Growing Pain [Part II]

growingpain

[Part 1] [Part II] [Part III] [Part IV]

Author : AiDi

Genre : Angst, Romance, Friendship

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Main Cast : Choi Siwon, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Shim Chae Rin (OC), etc..

Summary : FF ini menceritakan sebuah persahabatan yang terjadi hampir 10 tahun, namun di pada akhirnya persahabatan yang cukup lama tersebut harus berakhir hanya dengan sebuah kebohongan kecil yang membawa dampak begitu besar bagi kehidupan Siwon, Donghae dan Hyukjae. Akankah Chae Rin bersatu dengan Siwon ? Atau…Siwon kehilangan Chae Rin dan juga sahabat sahabat nya?..


To  : Siwon Oppa

‘aku sedang bersama Hyukjae oppa, siang nanti Donghae oppa akan bergabung bersama kita. Oppa, don’t skip your breakfast.. Your body need it!’

10 minutes later..

Chae Rin masih duduk terdiam diatas tempat tidurnya, ke dua tangan mungil nya masih menggenggam erat ponsel  itu. Ia tahu bahwa Siwon slalu seperti itu, slalu membaca pesan tanpa langsung membalasnya. Ntah apa yang ada dipikiran nya, namun kebiasaan Siwon yang seperti itu cukup sukses membuat Chae Rin slalu dirundung gelisah ketika menghubungi nya. Seperti pagi ini. Chae Rin ingin sekali Siwon segera membalas nya, tapi sama sekali tidak ada pesan satu pun yang masuk dalam ponsel nya..

“Siwon!…” seorang lelaki dewasa tampak melambaikan tangan kanan nya tepat saat Siwon baru saja memasuki hotel tempat Ia bekerja saat ini.

“Leeteuk Hyung.. kau sudah menunggu ku lama ?”

“Tidak, aku sendiri baru saja sampai” sahut pria berambut cokelat tersebut.

Sesaat setelah Leeteuk dan Siwon sampai di area kolam renang hotel tersebut, Siwon bergegas membuka ponsel nya kembali. Ia tahu, dan Ia telah membaca pesan dari Chae Rin. Ada perasaan bahagia ketika membaca kembali pesan yang baru Ia terima, namun tak lama perasaan lain pun menghampirinya. Raut wajah nya sangat menggambarkan ada sesuatu yang begitu membebani nya..

“Pesan dari Chae Rin ?” Leeteuk tidak salah menebak. Hanya melihat dari gelagat Siwon, Ia bisa tahu apa yang sedang terjadi.

“Ya..” seolah olah hanya kata itu yang mampu Siwon ucapkan.

“Apa yang dia katakan ?”

“Dia bilang dia sedang bersama Hyukjae..’’

“Lalu ? Apalagi ? Hyung yakin sekalipun jika kau cemburu reaksi mu tidak akan seperti ini Siwon-ah”

Siwon pun mengulurkan ponsel nya kepada Leeteuk.

“Kau masih ingin meneruskan nya ? Kau ingin berpura-pura tidak menyadari perasaan Chae Rin ? Kau bisa melukai nya nanti”.

“Nanti ? Tidak ada beda nya ketika aku..”

“Jangan membahas yang belum terjadi. Kau boleh saja ingin membahagiakan Donghae, tapi bukan dengan cara seperti ini. Bukan dengan sebuah kebohongan, bukan dengan saling menyakiti perasaan satu sama lain. Terlebih kau, donghae dan Eunhyuk adalah sahabat. Mereka akan sangat kecewa jika tahu kau telah membohongi nya. Terutama Donghae, kau bilang jika Donghae paling benci jika ada yang membohongi nya. Jangan main-main dengan sebuah Kepercayaan, Siwon-ah. Hyung takut kau menyesal nantinya”.

Leeteuk sedari awal telah mengetahui semua rencana antara Siwon dengan Chae Rin. Bahkan, Leeteuk satu-satu nya saksi di balik sandiwara itu. Leeteuk menyadari ada nya perasaan yang sama diantara Siwon maupun Chae Rin. Bahkan Leeteuk mengetahui semua yang terjadi dalam hidup seorang Choi Siwon. Bagi Siwon, Leeteuk lah orang yang tepat untuk mengetahui setiap kejain demi kejadian yang Ia alami dalam hidupnya melebihi sahabat nya, Eunhyuk dan Donghae.

Termasuk..tentang dua masalah terberat dalam hidupnya, Jantung nya yang bisa saja berhenti kapan pun.

“Donghae bisa membahagiakan Chae Rin..”

“Kebahagiaan Chae Rin adalah diri mu, Siwon”

“Kebahagiaan yang sesungguhnya akan dia dapat jika dia bersama Donghae. Kau tahu aku..”

