali dengan Nara. Mantan kekasih kyuhyun.

 

Kyuhyun menyesap red wine milliknya. Tapi tepukan di pundaknya membuatnya mengurungkan niatnya untuk meneguk habis wine di gelasnya.

“annyeong kyuhyun”’

“ Ha joon, apa kabar?”
“baik” ha joon memang dekat dengan kyuhyun. Semua teman temannya selalu menganggap . ha joon aneh karena sering membicarakan hal hal yang mistis. Tapi setidaknya ha joon senang kyuhyun mau dekat dengannya dan tidak mempedulikan kebiasaan anehnya itu.

“kudengar kau membawa wanita kemari. Apa itu benar?” kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya.

“kenapa tidak mengenalkanya padaku?? Jadi dimana wanitamu?” wanitamu, kata itu mampu membuat kyuhyun sedikit senang dan gugup. Wanitamu, bukankah terlalu menggelikan jika kyuhyun senang mendengarkan itu.

 

Ha joon mengikuti arah tangan kyuhyun. Ada sesuatu yang aneh yang tidak bisa dijelaskan oleh hajoon. Energy lain dari diri eunbi.

“kyuhyun ah, aku melihat ada sesuatu yang lain dari wanitamu. Aku tidak tau apa itu. Tapi seperti ada energy yang begitu besar di dalam tubuhnya”

Kyuhyun memukul lengan hajoon dan tertawa

“apa yang kau bicarakan? Kalau kau ingin mengatakan dia cantik, bilang saja. Sudahlah” kyuhyun menepuk pundak hajoon dan berbalik.

Tapi hajoon masih tidak bisa melepaskan pandangannya dari eunbi.

 

Hari ini eunbi bisa pulang lebih awal dari biasanya. Pekerjaan di kantor tidak terlalu menumpuk seperti biasanya.

Eunbi berniat menghampiri nyonya cho yang sedang sibuk di ruang keluarga. Tapi langkah eunbi terhenti saat melihat nyonya cho memegang beberapa tangkai bunga lili dan memasukkannya ke dalam vas.

Kaki eunbi tiba tiba gemetar, ia mundur perlahan lahan dan tangannya terus menggenggam kalungnya.’ Jangan lili. Jangan lili’ hanya kalimat itu yang terus digumamkan eunbi.

 

Kyuhyun tahu setiap perubahan gerakan eunbi. Memang, setelah eunbi masuk ke rumah kyuhyun menyusulnya dibelakang. sayangnya eunbi tidak menyadari hal itu. kyuhyun sedikit mengernyitkan keningnya melihat sikap eunbi dan terus bergumam tidak jelas.

 

Nyonya cho membalik tubuhnya. Dan memandang dua manusia itu heran. Kenapa mereka hanya diam saja.

“kalian pulang bersama?”

Eunbi mengembalikan kesadarannya dan memutar tubuhnya ke belakang. Kenapa ia baru sadar kalau kyuhyun ada dibelakangnya

“tidak eomma, aku baru sampai” kyuhyun melangkahkan kakinya ke arah tangga.

 

Eunbi mengatur nafasnya untuk mengurangi sedikit ketakutannya.

“eunbi ah kau sakit” nyonya cho mendekat kearah eunbi dan memegang kening eunbi. “Tidak panas kenapa wajahmu pucat?.”

 

 

Nyonya Cho mengikuti arah pandang eunbi. Sejak duduk di depan televisi eunbi selalu memperhatikan bunga lili.

“kau suka bunga lili, eunbi ah?”

“ne??”

“aku sengaja membeli bunga lili, katanya lili itu adalah bunga para dewi.”

“ahh ne, sebenarnya……”haruskah eunbi mengatakan kebohongan ini, tapi berbohong demi kebaikan tidak apa apakan. Satu kali ini saja eunbi akan berbohong, dia benar benar tidak tahan dengan bunga lili itu.

Eunbi menarik nafasnya dan siap melanjutkan kalimatnya

“sebenarnya, aku alergi bunga lili Eomma” eunbi menyesal mengatakan ini, pasti itu akan melukai nyonya cho

“benarkah? Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Pantas saja kau terlihat pucat saat melihat bunga lili tadi. Aku akan menyuruh Ahjumma membereskannya nanti”

“maafkan aku eomma”
“kau tidak perlu minta maaf. Besok biar aku ganti dengan bunga yang lain.”

 

Eunbi meregangkan tanganya dengan mata yang masih terpejam. Sinar matahari sudah masuk lewat celah celah kamar Eunbi. Ia memutar tubuhnya ke kanan dan membuka sedikit matanya. Bayangan yang pertama eunbi lihat adalah laki laki yang berdiri di tengah pintu dengan tangan yang dimasukkan ke kantong celana. Eunbi mengedip ngedipkan matanya memastikan itu bukanlah fatamorgana.

