Please, Hold Me Tight Chapter 8

poster ff alle

By Sparkdey

Please, Hold Me Tight Chapter 8

Jeon Jungkook BTS || Han Hara (OC) || Park Jimin BTS

PG + 18

AU || Fluff || Romance || Friendship

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3A || Chapter 3B || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7A || Chapter 7B ||

Disclaimer : FF ini pure ide author dengan beberapa bantuan dari teman – teman. Jungkook dan Jimin adalah milik orang tua mereka, Big Hit Entertainment, dan ARMYs. Don’t be plagiator!! Please respect~

Note : FF ini merupakan requestan dari teman ARMY, jadi tolong dibaca dan berikan apresiasi berupa komentar atau like nya ya hehe, kamsahamnida^^ BONUS CHAT IMAGINE GUYS~ SEMOGA SUKA YA HEHE JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA~ DON’T BE A PLAGIATOR!!

 

Cerita sebelumnya…

“Aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa menyukaimu. Kau tampan, kau baik, kau berkarisma, kau lucu, aku tidak tahu apa kekuranganmu. Hanya saja hatiku berkata bahwa Jimin yang terbaik untukku” kata Hara.

“Aku tahu itu. Tapi bisakah kau hari ini saja tidak membicarakan namja lain? Hari ini adalah hari kencan kita untuk pertama dan terakhir kalinya. Setelah hari ini aku berjanji tidak akan menganggumu lagi” kataku.

“Maafkan aku, Jungkook-ah” kata Hara.

Aku kembali melanjutkan sarapanku hingga ponselku bordering karena ada sebuah telfon masuk. Aku mengangkat telfon itu.

“Yeoboseyo?” sapaku.

“Ah Jungkook-ah, bisakah kau menjemput dia? Dia sudah sampai di Korea Selatan hari ini” kata suara di sebrang sana.

“Sekarang?” tanyaku.

“Ne, cepatlah. Kau jangan membuatnya menunggu” perintah dari sebrang sana.

“Aku tidak bisa. Aku sedang bersama temanku” jawabku.

“Kau harus menjemputnya sekarang juga!” telfon di putuskan secara sepihak.

Aku langsung menatap layar ponselku dengan kesal. Sial hari ini gagal lagi!

“Hara-ya, aku minta maaf. Aku harus pergi sekarang. Kau pulanglah dengan taksi. Aku ada urusan penting” kataku lalu meninggalkannya sendirian di restoran itu.

Aku menuju mobilku lalu melajukan mobilku menuju bandara Incheon. Aku memacu mobilku lebih cepat agar cepat sampai di bandara.

Sesampainya di Bandara aku menunggu dia keluar dari bandara. Hingga pada akhirnya ada yang mengalungkan tangannya di leherku lalu membisikkan suatu kalimat di telingaku.

“Sudah menungguku lama? Aku merindukanmu sayang” bisiknya.

-Author POV-

Jungkook terkejut begitu ada bisikan asing di telinganya. Sayang? Itu yang ada di fikirannya. Bahkan dia saja tidak memiliki kekasih dan yang dia harapkan memanggil sayang adalah Hara, gadis yang dicintainya.

Jungkook melepaskan rangkulan tangan orang itu lalu menatapnya dengan tatapan sinis. Dia segera berdiri dan berjalan mendahului orang yang di jemput olehnya.

“Jungkook-ah, tunggu aku!” teriak orang itu.

Jungkook tidak menghiraukan teriakan itu. Orang itu terus berlari mengejar Jungkook sambil menarik kopernya dengan terburu – buru. Berkali – kali dia memanggil atau meneriakkan nama Jungkook, Jungkook tidak akan berhenti atau sekedar menolehnya.

Jungkook sudah sampai di parkiran mobilnya. Jungkook masuk ke dalam mobilnya lalu menunuggu orang itu untuk masuk ke dalam mobilnya.

“Kau jahat. Bukannya membantuku, kau malah meninggalkanku” ketus orang itu.

