Saranghae, Mianhae

saranghae

Judul : Saranghae, Mianhae

Author : Oh Honey

Leght : Oneshoot

Rating : PG-18

Gendre : Romance, Sad

Main cast : Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi

Author’s Note : ini adalah ff murni hasil imajinasiku. Maaf kalau ff ini benar – benar berantakan. Maklum aku hanyalah seorang author amatiran.hehehe…dan maaf kalau banyak typo dimana – mana.

Ff ini juga aku publish di blog pribadiku.

DON’T BE SILENT READERS GUYS🙂

HAPPY READING

 

 

 

Eunbi menyilangkan tangannya di depan dada sambil menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu. Laki laki dihadapannya masih saja melalang buana dalam dunia mimpinya yang entah sudah sampai mana.

Sudah menjadi tugas Eunbi setiap hari untuk menyeret laki laki itu keluar dari hangatnya selimut yang membalut tubuhnya. Dia memang tidak pernah berubah dari dulu, selalu sulit dibangunkan. Hanya Eunbi lah satu satunya orang di rumah ini yang bisa membangukan tukang tidur seperti Kyuhyun, bahkan ibunya saja sudah angkat tangan.

 

Eunbi menarik selimut putih yang membungkus tubuh kyuhyun.

“cepat bangun oppa, ini sudah pagi”
“5 menit lagi Eunbi ah” Kyuhyun bergumam dengan mata yang masih tertutup rapat

“cepat bangun” Eunbi manaikkan suaranya tepat di telinga kyuhyun, tapi tampaknya itu tidak terlalu berpengaruh. Bahkan sekarang kyuhyun manarik bantalnya dan menutupi telinganya. Eunbi menghela nafasnya dan mencoba mencari cara untuk membuat tukang tidur itu cepat masuk ke dalam kamar mandi.

“kalau kau tidak bangun aku akan membakar semua pspmu”

“kau sudah memakai trik itu berulang kali Eunbi ah”

‘AISH’ ini benar benar menjengkelkan. Eunbi harus cepat menyelesaikan ini dan menikmati sarapannya.

 

‘BYURR’

Kyuhyun langsung duduk tegap dan menyibak selimutnya.

“YA, APA YANG KAU LAKUKAN” kyuhyun menatap Eunbi geram

“apa lagi. Membangunkanmu” jawab Eunbi enteng

“YA, dengan cara menyiramku? Apa kau gila”

“aku gila karena harus membangunkanmu setiap pagi. Cepatlah mandi semua orang sudah menunggumu Tuan muda Cho” Eunbi menepuk pundak kyuhyun dengan senyum kemenangannya, lalu cepat cepat pergi dari hadapan kyuhyun, sebelum menjadi korban amukan kyuhyun.

“YA. HWANG EUNBI !!!”

 

Eunbi memakan sereal kesukaannya seperti hanya makanan ini yang ada di muka bumi. Tidak memperhatikan tatapan kyuhyun yang siap siap menerbangkan pisau rotinya ke arah Eunbi, kekesalannya terhadap Eunbi karena membuat ranjangnya basah. Bukan. Bukan hanya ranjangnya saja yang basah tapi lebih parah dari itu kyuhyun seperti anak kucing yang tercebur ke dalam selokan. BASAH KUYUP.

 

“ Halmoni, kau tahu Eunbi benar benar membuatku dan ranjangku basah kuyup pagi ini” nenek tua yang duduk di kursi utama meja makan ini hanya tersenyum mendengar aduan cucunya. Mungkin dia sudah bosan mendengar keluhan dari cucu laki laki satunya ini setiap pagi.

“itu karena kau tidak mau bangun juga Oppa”

“Ya, tapi kau tidak harus menyiramku kan”

“kalau begitu bangunlah lebih awal, jika tidak ingin ranjangmu basah”

“Eomma” Kyuhyun beralih menatap wanita yang meyusuri anak tangga denga tas kerja suaminya di tangannya.

“bibi. Kau memang yang terbaik” Eunbi mengacungkan kedua jempolnya.

 

Eunbi memang bukan anak kandung di keluarga ini, tapi mereka memperlakukan Eunbi seperti keluarga yang sesungguhnya. Sejak umurnya 6 tahun Eunbi sudah diadopsi oleh adik Tuan Cho, baru sebentar Eunbi merasakan memiliki orang tua tapi takdir mengharuskan Eunbi menelan pil pahit lagi. Kedua orang tuanya harus kembali kepada Tuhan saat umurnya 10 tahun. Duka yang tidak pernah Eunbi bayangkan akan datang secepat ini, kecelakan mobil yang minimpa orang tuanya bagaikan petir di siang bolong yang membuat siapa saja tidak sanggup membayangkannya.

 

“aku berangkat dulu halmoni” Eunbi mengeser sedikir kursinya dan mencium kening wanita tua yang dipanggilnya halmoni itu.

“aku akan mengantarmu” kyuhyun buru buru menegak susu putihnya dan menyambar tas kerjanya.

