Growing Pain [Part IV]

growingpain

[Part 1] [Part II] [Part III]

Author : AiDi

Genre : Angst, Romance, Friendship

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Main Cast : Choi Siwon, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Shim Chae Rin (OC), etc..

Summary : FF ini menceritakan sebuah persahabatan yang terjadi hampir 10 tahun, namun di pada akhirnya persahabatan yang cukup lama tersebut harus berakhir hanya dengan sebuah kebohongan kecil yang membawa dampak begitu besar bagi kehidupan Siwon, Donghae dan Hyukjae. Akankah Chae Rin bersatu dengan Siwon ? Atau…Siwon kehilangan Chae Rin dan juga sahabat sahabat nya?..


Sinar mentari pagi ini cukup terang, menembus jendela kaca yang cukup tinggi di kamar tersebut. Sepasang mata indah itu pun perlahan mulai terbuka karna silau nya mentari.

Chae Rin pun mulai terbangun dari tidur nya yang cukup indah semalam, ke dua matanya yang indah itu pun kini tengah asik menikmati pemandangan wajah yang teduh yang kini ada di hadapan nya. Senyum nya tersungging begitu manis,jemari tangan kanan nya perlahan mengusap lembut rambut pria yang semalam menemani tidurnya.

Sebuah kecupan lembut nan hangat  pun diberikan di pipi pria yang masih terlelap dalam tidurnya.

“Selamat pagi..” Chae Rin tersenyum ketika menyadari Siwon mulai mengerjapkan ke dua matanya. Senyum nya yang begitu manis tak ada henti henti nya Ia sungging kan di wajah nya yang begitu terlihat cantik natural pagi ini.

Siwon pun membalas senyuman itu dengan senyuman nya yang begitu khas, lesung pipi nya tampak jelas di pipi nya, “Kau sudah bangun daritadi ?” tanya nya seraya mencoba untuk duduk dan bersandar di ranjang yang sudah tak rapi lagi.

Chae Rin pun menyandarkan tubuhnya di dalam dekapan Siwon, ditariknya selimut putih itu untuk menutupi tubuh mungilnnya, jemarinya yang begitu lentik kini bermain main di atas dada bidang Siwon yang terbuka tanpa sehelai kain pun, “Apa yang kau rasakan pagi ini ?” tanya Chae Rin dengan nada begitu lembut yang terdengar di telinga Siwon.

“Aku ingin mendengar jawaban mu terlebih dahulu, bad girl” jawab Siwon dengan senyum nya yang terlihat begitu bahagia meski wajah pucat itu tak bisa disembunyikan dari pandangan Chae Rin.

“Bad girl? Jadi itu penilaian mu tentang ku ? Hanya karna kejadian semalam ? Tapi kau tak menolaknya, oppa” Chae Rin pun berusaha cemberut karna Siwon memanggilnya Bad Girl.

Tapi bukan salah Siwon jika Ia menyebut Chae Rin dengan sebutan Bad Girl, Chae Rin sendiri yang membuat diri nya tampak seperti bad girl. Dalam malam yang begitu dingin di kamar itu, Chae Rin tak bisa lagi untuk tidak menggoda Siwon. Chae Rin yakin meski Siwon sedang tidak dalam keadaan yang membaik, tapi mereka berdua cukup mampu untuk melakukan hal  itu. Tak ada lagi Donghae dalam pikiran mereka, tak ada lagi bayangan permasalahan demi permasalahan yang tengah mereka alami. Semalam, benar-benar menjadi malam pertama untuk Chae Rin dan Siwon.

“Bagaimana dengan Donghae ? Sepertinya kalu terlalu lama mengabaikan nya sejak kemarin, Chae Rin-ah” tiba-tiba kalimat Siwon membuat Chae Rin sedikit merasa terpukul.

Kali ini Chae Rin benar-benar tidak tahu harus bagaimana menghadapi Donghae nanti setelah kejadian semalam dengan Siwon. Chae Rin tidak yakin bahwa hari ini otak nya bisa diajak bekerja sama dengan baik. Kejadian semalam bersama Siwon masih mendominasi seluruh isi ruang pikiran yang ada di otaknya.

“Jangan khawatir, aku yakin dia tidak akan mempermasalahkan” Chae Rin berusaha meyakinkan Siwon agar tidak terlalu memikirkan persoalan yang cukup sulit ini.

“Lalu, apa yang aka kita lakukan hari ini ?” tanya nya begitu bersemangat, sedangkan tubuh Chae Rin kini beranjak dari dekapan Siwon yang begitu hangat. Ia pun duduk dan menghadap pria yang masih shirtless di depan nya.

Siwon memandang sejenak gadis manis yang ada dihadapan nya.

Dan tak lama, Ia pun menunjukkan evil laugh nya didepan Chae Rin.

“Ke..kena..pa tertawa ? Apa ada yang salah dengan ku ?” Chae Rin mulai cemas kali ini, ini pertama kali  nya Siwon menertawakan nya seperti itu.

“Gadis pintar seperti mu apa tidak tahu apa yang pertama kali harus kau lakukan hari ini ?” Siwon Nampak nya ingin menggoda Chae Rin. Ini pembalasan dendam yang manis untuk Chae Rin.