“Siapa yang menyuruhmu datang ke Korea Selatan? Dan mengapa kau menyuruh aboeji untuk memerintahku menjemputmu?” kata Jungkook kesal.

Ya, di saat sedang berkencan dengan Hara, Jungkook mendapatkan sebuah telfon masuk dari aboeji untuk menjemput seseorang yang tidak ingin dia temui seumur hidupnya. Bagaimana tidak? Orang itu terus membuat masalah di sekitar Jungkook. Terlebih lagi dia akan menjauhkan semua gadis yang ada di sekitar Jungkook.

“Kau ingin ku antar kemana? Hotel? Apartement?” tanyaku.

“Ke rumahmu” jawab orang itu.

“MWO?! ANDWAE! Kau tidak ku izinkan ke rumahku!” kataku tidak setuju.

“Kalau begitu aku akan telfon samchon” kata orang itu.

“YA! Eunsoo-ya! Baiklah kita akan ke rumahku” kata Jungkook mengalah.

Gadis itu bernama Lee Eun Soo. Dia adalah anak dari sahabat aboejinya yang tinggal di Jepang. Dia datang kembali ke Korea Selatan entah untuk melakukan apa di sini. Jungkook sudah merasa senang karena Eun Soo pergi ke Jepang. Artinya Jungkook akan hidup dengan tentram di sini tanpa ada masalah atau penganggu yang akan menghindarkan gadis – gadis dari Jungkook.

Jika sudah seperti ini, bagaimana cara Jungkook agar tetap bersama Hara? Eun Soo adalah penghalangnya yang baru setelah Jimin.

‘Sial kalau begini, aku benar – benar harus meninggalkan Hara’ batin Jungkook.

———- Rumah Taehyung. 8:40 PM ———

“Oppa~” panggil Hana dengan manja.

“Ne Hana-ya?” jawab Taehyung.

“Ini untuk oppa” kata Hana sambil menyerahkan boneka pada Taehyung.

“Boneka? Kapan kau membelinya?” Tanya Taehyung sambil melihat boneka yang kini ada di tangannya.

“Kemarin sewaktu di Namsan Tower” jawab Hana.

“Gomawo adik kecilku” kata Taehyung sambil mengacak rambut adiknya itu.

Taehyung duduk di sofa ruang keluarganya dan menonton TV di susul oleh Hana duduk di sampingnya. Hana menaruh kepalanya di pundak Taehyung.

“Waeyo?” Tanya Taehyung.

“Oppa aku ingin bercerita” sahut Hana.

“Ada apa denganmu? Apa kau di sakiti oleh seseorang?” Tanya Taehyung.

“Aku menyukai Jimin sunbae….” Kata Hana.

“MWO?! Kau tidak boleh suka padanya!” bantah Taehyung.

“Aku benar – benar menyukainya oppa. Setelah aku menjadi partner organisasi dengannya, setelah aku sering pergi dengannya berdua, setelah aku sarapan berdua dengannya. Aku benar – benar menyukainya. Aku harus bagaimana oppa?” kata Hana.

“Kau tahu kan Jimin mencintai Hara?” Tanya Taehyung dan Hana menganggukkan kepalanya.

“Aku tidak ingin kau sakit hati. Buanglah perasaanmu untuk Jimin. Dia tidak akan memilihmu. Dia akan memilih Hara” kata Taehyung menjelaskan.

“Tidak bisa oppa. Kau tahu kan baru kali ini aku suka pada namja? Jika memang aku akan sakit hati dan Jimin sunbae tidak memilihku, itu sudah menjadi resiko diriku” jelas Hana.

“Baiklah terserah padamu saja. Aku sudah memperingatkanmu” kata Taehyung malas.

“Tadi pagi kami bertemu dengan Jungkook sunbae dan Hara sunbae. Jimin sunbae memperkenalkanku pada mereka lalu Jimin sunbae menarikku pergi dari restoran itu. Dia terlihat sangat kesepian, tatapannya kosong setelah melihat Hara sunbae bersama dengan Jungkook sunbae” jelas Hana lagi.

