Isn’t Love Story Chapter 4 – Promise

FIX

Title: Isn’t Love Story Chapter 4 – Promise

Writen By: Vartstory

Main Character:

Kim Jongin | Jung Jihyun | Park Hyunji | Oh Sehun

Supporting Character:

Yook Sungjae | Park Soo Young/ Joy | Yoon Hyena | Jackson Wang | Do Kyungsoo | Kang Ahra

Genre:

Romance | Friendship | School

Leght:

Chaptered

Teaser + Cast Introduction | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3

Sepeninggal Jihyun, Kai dan Sehun masih tetap berada di tempat “Apa yang sedang kau rencanakan?”

Sehun menyenderkan tubuhnya pada kursi dan tersenyum miring, “Hanya ingin bermain-main.”

“Jangan melibatkan orang lain.” Kai terlihat mengepalkan tangannya dan sebisa mungkin menahan amarahnya.

Sehun bangkit dari duduknya dan kembali menampilkan senyuman sinisnya, “Kau yang lebih dulu melibatkannya.” Ujarnya lalu pergi meninggalkan Kai yang masih terlihat sangat emosi.

Sedangkan disisi lain, Jihyun yang masih bingung dengan keadaan yang baru saja dihadapinya tidak sengaja menabrak seorang gadis yang sedang membawa tumpukan buku. Gadis yang menurut Jihyun sangat cantik. Gadis dengan tinggi yang tidak jauh berbeda dengannya, memiliki kulit yang lebih putih darinya dan memiliki rambut yang panjang serta tubuh yang sangat ideal.

Jihyun membungkuk kemudian membantu gadis itu membereskan buku-buku yang berserakan. “Maaf, aku tidak sengaja” Sungguh Jihyun merasa jika sekolah di Empire membuat dirinya benar-benar menjadi orang yang sangat ceroboh, bagaimana tidak sudah dua kali Jihyun menabrak seseorang. Pertama Kai dan yang kedua gadis ini.

“Tidak apa lagipula ini juga salahku karena tidak memperhatikan jalan.” Gadis itu tersenyum dan mengangkat tumpukkan buku yang berada di lantai, mungkin memang benar ini memang salahnya. Karena tumpukkan buku yang dibawanya hampir menghalangi pandangannya ke jalan yang ada di depannya.

Jihyun menggelengkan kepalanya karena merasa dirinya juga yang bersalah, karena tidak memfokuskan dirinya pada jalanan di depannya. “Tidak ini salahku, biar ku bantu.” Jihyun mengambil beberapa tumpukan buku yang di bawa gadis itu dan mengikuti ke ruang guru, untuk menaruh tumpukan buku yang mereka berdua bawa.

“Terima kasih, sudah membantuku. Perkenalkan, namaku Park Hyunji, aku berada di tingkat tiga. Kau?” Gadis itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya, sungguh gadis yang terlihat sangat baik menurut Jihyun.

“Namaku Jung Jihyun, aku berada di tingkat dua. Senang berkenalan denganmu sunbaenim.”

“Namamu kebalikan dari namaku, bukankah itu lucu? Ah dan jangan terlalu formal kepadaku.”

“JIHYUN !!” Jihyun menolehkan kepalanya saat mendengar seseorang memanggil namanya.

Orang itu, Sungjae terlihat tergesa-gesa dan tentunya diikuti oleh Soo Young dibelakangnya, “Kau tak apa? Tadi ada yang mengatakan padaku dan Soo Young kalau Sehun sunbae mengganggumu.”

“Aku tidak apa-apa, tadi Kai sunbae datang menolongku.”

Mendengar nama Kai disebut, gadis yang tadi bertabrakan dengan Jihyun langsung menoleh.

Soo Young yang sadar akan kehadiran gadis itu langsung memasang wajah tidak sukanya, “Kau? Kenapa kau ada disini?”

“Joy.” Sungjae memperingatkan gadisnya. “Lebih baik kita kembali ke kelas.” Sungjae menarik lengan Soo Young lalu berjalan menuju kelasnya tentunya diikuti oleh Jihyun.

“Jadi apa yang terjadi denganmu dan si bodoh itu?” Soo Young yang penasaran tanpa sadar sudah mengatai Sehun ‘sepupunya’ itu bodoh, Sungjae yang jelas tidak suka jika Soo Young bersikap tidak sopan langsung mencubit lengan kekasihnya itu.

