Growing Pain [Part III]

growingpain

[Part 1] [Part II] [Part III] [Part IV]

Author : AiDi

Genre : Angst, Romance, Friendship

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Main Cast : Choi Siwon, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Shim Chae Rin (OC), etc..

Summary : FF ini menceritakan sebuah persahabatan yang terjadi hampir 10 tahun, namun di pada akhirnya persahabatan yang cukup lama tersebut harus berakhir hanya dengan sebuah kebohongan kecil yang membawa dampak begitu besar bagi kehidupan Siwon, Donghae dan Hyukjae. Akankah Chae Rin bersatu dengan Siwon ? Atau…Siwon kehilangan Chae Rin dan juga sahabat sahabat nya?..


From : Chae Rin

‘Are you sick ?’.

From : Chae Rin

‘I just wanna make sure that you’re okay, oppa. Mianhae…’

Dua pesan singkat yang baru saja masuk di layar ponsel Siwon itu pun terbaca oleh Leeteuk. Saat ini Ia sedang menunggu Siwon yang masih terbaring lemah di kamar tamu rumah nya.

Leeteuk pun masih tak menyangka dengan kejadian yang Ia lihat saat mereka berada di rumah Siwon. Hal ini sungguh terlalu cepat. Bahkan Siwon pun tak bisa mengendalikan tubuhnya saat melihat genggaman erat dua insan tersebut.

From : Jungsoo Oppa

‘He’s fainted.. U know what should you do”

Tanpa bisa berpikir panjang, Chae Rin pun bergegas meminta Donghae untuk membatalkan rencana makan siang yang akan dipersiapkan Donghae di sebuah resto yang baru saja mereka pilih. Kecemasan pun tak bisa lagi Chae Rin sembunyikan dari wajah cantiknya.

“Kenapa tiba tiba ?” tanya Donghae sedikit terkejut sekaligus cemas.

“Oppa, maaf. Tapi kita bisa makan siang lain kali. Saat ini sahabat ku dalam masalah, dia membutuhkan ku. Izinkan aku pergi”, air mata itu pun mulai terlihat dari sudut mata cantik nya.

Donghae tak mampu untuk menolak permintaan wanita nya, meski ada sedikit keraguan di dalam hatinya. “Baik lah, sekarang kau mau kemana ?”

“Aku akan pergi sendiri. Don’t worry about me, honey. I’ll text you later. See you” Chae Rin pun memberikan kecupan kecil di pipi Donghae untuk meyakinkan bahwa Chae Rin memang wanita-nya. Ia tak ingin Donghae menaruh rasa curiga yang berlebihan padanya. Chae Rin tahu sejak awal bahwa Donghae lelaki yang cerdas.

“Hati hati, jika tidak ada yang menjemput mu segera kabari Oppa” kali ini Donghae pun membalas kecupan dari Chae Rin. Dan Donghae pun hanya tersenyum simpul melihat punggung Chae Rin yang semakin tak terlihat dari jangkauan matanya.

Tak lama setelah Chae Rin mendapatkan taxi untuk menuju rumah Leeteuk, Ia pun segera bergegas masuk ke dalam taxi tersebut. Air mata yang sedari tadi ditahan nya pun akhirnya tumpah membasahi pipi nya. Cemas dan ketakutan yang luar biasa pun kini memenuhi seluruh isi hati dan pikiran nya. Berkali kali Chae Rin mencoba menghubungi Leeteuk, namun tak sekalipun mendapat jawaban dari Leeteuk. Bahkan ketika Chae Rin mencoba menghubungi ponsel Siwon, hasil nya pun sama. Tidak ada jawaban.

Sesampai nya Chae Rin di rumah Leeteuk, tanpa ragu Chae Rin pun langsung memasuki rumah tersebut. Dia melihat satu per satu ruangan di dalam rumah tersebut, tetapi tak juga ditemukan sosok yang Ia cari. Tak berapa lama, Chae Rin menuju lantai dua rumah itu. Ia tau kamar mana yang harus Ia masuki dilantai dua rumah ini.. Ini bukan pertama kali nya Chae Rin datang dirumah ini, hampir setiap sudut ruangan rumah Park Jungsoo telah di kenal dan di ingat baik oleh Chae Rin.

Tanpa mengetuk pintu dan tanpa menghapus air mata yang masih membasahi pipi nya, Chae Rin segera membukan knop pintu kamar itu.