“Itu karena dia tidak bisa menerima Hara bersama dengan Jungkook. Kau tahu itu” kata Taehyung.

“Oppa menyebalkan! Aku ke kamar saja!” kesal Hana karena Taehyung tidak mendukungnya kali ini.

‘Ini semua ku lakukan agar kau tidak jatuh terlalu dalam pada perasaanmu untuk Jimin’ batin Taehyung.

Hana masuk ke dalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di kasur. Dia mengambil ponselnya lalu membuka chat nya pada Jimin. Hana mengirimkan chat untuk Jimin.

jimin fc 5

———- Rumah Sera. 11:58 PM ———-

Sera tidak bisa tidur kali ini karena memikirkan Yoongi. Hari ini Yoongi bersikap cuek dan seakan – akan tidak peduli padanya. Yoongi berubah. Itu yang ada di dalam fikiran Sera. Apa yang harus ia lakukan agar dia dan Yoongi kembali seperti awal lagi?

Sera senang dengan sikap Yoongi yang ramah dan baik kepadanya. Sera senang jika Yoongi mengajaknya pulang bersama dan makan bersama. Namun semua itu berubah ketika chat yang di kirimkan oleh Yoongi hanya di baca olehnya.

Sera mengambil ponselnya untuk mengirimkan chat pada Yoongi. Namun ia urungkan niatnya itu karena dia takut. Akhirnya Sera mengirimkan chat pada Hara dan bercerita soal Yoongi pada Hara.

hara fc 3

Hara memarahi Sera karena dia telah menolak Yoongi. Selama ini Sera tidak dapat membedakan kapan Yoongi sedang serius dan bercanda. Sera membalas chat Hara.

hara fc 4

 

-Jungkook POV-

Aku terbangun pagi ini karena eomma yang membangunkanku. Aku langsung bersiap mandi dan ke sekolah. Aku berjalan menuruni tangga dan duduk di meja makan untuk sarapan bersama. Seperti ada yang aneh pagi ini. Ada apa?

“Good morning, Jungkook-ah” sapa seseorang dari belakangnya.

“Hmmm” gumam Jungkook.

“Untuk apa kau masih di sini? Dan sampai kapan kau akan menginap di sini?” kataku ketus.

“Jungkook! Kau tidak boleh seperti itu pada Eun Soo!” bentak eomma padaku.

“Tapi eomma…” kataku terputus.

“Mulai hari ini, Eun Soo akan bersekolah di sekolah yang sama denganmu” kata aboeji.

“Aboeji…” kataku terkejut.

“Jebal aboeji aku tidak ingin satu sekolah dengannya” kataku.

Pagi ini dimulai dengan perdebatan antara aboeji, eomma, dan aku. Ini semua karena ulah Eun Soo! Untuk apa dia bersekolah yang sama denganku lagi? Aish… sungguh menyebalkan!

Dengan sangat berat hati aku melakukan semua perintah aboeji. Karena ancaman aboeji sangat mengerikan untukku. Aku berpamitan dan berangkat ke sekolah bersama Eun Soo. Aku melajukan mobilku menuju sekolah.

Sesampainya di parkiran sekolah aku turun dari mobilku lalu meninggalkan Eun Soo di belakangku. Eun Soo terus meneriakkan namaku tetapi aku tidak menanggapinya.

“Pergilah ke ruang guru. Aku tidak akan mengantarkanmu. Dan jauhi aku selama berada di sekolah” perintahku.

“Eoh. Tapi ingat, kau tidak akan lepas dariku, Jungkook-ah” kata Eun Soo.

“Ku peringatkan kau untuk pertama kalinya, jangan sentuh gadisku yang bernama Han Hara. Jika kau menyentuhnya, aku dapat menjamin kau akan kembali ke Jepang detik itu juga!” ancamku.

“Silahkan jika kau berani” dia menantangku.

“Cih…” kataku pergi meninggalkannya.

Aku masuk ke kelasku dan memasang headset lalu tidur di meja. Apa aku jahat? Aku telah meninggalkan Hara sendirian di restoran itu karena Eun Soo dan perintah aboeji. Apa aku harus menemuinya sekarang? Ah tidak, aku sudah berjanji setelah kencan kemarin tidak akan menganggunya lagi.

