[Oneshoot] Gravity

Untitled-2 copy

 Judul : Gravity

Author : Oh Honey

Length : Oneshoot

Rating : PG-17

Cast : Kim So Jung / Sowon G-friend, Kim Soek Jin / Jin BTS,

Park Jimin / Jimin BTS, Kang Sora

Genre : Romance

Author’s Note:

ini adalah ff pertamaku dengan main cast selain kyuhyun. enggak tau kenapa tiba – tiba pingin buat cerita jin dan sowon hehehe…. Semoga ff ini banyak yang suka #ngarep. Kalau misalnya readers pada suka ff ini bakal aku lanjutin tapi kalau responnya kurang bagus ya stop sampai sini. Author harap sih kalian pada suka hehehe…

ff ini juga aku publish di blog pribadi

DON’T BE SILENT READER GUYS, PLEASE🙂

Happy Reading🙂🙂

 

 

Diiringi dengan turunnya salju pertama kim so jung terus bersenandung sepanjang jalan. Hari ini adalah hari jadi ia dan park jimin, pacarnya. Tak terasa sudah 3 tahun mereka menjalin kasih. Dihari bahagia ini, so jung ingin memberikan kejutan untuk jimin. Membayangkan ini membuat so jung menarik kedua ujung bibirnya dan memperhatikan kembali kue berukuran sedang dengan topping vanilla kesukaan jimin yang telah ia siapkan dari rumah. Butuh usaha yang keras untuk so jung membuatnya, karena memang dia tidak terlalu pandai dalam hal memasak.

Kim so jung memandangi gedung apartment dihadapannya dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

Puas memandangi gedung apartment itu, so jung melangkahkan kakinya masuk kedalam. Ia sudah hapal betul kemana kakinya harus melangkah. ‘apartment no 3003’.

“semoga jimin belum pulang”

Jarinya dengan cepat menekan deretan angka yang sudah berada diluar kepala. Tanpa sungkan so jung melangkahkan kakinya kedalam.

Beberapa lilin telah ia siapkan dimeja makan, tidak lupa kue yang ia bawa tadi.

“sudah jam 9. Kenapa jimin belum pulang. Apakah dia sedang lembur?”

Ting..

So jung mengalihkan perhatiannya ke arah pintu dan segera berlari kesana, ia tahu itu pasti jimin.

“kenapa kau baru pul…” so jung menghentikan kalimatnya.

Matanya terkunci pada tangan jimin yang milingkar indah di pinggang wanita lain. Bukan, dia bukan wanita lain, dia sahabatnya. Sahabat So jung sejak kecil.

Jimin melepaskan tanggannya dan menatap so jung canggung,

“So jung ah, kenapa kau disini ?”

“kenapa kau bertanya kepadaku, jimin ah. Apa kau lupa sekarang hari apa?” so jung menatap jimin tepat di kedua bola matanya, seolah so jung bisa membunuh jimin lewat tatapannya.

Tak ada jawaban yang keluar dari mulut jimin, mungkin dia memang benar benar melupakan hari ini.

“kenapa kau datang bersama sora?” so jung melirik ke arah Sora yang sama sekali tidak canggung dengan keadaan ini.

“emm..itu…”

“katakan saja yang sebenarnya pada so jung jimin ah, tidak ada gunanya kita menutupi ini lagi”

“apa maksudmu kang sora?” so jung berusaha dengan sekuat tenaga menahan air matanya untuk tidak jatuh. Dia bukan wanita bodoh yang tidak mengerti dengan apa yang sora maksud.

“aku dan jimin oppa sudah berkecan sejak 5 bulan yang lalu” tangan sora meraih lengan jimin dan memamerkan senyum evilnya.

“mwo??Jadi selama ini kalian mengkhianatiku hah”

“maafkan kami so jung ah” sebenarnya bukan itu yang so jung ingin dengarkan dari mulut jimin. Ia ingin jimin mengatakan kalau semua itu hanya omong kosong.