Tubuh nya seketika mematung melihat sosok yang Ia cari terbaring diatas sebuah tempat tidur, wajah yang terlihat pucat dan tubuh yang terlihat lemah tersebut seakan akan membuat tubuh Chae Rin seperti ikut merasakan kesakitan nya.

Leeteuk pun tahu kali ini Ia harus membantu Chae Rin untuk menopang tubuhnya sendiri yang hampir lemas ketika melihat keadaan Siwon saat ini. Leeteuk paham jika Chae Rin sangat terkejut. Ini pertama kali nya Leeteuk membiarkan Chae Rin untuk bertemu dengan Siwon saat kondisi nya tidak baik.

“Oppa..apa yang terjadi ?” air mata pun semakin deras turun membasahi pipi gadis itu. Perlahan tangan nya mulai menggenggam jemari tangan Siwon. Di usap nya wajah Siwon yang kini membuat hati Chae Rin semakin terasa pilu.

“Chae Rin..tenang lah” Leeteuk berusaha menenangkan gadis itu, sembari mengusap lembut kedua bahu gadis itu. Kali ini Ia sendiri tidak tahu harus bagaimana dengan situasi yang sedang dihadapinya saat ini.

“Bisa kau jelaskan apa yang terjadi ?” Chae Rin masih belum bisa menguasai diri nya, air mata itu tak henti henti nya keluar dari mata cantiknya.

Hampir ketika Leeteuk ingin menjelaskan, ke dua mata Siwon pun mulai terbuka perlahan. Jemari nya pun memberi reaksi atas genggaman yang Ia rasakan dari ke dua tangan lembut Chae Rin. Perlahan, Siwon pun mulai melihat dengan jelas apa yang ada di depan nya. Sekuat tenaga Ia mencoba bangkit, namun Chae Rin berhasil meminta nya untuk tetap berbaring.

“Oppa..”

“Apa yang kau lakukan disini ? Dimana dia ?” suara yang lemah itu kembali membuat hati Chae Rin dan Leetuk terasa pilu.

“Kau mencari Donghae ?” tanya Leeteuk.

Siwon pun hanya mampu mengangguk.  Disisi lain Ia cemas melihat Donghae tidak ada bersama Chae Rin, Ia cemas melihat Chae Rin yang menangis didepan nya. Ia merasa bersalah pada Leeteuk karna merepotkan nya.

“Donghae oppa bilang dia kembali ke kantor. Oppa..”

“Berhubung kau sudah sadar, hyung akan segera menghubungi rumah sakit Siwon-ah”..

“Hyung.. tidak perlu. Tetap lah disini” pinta Siwon.

“Oppa, jangan memaksa untuk bicara. Aku setuju dengan Leeteuk oppa, kita ke rumah sakit ya” Chae Rin begitu memohon kepada Siwon.

“Kau berhutang penjelasan pada ku dan Leeteuk Hyung, Chae Rin..” Siwon Nampak berusaha untuk tersenyum didepan Leeteuk dan Chae Rin.

Hal ini semakin membuat Chae Rin merasa bersalah.

“Kau pun juga berhutang penjelasan pada ku” jawab Chae Rin tak mau kalah. Kali ini di usap nya ke dua pipinya yang basah, Ia tau bahwa Ia tidak boleh bersikap seperti ini di depan lelaki itu.

Leeteuk yang melihat Chae Rin dan Siwon pun tak bisa lagi menyembunyikan senyum nya, tampak nya Leeteuk sedikit lega.

“Penjelasan soal apa ?” tanya Siwon yang tampak kebingungan dengan hutang penjelasan yang dipertanyakan Chae Rin padanya.

“Pertama, jelaskan pada ku mengapa kalian bisa ada di Seoul secepat ini. Ke dua, apa sulit bagi oppa untuk membalas pesan ku tadi pagi ? Kau tau, Hyukjae oppa sampai menerobos masuk kamar ku karna aku terlalu lama menunggu balasan pesan dari mu. Dan terakhir, kenapa bisa sampai seperti ini ?” nada bicara Chae Rin pun mulai terdengar semakin pelan. Terlalu sakit melihat pria yang Ia cintai kini terbaring lemah di ranjang putih tersebut.

“Aku saja yang menjawabnya, aku yakin tidak ada satupun yang disembunyikan jika kau mengizinkan ku untuk menjawab nya Chae Rin-ah”.