Namun Chae Rin hanya mengeleng pelan, karna Ia betul-betul tidak mengerti jawaban macam apa yang ada di benak Siwon. Ia pun memandang Siwon dengan bibir mungil nya yang cemberut.

Melihat Chae Rin yang begitu menggemaskan membuat Siwon tak tahan untuk tidak mendaratkan kecupan manis di bibir Chae Rin.

*Chu…*

Kali ini Siwon benar-benar sukses menggoda bad girl itu. Terbukti dari pipi Chae Rin yang perlahan tampak me-merah. Dan senyum kecil yang tersungging di wajah nya. Tanpa sadar Chae Rin pun tersipu malu malu didepan Siwon.

“Pakai pakaian mu, dan bersihkan diri mu Bad Girl. Lee Donghae pasti menunggu..” Siwon sedikit menunjukkan senyum nya seraya mengisyaratkan Chae Rin untuk segera kembali ke kamar nya sendiri.

Benar saja, ketika Chae Rin baru menginjakkan kaki di kamar nya tepat saat itulah ponsel nya bordering. Terdapat 8 panggilan tak terjawab pagi ini dari kekasih nya. Namun sepertinya Ia tak tertarik untuk menghubungi kembali kekasih nya. Hanya pesan singkat saja yang Ia pilih untuk dibacanya.

From : Chagi-ya

‘Good morning, honey :*Apa tidur mu nyenyak semalam ? Aku ada meeting pagi ini, tapi akan ku pastikan untuk segera menemui mu :*’

Tidak ada senyuman atau pun ekspresi bahagia yang terpancar dari wajah Chae Rin. Chae Rin lebih memilih untuk segera membersihkan diri nya dan membuat makan pagi nya bersama Siwon. Ia jauh lebih tertarik melakukan hal yang berhubungan dengan Siwon.

“Oppa ???” Chae Rin terkejut sekali ketika Ia melihat Siwon telah duduk di meja makan. Padahal Chae Rin bermaksud untuk membuatkan sarapan untuk mereka berdua dan mengantarkan nya ke kamar Siwon. Sayang sekali, Siwon telah lebih dulu menunggu Chae Rin di ruang makan tersebut.

“Seperti nya kau terkejut, ada apa ?” tanya Siwon dengan menyeruput sedikit teh yang ada di depan nya. Lalu mempersilahkan Chae Rin untuk duduk dan bergabung bersama nya. Pelayan dirumah itu telah menyiapkan makan pagi untuk mereka tanpa sepengetahuan Chae Rin.

“Aku kira aku yang lebih dulu selesai bersiap siap. Aku kira aku akan membuatkan mu makanan dan mengantarkan nya ke kamar” Chae Rin mulai menuangkan teh pada cangkir putih miliknya.

“Aku bisa mati kelaparan jika menunggu mu melakukan nya” ledek Siwon, karna menurut nya Chae Rin tidak akan bisa di ajak bekerja sama jika menyangkut dengan kebiasaan wanita, seperti mandi yang lama,berdandan, bahkan memilih baju pun lama menurut Siwon.

“Kau meremehkan ku, Oppa ?!” jawab Chae Rin tak mau kalah.

“Hahahaha..tidak, aku hanya berbicara tentang kenyataan ”

“Oppa..pertanyaan ku tadi belum dijawab. Apa yang mau kita lakukan hari ini ?” Chae Rin sendiri sebenarnya masih ragu apa saja agenda nya hari ini. Sedangkan pagi ini pun dia sedikit terbebas dari Lee Donghae.

“Jalani saja hari mu dengan Donghae, lagipula seperti nya kalian masih harus lebih sering menghabiskan waktu bersama” tidak ada ekspresi apapun yang ditunjukkan Siwon kali ini. Ia hanya focus dengan nasi yang akan di makan nya.

“Pagi ini dia meeting. Mungkin nanti siang dia akan menjemput ku. Tapi aku ingin melakukan hal lain”

“Apa ? Kencan ? Atau liburan pertama dengan nya ?” Siwon berusaha sekali untuk terlihat tenang. Ia tidak ingin sedikit kecemburuan nya merusak suasana makan mereka berdua.

“Ishh..bukan ! Bisa kah sekali saja tidak memikirkan tentang Donghae dan aku  ?”

“Seperti nya tidak bisa, bagaimana pun juga dia…kekasih mu”, Chae Rin dapat mendengar dengan jelas nafas Siwon yang begitu berat setelah Ia mengatakan bahwa sekarang Donghae adalah kekasih Chae Rin.

“Aku tau, tapi ku mohon. Ketika kita bersama, jangan terlalu memikirkan dia”

“Lalu apa yang ingin kau lakukan jika tidak bersama nya ?” Siwon berusaha untuk mengembalikan suasana makan mereka yang sempat menegang.

“Aku baru akan mengatakan setelah oppa mengatakan aktifitas oppa hari ini..” Chae Rin seperti mempunyai rencana tersendiri untuk dia dan Siwon.