“jangan ucapkan kata maaf dihadapanku. Kau tidak pantas mengucapkannya.”

“kalian semua benar benar membuat aku muak” so jung menghentakkan kakinya keluar apartment,dia sengaja menyenggol bahu sora dengan sangat keras. Ia tahu itu tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya tapi paling tidak dia bisa meluapkan kekesalannya.

So jung menghentikan langkahnya, dan menantap dua insan yang ingin ia hancurkan saat ini dengan tatapan membunuh.

“yak, kang sora. Kau ambil saja jimin. Aku tidak membutuhkannya lagi. Bagiku kalian berdua saat ini adalah sampah. Terutama kau KANG SORA”

Wanita itu berjalan sempoyongan dengan terus menyanyikan sebuah lagu yang bahkan liriknya tidak jelas didengar.

So jung menghentikkan kakinya di depan sebuah restoran.

“Yak kau” so jung meneriaki laki laki di depannya dan terus menunjuk laki laki itu yang entah siapa.

“yak kau. Apa yang kau lakukan dengan wanita ini huh?. Apa kalian sedang berkencan?”

Kim Soek jin membulatkan matanya dan mengernyitkan hidungnya bau alkhohol benar benar menusuk hidungnya. ‘aishh wanita ini benar benar gila’ batin Soek jin.

“ayo kita masuk” Soek jin mempersilahkan wanita dengan gaun biru caribia itu masuk ke dalam restaurant.

“auwh yakk” Soek Jin memengangi tamgan So jung yang menjambak rambutnya.

Soek jin memutar tubuhnya siap menerkam wanita gila itu.

“ apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?” Soek jin meneriaki wanita di depannya itu yang terus melayangkan tatapan membunuhnya.

“AWH” Soek jin memegangi tulang keringnya yang berhasil menjadi sasaran tendangan So jung

“YA,kenapa kau suka sekali berganti ganti wanita” so jung terus mengoceh dan menunjuk Soek jin. Rasa pusing dikepalanya membuat so jung kehilangan keseimbangannya. Beruntung ia jatuh kepelukkan soek jin bukan ke tanah.

Berada dipelukkan soek jin membuat so jung benar benar kehilangan kesadarannya. Aroma parfum yang dipakai soek jin membuat so jung merasa nyaman berada dipelukkanya. Tanpa so jung sadari air mata yang ia tahan sejak tadi perlahan mulai jatuh dan ia mulai terisak.

“kenapa kau tega sekali selingkuh dibelakangku. Apa salahku?” So jung terus terisak di bahu Soek jin.

tidak tahan dengan situasi ini, wanita yang hanya menjadi penonton sejak tadi menatap Soek jin muak. “ siapa wanita ini?”

“aku tidak tahu,aku tidak mengenalnya.” Soek jin terus memegangi pundak So jung.

“apa kau bilang kau tidak mengenalku? Jadi kau anggap apa aku selama ini?. kau tidak ingat apa saja yang telah kita lakukan bersama?” So jung bangkit dari pelukan Soek jin dan menatapnya sekilas tapi kemudian dia benar benar kehilangan kesadarannya dan jatuh ke pelukan Soek jin lagi.

“apa maksud perkataan wanita ini oppa?”

“aku tidak tahu.” Soek jin benar benar kesal dengan situasi ini. Makan malam dengan wanita yang dikenalkan ibunya saja sudah membuatnya kesal. Dan sekarang, wanita yang tidak dikenalnya datang dan menuduhnya sembarangan. Adakah hal yang lebih gila dari ini.

“sepertinya acara makan malamnya, kita tunda saja. Kau urusi dulu wanitamu ini” wanita itu melenggangkan kakinya pergi meninggalkan Soek jin.

 

“YAK agashi, apa yang kau lakukan. Cepat bangun?” Soek jin terus menguncang nguncangkan tubuh So jung .

Hanya tangisan yang ia dengar dari mulut so jung, mungkin saat ini dia benar benar mabuk.

“aish wanita ini” Soek jin menghela nafas dan memperhatikan So jung frustasi.