“Siwon-ah, hyung slalu mengingatkan agar jangan merasa kecil hati dengan masalah itu. Sampai kapan kau ingin berpura pura kuat ? Mereka sahabat mu, mereka pantas ada bersama mu apapun keadaan mu. Kau ikut hyung pulang ?”

“Bisa kah aku lebih lama disini ?”

“No, you can’t”..

Leeteuk tahu benar apa yang akan terjadi jika Ia tetap membiarkan Siwon untuk tinggal lebih lama seorang diri di tempat yang jauh dari pengawasan nya. Siwon tidak akan mungkin hidup dengan baik. Bahkan saat ini pun juga bukan saat dimana Ia baik-baik saja. Seluruh pekerjaan nya telah terpaksa Ia batalkan. Jadi, tidak ada alasan bagi Siwon untuk tetap tinggal di Hongkong.

Sementara di tempat lain, Chae Rin telah bersama dengan Donghae. Kali ini Donghae mengajak nya ke sebuah rumah mungil nan cantik. Rumah yang telah dia persiapkan nanti nya untuk dia tempati bersama EunRi meski Donghae sendiri belum pernah sekalipun bertemu dan mendengar suara sosok seorang EunRi.

Rupanya tidak cukup sulit untuk membuat Donghae merasa nyaman bersama Chae Rin. Hanya dalam satu hari Chae Rin mampu menyentuh sedikit hati pria itu. Ntah keunggulan dirinya yang bagian mana yang Chae Rin manfaatkan untuk membuat Donghae begitu mudah tertarik padanya.

“Cantik sekali rumah nya, seperti rumah idaman ku” Chae Rin pun terlihat antusias sekali di depan sosok pria yang ada dihadapan nya saat ini. Dia tampak begitu manis, begitu menggemaskan untuk Donghae, dan mungkin itu lah yang berhasil membuat Donghae jatuh hati pada EunRi dahulu. Gadis manis dan menggemaskan, namun mandiri meski Donghae belum pernah melihat sosok EunRi secara nyata.

“Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan rumah ini setelah EunRi pergi”. Donghae mulai membuka suara dengan tatapan kosong sementara tangan nya mengusap lembut bingkai demi bingkai foto yang terjajar rapi di atas sebuah meja putih, ini pertama kali nya Donghae mengungkapkan apa yang ada dalam benak nya sejak kepergian EunRi dari hidupnya. Dan Chae Rin lah orang pertama yang mampu membuat Donghae sedikit lebih terbuka. Dan…nyaman saat mengatakan apa yang ada di dalam benak nya.

“Oppa ingin EunRi bahagia disana ?” tanya Chae Rin dengan penuh kesungguhan.

“Aku slalu ingin membuat nya bahagia, bahkan hingga detik ini”

Perlahan, Chae Rin mengulurkan kedua tangan mungil nya untuk menggenggam jemari tangan kanan Donghae, dan berucap “Oppa harus melanjutkan hidup oppa dengan baik. Jangan lagi menangisi atau menyesali yang sudah terjadi. Oppa punya Chae Rin sekarang..”

Donghae tak menyangka dengan apa yang baru saja dia dengar, bahkan otak nya yang cerdas pun tidak bisa menemukan apa maksud dibalik kata kata Chae Rin. Donghae hanya menatap ke dua mata Chae Rin yang sama sekali tidak melepaskan pandangan nya dari Donghae.

Dalam hati nya pun Donghae merasakan ada yang berbeda dari perasaan nya. Ntah apa namanya..Donghae tidak berani menyimpulkan apapun saat ini. Dia hanya ingin Chae Rin memperjelas apa maksud dari pernyataan nya..

Chae Rin pun kembali  tersenyum, dia menarik Donghae untuk duduk bersamanya di atas sofa pink bermotif shabby chic yang ada diruang tamu itu. Tubuh mereka saling berhadapan. Ke dua mata mereka sama sekali tidak pernah melepas pandangan satu sama lain.

“Boleh aku mengatakan sesuatu ?” ada sedikit keraguan ketika Chae Rin bertanya pada Donghae.

“Te..ntu Chae Rin”, Donghae tampak terbata bata menjawab nya dan berusaha menarik tangan nya dari genggaman Chae Rin, namun Chae Rin dengan cepat menggenggam erat kembali  tangan pria itu.

“Oppa, oppa adalah salah satu alasan ku kembali ke Seoul. Selama ini Siwon oppa slalu bercerita apapun tentang  dia dan Oppa. Perlahan, aku mulai tertarik setiap kali Siwon oppa menyebut nama oppa. Aku tertarik dengan semua tentang  Oppa. Aku pikir ini sebuah hal yang mustahil, aku sempat mengelak dengan perasaan ku.. Mana mungkin aku menyukai lelaki yang belum pernah ku temui, meski aku tlah mengetahui wajah oppa dari foto foto yang Siwon oppa kirimkan”

Donghae benar benar terkejut dengan semua yang Chae Rin katakan. Dia semakin yakin bahwa Siwon pun juga akan terkejut pula ketika dia mendengar semua yang Chae Rin katakan.