“apa kau akan menemui Jiyeon? Shiro akan naik taxi saja” sampai kapanpun Eunbi tidak akan merestui hubungan kyuhyun dengan jiyeon. Wanita yang terang terangan mendekati kyuhyun dengan tampang sok cantiknya itu tidak akan pernah jadi kakak ipar Eunbi. Walaupun mereka teman satu kampus tapi Eunbi dan jiyeon benar benar tidak cocok. Eunbi tidak suka dengan sikap jiyeon yang sombong dan suka mempermaikan laki laki, dia tidak akan rela jika kyuhyun menjadi salah satu korbannya.

“sudahlah aku saja yang mengantarmu” kyuhyun menarik tangan Eunbi dan menuntunnya keluar rumah.

 

Kyuhyun menurunkan sedikit kaca mobilnya dan memunculkan sedikit kepalanya.

“aku akan menjemputmu nanti”

“baiklah”

Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya dan menatap Eunbi yang melambaikan tangannya sebelum menginjak gas mobilnya.

 

 

Eunbi menengadahkan kepalanya menatap seseorang yang meletakkan beberapa tumpuk buku di depannya.

“sunbaenim”

Laki laki yang berperawakan tinggi itu tersenyum dan menarik kursi perpustakaan di dekat Eunbi.

“itu buku buku yang kau butuhkan untuk mengurus skripsimu”

“wah kau memang yang terbaik Kim Do jin sunbaenim”

“jadi bagaimana perkembangan skripsimu?”

Eunbi menghela nafasnya “ aku masih harus mengganti judul lagi, Prof Ahn benar benar menyusahkan” Do jin hanya mengangguk angguk prihatin.

“jadi untuk apa sunbae ke kampus?”

“apa kau lupa aku ini pelatih tenis di kampus ini?”

“hehe aku memang sedikit melupakan itu. Akhir akhir ini aku jarang melihat sunbae di kampus apa ada perlombaan di luar?”

“hem, aku harus menemani para pemain bertanding di Incheon”

 

 

Eunbi memoleskan sedikit blash on di pipinya, ia tidak ingin terlihat biasa saja untuk hari ini. mengingat dia akan bertemu dengan Do jin membuat pipinya memerah alami.

“kenapa kau senyum senyum” suara bass itu membuyarkan fantasi Eunbi

“aku hanya ingin tersenyum”

“kau mau kemana malam malam begini?”

“berkencan” Eunbi mengerlingkan sebelah matanya

“dengan siapa”
“oppa tidak perlu tahu” Eunbi mengambil tas selempangnya dan berjalan melewati kyuhyun yang berdiri di sebelah pintu

“YA. APA KAU BERKENCAN DENGAN DO JIN?” teriakan kyuhyun tidak membuat sedikitpun langkah Eunbi terhenti. ‘kau berhutang penjelasan padaku hwang Eunbi’ kyuhyun mengeratkan giginya. Sama halnya dengan Eunbi yang tidak suka dengan jiyeon kyuhyun juga tidak suka dengan kedekatan Eunbi dengan do jin. Entah karena alasan apa, sejak pertama melihat do jin kyuhyun benar benar merasa tidak cocok dengan dia. Do jin yang suka olah raga itu benar benar bertolak belakang dengan kyuhyun yang anti dengan yang namanya olah raga.

 

Kyuhyun memandangi ponselnya kesal saat suara operator terdengar.

“kemana dia?” kyuhyun kembali menghubungi orang yang dari tadi ditunggunya

“Aishhh seharusnya aku tidak menyuruh dia”

“kalau begitu kenapa tidak kau ambil saja sendiri”

“diam kau Lee Hyukjae!” laki laki yang dipanggil Hyukjae itu hanya diam dan memainkan bolpoint di tangannya.

 

 

Suara pintu dibuka membuat kyuhyun dan Hyukjae mengalihkan pandangannya kearah pintu.

“ini dokumenmu” Eunbi meletakkan map kuning itu di atas meja kyuhyun.

“kau sudah di tunggu kyuhyun dari tadi. Dia seperti orang gila menunggu dokumen itu datang”

“benarkah?”

“kenapa kau lama sekali. Dokumen ini harus segera aku pelajari sebelum rapat nanti” ujar kyuhyun sambil membolak balik dokumen yang ia tunggu dari tadi.

“aku sudah sangat cepat. Kau menghubungiku saat aku berada di kampus, untung Sunbae bersedia mengantarku”

Mendengar kata sunbae membuat kyuhyun menghentikan tangannya membolak balik dokumen ditangannya dan menatap Eunbi intens

“jadi kau kesini bersama si kunyuk itu?”

“siapa yang kau bilang kunyuk? Dia punya nama Oppa. KIM DO JIN” Eunbi menekan kata kim do jin.

“kim do jin atau apalah itu. Kau diantar olehnya?” Eunbi hanya mengangguk membenarkan.

Kyuhyun meletakkan dokumennya kasar “YA kenapa kau mau diantar olehnya?”

“memangnya kenapa aku harus tidak mau?”

“pokoknya aku tidak suka”
“kenapa tidak suka? Kau makan siang dengan jiyeon saja aku terima. Jadi apa masalahmu?”