Malu menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang, Soek jin membawa so jung masuk kedalam mobilnya, karena memang dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

 

“emm.. kepalaku sakit sekali” So jung memegangi kepalanya yang terasa berputar putar.

So jung memperhatikan sekelilingnya. “aku ada dimana? Mobil siapa ini”

“HAH” So jung membulatkan matanya dan langsung duduk tegap. Potongan potongan kejadian saat dia mabuk berputar dikepalanya.

“ottokhe..” So jung merutuki kebodohannya dan sesekali memukul mukul kepalanya kesal. Sekarang apa yang harus So jung lakukan. Dia benar benar malu.

Buru buru so jung mengambil tasnya dan membuka pintu mobil. Tepat saat ia hendak melangkahkan kakinya keluar dari mobil, ia dikejutkan dengan suara laki laki. So jung tidak berani menatap laki laki itu terlalu lama. Dengan satu kali lihat saja So jung tahu betul dia adalah laki laki yang menjadi korban kebodohan So jung.

“kau sudah bangun?” Soek jin melipat tangannya di depan dan memperhatikan So jung intens.

“ottokhe, kenapa laki laki itu ada disini” so jung mengigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya sebentar.

“ow kepalaku sakit sekali” so jung pura pura tidak mendengar Soek jin dan terus berjalan sambil memegangi kepalanya.

Ia yakin pasti laki laki tadi menganggapnya aneh, tapi so jung tak peduli. Baginya kejadian tadi adalah hal paling memalukan yang pernah terjadi dihidupnya. Dan semua itu karena lelaki brengsek bernama Park jimin. Mengingat nama itu membuat air mata so jung hampir saja jatuh.

“dasar laki laki breksek.” Umpatnya dalam hati.

 

So jung meletakkan kepalanya di meja kerjanya, tangannya memainkan mouse di depannya. Rasa pusing karena mabuk tadi malam masih menghantuinya. Mengingat kata mabuk, membuat So jung memukul mukul mousenya kasar. Ia merasa moodnya benar benar buruk sekarang. Jimin dan Sora. Bagaimana bisa dia melakukan ini padanya.

“AISH” so jung menegakkan kepalanya dan sedikit membanting mouse miliknya.

“kim so jung shi.”

So jung terlonjak kaget dan menengadahkan kepala.

“ne, manager park. Ada yang bisa saya bantu.” So jung mulai merubah mimik malas mukanya dan berdiri tegap di depan manajer park.

“ apakah materi untuk rapat dengan Sj Group sudah siap?”

“sudah manager “

“ baguslah, rapatnya akan dimulai satu jam lagi”

“ne, saya akan bersiap siap”

 

So jung menyesap kopi hangat miliknya untuk sedikit menetralkan emosinya, dia harus melupakan sebentar kemarahannya agar tidak menganggu presentasinya nanti. Ia mengalihkan perhatiannya dari pintu lift ke arah lobi. ‘mungkin ada orang penting yang datang, hingga semua orang berisik menyambutnya’ batin So jung

“aish” So jung memekik tertahan dan menolehkan pandangannya ke kanan ke kiri bingung.

“bagaimana ini, kenapa laki laki itu bisa ada disini”

Suara derap langkah kaki yang semakin mendekat ke arah lift membuat So jung semakin bingung.

Seok jin berjalan diiringi beberapa laki laki berjas dan terus mendengarkan setiap penjelasan dari mereka.

So jung langsung berlari ke pojokkan dan melupakan lift yang sudah ia tunggu sejak tadi.

 

So jung merapikan kemejanya dan mengelus elus materinya. Presentasi ini sangat penting dan itu membuat So jung semakin tidak bisa duduk tenang.

Semua orang menunduk hormat saat laki laki berjas dengan dasi garis garis itu masuk kedalam ruang rapat. Tapi So jung memalingkan wajahnya dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya. ‘kenapa dia bisa ada disini’

Soek jin memperhatikan wanita dengan rambut yang dibiarkannya terurai duduk di salah satu kursi rapat dan senyum evil Soek jin mulai mengembang disana.