 

Kyuhyun hanya memperhatikan eunbi yang masih sibuk mengumpulkan nyawanya. Kenapa dia masih terlihat cantik dengan setelan piyama dan rambut acak acakan apakah dia seorang malaikat. Kyuhyun terlalu sibuk dengan pikirannya sampai membuatnya lupa akan niat awalnya datang kemari.

 

Eunbi membangkitkan tubuhnya seketika.

“kyuhyun ah”

“ bangunlah, Eomma menyuruhmu menemaniku ke Busan”

Busan??? Sepertinya nyawa eunbi belum sepenuhnya terkumpul. Ia masih harus mencerna setiap kalimat yang diucapkan kyuhyun. Apa tadi dia bilang busan? Menyadari ada yang salah Eunbi menolehkan wajahnya ke pintu, tapi hanya kayu bercat coklat yang ia lihat.

 

Hari ini adalah hari peringatan kematian neneknya kyuhyun. Tuan dan nyonya cho tidak bisa pergi ke busan karena harus menghadiri acara amal yang diadakan perusahaan. Makanya kyuhyun dan eunbilah yang disuruh pergi ke busan.

 

Eunbi membuka sedikit kaca mobil dan memejamkan matanya menikmati aroma awal musim panas. Ia membuka matanya dan menoleh kearah kyuhyun yang sibuk dengan setir mobil dan jalanan.

“apa masih lama?”
“mungkin sekitar 3 jam lagi. Tidurlah jika kau capek”

 

Langit mulai menampakkan semburat orange. Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan rumah bergaya tradisional. Kyuhyun memutari mobilnya menuju pintu samping, ia tidak berniat membangunkan eunbi tapi dia juga tidak berniat untuk menggendong eunbi.

Lama kyuhyun membungkukan tubuhnya menatap eunbi yang tertidur menghadap keluar jendela.

 

Eunbi membuka sedikit kelopak matanya, dan pandangannya langsung terhenti pada iris coklat yang memandangnya.

Lima detik cukup membuat kyuhyun sadar, dan merubah mimik mukanya.

“turunlah kita sudah sampai”

 

Seorang wanita yang lebih tua dari nyonya cho menghampiri eunbi dan kyuhyun.

“kau sudah datang”

“iya. Bagaimana kabar bibi?”

“aku baik” wanita tua itu mengelus sebentar pipi kyuhyun.

Dan eunbi hanya memerhatikan apa saja yang dilakukan oleh mereka berdua.

“kau pasti eunbi?”

“ne. annyeong haseyo” eunbi membungkukkan sedikit tubuhnya.

“dari mana bibi jung tahu kalau dia eunbi?”

“aku hanya menebak kyuhyun ah. Sudahlah masuklah pamanmu sudah menunggu”

 

Hanya upacara biasa dengan buah buahan dan makanan yang tersedia di meja kecil. Tapi ini syarat akan kekeluargaan.

 

Eunbi memandangi langit dan sedikit mengoyang goyangkan kursi ayunan yang di dudukinya. Malam hari adalah hal yang paling indah. Bisa menikmati bintang bintang yang menghiasi langit, tapi pada malam hari pula eunbi merasa ketakutan.

 

Eunbi menoleh saat dirasa ayunan yang didudukinya sedikit bergoyang karena menerima beban.

“kenapa di luar? ini sudah malam. Besok kita harus berangkat pagi pagi” suara berat kyuhyun mengalun indah di telinga eunbi.

“aku hanya belum mengantuk saja”

 

Mereka berdua tenggelam dalam keheningan tidak ada yang berniat membuka percakapan hanya suara decitan ayunan bergoyang yang terdengar.

 

“kau lebih suka bulan atau bintang?”

“ne??”

“ biasanya para wanita akan lebih menyukai bulan. Itulah sebabnya mereka akan senang jika mereka disebut seperti bulan.”

“apa kau sedang merayuku kyuhyun ah. Kalau begitu lakukan saja untuk wanita lain aku tidak suka dirayu”

“untuk apa aku merayu wanita? Mereka selalu datang padaku tanpa aku harus susah payah merangkai kata kata yang manis untuk mereka”

“cih. Sombong sekali”

“ kau tahu aku ini lelaki dengan charisma tersendiri. Ketampanan, kekayaan, kelembutan dan kepintaran. Dan aku paling suka bagian ketampanan”

“kau benar benar percaya diri”

Mereka berdua larut dalam percakapan ringan yang membuat mereka sama sama tersenyum. Ini adalah sesuatu yang tulus dari mereka.

 

Drt….Drt…

“yoboseyo”

“ne? kenapa ini bisa terjadi”

“baiklah aku akan ke sana sekarang”

Kyuhyun memasukkan kembali ponselnya ke saku jasnya dan menatap Eunbi

“ada apa?”

“aku harus kembali ke Seoul sekarang. ada masalah dengan perusahaan. Kau kembalilah besok aku akan menyuruh sekretaris Han menjemputmu.”