“itu berbeda, jiyeon yang medatangiku bukan aku”

“dan melupakan janjimu padaku” SKAK MAT kyuhyun tidak punya alasan untuk ini waktu itu dia benar benar lupa untuk mengantar Eunbi belanja dan bodohnya Eunbi tahu kalau dia sedang makan siang dengan jiyeon.

“aku benar benar lupa. Itu tidak ada hubungannya dengan jiyeon”

“apa kau membela nenek sihir itu?

“YA, ada apa dengan kalian?” hyukjae yang dari tadi hanya menjadi penonton mulai membuka suara. Tapi tatapan membunuh dari kedua makhluk yang bersitegang itu membuat hyukjae sedikit menciutkan nyalinya untuk angkat bicara

“aku tidak membela dia” kyuhyun melanjutkan perdebatannya yang sedikit tertunda

“kalau begitu kenapa tidak kau ambil saja sendiri dokumenmu?”

“aku menyuruhmu karena aku tidak bisa meninggalkan kantor”

Hyukjae hanya memperhatikan kyuhyun dan Eunbi yang sama sama membuang muka bergantian.

“kalian ini seperti pasangan yang sedang bertengkar karena orang ketiga saja”

“DIAM KAU LEE HYUKJAE” kyuhyun dan Eunbi meneriaki hyukjae bersamaan.

 

 

Eunbi menghentikan langkahnya, dia ingin mengurungkan niatnya mengambil air minum setelah melihat kyuhyun sibuk di dapur. Tapi kepalang tanggung, kyuhyun toh sudah tahu keberadaan Eunbi. Sejak perdebatannya dengan kyuhyun tadi siang, Eunbi maupun kyuhyun sama sama bungkam tidak ada yang ingin mengakhiri perang dingin ini.

 

“kau masih marah padaku Eunbi ah”

“ani” Eunbi meneguk botol mineralnya tanpa mempedulikan kyuhyun yang berada di sampingnya.

“iya,kau marah padaku”

Eunbi memutar tubuhnya menghadap kyuhyun.

“oppa aku tidak marah padamu, hanya sedikit kesal saja”

“itu sama saja”

“tidak sama. kesal belum tentu marah”

 

Mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka dan secangkir coklat panas yang dibuat kyuhyun tadi. Memasuki musim dingin seperti ini memang cocok menikmati coklat panas sambil memandangi bintang bintang di langit. Kata kyuhyun hari ini akan banyak bintang jatuh, itulah sebabnya Eunbi mau berdiri di balkon bersama kyuhyun. Mereka memang sering bertengkar tapi belum satu hari pasti kyuhyun maupun Eunbi akan segera berbaikan. Mereka tidak akan tahan terlalu lama saling mendiami.

 

“kau berkencan dengan Do jin?”

“ani” Eunbi menyeruput coklat panas yang masih mengepulkan asap

“kenapa kemarin kau bilang pergi berkencan?”

“aku hanya ingin membuatmu kesal saja”

“cih kau ini”

“Oppa berkencan dengan jiyeon?”

“ani, aku tidak suka wanita yang agresif”

“benar. Jiyeon memang wanita yang agresif”

“oh lihatlah Oppa. Wah bagusnya”

Kyuhyun melepas sweeter pajang yang membalut tubuhnya dan memasangkannya pada Eunbi.

Mereka berdua sama sama saling tersenyum, menatap tepat pada maknik mata dan tangan kyuhyun masih sibuk merapatkan sweeter pada tubuh Eunbi.

Tiba – tiba kyuhyun menarik sweeternya dan menempelkan bibirnya pada bibir Eunbi. Hanya beberapa detik kyuhyun menjauhkan bibirnya dari bibir Eunbi tapi kemudian mempelkannya lagi pada bibir Eunbi. Kali ini mereka berdua saling membalas, entah setan apa yang merasuki mereka hingga mereka berdua larut dalam ciuman yang disaksikan bintang – bintang jatuh di langit.

1 menit ciuman itu berlangsung membuat Eunbi tiba tiba tersadar dengan tindakan bodohnya dan menjauhkan diri dari kyuhyun. Mereka berdua sama sama salah tingkah tidak berani menatap satu sama lain.

“aku akan masuk dulu Oppa” Eunbi melangkahkan kakinya cepat masuk ke dalam kamar.

 

Kyuhyun memandang langit malam seorang diri, ia tidak habis pikir kenapa dia bersikap lepas control seperti tadi. Tapi melihat Eunbi dari dekat seperti itu entah kenapa membuat kyuhyun ingin menciumnya.

 

Eunbi memegangi bibirnya, mengingat kenjadian tadi membuat dia tidak bisa memejamkan matanya barang 1 menit saja. Adakah adik dan kakak yang melakukan hal itu? Pikiran itu selalu mengganggu Eunbi. Bodohnya dia juga minikmati itu tadi.

“tidak tidak” Eunbi mengeleng gelengkan kepala seolah olah menangkis setiap pikiran negative yang masuk ke otaknya.