“Cukup padat aktifitas hari ini, termasuk menyelesaikan beberapa project bersama Leeteuk. Mungkin aku akan pulang terlambat, jadi kau tidak perlu menunggu. Silahkan istirahat lebih dulu, Chae Rin-ah”

Chae Rin pun segera meletak kan sendok dan garpu yang sedari tadi Ia gunakan untuk makan, kini Ia sedikit berbalik menghadap tubuh Siwon. Ia memandang Siwon dengan rasa penuh tidak percaya, “Kalau begitu batalkan semua”, jawab Chae Rin singkat namun cukup terdengar serius di telinga Siwon.

“What ?  Are u kidding me, Chae Rin-ah ?” Siwon pun sama, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar dari mulut Chae Rin.

“Aku serius, oppa. Batalkan semua, dan…” kalimat Chae Rin pun menggantung seketika.

“Dan..apa ?” kini giliran Siwon yang mengehntikan aktivitas makan nya, lalu memandang wajah Chae Rin yang tertunduk dihadapan nya.

“Dan aku tidak akan mungkin tidur lebih dulu. Setelah apa yang kita lalui semalam, aku rasa…aku tidak bisa tidur jika tanpa mu di sisi ku” Chae Rin memandang serius pria yang tampak terkejut dengan pengakuan nya.

Ke duanya tampak sedikit salah tingkah sekarang. Baik Chae Rin maupun Siwon kini sama sama terdiam, mereka melanjutkan makan nya dengan saling diam.

“Please..batalkan semua aktivitas mu hari ini oppa. Sederhana saja, I want you to take a rest at home for a few days”.

“Chae Rin-ah, terima kasih untuk perhatian mu. Aku tau, setelah semua yang kau dengar kemarin tentang ku, pasti membuat mu begitu khawatir. Tapi rasanya tidak perlu sampai seperti ini”

Lagi…air mata itu pun keluar dari sudut mata indah Chae Rin, “Aku takut…oppa”.

“Chae Rin-ah, kita bisa tidur bersama malam nanti.. Setelah kita selesaikan semua aktifitas kita hari ini. Setiap Malam akan menjadi waktu untuk kita berdua jika kau menginginkan nya”. Jawaban yang begitu tepat kali ini dari Siwon.

Siwon pun segera beranjak dan meninggalkan Chae Rin yang masih duduk mematung di ruangan itu. Chae Rin cukup senang dengan apa yang di ucapkan Siwon. Meski waktu untuk bersama Siwon hanya ketika malam datang, namun cukup menghibur suasana hati Chae Rin. Cukup menjadi moodbooster tersendiri untuk Chae Rin agar sesegera mungkin Ia bertemu dengan Donghae dan menghabiskan waktu hingga malam menjelang. Dan bertemu dengan..cinta nya.

To : Jungsoo Oppa

‘Oppa, aku akan ke rumah mu setelah ini. Ada hal penting yang ingin kubicarakan’

Chae Rin slalu saja seperti ini, tidak bisa menahan diri nya untuk tidak menceritakan segalanya ke Leeteuk. Sama hal nya seperti Siwon.

@Leeteuk’s House

“Kau mau ku buat kan minum apa?” Chae Rin baru saja sampai di rumah Leeteuk. Ia merebahkan tubuh nya di atas sofa putih di ruang tamu yang cukup minimalis itu.

“Terserah oppa..” jawab nya begitu singkat dan tak bersemangat.

“Ya sudah kau ambil sendiri nanti jika kau haus” Leeteuk pun segera mendekati Chae Rin, Ia duduk tepat disamping Chae Rin.

“Oppa…apa anak kecil menyenangkan ?” tanya Chae Rin dengan menoleh kea rah Leeteuk yang terlihat kebingungan.

“Kata orang begitu..” Leeteuk masih belum bisa menebak kemana arah alur permasalahan kali ini.

“Kau tidak menginginkan bayi ?”

“Ba…yi ? Aku..menginginkan bayi ?” Leeteuk pun segera mengarahkan punggung telapak tangan kanan nya ke dahi Chae Rin. Ia hanya ingin memastikan bahwa gadis ini sedang tidak sakit.

“Kau tidak sakit..” ucap leeteuk dengan nada yang masih kebingungan.

“Apa ada kalimat ku yang mengatakan bahwa aku sakit ?” Chae Rin tampak kesal kali ini. Dia kesal karna Leeteuk tidak juga mengerti permasalahan nya.

“Semalam aku tidur bersama Siwon oppa”.  Pernyataan yang cukup singkat namun sukses membuat leeteuk terkejut. Bahkan Ia sempat memastikan apa telinga nya sedang bermasalah atau tidak.

“Bukan kah Siwon telah menyiapkan kamar khusus untuk mu ?!” Leeteuk pun sedikit meninggikan nada bicaranya.

“Memang. Tapi melihat keadaan nya semalam mana mungkin aku membiarkan nya tidur sendirian. Awal nya aku hanya ingin menjaga nya, aku hanya ingin memastikan jantung itu tetap berdetak, oppa” sedikit kekhawatiran mulai terlihat dari raut muka Chae Rin, begitu juga dengan Leeteuk.

