[I Love You pt.2] Classmate

I Love You - Classmate

I Love You pt.2 — Classmate

For you, I’m still your classmate.

by Shinyoung

Main Cast: Kim Jongin & Jung Soojung || Genre: Friendship & Romance || Length: Ficlet || Rating: T (PG-15) || Disclaimer: Casts belong to God. No copy-paste. Copyright © 2016 by Shinyoung.

Pt.1 Idol

*

Kulangkahkan kakiku memasuki kelas.

Aku menemukan sosok gadis yang aku sukai selama ini.

Rambutnya tergerai panjang, wajahnya tampak serius, sebuah headphone yang menempel pada telinganya melantunkan lagu favoritnya di pagi hari. Biasanya, dia akan mendengarkan playlist lagu yang cocok untuk di pagi hari melalui aplikasi Spotify.

Sebelum aku sempat melangkahkan kakiku memasuki kelas untuk menyapanya, seorang lelaki lain mendahuluiku dan menghampiri gadis itu sambil melepas headphone-nya. Mendadak, langkah kakiku terhentikan.

Tawanya lepas begitu melihat lelaki itu sudah duduk di depannya. Gadis itu memukul lengan lelaki itu pelan.

“Choi Minho sunbae!” seru gadis itu. “Jangan membuatku tertawa di pagi hari!”

“Kau harus tertawa, Jung Soojung,” ujar lelaki yang berperan sebagai kekasih gadis itu. “Orang-orang akan mengira bahwa kau adalah orang yang pemarah jika terus-menerus diam. Ngomong-ngomong, bagaimana jika kita pergi ke kafe yang ada di seberang sekolah saat pulang nanti?”

“Kafe?” Wajah Soojung langsung cerah.

Tentu saja, Soojung sangat menyukai kafe. Baginya, kafe adalah tempat yang dapat membuat hatinya tenang dengan lantunan lagu-lagu indah yang membuatnya damai. Dia bisa mengerjakan tugas dengan damai jika dia berada di kafe.

“Iya,” jawab Minho. “Bagaimana?”

“Baiklah!”

 

*

 

Aku menghampiri Soojung saat istirahat.

Gadis itu membulatkan matanya begitu melihatku. Seperti biasanya, ia langsung tersenyum lebar begitu melihatku. Senyuman yang dapat membuat hatiku meleleh seperti saat ini. Namun, senyuman itu tidak dapat menjadi milikku karena senyuman itu pada awalnya ditujukan untuk orang lain.

“Kau kemana saja seharian ini?” tanya Soojung.

“Aku?”

Justru, aku malah bertanya balik padanya. Aku meletakkan nampan makananku di hadapannya, dan duduk di hadapannya. Aku mengambil sumpitku dan mulai memakan makanan siangku yang disediakan oleh kantin sekolah.

“Ya, tentu saja kau!” ujar Soojung sambil tertawa pelan. “Aku tadi ke kelasmu, mencarimu, tapi orang-orang bilang kau tidak ada. Kau entah dimana dan aku mencarimu kemana-mana. Aku mau menceritakan sesuatu.”

“Cerita saja sekarang,” jawabku sambil tersenyum tipis.

Ia mengerutkan keningnya bingung. “Ada apa denganmu? Akhir-akhir ini, kau tampak kesal denganku. Atau kau punya masalah lagi di rumahmu? Kau bisa bercerita padaku, jangan hanya aku saja yang bercerita padamu.”

Aku menggeleng pelan, lalu tersenyum lagi. Aku mendorong keningnya pelan, membuat gadis itu langsung tertawa. “Aku tidak apa-apa. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Kau juga sebaiknya jangan sering-sering bersama Minho sunbae.”

Ia terlihat bingung. “Ada apa memangnya?”

“Tidak ada apa-apa,” jawabku.

Jangan sembunyikan apa-apa dariku ya, Kim Jongin.”

Aku hanya bisa mengangguk pelan, tanpa pernah bisa mengatakan yang sejujurnya. Begitu aku mendongakkan wajahku, kulihat senyuman Soojung yang sebelumnya cerah, menjadi lebih cerah saat melihat sesuatu di belakangku.

Kutolehkan wajahku ke belakang dan mendapatkan sosok Minho sunbae yang tampak penuh kharisma, melangkah mendekati meja kami dengan nampan yang berada di tangannya. Laki-laki itu langsung saja duduk di samping Soojung.

Sunbae. . . Kau tidak makan dengan teman-temanmu?”

“Tidak, tentu saja tidak. Aku tidak bisa membiarkanmu berduaan saja dengannya,” jawab Minho sambil mengedikkan kepalanya ke arahku. “Aku merasa hatiku terbakar saat melihat kalian berduaan saja.”

Aku tersenyum tipis, sambil cepat-cepat menyelesaikan makananku. “Baiklah, aku tidak akan mengganggunya lagi, Sunbae. Lagipula, aku tadi hanya mencoba menyapa sahabatku yang sendirian.”

Begitu selesai, aku langsung berdiri dan mengangkat nampanku. “Kalau begitu, aku duluan. Tenang saja, aku tidak akan menghampiri Soojung lagi. Aku lupa jika dia sudah punya pacar yang akan menemaninya terus-menerus.”

 

*

 

Mereka berciuman.