“Sehun sunbae hanya mengajakku berkenalan, lalu Kai sunbae datang dan langsung menyuruhku pergi.” Sesederhana itu, padahal yang terjadi sebenarnya tidaklah sederhana seperti itu. Jihyun tahu, kalau tadi maksud Sehun bukanlah semata-mata hanya untuk mengajaknya berkenalan karena tatapan Sehun dan perkataan Sehun tadi penuh dengan intimidasi. Tapi Jihyun tidak mau berprasangka buruk, walaupun Jihyun tahu kalau track record Sehun di Empire tidaklah bagus.

“Ah ya Tuhan aku lupa, aku harus bertemu dengan Kyungsoo untuk membahas perkrutan penyiar radio yang baru. Aku pergi dulu, dan kau jangan dekat-dekat dengan Sungjaeku.”Soo Young berlari menjauh meninggalkan Jihyun dan Sungjae menuju ruang siarannya karena Soo Young adalah seorang penyiar radio sekolah yang dipimpin oleh salah satu teman sekelompok Sehun. Sedangkan Sungjae harus kembali ke ruang guru untuk menyelesaikan urusannya dengan wali kelasnya yang belum usai.

Saat sudah berada di kelas, ada beberapa wanita yang menghampiri Jihyun saat dirinya sedang membaca catatan yang tadi diberikan oleh guru Han. Jihyun yang merasa ada seseorang yang berdiri di dekatnya pun langsung menoleh.

“Kau anak baru. Apa yang tadi kau lakukan dengan Sehun?” Wanita yang kini berdiri di samping meja Jihyun, menatapnya dengan tajam. Wanita dengan rambut berwarna pirang dan make up serta aksesoris yang dipakainya, menegaskan jika dirinya bukanlah dari kalangan sembarangan.

“Tadi…” Jihyun menghentikan kata-katanya dan mencari kata-kata yang pas untuk dikatakan pada wanita dihadapannya, karena jika Jihyun salah berbicara sedikit saja pasti wanita ini tidak akan membiarkan Jihyun tenang barang sedetik saja.

“…kami, maksudku aku dan Sehun sunbae hanya…” belum sempat Jihyun melanjutkan perkataannya, seorang guru sudah terlebih dahulu menginterupsinya. Dan tentunya membuat wanita di hadapannya kini dengan terpaksa meninggalkan kelas Jihyun.

Sungjae dan Soo Young yang baru saja tiba, menatap wanita itu dengan heran. Untuk apa seorang Yoon Hyena datang ke kelasnya. Namun sedetik kemudian Sungjae sadar kalau tadi sahabatnya Jihyun baru saja berurusan dengan seorang Oh Sehun. Dan itu artinya Jihyun juga harus berurusan dengan Hyena.

-o-

Seusai pulang sekolah seperti biasanya Jihyun langsung menuju kedai bubur tempatnya bekerja. Saat sampai, Jihyun terlihat lesu dan langsung menidurkan kepalanya diatas meja.

“Kau kenapa?” Ahra yang melihat Jihyun tidak bersemangat langsung mendudukkan dirinya di samping Jihyun.

“Entah kenapa aku merasa jika hari-hariku di Empire tidak akan menyenangkan.” Jihyun menghela nafas berat lalu menceritakan apa yang dialaminya hari ini pada Ahra, mulai dari pertolongan Jongin, perkenalan Sehun hingga kedatangan seorang wanita ke kelasnya.

Setelah mendengar cerita Jihyun, Ahra malah berdecak kagum, “Ya Tuhan Jihyun, kau benar-benar beruntung.”

“Kau gila? Beruntung apanya, kau tidak tahu bagaimana tatapan Sehun sunbae dan Kai sunbae tadi. Tatapan mereka seperti ingin saling membunuh.” Jihyun bergidik ngeri saat mengingat bagaimana tadi Sehun dan Kai saling beradu tatapan tajam.

“Kau ini kenapa tidak sensitif sekali sih, mereka itu menyukaimu Ji. Dari penjelasan tadi yang kau berikan aku bisa menangkap jika Sehun tertarik padamu dan ingin berkenalan denganmu namun Kai yang melihat itu cemburu, dan tidak suka jika Sehun mendekatimu. Dan wanita yang tadi mendatangimu, mungkin dia menyukai Sehun dan tidak suka jika kau dekat-dekat dengannya.”