Sontak jawaban Leeteuk yang kilat tersebut membuat Siwon begitu terkejut. Ingin rasanya Siwon untuk menghalangi Leeteuk menjelaskan semua. Namun Chae Rin sat ini yang lebih berkuasa memegang kendali dalam percakapan tersebut.

“Hyung..Chae Rin meminta ku menjelaskan, bukan kau. Bukan begitu, Chae Rin ?”

“Sepertinya kali ini aku harus mendengarkan Jungsoo oppa. Aku izinkan oppa berbicara sepuas oppa setelah aku tau bagaimana keadaan mu”

@lee corporation

“Cool man !” teriak Hyukjae setelah mendengar bahwa Donghae dan Chae Rin kini telah resmi menjalin sebuah hubungan.

Rupanya Donghae memutuskan untuk menghabiskan waktunya hari itu bersama Hyukjae di kantornya. Donghae menceritakan apa saja yang telah terjadi saat Ia membawa Chae Rin ke rumah yang tlah Ia beli beberapa bulan yang lalu.

“Finally, Mr Lee ! You got it!” Hyukjae begitu antusias ketika Donghae menceritakan ciuman pertama nya.

Ya, ciuman pertama Donghae telah dicuri bibir mungil Chae Rin. Donghae yang slalu beranggapan bahwa first kiss harus terjadi saat di depan altar pernikahan, kini tak bisa berbuat apa apa. Bahkan rasanya kini Ia ingin mengulang kembali ciuman itu.

“Mungkin inilah yang dinamakan takdir, aku sama sekali tak menyangka bahwa Siwon akan menjadi calon kakak ipar ku” Donghae tertawa kecil mengingat kenyataan bahwa kini dia adalah calon adik ipar dari sahabat nya sendiri.

“tapi kau bodoh, Hae. Harusnya saat ini kau tidak ada di depan tumpukan berkas berkas itu”

“Aku tahu, aku sudah merencanakan kencan untuk hari jadi kita berdua. Tapi karna satu hal, Chae Rin terpaksa meminta ku untuk membatalkan nya”

“Dinner ! It will be romantic dinner for both of you, hae” Hyukjae tak kehabisan akal untuk ikut andil dalam kencan pertama Donghae dan Chae Rin.

“Actually, I want it too..But we can’t do it tonight”

“Hae, sekali kali kau harus belajar untuk mengesampingkan pekerjaan mu. Kau bisa tunjuk sekretaris mu untuk menggantikan beberapa pekerjaan mu sementara waktu” hyukjae mulai frustasi dengan jawaban dan penjelasan yang diberikan sahabatnya itu. Tak bisa dipungkiri, Donghae memang workaholic. Tidak jauh berbeda dengan Siwon, hanya karir ke dua nya saja yang berbeda.

“Chae Rin seperti nya masih merindukan kakak nya. Jadi kali ini aku mengalah pada nya. Siwon akan mengajak nya dinner malam ini. Tetapi jika sampai dia membatalkan nya, aku sendiri yang akan membawa Chae Rin untuk dinner” donghae menunjukkan senyum kemenangan nya kali ini. Dia pun sebenarnya sama seperti Hyukjae, terlalu antusias merencanakan kencan pertama nya. Ia ingin kencan pertama nya menjadi kenangan yang tak terlupakan baik untuk Chae Rin maupun dirinya.

“what’s your plan B ?” tanya Hyukjae begitu cepat dan serius.

“I don’t have any plan”, yang sebenarnya adalah Donghae pun belum bisa memutuskan rencana mana yang akan dipilih untuk kencan pertamanya dengan wanita-nya tersebut. Di otak nya kini banyak sekali rencana-rencana yang Ia pikirkan, akan tetapi Donghae tidak bisa menentukan satu yang tepat. Salah satunya karna Ia sendiri belum terlalu mengenal wanita-nya. Ia tidak tau apa yang bisa membuat wanita-nya itu senang dan terkesan dengan kencan pertama yang dipersiapkan oleh nya.

To : Donghae Oppa

‘Maaf karna aku baru memberi mu kabar, aku baik-baik saja. Siwon oppa menjemput ku, oppa jangan lupa makan malam, istirahatlah tepat waktu. I’ll getting mad if you’re sick, honey :-* ’

“Kau sudah memberi nya kabar ?” tanya Siwon.