 

 

Seminggu setelah kejadian itu, Eunbi seolah menjauh dari kyuhyun dia akan berangkat kuliah lebih awal dari biasanya walaupun disana dia harus menunggu berjam jam sebelum kelas dimulai. Bukan dia marah terhadap kyuhyun atau apapun, dia hanya tidak mau semua perasaannya menjadi lebih jauh lagi. Apakah Eunbi mencintai saudaranya sendiri? Entahlah, Eunbi masih bingung dengan ini semua. Dia masih terus menanyakan tentang perasaannya kepada hatinya.

 

 

“apa kau sekarang hobi mencoret coret surat kontrakmu kyuhyun ah?” kyuhyun membuyarkan lamunannya dan menatap surat kerjasama yang seharusnya ditandatanganinya menjadi kertas tak berbentuk dengan motif abstrak dimana mana.

Laki laki berjas biru tua itu mendudukan tubuhnya di kursi depan kyuhyun.

“apa yang kau pikirkan?”

Kyuhyun menghela nafasnya. Dan meletakkan pulpen yang menjadi permainannya dari tadi.

“apa mencintai saudara sendiri itu dosa besar?”

Hyukjae sedikit bingung dengan arah pembicaraan kyuhyun tapi pada akhirnya dia juga tetap menjawab.

“bukankah kita harus saling mencintai sesama saudara?”

“ani, bukan mencintai dalam arti itu. Maksudku mencintai seperti laki laki dan wanita?”

“ehmmmmm…mollla. Tapi menurutku jika perasaan itu timbul pasti tuhan memang menghendakinya seperti itu. Memangnya siapa mencintai siapa?”

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya. Dia tidak ingin menjadi bahan tertawaan Hyukjae untuk saat ini. tapi nyatanya Hyukjae tidak sebodoh itu.

“kau….mencintai Eunbi???” hyukjae membulatkan matanya. Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulutnya. Mendengar pertanyaan kyuhyun tiba tiba pikirannya menangkap ada yang tidak beres antara Eunbi dan kyuhyun.

“molla, aku masih bingung dengan perasaanku”

“daebak” hyukjae membekap mulutnya tidak percaya. Dia hanya bercanda jika mengatakan kyuhyun dan Eunbi pantas menjadi pasangan kekasih.

Hyukjae membenarkan raut mukanya. Dia tahu kyuhyun tidak dalam mood yang baik untuk menganggapinya.

“kau dan Eunbikan bukan saudara kandung. Jadi bukan masalah kalau kau menaruh hati padanya. Tapi lebih baik kau pastikan dulu perasaanmu.”

 

 

Hyukjae benar dia harus memastikan dulu perasaannya. Itulah sebabnya dia ada di depan kampus Eunbi. Setelah dia memastikan perasaannya sendiri dia ingin memastikan juga perasaan Eunbi padanya. Wanita yang dari tadi di tunggunya akhirnya datang tapi sial dia tidak sendiri, laki laki bernama do jin itu berjalan bersama Eunbi.

“Eunbi ah”

“oh Oppa, ada apa oppa kesini”

“ada yang ingin aku bicarakan”

“tapi aku akan…”

“lain kali saja Eunbi kita keluarnya. Sepertinya kakakmu ingin bicara sesuatu yang penting. Kalau begitu aku pergi dulu” do jin berlalu dari hadapan kyuhyun dan Eunbi menyisahkan kecanggungan di antara mereka berdua.

 

 

Pinggiran sungai han tidak begitu ramai siang ini, hanya beberapa orang yang tampak berlalu lalang. Eunbi menoleh kearah kyuhyun yang sibuk mengedarkan pandangannya di setiap sudut sungai han.

“Oppa ingin bicara apa?”

“apa menurutmu hubungan saudara bisa menjadi cinta?”

“apa yang Oppa maksud?”

Kyuhyun meraih pundak Eunbi menuntun Eunbi untuk menghadap ke arahnya.

“Eunbi ah aku tahu aku tidak pantas mengatakan ini. tapi berkali kali aku menanyakan ini pada hatiku dan jawabannya tetap sama. Aku mencintaimu Eunbi ah. Bukan cinta antara kakak dan adik tapi aku mencintaimu sebagai wanita”

Benarkah ini pengakuan cinta kyuhyun? Ingin Eunbi menyakinkan dirinya sendiri bahwa ini bukanlah mimpi.

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun.

“oppa, yang oppa katakan Ini tidak benar. Aku adikmu semua orang tahu itu. Itu bukan cinta tapi rasa sayang antara kakak terhadap adik”

“bukan Eunbi ah, aku mencintaimu bukan sebagai adik”

Eunbi meremas remas dress yang dipakainya. Kenapa jadi seperti ini. Eunbi harus menghentikan ini semua sebelum menjadi lebih rumit.

“oppa, tapi aku menganggapmu sebagai kakak tidak lebih” itu adalah kalimat terpahit yang harus dikatakan Eunbi pada kyuhyun.

 

 

Setelah kejadian itu hubungan kyuhyun dan Eunbi menjadi semakin jauh. Kyuhyun akan bangun sebelum Eunbi datang ke kamarnya untuk membangunkannya seperti biasa dan pergi tanpa memberi tumapangan Eunbi.