“Oppa..bisa kah kau membiarkan ku untuk menggantikan posisi EunRi ? Aku tau aku tidak seharus nya berkata seperti ini, tapi aku rasa ini saat yang tepat untuk mengatakan nya” Chae Rin begitu gugup sekali ketika harus mengatakan hal ini pada Donghae, namun..jauh didalam lubuk hati nya, ada perasaan yang begitu sakit yang Ia rasakan, ada perasaan bersalah yang Ia rasakan. Terlebih jika Ia mengingat siwon. Seakan akan Ia merasa telah menghianati Siwon. Padahal, kenyataan nya tidak ada hubungan apapun diantara Ia dan Siwon. Namun perasaan bersalah itu nyata ia rasakan.

Di saat yang bersamaan Chae Rin berusaha meyakinkan diri nya sendiri bahwa sandiwara ini harus secepatnya berjalan pada focus utamanya. Mungkin Siwon akan terkejut dengan keputusan Chae Rin, tetapi Ia terpaksa melakukan semua sedikit diluar yang mereka rencanakan. Semakin cepat dimulai, ‘’semakin cepat diakhiri’’, itu yang ada di dalam benaknya.

“Bagaimana dengan Siwon ? Apa kau sudah mengatakan tentang hal ini padanya, Chae Rin-ah ?”..

Mendengar Donghae memanggilnya seperti itu, Chae Rin pun menunjukkan senyum kecil di wajahnya. “Belum. Biar saja ini jadi kejutan saat oppa pulang nanti” jawab nya begitu bersemangat. Semangat yang sengaja dia buat-buat.

“Siwon akan terkejut melihat adik nya…”

Dan kalimat Donghae pun terhenti ketika bibir mungil Chae Rin mendarat cukup cepat di bibirnya. Ke dua mata mereka saling tertutup, kini ke dua tangan Chae Rin pun telah tergantung di atas kedua bahu Lee Donghae, dan memeluk leher Donghae sedikit sentuhan lembut.

Donghae pun tak lagi bisa mengontrol situasi. Otak nya seakan akan berhenti bekerja-dengan baik. Ke dua tangan nya merangkul pinggang mungil Chae Rin. Bibir nya mulai membalas kecupan hangat yang baru saja mendarat di bibirnya.

Ke dua nya sama sama hanyut dalam situasi yang begitu hening namun terasa hangat untuk Donghae, tidak untuk Chae Rin yang hati nya terasa seperti tersayat sebuah belati yang tajam.

Kini Audi hitam milik Donghae pun memasuki halaman rumah Siwon yang cukup luas. Dia bermaksud mengantar pulang wanita-nya.

Shim Chae Rin, kini tlah menjadi wanita-nya. Sandiwara itu pun tlah mulai memasuki focus utamanya.

Chae Rin tak ada henti henti nya menyunggingkan senyum dari bibir nya, tak lupa tangan mungil nya menggenggam erat jemari  tangan Donghae. Mereka memasuki ruang tamu dengan raut wajah yang tampak begitu bahagia, meski kebahagiaan ini terasa menyakitkan untuk Chae Rin.

Hingga suatu hal yang mereka lihat membuat senyuman itu memudar dari masing masing raut wajah mereka.

Chae Rin pun spontan melepas genggaman tangan nya dan berlari pada sosok pria yang ada di hadapan nya dan Donghae.

Choi Siwon…dia kembali. Tanpa sepengatahuan siapapun. Bersama Leeteuk tentu nya.

“Oppa…!” Chae Rin pun memeluk dan menyandarkan kepala nya di dalam pelukan Siwon. Kali ini semua perasaan seolah olah terkumpul menjadi satu. Pelukan Chae Rin sangat terasa erat. Ingin sekali Chae Rin terus hanyut dalam dekapan Siwon. Tapi Ia sadar, hal itu tidak mungkin. Bahkan ini adalah pelukan pertama untuk nya dan Siwon. Hanya di dalam sandiwara..

Siwon memeluk erat tubuh Chae Rin, seolah olah pelukan Chae Rin sanggup mengurangi rasa sakit yang baru saja Ia rasakan di dadanya sesaat setelah Siwon melihat genggaman tangan antara Donghae dan Chae Rin . Ntah apa yang sedang terjadi dengan jantung nya, Siwon hanya ingin tubuh nya mampu bekerja sama untuk sandiwara ini. Sesekali tangan nya membelai lembut rambut Chae Rin. Senyum pahit pun sesekali Ia tunjukkan.