“Baru saja aku mengirimkan pesan pada nya. Kita pulang sekarang,  Kim ahjussi sudah menunggu kita diluar oppa” Chae Rin membalas pertanyaan Siwon dengan senyum penuh kasih nya.

“Leeteuk hyung..”

“Sudah lah, tidak perlu berterima kasih. Hyung bosan mendengar nya. Pulang lah kalian, besok aku akan menemui mu. Chae Rin-ah, jaga dia baik baik” kali ini Leeteuk bisa dengan lega membiarkan Siwon pulang meski tanpa diri nya. Leeteuk yakin bahwa keberadaan Chae Rin yang kini tinggal bersama Siwon pasti akan membuat keadaan cukup lebih baik dari sebelum nya. Leeteuk yakin bahwa Chae Rin bisa merubah segala hal yang Siwon pikirkan tentang hidupnya. Dan, Leeteuk pun yakin ke dua orang tersebut memang lebih baik bersama karna kebersamaan itu lah yang akan menguatkan mereka satu sama lain.

Kini Leetuk pun bisa mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya, hari yang cukup berat untuk Ia lalui.

 

@Choi’s Family

“Chae Rin, cukup sampai disini saja kau membantu ku. Istirahatlah” perlahan Siwon melepas kedua tangan Chae Rin yang sedari awal merangkul lengan kiri Siwon.

Tepat saat Siwon akan memasuki kamar nya, Chae Rin sedikit menghalangi tbuh Siwon, Ia berdiri di depan Siwon.

“Can we sleep together..tonight ?” tanya Chae Rin dengan menggigit bibir mungil nya. Ia tau bahwa pertanyaan ini begitu lancang, tetapi Chae Rin begitu mengkhawatirkan pria yang sangat Ia cintai, bahkan Ia tak peduli jika Ia harus terlihat rendah dengan  bertanya seperti itu pada seorang Chef yang  begitu dihormati dan dikagumi banyak orang.

Sedangkan Siwon, ntah apa yang merasuki pikiran nya. Ia cukup menjawab nya dengan senyuman dan membuka knop pintu kamar nya seraya mempersilahkan gadis itu untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kamar nya.

Chae Rin begitu takjub dengan isi kamar tersebut, begitu luas jika hanya untuk ditempati seorang diri saja gumamnya. Kebersihan dan kerapihan kamar itu tak membuat nya terkejut sama sekali, sudah hal wajar jika kamar ini tertata begitu rapi dan bersih.  Bukan rahasia lagi, hampir separuh manusia di dunia yang mengagumi Siwon sudah pasti tahu bahwa Siwon sangat rewel dengan kebersihan. Memang sudah sewajarnya jika seorang Chef sangat menjaga sebuah kebersihan, bukan ?

“Oppa…” suara lembut Chae Rin pun memecah keheningan yang sempat terjadi dalam kamar itu.

“ne..?”..Siwon pun menjawab sesaat setelah ia telah mengganti baju nya dengan piyama tidurnya. Lalu Ia berjalan menghampiri sisi ranjang nya. Tak lama kemudian, Chae Rin pun menghampiri nya dan duduk tepat disamping kiri Siwon.

Tak ada kata kata yang terucap dari ke dua nya, mereka hanya terhanyut dalam pandangan penuh arti. Seolah pandangan akan sebuah kerinduan yang telah lama terpendam.

Baik Siwon maupun Chae Rin ke dua nya sama sama memperhatikan setiap detail raut wajah yang ada di hadapan nya. “Mianhae..oppa” dan lagi, Chae Rin mulai membuka suara.

“Aku tidak bermaksud membuat mu sesakit ini. Aku benar benar seperti hilang kendali. Semua berjalan begitu saja..” kini Ia pun berusaha untuk menahan ke dua mata nya agar tidak ada lagi air mata yang terjatuh. Banyak sekali yang ingin Ia sampaikan pada Siwon sebelum semua terlalu jauh dan terlambat.

“Mmm..apa kau tidak ingin mengecek ponsel mu terlebih dahulu ? Siapa tau Donghae mencari mu, Chae Rin-ah” dalam keadaan seperti ini pun Siwon tetap tidak bisa melupakan Donghae sedikitpun. Bagi nya, perasaan Donghae yang paling penting dibanding dengan dirinya. Meski sesakit dan serapuh apapun hidup nya, untuk nya Donghae lah yang harus slalu dikuatkan.