 

Kyuhyun bukannya menjauhi Eunbi karena dia ditolak oleh Eunbi. Dia hanya ingin menjernikan pikiran dan hatinya. Kyuhyun ingin sekali lagi memastikan bagaimana perasaannya yang sesungguhnya kepada Eunbi. Semakin hari kenapa kyuhyun semakin yakin kalau dia mencintai Eunbi. Bahkan dengan segala usaha yang dilakukannya untuk menghapus pikirannya terhadap Eunbi pun gagal, selalu Eunbi muncul di pikirannya.

 

 

Eunbi tersenyum getir melihat kyuhyun yang berdiri di depan kampusnya. Sejak seminggu ini kyuhyun memang sering datang ke kampus Eunbi, bukan untuk mengantar atau menjemput Eunbi tapi kyuhyun datang untuk jiyeon. Tapi entah kenapa hati Eunbi terasa sakit melihat kyuhyun membukakan pintu untuk wanita lain dan pergi bersamanya. Bukankah seharusnya dia tidak boleh berfikir seperti itu. Tapi sungguh ini diluar kendali Eunbi.

 

Eunbi memencet angka 20 pada tombol lift. Dia sudah membulatkan tekadnya untuk menjadikan semua ini lebih jelas.

 

-ting-

Eunbi membenarkan letak tasnya sebelum keluar dari lift. Tapi pemandangan yang ada didepannya saat ini membuat Eunbi mengurungkan niat awalnya datang kesini.

 

Kyuhyun melepaskan tanggannya yang melingkar di pinggang jiyeon. Dia tidak menyangka akan bertemu Eunbi di depan lift seperti ini.

“Eunbi ah”

“ak- aku hanya mampir saja. Kalau begitu aku akan pulang dulu Oppa” Eunbi memecet tombol pintu lift itu. Dia berharap akan cepat sampai di lobi dan terbebas dari tempat ini.

 

Kyuhyun ingin memanggil Eunbi tapi pintu lift itu selangkah lebih cepat dari kyuhyun.

 

Kyuhyun berlari mengejar Eunbi yang entah sekarang dimana dan meninggalkan jiyeon seperti barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

 

Kyuhyun menarik tangan Eunbi sebelum Eunbi masuk ke dalam taxi. Kyuhyun dapat melihat air mata yang membasahi pipi Eunbi.

Eunbi menghempaskan tangan kyuhyun kasar.

“wae ?? aku mau pulang” Eunbi memutar tubuhnya siap melangkah meninggalkan kyuhyun. Tapi lagi lagi kyuhyun menarik tangannya.

“aku akan mengantarmu” kyuhyun menarik tangan Eunbi tapi sekali lagi Eunbi menghempaskan tangan kyuhyun.

“aku bisa pulang sendiri. Kau urus saja jiyeon” menyebut nama jiyeon membuat Eunbi kembali meneteskan air mata yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya.

“aku akan mengantarmu pulang”

“aku bisa pulang sendiri !”

“Eunbi ah !” kyuhyun menaikkan nada bicaranya. Kenapa wanita ini begitu keras kepala.

Eunbi menutup mukanya dengan telapak tangannya dan menagis tanpa peduli orang yang memperhatikannya.

Kyuhyun menarik tubuh Eunbi dalam pelukannya, dia tidak tahu kenapa Eunbi menangis tapi entahlah dia merasa Eunbi menangis karenanya.

“mianhae” hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut kyuhyun

“kenapa kau jahat sekali. Kau pernah mengatakan kau mencintaiku tapi kenapa sekarang kau bersama wanita lain” Eunbi terus menangis dalam pelukan kyuhyun, bahkan sekarang kemeja kyuhyun terasa basah oleh air mata Eunbi.

“mianhae”

Eunbi melepaskan pelukan kyuhyun dan memukul lengan kyuhyun.

“kenapa oppa selalu bilang mianhae. Apakah oppa tahu wanita sangat benci saat laki – laki mengatakan saranghae kemudian mianhae. Bukankah seharusnya sekarang oppa bilang Saranghae Eunbi ah kemudian aku akan mengatakan nado saranghae”

“ne??” apakah telinga kyuhyun mendadak menjadi tuli. Tidak dia hanya tidak yakin saja dengan apa yang didengarnya barusan.

“ne. saranghae oppa. Bukan sebagai kakak tapi sebagai seorang pria dewasa”

“Eunbi ah”

“aku tahu ini salah tapi setiap kali aku menolak perasaan ini, semakin aku yakin kalau aku mencintaimu. aku tidak suka saat kau menjemput jiyeon atau saat-“

Eunbi tidak bisa melanjutkan kalimatnya, kyuhyun sudah lebih dulu membungkam bibir Eunbi dengan bibirnya.

 

Meskipun mereka tahu ini bukanlah sesuatu yang benar tapi ini juga bukan sesuatu yang salah. mereka berdua ingin mencoba melewati ini semua bersama. Tuhan pasti punya rencana memberikan perasaan ini pada Eunbi dan kyuhyun.