“hmm..Chae Rin-ah, bisa kah kau  menjelaskan semua pada ku tanpa kau potong ceritanya ? feeling ku mengatakan sesuatu pasti telah terjadi”  Leeteuk semakin tidak sabar kali ini.

“Itu malam pertama ku..dan Siwon oppa” Chae Rin pun menghela nafas cukup berat.

“haiissh…kalian ! Benar benar pasangan gila!” Leeteuk pun mengacak sendiri rambutnya, Ia tampak frustasi.

“Pasangan ? Aku harap aku pasangan nya. Tapi kau lupa ? Aku..kekasih Lee Donghae sekarang”

“Kau kekasih Lee Donghae tapi kau tidur dengan orang lain, Chae Rin-ah. Ini bukan seperti yang kita rencanakan. Ini akan terlalu menyakitkan untuk kekasih mu” Leeteuk pun mulai cemas mengingat status Donghae sekarang.

“Untuk ku itu bukan sesuatu yang terlalu mengerikan. Ada hal lain yang jauh lebih mengerikan..”

“Apa ?” Leeteuk tak bisa menebak hal lain apalagi yang mengerikan yang akan Ia dengar.

“How if I’m pregnant ?” entah lah, namun Chae Rin cukup terlihat girang ketika mengajukan pertanyaan tersebut pada Leeteuk.

“Astagaaa… Kalian benar benar membuat ku gila ! Apa kau berpikir sejauh itu, hah ?!”

“Aku memikirkan nya sejak aku terbangun di sisi Siwon oppa. Aku hanya berusaha menahan diriku untuk terlihat baik-baik saja didepan nya. Aku baru saja selesai mendapat kan tamu ku.”

“Artinya ?” untuk persoalan wanita kali ini Leeteuk sama sekali tidak ada bayangan.

“Kemungkinan besar kehamilan itu bisa saja terjadi, oppa.. Bagaimana menurut mu ?” Chae Rin memperlihatkan wajah nya yang memelas didepan Leeteuk.

“Aku tidak habis pikir, Chae Rin-ah. Aku tidak berpikir semua akan menjadi seperti ini..”

“Kau tidak habis pikir bahwa aku dan Siwon oppa akan lebih dulu mempunyai bayi daripada diri mu, oppa?” pertanyaan itu cukup meledek Leeteuk. Terlebih di usia 30an ini Leeteuk masih saja sendiri.

Tepat 1 bulan lebih sandiwara itu berlangsung..

Hari demi hari dilalui Chae Rin dalam sandiwara yang perlahan membuat nya lelah. Namun Ia belum juga bisa berbuat apa-apa. Semakin lama dijalani, Ia dan Siwon semakin tidak tahu bagaimana untuk mengakhirinya. Selama satu bulan menjadi kekasih Lee Donghae, baru beberapa hari terakhir saja ada sedikit pertengkaran-pertengkaran kecil dalam hubungan nya.

Sementara dengan Siwon, semakin hari perasaan nya semakin kuat. Semakin susah bagi Chae Rin untuk jauh dari Siwon. Setiap malam slalu mereka habiskan berdua, baik Siwon maupun Chae Rin, ke dua nya slalu menghabiskan malam dengan tidur berdua hingga pagi menjelang. Malam pertama pun tlah terjadi beberapa kali diantara mereka.

“Seharus nya ini sudah berakhir”, gumam Chae Rin ketika Ia baru selesai membersihkan diri nya pagi ini. Chae Rin pikir satu bulan adalah waktu yang sudah lebih dari cukup untuk sandiwara ini. Dari awal, tujuan nya hanya untuk membuat Donghae bisa melupakan sosok EunRi dan kembali menjalani kehidupan nya dengan baik.

Sekarang tujuan itu telah tercapai. Itu berarti sandiwara ini harus segera menemukan titik akhirnya. Ntah bagaimanapun cara nya.

Chae Rin pun segera bergegas mengganti pakaian nya, berdandan, lalu menemui Donghae yang sudah menunggu nya di ruang tamu Siwon yang berada di lantai bawah.

Rupanya kali ini Donghae sendirian menunggu Chae Rin di ruang tamu tersebut. Seperti nya Siwon telah pergi lebih dulu.

“Maaf membuat mu menunggu lama” Chae Rin segera memberi pelukan singkat pada kekasih nya itu.

“Never mind, honey” Donghae membalas pelukan tersebut dengan senyum nya yang tampak tulus sekali. Sesekali ke dua matanya mencoba menyisir setiap sudut ruangan yang ada di rumah itu.

“Kau mencari sesuatu ?” tanya Chae Rin.

“Siwon kemana ? hampir setiap kali aku menjemput mu jarang sekali aku bertemu dengan nya. Akhir akhir ini pun dia sulit sekali bertemu dengan ku dan Hyukjae” Chae Rin pun tersenyum mendengar pertanyaan kekasihnya. Chae Rin tidak mungkin menjelaskan bahwa terkadang Siwon memang memilih untuk menghindar ketika mereka tengah berdua. Itulah sebab nya Siwon slalu memilih untuk pergi lebih dahulu ketika Donghae akan menjemput Chae Rin dirumah nya.