So jung buru buru keluar dari ruang rapat, beruntung presentasinya tidak terganggu dengan kejadian yang membuat jantungnya hampir copot.

“So jung shi” suara berat itu membuat So jung menghentikan langkahnya dan memejamkan matanya. Suara ini adalah suara yang tidak ingin dia dengar untuk saat ini. so jung menghela nafas dan membalikkan tubuhnya.

“ne, Tuan Kim Soek jin. Ada yang bisa saya bantu?” So jung menambahkan senyumannya di ujung kalimatnya.

Soek jin mendekatkan dirinya ke arah So jung dengan tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya.

“ apa kau sudah tidak mabuk sekarang?”

“ne? Ap- apa yang sajangnim katakan” So jung tertawa canggung

“ apa kau tidak ingat dengan apa yang kau lakukan tadi malam padaku?”

“ saya benar tidak mengerti apa yang tuan katakan. Kalau begitu saya permisi” So jung menundukkan kepalanya dan segera berlalu dari hadapan Soek jin.

‘Jadi kau berpura pura tidak mengenalku’ batin Soek jin.

 

 

Dengan memakai dress one piece warna hitam selutut dan rambut yang dibiarkan tergerai, so jung melajukan mobilnya ke salah satu hotel berbintang. So jung bukan tanpa alasan datang hotel itu, malam ini ada jamuan makan malam dengan Sj Group. Sebenarnya ia ragu untuk datang karena itu berarti so jung harus bertemu dengan Soek jin. Langkah anggun so jung mengantarkannya pada sebuah meja yang sudah dipenuhi dengan berbagai orang penting mulai dari CEO Sj group sampai manager park.

“annyeong haseyo, maaf saya terlambat”

“ne,silakan duduk so jung shi” jawab soek jin dengan senyum mengembang diwajahnya.

“ne,kamsahamida sajangnim.” So jung tersenyum kaku.

Jamuan makan malam kali ini tidak berbeda dengan jamuan makan malam lainnya, yang membedakannya adalah saat ini so jung duduk disebelah soek jin.

Untuk menghilangkan rasa bosannya so jung menarik gelas wine dihadapnya, berharap wine itu dapat menghilangkkan sedikit rasa bosannya.

“jangan terlalu banyak minum nanti kau mabuk, siapa yang akan menolongmu.” Soek jin tersenyum mengejek.

Hampir saja so jung tersedak minumannya. Soek jin memang tidak keras mengucapkannya tapi so jung dapat mendengarnya dengan jelas apa yang diucapkan Soek jin, karena dia mengatakannya didekat telinga So jung.

“kenapa lelaki ini menyebalkan sekali.”

Dengan rasa kesal yang memenuhi dirinya saat ini, so jung menghabiskan winenya dengan sekali tengguk. Kelakuan so jung itu mengundang senyum dibibir soek jin. ‘wanita ini benar benar menarik’ batin Soek jin.
“terima kasih atas jamuannya,sajangnim kami permisi dulu” ucap manager park mengakhiri jamuan ini.

Dalam hati so jung merutuki dirinya sendiri, kenapa ia meminum banyak sekali wine yang membuat kepalanya pusing tak karuan. So jung memang bukan peminum yang hebat. Sedikit saja meminum minuman beralkohol ia akan pusing, mungkin lebih tepatnya mabuk.

So jung berusaha berjalan dengan benar menuju mobilnya, namun rasa pusing dikepalanya membuat ia kuwalahan. Hampir saja ia terjatuh,untung ada yang menahannya. So jung menolehkan wajahnya.berkali kali So jung menggeleng gelengkan kepalanya memastikan bahwa itu hanya halusinasinya, namun sosok yang ia lihat masih sama, ‘KIM SOEK JIN’.