Itulah yang aku lihat ketika aku tidak sengaja naik ke atap sekolah dan menemukan mereka tengah berciuman. Lelaki itu berhasil merebut ciuman kedua milik Soojung. Laki-laki itu tampak senang saat mencium Soojung.

Ia bahkan berhasil melingkarkan tangannya di pinggang Soojung dan berusaha untuk menyentuh tubuh Soojung.

Aku tidak mau mengganggu mereka karena aku yakin jika aku mengganggu mereka, Soojung lah yang akan marah besar kepadaku. Seperti saat dia berpacaran dengan seorang teman sekelasnya saat kelas 1, aku tak sengaja memergoki mereka tengah bertengkar, dan aku menyelinap.

Soojung marah padaku karena aku ikut campur dengan urusannya.

Aku meninggalkan mereka dalam keadaan yang sangat menyakitkan. Tidak mungkin, Soojung pernah mengubah perasannya untukku. Aku hanyalah aku. Tidak ada yang lebih daripada seorang teman sekelas.

 

*

 

Sejak adegan ciuman itu tereka dalam memoriku, aku tidak pernah lagi menemui Soojung selama 2 bulan lebih. Jika Soojung mencariku, aku akan bersembunyi dan meminta teman-teman sekelasku untuk berkata bahwa mereka tidak tahu aku dimana.

Murid-murid lain sempat bingung karena aku dan Soojung tidak lagi dekat. Tidak lagi sedekat dahulu karena kami selalu bersama. Kami tidak pernah pisah, meskipun kelas kami terpisah.

Aku berlari sejauh mungkin dari Soojung untuk mencoba menghapus perasaanku dari dalam hatiku ini. Aku merasa bahwa tidak ada gunanya aku menyimpan perasaan ini lebih dalam jika Soojung hanya terus menatap orang lain.

Namun, hari ini aku tidak dapat bersembunyi lagi darinya.

“Jongin. . .”

“Soojung?”

Ia sudah berdiri di hadapanku, di dalam kamarku lebih tepatnya. Entah bagaimana, dia mendapatkan izin dari adikku yang sudah aku katakan kepadanya agar tidak mengizinkan Soojung masuk ke dalam kamarku.

Napasku tercekat, aku merasa tiba-tiba saja tubuhku kaku karena aku melihat foto dirinya yang tersenyum lebar sudah berada di tangannya—sebelumnya ada di dinding kamarku. Itulah mengapa aku tidak ingin dia masuk ke dalam kamarku.

Wajahnya sangat sedih dan matanya membengkak, mungkin dia menangis semalaman. Aku bisa langsung menebak, ini adalah perbuatan Minho.

“Ada apa?” tanyaku bingung.

Tangisnya langsung meledak, ia berlari ke arahku dan memelukku erat-erat, meskipun aku masih berdiri di ambang pintu kamarku. Tangisannya mungkin terdengar ke seluruh penjuru rumah, namun aku hanya bisa membalas pelukannya dan mengusap puncak kepalanya dengan lembut.

“Ada apa, Jung Soojung?” tanyaku lagi.

“Bagaimana bisa kau menghindariku selama ini?!”

Ia bertanya dengan nada tinggi dan isakan yang membuat suaranya menjadi tersedak-sedak. Ia melepaskan pelukannya dan menatapku dalam-dalam. Wajahnya terlihat sangat sedih, lebih sedih daripada saat ia melihat anjingnya yang mati.

“Kim Jongin, kau bodoh sekali!” ujarnya lagi.

“A-ada apa? Aku tidak mengerti sama sekali.”

“Kau pikir aku berpacaran dengan Minho sunbae untuk apa?” tanyanya. “Aku melakukannya untukmu, Jongin! Aku terus menerus memberikanmu petunjuk bahwa aku sebenarnya tidak mau menjadi temanmu! Aku membencimu—sangat membencimu, Kim Jongin! Kau adalah laki-laki paling bodoh yang pernah aku temui selama ini.”

“Kalau begitu, jangan berteman lagi denganku,” jawabku pelan. “Bukankah kau sudah tidak pernah lagi berbicara denganku? Aku melakukannya karena Minho sunbae tidak suka melihatku berteman denganmu.”

Kali ini, wajah Soojung tampak benar-benar marah. Tangannya terangkat dan menampar pipiku, sangat keras. Aku memang pantas mendapatkannya. Kali ini, air matanya kembali terjatuh, lebih deras daripada sebelumnya.

“Apa kau bodoh? Aku menyukaimu, Kim Jongin!”

Aku terdiam lama. Mencoba mencerna perkataan yang baru saja ia ucapkan. Kutatap wajahnya yang begitu sedih dan juga rona wajah yang mulai menyembur setelah mengatakan hal tersebut.

Dia memalingkan wajahnya, lalu berusaha meninggalkanku, namun aku berhasil menahan tangannya. Kutarik dirinya ke dalam pelukanku, erat-erat. Aku mengelus puncak kepalanya dengan lembut.

“Aku juga menyukaimu, Jung Soojung.”

 

*

fin.

5 responses to “[I Love You pt.2] Classmate

  1. Pingback: [I Love You pt.2] Classmate | Junnie! ART·

  2. Pingback: [I Love You pt.3] Together | FFindo·

  3. Pingback: [I Love You pt.4] Secret – FFindo·

  4. Pingback: [I Love You pt.5] Heaven – FFindo·

  5. Pingback: [I Love You pt.6] Lovers – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s