Song seongsanim masuk ke kelasku. Dia membawa murid baru. Dan tidak ku sangka dia adalah Eun Soo. Mengapa aku harus sekelas dengannya?!

“Pagi. Hari ini kalian kedatangan teman baru. Silahkan perkenalkan diri” perintah Song seongsanim.

“Annyeonghaseyo. Lee Eun Soo imnida. Tolong rawat aku dengan baik. Salam kenal” kata Eun Soo sambil menatapku.

“Sial” gumamku.

Akhirnya Eun Soo di persilahkan duduk di depan Yoongi. Karena memang bangku di depan Yoongi itu kosong dan Yoongi tidak berniat untuk pindah menjadi di tempat duduk itu. Eun Soo melirik ke arahku. Aku membuang wajahku ke arah yang lain. Menyebalkan sekali.

“Baiklah sekarang buka halaman 54 dan kerjakan latihannya. Namjoon tolong kau bantu Eun Soo” perintah Song seongsanim.

90 menit berlalu dan kini Song seongsanim telah keluar dari kelasku. Sungguh melegakan. Akhirnya aku menidurkan kepalaku lagi di meja dan kembali mendengarkan music.

“Jungkook-ah, aku ingin bicara padamu” kata Yoongi.

“Eoh” kataku lalu mengikutinya keluar kelas.

“Ada apa?” tanyaku.

“Jauhi Hara. Kau jangan membuat Hara semakin tertekan, dia sudah sedih karena Jimin, kau jangan menambahinya” kata Yoongi.

“Apa urusanmu?” tanyaku.

“Aku kasihan pada Sera dan juga Hara. Bagaimanapun juga Sera adalah sahabat Hara, dia tidak ingin sahabatnya merasa sedih” jelas Yoongi.

“Tenang saja. Mulai hari ini aku akan pergi dari kehidupan Hara. Sampaikan hal itu pada Sera” kataku.

“Eoh” jawab Yoongi.

Aku kembali masuk ke dalam kelas. Melihat pemandangan kelas dimana semua anak laki – laki mengerubungi Eun Soo. Cih murahan sekali. Aku duduk di tempat dudukku.

Suasana begitu ramai hingga aku tidak bisa tidur di kelas. Walaupun sudah menggunakan headset, suara bising dari mulut teman – temanku tetap masuk ke dalam kupingku. Aku berjalan keluar kelas. Hingga langkahku terhenti begitu melihat siapa yang ada di depanku persis saat ini.

“Ah. Annyeong sunbaenim” kata gadis itu sambil membungkukkan badannya.

“Aku mencari Namjoon. Minggir kau” kata namja di belakang gadis itu.

Ya mereka adalah Hana dan Jimin. Untuk apa mereka mencari Namjoon? Ada urusan apa mereka dengan Namjoon?

Aku kembali melangkahkan kakiku keluar kelas dan menuju lapangan basket. Aku bermain basket sendirian di saat kelasku kosong karena Kim seongsanim tidak masuk hari ini. Setidaknya selama 90 menit ke depan aku tidak melihat wajah Eun Soo. Aku sudah cukup muak melihatnya di rumah.

“Kau sendirian?” sapa seseorang.

“Eoh” jawabku.

“Kau tidak ada pelajaran?” tanyanya lagi lalu aku berhenti main basket dan berjalan menghampirinya.

“Tidak ada. Kim seongsanim tidak masuk hari ini. Ayo duduk” ajakku.

“Kau mengapa tidak masuk kelas?” tanyaku.

“Aku ingin ke perpustakaan lalu melihatmu di sini” jawabnya.

“Ah begitu. Perlu aku temani?” tawarku.

“Tidak perlu Jungkook-ah” jawabnya.

“Aku sedang bosan, Hara-ya. Biarkan aku ikut denganmu ne?” kataku lalu dia tersenyum.

