Twins on The Playground—(Prologue)

twins1

Twins on the Playground

a l s h a b a e ’ s

School life, romance, sad, mix

Jeon Jungkook

Jeon Jungki

Baek Nara

Oh Gain

Other BTS’ members

Chaptered

PG 15

.

A story about shady, broken, uneazy teenagers that chasing their dream and love desperately. Contains lots of high school cliche and typo. Happy reading ;3

.

Synopsis & Teaser

.

.

 

Prologue

Dentingan piano mengalun lembut di ruang latihan yang dihiasi remang cahaya bulan. Seorang lelaki membuka mulutnya, membuat kepulan asap putih keluar dari sana. Dengan lirih dan penuh perasaan, ia bernyanyi.

[On Play : Jungkook-Sofa]

Aku duduk di sofa yang biasanya kau duduki

Aku tidak bisa tidur, berharap kau akan datang

Aku hanya bisa menatap kosong pintu depan

Kucoba menutup mata dan telinga

Tapi memori tetap mendatangiku

Akankah hatiku berhenti jika aku menahan nafas?

Hanya kerinduanku padamu yang kembali

 

Aku sendiri di sofa yang dulu kau duduki

Aku disini, menunggumu

Sangat jauh dariku, kau sangat jauh

Aku masih belum selesai denganmu, hanya debu yang tersisa

Selama aku menantimu

 

Menghela nafas, ia menamatkan lagunya kemudian menekan tuts piano secara acak. Lelaki itu berteriak, penuh keputus asaan. Tapi hanya udara hampa yang menjawab.

Punggungnya terkulai, tampak layu dan menyedihkan.

Lelaki itu rapuh.

Namun sayangnya, tidak ada orang lain yang tau penderitaannya.

Tidak ada yang tau. Tidak ada yang mengerti.

Selain dirinya sendiri.

 

***

 

They call me

Babsae~

Seorang lelaki memasang headphone di kepala, membuat tindik di kedua telinganya tertutupi. Seoul sudah semakin larut. Tapi seseorang berkaus abu-abu polos yang dibalut jaket hitam itu dengan santainya berjalan dengan kepala ditundukkan, juga kedua tangan dimasukkan dalam saku. Lelaki itu benar-benar memasuki dunianya sendiri, sampai tak sadar kalau ia baru saja menubruk dua pria pemabuk.

“Apa masalahmu, nak?” ujar salah satu diantaranya geram. Bau alkohol menguar dari mulutnya. Ia mendorong bahu lelaki itu kasar, sampai membuatnya terpojok di sebuah gang sempit.

Tidak terima, lelaki itu cepat-cepat menangkis tangan yang mendarat di bahunya.

“Berani juga kau. Mau cari mati?” tanya pria satunya sambil mencekik lehernya.

Lagi, lelaki itu berhasil menangkis serangan yang diberikan padanya. Matanya berkilat penuh amarah.

Terlanjur dibutakan oleh kebencian ia berucap, “Hanya itu kemampuanmu?” dengan pelan namun penuh penekanan, menyulut api peperangan.

Tanpa keraguan kedua pemabuk yang merasa diremehkan itu langsung melayangkan tinjunya.

Tinju pertama, ia berhasil menangkisnya.

Tinju kedua, headphone kesayangannya jatuh pecah ke tanah, namun ia tidak peduli. Tak ada yang lain di pikirannya selain mengalahkan dua pria itu.

Setelah pertarungan yang panjang lelaki itu berhasil menjatuhkan dua pria pemabuk itu. Membersihkan tangannya yang penuh debu dan bercak darah, ia sudah bersiap-siap untuk pergi.

Namun tiba-tiba seseorang menarik jaketnya, kemudian menghempaskannya dengan kuat. Membuat ia melayang lalu jatuh terjerembab ke dalam genangan air.

Pria pemabuk itu tertawa mengejek.

“Kau pikir kami akan menyerah semudah itu padamu, hah? Murid?”

Pukulan bertubi-tubi menghantam perut dan dadanya. Tapi ia sudah terlalu lemah untuk melawan. Darah mulai mengalir di sudut bibir lelaki itu namun tak ada sedikitpun belas kasihan dari orang yang barusan melukai wajah manisnya.

Adegan itu terus berulang selama beberapa menit. Sayangnya tidak ada yang melihat, tidak ada yang datang untuk menolong. Sampai akhirnya lelaki itu menyerah. Ia memilih menjatuhkan harga dirinya untuk saat ini.

Setelah dibuang ke tanah lelaki itu mengerang menahan rasa sakit yang menjalari tubuhnya. Menyatukan tangan di depan dada, ia berlutut sambil menunjukkan wajah memelas. “Kumohon, hentikan. Tolong.”

Kedua lelaki pemabuk itu tersenyum menyeringai. “Kau habisi dia, Gogo.”

Seolah belum puas, pria yang dipanggil Gogo dengan sigap menarik kerah lelaki itu sembari mengangkat tinggi-tinggi tangan kanannya yang terkepal. Lelaki yang sudah terlihat seperti boneka yang bersimbah darah itu hanya bisa memejamkan mata. Pasrah.

 

Apa yang terjadi, terjadilah.

 

Sesaat sebelum bogeman itu dilayangkan sirine mobil polisi bergema. Membuat tarikan di kerah lelaki itu seketika terlepas. Ia segera menggunakan kesempatan itu untuk kabur.

“Dasar bocah ingusan keparat!”

“Aku tidak akan pernah melupakan wajahmu sampai kapanpun. Camkan itu!”

Tanpa mendengar teriakan penuh umpatan yang ditujukan padanya, lelaki itu terus berlari. Sejauh mungkin. Berlari sekuat yang ia bisa. Sampai akhirnya kakinya tersandung sebuah kaleng kosong yang membuat lulutnya berdarah.

“Bagus,” gumamnya sarkastik.

Darah yang mengalir di wajahnya semakin mengiring, seiring dengan langkah terseoknya yang semakin jauh dan tak tentu arah.

Satu hal ada di pikirannya saat ini, pulang. Lelaki itu ingin pulang ke rumah.

Tapi bagaimana ia bisa menemukan rumah?

Terlalu sibuk dengan pikirannya, membuat ia tak sadar sebuah mobil sedang melaju ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Mobil itu sudah mengklakson berkali-kali, namun ia tetap tak bergeming. Hanya menatap mobil itu nanar.

 

 

 

Apakah ini akhir dari segalanya?

.

.

.

Yuhuuu~

Aku balik lagi nih bawain prolog. maafkan di prolog ini ga aku cantumin cewenya. Karena aku udah merasa prolog ini terlalu panjang kalo diterusin lagi. Hayo coba tebak Jungkook yang mana, Jungki yang mana? Aku mau tau jawaban kalian hihi..

Dan aku mau bilang makasih, terutama buat anak timun dan wahyu yang udah komentar di sinopsis&teaser, yang udah nge like, juga yang udah nyempetin buat baca ini^^ sampai bertemu di chapter 1!

4 responses to “Twins on The Playground—(Prologue)

  1. Pingback: Twins on The Playground—(Chapter 1) – FFindo·

  2. Pingback: Twins on The Playground—(Chapter 2) | FFindo·

  3. Pingback: Twins on The Playground—(Chapter 3) – FFindo·

  4. Pingback: [BTS FF Freelance] Twins on the Playground – (Chapter 1) – BTS Fanfiction Indonesia·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s