“aku akan ikut denganmu saja”

“baiklah. Ayo”

 

Kyuhyun mengedari mobilnya sedikit lebih cepat, tengah malam begini jalanan tidak ramai apalagi jalanan di pinggir kota seperti ini. hanya lampu lampu jalanan yang berbaris sepanjang jalan yang menemani.

 

Sorot lampu dari depan membuat eunbi dan kyuhyun mengernyitkan matanya. Semakin dekat mereka tahu itu adalah lampu sebuah truck tapi kenapa dia berjalan berkelok kelok.

Kyuhyun langsung membanting setirnya ke kanan saat truck itu tiba tiba menerobos ke lajur yang salah.

“ah” eunbi memekik kesakitan saat tubuhnya terpental ke depan.

Untunglah mobil kyuhyun tidak menabrak truck itu.

“gwenchana??” kyuhyun bertanya dengan nada yang begitu khawatir.

“oh”

 

Kyuhyun keluar dari mobil dan menghampiri truck yang hampir membuatnya mati sia sia.

 

Eunbi melihat kyuhyun sedikit bersitegang dengan pemilik truk itu. Tidak tahan dengan situasi ini, eunbi keluar dari mobil dan menghampiri kyuhyun..

 

Jalanan yang menanjak, membuat truk yang berhenti itu sedikit bergerak.

 

Kyuhyun melihat truk itu perlahan berjalan ke bawah tepat kearah eunbi. Ia melihat eunbi dan truk itu bergantian.

Tanpa pikir panjang kyuhyun langsung menarik tangan eunbi, dan truk itu berjalan ke bawah dengan cepat.

 

BRAKK

Truk itu menabrak pembatas jalan.

Karena tidak bisa menjaga keseimbangannya kyuhyun jatuh ke tanah dengan eunbi diatasnya.

 

Eunbi membuka matanya perlahan. Ia melihat kyuhyun yang memejamkan matanya.

“kyuhyun ah?” eunbi mencoba memanggil nama kyuhyun. Tapi tidak ada jawaban dari kyuhyun. Ia menguncangkan tubuh kyuhyun dengan terus memanggil namanya. Saat kyuhyun tidak menjawab panggilannya ini jauh lebih menakutkan dari pada

tertabrak mobil.

 

“YAK, kalian berdua harus mengganti trukku. Apa kau tidak lihat apa yang terjadi pada trukku itu hah?” supir truk itu menunjuk eunbi dan truk itu bergantian.

“Ahjussi, tolong hubungi ambulance sekarang” sungguh eunbi benar benar tidak peduli dengan amukan ahjussi itu, dia hanya khawatir dengan keadaan kyuhyun. Bahkan dia rela kalau ahjussi itu memukulnya asalkan dia bisa menyelamatkan kyuhyun.

“apa kau tidak mendengarkanku? Ku bilang cepat ganti rugi.”

“Ahjussi” eunbi sedikit menaikkan nada bicaranya

“ini bukan waktunya membicarakan tentang trukmu. Apa kau tidak lihat orang ini sedang butuh bantuan.”

Eunbi menarik nafasnya “aku mohon” eunbi mulai memelankan nada bicaranya bahkan sekarang air matanya sudah hampir jatuh.

 

Ahjussi itu meninggalkan eunbi dan kyuhyun, dia berjalan menuju truknya tanpa menghiraukan perkataan eunbi.

 

“kyuhyun ah? Kyuhyun ah?” eunbi mengguncang pundak kyuhyun saat mencoba memegang kepalanya eunbi melihat ada darah yang mengalir di kepala kyuhyun. Air mata eunbi lolos begitu saja, ia benar benar ketakutan sekarang.

“kyuhyun ah, bangunlah.”

Kyuhyun membuka matanya perlahan rasa pening dikepalanya begitu kuat.

“diamlah aku tidak apa apa. Kau terlalu berisik” suara lirih kyuhyun membuat eunbi menghentikan tangisannya

“kyuhyun ah, gwenchana?”

 

Eunbi memapah kyuhyun ke dalam mobil.

Eunbi menumpahkan semua isi tasnya dan menekan panggilan darurat diponselnya.

 

“apa yang harus aku lakukan?” eunbi mengulang ulang pertanyaan yang sama pada dirinya. Ambulan akan datang 15 menit lagi, tapi darah dikepala kyuhyun tidak berhenti mengalir.

 

Eunbi membulatkan tekadnya.’ Baiklah aku akan melakukannya’ eunbi memantapkan hatinya dan menggenggam bandul kalungnya sambil merapalkan beberapa baris mantra yang terdengar seperti nyanyian. Dia sudah tidak peduli dengan akibat apa yang akan diterimanya nanti baginya menyelamatkan kyuhyun adalah hal yang paling penting saat ini.

 

Di setengah kesadarannya, kyuhyun melihat wanita dengan sayap biru yang berkilau dan mata biru memegang kepalanya dan pada saat itulah kyuhyun benar benar kehilangan kesadarannya.

 

===================TBC====================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s