Bukan karena kebetulan Soek jin berada disini, sebenarnya dari tadi ia mengikuti kemana So jung pergi. Ia tahu betul kalau saat ini so jung tidak dalam keadaan yang baik. Entah atas dasar apa soek jin melakukan itu, yang jelas ia hanya menuruti kata hatinya.

“kenapa kau minum wine terlalu banyak kalau kau tidak tahan dengan alkohol”

Perkataan soek jin tidak membuat kesadaran so jung pulih, so jung masih bingung dengan apa yang dilihatnya.

“cepat masuk kemobilmu, aku akan mengantarkanmu.”

“ne.??”

“cepat masuk” soek jin mendorong tubuh so jung kedalam mobil.

Masih bingung dengan keadaan saat ini, so jung hanya mampu menuruti keinginan soek jin.

Hanya lagu yang berputar dari radio yang mengiringi perjalanan mereka, tidak ada yang mengawali pembicaraan. Soek jin sibuk memperhatikan jalan dan So jung sibuk mengatasi rasa pusing dikepalanya. Kali ini pusing dikepalanya tidak hanya disebabkan oleh wine namun juga soek jin. So jung merasa benar benar malu dengan soek jin, bagaimana bisa ia ketahuan sedang mabuk untuk kedua kalinya.

 

“terima kasih sajangnim” so jung membungkukkan tubuhnya 90 derajat kearah soek jin.

“ne, aku pergi dulu”

“ne,kamsahamida”

Soek jin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan so jung. Baru selangkah, ia memutar tubuhnya dan menatap So jung.

“jangan terlalu banyak minum lagi so jung shi, kalau aku melihatmu mabuk lagi aku akan memukul kepalamu, arasso” soek jin mengucapkan itu dengan senyum evilnya.

“ne? Ah ne sajangnim” so jung hanya bisa menundukkan wajahnya malu.

 

 

“itu adalah beberapa desain yang telah diajukan pihak sun publisher, sajangnim”

Soek jin sibuk membolak balikkan kertas yang ada ditangannya, memperhatikan setiap detail gambar yang ada disana.

“aku suka yang ini. kita pilih yang ini saja” soek jin memperlihatkan gambar itu pada manager kang.

“ne, sajangnim. Untuk masalah lokasi pemasangan iklannya nanti saya akan meninjaunya dengan pihak sun publisher”

“ne,bagus. Carilah tempat yang paling strategis. Jika membutuhkan lebih banyak dana itu tidak masalah.”

“ne, sajangnim. Kalau begitu saya permisi dulu” manager kang membungkukkan badannya pada soek jin.

“ne.”

Bertemu dengan sun publisher? Mungkinkah itu So jung?

Sok jin mengembangkan senyum evilnya.

“manager kang.”

“ne, sajangnim”

“dengan siapa kau akan meninjau lokasi nanti”

“dengan penanggung jawab proyek ini, kim so jung .”

BINGO. Tebakannya tidak meleset.

“biar aku yang meninjau lokasinya.”

“ne? ne sajangnim” manager kang merasa sedikit aneh dengan sikap bosnya ini, tidak biasanya soek jin meninjau lokasi sendiri.

 

 

Sudah lima belas menit so jung menunggu di depan mall, tapi orang yang ia tunggu belum juga menunjukkan batang hidungnya. Ini sudah ketiga kalinya so jung melihat jam yang melingkar indah ditangannya.

“kenapa manager kang belum datang juga.”


“so jung shi”

So jung terlonjak kaget saat seseorang menyentuh bahunya. Ia membulatkan matanya.’kenapa dia yang datang’ batin So jung.

“ne, sajangnim. Bukankah seharusnya manager kang yang menemani saya meninjau lokasi?”

“sepertinya manager kang lupa memberitahumu kalau aku yang akan menemanimu hari ini.”

“benarkah?”

“em, ayo kita jalan”

So jung hanya bisa mengikuti langkah soek jin.

“itu adalah lokasi yang paling strategis disini. Bagaimana menuurut anda?”

Soek jin memperhatikan dengan detail tempat yang dimaksud so jung.

“aku setuju denganmu.”

