[Ficlet] Colorful Lies

Colorful Lies

COLORFUL LIES

.

a ficlet by atatakai-chan

.

starring
OMG YooA as Yoo Shiah
and
KNK Jihun as Kim Jihun

.

rating
Teenager

.

genre
AU, College-LifeRomance

.

also posted in OMGFFI

.

.

Seorang perempuan berambut coklat tua panjang duduk di atas sebuah kursi yang terbuat dari kayu namun tampak mewah karena ukiran-ukiran dan aksesoris yang menghiasi. Jemari lentiknya berkali-kali ia ketukan pada meja yang juga terbuat dari kayu dengan warna yang menyerupai warna rambutnya. Lantunan musik klasik yang menghidupkan suasa cafe sama sekali tidak membuatnya merasa lebih baik, bahkan rasa kesalnya kini seolah mencapai puncaknya. Yoo Shiah bukanlah seorang perempuan yang lamban sehingga ia sama sekali tidak tahan dengan sesuatu yang lambat —seperti tempo musik klasik yang sedang diputar.

Kegusarannya semakin menjadi ketika ia mendapati waktu sudah berlalu selama setengah jam —memang sih baginya terasa lebih lama— dan lelaki yang dinantinya belum menampakkan batang hidung. Kim Jihun —lelaki yang ia tunggu— adalah lelaki yang mengambil jurusan DKV sama dengannya, lelaki yang juga merupakan teman seangkatannya. Seolah dua itu saja belum cukup, jabatannya merangkap sebagai si lelaki yang secara-ajaib-belum-ia-putuskan.

Shiah dengan gusar terus menoleh ke arah pintu cafe begitu mendengar pintu itu terbuka, berharap orang yang masuk adalah Jihun namun, setelah menolehkan kepalanya ke arah pintu sebanyak tiga kali —yang tentu saja membuat leher pegal— ekspetasinya harus ia tekan. Ketiga orang itu bukan Jihun melainkan orang-orang lain yang tidak ia kenal.

Hujan mengguyur kota Seoul seolah Yang Maha Kuasa secara tidak langsung mengisyaratkan Shiah untuk tinggal di cafe selama beberapa waktu ke depan. Dan di situlah Jihun berdiri, di luar pintu cafe dengan pakaian yang basah kuyup. Lelaki dengan postur tubuh tinggi itu memasuki cafe, kepalanya yang nyaris menyentuh bagian atas pintu membuat dirinya agak sedikit mencolok —hampir semua mata tertuju ke arahnya.

“Hey Shiah, maaf aku terlambat.”

Kini lelaki dengan surai yang berwarna kelabu tidak alami itu duduk berhadapan dengan Shiah yang memberikannya tatapan dingin.

“Semakin lama kau ini semakin parah saja, Jihun. Empat puluh menit. Kau membuatku menunggu selama empat puluh menit.” Nada bicara Shiah terdengar tenang namun, justru itulah yang menandakan bahwa dirinya sedang marah.

Jihun mengusap tengkuk lehernya, kepalanya berpaling ke arah kiri sambil sedikit menunduk, “maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu menunggu selama itu. Aku benar-benar sudah bersiap dari pukul tiga tadi tetapi—”

“Tunggu, tunggu. Biar kutebak,” Shiah dengan sengaja memotong. Kini perempuan itu memejamkan matanya dan meletakkan jari telunjuk tepat di bagian tengah keningnya, berlagak layaknya seorang mind reader yang belakangan ini sering muncul di televisi.

Kedua netranya terbuka perlahan, “kau pasti tadi menolong seseorang untuk mengantarkan paket dan ternyata paket itu berisi benda berbahaya sehingga kau mau tak mau mengantarkannya ke kantor polisi kemudian di sana kau di interogasi, benar begitu?”

Jihun hanya tersenyum masam sementara Shiah tersenyum penuh makna —tepatnya sarkasme— karena ia sudah hapal betul bagaimana kekasihnya itu. Kim Jihun adalah seorang pembohong namun, tidak seperti pembohong lainnya yang memberikan kebohongan monoton, Jihun memberikan kebohongan yang bagaikan pelangi —sangat berwarna dan beragam— sehingga kebanyakan dari kebohongannya tidak masuk di akal.

“Tidak seperti itu. Pikiranmu terlalu liar, Shiah.” Jihun berujar seraya mencondongan wajahnya mendekat pada Shiah yang perlahan memundurkan wajahnya.

“Ya, sama liarnya seperti pola pikirmu, tuan novelis,”

Jihun tertawa hampa mendengar ejekan yang diberikan oleh sang kekasih.

Ngomong-ngomong aku punya teka-teki. Mau coba tebak?” Tanya Shiah.

Jihun mengangguk, “bring it on” ujarnya dengan percaya diri walaupun ia tidak tahu mengapa arah pembicaraan mereka berubah begitu saja.

“Kau adalah seorang lelaki dengan tiga kepala, tiga tangan, dan empat kaki. Siapakah kau?” Shiah melipat kedua lengannya di depan dada ketika berujar.

Kebisuan Jihun dianggap sebagai tanda menyerah oleh Shiah. Dengan senyum kemenangan, perempuan itu mencondongkan wajahnya mendekati wajah Jihun. Senyum terulas di wajahnya sebelum ia membuka mulutnya dan berkata, “Pem-bo-hong,” dengan memberikan penekanan pada setiap suku kata.

Jihun tertawa namun, kali ini tawanya bukanlah tawa hampa. Tawanya lebih menyerupai tawa ketika kau malu karena ketahuan melakukan sesuatu yang kau sembunyikan.

“Maafkan aku, Shiah. Kau tahu ‘kan aku sedang mencoba untuk tidak berbohong. Tadi aku hendak mengatakan yang sejujurnya padamu.”

Shiah menyesap cangkir yang seharusnya berisi kopi panas —namun sudah tidak panas karena terlalu lama ditelantarkan di atas meja— namun pandangannya tertuju pada lelaki yang mengajaknya berbicara.

“Setelah sampai di halte bus aku baru ingat payungku tertinggal namun hujan sudah turun sehingga aku memutuskan untuk menunggu di halte sampai hujan reda tetapi semakin lama aku menunggu bukannya mereda, justru hujan semakin deras.”

“Baiklah, aku memaafkanmu.” Shiah meletakkan cangkir kembali ke atas meja sementara kedua tangannya yang kini menganggur ia gunakan untuk memegang erat tangan Jihun yang berada di atas meja.

Pada akhirnya Shiah tidak peduli akan kebohongan maupun kebenaran yang terlontar dari mulut Jihun. Yang ia pedulikan adalah bagaimana lelaki itu mengisi hari-harinya dan membuat mereka berwarna.

FIN.


author’s note:
Fanfiksi ini dibuat dalam rangka menyambut comebacknya
salah satu grup favoritku, KNK!
Jangan lupa nonton MVnya ya readersnim~
Dijamin tidak akan menyesal ^^

Thank you!
Your comment will be so much appreciated

Regards,
Atatakai-chan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s