[I Love You pt.3] Together

I Love You - Together

I Love You pt.3 — Together

As long as you’re with me, I’m fine.

by Shinyoung

Main Cast: Oh Sehun & Bae Joohyun || Genre: School Life & Romance || Length: Ficlet || Rating: T (PG-15) || Disclaimer: Casts belong to God. No copy-paste. Copyright © 2016 by Shinyoung.

Pt.1 Idol | Pt.2 Classmate

*

Semua murid tahu.

Bae Joohyun adalah ketua murid SMA Sekang Seoul dari kelas 2-1. Gadis itu patut menjadi idola karena selalu menjadi murid berprestasi dalam bidang akademik maupun olahraga, parasnya yang cantik, dan juga perfeksionis. Tidak ada yang membencinya kecuali para gadis yang iri. Namun, dia tidak peduli dengan hal itu.

Sementara itu, Oh Sehun adalah wakil ketua murid SMA Sekang Seoul dari kelas 1-3. Lelaki itu punya wajah tampan dan juga sering menggoda para gadis. Dia tidak terlalu pintar, namun juga tidak terlalu menonjol dalam bidang akademis. Kemampuannya menjadi 100 ketika bertemu dengan basket dan dia langsung jadi idola para gadis-gadis.

Keduanya selalu kemana-mana bersama sebagai ketua murid dan wakil ketua murid. Bagaikan tuan dan anjingnya.

“Aduh! Lihat, Oh Sehun di belakang Joohyun sunbae lagi.”

“Mereka cocok, sih. . . Hanya saja, Joohyun tidak pantas mendapatkan lelaki seperti dia. Bagaimana jika dalam waktu sekejap Joohyun dicampakkan oleh Sehun?”

“Joohyun tidak akan mau dengan laki-laki penggoda seperti dia. Bagi Joohyun. . .”

“Sehun hanyalah wakilnya dan juga orang yang dapat dai suruh.”

Joohyun memutar bola matanya malas. Dia sudah bosan mendengar ucapan-ucapan seperti itu setiap hari dan setiap waktu. Sering kali, para gadis yang mengidolakan Sehun meliriknya tajam karena berani menyuruh Sehun untuk melakukan hal ini dan itu. Sebenarnya, dia tidak peduli, namun lama-lama dia terusik juga.

Noona! Jangan dengarkan mereka, ya,” kata Sehun sambil merangkul gadis itu.

“Turunkan tanganmu atau kau akan hancur dalam waktu sekejap.”

Sehun memang lebih tinggi daripada Joohyun. Namun, Joohyun yang punya nilai A dalam taekwondo membuat Sehun tidak berani untuk melakukan apa-apa. Lagipula, Sehun hanya baik dalam bidang basket, tidak dalam bela diri seperti taekwondo. Kecuali, jika ada laki-laki yang mengajaknya bertengkar, mungkin dia bisa meladeninya.

 

*

 

Keduanya kini berada di dalam ruang dewan murid. Setelah mengadakan rapat, anggota dewan murid yang lain sudah pulang, kecuali Sehun dan Joohyun. Sebenarnya, Sehun bisa pulang dari tadi, namun Joohyun masih membaca buku agenda tahunan.

“Apa besok ada tugas lagi?”

“Ada,” jawab Joohyun. “Apa kau tidak dengar tadi?”

“Dengar, hanya saja, aku sibuk memperhatikanmu, Noona.

“Jangan menggodaku, kalau tidak ada urusan, sebaiknya kau pulang.”

Joohyun membaca buku agenda tahunannya dengan teliti. Tanpa memperhatikan Sehun barang sedetikpun. Namun, Sehun yang merasa tak diperhatikan pun akhirnya mendekati gadis itu dan duduk di sampingnya.

“Jangan macam-macam atau kau akan kubunuh,” ancam Joohyun.

“Tidak, aku juga ingin baca agenda tahunan.”

“Bukan tugasmu,” ujar Joohyun sambil menutup buku itu. Ia menoleh pada Sehun. “Sebaiknya, kau pulang. Aku tidak mau ada murid lain yang melihat kita hanya berdua di sini dan kau melakukan ini dan itu. Kemudian, ada fans-mu yang melihat kita, lalu menyebarkan gosip tidak berguna. Aku tidak mau.”

“Benarkah? Bukankah kau tidak peduli dengan gosip itu, ya?”

Joohyun berdiri. “Itu dulu, namun sekarang lama-kelamaan, aku merasa kesal juga mendengar mereka setiap hari membicarakanku yang tidak-tidak karena kau terus mengikutiku kemana saja. Padahal, aku sedang tidak membuthkanmu.”

“Kau pasti akan membutuhkanku, setelah ini. . .”

Sehun tersenyum tipis, kemudian ikut berdiri dan menarik gadis itu dan membuat gadis itu membalikkan tubuhnya. Dalam waktu singkat, bibir mereka saling bertemu. Joohyun membulatkan matanya tidak percaya, kemudian ia mendorong lelaki itu, dan menampar pipinya dengan keras. Namun, Sehun hanya tersenyum tipis.

“Aku menyukaimu, Noona.

“Jangan temui aku lagi!”

 

*

 

Sejak kejadian itu, Sehun benar-benar menuruti perkataannya. Dia tidak lagi mengikuti Joohyun atau bahkan menyapa Joohyun. Hal itu, membuat gempar satu sekolah. Mereka bertanya-tanya alasan keduanya tidak lagi bersama.

Anggota dewan murid yang lain, seperti Kim Yeri—teman satu kelas Sehun—bahkan bertanya-tanya kepada Sehun, maupun Joohyun alasan keduanya melakukan hal itu. Namun, baik Sehun maupun Joohyun saling menutup bibirnya rapat-rapat.