“Mian untuk kejadian tempo hari, aku sudah meninggalkanmu di restoran itu sendirian dan mengacaukan kencan kita” jelasku.

“Gwenchana. Ah ya, apa kau melihat Jimin?” Tanya Hara.

“Eoh tadi dia ke kelasku dengan hoobae yang bernama Hana itu” jawabku.

“Ah begitu… aku ingin meminta bantuannya” kata Hara.

“Kau tidak ingin meminta bantuanku?” tanyaku.

“Kita berbeda kelas bodoh. Mana mungkin kau bisa membantuku” jawabnya sambil tertawa.

“Biarkan aku terus melihatmu tertawa seperti ini walaupun bukan denganku, Hara-ya” pintaku.

“Kau benar – benar tidak bisa menyukaiku?” tanyaku.

“Mianhae Jungkook-ah, aku tidak tahu” jawabnya.

“Baiklah. Aku benar – benar akan pergi dari kehidupanmu. Kau berbahagialah dengan Jimin eoh! I Love You, Han Hara. Aku pergi dulu” kataku.

Sakit. Hatiku sakit. Yang ada di hati Hara hanyalah Jimin, Jimin, dan Jimin. Entah sampai kapan dia akan terus bertahan pada hatinya itu? Apa aku benar – benar tidak bisa memilikinya? Apa aku benar – benar tidak bisa menggantikan posisi Jimin?

“Jungkook-ah! Temani aku keliling sekolah ini” pinta Eun Soo yang menggaet lenganku.

“Lepaskan, Eun Soo-ya. Kita ada di sekolah” perintahku.

“Tidak akan aku lepaskan sampai kau menemaniku berkeliling sekolah ini” kata Eun Soo.

“Ne ne aku temani. Sekarang lepaskan” kataku.

Eun Soo tersenyum manis padaku. Aku berjalan di sampingnya dan mengantarkannya berkeliling sekolah sembari menjelaskan apa saja yang ada di sekolah ini. Hingga pemberhentian terakhir kami adalah kantin. Aku mengajak Eun Soo masuk ke kantin dan mengajarkannya bagaimana cara makan di kantin ini. Jepang dan Seoul sangat berbeda bukan?

 

-Hara POV-

Setelah Jungkook meninggalkanku, aku pergi mencari Jimin. Karena aku membutuhkan bantuannya untuk ke perpustakaan. Aku mencari ke kelas – kelas yang ada di lantai 2 yang memang di peruntukkan untuk anak kelas 2.

Aku menemukan Jimin. Aku berlari ke arahnya lalu berhenti sejenak ketika aku melihat dia sedang bersama yeoja lain. Tertawa bahkan dia mencubit gemas pipi yeoja itu. Aku tahu yeoja itu adalah Hana, hoobaeku.

“Jim…” panggilku.

“Eoh, Hara-ya!” sapanya.

“Aku membutuhkan bantuanmu” kataku.

“Ah mianhae, Hara-ya. Aku sedang sibuk saat ini. Kau bisa meminta bantuan teman yang lain ne. mianhae, Hara-ya!” kata Jimin.

“Eoh, its okay!” jawabku lalu pergi meninggalkan mereka.

‘Apanya yang sibuk? Kau bahkan tertawa dan bercanda bersama hoobae itu!’ batinku.

Aku menyesal karena tidak menerima penawaran Jungkook untuk membantuku tadi. Dan ada apa ini? Jungkook benar – benar akan pergi dari kehidupanku? Jungkook akan benar – benar tidak mengenaliku lagi?

Seketika aku tenggelam ke dalam fikiranku yang sangat kacau. Bagaimana tidak? Jimin sekarang sedang bersenang – senang dengan hoobae itu dan dia mengacuhkanku, sedangkan Jungkook dia benar – benar sudah pergi dari kehidupanku.

Aku sempat mengiriminya chat untuk membantuku di perpustakaan namun dia hanya membaca chat ku saja tanpa membalasnya. Ada apa ini? Mengapa aku tidak siap untuk kehilangan Jungkook? Apa aku mulai menyukainya? Dan mengapa aku merasa cemburu dengan hoobae yang belakangan ini sering bersama Jimin? Sial. Hatiku kacau. Mengapa hatiku tidak bisa memilih salah satu di antara Jimin dan Jungkook?!

