What’s His Name?

whats-his-name.jpg.jpeg

What’s His Name? (1st)

Casts : Xiumin’s EXO M x Park Nira’s OC | Lenght : Drabble | Genre : Romance, lil bit fluff | Rating : Teen

By Raditri Park

Inspirated from one of Xiumin pic on photoshoot (you can check it in the last story)

_

“Hoaaaamm…”

Ni-Ra menggeliatkan tubuhnya di bawah selimut, masih dengan mata yang terkatup. Enggan rasanya untuk beranjak bangun di pagi yang dingin ini mengingat rasa lelah yang ia terima sejak kemarin.

Jari-jari Ni-Ra mengucek sudut mata, menyingkirkan kotoran mata yang menumpuk. Jorok! Tapi itu memang kebiasaannya, tolong jangan hakimi dia. Lagipula semua orang pernah melakukannya, bukan begitu?

Perlahan-lahan matanya membuka dan akhirnya menemukan sebuah kamar asing baginya. Tidak cukup asing sebenarnya. Gadis itu dan keluarganya baru pindah rumah kemarin, menempati rumah yang lebih luas dan nyaman di pusat Kota Seoul. Dan dengan sedikit terpaksa gadis itu ikut bergerak, membantu menarik lemari di mobil box dari rumah lama, mengangkat guci-guci, buku-buku, dan barang rumah lainnya. Dan kalian tahu, semua yang diangkutnya hanya barang-barang pribadinya.

Perlu kalian ketahui gadis yang bernama Park Ni-Ra ini begitu malas. Membereskan rumah bukanlah kebiasaannya. Dan diumur yang sudah 18 tahun ini, ia seharusnya membuang semua kebiasaan buruk yang menempel paten seperti tanda lahir di tubuhnya itu.

Setelah helaan napas lelah, Ni-Ra menarik kembali selimutnya, menutupi hingga seluruh tubuh. Ah, nyaman sekali. Ia berniat akan tidur seharian ini sebelum…

TOK TOK TOK

“Bangun gadis pemalas! Kau ingin menghabiskan seharian ini hanya untuk tidur, ha? Aku akan memukulmu jika kau lupa apa yang harus kau lakukan hari ini!”

TOK TOK TOK!

“Cepat bangun, Ni-Ra!”

“Ne Eomma~” Dengan suara parau dan teredam bantal gadis itu mencoba menjawab. Sekolahnya hari ini libur, semua barang rumah sudah tertata rapi di tempatnya dan memang apa yang harus ia lakukan hari ini?

Tidak sampai satu detik setelahnya, Ni-Ra menyingkap selimutnya cepat. Menggeram kesal ketika mengingat apa yang harus ia lakukan seharian nanti. Sebagai pendatang baru yang baik, Eomma-nya sudah merencanakan sesuatu. Kue bolu dan beberapa sapaan layaknya pendatang baru ke tetangga-tetangga pada umumnya. Dan yang membuat Ni-Ra kesal adalah tenaganya harus ikut andil dalam perencanaan Eomma-nya.

Dengan sedikit terseok dan mulut yang menguap lebar, Ni-Ra meraih pintu geser balkonnya. Sedikit penyegaran mungkin akan lebih baik sebelum ia menghabisnya harinya dengan segala tetek bengek dapur dan mengeringkan giginya untuk tersenyum pada para tetangga yang mendapat jatah kuenya.

Udara segar pagi hari segera menyambut hidung gadis itu dan mengganti udara sesak di paru-parunya dengan udara bersih. Ia menggenggam sisi pagar di balkonnya, pandangannya mengelilingi sekitar. Begitu asri dan tenang. Ia menilai Appa-nya tidak salah dalam memilih tempat tinggal baru. Perumahan ini begitu nyaman dengan tumbuh-tumbuhan menghijau mengelilingi setiap rumah.

Sekali lagi Ni-Ra menarik napasnya dalam-dalam dan tersenyum simpul mengingat ia jarang sekali melakukan hal seperti ini—bangun tidur dengan menghirup udara pagi.

Namun seketika senyum simpulnya berhenti mengembang, tubuhnya kaku mendadak dan tatapannya fokus pada satu titik. Satu titik yang mampu membuat dirinya mengabaikan para kupu, capung dan burung kecil yang beterbangan di sekitar, mengabaikan sinar matahari yang perlahan-lahan muncul dan menerpanya, mengabaikan Eomma-nya yang mungkin saja muncul tiba-tiba dan memukulnya karena tak kunjung menuruti perintah. Satu titik itu menyita alam sadarnya.

.

Siapa dia?

.

Deg. Deguban pertama yang begitu indah saat maniknya memandang mata yang tertutup nyaman itu , menikmati musik dari headphone putih yang mungkin mengalunkan musik halus di telinga. Wajah bundar lancipnya yang tampak damai terasa menenangkan.

Deg. Deguban kedua yang terasa menggetarkan saat tiba-tiba matanya membuka dan menyingkirkan headphone-nya dari telinga. Mata yang indah, mata sipit yang mempesona.

Deg. Deguban ketiga yang menyesakkan saat menyadari pria itu beranjak bangun, lebih mendekat ke jendela balkon, membuka jendela kacanya yang bening. Postur tubuh pria itu tidaklah buruk. Kaos putih dengan beberapa garis horizontal itu tampak pas di tubuhnya. Sempurna.

Deg deg deg. Dan deguban yang selanjutnya membuatnya kelabakan seolah udara pagi yang dihirupnya telah habis saat dengan tak terduga manik hitamnya menemukan pria itu menghadap padanya, mata menyipit itu balik menatapnya, dan senyuman pertama pria itu di pagi hari lolos menembus pandangannya.

Pria itu terus tersenyum di balik jendela kamarnya. Tersenyum manis hingga menunjukkan gusi di gigi gerahamnya membuat matanya semakin menyipit tak terlihat. Lalu menganggukkan sedikit kepalanya—menyapa.

Ni-Ra mengerjap-erjapkan matanya. Bodoh.

Seperti orang linglung, gadis itu menyambut anggukannya, sampai beberapa kali. Dan hal itu membuat pria disana tertawa kecil, menambah senyum kikuk gadis itu.

Dan akhirnya Ni-Ra menyadari degubannya, deguban yang berbeda, deguban menyenangkan, deguban ingin tahu.

.

What’s his name?

.

.

Fin~

.

Inspirated from this pic

a_moment_with_xiumin_by_risaz-d6l6tht.jpg

One response to “What’s His Name?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s