Jihyun menggelengkan kepalanya, walaupun analisa Ahra terbilang agak meyakinkan namun Jihyun tetap tidak yakin jika mereka berdua, Sehun dan Kai tertarik padanya. Karena tatapan yang Sehun berikan padanya jauh dari kata tatapan seorang pria kepada wanita yang disukainya, tatapan Sehun lebih kepada tatapan intimidasi. Berbeda dengan Kai, entah kenapa Jihyun merasa jika tatapan Kai penuh kehangatan dan perlindungan untuknya. Jadi tidak mungkin seorang Oh Sehun menyukainya, karena seperti yang Sungjae tempo hari katakan, sebenarnya Kai sunbae tidak terlalu berbahaya hanya saja jika kau sudah berurusan dengan Kai sunbae otomatis kau juga akan berurusan dengan Sehun sunbae.

“Kau tidak mengerti, tatapan Sehun sunbae padaku tadi lebih pada tatapan intimidasi. Tapi tidak dengan Kai sunbae, tatapannya begitu hangat dan sarat akan perlindungan. Sepertinya yang dikatakan Sungjae benar.”

“Memangnya apa yang dia katakan padamu?”

“Jika aku sudah berurusan dengan Kai sunbae, itu berarti aku juga akan berurusan dengan Sehun sunbae.”

Ahra menganggukkan kepalanya lalu mensedekapkan kedua tangannya, “Kalau begitu sudah jelas, Kai menyukaimu. Dan karena itu dia terus menerus menolongmu. Seperti yang kau katakan, tatapan Kai padamu sarat akan perlindungan.”

Jihyun menghembuskan nafasnya berat, tidak peduli Kai atau Sehun menyukainya atau tidak, yang terpenting untuknya adalah dirinya bisa bersekolah di Empire dengan tenang hingga kelulusannya 2 tahun lagi tanpa ada gangguan dari Sehun ataupun Kai. Dan Jihyun juga berharap jika pilihannya untuk mengambil beasiswa di Empire adalah pilihan yang tepat.

-o-

Jihyun melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya, rumah yang tidak terlalu besar hanya cuma dihuni oleh 2-3 orang saja. Tapi walau begitu Jihyun tidak pernah sekalipun mengeluh karena baginya rumah kecil akan terasa nyaman jika diisi oleh interaksi oleh orang di dalamnya, daripada memiliki rumah besar tapi sama sekali tidak ada interaksi di dalamnya.

“Aku pulang.” Jihyun melepaskan sepatunya dan berjalan menghampiri ibunya yang tengah menyiapkan makan malam untuknya. Walau waktu sebenarnya sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi hal itu adalah hal biasa untuk ibu Jihyun, ibu Jihyun yang memang hafal dengan jam kepulangan anaknya setelah bekerja selalu menyiapkan makan malam sebelum Jihyun tiba.

“Ibu, bukankah sudah ku bilang untuk jangan menungguku dan makanlah pada jam makan malam.”

“Siapa bilang ibu menunggumu. Ibu memang baru pulang satu jam yang lalu, tadi bibi Han meminta ibu untuk sementara membantunya menjaga toko menggantikan karyawannya tidak masuk untuk beberapa hari ke depan.”

Jihyun mengerucutkan bibirnya namun sedetik kemudian ia menatap ibunya yang kini sedang mengambil beberapa makanan dengan sendu, “Berhentilah bekerja bu, kau tidak harus bekerja sekeras ini.”

“Sudah seharusnya seorang ibu sebagai orang tua tunggal bekerja membiayai kebutuhan keluarganya.”

Jihyun menatap ibunya yang kini sudah tidak lagi muda, Jihyun dapat dengan jelas melihat raut kelelahan dari wajah ibunya itu. Sejak Jihyun kecil, ibunya selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mungkin jika ayahnya ada, mereka tidak akan hidup penuh dengan kerja keras seperti ini. Rasanya Jihyun ingin sekali mencari keberadaan ayahnya namun rasanya sulit karena ibunya yang sangat mengunci rapat perihal identitas ayahnya bahkan ibu Jihyun tidak menyematkan marga suaminya kepada Jihyun melainkan memakai marganya sendiri untuk dipakai di nama depan anaknya. Dan hal itu membuat Jihyun benar-benar buta akan identitas ayah kandungnya.

“Bagaimana sekolahmu?”