Aku melangkahkan kakiku menuju kantin. Aku sudah tidak tahu lagi harus apa dan jika aku masuk ke kelas namun tidak membawa buku yang diperintahkan oleh Lee seongsanim aku akan di marahi. Lebih baik aku kabur ke kantin dan memesan minuman kesukaanku.

Aku sudah membeli minuman kesukaanku, lalu aku duduk memilih bangku yang sekiranya cocok untuk menyendiri. Ekor mataku seperti menangkap sosok yang tidak asing untukku. Dia adalah Jungkook, Jeon Jungkook.

Sedang apa Jungkook di sini? Dia bersama seorang yeoja? Mengapa? Secepat itukah Jungkook mendapatkan gadis baru? Setelah dia berkali – kali menyatakan perasaannya padaku? Jadi ini sebabnya dia tidak membalas pesanku?

Aku mengambil ponselku untuk mengirim chat pada Jungkook lagi. Aku melihat Jungkook mengambil ponselnya lalu membaca chat ku. Namun dia tidak membalasnya dan dia menaruh ponselnya kembali di meja.

‘Segitunya kah kau ingin pergi dari kehidupanku?’ batinku.

Jungkook terlihat tertawa saat ini dengan yeoja itu. Aku merasa asing dengan yeoja itu. Apa dia murid baru di sini? Apa dia pacar Jungkook yang baru? Siapa yeoja itu?!

Fikiran baru kembali datang ke otakku. Setelah aku melihat Jimin bercanda tertawa bahagia bersama hoobae, sekarang aku melihat Jungkook bercanda dan tertawa melihatnya dengan yeoja lain? Mengapa hati ini sakit melihat mereka bahagia bukan dengan diriku? Apa yang harus aku lakukan?

Aku melangkahkan kakiku keluar menuju kelasku karena saat ini pelajaran sebelumnya sudah selesai. Namun langkahku terhenti karena ada yang menahan bahuku. Aku menoleh ke belakang. Dia adalah yeoja yang bersama dengan Jungkook tadi.

“Kau bernama Han Hara?” Tanya dia.

“Eoh” jawabku singkat.

“Bisakah kau ikut denganku sebentar?” tanyanya.

“Okay” jawabku lalu mengikutinya.

Kami berjalan melewati koridor dan kini kami sampai di halaman belakang sekolah. Cukup sepi di sini dan untuk apa dia membawaku ke sini?

“Ku peringatkan kau, jangan pernah mendekati Jungkook” dia memberikan peringatan padaku.

“Mengapa? Dia menyukaiku dan aku menyukainya… mungkin” jawabku.

“Hah… kalian tidak memiliki hubungan special apapun bodoh. Kau pergilah dari kehidupan Jungkook. Karena Jungkook adalah milikku. Kami sudah bertunangan! Kau bisa lihat ini” katanya sambil menunjukkan cincin yang ada di jari manisnya.

“Jungkook tidak pernah bercerita apapun tentang kau. Sebaiknya kau jangan mengada – ada” kataku lalu aku melangkah pergi meninggalkannya.

“YA! Berhenti kau!” teriaknya lalu aku menolehkan wajahku padanya.

BYURR…

Dia melemparkan minumannya pada wajahku dan bajuku.

“Rasakan itu! Aku sudah memperingatkanmu baik – baik dan kau dengan beraninya bilang aku mengada – ada? Dasar murahan!” teriaknya lalu meninggalkan aku sendirian.

‘Oh Tuhan tabahkan aku hari ini’ batinku.

Aku berjalan menuju lokerku sekedar untuk mengambil baju seragam simpenanku di sini. Aku mulai kedinginan, di sini masih musim dingin. Aku mengambil seragam itu dan berjalan menuju toilet wanita.

“Kau ingin kemana? Kenapa kau basah seperti ini?” Tanya seseorang sambil menahan tanganku.