Kemudian mereka bergegas menuju mobil Lee Donghae, dengan tujuan pertama mengantar Chae Rin ke “First Love” Coffee Shop & Bakery tempat Chae Rin bekerja selama 3 minggu terakhir. Coffee shop dengan nuasa kota Paris itu salah satu Cafe milik Siwon, namun kini Siwon menyerahkan sepenuh nya pada Chae Rin untuk dikelola nya. Chae Rin yang sempat menekuni dunia Food & Beverage sangat cocok sebagai seseorang yang ditunjuk Siwon untuk mengelola café tersebut.

“Kau terlihat tidak bersemangat sekali hari ini, ada masalah ?” tanya Donghae yangs edikit terlihat mencemaskan kekasihnya. Pertama kali semenjak Ia mengenal Chae Rin, ini adalah pertama kali nya Donghae melihat Chae Rin tidak se riang biasanya. Sepanjang perjalanan, Chae Rin hanya dia memandangi lalu lintas jalanan di Kota Seoul pagi itu. Pandangan nya menerawang entah kemana.

“Tidak ada” Chae Rin pun sedikit memberikan senyum nya tanpa menoleh ke arah Donghae sedikitpun.

“Apa kau merasa sedang tidak sehat ?”

“Tidak juga, mungkin hanya sedikit lelah. Akhir akhir ini Café slalu ramai, bahkan kau tau sendiri aku sering pulang hingga larut malam akhir akhir ini”.

Café yang Chae Rin kelola memang sangat ramai beberapa hari terakhir, lebih tepatnya semenjak orang-orang tau bahwa pemilik café tersebut tak lain adalah seorang Chef muda yang tampan, berbakat, dan dikagumi banyak orang.. Choi Siwon.

Banyak sekali pengunjung yang menyempatkan untuk ke Café hanya demi bisa bertemu dengan idola nya…Choi Siwon. Tak jarang Chae Rin dan beberapa karyawan di café tersebut merasa sedikit kerepotan dengan beberapa ulah pengunjung yang datang. Ada saja cara yang dilakukan agar bisa bertemu dengan Choi Siwon. Padahal mereka pun tahu jadwal Siwon seperti apa, tidak mungkin bagi Siwon untuk bisa setiap hari datang ke Café miliknya tersebut.

“Kau butuh liburan ? Aku bisa mengatakan nya pada Siwon jika kau mau, honey”

“Thank you, tapi aku rasa aku masih bisa bekerja dengan baik” jawab Chae Rin.

Dan tanpa terasa kini mereka pun harus segera berpisah, Chae Rin harus segera masuk ke café tersebut. Sedangkan Donghae harus segera menuju kantornya.

Café masih sepi sekali, karyawan baru akan datang sekitar 30 menit kemudian. Namun ada yang membuat langkah kaki Chae Rin terhenti ketika Ia melihat ada sosok lelaki tengah sibuk menyiapkan coffee. Chae Rin segera mempercepat langkah kaki nya untuk masuk ke area Bar café tersebut. Ia ingin memastikan bahwa Café nya baik-baik saja.

“Kau sudah datang rupanya”, Siwon pun memutar badan nya, menghadap Chae Rin yang berdiri mematung didepan nya.

“Oppa. Kau disini ?” Chae Rin tak menyangka jika Siwon akan ke café sepagi ini.

“Kau mau coffee ? Aku baru saja menemukan formula baru untuk menu Coffee di sini” Siwon pun masih terlihat seibuk meracik beberapa bahan untuk sebuah coffee yang ingin Ia berikan pada Chae Rin.

“Kenapa tidak bilang kalau mau ke sini ? Kita bisa pergi sama sama kalau aku tau kau akan kemari”, Chae Rin pun duduk di kursi Bar tepat didepan Siwon.

“Kita ? Bertiga maksud mu ?” Siwon sedikit menyunggingkan senyum nya, sesekali Ia menatap Chae Rin dengan tatapan yang mampu membuat Chae Rin merasa meleleh bagaikan Ice Cream di bawah terik nya sinar mentari.

“Kita berdua” jawab Chae Rin dengan nada sedikit kesal.

“Maybe next time, Chae Rin-ah”

Siwon pun menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu Ia menghampiri Chae Rin dan duduk tepat disamping nya, “Sore nanti aku harus kembali ke Hongkong, bersama Leeteuk”.

“Jadi ini alasan mu kemari ? Kau ingin berpamitan dengan ku ?” tanpa terasa air mata pun jatuh menetes membasahi pipi Chae Rin.

Siwon pun mengusap nya dengan lembut, “Hey..jangan menangis, aku tidak akan lama disana Chae Rin-ah” Siwon berusaha untuk menenangkan Chae Rin yang tak bisa menghentikan air matanya.

“Hanya satu minggu, tidak lama. Dan untuk kali ini, aku akan meminta Donghae untuk menjaga mu selama aku tidak disini”.

Chae Rin pun segera memeluk Siwon begitu erat, seakan akan Ia takut kehilangan pria yang Ia cintai. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Chae Rin.