“Berjalan dengan baik.” Jihyun menjawab sembari menyendokkan miyeok guk ke dalam mulutnya. Bahkan semangkuk miyeok guk dan dadar gulung saja sudah sangat nikmat untuknya.

“Kau masih mematuhi janjimu bukan?”

Pertanyaan ibunya membuat Jihyun mengunyah makanannya menjadi sangat pelan. Bukan, bukan karena dirinya lupa akan janji yang dibuatnya. Tapi orang-orang yang membuatnya hampir melanggar janjinya itu yang membuatnya seperti ini.

“Aku ingat bu.” jawab Jihyun, dan mengambil dadar gulung lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sekaligus.

“Kau harus ingat, jauhi semua chaebol disana. Dan juga…” Ibu Jihyun menghentikan perkataannya sejenak dan mengambil nafas dalam, merasa tidak yakin untuk menanyakan pertanyaan ini pada anaknya.

Jihyun menatap ibunya penasaran, “Dan juga apa bu?”

“Ah tidak, maksud ibu kau satu sekolah dengan siapa saja? Bukankah Empire penuh dengan anak-anak yang berasal dari keluarga terpandang?”

Jihyun tertawa kecil mendengar pertanyaan ibunya, “Aku tidak hafal tapi yang jelas, Soo Young kekasih Sungjae juga satu sekolah denganku bahkan kami satu kelas. Selain itu, ada anak dari hakim agung Do dan pengacara Kim Hyungsae, ibu tahu kan? Pengacara terkenal itu. Ah ya ada anak pemilik jaringan Royal Hotel dan anak pemilik Empire mereka senior satu tingkat diatasku.”

Raut wajah ibu Jihyun berubah saat mendengar cerita anaknya, bahkan tatapan ibu Jihyun berubah kosong. Jihyun yang melihat perubahan pada ibunya, menatap ibunya takut, takut jika dirinya baru saja salah bicara.

“Ibu ada apa? Apa aku salah bicara?”

Ibu Jihyun segera menormalkan wajahnya dan tersenyum, “Tidak, kau tidak salah bicara. Kau satu sekolah dengan orang-orang hebat. Tapi ibu minta padamu, jauhi mereka. Ibu takut jika mereka akan menyakitimu saat mereka tahu bagaimana keadaanmu.”

“Itu tidak akan terjadi bu. Dan untuk Soo Young, sepertinya aku tidak bisa menjauhinya bu. Dia kekasih Sungjae itu artinya dia juga temanku. Aku tidak mungkin menjauhinya, lagipula walaupun Soo Young mengatakan tidak menyukaiku tapi aku tahu sebenarnya Soo Young adalah gadis yang baik. Dia tidak menyukaiku hanya karena cemburu pada kedekatanku dan Sungjae.”

“Baiklah, kecuali pada Soo Young dan Sungjae.”

Jihyun memekik girang dan menghampiri ibunya lalu memeluknya, “Aku menyayangimu bu. Aku berjanji sebisaku untuk menjauhi orang-orang kaya itu, lagipula aku tidak mau menjadi pusat perhatian. Ibu tahu tidak, setiap anak pemilik sekolah dan anak pemilik Royal Hotel lewat pasti semua gadis memekik girang. Mereka sudah seperti seorang idol bu.” Ibu Jihyun tertawa kecil mendengar penuturan anaknya, terbesit kelegaan dalam hatinya mendengar perkatan yang baru saja diucapkan anak gadisnya.

—-

Halo semua, Isn’t Love Story sudah sampai chapter 4 dan chapter-chapter selanjutnya bakalan banyak yang akan terungkap tapi aku sangat menyayangkan respon dari kalian yang sangat sedikit. Aku ngepost ff ini di beberapa blog dan blog pribadi aku, jumlah views gak sebanding dengan likers/ commentersnya yang sangat sedikit. Jadi terpaksa untuk beberapa part yang penting sekaligus part akhir akan aku private dan hanya yang pernah meninggalkan jejak (Like/komen) yang akan mendapatkan passwordnya. Aku adalah tipikal author yang selalu membalas komentar apapun yang kalian tinggalkan dan aku gak maksa kalian untuk harus memberikan komentar karena untuk memberikan komentar cukup rumit karena harus meninggalkan email, uname, dll namun minimal kalian bisa meninggalkan like untuk cerita yang kalian baca. Terima kasih atas perhatian dan apresiasi kalian *deepbow

5 responses to “Isn’t Love Story Chapter 4 – Promise

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s