“Jim…” lirihku.

“Kau kenapa? Mengapa kau basah seperti ini?” tanyanya lagi.

“Jimin sunbae…nim” kata seseorang di belakang Jimin.

“Chakkaman Hana-ya” jawab Jimin.

“Kau berubah Jim” kataku.

“Kau yang membuatku seperti ini… maaf aku tidak bisa terus di sampingmu mulai saat ini. Aku sudah menemukan seseorang yang sangat aku butuhkan untuk di sampingku saat ini dan dia juga membutuhkanku. Ku harap kau memaklumi hal ini, Hara-ya” jelas Jimin.

“Aku mencintaimu, Jim” sahutku.

“Kau terlambat Hara-ya, aku sudah mencintai orang lain sekarang. Mianhae” katanya.

“Jimin sunbaenim, apa kau sudah selesai? Jika belum aku akan duluan” kata hoobae itu.

“Chakkaman Hana-ya, sebentar lagi” jawab Jimin.

“Dan Hana yang sudah mengisi hatiku saat ini. Maafkan aku jika aku pernah berlaku kasar padamu, tenang saja kita masih sahabat bukan? Kita masih bisa melakukan semuanya bersama – sama, dan aku senang kau masih memakai kalung pemberianku. Aku pergi ne, dia sudah menungguku” kata Jimin sambil mencubit pipiku dan mengacak rambutku pelan.

Dan lagi… hatiku hancur, hatiku sakit. Orang yang aku cintai dan aku tolak dari dulu karena mementingkan persahabatan kami, kini telah memiliki orang lain yang setia di sampingnya. Aku kalah. Aku harus menjaga sikapku pada Jimin mulai saat ini.

‘Jungkook-ah, apa kau benar – benar sudah bertunangan?’ batinku.

 

TO BE CONTINUE…

Hallo, gimana sama chapter kali ini? Seru gaa? Seru dong ya~ hihiw

Oh iya jangan lupa tinggalin komentar dan like kalian ya hehe

Terima kasih sudah setia membaca dan menunggu kelanjutan ff ini~

Kamsahamnida reader-nim :*

7 responses to “Please, Hold Me Tight Chapter 8

  1. Rasain loe hara, sp suruh JD tukang php kkkkkkkkkk q bahagia bgt liat km d tinggalin m jimin, Br kl INI q seneng waktu BC lead cast yeoja d sakiti, ck ck hbs km nyebelin sih

  2. Yhahahaa…hara maruk sii. Btw jd ngeship jimin hana, jungkook sama eunsoo aja deh..hara biarin jones 😂

  3. Hai kak Sparkdey…. maaf banget baru bisa comment disini…. Over all ceritanya bagus loh. Konfliknya juga emang tentang remaja yang lagi merjuangin cintanya. Kalimatnya pun bagus apalagi ditambah chatnya ituu…..
    Disini Hara kasian banget ya.. dia cinta Jimin, Jimin cinta Hara, terus ada Jungkook yang juga cinta sama Hara. But, sekarang Jimin udah berpaling hati. Mungkin Jimin sakit hati ya Hara sering sama Jungkook. Hara disini dibuat bingung buat pilih kedua orang itu ya? Tapi sekarang konfliknya nambah lagi karena kehadiran Eunsoo.
    Terus Jungkook apa beneran tunangan sama Eunsoo? Jungkooknya aja gak mau deket-deket ke Eunsoo. Makin kesini malah ngeship Jungkook-Hara sih.. banyak banget moment mereka berdua yang aduhh bikin baper.
    Pokoknya cepet dilanjutin ya kak Sparkdey….

    • hallo niken^^
      gapapa kok komen di sini juga hehe
      iya hara di bikin bingung mau pilih siapa di sini hehe
      jungkook tunangan sama eunsoo? hmm jawabannya ada di next chapternya ya hehe
      ciee baper hehe, nanti di bikin lagi deh chat imagine nya hehe
      siaapp hehe makasih ya udah support aku hehe

  4. Pingback: Please, Hold Me Tight Chapter 9 – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s