Siwon membalas pelukan itu dengan hangat, sesekali tangan nya mengusap punggung Chae Rin supaya gadis itu bisa sedikit lebih tenang.

Siwon sadar mungkin setelah beberapa waktu yang mereka habiskan bersama, tidak mudah bagi Chae Rin untuk berpisah dengan nya. Siwon pun merasakan hal yang sama, jika Ia bisa rasanya ingin sekali Ia membawa Chae Rin ikut bersamanya. Namun Siwon tidak ingin terjadi kesalah pahaman dengan Donghae.

“Cengeng sekali” Siwon sedikit menggoda Chae Rin yang masih saja menangis di pelukan nya.

Chae Rin pun menghapus air matanya dan menatap Siwon seraya berkata “Telfon aku ketika malam tiba, bangunkan aku ketika pagi menjelang. Kabari aku ketika jam makan siang…”

“Chae Rin-ah, apa aku harus benar benar melakukan nya ?” Siwon pun tertawa melihat ekspresi gadis itu. Dia tak menyangka bahwa banyak sekali syarat untuk nya jika ingin meninggalkan gadis itu di Seoul.

“berjanjilah kau tidak akan lama disana, berjanjilah kau akan rutin mengabari ku, dan berjanjilah kau akan kembali. Dengan begitu aku akan mengizinkan mu pergi bersama ahjussi menyebalkan itu” Lagi lagi Siwon tak bisa menahan tawa nya ketika Chae Rin meminta nya untuk berjanji, terlebih ketika Chae Rin menyebut Leeteuk sebagai ahjussi yang menyebalkan.

“I promise you, Chae Rin-ah”, dan ciuman lembut dari bibir Siwon kini mulai terasa di bibir mungil Chae Rin. Mereka tampak menikmati nya.

Tak lama kemudian Siwon pun segera bersiap untuk meninggalkan Café tersebut.

Chae Rin pun mau tidak mau harus melepas Siwon kali ini, Ia lambaikan tangan nya seraya memberi senyum termanis nya untuk Siwon yang perlahan sudah menghilang dari hadapan nya.

Lee Donghae baru saja sampai di gedung perusahaan nya, Ia baru saja menyelesaikan meeting pagi ini di luar kantor. Tampak nya meeting kali ini cukup menguras pikiran nya, wajah nya tampak begitu tegang. Namun ketegangan itu menghilang ketika memasuk ruangan nya da melihat Hyukjae telah asik dengan ponsel nya di sofa ruangannya tersebut.

Donghae langsung merebahkan tubuhnya di sisi Hyukjae dengan menghela nafas yang cukup terdengar berat. Ke dua matanya terpejam sejenak.

“Kau tampak kusut sekali” ujar Hyukjae lalu meletakkan ponsel di meja depan nya.

“benar kah ?” tanya Donghae dengan singkat.

“Ada masalah dengan pekerjaan mu ?”

“Tidak ada”

Hyukjae berpikir sejenak, Donghae baru saja kembali dari meeting. Lalu, apa yang membuat nya tampak seperti ini jika bukan menyangkut pekerjaan ?

“Hari ini anniversary ku dengan Chae Rin..” rupanya Donghae mulai membuka suara untuk menceritakan apa yang membebani pikiran nya saat ini. Dan itu tentang dirinya dengan  Chae Rin.

“Meski aku tidak mempunyai kekasih tapi aku tahu betul setiap anniversary pertama akan disambut dengan antusias, Hae. Tapi sepertinya tidak dengan mu”, jawab Hyukjae.

Kali ini Donghae sedikit membenarkan posisi tubuhnya, Ia mulai melonggarkan ikatan dasi yang cukup membuatnya merasa sesak sejak pagi tadi.

“Aku kira Chae Rin begitu excited membicarakan anniversary kita, bahkan aku telah menunggu nya berbicara tentang ini sejak beberapa hari yang lalu. Kita bahkan sempat bertengkar hanya karna masalah ini. Dulu, EunRi sangat antusias sekali setiap perayaan anniversary kita. Dulu, EunRi sangat antusias sekali dalam setiap hari hari yang kita habiskan bersama” ke dua mata Donghae tampak kosong sekali pandangan nya, sedikit terpancar gurat kesedihan dari raut wajahnya.

Hyukjae menepuk bahu kiri Donghae dan berkata “Sebaiknya jangan membandingkan atau mengungkit tentang EunRi. Kekasih mu pasti tidak akan menyukai nya, Hae”

“Aku tidak bermaksud membandingkan antara EunRi dan Chae Rin. Aku hanya merasakan hubungan ini terasa sangat janggal”

“Janggal ? Justru lebih janggal jika kau menjalani hubungan dengan EunRi yang..” HyukJae tak meneruskan kata katanya. Ia tau hal ini tidak perlu dibahas lebih panjang lagi.

“Aku merasa Chae Rin tidak betul betul mencintai ku”.

“Mungkin karna kau terlalu sibuk dengan pekerjaan mu saja. Dan Chae Rin pun mungkin saat ini masih beradaptasi dengan hari hari nya yang baru sehingga banyak sekali hal-hal yang kalian lewatkan begitu saja. Jangan terlalu sering berpikiran negative dengan kekasih mu sendiri, Hae” dalam situasi seperti ini Hyukjae berusaha sebisa mungkin untuk bisa menjadi penengah, bukan hanya memihak salah satu saja.