“Oppa, bisa kah kita kesampingkan dia untuk sementara ? Banyak tentang kita yang harus kita bicarakan”, dan Chae Rin tersadar, dalam hati nya bertanya. Apa yang barusan Ia katakan ? Kita ? sejak kapan ada kata “Kita” untuk dia dan Siwon.

“Bicaralah terlebih dahulu..” Siwon hanya mengulur sedikit waktu nya. Saat ini Ia sendiri seperti hilang kendali, sama seperti yang Chae Rin katakan padanya.

“I think..I…love you” Chae Rin benar-benar hilang kendali.  Semua yang mengganjal dihati nya seolah olah akan meluap satu demi per satu malam ini.

“ Kau salah mencintai orang..” justru jawaban Siwon adalah kesalahan jika Leeteuk mendengarnya.

“Perasaan tidak pernah salah. Maaf, aku telah lancang dengan semua yang ku lakukan hari ini. Aku mungkin sudah gila, hanya dalam satu hari aku menyatakan perasaan pada dua pria sekaligus. Setelah aku mengambil ciuman pertama nya, kini aku meminta pada mu untuk bisa tidur bersama dengan ku. Aku..” Chae Rin tak sanggup lagi melanjutkan kata kata yang sudah Ia susun rapi dalam benak nya, setetes demi setetes air mata itu pun mulai jatuh membasahi pipi nya.

Siwon yang menyadari hal itu segera mendekap tubuh Chae Rin ke dalam dekapan nya. Menenggelam kan separuh badan Chae Rin ke dalam dada bidang nya.

“Pardon me, Chae Rin-ah. Jika aku tidak se egois ini, kau tidak akan terluka seperti ini”

“Aku terpaksa memulai nya lebih cepat. Aku tidak ingin terlalu lama terjebak bersama nya.. Tapi ternyata semua ini justru melukai mu” air mata nya pun mulai deras membasahi pipi nya.

“kau tidak ingin bersama nya ?”

“Tidak. Jika aku mempunyai kesempatan, aku hanya ingin bersama mu.. Aku tidak ingin menggantikan EunRi, aku tidak bisa memindahkan perasaan ku begitu saja pada Lee Donghae. Aku tidak akan bahagia bersama nya” Chae Rin tau tidak seharusnya Ia mengatakan seperti itu, tidak seharusnya dia mengakui bahwa Ia tidak bahagia bersama Lee Donghae, tetapi Ia hanya ingin Siwon mengetahui nya.

“Jangan membohongi ku.. I knew you love me too” Chae Rin menatap ke dua mata Siwon dengan tatapan yang mampu menghancurkan hati Siwon saat itu juga. Bukan karna Ia tidak bahagia mengetahui apa yang dirasakan gadis itu, akan tetapi Ia hancur melihat Chae Rin seperti saat ini.

“Oppa, aku hanya ingin kita bersama. Tidak lebih.. terlalu sulit kah ?” Chae Rin tiada henti nya meyakinkan Siwon bahwa mereka layak bersama.

“Kita bicarakan besok, ganti lah pakaian mu. Dan istirahat lah, Chae Rin-ah” Siwon tersenyum menatap gadis itu.

Tidak ada jawaban dari Chae Rin, ia segera beranjak dari sisi Siwon, Ia membersihkan ke dua muka nya di dalam kamar mandi yang menjadi satu dengan kamar Siwon.

To : Lee Donghae

‘Congartulation, hae.. Aku senang kau bisa melanjutkan hidupmu dengan baik. Jaga Chae Rin baik baik. Dia akan tidur dengan nyenyak malam ini karna Kau.’

Siwon memanfaatkan waktu yang singkat tersebut untuk mengirim pesan pada Donghae, Ia tak ingin Chae Rin mengetahui nya. Dengan segera Siwon meletakkan kembali ponsel di lemari yang tidak jauh dari ranjang nya. Kini Ia hanya menunggu Chae Rin segera kembali dari kamar mandi.

Tbc-

6 responses to “Growing Pain [Part III]

  1. Pingback: Growing Pain [Part IV] | FFindo·

  2. Pingback: Growing Pain [Part II] | FFindo·

  3. Pingback: Growing Pain [Part I] | FFindo·

  4. Pingback: Growing Pain [Part V] – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s