“baguslah kalau begitu. Saya akan…..”perkataan so jung terhenti saat bola matanya menangkap seseorang,bukan mungkin lebih tepatnya orang yang tidak ingin ia temui lagi. JIMIN dan SORA. Sebenarnya so jung sudah melupakan jimin tapi melihat kemesraannya dengan sora saat ini membuat hatinya yang belum sembuh terasa sakit lagi.

Melihat ekspresi so jung yang berubah membuat soek jin bingung. Soek jin mengikuti arah pandang so jung.

“so jung shi”

“ne?”

“apa yang ingin kau katakan tadi?”

“emm.. saya akan segera membuat kontrak dengan pengelola mall ini.”

“baguslah.”

Melihat penghianat – penghianat itu membuat mood so jung benar benar buruk. Bukan karena dia masih mencintai jimin tapi penghianatan merekalah yang membuatnya marah jika mengingatnya.

“apa kau ingin minum teh, so jung shi” Soek jin hanya ingin sedikit mencairkan suasana. Ia tahu so jung tidak berada pada mood yang baik.

“ani sajangnim, saya akan langsung kembali kekantor”

“sebentar lagi jam makan siang, ayo kita minum teh dulu” soek jin menarik tangan so jung dan langsung menuntunnya keluar dari mall.

 

 

Tidak ada yang berubah dengan ekspresi wajah so jung, dan itu membuat soek jin benar benar kesal. ‘Siapa laki laki itu sebenarnya’

“apakah dia mantan kekasihmu?”

“ne? apa yang anda maksud?”

“laki laki yang kau perhatikan di mall tadi”

“emm..itu dia.. ya dia mantan kekasihku”ucap so jung malas

“apa kau masih mencintainya?”

“ani, aku tidak mencintainya. Aku membencinya. Dia telah menghianatiku, dan yang membuat aku semakin membencinya adalah dia selingkuh dengan sahabatku sendiri. Aku benar benar membenci mereka berdua.” So jung berusaha keras untuk menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia tidak mau lagi menangisi mereka berdua atau lebih tepatnya keadaannya yang menyedihkan.

Soek jin tahu bahwa saat ini so jung benar benar terluka. Bahkan ia melihat mata so jung yang berkaca kaca.

“menangislah kalau kau ingin menangis.”

“tidak, aku tidak akan menangis.” Tanpa ia sadari air mata yang berusaha ia tahan sejak tadi akhirnya runtuh juga. Dan mulai saat itu so jung mulai larut dalam tangisannya.

Melihat so jung menangis hati soek jin juga merasa sakit, entah karena apa. Yang dapat ia lakukan saat ini hanyalah menenangkan so jung.

So jung menghapus bekas air mata yang masih terlihat jelas di pipinya.

“bagaimana kau tahu kalau aku memperhatikan laki laki itu? Apa tadi terlihat sangat jelas?”

“apa? Kau??” soek jin sedikit meninggikan nada suaranya.

“oh, maaf sajangnim” permintaan maaf so jung disambut dengan tawa dari soek jin. So jung menundukkan wajahnya malu, bagaimana bisa dia bersikap seperti ini dihadapan relasi bisnisnya.

“aku lebih suka kalau kau tidak memanggilku dengan kata sajangnim. Akan terasa lebih akrab.”

Seulas senyum terpancar dari bibir so jung dan senyum itu menular pada bibir soek jin. Hanya senyum dan tawa yang menemani mereka. Mungkinkah ini awal dari semuanya ??

 

THE END

9 responses to “[Oneshoot] Gravity

  1. hallo kakak^^
    ffnya simple dan ceritanya runtut, bagus^^
    kalau ejaannya lebih diperhatikan lagi pasti bakal lebih cantik dan menarik sewaktu dibaca
    ceritanya lebih condong ke perasaan si sojung nih, hihi
    aku suka, pembawaannya di sini natural banget, cewek bangetlah intinya ya suka baper xD *plakk
    semangat nulis ya kakak!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s