 

Setiap harinya kyuhyun akan mengantar Eunbi ke kampus dan menjemputnya. Masalah jiyeon, kyuhyun hanya ingin melupakan perasaannya saja terhadap Eunbi waktu itu dengan meladeni jiyeon yang selalu menggodanya.

 

“kyuhyun ah, kapan kau akan menikah?. Nenek sudah semakin tua”

Kyuhyun dan Eunbi hampir menyemburkan makanan mereka mendengar pertanyaan halmoni.

“ nanti halmoni?”

“teman nenek punya cucu wanita apa kau ingin nenek mengenalkannya padamu?”

Eunbi menatap kyuhyun menanti jawaban darinya. ‘ awas saja kalau dia bilang iya, aku akan menggantungnya di pusat kota’

“ani, aku sudah punya kekasih” Eunbi menghembuskan nafasnya lega meskipun kyuhyun tidak bilang kalau itu dia, tapi kalimat kyuhyun cukup membuat hatinya berbunga

“benarkah? Siapa?” tuan cho yang dari tadi hanya diam tiba tiba menjadi penasaran dengan topic yang sedang dibahas

“kalian semua mengenalnya” kyuhyun dan Eunbi sama sama tersenyum diam diam tapi ketiga orang yang berada disini bertanya tanya siapa yang dimaksud kyuhyun.

 

 

Dengan memakai dress berwana pastel, Eunbi masuk ke dalam ruangan VIP restoran yang terkenal di Seoul. Halmonie menyuruhnya datang, katanya ada acara makan malam yang penting.

Eunbi duduk di dekat nyonya Cho, ada 3 orang yang Eunbi tidak kenal di sini. Pertama laki laki tua semuran tuan cho dengan wanita yang ada disebelahnya yang pasti itu adalah istrinya dan wanita muda dengan rambut pendeknya dan setelan gaun berwana biru.

 

Kyuhyun masuk ke dalam ruangan yang sudah penuh dengan beberapa mata yang menanti kedatangannya.

 

Kyuhyun mengambil tempat di sebelah Eunbi tepat di depan wanita berambut pendek itu.

“ wah ternyata benar. Cucu nyonya memang tampan” laki laki tua yang namanya Tuan Jung itu mengawali pembicaraan

“terima kasih atas pujiannya, anakmu juga sangat cantik”

“kyuhyun ah kenalkan dia cucu teman halmonie yang halmonie ceritakan dulu. Namanya Jung yerin” wanita yang dimaksud itu hanya tersenyum malu malu.

Entah kenapa melihat ini semua Eunbi merasa di tempat yang salah dan ada sesuatu yang salah disini.

“jadi kapan pertunangannya akan dilakukan?”

“secepatnya tuan jung. Bagaimana kyuhyun apa kau setuju” tuan cho menatap anaknya tapi sayang kyuhyun malah tidak paham dengan situasi sekarang ini

“pertunangan siapa?”
“kau dan anak tuan jung. Halmnonie sudah merencanakannya”

Eunbi menengadahkan kepalanya yang dari tadi sibuk memandangi ujung sepatunya tidak percaya. Benarkah apa yang didengarnya tadi?

“halmonie. Kenapa halmonie tidak membicarakan ini dulu kepadaku?”

“apanya yang harus dibicarakan? Aku sudah ingin melihatmu cepat menikah”

“tapi aku sudah punya kekasih” kyuhyun menekan kata kekasih pada kalimatnya

“siapa? Kau tidak pernah membawanya menemui appa?”

“dia-“ kalimat kyuhyun terpotong oleh halmonie

“aku sudah memutuskan kau akan menikah dengan anak tuan jung”

“halmonie !” kyuhyun meninggikan suaranya dan semua orang hanya menatap halmonie dan kyuhyun bergantian tapi tidak dengan Eunbi yang hanya focus menatap pinggiran gelas yang sekarang jauh lebih menarik. Dia tidak ingin tangisnya pecah disini.

“kalau kau tidak setuju kau bisa pergi dari rumahku”

“eomma” tuan cho tidak percaya kalimat itu keluar dari mulut ibunya. Semarah inikah ibunya kepada kyuhyun karena menolak perjodohan ini.

Kyuhyun menggeser kursinya sedikit dan berdiri

“ayo kita pergi Eunbi ah”

“ne?” belum sempat Eunbi menjawab tangan kyuhyun sudah menariknya keluar dari ruan VIP ini.

 

Langit sudah gelap tapi kyuhyun dan Eunbi masih betah duduk dipinggir Sungai han. tidak ada yang membuka pembicaraan Eunbi hanya sibuk memainkan kuku kuku jarinya dan kyuhyun sibuk menatap langit seolah menerawang sesuatu.

“kau seharusnya tidak meninggalkan makan malam itu. Halmonie pasti sangat marah”

Kyuhyun menatap Eunbi yang masih saja menunduk

“jadi kau ingin aku menerima perjodohan ini?” Eunbi hanya menggelengkan kepalanya

“ayo kita pulang” kyuhyun mengulurkan tangannya kepada Eunbi dan mengandeng tanggannya menuju mobil.