“Kumohon, jangan lakukan ini, Unnie.” Yeri menggenggam pergelangan tangan Joohyun dan menatap gadis itu dengan wajah memelas, memohon pertolongan. Apa kau tahu, sejak kalian berdua tidak berbicara, Sehun bahkan tidak pernah hadir di kelas! Dia selalu keluar kelas atau bahkan diam saja di kelas, tidak mendengarkan guru.”

“Intinya,aku membenci lelaki itu.”

“Jangan bilang, Sehun menyatakan perasaannya padamu?”

Wajah Joohyun langsung merona merah. Namun, gadis itu langsung memalingkan wajahnya dari Yeri, dia tidak mau Yeri tahu bahwa sebenarnya sejak kejadian itu, Joohyun menjadi gugup ketika ia melihat sosok Sehun.

“Ah, dasar laki-laki bodoh! Sudah aku katakan padanya untuk menunggu!”

“Tunggu!” Joohyun membalikkan badannya, lalu memegang kedua bahu gadis itu, dan menatap mata gadis itu dalam-dalam. “Kau tahu bahwa Sehun menyukaiku? Apa dia menceritakan hal ini padamu? Bagaimana bisa?”

“Tentu saja dia cerita padaku,” kata Yeri sambil menghela napas berat. Ia melipat kedua tangannya di depan dadanya dan kembali berkata, “dia adalah temanku sejak SMP. Sejak memasuki SMA Sekang, dia melihatmu dan langsung suka denganmu. Itulah mengapa, dia ingin masuk menjadi anggota dewan murid. Kalau bisa dikatakan, sebenarnya dia sudah lama suka denganmu, Unnie. Tapi, kau tidak tahu, ya.”

Joohyun terdiam lama. Namun, ia menggeleng pelan. “Aku tahu.”

 

*

 

Setelah Yeri pulang, meninggalkan Joohyun sendirian di ruang dewan murid, keadaan menjadi sangat sepi. Biasanya, ada Sehun yang selalu mengganggunya meskipun Joohyun sedang bekerja. Namun, sekarang tidak ada laki-laki itu. Jantung Joohyun berdegup dengan kencang. Dia sebenarnya tahu bahwa Sehun menyukainya, namun gadis itu terus menolak spekulasi itu.

“Kau masih di sini? Aku kira kau sudah pulang.”

Joohyun terkejut ketika melihat Sehun memasuki ruangan dengan wajah penuh peluh. Joohyun menebak bahwa laki-laki itu baru saja selesai bermain basket. Melihat sepatu yang dikenakan oleh Sehun hari ini adalah sepatu basket.

“Kau tahu sendiri aku masih ada tugas banyak.”

Joohyun berdiri, kemudian melangkah menuju rak buku dan mencari-cari buku agenda tahunan yang selau ia simpan di sana. Namun, dia tidak menemukannya. Dia mencari-cari lagi, namun nihil.

“Buku agenda tahunan?” tanya Sehun.

“Iya, bukunya ada dimana, ya? Kau tahu—”

Joohyun menutup mulutnya rapat-rapat begitu sadar bahwa sebenarnya dia bertanya dengan nada seolah Sehun adalah satu-satunya orang yang tahu buku itu dimana. Tanpa basa-basi, Joohyun kembali mencari.

Namun, Sehun berdiri, lalu mendekati gadis itu. Dia yang jauh lebih tinggi daripada Joohyun, berhasil menggapai rak atas dan menggambil sebuah buku. Dia memberikannya kepada Joohyun.

“Buku agendanya,” kata Sehun. “Sunggyu sunbae yang menaruhnya disana.”

Joohyun menyadari betapa tipisnya jarak di antara mereka. Dia menghela napas lega karena Sehun lebih tinggi darinya, sehingga dia tidak perlu menatap mata laki-laki itu. Dia tidak bisa menatapnya. Namun, dia menundukkan kepalanya.

“O-oke. Terima kasih.”

Ketika Joohyun ingin kembali ke tempat duduknya, Sehun menahan gadis itu. Merengkuhnya dengan melingkarkan tangannya di sekitar pinggang Joohyun yang kecil. Membuat gadis itu memekik pelan.

“Apa yang kau lakukan?!”

“Aku dengar tadi saat kau bicara dengan Yeri… Kau bilang kau sudah tahu bahwa aku menyukaimu. Kalau begitu, kenapa kau tidak menjawab perasaanku?”

Joohyun memalingkan wajahnya dari Sehun. “Aku tidak bisa!”

Sehun menatapnya dalam-dalam. “Kenapa tidak bisa? Aku butuh kepastian.”

Joohyun terdiam lama, sehingga akhirnya Sehun menipiskan jarak di antara mereka, membuat Joohyun terkejut. Dia tahu bahwa Sehun akan menciumnya lagi jika Joohyun tidak menjawabnya. Maka, gadis mengepalkan tangannya rapat-rapat.

“Aku tidak mau ditindas fans-mu.”

“Aku menyukaimu, Noona. Itulah mengapa aku akan melindungimu.”

Sehun mendekatkan wajahnya, lalu mencium bibir gadis itu. Kali ini, Joohyun tidak menolak ciuman Sehun, dia menutup rapat matanya dan merasakan ciuman itu mengalir melalui bibirnya.

“Aku juga menyukaimu, Oh Sehun.”

 

*

fin.

4 responses to “[I Love You pt.3] Together

  1. Pingback: [I Love You pt.3] Together – Junnie! ART·

  2. Pingback: [I Love You pt.4] Secret – FFindo·

  3. Pingback: [I Love You pt.5] Heaven – FFindo·

  4. Pingback: [I Love You pt.6] Lovers – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s