“Beberapa hari ini dia begitu sensitive sekali. Banyak sekali hal hal kecil yang mulai dia permasalahkan, Hyuk” donghae mulai terlihat sedikit kesal mengingat apa saja yang Ia alami beberapa waktu terakhir bersama kekasihnya itu.

“Bisa kau jelas kan ?”

“Beberapa kali dia menolak untuk ku peluk, alasan nya parfum ku membuatnya mual. Tetapi di lain waktu, dia menolak karna dia hanya sedang tidak ingin mencium bau tubuh ku yang membuat nya mual dan pusing. Aku pikir dia cukup keterlaluan, dan lagi dia sempat mual di depan ku. Tepat saat kita makan pagi di café pekan lalu”

“hanya itu ?” hyukjae merasa donghae belum bercerita sepenuh nya.

“Dia terlihat lebih suka dan nyaman ketika bersama Siwon. Didepan ku pun Chae Rin memeluk Siwon seolah olah Ia memeluk kekasih nya. Dia sama sekali tidak menghargai ku. Setiap kali kita bertemu, slalu saja ia menyebut semua tentang Siwon”

Hyukjae pun tertawa mendengar penjelasan donghae, seperti nya ia mulai tahu apa yang menjadi permasalahan sahabatnya. “Kau cemburu dengan kakak ipar mu, Hae ? Aku juga cemburu dengan kesempurnaan keluarga Choi”, kali ini tawa nya terdengar begitu meledek Donghae.

“Tidak, aku hanya berpikir ini aneh. Mana mungkin kakak adik bersikap seperti sepasang kekasih. Bahkan dua hari yang lalu sewaktu aku menjemput nya, aku melihat dengan ke dua mata ku sendiri kalau Chae Rin memeluk Siwon dengan pelukan nya yang manja saat mereka menyiapkan sarapan di dapur”

“Kau serius ?” spontan hyukjae pun terkejut dengan cerita Donghae.

“Serius. Bahkan akhir akhir ini dia slalu meminta untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama Siwon. Beberapa kali dia menolak untuk ku jemput. Yang lebih membuat ku tak percaya ketika salah satu asisten rumah tangga di rumah mereka pernah berbisik membicarakan kebiasaan Chae Rin dan Siwon yang slalu tidur sekamar setiap malam. Hal ini benar benar aneh”

Hyukjae tak menyangka dengan cerita Donghae tentang Chae Rin dan Siwon. Dia pun sadar tidak mungkin kakak adik akan bersikap seperti layaknya seorang kekasih, terlebih ke dua nya sama sama sudah dewasa.

“Dan tadi Siwon sempat menghubungi ku, Ia akan ke hongkong hari ini. Ia menitipkan Chae Rin pada ku. Tapi yang membuat ku merasa aneh ketika aku menelfon Chae Rin, dia justru hanya menangis..”

“Terus terang setelah mendengar cerita mu sekarang ada banyak perkiraan di otak ku, Hae.. Tapi aku harap apa yang aku pikirkan ini salah” Hyukjae pun kini tampak serius dan tegang seperti Donghae.

Ke dua nya sama sama saling terdiam, sibuk dengan berbagai perkiraan yang ada di otak mereka masing masing. Bayak sekali hal hal dan perkiraan negative yang menyeruak dalam benak mereka berdua mengenai Chae Rin dan Siwon. Tetapi mereka sama sama masih berusaha untuk mengelak nya. Mereka tidak ingin gegabah dalam memutuskan hal yang cukup serius.

Sore hari nya Donghae seperti biasa, menyisihkan waktu nya untuk menjemput Chae Rin. Hari ini Ia menjemput Chae Rin 2 jam lebih cepat dibanding biasanya. Chae Rin menutup café nya lebih cepat hari ini, dia merasa tidak ada semangat sama sekali hari ini. Bukan hanya karna berpisah dengan Siwon, tapi semenjak beberapa hari yang lalu Ia merasa sangat kelelahan. Padahal nafsu makan nya sedang tinggi.

Setelah Chae Rin membereskan beberapa hal di café nya, Ia pun menunggu Donghae datang menjemputnya. Ia tampak begitu lemas dibanding pagi tadi.

Tak berapa lama Ia melihat mobil Donghae telah ada didepan café nya. Ada sedikit perasaan lega, karna Ia berpikir Ia bisa segera merebahkan tubuhnya di ranjang Siwon. Bukan di kamarnya. Sepintas, Ia berpikir Ia sudah merindukan lelaki itu. Tanpa sadar Chae Rin pun kini ke dua matanya tengah memandang layar ponsel nya, Ia sebetulnya berharap Siwon menghubungi nya sebelum terbang ke Hongkong.

Donghae pun masuk ke café tersebut, kali ini Ia membawa sebuah bouquet Mawar putih yang begitu cantik. Ia berharap Chae Rin akan menyukai nya sebagai kado anniversary mereka. Tapi keceriaan di wajah nya pun kini menghilang, Ia terkejut mendapati Chae Rin yang tengah duduk menunggu nya dengan wajah yang pucat.