 

 

Semua orang sudah menunggu kyuhyun dan Eunbi pulang di ruang tamu. Dari tadi mereka tidak ada yang mengangkat telepon.

Suara decitan pintu terbuka membuat semua orang diruangan ini menatap dua insan manusia yang baru sampai.

“kyuhyun ah kau dari mana saja?” nyonya cho mendekati anak semata wayang itu.

“ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian” kyuhyun meraih tangan Eunbi dan mengenggamnya erat “aku akan menikahi Eunbi” semua orang menatap kyuhyun tidak percaya bahkan Eunbi juga tidak percaya kyuhyun akan mengatakan hal ini.

“oppa” Eunbi mencoba melepaskan genggaman kyuhyun tapi kyuhyun justru mempererat genggamannya.

“aku tidak percaya kau akan benar benar mengatakan hal ini”

“aku tahu halmonie sudah tahu hal ini dan perjodohan tadi aku menolaknya. Sekarang aku sudah memberitahu kalian siapa yang ingin aku nikahi”

“kyuhyun ah apa yang kau bicarakan?”

“appa aku benar benar mencintai Eunbi”

“dia adikmu” tuan cho mempertegas kalimatnya

“arra, tapi aku mencintainya, aku ingin menikahinya”

PLAKK

Eunbi menutup mulutnya dengan sebelah tanganya.

Kyuhyun memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan tuan cho.

 

 

Eunbi melahap ice cream coklat miliknya ini sudah gelas ke dua tapi kyuhyun belum juga datang.

“apa kau sudah lama?” kyuhyun mendudukkan tubuhnya di depan Eunbi

“sudah sekitar 10 menit.”

“maaf tadi jalanan macet. Ada apa kau ingin bertemu denganku?”

“apa aku tidak boleh bertemu dengan kekasihku sendiri” kyuhyun hanya tersenyum menanggapi jawaban Eunbi.

“apa kau sibuk hari ini oppa?”

“tidak, wae?”

“aku ingin mengajakmu berkencan”

 

“ini” kyuhyun memberikan satu kaleng minuman kepada Eunbi

“terima kasih” Eunbi meneguk hampir setengah isi kaleng minuman itu. Rasanya menaiki wahana wahana extream itu membuat tenggorokkannya kering karena berteriak teriak.

“apa kau senang?”
“tentu saja ini kencan pertama kita”

“setelah ini kita mau kemana?”

Eunbi Nampak berfikir sejenak “pinggiran sungai han”

“baiklah”

“oppa apa kau akan selalu mencintaiku?”

“kenapa bertanya seperti itu. Tentu saja”

“kalau aku pergi jauh dan lama tidak kembali apa kau juga akan mencintaiku?”
“memangnya kau mau kemana. Kau tidak akan kemana mana sebelum mendapat persetujuanku”

Eunbi mengumbar senyum palsu di depan kyuhyun ‘mianhae oppa. Aku tidak bisa melakukan itu’

 

 

Flash back

Eunbi menggeser pintu restoran tradisional korea di daerah Gangnam. Tampak wanita tua sudah menunggunya dari tadi.

 

Halmonie mengeluarkan amplop putih dari dalam tasnya dan menggesernya ke depan Eunbi.

“pergilah ke luar negeri. Lanjutkan pendidikanmu disana aku sudah mengurus semuanya”

“halmonie…”

“kau tahu. Apa yang kalian lakukan adalah salah. Itu hanya perasaan sayang antara adik dan kakak. Kau akan tahu setelah kalian berpisah”

Eunbi menatap tangan halmonie yang menggenggam tangganya

“aku menyayangimu seperti cucuku sendiri Eunbi ah. Aku harap kau mengerti tentang ini semua”

 

 

“kyuhyun ah, apa kalian putus?”

“YA Lee Hyukjae jaga bicaramu”

“aku hanya bertanya. Kenapa kau memarahiku? Jadi untuk apa Eunbi ke luar negeri?”

Kyuhyun menghentikan aktivitasnya membaca dokumen dokumen dan menatap hyukjae seolah meminta penjelasan

“aku tadi tidak sengaja melihat formulir pendaftaran perguruan tinggi atas nama Eunbi di ruang ayahmu. Jadi aku ber-“ belum sempat hyukjae melanjutkan kalimatnya kyuhyun sudah pergi meninggalnya.

 

Kyuhyun menerobos masuk ke ruang ayahnya dengan segudang pertanyaan.

“apa yang kau lakukan?” tuan cho menatap geram kyuhyun yang terus mengaduk aduk dokumen di atas meja.

Kyuhyun menulikan telinganya dan terus mencari dokumen yang ia cari.

Kyuhyun menarik map merah dan mengangkatnya di depan wajahnya.

“ini apa? Apa Appa mengusir Eunbi?”

“aku tidak mengusirnya. Halmonie menyuruhnya untuk belajar di luar negeri”

“tapi kenapa? Itu sama saja kalian mengusir Eunbi. Jika kalian marah padaku kalian tidak perlu mengusir Eunbi.”kyuhyun sudah tidak peduli dengan siapa dia bicara sekarang.

