Night Dream

Night Dream

A ficlet by zia

[B2ST] Lee Gikwang, [OC] Jang Mi

Romance, Hurt | G | Ficlet

I just own the plot.

“Tak peduli apapun alasanmu. Yang paling penting dalam hidupku, kau berada di sisiku.”

 

 

Kegelapan malam dihampiri cahaya oleh batuan-batuan kecil luar angkasa yang terlihat jatuh massal dari langit, berkejaran siapa yang paling dulu sampai ke permukaan. Entah jatuh di mana, namun melihatnya membuat hatinya terasa teriris mengingat kenangan di masa lalu.

“Hei, lihat! Indah bukan?”

Suara menginterupsi pergerakaan seorang wanita. Seolah seluruh kinerja tubuh mati, terutama ketika hazelnya bertemu sosok dalam kegelapan yang hanya diterangi oleh meteor berjatuhan di sekiling.

.

Bergandeng tangan melihat indahnya pantai pada malam hari. Ombak yang terasa menyentuh jari-jari kaki menisnya sudah membuat hati wanita itu gaduh dengan senangnya.

“Ah, dinginnya!” bibir berucap refleks sembari tersenyum bahagia.

Tangan lain yang tadi bergelantung pada lengan kurusnya, kini hilang. Wanita itu menoleh panik, mencari keberadaan sosok yang tadi di sampingnya.

“Gikwang! Gikwang! Gikwang, jangan bercanda! Kau di mana?” panik menghampiri hati kecilnya.

“Gikwang! Lee Gikwang!”

Suara tangis pun pecah. Angin laut menerpa tubuh kurusnya. Tak peduli dengan sekeliling yang gelap, yang biasa membuatnya takut. Kegelapan malam dalam pantai, angin laut malam yang menerpa. Lebih dari semua itu, wanita itu—Jang Mi, takut kehilangan sosok yang amat disayanginya.

.

“Hello, Nona Jang!” sapanya, sembari mengangkat tangan. Namun, sosok di hadapan hanya bergeming, tak tahu harus melakukan apa.

Kini, kedua lengan kekar itu terangkat. “Kau tak rindu pada kekasihmu, hm? Aku butuh pelukanmu, Sayang.”

Tanpa diulang, wanita itu berlari kecil menghampiri sosok tersebut, memeluk erat—takut kehilangan, lagi.

“Gi, kau ke mana saja?! Kau sungguh jahat!” suara isakan terdengar oleh lelaki itu, Gikwang. Memeluk semakin erat tubuh mungil dalam dekapan tanpa mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan kekasihnya.

“Gi?” wajah mungil menyembul diantara pelukan erat. Memanggil sosok dalam dekapan.

“Kau tak bertanya?”

Cukup. Segala apapun sudah cukup sekarang. Melihat sosok-nya lagi. Melihat senyum-nya lagi. Merasakan pelukan hangat-nya lagi. Jang Mi, detik ini merasa wanita yang amat beruntung. Tanpa mau bertanya apa kiranya kejadian yang mengalami kekasihnya saat itu. Gikwang di sini, di sisinya, itu saja sudah lebih dari berjuta-juta cukup.

 

Fin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s