“Chae Rin-ah..”, Donghae mengusap kepala Chae Rin dengan lembut meski Ia sebener nya cemas.

“Kita pulang sekarang ya”, pinta Chae Rin tanpa memeluk donghae atau sekedar mengucapkan anniversary pada Donghae.

“Kenapa tidak bilang kalau sakit ? Kau mau aku antar ke rumah sakit atau ku panggilkan dokter ?” donghae pun membantu Chae Rin masuk ke mobil nya dengan sangat hati hati.

Di tengah perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Chae Rin. Bahkan Ia tidak membahas ataupun bertanya pada Donghae tentang bouquet bunga sejak tadi di bawa Donghae.

“Kita pulang ke rumah ku saja”.

“Ke rumah mu ?” kali ini Chae Rin menatap wajah kekasihnya.

“Iya. Aku tidak akan mungkin membiarkan mu sendirian dirumah dengan keadaan mu yang seperti ini. Please, jangan menolak” donghae pun menggenggam tangan Chae Rin sementara satu tangan nya memegang stir mobil nya. Tapi Ia tak merasakan ada yang salah dengan kekasih nya, tidak demam batin Donghae.

Sesampai nya di rumah Donghae yang tidak kalah megah dengan rumah Siwon, mereka segera menuju kamar khusus tamu. Mereka pun bertemu dengan asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Donghae tersebut.

“Nona Chae Rin..” bibi Han pun terkejut ketika melihat Donghae menggendong Chae Rin.

Lalu dengan sigap bibi Han membuka kan pintu untuk mereka. Donghae pun menidurkan Chae Rin di atas ranjang dengan penuh hati-hati.

“Terima kasih..” Chae Rin tersenyum dan menggenggam tangan kekasihnya.

“Apa yang terjadi dengan mu, nona ?” bibi Han tampak cemas, bagi bibi Han, Chae Rin sudah seperti nona besar di rumah ini. Hubungan mereka cukup baik karna Donghae beberapa kali mengajak Chae Rin ke rumahnya.

“Bibi, bisa minta tolong untuk menghubungi dokter keluarga ?” tanya donghae begitu sopan.

“Jangan, aku hanya ingin segera istirahat Oppa” Chae Rin memang berpikir bahwa Ia hanya butuh istirahat lebih cepat dan lebih lama dari biasanya.

“Baiklah, tetapi jika terjadi sesuatu aku akan membawa mu ke rumah sakit. Sekarang istirahat lah, aku akan membangunkan mu saat jam makan malam”, donghae pun mengecup kening Chae Rin dengan lembut.

Sebelum Donghae benar-benar meninggalkan nya, Chae Rin dengan cepat menggenggam tangan Donghae yang mulai beranjak dari ranjang nya.

Donghae pun menatap Chae Rin sejenak..

“Jangan menghubungi Siwon oppa..aku yakin dia akan terganggu jika kau cerita macam-macam. Lagipula..aku pasti baik-baik saja kan selama oppa menjaga ku”, kali ini Chae Rin tidak tahu harus bersikap bagaimana di depan kekasih nya itu. Semua yang Ia ucapkan seakan akan keluar begitu saja tanpa harus Ia rencanakan. Dan Donghae pun mengangguk pertanda Ia menyetujui permintaan Chae Rin, lalu meninggalkan Chae Rin sendiri di kamar itu.

Hampir 20 menit Chae Rin berbaring di ranjang tersebut, sebenar nya Ia ingin sekali bisa tertidur dengan sesegera mungkin. Tetapi sulit sekali bagi mata nya untuk segera terpejam. Seluruh isi otak nya seakan akan sedang terpusat dengan satu nama.. Siwon. Tak bisa dipungkiri saat ini yang Ia rasakan hanyalah ingin berada di dekat pria itu. Dalam benak nya Ia berpikir mana mungkin Ia bisa tidur jika tidak ada Siwon di sisi nya. Mereka sudah terbiasa tidur bersama sama, namun sekarang harus berpisah..bahkan kali ini Ia harus tidur dirumah pria yang sejujurnya masih terasa asing untuk nya. Meski dunia mengetahui status mereka saat ini adalah sepasang kekasih..namun untuk Chae Rin, dunia nya hanya lah Ia dan Siwon.

Perlahan..mata indah milik gadis itu pun mulai terpejam. Tubuh nya terlalu lemah untuk tetap terjaga selama semalam.

Tbc..

 

6 responses to “Growing Pain [Part IV]

  1. Pingback: Growing Pain [Part III] | FFindo·

  2. Pingback: Growing Pain [Part II] | FFindo·

  3. Pingback: Growing Pain [Part I] | FFindo·

  4. Hamil????, biasamya klo mual2 brujung pd kehamilan, iya kah???
    Uehehehehe, ditunggu klanjutannya. Skedar pndapat aja eonni, jgn trlalu cepet alur’y biar pas baca dapet feel’y eon. Gomawo eonni…..

  5. Pingback: Growing Pain [Part V] – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s