“Chae Rin, kau tidak ingin memeluk ku juga ?” Leeteuk berusaha mencairkan suasana. Dan kali ini giliran nya untuk bersandiwara seolah olah Ia telah lama tidak bertemu Chae Rin. Padahal, Leeteuk dan Chae Rin mengenal satu sama lain. Mereka sempat kuliah di universitas yang sama. Jauh sebelum Chae Rin bertemu dan mengenal Siwon. Leeteuk juga lah yang membuat Siwon dan Chae Rin bisa sampai seperti saat ini. Hanya Donghae saja yang tahu-nya bahwa Siwon yang memperkenalkan Chae Rin pada Leeteuk.

“No !” Chae Rin pun tertawa puas ketika menolak pertanyaan Leeteuk. Dia tahu, dia harus berpura-pura ceria.

“Siwon, bagaimana bisa kau ada disini ?” Donghae begitu terkejut melihat Siwon yang saat ini berdiri dihadapan nya. Seingat nya, Siwon lah yang mengatakan Ia akan lama berada di Hongkong.

“Kau lupa kita ada dimana,Hae ? Ini rumah ku,  menurut mu apa ada alasan lain untuk menjawab pertanyaan mu ?” Siwon pun berusaha menjawab dengan tawa yang Ia paksakan.

“Harusnya kalian berterima kasih pada ku, karna Aku berhasil membawa nya pulang” Leeteuk pun menjawab pertanyaan donghae.

“Chae Rin-ah, seperti nya kau berhutang penjelasan pada oppa. Kau juga, ikan MokPo!” siwon berusaha tertawa dan melepaskan dekapan nya dari tubuh mungil Chae Rin.

“Tapi simpan saja penjelasan kalian nanti. Aku masih ada urusan dengan Leeteuk hyung, kalian bersenang senanglah”. Leeteuk paham apa yang di ucapkan Siwon.

“Urusan apa ? Aku yakin Oppa bahkan baru sampai dirumah ini” sebenar nya Chae Rin masih ingin berlama lama dengan pria yang saat ini sedang menjelma menjadi kakak nya.

Donghae pun menarik lembut tangan Chae Rin, dan merangkul bahu kanan Chae Rin. “Kau dengar kan apa yang dia katakan ? Biarlah oppa mu menyelesaikan pekerjaan nya dengan tenang. Kita bisa bersenang-senang. Enjoy our day, honey”, dan kecupan lembut dari bibir Donghae pun mendarat sempurna di pipi Chae Rin. Tampak sekali jika Donghae berusaha menenangkan Chae Rin yang sedang tidak ingin ditinggal kakak nya.

Chae Rin hanya bisa tersenyum pahit dengan perlakuan Donghae yang seperti itu. Begitu pula dengan Siwon, dan Leeteuk.

Sebelum Leeteuk dan Siwon bergegas pergi, Chae Rin sempat mengutarakan kekhawatiran nya. Kali ini bukan karna Ia adik seorang Choi Siwon, tetapi karna bagaimanapun juga Ia adalah wanita yang perasaan nya kini ada pada Siwon.

“Oppa, sebenar nya aku ingin Oppa meluangkan waktu untuk ku hari ini. Kita harus lebih banyak menghabiskan waktu berdua bukan ? Donghae oppa dan Leeteuk oppa pasti bisa mengerti. Setidak nya biarkan tubuh mu beristirahat hari ini” menyadari Siwon yang terlihat kurang begitu sehat semakin membuat Chae Rin tidak ingin berada jauh darinya.

“Aku tau, bahkan aku sudah mengingatkan nya. Kalau kau ingin istiraharat, kita bisa bertemu besok Siwon” ujar Leeteuk.

“Jangan dengarkan dia, Chae Rin-ah. Kita bisa makan malam berdua nanti. Kau mengizinkan nya ?” dan pertanyaan itu pun tertuju untuk Lee Donghae.

“Tentu. Aku tau kalian butuh waktu untuk berdua. Kalau begitu pergilah, aku akan jaga Chae Rin baik baik” jawab Donghae dengan melirik Chae Rin penuh arti.

-tbc-

6 responses to “Growing Pain [Part II]

  1. nasib siwon gimana dong setelah melihat chae-rin bergandengan tangan sama su donghae? sakit ngk yah mungkin? mungkin sakit banget malahan hehehe ^ ahh lanjutannya ini kenapa lama yah pubkikasinya author-nim??? -_-

  2. Pingback: Growing Pain [Part IV] | FFindo·

  3. Pingback: Growing Pain [Part III] | FFindo·

  4. Pingback: Growing Pain [Part I] | FFindo·

  5. Pingback: Growing Pain [Part V] – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s