“appa tahu kau mencintai Eunbi. Jika kalian berjodoh, kalian pasti akan disatukan kembali. Sekarang pikirkanlah perasaan nenekmu. Kau cucunya dan dia juga menggap Eunbi sebagai cucu kandungnya sendiri. Bagaimana mungkin halmonie akan semudah itu menerima kenyataan cucunya menjadi cucu menantunya. Itu terlalu sulit kyuhyun ah” tuan cho merendahkan suaranya memberi pengertian kepada anak laki laki satu satunya itu.

Amarah dalam diri kyuhyun mulai meredah mendengar penuturan ayahnya. Sekarang dia Nampak berfikir apa yang harus ia lakukan. Dia mencintai Eunbi tapi dia juga menyayangi halmonie, dua pilihan yang terlalu sulit untuk kyuhyun pilih.

“Eunbi akan berangkat 2 jam lagi. Mungkin sekarang sudah berada di jalan menuju bandara”

Kyuhyun mengangkat kepala menatap ayahnya. Secepat inikah Eunbi akan pergi tanpa sepatah katapun untuk kyuhyun?

 

 

Eunbi menarik kopernya, memasuki tempat yang penuh sesak dengan orang orang yang membawa koper. Eunbi menghembuskan nafasnya. Benarkah ini jalan yang terbaik yang harus dia lakukan? Molla, Eunbi juga tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan sekarang tapi yang pasti untuk saat ini kepergiannya menjadi jalan yang terbaik.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya pada setiap sudut bandara. Kyuhyun mengendorkan dasinya frutasi. Tiba tiba matanya menangkap sosok yang dicarinya dari tadi. Wanita dengan koper besar disebelahnya.

 

“ayo pulang” kyuhyun menarik tangan Eunbi

“oppa apa yang kau lakukan” Eunbi terus meronta dalam genggaman kyuhyun, tapi itu tidak mempengaruhi kyuhyun untuk melepaskan genggamannya.

Eunbi menghempaskan tangan kyuhyun kasar di depan bandara.

“oppa apa kau gila?”

“kau yang gila. Kau mau kemana? Sudah aku bilang kau tidak boleh kemana mana tanpa seijinku” mereka saling meneriaki satu sama lain tidak peduli dengan tatapan dari semua orang

“aku mau melanjutkan studiku di luar negeri”

“karena halmonie” SKAK MAT. mulut Eunbi terasa terkunci. Dia tidak tahu mau menjawab apa

“karena siapa itu tidak penting.” Eunbi menarik koper dari tangan kyuhyun tapi tidak semudah itu kyuhyun masih memegang erat koper milik Eunbi

“oppa ayolah. Pesawatku akan berangkat sebentar lagi”

“kau tidak harus pergi. Aku akan membujuk halmonie nanti” kyuhyun menarik tangan Eunbi tapi sial Eunbi menghempaskan tangan kyuhyun.

“aku tidak pergi karena halmonie. Ini memang jalan yang terbaik untuk kita oppa” air mata yang dari tadi ditahannya akhirnya runtuh juga.

“kau tidak mencintaiku?”

“aku mencintaimu. tapi apakah kita harus melukai orang lain karena alasan cinta. Oppa dari awal ini memang salah.” Air mata Eunbi semakin tak tertahankan

“Eunbi ah.” Kyuhyun menangkup wajah Eunbi untuk menghadap ke arahnya.”percayalah padaku aku akan membuat halmonie mengerti”

Eunbi memegang tangan kyuhyun yang menangkup wajahnya.

“aku percaya kau pasti bisa melakukan itu. Tapi- tapi biarkanlah aku pergi. Setidaknya kita juga bisa berfikir tentang perasaan kita.”

Kyuhyun menurunkan tangannya

“apa yang harus kita pikirkan lagi Eunbi ah?”

Eunbi meraih tangan kyuhyun dan menggegamnya.

“kalau Tuhan menginginkan kita bersama. Kita pasti akan bersama lagi”

Kyuhyun menatap manik mata Eunbi. Kepalanya terlalu pusing memikirkan hal ini.

 

Lama mereka berpandangan seolah meyakinkan bahwa semuanya akan baik baik saja.

Eunbi mendekatkan bibirnya pada bibir kyuhyun. Beberapa saat mereka terlena dengan ciuman yang diiringi air mata dari Eunbi dan kyuhyun. Entah sejak kapan kyuhyun meneteskan air mata itu.

Eunbi menjauhkan tubuhnya dan menatap kyuhyun.

“aku pergi dulu oppa” Eunbi mengambil kopernya di dekat kaki kyuhyun dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam bandara.

Seperti orang bodoh, kyuhyun hanya melihat punggung Eunbi yang semakin menjauh tanpa mengatakan apapun. Bahkan kalimat sederhana ‘ tolong jaga dirimu atau kalau sudah sampai jangan lupa hubungi aku’ dia benar benar tidak sanggup mengatakan itu. Mengatakan hal itu sama saja merelakan Eunbi pergi jauh.

=====THE END=====

4 responses to “Saranghae, Mianhae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s