Saturday

‘Seuntai pertanyaan juga mengukir kisah’

sehun2

S.Leith Present

| Oh Sehun [EXO] – Others || Oneshot || Comedy – Slight! Brothership || Rate : G ||

NOTE : Pernah dipublis di wp pribadi

No Plagiat and Don’t be Plagiator (cari ide itu butuh perjuangan, chingu :)). Enjoy the story and sorry for some typos.

Happy reading!! \(^_^)/

~~~Saturday~~~

Monday Saturday, July 26 2014……..

            Aku, Sehun, dengan marga Oh. Sebenarnya aku tak tahu apa itu Bahasa Inggris dari hari sabtu, makanya aku bertanya pada kedua sepupuku yang tengah bermain playstation di ruang keluarga.

“Bahasa Inggris hari Sabtu ya?” Chanyeol mulai memikirkannya. Sedang aku mengangguk-angguk.

Wednesday!” jawab Baekhyun yakin –sok yakin, batinku-.

“Masa, sih?” Chanyeol terlihat ragu.

“Memangnya apa?” Baekhyun terdengar kesal, Chanyeol tak menghargai pendapatnya.

“Kupikir Monday.” Chanyeol meletakkan telunjukknya ke dagunya.

Monday, Sehun –ah. Bahasa Inggris hari sabtu itu Monday.” Chanyeol akhirnya menatapku dengan kilatan mata yang seolah berkata, “Percayalah.”

Kukira Baekhyun akan mendebat, tapi ternyata dia diam saja.

“Kau setuju, Hyung?” tanyaku kemudian –untuk Baekhyun tentu saja-.

“Jujur, Sehun –ah. Kemarin nilai ulangan Bahasa Inggrisku terpaut sepuluh angka di bawah Chanyeol. Jadi dengarkan saja apa katanya, walau yah… aku sangsi dia benar.” Bekhyun menggumam di kalimat-kalimat terakhir, ‘aku sangsi dia benar’.

Ya! Aku dengar, ne,” Chanyeol menyahut.

Kemudian, entahlah…. Semua bergulir cepat seperti rekaman video rusak. Chanyeol dan Baekhyun tahu-tahu sudah adu mulut dengan sengit. Gendang telingaku seakan pecah menampung suara mereka. Akhirnya kutinggalkan mereka berdua sambil merapalkan,

Hari sabtu itu Monday.

(Oh ya, akan kubocorkan rahasia ini pada kalian. Sempat terlintas di benakku Chanyeol hebat juga mendapat sepuluh angka lebih dari Baekhyun, namun rupanya nilai Chanyeol hanya 40, yang artinya Baekhyun hanya memperoleh 30.

Benar-benar bodoh -_-“ , ralatku setelah tahu ‘fakta mencengangkan ini’).

~~~Saturday~~~

         Karena aku masih bimbang, aku pun mencari orang lain untuk mendapat jawaban.

Di teras aku berpapasan dengan kakak tertuaku, Suho.

“Kau ingin tahu Bahasa Inggris hari sabtu ya?” tanyanya setelah kuutarakan pertanyaan ‘tersebut’.

“Iya, Hyung. Apa kau tahu?” Mataku memancarkan kilatan rasa penasaran.

Money!” jawabnya sambil tersenyum.

Money?” Aku tak sebodoh itu. Aku tahu money adalah uang.

“Ya, Sehun –ah. Buatku hari-hari yang berlalu ini seperti uang, sangat berharga, bukan begitu?” Dia memintaku, bukan, lebih terkesan memaksaku supaya setuju dengan asumsinya.

“Emm… mu…mungkin saja,” jawabku skeptis.

“Ha..ha.. kau sependapat juga denganku.” Dia tertawa puas.

“Maaf, Hyung. Yang ingin kutahu apa Bahasa Inggris dari hari sabtu, yang sesungguhnya,” aku mulai mendesak.

“Ohh itu. Kau bertanya pada orang yang tepat. Ehem..ehem.. Tapi maaf, Sehun –ah. Aku lupa.”

Kalau aku bukan adiknya, kemungkinan besar akan kubakar tas sekolahnya yang penuh kantong berisi koin emas dan perak –mainan-. Obsesinya menjadi orang kaya sungguh tidak tepat -_-.“

~~~Saturday~~~

          Setelah siang yang melelahkan ini –lelah karena tak sengaja berhadapan dengan para makhluk aneh- beruntunglah aku bertemu saudaraku, Jongin –yang kukira dia mengidap HSV (Human Skin Virus) sehingga terjangkit Black Syndrome. Sungguh, belum pernah kutemui orang Korea berkulit tidak wajar seperti si Jongin itu, dan ternyata warna kulitnya hanyalah bawaan gen dari buyut nenek ibunya kakek ayah dari saudara ayahku, setidaknya begitulah penjelasan yang kuingat dari ayahku, Changmin-, dia –Jongin- dengan cemberut menggunakan google translate untuk membantuku. Dia cemberut karena ‘aku’ –begitu tuduhnya- benar-benar menguras kuotanya.

“Masa Bahasa Inggris hari sabtu saja kau tak tahu?” cela Jongin kala itu. Padahal asal kalian tahu saja, diam-diam Jongin mengakses google translate melalui smartphonenya lalu mengetik ‘hari sabtu’ di kotak searchnya. Dasar!

“Hari sabtu itu Saturday,” jawab Jongin yang tahu-tahu sudah memasang ‘bimoli, bibir monyong lima senti’nya.

Dan mengertilah kalian kalau penyebab cemberutnya Jongin karena ‘dia sendiri’ yang menghabiskan sisa kuotanya. Di sini ‘aku’ hanya dijadikan kambing hitam saja. Dan aku baru sadar akan kedunguanku, kenapa tidak mencari saja melalui internet atau pun kamus?  Kenapa malah susah-susah bertanya pada para ‘alien’?

Sabar, Oh Sehun…….. Sabar.

Hikmahnya aku mendapat pelajaran berharga untuk hari ini, yaitu ‘kesabaran’.

Sudah ya, Diary, sampai di sini saja curahanku. Tiba-tiba ada ‘alien’ lain yang memanggil namaku, ah tidak! Tepatnya dia berteriak seperti orang gila.

Annyeong!

TAMAT

          “Oh Sehun! Ke mari kau, ppaliiii!!!”

Jinjja! Sehun menutup diarynya sambil mendengus.

Ne, Jongdae Hyung. Sebentar!!!!” Dia pun berlari ke luar kamar kemudian menutup pintunya.

‘Cekrek….’

~~~~~~~SEKIAN~~~~~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s